Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-30
Halaman: 02

Konten


4cm Bali Post Takao Inoe dan Tetesan Air di Pengena Lokasi pun kemudian disedi- akan oleh warga. membangun hotel di Tulam- ben. Yang kemudian me- naruh perhatian besar kepa- da warga masyarakat di sana. Pihak Hotel Emerald Tulamben paham benar de- ngan kesusahan yang diala- mi warga sekitarnya itu. Pi- hak hotel memutuskan siap memberikan bantuan air ke pada warga setempat. Sayangnya, air yang di- harapkan tidak kunjung ke luar walau kedalaman sumur di salah satu lokasi sudah mencapai 35 meter. Dengan berbagai pèrtimbangan pem- butan sumur tersebut pun akhirnya dihentikan. Awalnya pihak hotel menyediakan air bersih hing- ga di seberang jalan dekat hotel tersebut. Kemudian dibarengi dengan suplai lang- sung ke rumah-rumah war ga. Apakah usaha mereka berhenti sampai di situ? Jawabannya, tidak! Tempat pembuatan sumur baru kembali dicari. Lokasinya di bekas Tukad Mati, tidak jauh dari desa setempat. Sumur yang dibuat ini pun bernasib tidak jauh berbeda dengan sumur yang pertama. Peng- galiannya yang baru menca- pai kedalaman 23,5 meter, juga terpaksa harus dihenti- kan. Halaman 18 SEKELOMPOK anak lama bahkan sejak puluhan kecil dengan sarung lusuh tahun. "Untuk mengatasi ke- jongkok bergerombol di pagi sulitan air kami membuat buta. Sementara para ibu bak penampungan air hujan," sambil memegangi ember ujar salah seorang warga se- tampak asyik berbincang- tempat dengan bahasa Bali bincang. Menunggu giliran yang kental kepada Bali Post mendapatkan jatah tetesan bersama manajemen Hotel air, mereka tampak sabar di Emerald, Tulamben beserta antara bongkahan hitam be- rombongan beberapa waktu kas muntahan lahar Gunung lalu. Agung. Itu sekilas suasana di Desa Pengena, Kubu, Karan- gasem belum lama ini. Kondisi alam yang demiki- an tandus, memang cukup menyulitkan daerah di timur laut kaki Gunung Agung itu untuk mendapatkan air ber- sih. Terlebih-lebih di musim kemarau seperti sekarang ini. Tekad untuk mendapat kan air begitu lekat kuat pada diri warga yang keban- yakan mengandalkan mata pencahariannya dari mencari nila (tuak nyuh) dan ber- ladang ini. Dua sumur dibuat warga dengan harapan dari situ ke luar air yang diharapkan. Sayang, dua buah sumur yang menjadi harapan war- ga tinggal kenangan. Dengan lubang menganga berkedala- man puluhan meter, sumur itu tidak menaruh belas kasi- han tanpa mengeluarkan air sedikit pun. Beberapa warga menutur- kan, kesulitan akan air ber- sih sudah dirasakan sejak SAMPAI tahun 2000 nan ti, keperluan air (minum) untuk wilayah Kodya Den- pasar dan Kabupaten Ba- dung masih mencukupi. Proyeksi keperluan air oleh PDAM Badung (PDAM Kodya di dalamnya) dan PT Tirta Artha Buanamulia sampai tahun 2000 mencapai 1.800 liter/detik. Saat ini kapasitas terpa- kai untuk wilayah Kodya 700 liter/detik, wilayah Badung 150 liter/detik dan PT Tirta Artha Buanamulia 300 liter/ detik. Dengan demikian, masih ada cukup cadangan sampai tahun 2000 nanti. Keperluan pelanggan di wilayah Kodya dan Badung yang 1.150 liter/detik itu, pe- menuhannya melalui peman- faatan sumber air permukaan (sungai) dan sumur dalam. Sumber air permukaan yang selama ini dimanfaat- kan baru aliran Tukad (su- ngai) Ayung. Yang terman- faatkan dari Tukad Ayung se- lama ini baru 300 liter/detik. Sisanya disuplai dari sumur dalam, PT Tirta Artha Bua- namulia dan kerja sama den- gan PDAM Gianyar. Sumber air bawah tanah