Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-08-30
Halaman: 07

Konten


30 Agustus 1997 KILAS Pejabat Gedung Putih uba Fidel Castro dika- munya bukti kuat ten- n tidak sehat," demiki- 28/8). Pemimpin Kuba kan sedang sakit oleh yang menemani libu- Martha. (pal/rtr) NTUNG-Dua warga hukum gantung kare- obat bius, demikian a Singapura. "Kedua ung itu adalah warga kan karena mereka at bius," ujar seorang hukuman mati bagi ang terbukti bersalah ih dari 15 gram hero- mariyuana. Dari kira- tung di Singapura se- alah pedagang gelap (ant/rtr) Kamboja mouk akan menjadi katalisator bagi stabi- Hi negara ini. Sementa- da sisi lain, pertempu- masih berlanjut di per- san dengan Thailand a tentara Pangeran Ra- dh dan pasukan yang kepada Hun Sen. Aki- a, Thailand menam- sekitar 20 ribu pengung- daerahnya. engenai masalah pem- n pengakuan de fakto Ha pemerinta Kambo- ng sekarang, bukanlah saya untuk memberi tidak memberi pe- quan semacam itu," kian Sihanouk dalam ataannya tersebut. (pal/rtr) W dwar Kesh hi 20 uti. Sungai Gangga & Harkipoor. Laksmanjola, Sorga Ashram dil Istana Indraprastha, Istana Presiden, Birla & Cafar Pur Mandir. SwaPasupathi, Swayambhunath, 19 Dakshinakali tempat lahimya Dewi Kumari, Kota Kathmandu. gapura Mount Febre, Musium Rafes, keindahan kota Singapura angkat Tanggal : 25 Oktober 1997 ng Tanggal 05 Nopember 1997 Tempat Terbatas LLO n/peningkatan 8 81 ma persediaan masih ada ce 8 line 150 cabang 00 per bulan BXVS 8 line 50 cabang 0 per bulan elepon V7 4 line 8 cabang 0 per bulan elepon V7 3 line 7 cabang ar bulan NEW PRODUCT Sole Agent: ANITSUKO ABADI mjol 229 Ops. Telp. 403755 aloe aloe C 75377 Paseban Room, Tragia Kerta SAKSIKAN PRESENTASI PRODUK BARU ORIFLAME DI KOTA ANDA 4 September 1997, Pk. 10.00-12.00 dan 16.00-18.00 DENPASAR Wijaya Plaza, Jl. Diponegoro 98, Denpasar C KISS Sabtu Paing, 30 Agustus 1997 Harian untuk Umum Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila Terbit Sejak 16 Agustus 1948 Tajuk Rencana Krisis Panutan dan Kelangkaan Kenegarawanan PROBLEMATIK kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini meliputi problematik kehidupan dalam dimensi luas, baik ekonomi, politik maupun sosial kultural. Salah satu pangkal penyebab yang sekaligus merupakan "akar" permasalahannya adalah ketidak- tegasan kita sebagai bangsa untuk melihat problematik yang ada dan berkembang terus. Hal itu mencakup keengganan kita, sikap ewuh pakewuh kita, untuk berdiskusi terbuka, berbeda pendapat dan bahkan berdebat, terhadap banyak hal yang menyangkut kehidupan masyarakat luas, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan kepemimpinan masyarakat luas. Sebagaimana diberitakan pers, menurut Menteri Siswono telah terjadi pemaknaan keliru tentang pemimpin dan pendekatan elitis kepemimpinan. Hal itu mengakibatkan tidak bertumbuhnya rumusan moral kepemimpinan yang baik di masyarakat. Akibat lainnya, menurut Siswono, hilangnya figur panutan dan terjadinya kelangkaan negarawan. Menurut Siswono, ada tiga persoalan dari substansi persoalan tersebut. Pertama, pendekatan elitis dalam melihat gejala pemimpin dan kepemimpinan. Yang menjebak masyarakat pada teori great man yang mengandaikan sejarah dibuat individu pemimpin. Kedua, pemaknaan keliru me- ngenai kepemimpinan yang memerosotkan