Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-03-02
Halaman: 04

Konten


2cm 4.SENIN KLIWON, 2 MARET 1992 OPINI Kesetiakawanan Sosial Suatu Panggilan YOGYAKARTA sebagai kota perjuangan, banyak mencatat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan RI. Tidak hanya itu, juga meninggal- kan dan mengembangkan nilai-nilai hidup yang tetap relevan dari waktu ke waktu, dalam mengisi kemerdekaan. K92 Salah satu simpul sejarah tersebut adalah SU 1 Maret 1949. Dengan SU itu tamat riwayat Belanda untuk kembali bercokol di Indonesia. Menggunakan kekuatan bersenjata berupa agresi militer sampai dua kali. Memperluas apa yang dinamakan garis van Mook, dengan tujuan mempersempit wilayah kekuasaan RI. Melakukan politik pecah belah dan kuasai, dengan mendirikan "negara-negara" di luar RI. Semuanya gagal total. SU 1 Maret itu, menunjukkan bahwa pemerintah RI masih berfungsi. TNI tetap utuh mempertahankan wilayah negaranya dan melindungi rakyat. Wingate memporak porandakan impian van Mook. Pasukan Indonesia kembali ke daerah masing-masing. Wilayah perang gerilya dan perlawanan TNI yang menggunakan Perang Rakyat Total makin luas. Sistem pertahanan dan keamanan itu kini kita kenal dengan Hankamrata. Sebulan setelah Belanda melancarkan agresi milter Il-nya, TNI telah selesai melakukan konsolidasi. Serangan demi serangan dilakukan terhadap sasaran komunikasi dan konvoi mereka. Belanda dipaksa mendirikan pos-pos kecil di luar kota yang dijadikan sasaran serangan pasukan kita, lalu dilanjutkan ke kota- kota. SU 1 Maret merupakan serangan umum kelima yang dilakukan oleh Wehrkreise III, dipimpin oleh Letkol Soeharto waktu itu. Dilakukan di siang hari, ditentukan menduduki Yogya enam jam lamanya, setelah melalui perencanaan yang matang. Bilamana kita berbicara tentang SU 1 Maret 1949 ini, kita tidak bisa melupakan jasa-jasa almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Dengan kepemimpinannya yang kharismatik, sebagai pengayom dan panutan bagi masyarakat Yogya khususnya, menyatunya TNI dengan rakyat nampak sekali. Bagi rakyat biasa kisah tentang janur kuning jadi salah satu buktinya. 43 tahun sudah peristiwa penting itu berlalu. Impian Belanda dikubur di DK PBB. 23 Maret 1949 merupakan tanggal mati bagi langkah diplomasi Belanda di forum internasional. Ia harus meninggalkan Yogya kembali ke meja perundingan. Kalau tidak, negara yang sebesar provinsi Jawa Timur ini, tidak akan meneri- ma lagi bantuan berdasar rencana Marshall (terutama atas tekanan AS) untuk membangun kembali negaranya. Ini dampak SU 1 Maret 1949 di bidang diplomasi dan politik internasional. Sedang negara-negara yang tergabung dalam BFO melalui pertemuan Inter Indonesia, justru mendukung RI. Dari Yogya pemulihan kedaulatan RI dilanjutkan, melalui KMB. Salah satu aspek penting mengenai keberhasilan SU 1 Maret itu, menurut para pemimpin, pemuka masyarakat, pakar adalah kuatnya kesetiakawanan sosial segenap lapisan masyarakat. Faktor ini tetap mempunyai relevansi dalam alam pembangunan. Apalagi kita akan membangun manusia Indonesia seutuhnya dan seluruh rakyat. 