Sekarang ini, bak penam- pungan air itu dapat dijump- ai hampir di tiap rumah-ru- mah penduduk dalam berb- agai ukuran. Uniknya, air tampungan tersebut tidak berbau walau disimpan dalam waktu cukup lama. Selain itu, masyarakat yang mengkonsumsi air tersebut mengaku jarang terkena pen- yakit. Mungkin tubuh mere- ka sudah kebal dengan apa yang dikonsumsinya," ujar salah seorang anggota rom- bongan. Setelah Tukad Ayung, Bagaimana Tukad Badung? yang termanfaatkan saat ini, bukan karena lebih mengun- penelitian bagi penyediaan pat menjadi biang keladi ban- kata Direktur PDAM Kodya Denpasar Drs. Pasek Adian- tara meliputi 19 sumur delapan berada di Kodya Denpasar dan 11 (10 aktif) di wilayah Badung. tungkan, tetapi lebih me- mentingkan pembangunan yang berwawasan lingku- ngan. kebutuhan akan air pada masa mendatang terus diu- payakan. jir yang melanda sebagian wilayah Denpasar Selatan. Itu berarti air Tukad Badung segera akan menyusul Tukad Ayung untuk dimanfaatkan sebagai sumber air permu- kaan. Kondisi alam gersang sep- erti itu, telah menempa war- ga setempat dengan kehidu- pan cukup keras. Bagi mere- ka, mengambil air dengan menempuh jarak sekitar 5 km berjalan kaki sudah merupakan hal biasa. Jarak yang cukup jauh dengan med- an berkerikil, bukan halan- gan bagi masyarakat untuk memperoleh air bersih yang berlokasi di dekat Pantai Tulamben. Syukur, ada investor yang SEPERTIGA wilayah Karangasem merupakan la- han kritis dan kering. Oleh karenanya, masalah air ber- sih di sana sulit dituntaskan. Untuk memenuhi keperluan air bagi 390 ribu penduduk Karangasem, pemda setem- pat melakukan berbagai up- aya, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Buktinya, Desa Seraya dan Kubu tetap tak bisa menikmati air ber- sih semuanya. Delapan sumur dalam di wilayah Kodya terdapat di wilayah Panjer dan Peguyan- gan, masing-masing dua sumur dan daerah Sanur, Tonja, Sumerta dan Abian Kapas masing-masing satu sumur. Dari delapan sumur dalam tersebut, mampu menghasilkan 180 liter/detik. Sedangkan keperluan air di wilayah Kodya saat ini menca- pai 700 liter/detik. Sisa kebutu- han disuplai dari pe-ngambilan Tukad Ayung dan kerja sama (membeli) dengan Gianyar. Kenapa mesti membeli? Sebab, delapan sumur dalam yang menjadi sumber air PDAM Kodya saat ini meru- pakan jumlah yang secara geologis sudah sulit dilaku- kan penambahan. Dari po- tensi air tanah di wilayah Denpasar, pengambilan melalui delapan sumur dalam itu sudah maksimum. Lantas, pembelian dari daerah tingkat II lainnya, "Tiap dua hari sekali kami mengirim air ke Pengena se- banyak 45 jerigen, sesuai den- gan jumlah kepala keluarga (KK). Bila ada tamu (hotel) yang ingin menyumbangkan air atau menyumbang se- suatu, waktunya tidak diteta- pkan. Tetapi secara reguler kami mengantar air tersebut selang waktu 2 hari sekali," jelas Operation Manager Ho- tel Emerald Tulamben Karangasem, Arisandhi. Selain suplai air langsung ke rumah-rumah penduduk, pihak hotel atas ide Takao Înoe-investor Jepang yang mengelola Hotel Emerald Tulamben sebelumnya juga pernah mengupayakan pembuatan sumur. Hal terse- but mendapat sambutan Mengatasi masalah air positif dari masyarakat. tersebut, pihaknya akan me- "Dalam hal ini yang lebih dipentingkan adalah efekti- vitasnya, bukan efisiensi," kata Kabag Umum PDAM Kodya Drs. I Ketut Wedana. Kerja sama antardaerah tingkat II dalam pengaturan tata guna air itu sepenuhnya menjadi kewenangan Guber- nur