Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-30
Halaman: 14
Konten
ng, 30 Agustus 1997 oyek kali bersih) Kodya di air bersih. ur Bor ngatakan, musim kering at ini tidak mempengaru- kegiatan tanam petani. ab cadangan air masih up. Pola tanam yang dit- pkan petani sudah dise- ikan dengan musim, seh- ga tidak mempengaruhi manaman padi. Bahkan menurut Ir. ung, perbaikan jaringan gasi pada subak yang ngairi 3 ribu hektar lah- sawah di Kecamatan ud, Tampaksiring dan kawati diprediksi tidak mpengaruhi pola tanam. rbaikan saluran irigasi sebut akan dilakukan September, saat tana- m padi tidak banyak me- lukan air," ujarnya me- askan. (031) ral, ang awet CS-C90 KH (1PK) 1 1 PK) UNIT LUAR Istana Elektronik Telp. (0361) 1) 223334 Toko Plaza Permal BANG onal Panasonic Gobel Sabtu Paing, 30 Agustus 1997 babado Oleh Jro Mangku Gde Ktut Soebandi Jika Anda memiliki unek-unek di seputar masalah babad, i-ngin bert- anya tentang asal-usul, lelintihan, silakan tulis surat de-ngan ringkas, jelas dan langsung ke pokok persoalan. Tujukan kepada pengasuh "Babad" Jro Mangku Gde Ktut Soebandi, de-ngan alamat Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar. Jika Anda kurang puas dan ingin berkonsul- tasi lebih lanjut, silakan berhubungan dengan pengasuh, Jro Mangku Gde Ktut Soebandi, Jl. Plawa Gg. XIII/1Denpasar. Satrya Biara Pertanyaan: Saya adalah warga Satrya Biara, Orangtua saya selalu menceritakan keturunan dari Tegal Biara Sakah Sukawati, tetapi ada yang bilang keturunan dari Puri Gianyar, na- mun di desa saya disebut Satya Bi- ara. Sejak saya kecil sampai sekarang orangtua saya masih si- buk mencari kawitan dan padharm man, tetapi saya sudah diajak ke Kawitan Sukawati dan padharm- man Dalem Sukawati. Sebagian keluarga saya belum mempunyai kawitan dan mencari padharmman ke Aryya Mersedes. Sebelum saya mempunyai kawitan dan padharmman Dalem Sukawati, saya cuma mempunyai pemerajan Agung Batuan Sukawati dan pem- erajan Agung Beng yang disung- sung oleh Dewa Agung Gianyar. Yang mana benar? Dewa Putu Subrata Br.Katiklantang, Singakertha, ubud, Gianyar Seperti misalnya mereka yang menyebut diri Satrya Biara atau Abian Pandan, leluhurnya adalah I Dewa Anom Sirikan yang pada tahun saka 1633 (tahun 1711 M) di- nobatkan menjadi Raja di Timbul, sekarang bernama Sukawati berge- lar I Dewa Agung Anom Sirikan atau dikenal dengan Dalem Suka wati. Para putera I Dewa Agung Anom Sirikan sama sekali tidak menghiraukan keberadaan ayah dan kerajaan Sukawati. Tetapi tidak mustahil ada hal- nya). Seperti misalnya ada yang me- hal yang melatar belakangi Satrya makai Yang mendampingi pemerintah an beliau ialah I Dewa Manggis Api, dan karena beliau ikut di puri Suka- wati lalu disebut I Dewa Manggis Sukawati. Setelah I Dewa Anom Sirikan wafat dan jenazahnya sudah diupacarakan (palebon) I Dewa Manggis Api kembali ke pur- inya di Desa Beng. Beliau inilah selanjutnya mendirikan puri di se- belah Selatan Desa Beng, dinama- kan Geriya Anyar (rumah baru), karena tanahnya diberikan oleh se- orang padanda. Pada tahun saka 1693 (tahun 1771 M) I Dewa Mang gis Api dinobatkan menjadi Raja sebagai cikal bakal Raja-raja di Gi- anyar, dan purinya yang semula bernama Geriya Anyar kemudian itannya adalah Merajan Agung Sukawati dan pura Padharmman- nya di kompleks Pura Besakih ad- alah Pura