60-70 persen rakyat tinggal di pedesaan. Mereka semua yang masih "tertinggal" harus diangkat derajat dan harkat hidupnya. Nilai SU 1 Maret kita jadikan motivasi, menjadikan kesetikawanan sosial sebagai satu panggilan. Dengan sikap dan jiwa semacam ini yang mempunyai kelebihan di bidang apa pun. pemikirannya, langkahnya akan selalu committed dengan kepentingan rakyat. Terutama membuka lapangan dan kesempat- an kerja seluas mungkin, mengutamakan pemerataan dan pertumbuhan. Di sini kesetiakawanan sosial akan menemui arti yang hakiki, karena diaktualisasikan dengan kesadaran sendiri. Makna Rapat Akbar NU RAPAT AKBAR yang dilaksanakan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya jadi berlangsung kemarin di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Peserta memang tidak sebanyak yang direncanakan yaitu 2 juta orang. Mereka dibatasi karena alasan keamanan dan akomodasi yang tentunya sangat merepot- kan panitia. Karena itu masalah perizinan ini sempat membuat isu yang kontroversial sampai mendekati hari akhir pelaksanaan Rapat itu. Untunglah akhirnya dicapai kompromi antara pihak penyelengga- ra dan yang berwenang, terutama Mendagri, tentang masalah jumlah peserta dan batasan-batasan yang lain. Rapat Akbar ini sekaligus untuk memperingati Hari Ulang Tahun NU yang ke-68. Di sini ditegaskan lagi bahwa mereka benar-benar telah mantab kembali ke Khittah NU 1926. Yang berarti mereka lebih memusatkan kegiatannya pada sosial dan keagamaan dan menjauhi politik praktis. Namun beberapa pengamat mengatakan bahwa dengan melakukan Rapat Akbar ini tampaknya NU justru ingin menunjuk- kan mereka tetap merupakan kekuatan politik yang harus tetap diperhitungkan walaupun sudah keluar dari jalur politik praktis. Dari wawancara yang dilakukan Bernas sekitar dua tahun yang lalu terungkap bahwa ide untuk menyelenggarakan Rapat ini sudah lama dalam benak Ketua PB NU Abdurrahman Wahid. Kalau kita lihat idenya maka Rapat ini sangat politis. Menurut Abdurrahman, pada masa sekarang setiap perubahan politik yang penting hanya bisa terjadi melalui Jakarta. Kalau NU hanya dalam waktu dua hari bisa mengerahkan dua juta warganya memasuki Jakarta, kekuatan politik manapun yang mencoba-coba melaku- kan instabilisasi politik mulai dari Jakarta akan berpikir seribu kali sebelum mencobanya. Dalam pikiran Gus Dur itu, ia berarti mensinyalir ada kekuatan politik tertentu yang sampai sekarang dapat membahayakan keselamatan negara RI. Menurutnya ada sebagian masyarakat yang masih tidak mantab mendukung Pancasila dan UUD'45. Dari sini kita mendapat gambaran makin jelas mengenai motivasi NU untuk menyelenggarakan Rapat itu. NU mengajak seluruh masyarakat untuk semakin memantabkan dirinya pada pilihan ideologi negara kita yang telah dengan susah payah dibangun oleh peletak dasar bangsa ini tahun 1945. Dalam perjalanannya, suatu ideologi yang belum mantab memang bisa terpengaruh oleh perubahan zaman. Bahkan bisa berubah atau runtuh sama sekali. Misalnya bisa kita lihat kasus bubarnya masyarakat komunis di Eropa Timur dan hancurnya sebuah negara besar yaitu Uni Soviet. Uni Soviet yang berdiri sejak tahun 1918 ternyata pada akhir tahun 1991 bisa mengalami kebangkrutan ideologi dan kemudian berubah seratus delapun puluh derajat dari komunisme menjadi kapitalisme. Sekali lagi ideologi sebenarnya merupakan pengen- dapan