dan itu diatur dalam UU 11 tahun 1974. Pelayanan PDAM di Kodya sampai saat ini baru meliputi cakupan 70 persen dengan 39.633. Sampai akhir 1997 nan- ti, PDAM Kodya menargetkan cakupan 40.933 pelanggan. Penekanannya pada ho tel, karena konsumsi air bersih mereka tinggi. Se bagai contoh, untuk sekali tekan tombol toilet, sekian Sedangkan program pe- merintah secara nasional, target pelayanan air bersih di daerah perkotaan harus men- cakup 90 persen. Pasek Adi- menargetkan penca- paian cakupan 90 persen di wilayah Kodya itu pada akhir Pelita VI ini (1999). Melihat proyeksi keperlu- an air bersih di Kodya dan Badung sampai tahun 2000, persediaan air baku yang ada masih mencukupi. Namun "Pak Mandi (salah seorang penggali sumur-red) tidak melanjutkan kegiatannya," kata Arisandhi. Mandi yakin tidak bisa melanjutkan pe- kerjaannya karena pada ked- alaman itu ada batu besar yang menghadang di dasar sumur itu. "Kami telah men- jajaki orang yang mengetahui keadaan air di Pengena den- gan memakai alat modern, ternyata di sekitar daerah itu katanya ada air pada kedala- man 187 meter," dia menam- bahkan. Untuk pengambilan air baku berkenaan dengan pe- manfaatan air permukaan, saat ini tengah dilakukan studi oleh Dinas PU Propin- si Bali lewat Proyek Air Baku Bali. Lewat proyek ini akan disiapkan long storage dam sepanjang muara dari Sungai Ayung di bagian bawah Dam Oongan. Walaupun belakangan, di kawasan ini telah dibangun berbagai sumur, tetapi upaya Mengatasi keperluan air melayani keperluan air ber- ini, pemda melakukan gebra- sih untuk masyarakat belum mencapai hasil maksimal. Kenyataan ini tak banyak dibantah Bupati Karangas- em I Ketut Mertha. kan dan terus melobi ke tingkat propinsi dan pusat. Hasilnya, menurut Ketut Sarta, kini di kawasan Se- raya sedang dibangun em- bung penampungan air se- nilai Rp 3,3 milyar. Proyek fisik dari long stor- age ini dikerjakan tahun 1998 dan instalasinya dikerjakan tahun 2000, karena proyek ini disiapkan untuk menga- ntisipasi kebutuhan air sete- lah tahun 2000. Selain Tukad Ayung yang merupakan sungai dengan debit air terbesar di Bali, Denpasar masih memiliki beberapa sungai yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum. Sampai saat ini baru Tukad Badung yang dipersiapkan untuk itu. Bagian hilir dari Tukad Badung kini tengah dalam proses konstruksi yang dike- nal dengan dam estuari - proyek yang tahun 1995 sem- tuk memberi perhatian ter- musim penghujan maupun hadap dua daerah kritis air kemarau. Menjelang musim ini. Diharapkannya, menje- kemarau ini, PDAM pun ter- lang musim kemarau, us diprotes konsumennya. masyarakat Kubu dan Se- raya tidak sampai menjerit karena air. Kawasan wisata terpadat, Kuta, Nusa Dua, dan seki- tarnya, kini mengkonsumsi air 350 liter/detik. Kapasitas produksi terpasang dari pen- gelolaan air permukaan Sun- gai Ayung adalah 600 liter/ Kubu dan Seraya masih Kritis Karangasem Ir. Ketut Sarta. Selain Seraya, kawasan yang tergolong kritis air di Kabu- paten Karangasem adalah Kubu. rencanakan pengeboran di sungai 1,5 km dari sebelah Saya Resort yang diperkira- kan menyimpan kandungan air di kedalaman kurang dari 100 meter. Selain itu pihak hotel juga telah menjajaki sumur yang ada di Batuda- wa Kelod. Sumurnya sudah ada dengan kedalaman men- capai 160 meter dan airnya dialirkan sampai di Batuda- wa Kaja. "Kami ingin menyambung dari reservoar yang ada ke Pengena yang jaraknya 2,5 kilometer. Tetapi Mr. Takao