makna kepemimpinan sebagai power holder, sebagai penguasa. Sebagai penguasa, pemimpin senantiasa berada di atas, dan mengatur segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya. Padahal dalam pemahaman kepemimpinan yang benar, pemimpin harus mampu menjadi pemimpin, dan pada gilirannya pemimpin bertukar tempat menjadi yang dipimpin, serta menempati posisi sebagai sumber moralitas. Ketiga, kepemimpinan sering dimaknakan sebatas things dan bukan sebagai relationship yang meng- hubungkan pemimpin dengan yang dipimpin. Akibatnya kepemimpinan dilihat sebagai properti yang harus dipertahankan terus. Dalam bahasa Siswono: "Karenanya tiap orang berusaha menggenggamnya seerat mungkin, dan tiap pemimpin takut kehilangan, serta akan mempertahankan untuk memilikinya." Dalam konteks kebiasaan ewuh pakewuh itu, menarik untuk diungkapkan kembali pokok- Pernyataan Menteri Siswono tersebut telah pokok pikiran yang disampaikan Menteri cukup lugas dan jelas, sehingga tidak me- Siswono dalam ceramahnya yang berjudul merlukan komentar tambahan lagi. Pernyata- "Kepemimpinan Masa Depan Dalam Konteks an lugas itu semestinya membuat kita mawas Nasional", di Jakarta Rabu (27/8). diri. Dari kalangan ilmuwan sosial, kita mengetahui bahwa sikap ewuh pakewuh ini, yang terwarisi, ada dan bahkan menjadi fenomena yang tampak berkembang, selalu merupakan akibat dari orientasi masyarakat yang terlalu vertikal, terlalu berupaya untuk menjaga keselarasan dan cenderung untuk menghindari konflik. Dalam kondisi warisan sosial kultural seperti ini, wacana tentang kepemimpinan masyarakat sering menimbulkan salah pengertian di sementara pihak. Kesalahpengertian ini sering menimbulkan dampak berupa kecenderungan orang menghindari wacana tersebut, atau melakukan penghalusan kata yang sangat berlebihan sehingga kita tidak lagi mudah untuk dapat mengerti. Bahkan hal itu menimbulkan ketidakmengertian baru terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kepemimpinan masya- rakat. DESAKAN Ketua F-KP di DPR Moestahid Ashari agar Golkar segera mengumumkan Pak Harto sebagai calon presiden untuk periode 1998-2003, mendapat tanggapan beragam. Bahkan, di antara tanggapan itu ada yang menduga-duga apa motif desakan tersebut. Ada yang bisa memahaminya, tetapi ada pula yang mengritik usulan tersebut. Letjen TNI (Pum) A. Hasnan Habib, misalnya, menilai usulan itu bertentangan dengan pernyataan Ketua Umum DPP Golkar Harmoko. Harmoko pernah mengeluarkan penilaian yang menegaskan bahwa mengajukan nama calon presiden di luar forum Sidang Umum MPR tidak etis. Perbedaan secara terbuka yang muncul dari satu kubu, jajaran satu orsospol, memang bisa menimbulkan kesan adanya kerancuan. Kerancuan itu memberi petunjuk belum adanya persepsi sama terhadap pelaksanaan sistem politik yang ada. Persepsi yang berbeda itu antara lain terlihat pada mekanisme suksesi. Di dalamnya masih terdapat banyak rambu-rambu tabu, yang bukan saja sering menjadi bahan perdebatan, tetapi juga sering menimbulkan ketidakkonsistenan. Tiap menjelang pemilihan umum, orang mulai membicarakan siapa calon presiden pada periode kepemimpinan nasional berikutnya. Di samping membicarakan, orang juga ramai menyebut nama-nama yang mungkin atau pantas untuk tampil di atas pentas politik tersebut. Namun