Padharmman Dalem Sukawati. Adapun Satrya Biara yang ikut nyungsung merajan berubah menjadi Gianyar sebagai cikal bakal kerajaan Gianyar. Den- gan berdirinya kerajaan Gianyar 3. Di Pura mana sebenarnyapad ini, berakhir pula kerajaan Suka-harmman marga kami yang ada di lokasi Dewa Agung Anom Sirikan (Dalem wati, dan sekarang keturunan I Sukawati), akibat hukum Catur Warnna" memakai sebutan atau gelar berbeda. Mereka itu ada menyebut diri Cokorda, Anak Agung, I Dewa dan ada pula yang sama sekali tidak mempergunakan Beng, Kabupaten Gianyar, yang Jawaban: Jawaban: Perlu diluruskan bahwa Desa sebutan atau gelar tersebut. semula merupakan sebuah hutan Apabila I Dewa A yang menye- but diri Satrya Biara atau Abian Pandan memang benar keturunan I Dewa Agung Anom Sirikan (Dalem Sukawati) maka pura Kaw- Biara ikut nyungsung Merajan Agung di desa Beng tersebut, kare- na sebgai disebutkan tadi per- masalahannya harus diungkap hi- tersebut kami belum tahu isinya den- gan jelas, karena dikeramatkan dan dibaca kalau Ida Bhatara mengh- endaki, yang sifatnya insidental. Saya sangat mengharapkan pen- jelasan dari Jero Mangku Gde, 1. Apakah isi dari prasasti yang ada di Pura Dalem Kedisan Batur sudah masuk dalam babad di Bali (secara umum) dan adakah kaitan nya dengan pungkusan/soroh/mar- ga KEDISAN? Dari sumber mata air Mumbul ini, seperti dike mukakan Direktur Tehnik PDAM Buleleng IGK Soekar ba, ternyata masih banyak air terbuang ke laut, sehingga Singaraja berlimpah air, se mentara yang dikonsumsi hanya 130 liter/detik. 2. Dari sekilas sejarah yang saya ceritakan di atas, apakah mungkin atau memang benar kawitan kami berasal dari Desa Kedisan Danau Batur? air mengalir sampai jauh akhirnya ke laut I Wayan Sumardika JI. PLK II/54-B Kel. Makasar 13570 Jakarta Timur SEBAGIAN dari lirik lagu Dari jumlah penduduk Bengawan Solo karya seni- Buleleng yang tercatat 546 man Gesang yang terkenal itu, ribu jiwa lebih, 85 ribu jiwa kiranya cocok disenandung tinggal di Kota Singaraja dan kan untuk Kota Singaraja di selebihnya penduduk musim kemarau sekarang ini. pedesaan. Sebab, Kabupaten Buleleng dengan luas wilayah 1.365,88 km2 banyak memiliki sumber hanya karena kemampuan dhana dan lain sebagainya, sebab semuan ya ini sudah ditentukan oleh para le- luhur serta harus diikuti dan ditaati oleh parati santana, dan jika terjadi penyimpangan, akan dapat memba- wa akibat sangat fatal dan mem- bahayakan kehidupan warga (kel- ompok keturunan) bersangkutan, yang di dalam Bhisama antara lain disebutkan demikian: "apan ila-ila dahat" (sebab sangat berbahaya). Warga Tanjung Pertanyaan: Mengapa warga Tanjung selalu ada hubungan dengan Arya Wang Bang Pinatih, sampai-sampai di se- buah Merajan Arya Wang Bang Pi- natih di Desa Yehtengah (Payangan) warga Tanjung menempatkan pel- inggih khusus, agar dapat turut ngayah di Pemerajan tersebut. I Gusti Ngurah Muja, Desa Nongan, Rendang, Karangasem. yang ditumbuhi pohon bengkel, sebab itu dinamakan hutan Bengkel, dan yang semula datang ke dalam hutan Bengkel adalah I Dewa Mang gis Kuning salah seorang putera dari 2. Sebagai pemangku di Pura Besakih, beliau sering melakukan yogha semadhi di beberapa pura di kompleks Pura Besakih, sebab di sana terdapat banyak pura antara lain bernama Pura Gowa dan Pura Bangun Cakti. Di dalam yogha se- madhinya