Inoe belum menyetujui," ujar Arisandhi seraya menam- bahkan pihaknya kini terus berupaya untuk itu dan juga melakukan pengeboran. Up- aya Takao Inoe dengan Ho- tel Emerald-nya memang patut diacungi jempol teruta- ma kalau dilihat dari segi misi sosial, lebih khusus lagi dari kalangan perhotelan. Sebab, kesan yang berkembang selama ini just- ru pembangunan perhotelan TUKAD BADUNG - Air Tukad Badung tampak kotor sebelum ditangani Prokasih (proyek kali bersih) Kodya yang menyedot air banyak. Denpasar. Kini Tukad Badung lebih bersih dan airnya potensial untuk diolah menjadi air bersih. Bahkan untuk lapangan golf, disebutkan sebagai si-mani- ak air. Takao Inoe memang terus mengupayakan tetesan air di Pengena, Kubu, Karan- gasem. Adakah pengusaha lain yang ikut peduli, atau hanya sekadar main gusur lahan yang beririgasi teknis? (sua/sug) Sumber air permukaan yang bisa dimanfaatkan se- bagai sumber air bersih harus memiliki standar mutu B. Artinya tingkat pencemaran sumber air itu masih dalam batas toleransi. Oleh karenanya gerakan kali bersih yang dicanangkan Kodya Denpasar khususnya di Tukad Badung memiliki nilai strategis, mengingat pemanfaatan air tukad ini sebagai bahan baku air mi- num. Selain itu, kampanye hemat penggunaan air juga perlu digalakkan. (lik) Direktur PDAM Karan- gasem I Gusti Ngurah Made mengakui, pihaknya sering mendapat keluhan kon- sumennya. Menanggapi ya terbatas. protes-protes ini, pihaknya telah menerapkan penjad- walan aliran air ke masing- masing kawasan. an air bersih untuk perko- Berdasarkan data, pelay- taan mencapai 28.925 jiwa (89,02%) sedangkan di "Untuk kawasan Seraya "Saya sudah atur pembagi- pedesaan 160.938 jiwa Bahkan, dalam rapat annya. Namun langkah ini (51,65%). Khusus untuk saja pelayanan masih terba- koordinasi pembangunan (ra- tas. Sampai saat ini baru se- korbang) baru-baru ini, dia juga belum optimal," ujarnya. pedesaan pelayanan air dom- Langkah ini diharapkan Pihaknya juga mengaku sem- inan menggunakan kran- kitar 40 persen masyarakat telah memerintahkan Bappe- mampu mengatasi masalah pat mengirim selebaran yang kran umum. terlayani," ujar Kadis PU da dan instansi terkait un- air di kawasan ini baik pada berisi permohonan maaf ke- (dir) Warga Pecatu, Bersabar Dulu Menurut Direktur Umum PDAM Gianyar Drs. I Nen- gah Artha, keperluan air masyarakat setempat kini terus bertambah. Tahun 1996 terpasang sekitar 20 ribu sambungan ke kon- Dibandingkan dengan sumen, dan tahun 1997 ini sumber air permukaan (sun- sudah membengkak sampai gai-sungai) yang dimanfaat- 27 ribu sambungan. Bahkan, kan sebagai air bersih di kota- kini sedang diproses sekitar kota di luar Bali-Surabaya 6 ribu sambungan ke rumah- dan Jakarta, kata Pasek, rumah penduduk/konsumen masih lebih bagus air Tukad Badung, meski secara real pihaknya belum memiliki hasil penelitian yang pasti. pada konsumen agar dapat memaklumi kondisi ini. Untuk melayani konsumen di wilayah kota Amlapura, pi- haknya mengandalkan sumber mata air Tirta Gangga dan Tau- ka dengan pipa tranmisi uku- ran kecil sehingga daya alirn- dengan ratusan kamar yang memiliki ratusan toilet, akan memerlukan sekian banyak air. Lapangan golf, juga maniak air.. WILAYAH Bukit Pecatu banyak air dengan tekanan akan hadir perumahan me- detik. sejak dulu terkenal sebagai keras masuk ke septic tank. wah Bali Pecatu Graha, se- daerah kerontang. Meski Bisa dibayangkan, hotel mentara di Jimbaran sudah pembangunan