dalam waktu yang sama selalu muncul pendapat yang menganggap langkah semacam itu tidak sesuai dengan tradisi politik maupun kepribadian bangsa kita. Oleh karena itu, sikap paling etis adalah mengajukan calon presiden dalam forum yang paling tepat, yaitu dalam sidang umum MPR. Adanya dua pernyataan berbeda dari satu kubu politik menandakan adanya kerancuan atau belum adanya kemapanan itu, khususnya dalam mekanismne suksesi. Di satu pihak, ada yang menilai penyebutan calon presiden di luar sidang umum MPR sebagai tindakan yang tidak etis. Di pihak lain, kita tidak bisa berbuat apa apa, demikian juga pihak aparat pemerintah, terhadap upaya kelompok tertentu untuk menghimpun massa demi menyatakan keinginan atau sikap mereka dalam soal suksesi kepresidenan, dalam bentuk per- nyataan kebulatan tekad atau doa politik yang dilakukan di luar sidang umum MPR. Sikap Golkar seperti yang diusulkan Moestahid pun adalah sebuah penyebutan nama calon presiden di luar sidang umum MPR. Mestinya sikap semacam itu juga masuk bilangan tidak etis. Namun Harmoko tentunya mempunyai argumentasi sebelum menyatakan pendapatan dulu itu. Menyebut nama Pak Harto sebagai calon presiden etis-etis saja karena selama ini Pak Hartolah yang menjabat presiden. Sebaliknya, menyebut nama orang lain, sementara Pak Harto masih resmi sebagai presiden, itulah yang tidak etis. Landasan itu pula yang dipakai Harmoko ketika dia mengeluarkan pendapatnya dulu itu? Dari kasus tersebut kita disadarkan oleh kenyataan belum adanya peraturan atau undang-undang yang mengatur masalah- masalah suksesi. Kalau toh ada, peraturan itu masih bersifat amat umum, sehingga mengandung celah-celah bagi timbulnya pendapat yang kontroversial. Upaya menge- mukakan pemahaman yang berbeda dengan pemahaman pihak pemerintah, dalam hal-hal tertentu, kadang-kadang masih lebih banyak dilihat sebagai bentuk pembangkangan, bukan pandangan alternatif lain yang kesahihannya perlu dikaji dan dipahami secara terbuka me- lalui dialog atau musyawarah. Kerancuan, bahkan kidakmapanan sistem atau mekanisme sistem politik kita, sering dilukiskan sebagai bagian dari proses pem- bangunan dan pembaruan politik, khususnya demokrasi, yang memang sedang berjalan. Walaupun sudah sepakat menerima demo- krasi sebagai Demokrasi Pancasila, tetapi dalam pelaksanaannya kita masih terus mencari wujud yang tepat. Ini selaras dengan penegasan Kepala Negara dalam pidato kenegaraannya di depan DPR 16 Agustus lalu, bahwa diperlukan perbaikan dan penyempura- an pelaksanaan pemilu kita pada masa men- datang. Memang pemilu yang sudah berulang kali kita gelar, masih sering diwamai keraguan atas kemampuannya melahirkan wakil-wakil rakyat dalam arti sebenarnya. Akibatnya, muncul pendapat yang mengusulkan pemilu dengan sistem lain menggantikan sistem proporsional, yang selama ini banyak dinilai sebagai hanya menghasilkan wakil orsospol, dan bukan wakil rakyat. Penilaian semacam itu diikuti usulan-usul- an tentang perlunya sistem politik yang lebih mapan. Apa pun sistem politik dan sistem pemilu, atau mekanisme sistem politik yang dipilih, yang pen- ting sistem itu relatif ideal, dalam arti mapan dan menjamin kebebasan serta kepentingan rakyat, yang dalam penerapannya tidak menimbulkan kerancuan dan ketidakkonsistenan