itu Bang Manik Angke- ran banyak mendapatkan ilmu sep- erti masalah kehidupan di dunia fana ini, dan berbagai ilmu gaib atau kebathinan. Dalem Segening. Di sana I Dewa Mangis Kuning bertempat tinggal sebagai petani dan pemelihara itik, dan bukan sebagai raja, sedang yang bertahta sebagai Raja Gianyar ad- alah generasi keempat dari I Dewa Manggis Kuning bernama I Dewa Agung di Desa Beng, Gianyar, yang Manggis Api alias I Dewa Manggis di= sungsung oleh keluarga puri Sukawati. Beliau naik tahta pada Agung Gianyar, mempunyai latar belakang tersendiri. Karena I Dewa tahun saka 1693 (tahun 1771 M) se Manggis Api alias I Dewa Manggis bagai cikal bakal Raja-raja Gianyar Sukawati pernah ikut I Dewa dan kerajaan Gianyar, yang semula Agung Anom Sirikan, Malahan di-purinya disebut Geriya Anyar (puri anggap sebagai keluarga, akan teta- baru), yang di dalam sejarah perjala- pi tidak ada bukti sebagai "putra nannya berubah menjadi Gianyar. Pura Kawitan dari mereka yang pineras" (putera angkat). Karena I Dewa Manggis Api dianggap per- menyebut diri Kedisan, bukan di masyarakat Bali di dalam mempernah berjasa terhadap kerajaan pura Dalem Desa Kedisan, Ke- gunakan jatidiri (identitas) sangat Sukawati, maka Satrya Biara se- gli, karena pura Dalem Desa Kedis- camtan Kintamani, Kabupaten Ban- Jawaban: 3. Disebutkan bahwa ketika itu antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali masih menjadi satu. Untuk menjaga jangan sampai Bang Man- ik Angkeran dapat leluasa pulang pergi ke Jawa, antara Pulau Jawa dan Bali dipisahkan oleh Mpu Sidhi- mantra. Dengan menggoreskan tongkatnya lahirlah laut Selat Bali. Yang menciptakan laut Selat Bali ad- alah Mpu Sidhimantra, ayah dari Bang Manik Angkeran dan bukan Sanghyang Sidhimantracakti, salah seorang putera dari Raja Bali Cri Untuk tidak terlalu jauh meny- impang dari keadaan sesungguh- nya, tiap persoalan harus diungkap historisnya, karena fakta dan ken- yataan menunjukkan, bahwa Jayacakti yang kemudian dikenal dengan sebutan Bhatara Semua jajan baru ini sejenak melupakan pelecing, kelepon, lak- lak, jukut undis, lawar, dan sate languan. Makanan baru ini sejenak bervariasi dan dari berbagai jenis bagai penghormatan terhadap jasaan tersebut adalah salah satu dari jasanya itu lalu ikut serta latar belakang, sehingga tidak jarang terjadi parati santana-nya tidak mengetahui sesungguhnya kewargaan (kelompok keturunan- Gnijaya, berparhyangan di Gunung melupakan anjuran para ahli gizi dan para dokter bahwa makanan- Lempuyang Luhur. Merajan Agung di Desa Beng terse- but. pura Kahyangan Tiga Desa Kedis- an yang di-sungsung oleh kerama Desa Adat Kedisan, dan bukan penyungsung warga (kelompok ketu- runan). Lazimnya yang menyebut diri Kedisan adalah keturunan Pun- gakan Kedisan dan Pungakan Den Yeh, yaitu salah seorang putera dari Raja Tamanbali, yang lazim disebut Dapat dijelaskan bahwa tidak mungkin diungkap dan diurai- kan secara rinci dan mendetail mengenai sejarah Bang Manik Angkeran, mengingat kurun waktunya cukup panjang dan bervariasi, sedang ruangan yang tersedia di rubrik Babad harian kan, jabatan, tempat tinggal, asal pihak ibunya (pradhana) dan lain sebagainya. Sebagai sekadar con- Akibat beberapa faktor atau penyebab tidak sedikit warga yang berasal dari satu sumber (kawitan) Jawaban: Sang Kulputih adalah