pariwisata berdiri The Ritz Carlton Re- maju di daerah sekitarnya, sort, hotel berpanorama in- warga Pecatu masih belum dah di tebing karang kaki bisa tersenyum untuk urusan Pulau Bali dengan 323 buah air. Kades Pecatu, Suiasa, kamar yang tentu saja akan dalam tatap muka dengan Kekhawatiran itu juga memerlukan banyak air ber- anggota DPRD Badung baru dikuatkan dengan menyebut sih. bara ini menyampaikan bah- kan bahwa rasa air sumur wa saban kemarau tiba, war- penduduk Denpasar dan ganya kesulitan air. Belum semua rumah penduduk ter- jangkau air bersih. "Bayang kan, untuk air, masyarakat kami mengeluarkan uang Rp 150.000 Rp 200.000," ujar gan Bali Post, Rai Mandia Dalam percakapan den- menyampaikan, tahun 2000 konsumsi air di Kuta dan Nusa Dua melonjak menjadi 500 liter/detik, dan tahun 2005 menjadi 700 liter/detik. Sampai tahun 2000 tidak ada masalah, tetapi sampai Suiasa. PDAM (Badung, Gianyar, Sistem kerja sama antar- Tabanan) sudah mulai dirin- tis, sehingga pasokan air bisa menerapkan sistem integra- si, saling bantu. Walaupun tak ada masalah dalam po- tensi air, bukan berarti tidak Di Kuta, selain Hotel Sol tahun 2005 tampak ada ada persoalan yang dihadapi Elit Paradiso dan Hyundai, kekurangan lagi 100 liter/de- institusi penyedia air bersih. Kuta kini mulai asin, berarti bermuncullan banyak resto- tik (600 liter kapasitas intrusi air laut sudah menja- ran dan pusat perbelanjaan dikurangi 700 liter kebutu- dana untuk memasang insta- Masalah pokok adalah di kenyataan. Pembicaraan (Kuta Centre, Kuta Square, han). tentang kawasan wisata yang Kuta Plaza) serta pemondo- lasi pipa distribusi, apalagi Dari manakah kekuran- untuk kawasan Bali Selatan, jumlahnya 21 buah, juga kan. Bandara Ngurah Rai gan akan ditambang? Dia medannya berbukit dan jar- sering dikaitkan kalangan juga sedang diperluas. Se menjawab dengan yakin: aknya berjauhan. Menurut cendekiawan sebagai anca- mua perkembangan ini iden- "Dari estuari dam Suwung, perhitungan PT Tirtaartha Yang khawatir soal perse- man terhadap persediaan air tik dengan melonjaknya ke yang akan menghasilkan 300 Buanamulia, sampai tahun diaan air bersih tak hanya bersih. butuhan air bersih. liter/detik. Sampai tahun 2000 diperlukan Rp 19 mil- warga Pecatu. Dalam lima Bahkan tak hanya perse- tahun terakhir ini, keperlu diaan air yang dikhawatir eral manager PT Tirtaartha up." Uji coba produksi estu- tribusi dan Rp 36 milyar sam- Ir. Gede Rai Mandia, gen- 2005 kapasitas produksi cuk- yar investasi untuk pipa dis- an akan air bersih sering kan kritis, juga energi listrik. Buanamulia, mitra kerja ari dam Suwung yang me- pai tahun 2005. menjadi tema kegelisahan Akankah pasokan air bersih PDAM Badung yang menan- nampung air permukaan kalangan pengamat. Prof. untuk hotel dan masyarakat gani distribusi air bersih ka Tukad Badung dan Tukad dana itu kini sedang diusa- Proyeksi kebutuhan Drs. Adnyana Manuaba, dari cukup? Cukupkah sampai wasan Kuta dan Nusa Dua, Mati akan dilaksanakan hakan. Universitas Udayana misal tahun 2000? Januari lalu memberikan pertengahan 1997 dan tahun produksi dan pengelolaan Perhitungan nya, berkali-kali menyampai- jaminan bahwa Bali tidak 1998 diharapkan sudah sistem distribusi jika kelak kan bahwa kalau terlalu ban- akan pernah kekurangan air beres. yak hotel berdiri, persediaan bersih. beres, air bersih tidak akan air bersih kelak akan mengal- Untuk air permukaan jadi masalah baik bagi pen- saja, Bali