sikap. Teori Dependensi dan Budaya Pembangunan bang. Menurut Jenkins, penyebab gantungan bisa bervariasi atau ini semua karena teori ini dikem- yang lebih dikenal sebagai keter- bangkan ketika Amerika Serikat gantungan dinamis. lak merajai dunia. Padahal seka- mempunyai kedudukan yang mut- rang Jepang, MEE, bahkan bebe- PARA ahli teori ketergantungan Amerika menyatakan, hambatan domestik pada pembangunan di negara-negara sedang membangun, utamanya berhubungan de- ngan struktur ketergantungan yang dipaksakan kekuatan luar (biasanya oleh nega- ra-negara maju) yang beroperasi secara simbiosis dengan kelompok-kelompok yang Kerancuan dan Ketidakkonsistenan Dalam Suksesi berkepentingan secara langsung, mewakili kekuatan sosial yang dikenal dengan nama rapa negara Asia lainnya sudah gunan yang kita lakukan? Prof. Apakah ketergantungan dina- mis ini yang kita anut sekarang, sebagai dasar budaya pemban- tulis Denis Guolet tepat dekade menunjukkan hal ri- valitas penting Amerika Serikat yang metropol. tulisannya Para- digma Pembangunan Ekonomi Teori ini juga terlalu berpra- sangka bahwa elite-elite nasional terlalu berorientasi pada metropol dan kurang mementingkan eko- nomi nasional. Hal ini tentu saja tidak benar. Malaysia, Hongkong, dan Singapura bisa dijadikan con- toh. Indonesia tidak secara terang-te- rangan mengatakan bahwa kebi- jakan pembangunan Indonesia sekarang ini menganut paham ke- tergantungan dinamisnya Car- doso. Tetapi apa yang dia usulkan, meskipun hanya untuk skala in- ternal, rasa-rasanya tidak berbe- da jauh dari tesis Cardoso. Surat Pembaca Persyaratan: Sertakan Fotokopi KTP atau SIM benar akan kewajiban saya, dengan tetangga, kurs valuta untuk membayar iuran Rp asing, inflasi dsb. 2.000/bulan. Namun jumlah itu dirasa cukup berat oleh anggota pemula, yang belum mendapatkan order tetap. Apalagi sekarang sudah naik menjadi Rp 3.500/bulan. Bali Post I Ketut Bagiastra Jl Akasia VI No. 16 Denpasar Anggota Redaksi Denpasar. Agustinus Dei, Dwi Yani, Legawa Partha, Nikson, Pal- Bali Post Sueca, Suja Adnyana, Sutiawan, Artha, Alit Suamba, Subagiadnya, Sugiarta, Sutarya, Kasubma hardi, Martinaya, Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi Bangli: Karya, Buleleng: Tirtha- yasa, Gla-nyar: Alit Sumertha, Jembrana: Edy Asri, Karangasem: Dira Arsana, Klungkung: Daniel Fajry. Tabanan: Alt Pumnatha, Jakarta: Wisnu Wardana, Muslimin Hamzah, Bambang Hermawan, Darmawan, Dadang Sugandi, Alosius Widiyatmaka, Suyad-nya, Djamilah, Rudiyanti, Suharto Oli. NTB: Agus Talino, Nur Haedin, Riyanto Rabbah, Raka Akriyani, Siti Husnin, izzu Karl, Syamsudin Karim, Ruslan Effendi. Surabaya: Endy Poerwanto, Bambang Wiliarto. NTT Hilarius Laba. Yogyakarta: Suharto. Wartawan Foto: Arya Putra, Djoko Moeljono Sementara itu, kritik langsung pada teori ketergantungan ini diketahui pernah dilontarkan ba- nyak ahli lewat penggunaan kon- sep international economic order (IEO). Konsep IEO dengan cepat diserang balik oleh para ahli ke- tergantungan yang berpendapat bahwa jaringan investasi global, perdagangan, keuangan, bantuan tenaga ahli, alih teknologi, dan pe- masaran konsumerisme", justru menciptakan apa yang kita kenal sebagai "eksploitasi" dalam masyarakat dunia ketiga, kata Goulet lebih jauh dalam bukunya The Uncertain