nilai-nilai suatu masyarakat yang kemudian dijadikan pedoman tingkah laku setelah dilakukan formalisasi lewat negara. Pada perkembangannya, apabila ideologi itu landasannya dalam masyarakat kurang kuat, karena tidak dicari dari akar-akar masyarakat seperti yang terjadi di Uni Soviet itu, maka pada akhirnya ideologi itu akan dikalahkan oleh waktu. Walaupun ideologi kita benar-benar dihasilkan dari akar masyarakat, namun untuk semakin memantabkan pilihan kita kepada Pancasila dan UUD 1945. rasanya yang dilakukan NU ini patut kita beri sambutan yang sepantasnya. *120 Pemimpin Umum: Kusfandi. Wakil: Mamak Sutamat Pemimpin Redaksi : Abdurrachman Wakil Pramono BS, R. Subadhi BERNAS Redaktur Pelaksana: Trias Kuncahyono, J. Roestam Afandi Wakil: Bambang Sigap Sumantri, Y.B. Margantoro, Sulaiman Ismail Manajer Produksi : Yusran Pare Sekretaris Redaksi : Ny. Arie Giyarto. Redaktur Tamu: Rizal Mallarangeng. Penerbit: PT Bernas ISSN: 0215-3343 SIUPP: SK Menpen No 110/Menpen/SIUPP/A.7/1986, tanggal 22 Maret 1986. BERNAS Memperbincangkan Koalisi Agama dan Negara BISN rang individu, berdasarkan pe- mahamannya pribadi, perbuatan itu tidak dilarang oleh agama Is- lam. Namun ia tidak dapat me- ngembangkan interpretasinya sendiri, karena negara sudah memaksakan interpretasinya yang berbentuk hukum nasio- nal. Denny JA me- NISCAYA seminar "Agama dan Budaya Nasional", nyambut Dies Natalis ke-23 Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, menjadi aktual dan penting. Alkisah, para pembica- ra, Soetjipto Wirosardjono dan Toeti Heraty, membuat kesim- pulan berbahayanya koalisi agama dan negara. Masing-masing bidang itu, ujar Soetjipto, memiliki potensi totaliter. Koalisi keduanya dapat melipatgandakan totaliterisme. Toeti Heraty menambahkan, ko- alisi dengan agama membuat negara mempunyai legitimasi ekstra. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah agama sebagai insti- tusi, bukan sebagai ajaran (sis- tem etik). la memberi contoh. pada Kristen, institusi itu mun- cul dalam bentuk Gereja, se- dangkan pada Islam muncul da- lam bentuk Imam ataupun Kiai yang kadang begitu otoritatif terhadap kreativitas manusia (Kompas 17/2/1992). Kita ingin memperbincang- kan kembali tema ini untuk dua alasan. Pertama, kebangkitan agama terjadi di seluruh belah- an dunia, baik di negara paling maju seperti Amerika Serikat ataupun wilayah kumuh di ber- bagai pelosok dunia ketiga. Ke- bangkitan ini pada gilirannya akan sampai pada problema po- litik praktis: bagaimanakah se- layaknya hubungan agama dan negara? Kedua, tanpa pemaparan BERITA yang dimuat media massa ini edisi 24 Februari 1992, tentang hasil penelitian kecela- kaan lalu lintas (lalin) jalan raya di Yogyakarta yang dilakukan dr Rusdi Lamsudin, sungguh pa- tut dijadikan perhatian dan keprihatinan kita bersama. Per- hatian ini perlu kita berikan, karena setiap hari kita juga terlibat dalam penggunaan ja- lan. Saat pergi ke kantor, ber- belanja, kunjungan ke tempat sahabat atau pergi rekreasi, kita selalu menggunakan jalan. Kita berprihatin, karena sebagian besar korban itu melanda anak- anak muda yang berkendaraan sepeda motor. Untuk melukiskan kembali betapa besarnya korban kecela- kaan lalin tersebut, hasil