masih memiliki duduk Bali maupun untuk ami titik kritis. delapan sumber yang poten- kepentingan sektor pariwi- sial dikelola, seperti Tukad sata. Kalau demikian, war- Unda, Tukad Bubuh di ga Pecatu yang rumahnya Klungkung. Hotel tak mesti belum dijangkau pipa air membuat sumur sendiri, tak bersih, mesti bersabar dulu. perlu menggali air dari mata (dap) Pertanyaan ini penting di ajukan karena dalam waktu tidak terlalu lama lagi, hotel hotel baru akan bermunculan di Badung Selatan. Di ka- wasan wisata Sawangan, set- elah Nikko Bali berdiri, em- pat buah hotel baru akan seg era menyusul. Di kawasan Pecatu segera air, karena air permukaan masih cukup. Gianyar Memperbanyak Sumur Bor di mana warga di daerah atas mengatakan, musim kering Mengantisipasi men- seperti Tegallalang sulit saat ini tidak mempengaru- ingkatnya keperluan air ber- mendapatkan air. Namun hi kegiatan tanam petani. sih, saat ini PDAM setempat musim kering ini, hal itu Sebab cadangan air masih memanfaatkan 32 sumur tidak sampai terjadi. "Belum cukup. Pola tanam yang dit- bor. Diakui, dalam kondisi ada warga yang mengajukan erapkan petani sudah dise- normal, dengan sumber air keluhan karena kesulitan air suaikan dengan musim, seh- tersebut, keperluan kon- bersih," katanya. Namun, pi- ingga tidak mempengaruhi sumen masih dapat dipenu- haknya tetap menyiapkan penanaman padi. mobil tangki untuk mengan- tisipasi kemungkinan tim- bulnya kesulitan air. Pemantauan Bali Post di kawasan wisata Ubud yang memanfaatkan air PDAM, sejauh ini belum ditemukan adanya gangguan serius. Warga setempat mengata- kan, suplai air masih lumay- an, meski terkadang aliran- nya mengecil. Bahkan menurut Ir. Agung, perbaikan jaringan irigasi pada subak yang mengairi 3 ribu hektar lah- an sawah di Kecamatan Ubud, Tampaksiring dan Sukawati diprediksi tidak mempengaruhi pola tanam. "Perbaikan saluran irigasi tersebut akan dilakukan awal September, saat tana- man padi tidak banyak me- merlukan air," ujarnya me- negaskan. (031) Sedangkan Kadis Perta- Tidak seperti beberapa nian Tanaman Pangan Gian- tahun silam, ujar Drs. Artha, yar Ir. I Gusti Made Agung MENGATASI ingkatnya keperluan air ber- sih yang tiap tahunnya terus meningkat, PDAM Gianyar kini melakukan terobosan dengan memperbanyak sumur bor. Dengan suplai dari sumur-sumur itu di- harapkan keperluan air un- tuk masyarakat bisa dipenuhi. hi. men- lainnya. missio odevne SARINGAN PENGHILANG BAU RUANGAN Namun saat musim ker- ing, karena menipisnya air tanah, cadangan air jadi berkurang sehingga praktis membawa dampak bagi kon- sumen. Di beberapa tempat, diakuinya, aliran air saat saat tertentu mengecil, teta- pi tidak sampai terputus. Konsumen masih tetap bisa dilayani meski belum opti- mal," ujarnya. Si Biru Perbasa ANTI KARAT long Pilih "Si Biru" dari National, alat penyejuk udara anti karat yang awet Saringan penghilang bau mampu menyaring kotoran hingga 0.01 mikron dan menyerap partikel penyebab bau. Membuat udara lebih segar, bersih dan sehat. ANTI KARAT Sabtu Paing, 30 Agustus 1997 Kondensor biru yang anti karat pada unit luarnya, lebih tahan terhadap perubahang suhu dan cuaca. Sehingga penyejuk udara National lebih awet dan dingin ANTI JAMUR Kipas dan saringan anti jamur. Menjadikan udara yang dihembuskan lebih bersih dan sehat. SALAT 720 wind natsgrin CS-C90 KH (1PK) C8-C120 KN (1 1/2 PO Hemat listrik 720 Watt untuk model CS-90 KH (1 PK) UNIT LUAR Dealer AC National di Denpasar: Toko Palapa Agung Telp.