keturunan Ktut Pasek karena ibunya dari war- toh, ada menyebut diri Anak Agung siarisnya, jangan sampai generasi Satrya Tamanbali (Tirthaarum). Se- mempergunakan sebutan atau ge- dari Mpu Kananda, yang oleh Raja Bali Post sangat terbatas. penerusnya hanya berdasarkan tr- ga Pasek, Anak Agung Nyoman adisi "gugon tuwon" atau "mula cara singkat dan pada garis besarn- Pande karena ibunya dari warga keto" tanpa argumentasi yang ma- ya dapat dijelaskan sebagai berikut: Pande, Ida Pejeng karena leluhurn-suk akal. Apalagi kalau diingat per- ya dahulu pelarian dari Pejeng, I soalannya lebih bersifat niskala Gusti Ngurah Bun karena leluhurn- (bathiniah), di mana keyakinan dan ya tinggal di Desa Bun. Satrya Bi kepercayaan mempunyai peranan sangat penting dan menentukan. maka-nan semacam itu kurang berserat, mengandung kolesterol ting- gi. Siapa berani memastikan bahwa wama merah saus tomat dan sambal bukan berasal dari bahan pewama? Siapa berani menjamin bahwa ayam goreng yang dilahap berasal tidak dari ayam yang direka- yasa: hidup harus begini, makan ini itu, disuntik agar cepat besar, dst. Tampaknya watak manusia (Indonesia) terhadap barang baru ada- lah ini: cepat tertarik lalu mencoba mencicipi. Manusia pinggiran yang berduit pas-pasan mungkin sekali mencoba terus kaget (karena har- ganya yang tak terjangkau) dan tidak lagi membeli. Orang macam Dek Pol merupakan gejala masa kini; bukan sekadar gejala atau fenomena manusia anak muda, tetapi fenomena budaya dan fenom- ena sosial. Manusia macam Dek Pol mungkin termotivasi oleh geng- si, takut kalau dicap "kampungan" atau dilabeli "tidak moder", dan untuk membeli kemoderan semacam itu dia tidak takut berutang. Membeli gengsi dan kemodeman tanpa utang banyak dilakukan oleh keluarga-keluarga "kelas menengah", kelas penunggang sepeda motor, penaik skuter, dan pemilik sedan; kelas pemilik TV, 20 inci yang sudah "dibodohin" oleh iklan-iklan di layar kaca. Mereka adalah pendukung "budaya" DEMENYAR alias demen ane anyar (Bali) atau demen sing anyar (Jawa). Mudah-mudahan tidak ke istri! lar-gelar berbeda, menyebabkan mereka seolah-olah bukan berasal dari satu sumber. Ditambah lagi adanya sistem dan sifat feodal dan dogmatis mereka yang memakai sebutan atau gelar yang dianggap lebih tinggi dari sanak saudara yang mempergunakan sebutan atau gelar yang tidak seperti leluhurnya. Aki- batnya mereka merasa bukan ber- sanak saudara. Namun bilamana dicermati mereka ini di Bali Cri Gajah Waktra alias Cri Ga- jah Wahana, pada hari Senin Uma- nis, wara Sungsang, sasih Karo, tahun saka 1257 (bulan Juli 1335) diangkat menjadi Amancabhumi se- bagai Pemangku di Pura Besakih. Sesudah wafat kedudukan Sang Kulputih digantikan oleh Bang Man- ik Angkeran (bukan Danghyang Manik Angkeran), satu-satunya put era dari Mpu Sidhimantra, dan un- 1. Karena prasasti yang tersim- pan di pura Dalem Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, adalah milik kerama Desa Adat Desa Kedisan, sebagaimana prasasti-prasasti lainnya dikeramat kan oleh penyungsungnya, kemu- ngkinan prasasti ini belum dikenal secara meluas, dan tidak ada kaitan- nya dengan mereka yang menyebut diri Kedisan. Sekiranya diperlukan, baik men- genai prasasti, babad dan silsilah keturunan Mpu Sidhimantra ini, sebaiknya diadakan konsultasi kepada saya. Mudah-mudahan saya