Promise" (1977). menunjukkan ini. Pernah per- suatu sistem feodal, meskipun kembangan industri di kawasan dalam beberapa tingkatan. R. Jen- ini sehat dan mandiri, karena kins, dalam bukunya "Exploitation sistem kapitalis dunia tidak me- - The World Power Structure and nyentuhnya. The Inequality of Nations", mene- rima gagasan ini, tetapi dengan be- berapa modifikasi. Sebaliknya kawasan-kawasan yang mempunyai hubungan dan kontak langsung dengan sistem kapitalis dunia (sehingga kawasan ini dieksploitasi oleh mereka), se- perti kawasan di India Barat, ter- bukti tidak mempunyai kekuatan mandiri untuk merehabilitasi di- rinya sebagai suatu kawasan ekonomi yang kuat. Di sini terbukti, kapitalisme modern merupakan penyebab ke- tergantungan dan ketidakber- dayaan banyak kawasan. Schoorl, penulis Modernisasi, masih ber- dasarkan Gunder Frank, malah mengatakan lebih tegas lagi. Ka- tanya, baik di tingkat nasional maupun internasional, kapitalis- me menimbulkan keterbelakang an. Ini berlaku di masa lalu, se- karang dan akan tetap berlaku di masa depan, kata Schoorl. Atau dengan kata-kata Gunder Frank sendiri: 'Dengan demikian pada tiap tingkat, sistem kapitalisme internasional dan lokal itu menga- kibatkan suatu kemajuan ekonomi untuk sejumlah kecil orang dan keterbelakangan untuk orang ba- nyak." PENGUSAHA YANG MEMBANDEL DIPERSONANON- GRATAKAN Tesis Goulet ini jelas sekali be- rasal dari Gunder Frank (1967, 1969), orang yang dikenal sebagai Bapak Teori Dependensi. (Meski- pun sebenarnya yang paling ber- hak mendapatkan sebutan ini ada- lah Paul Baran, tetapi karena tu- lisan Paul Baran tidak banyak di- baca orang pada waktu itu, Gun- der Franklah yang lebih dikenal sebagai pencetus Teori Dependen- si, lewat karya-karyanya). Frank berpendapat bahwa, dari beberapa temuannya, perkemba- ngan negara-negara di Amerika Latin justru terjadi pada waktu hubungan metropolis-satelit tidak ada. Seperti kita ketahui hubung- an negeri-negeri metropolis maju dan negeri-negeri satelit yang ter- Berikutnya, dapat diidentifika- belakang merupakan aspek utama si beberapa kontradiksi dalam Di sini terbukti, kapitalisme modern merupakan penyebab ketergantungan dan ketidakberdayaan banyak kawasan. Schoorl, penulis Modernisasi, masih berdasarkan Gunder Frank, malah mengatakan lebih tegas lagi. Katanya, baik di tingkat nasional maupun internasional, kapitalisme menimbulkan keterbelakangan. Ini berlaku di masa lalu, sekarang dan akan tetap berlaku di masa depan, kata Schoorl. Oleh Tri Budhi Sastrio Selamat untuk Kompiang Pujawan Mohon Maaf Saya sebagai anggota HPI, merasa senang atas dipilihnya kembali Bapak Kompíang Pu- Dalam periode kepemim- jawan sebagai pengurus HPI pinan Kompiang Pujawan masa bakti 1997-2002. Sete- sampai saat ini, yang belum lah HPI dipimpin Pak Puja- berhasil diperjuangkan adalah wan, organisasi i mengalami penyesuaian jasa pramuwisa kemajuan luar biasa, gedung ta (guide fee)." HPI berdiri megah, peduli Sudi kiranya, Bapak Kom- pada keadaan anggotanya, piang Pujawan memperjuang dengan memberikan uang kan hak kami itu. duka Rp 3 juta, santunan ke- dalam perkembangan sistem ka- sistem metropolis-satelit ini, yang pitalis skala internasional. Sebuah menjadi dasar Teori Dependensi sistem yang dianggap menjadi dalam menyerang