peneli- tian itu disarikan lagi. Dalam Unit Gawat Darurat (UGD) pada empat rumah sakit besar di Yogyakarta, setiap hari ada 105 orang pasien masuk akibat kecelakaan lalin. Korban kecelakaan lalin ini merupakan 50 persen dari seluruh pasien yang masuk UGD. Keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan lalin itu mencapai 70 persen. persoalan secara mendalam. yang meletakkan problema pa- da kompleksitas dunia masa kini, kaitan negara dan agama akan tetap kabur. Dan pada waktunya, kekaburan itu dapat merusak sistem kenegaraan ataupun ajaran agama itu sendi- ri. Dari 105 orang pasien itu, 50 persennya terdiri atas anak muda, termasuk mahasiswa. Jumlah penderita yang menga- lami cedera di kepala mencapai 40 persen, dan penderita yang tergolong cedera kepala berat mencapai 14,5 persen. Menurut peneliti, cedera kepala merupa- kan penyebab utama cedera Dengan mendukung sepe- nuhnya kesimpulan Soetjipto Wirosardjono ataupun Toety Heraty, kita ingin mengembang- kan argumen yang lebih siste- matik. Politik Memperbincangkan dunia agama dan sistem kenegaraan, paling sedikit harus menyentuh tiga masalah pokok. Pertama, problem mekanisme pemerin- tahan. Adalah Karl Popper yang mendebat paham lama menge- nai demokrasi. Berbagai paham lama, ujar Popper, ketika berbi- cara mengenai mekanisme pe- merintahan selalu mulai dengan pertanyaan: Siapa yang seharus- nya memerintah? Y Suranto Telepon Semua Bagian: 61211 (PABX) Fax: 64062 Biro Semarang: Jl. Menteri Supeno No. 30 Telp. 319659 Plato menjawab, para filsuf- lah yang layak mengemudikan pemerintahan. Karl Marx mema- jukan kaum buruh. Sistem Kapi- talis merekomendasikan para pemilik modal. Para pejuang demokrasi berseru rakyat ba- nyaklah yang harus mengendali- kan negara. Para agamawan yang fanatik memajukan para ulama. Bahkan para teroris yang ingin mengacaukan dunia de- otak. Cedera demikian dapat mengakibatkan kematian, cacat fisik maupun psikologis. Kenyataan itu mendorong kita untuk merenung tentang beberapa faktor yang berhu- bungan dengan keselamatan berlalin di jalan raya. Hasilnya dikemas dalam tulisan ini. Efek negatif keberhasilan pembangunan Tidak dapat disangkal lagi, bahwa pembangunan nasional dalam berbagai bidang ini mem- buahkan banyak keberhasilan. Salah satu keberhasilan dalam bidang ekonomi dapat kita ra- sakan dalam wujud prasarana dan sarana transportasi jalan raya. Kita saksikan jalan sema- kin lebar, licin dan panjang: jembatan semakin kukuh dan mulus. Semakin banyak jumlah dan mutu kendaraan: mobil. bus, truk dan sepeda motor. Karena prasarana dan sarana transportasi tersedia, terpaculah mobilitas penduduk, sehingga masyarakat lebih dinamis. Dina- misasi semakin tinggi, memberi pertanda masyarakat semakin 'maju. Peningkatan derajat dinami- sasi harus dibayar cukup mahal, bila tidak disertai dengan pe- ningkatan kesadaran dan disi- plin berlalin. Lalin tidak tertib, terbukti mengakibatkan pembo- rosan waktu, bahan bakar dan keausan kendaraan, bahkan ke- celakaan yang merenggut kor- ban jiwa. Terbukti, kecelakaan Pemimpin Perusahaan: A. Kardjono Wakil: Bimo Sukarno. Koordinator Bisnis: Bambang Trisno Manajer: Sirkulasi: Sugeng Hari Santoso, Iklan: Bimo Sukarno, Gunawan Wibisono (Wakil), Promosi: Indro Suseno, Keuangan: Daryono, Umum: Gunawan Wibisono, Personalia: Isnu Hardoyo. Tarif Langganan: Rp 9.000/bulan (7x seminggu) Tarif iklan: Berwarna Rp 3.000/mmk (minimum 1.215 mmk, Umum Rp 2.000/ mmk, Keluarga Rp 1.300/mmk, Kolom Rp 2.000/mmk (minimum 1x30 mm, maksimum 1x150 mm) Mini Rp 1.500/baris (minimal 3 baris, maksimal 15 baris). Semua ditambah PPN 10% Redaktur: Agoes Widhartono, A.Tavip Pancoro, Giyarno MH, Hari Budiono, Ireng Laras Sari, Nurhadi, Putut Wiryawan, Rs Rudhatan, Sigit Setiono, Tatang Suherman, Staf Redaksi: Anggit Nugroho, Basili, Baskoro Muncar, Bambang Sukotjo, Daniel Tatag, Dedi H Purwadi, Endah Saptorini, Yuliana Kusumastuti, Krisno Wibowo, L B Indrasmawan, Mantoro FX, Nuruddin, Rr. Susilastuti, Suroso, Suryanto Sastroatmodjo, Sugeng Prayitno, Tertiana Kriswahyuni, T. Poerya Langga, Tarko Sudiarno, Waris S Haroen, Wineng Endah Winarni. Biro Jakarta: Budi Prasetyo, Drajat Wibawanto, Heroe Baskoro, J. Sutarjo, P. Sulasdi, Ries Mariana, Tonnio Imawan, Yan Supriatna. Semarang: Urip Daryanto (Koordinator), Yupratomo Dwi P, Suherdjoko. Solo: Mulyanto (Koordinator), RHR. Sarjana BS. Purwokerto: Heru Prasetya. BANK: Lippo Bank Sudirman Yogyakarta AC 787.30.0386.5, Bank Niaga AC 211.2078.2 BANK BNI '46 Rek No. 008561001 Yogyakarta, Rekening Dinas & Giro Pos: J 11848 Percetakan: PT Muria Baru Offset Yogyakarta. Isi di luar tanggung jawab Percetakan Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl Jend. Sudirman 52, Yogyakarta 55224 ngan kekerasan tak dapat mele- paskan diri dari pertanyaan "Siapa yang seharusnya meme- rintah?" Bagi Karl Popper siapapun yang memerintah selalu mung- kin salah. Apakah para filsuf, ulama, buruh, pemilik modal terlebih lagi kaum teroris, bah- kan rakyat banyak dapat mem- buat kesalahan. Hitler bahkan dipilih secara demokratis dan ternyata berbuat salah. Biro Solo: Jl. Slamet Riyadi No. 284 Telp. 42767 Biro Jakarta : Jl. Palmerah Barat No, 33 Telp. 5483863, 5495359 (langsung), 5483008, 5490666, Ekt 4340, Fax: 5495360 ) Denny JA, Koordinator Pelak- sana Forum Indonesia Muda/ FIM, dan kolumnis Bernas. Upaya Menghindari Kecelakaan Lalu Lintas Kedua, problema mayoritas dan minoritas. Kita sudah sam- pai pada evolusi kesadaran bah- wa kebijakan negara haruslah berdasarkan kedaulatan mayori- tas dan hak minoritas. Melalui pemilihan umum yang bebas, pihak mayoritas berhak menge- mudikan negara. Namun hak itu secara serentak dibatasi untuk melindungi kepentingan kaum minoritas. Lebih jauh lagi, kaum minoritas itu bahkan dimung- kinkan mengendalikan pemerin- tahan jika disetujui pihak ma- lalin merupakan efek negatif yang membonceng keberhasilan pembangunan. Untuk menangkap hal-hal yang memberi kontribusi bagi kecelakaan lalin, sebenarnya tidak sulit, asalkan kita mau membuka mata dan hati. Hal itu dapat kita runut dari faktor ken- daraan, jalan, pemakai jalan dan petugas pengatur lalin. Maka, ujar Karl Popper, per- tanyaan sejati yang mesti diaju- kan bukan siapa yang seharus- nya memerintah, tapi bagaima- na membuat mekanisme agar kesalahan pihak yang memerin- tah dengan mudah dikoreksi. Bagaimana membuat sistem agar pemerintahan yang salah. dapat diganti secara tertib dan terlembaga. Semakin mudah