berhasil menjelaskan hal di- maksud, karena sampai saat ini sudah cukup banyak mereka yang mengaku keturunan Mpu Sidhimantra meminta disusunk- an prasasti, babad atau silsilah. ara karena leluhurnya berasal dari Biara, Satrya Babi karena leluhur- ya berasal dari Desa Ababi (kemu- dian disebut Bali) dan lain sebagain- ya. Hal ini untuk kenangan atau peringatan, bahwa mereka secara biologis berdarah daging Pasek, Pande atau mengingatkan mereka berasal dari suatu tempat atau desa. Di dalam sejarah perjalanannya, akibat kurang informasi dari para pendahulunya, mereka kehilangan obor atau arah yang patut diikuti. 2. Seperti sudah disebutkan ter- dalam men- dahulu, bahwa mereka yang menye- jalankan but diri Kedisan tidak berkawitan di dharmma se- pura Dalem Desa Kedisan, Kecama- laku parati tan Kintamani, Kabupaten Bangli. santana ter- Dan bilamana benar mereka yang hadap lelu- menyebut diri Kedisan adalah ketu- hurnya akan runan Pungakan Kedisan atau Pun- melakukan- gakan Den Yeh, pura Kawitannya nya di satu ialah Pura Tirthaarum, Kecamatan pura Kawitan dan Kabupaten Bangli. atau "Soroh" Kedisan Saya ingin menanyakan tentang asal-usul/silsilah pungkusan/soroh/ marga keluarga kami, yang disebut pungkusan KEDISAN. Tempat kela- hiran saya di Desa Beng (Gianyar) yang menurut sejarah Gianyar yang pernah saya baca, berasal dari nama alas/hutan yang bernama alas Bengkel. Desa Beng itu sendiri meru- pakan lokasi kerajaan/puri Gianyar sebelum pindah ke (kota) Gianyar (asal katanya Grya Anyar yang be- rarti rumah/puri baru/anyar), den- gan raja pertamanya bernama Anak Agung Manggis. Konon menurut se- jarah, masyarakat Beng merupakan kumpulan orang-orang pendatang yang bekerja sebagai pengembala kuda yang dikenal dengan sebutan Jaran Pengalu, dan hidupnya suka berpindah-pindah. Di antara para pengembala tersebut sebagian ada yang senang menetap di alas Bengkel, sehingga terbentuk suatu kelompok masyarakat, dan dengan datangnya Anak Agung Manggis menjadilah sebuah kerajaan. Terlepas dari cerita sejarah di atas, keluarga kami pernah men- gadakan rapat keluarga untuk me- mastikan dari mana sebenarnya asal-usul/kawitan keluarga kami. Sebagai dugaan sementara,kawitan kami berlokasi di Desa Kedisan Dan- au Batur. Di desa tersebut ada se- buah pura, masyarakat di sana menyebutnya Pura Dalem Kedisan pura 3. Jika mereka yang menyebut Padharm- diri Kedisan adalah keturunan Pun- man yang gakan Kedisan atau Pungakan Den satu. Dari Yeh, maka pura Padharmmannya kenyataan ini yang ada di komplek Pura Besakih semestinya ialah Pura Padharmman Dalem mereka tidak Bakas, dan kecuali itu mereka juga lagi merasa harus ikut nyungsung Pura Dalem lebih super Suladri di Kota Bangli. atau lebih Untuk memperoleh gambaran tingg dari yang lebih jelas, masih perlu disebut sanak sau- kan berbagai soal, seperti misalnya daranya yang jumlah dan jenis pelinggih di Mera- tidak lagi jan yang di-sungsung, dan perala- memper- tan apa saja dipergunakan ketika gunakan seb- menyelenggarakan upacara Pitraya utan atau ge- jna dan lain-lainnya. Sebab bilama- lar seperti le- na masing-masing warga (kelompok luhurnya. keturunan) menaati dan mematuhi Apalagi bela- Bhisama dari Bhatara Kawitannya kangan ada masing-masing, maka daripelinggih sementara or dan peralatan upacara tersebut da- ang mulai pat