Teori Moder- penyebab timbulnya ketergan- nisasi. tungan negara-negara terkebela- Pertama, dirampasnya sur- kang pada negara-negara maju. plus ekonomi dari tangan pihak Gunder Frank juga diketahui yang satu, yang kemudian dimili- menolak pandangan "dual society" ki oleh pihak lain. Nilai lebih yang dan "dual economics" yang dikem- diciptakan si produsen dirampas bangkan oleh Arthur Lewis. Le- oleh si kapitalis. Struktur kapita- Teori ini tidak menerangkan bih jauh kritiknya mengatakan lis itu sendiri dianggap sebagai kenyataan bahwa dalam sistem bahwa keterbelakangan negara- struktur monopoli yang seolah- kapitalis ada negara-negara yang negara miskin ini justru diakibat olah tersusun bertingkat-tingkat. mengalami kemajuan ekonomi kan oleh adanya kontak dengan Pada tiap tingkat, jumlah kapita- luar biasa. Lebih khusus lagi tidak sistem kapitalis dunia yang masuk lis itu relatif kecil dan menjalan- dapat menerangkan adanya Kami mohon maaf atas ter- ke negeri-negeri miskin melalui kan kekuasaan monopoli atas or- satelit-satelit yang berubah men- tundanya seminar soal hukum sektor modern. Tesis ini tampak- ang banyak. Karena kekuasaan mo- jadi metropol, bahkan dengan yang diadakan di Bali Hotel nya mengaitkan teori modernisa- nopoli inilah, mereka bisa meram- keadaan yang jauh lebih hebat Denpasar, tanggal 28 Agustus si dan teori ketergantungan. Jus- pas seluruh atau sebagian surplus dibandingkan metropol pendahu- 1997. Seminar tersebut diren- tru karena suatu negara menga- ekonomi dari orang banyak. canakan akan dilanjutkan nut paham modernisasi maka lunya. Amerika Serikat tadinya kembali, jika pemakalah yang muncullah juga ketergantungan. polarisasi hubungan antara me- sekarang berhasil mengembang- Kedua, terdapat pada bentuk adalah satelit Inggris, akan tetapi diharapkan sudah memiliki Saya harap dalam waktu waktu untuk itu. Sekalipun an sekarang, apakah karena kita kembang dengan merugikan sudah melampaui Inggris dalam Tetapi yang menjadi pertanya- tropol dan satelit. Metropol ber- kan diri menjadi metropol dan jelas pada anggota yang sakit Rp yang tidak terlalu lama, pe- demikian, peserta yang ingin ingin tidak tergantung maka tidak satelit. Satelit-satelit tetap terke- banyak hal. Juga harus ditanya- 500 ribu. Bahkan ikut berpar- ngurus akan mengumumkan mendapatkan piagam, sudah boleh berusaha menjadi modern, belakang karena tidak mendapat kan, mengapa di dalam sistem tisipasi dalam GN-OTA, me standar guide fee yang sudah dapat mengambilnya di pani- kalau memang keterkaitan antara kesempatan untuk menggunakan kapitalis bekas-bekas koloni, se- ningkatkan kemampuan ang disesuaikan. Standar guide fee yang kepada semua peserta. tia. Sekali lagi mohon maaf usaha-usaha modernisasi begitu surplusnya sendiri. Permasalahan perti Australia, Selandia Baru, dan gota dengan mengadakan kur eratnya dengan tesis ketergan ini mungkin hanya bisa dipecah- Kanada, berhasil tumbuh menja- sus dan pembekalan. sekarang sudah tidak sesuai tungan? Gunder Frank tidak kan kalau salah satu dari kedua di metropol, atau paling tidak men- memberi jawaban jelas pertanya- bagian ini meninggalkan sistem jadi negara kaya. Sedangkan nega- an ini, tetapi dia menyatakan bah- kapitalis. Bahkan lebih jauh dika- ra-negara Amerika Latin yang le- wa