mengoreksi kesalahan sebuah sistem, sema- Serta merta koalisi itu berten- tangan dengan prinsip yang diu- raikan Karl Popper di atas. Se- buah sistem seharusnya Institusionalisasi agama cen- kin baik sistem pemerintahan kesadaran individual semakin mudah melakukan ko- derung melakukan homogeni- itu. Kemajuan di bidang peme- rintahan diukur berdasarkan kemampuannya mengoreksi ke- salahan secara tertib dan terlem- baga. -- menjadi terhambat akibat terhalangnya sasi dan penunggalan interpre- tasi agama. Kesadaran agama keberagaman. kolektif direpresentasikan oleh institusi. Interpretasi itu kemudi- an dikuatkan oleh hukum nega- ra dan diberlakukan secara Karl Popper, hak asasi kaum minoritas dijunjung tinggi. nasional. Maka tak ada tempat bagi pemahaman agama secara individual yang berbeda dengan interpretasi resmi. Sebagai misal, otoritas meng- interpretasikan agama Islam melarang perbuatan tertentu. Larangan ini kemudian diku- kuhkan oleh hukum negara. Dengan sendirinya, interpretasi yang berbentuk hukum itu mengikat seluruh warga. Padahal boleh jadi bagi seo- Faktor kendaraan dan jalan Kendaraan (bermotor) selalu berkembang sesuai dengan ke- majuan teknologi. Hal ini mem- buat kendaraan semakin mudah dikendarai dan semakin nyaman dioperasikan. Dengan kemam- puan fisik yang wajar dan diser- tai cukup latihan, orang segera dapat mengendarainya. Mesin kendaraan merupakan sarana yang mampu mengubah bahan bakar menjadi energi. Energi ini memberi kekuatan dan kemampuan tambahan ke- pada pengendara. Sehingga, di- rinya merasa lebih perkasa. Selain itu, kendaraan juga dirasakannya sebagai pemberi kebebasan baru. Kebebasan un- tuk melaju dengan aselerasi dan kecepatan tinggi, kebebasan mendahului kendaraan lain, ke- bebasan mengurangi kecepatan secara drastis, bahkan juga ber- henti mendadak. yoritas melalui pemilu. Prinsip di atas adalah revolusi paling radikal dari prinsip de- mokrasi. Para pemikir Yunani hanya menanamkan prinsip de- mokrasi pada kedaulatan ma- yoritas. Untuk itu mereka men- jalankan demokrasi secara se- rentak dengan sistem perbu- mana begitu banyak kaum minoritas yang dilalaikan. Dengan lahirnya tokoh seperti John Locke. Montesquie hingga dakan Kedua hal itu, membuat ken- daraan merangsang munculnya sikap lebih agresif pada seorang pengendara. Sikap ini sering ka- li menjebak pengemudi/pe- ngendara ke dalam kecelakaan di jalan raya. Sementara itu, jalan yang tersedia tidak mengesankan kacau balau, tapi senantiasa berikhtiar untuk membangun- nya menjadi lebih baik, tente- ram, damai dan bahagia. Agama memang bukan per- soalan modernitas, bukan per- soalan rasionalitas, tapi persoal- an wahyu dan keyakinan. Na- mun demikian agama harus mampu memberi jawaban dan jalan keluar terhadap dilema manusia rasional. Jika tidak, justru agama yang gagal. Steve Geroda Suryotarunan NG 1/481 Yogyakarta. Koalisi agama- negara akan dipenuhi oleh aneka pemaksaan kesadaran. Berbagai inovasi--di publik atau Ketiga, problema pluralisasi pemahaman agama. Agama dia kui sebagai sumber kultural dan etik yang memberikan basis orientasi individual ataupun komunal. Namun, sejak evolusi kesadaran setiap pribadi tidak sama, masing-masing memiliki ritme dan riwayatnya