diketahui siapa mereka itu. kare meninggal- Batur. Namun saya sangat menyay- na tidak tiap orang boleh memban- kan sebutan angkan, dari beberapa kali diadakan rapat keluarga, belum ada kesepa- katan. Prasasti yang ada di pura gun pelinggih di Merajan dan me- atau gelar makai peralatan tatkala menyeleng- yang selama garakan Pitrayajna semaunya atau ini diper- Singaraja Berlimpah Air, Terbuang ke Laut di Desa Pelapuan, menurun Tingkat kebocoran di dari 3 liter menjadi 2,5 liter/ PDAM Buleleng ini hanya detik untuk melayani masyarakat Desa Kekeran. Mengantisipasi keseretan itu, masyarakat dibuatkan reservoar di Busungbiu berka- pasitas 150 m3 dengan dana APBD Bali melalui proyek air minum pedesaan. Saat ini res- ervoar yang ada di sana kapa sitasnya 50 m3. mata air. 16%- sementara rata-rata nasional 20%, sehingga patut mendapat acungan jempol. Selain itu, PDAM Buleleng menjual air sangat murah dibanding PDAM kabupaten lainnya di Bali, namun mam- pu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar. Tingkat pelayanan air mi- Dari 146 desa/kelurahan di num bersih bagi masyarakat perkotaan saat ini sudah men- merencanakan menambah yang dikelola PDAM tersebar Pihak PDAM Bulelengjuga Buleleng, pelayanan air bersih capai hampir 90%-sement pompa mesin pada Sektor pada 71 desa/kelurahan dan Bahkan, hampir 144 km ara target rata-rata nasional PDAM Air Sanih yang saat ini 67 desa dikelola oleh desa den- panjang pantai di belahan ut. yang harus dicapai akhir Peli- sudah ada dua unit pompa gan mendapat bimbingan tek ara Pulau Bali itu, banyak ta VI 94%. Sedangkan tingkat mesin. Upaya penambahan nis dan nonteknis dari PDAM. mata airnya. Dari 331 liter pelayanan air minum mesin itu untuk memenuhi detik kapasitas terpasang pedesaan sudah mencapai keperluan air minum bersih yang dikonsumsi Perusahaan 71,32% dari sasaran 75% pada bagi masyarakat Desa Bon- Daerah Air Minum Daerah akhir Pelita VI. dalem di Kecamatan Tejakula. (PDAM) Buleleng, 175 liter/ Pada musim kemarau detik di antaranya ada pada sekarang ini, kata dia, air ber- busi akan dilakukan dari Desa Penyambungan pipa distri- mata air di Mumbul, Singara- sih tidak menjadi kendala bagi Pacung. Khusus yang belum masyarakat Kota Singgaraja bisa dilayani air minum ber sehingga pihaknya tidak kha sih di wilayah Buleleng watir terhadap kemungkinan Timur, yakni Dusun Tembok tersendatnya pelayanan air dan Dapdap Tebel dilayani bersih bagi masyarakat. dengan mobil tangki yang di- Namun dia tidak mengelak siagakan lima unit. Desa lain- di beberapa sumber mata air nya yang juga mendapat pel. terjadi sedikit penurunan Sep, ayanan mobil tangki, yakni erti pada Sektor PDAM Desa Tegalinggah, Tigawasa Busungbiu yang mata airnya dan Banyuseri. ja. Bali Post Yang menyebut diri warga Tan- jung adalah dari Wang Bang Aryya Pinatih. Pada mulanya seorang keturunan Aryya Wang Bang Pi- natih kawin dengan seorang perem- puan dari warga Pasek Gelgel yang menyebut diri Tanjung. Kemudian keturunan Aryya Wang Bang Pi- natih ini mengambilpungkusan dari pihak pradhana (ibu) dengan menyebut diri soroh Tanjung, yang di dalam sejarah perjalanannya menyebut diri warga Tanjung. Peris- tiwa secara turun-temurun diper- gunakan oleh parati santana dan Pertanyaan saya adalah: keturunannya, dengan meninggal- 1. Di manakah Mpu Sidhimantra kan