banyak tempat, kawasan, bah- takan, tidak ada negara terbela bih dahulu mendapat kemerde- kan juga negara yang justru lebih kang yang bisa maju tanpa me- kaan, tidak seperti itu. Juga kema- sehat dan otonom perkembangan ninggalkan sistem kapitalis. juan Jepang yang pesat sesudah ekonomi dan pembangunannya Ketiga, ciri-ciri struktural tahun 1868 tidak dapat diterang- ketika mereka relatif terisolasi dan dalam bentuk kemajuan dan ke- kan dengan teori ini. tidak punya hubungan dan kaitan terbelakangan ekonomi itu selalu Rivalitas dalam dunia kapita-lis ekonomis dengan sistem kapitalis ada atau timbul dalam ekspansi juga sama sekali tidak diperhi- internasional. Beberapa kawasan dan pertumbuhan sistem kapita- tungkan oleh teori ini, padahal ri- di Argentina, Brazil, Meksiko, dan lis mana pun. Di sini masyarakat valitas bisa berarti penting bagi Chili dapat dijadikan contoh untuk dunia jelas mengandung sifat negara-negara sedang berkem- Saya sebagai anggota sadar lagi kalau kita bandingkan LBH Kris Perwakilan Bali Bukti empiris yang ada dapat dijadikan kritikan selanjutnya untuk teori ini. Banyak negara yang nyata-nyata melepaskan diri dari sistem kapitalis, ternyata Sedangkan Dos Santos, seperti yang dinyatakan Sritua Arief dan Adi Sasono, menyokong pandang an Gunner Frank dengan menga- takan bahwa elite penguasa ber- tanggung jawab terhadap timbul nya proses eksploitasi lapisan tidak jelas-jelas mengalami kema- masyarakat strata bawah di nega- juan yang lebih cepat dibanding- ra miskin, seperti pemberian upah kan dengan negara-negara yang kerja yang tidak memadai, umpa- tidak melepaskan diri dari induk- manya. Ketergantungan yang nya. Berbagai persoalan yang men- jadi ciri-ciri negara sedang mem- bangun, tetap saja melilit negara- negara yang sudah melepaskan diri dari sistem kapitalis ini. muncul adalah ketergantungan kolonial gaya baru, ketergantung- an industri keuangan, dan keter- gantungan teknologi industri. Hal ini diawali oleh adanya aliansi an- tara yang kaya dan penguasa, ser- ta antara yang kaya dengan kaum kapitalis. Sedangkan Samir Amin, tokoh lain penyokong Teori Dependensi, menambahkan bahwa ketergan- tungan muncul karena adanya pertukaran yang tidak adil. Penda- pat ini diadaptasi dari pendapat Arghiri Emmanuel. Di samping pertukaran yang tidak adil, juga terjadi penghisapan antara me- tropolis dan satelitnya, seperti yang diprediksi oleh Gunder Frank. Sedang dalam hal perda- gangan internasional, senada de- ngan dua orang rekannya, Samir Amin mengatakan bahwa surplus negara miskin mengalir ke nega- ra maju, sehingga negara miskin tidak bisa menggunakan surplus itu untuk memberdayakan diri mereka sendiri. )) Purtowy 99 BUKAN CUMA PLANET BALI KAN PAK ? Penghisapan seperti yang di- jadikan landasan utama Teori Ke- tergantungan memang ada, seper- ti yang dilakukan Amerika Serikat terhadap negara-negara di Ameri- ka Latin, tetapi pada saat yang sama ada bukti-bukti lain yang menunjukkan sebaliknya. Ameri- ka Serikat terbukti menjadi "inang pengasuh" yang tidak menuntut balik apa-apa dari anak asuhnya", ataupun kalau AS berusaha menuntut banyak, kenyataannya justru AS dibuat kelabakan oleh kemajuan anak asuhnya. Jepang, adalah contoh negara seperti ini. Kritik lain mengatakan bahwa teori ketergantungan