(0361) 225721 Toko Agung Plaza Telp. (0361) 223216 Toko Toyobo Istana Elektronik Telp. (0361) 234747, 238092, 232508 Toko Horizon Telp. (0361) 263958, 424463 Toko Aneka Listrik Telp. (0361) 223334 Toko Plaza Permal Telp. (0361) 224344 Toko Sekawan Abadi Jaya Telp. (0361) 263781 Courts Telp. (0361) 424148 National KANTOR CABANG PT. National Panasonic Gobel Jl. Teuku Umar 52A Denpasar Telp. 0361-228566 (hunting) Fax. 0361-234608 Hari Sabtu, Minggu dan Hari Besar libur C6.76637 Color Rendition Chart Sabtu Paing Jika Anda men anya tentang asal- dan langsung ke p Mangku Gde Ktu Kepundung 67 A D tasi lebih lanjut, si Ktut Soebandi, Jl. Satrya Pertanyaan: Saya adalah war Orangtua saya selal keturunan dari Teg Sukawati, tetapi a keturunan dari Pu mun di desa saya di ara. Sejak saya sekarang orangtua buk mencarikauitar man, tetapi saya su Kawitan Sukawati man Dalem Sukawa Sebagian keluar mempunyai kawita padharmman ke Ar Sebelum saya memp dan padharmman Da saya cuma mempun Agung Batuan Suka erajan Agung Beng sung oleh Dewa A Yang mana benar? Dewa Putu S Br.Katiklar Singakertha Gianya Jawaban: Untuk tidak terla impang dari keadaa nya, tiap persoalan ha historisnya, karena f yataan menunjuk masyarakat Bali di da gunakan jatidiri (idem bervariasi dan dari b serta latar belakang, jarang terjadi parati tidak mengetahui se kewargaan (kelompol nya). Seperti misalnya makai jatidiri berdasa kan, jabatan, tempat pihak ibunya (pradha sebagainya. Sebagai toh, ada menyebut diri Ktut Pasek karena ibu ga Pasek, Anak Agu Pande karena ibunya Pande, Ida Pejeng kare ya dahulu pelarian d Gusti Ngurah Bun kan ya tinggal di Desa Bu ara karena leluhurnya Biara, Satrya Babi kar ya berasal dari Desa A dian disebut Bali) dan ya. Hal ini untuk ken peringatan, bahwa me biologis berdarah da Pande atau mengingat berasal dari suatu temp Di dalam sejarah per akibat kurang informa pendahulunya, mereka obor atau arah yang pa Seperti misalnya m menyebut diri Satrya Abian Pandan, leluhur I Dewa Anom Sirikan tahun saka 1633 (tahun nobatkan menjadi Raja sekarang bernama Suka lar I Dewa Agung And atau dikenal dengan Da wati. Para putera I De Anom Sirikan sama se menghiraukan keberad dan kerajaan Sukawati. Yang mendampingi pe an beliau ialah I Dewa Ma dan karena beliau ikut di wati lalu disebut I Dewa Sukawati. Setelah I De Sirikan wafat dan jer sudah diupacarakan (p Dewa Manggis Api kemb inya di Desa Beng. Beli selanjutnya mendirikan belah Selatan Desa Beng kan Geriya Anyar (rum. karena tanahnya diberiks orang padanda. Pada tal 1693 (tahun 1771 MIDev gis Api dinobatkan men sebagai cikal bakal Raja-r anyar, dan purinya yang bernama Geriya Anyar k Singaraja air mengali akhirnya ke SEBAGIAN dari lirik la Bengawan Solo karya se man Gesang yang terkenal i kiranya cocok disenandur kan untuk Kota Singaraja musim kemarau sekarang in Sebab, Kabupaten Bulelen dengan luas wilayah 1.365. km2 banyak memiliki sumbe mata air Bahkan, hampir 144 k panjang pantai di belahan u ara Pulau Bali itu, banya mata airnya. Dari 331 lite detik kapasitas terpasan yang dikonsumsi Perusahaa Daerah Air Minum Daera (PDAM) Buleleng, 175 liten detik di antaranya ada pad mata air di Mumbul, Singara ja Mumbul Dari sumber mata ai ini, seperti dike mukakan Direktur Tehnik PDAM Buleleng IGK Soekar ba, ternyata masih banyak air terbuang ke laut, sehingga Singaraja berlimpah air, se mentara yang dikonsums hanya 130 liter detik