asal-usul leluhurnya, yang sering menimbulkana masalah di melakukan yogha ketika menurun- dalam tubuh warganya. Sebab itu kan putera dharmmanya itu? wajar mereka yang disebut warga Tanjung menyungsung merajan ber- sama-sama Aryya Wang Bang Pi- natih, seperti yang terdapat di Desa Yehtengah, Payangan. Namun tidak tus (Paibon, Panti, Dadya, Merajan semua merajan dalam berbagai sta- Agung dan lain-lainnya) disungsung oleh mereka yang menyebut diri warga Tanjung. Sebab yang jika diteliti kembali ke belakang, yang menyebut diri warga Tanjung ad- alah keturunan salah seorang ketu- runan Aryya Wang Bang Pinatih. 2. Bagaimanakah hubungan pura Gowa serta Pura Banguncakti, yang konon pula di kedua pura itu- lah Danghyang Manik Angkeran banyak mengetahui masalah dalam kehidupan beliau? 3. Pulau Jawa dan Bali kemudi- an diceraikan/dipisahkan oleh Mpu Sidhimantra dengan kekuatan doan- ya. Dalam hal ini, apakah Mpu Si- dhimantra atau Mpu Sidhimantra sakti yang dimaksud? I Wayan Armin Jaya, Sm.Hk. Jalan Hayamwuruk 55 Denpasar desa yang belum tersentuh Hingga saat ini hanya lima pelayanan air minum bersih melalui perpipaan, yakni Desa sari di Kecamatan Busungbiu, Bongancina, Tista dan Pucak- Desa Tigawasa serta Banyu- seri, Kecamatan Banjar. gunakan dan mengganti dengan yang dirasa lebih tinggi. Hal ini san- gat berbahaya bagi parati santana dan keturunan di kemudian hari, sebab tidak tertutup kemungkinan keturunannya tidak akan mengakui lagi leluhurnya, karena memakai sebutan atau gelar berbeda dengan nya dan dianggap lebih rendah. setempat belum memungkin- Sebab, potensi sumber air kan untuk digarap. Untuk memenuhi keperluan air ber- sih desa-desa tadi, PDAM Buleleng memberikan pelay. anan dengan truk tangki dan terminal air/cubang. (tir) Bagi mereka yang menyebut war- ga Tanjung bukan menempatkan pelinggih (bangunan suci) khusus agar dapat turut ngayah di Merajan tersebut, melainkan karena mereka sadar, walaupun berbeda sebutan atau gelar, mereka berkewajiban ikut nyungsung arwah para lelu- hurnya dengan mereka yang menye- but diri Aryya Wang Bang Pinatih, karena mereka tahu berasal dari satu sumber. Kemungkinan perbe- daan fungsi atau tugas jua menyebabkan mereka berbeda seb- utan atau gelar. Apalagi ditambah dengan kekeliruan bahwa sebutan atau gelar itu semata-mata sebagai tanda etnologi keturunan dan bukan berdasarkan fungsi atau tugas. Aki- batnya sebutan atau gelar itu men- jadi rancu. Tentang Manik Angkeran Dalam buku disebutkan, sesudah wafatnya Mpu Sang Kulputih, kedudukan beliau selaku Pemangku di Pura Besakih digantikan oleh Danghyang Manik Angkeran. Konon Manik Angkeran dilahirkan dengan kekuatan yogha Mpu Sidhi- mantra. tuk lebih jelasnya dapat diuraikan demikian: SUZUKI Personal Best 1. Mpu Sidhimantra juga dijulu- ki Mpu Bekung, karena beliau tidak mempunyai putera, namun karena kemampuan bathinnya beliau melakukan yogha semadhi di wilayah Majapahit, Jawa, untuk memohon belas kasihan yang Maha Kuasa supaya dapat menurunkan parati santana (keturunan). Atas wara Anugraha yang Maha Kuasa beliau memperoleh manik (janin) dan manik ini dikeramatkan (angk- er). Kemudian janin tersebut menja- di manusia berkelamin laki-laki, lalu dipakai putera dharmma dan diberi nama Manik Angkeran" (janin yang dikeramatkan). Oleh karena Bang Manik Angkeran