terlalu me- nekankan pada hubungan per- tukaran negara terkebelakang dan negara maju dan sama sekali tidak memberikan perhatian yang lengkap pada sifat hubungan antarkelas. Padahal dua hal ini bisa menjadi kunci penting ber- ubahnya pandangan penganut teori ketergantungan. Halaman 7 Nang Lecir Peran pemerintah yang paling tepat, kata Prof. Mubyarto, adalah kombinasi pengendalian perilaku perusahaan-perusahaan konglo- merat dan pengembangan ekono- mi rakyat. Mengembangkan eko- nomi rakyat berarti ada upaya- upaya khusus untuk memberda- yakan masyarakat, khususnya masyarakat lapisan bawah. Apa- bila kaitan antara ekonomi peru- sahaan konglomerat dan ekonomi rakyat dapat benar-benar diatur dalam bentuk dan semangat ekonomi kekeluargaan, akan ter- wujudlah sistem ekonomi Pancasi- la yang menjadi cita-cita ideal bangsa Indonesia sebagaimana terkandung dalam pembukaan UUD 1945. Inilah sebenarnya harapan uta- ma kita semua dalam budaya pem- bangunan yang kita lakukan. Mo- dernisasi harus terus kita lakukan, tetapi jika memang harus tergan- tung, hendaknya tergantung se- cara dinamis. Sehingga pemba- ngunan yang telah berhasil me- ningkatkan pendapatan nasional dan kesejahteraan rakyat pada umumnya ini, tidak dicemari oleh ketimpangan ekonomi dan kesen- jangan sosial berkelanjutan yang Dependensi Baru bisa berkembang ke arah keang- Karena kritik-kritik di atas, kuhan dan kecemburuan sosial. seperti yang juga dialami oleh Itu bisa kita lakukan kalau bing- Kritik Teori Ketergantungan Teori Modernisasi, Teori Depen- kai budaya pembangunan kita ber- Pada dasarnya, kritik-kritik densi pun dipaksa untuk mengu- akar pada semangat kesatuan dan yang dilontarkan Richard R. bah beberapa elemen dasarnya. persatuan yang selama ini telah Fagen, Ivar Oxaal, Christian Pal- F.H. Cardoslah yang dikenal se- kita miliki melalui abstraksinya loix, serta Ranjit Sao ditujukan bagai pencetus Teori Dependensi yang kondang ke mana-mana, pada tesis dasar teori ketergan- Baru yang memperhatikan kajian yaitu Pancasila. tungan yang dipelopori oleh Gun- historis struktural, memperhati- der Frank, Dos Santos, dan Samir kan faktor internal dan eksternal, Penulis, staf pengajar Univ. Dr. Amin. Rangkuman kritik-kritik memperhatikan kelas sosial, dan Soetomo Surabaya, peserta Pas- tersebut, seperti yang dirangkum mengatakan bahwa hasil keter- casarjana Univ. Udayana - Bali. oleh Schoorl, adalah seperti berikut. Catatan Menurut Menko Polkam Soesilo Soedarman, sekarang ini sikonnya mengarah pada H. Muhammad Soeharto untuk di- pilih kembali menjadi presiden. Memberdayakan negara-nega- ra satelit, atau paling tidak tergan- tung dalam artian dinamis adalah harapan utama Cardoso. Member- dayakan masyarakat bawah dalam bingkai ketergantungan di- namis adalah harapan Prof. Mu- byarto. - Tampaknya juga, sikonnya mengarah tidak adanya voting. *** Anas Urbaningrum terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI periode 1997- 1999. - Tugas pokoknya antara lain, mencegah berkembang- nya budaya lempar kursi untuk meraih "kursi" di kalangan HMI. Gubernur IB Oka menyatakan tidak mau kompromi terhadap pengusaha yang melanggar peraturan daerah dan merusak budaya Bali. - Sikap tegas seperti ini yang patut dibudayakan. Bang Podjok 4cm Color Rendition Chart