mempunyai kebi- asaan kurang baik yaitu penjudi ul- ung, oleh Mpu Sidhimantra dia dis- erahkan di Pura Besakih sebagai Pemangku menggantikan kedudu- kan Sang Kulputih. MEMPERKENALKAN ESCUDO NOMADE DEK POL adalah seorang pemu- da yang tergolong kormod (= korban mode). Betapa tidak. Dia berasal dari Banjar Kejepit, RT Kumuh, RW Ge- lap, Desa IDT. Dulu desanya agak makmur karena cengkeh, lalu han- cur setelah niaga cengkeh "ditata". Aneh, kata orang desa, ditata kok malah jadi semrawut (Orang Bali bi- lang semraut). Oleh Sumarsono Dari segi penampilan si kormod ini selalu menyesuaikan dir" dengan mode mutakhir tanpa pertimbangan logika dan kepantasan. Dulu rambutnya gondrong, kini dipotong kaya batok kelapa. Pakai anting-anting adalah kemestian, lengan sedikit bertato. Dulu bajunya selalu dilepas lengannya, sekarang cukup pa- kai kaos oblong dengan tulisan kata-kata asing yang dia sendiri tak tahu apa maknanya. Celananya bukan tergolong celana manusia, konon disebut celana "jin" yang bisa tahan satu bulan tak dicuci. Sepe- da motomya juga "modem" dengan ciri beberapa TANPA: tanpa merk, tanpa kaca spion, tanpa tutup rantai, tanpa slebor, tanpa klakson, tanpa tebeng; mungkin juga tanpa surat-surat resmi. Baginya, yang pen-ting tampilan badan, kinerja otak tak penting. Karena itu dia ter- golong pemuda bahenol (= badan hebat otak nol). Kalau menurut ukuran lagu "Madu dan Racun" (yang kalau tak salah diperkenalkan olehAry Wibowo), pemuda kita ini sebenamya tergolong anak singkong, bukan anak keju. Untuk di Bali, sebut saja dia sebagai anak pelecing atau anak belayak. Tetapi, baru-baru ini dia begitu bany- ak mengenal makanan yang serba "baru". Andaikata anak ini lahir di Rusia, namanya mungkin bukan Dek Pol, tetapi BOGENOV, karena dia lahir pada hari Rebo Wage bulan November, tanggal 10. Makanya, ketika hari 10 November lalu dia mencoba berulang tahun ala anak keju. "Kita beli saja... itu, ... piza Hari Ulang Tahun" (Maksudnya piza HUT) katanya kepada sang pacar. "Apa itu piza Ha-U-Te?". "Itu lho, yang seperti belayak tetapi pakai keju." "Beh, men-dingan meli tain cicing, usul si pacar. "Apa itu?". "Hot dog. "Karena tidak ada kata sep- akat, maka ulang tahun dibatalkan, diganti dengan pesta berdua, ma- kan fried chicken plus seporsi kentang goreng. Namun, mana cukup makanan segitu untuk "basang bali". Maka dipesannya lagi hamburg- er (yang tidak berasal dari Hamburg, Jerman), pacamya minta sand- wich. Dua botol Coke habis ditenggaknya. SIDE SPLASH PANELS VELG 16" BAN 205/70 R 16 SEAT COVER SPORTIF SUZUKI ESCUDO Only for Special People SKETSA Demenyar Gaya desain eksklusif untuk menampilkan pribadi Anda seutuhnya. DENPASAR United Indo Bali, J. Imam Bonjol 417 (0361) 484435 483779Suzuki Permai, J. Veteran No. 85 (0361) 239357, 239383, Indah Motor, J Dr. Sutomo No. 104 (0361) 435348, 433085 Bisma Puja Sakti Motor, J. Cokroaminoto No. 59 (0361) 420143, 420144, CAKRANEGARA Cakra Motor, Ismail Marzuki No 15 (0370) 33903 DBI Mahkota Timur Diak, J. Kuluhun No. 10 (0390) 22428 22379 KUPANG Tinos Abadi Motor, J A Yani No. 45 (0380) 22795 31265 UD. Cay Cong. J. Sriwijaya 11 (0380) 21394 SUMBAWA Lancar Jays. J. Yos Sudarso (Depan Kodim) (0371) 21241, 21428 Halaman 19 ESCLAXY NOWADE SUZUKI H NOWADE PT INDOMOBIL NIAGA INTERNATIONAL C. 78223 Color Rendition Chart 4cm