sendiri, pluralisasi ekspresi keberagama- suatu lalin yang lapang dan nyaman, melainkan padat, ber- jubel dan semrawut. Meskipun telah ada usaha untuk memper- kuat badan jalan, memperlebar bentangnya dan memperhalus permukaannya, bahkan menam- bah jalan baru; tetapi hal itu tidak menambah kelegaan lalin. DARI ANDA Pengirim rubrik ini harap melampirkan fotokopi KTP atau identitas lainnya Modernitas Sebagai Sebuah Pilihan dernitas sebagai suatu tahap perkembangan peradaban ma- nusia, tidak dapat dinilai telah gagal untuk mengangkat sesa- manya ke dalam cita-cita luhur Tulisan Syaefudin Simon berjudul Modernitas dan Islam: Sebuah Kontradiksi, telah me- ngutip pendapat Bapak Emil Salim, Menteri KLH yang me- ngatakan bahwa modernitas telah gagal untuk mengangkat manusia ke dalam cita-cita luhur kemanusiaan. Pendewaan terha- dap rasionalitas, materi, otono- mi manusia telah membuat du- kemanusiaan. Modernitas ha- nyalah sebuah alternatif, sebuah pilihan. Ada nilai plus dan mi- nus yang ditawarkan oleh mo- dernitas. Manusia modern de- ngan otonominya dituntut untuk Menciptakan Iklim membuat pilihan terhadap nilai nilai modernitas itu. Ia dapat untuk Kemajuan Persepakbolaan DIY memilih nilai positif untuk per- nia kacau balau. Bagaimana kembangan dan kemajuan hi- dupnya dan menolak nilai yang kontradiktif dengan kepribadian dan pandangan hidupnya. Yogyakarta kini tengah me- nyiapkan tim sepakbola Pra- PON. Saya berpendapat, alang- asri kah baiknya kalau tim ini diper- tidak? Hasil-hasil modernitas telah mengekspos potret ma- nusia Abad XX dengan gambar- gambar yang mendirikan bulu- roma. Modernitas telah meng- hancurkan nilai-nilai moralitas, gagal meningkatkan kemakmur- an, kesejahteraan dan kemanu- siaan manusia di muka bumi ini, merusak ekosistem, menim- bulkan pencemaran di mana- mana. Dengan singkat kata, modernitas telah melakukan perbuatan kriminal terhadap kehidupan (Bernas 21/2-92). Menurut pendapat saya, mo- Modernitas ideal manusia seharusnya memperlihatkan cayakan kepada Pak Sudjono, perkembangan pemikirannya mantan pelatih Kesebelasan dari yang bersifat primitif-mistis PSIM dan Galatama Tidar Sakti menuju rasional-kritis, Magelang (almarhum). Dibantu tanpa perlu mendewa-dewakan rasio- Bung Sutrisno (pemain PSIM). nalitas. Membutuhkan materi dengan dorongan motivasi oleh tapi tidak materialistis, mempu- Bung Berce dan Bung Iswadi Idris. nyai otonomi tapi senantiasa menyadari relasinya dengan Kesebelasan Tim Pra-PON mulai tumbuh. Para remaja dan Tuhan, sesama manusia, alam nantinya akan bisa menjadi orang dewasa membutuhkan semesta dan lingkungannya. Ia tolok ukur masa depan "Laskar buku-buku praktis seperti buku tidak berniat membuat dunia Mataram" (PSIM) maupun "Pra- tentang kerajinan, peternakan jurit Mangkuyudan" Perkesa dan pertanian. Sedangkan anak- Mataram. anak SD dan SMP membutuh- PSIM sudah masuk ke Divisi kan buku-buku untuk memban- Utama PSSI akan menghadapi tu memahami mata pelajaran kesebelasan yang oleh orang yang diberikan di sekolah. Namun perpustakaan yang bola disebut pembakar api ber- ada sekarang belum mampu dirinya PSSI antaralain PSMS, Persija, PSM, Persebaya, Persib memenuhi kebutuhan mereka. dan lain-lain. Meskipun kesebe- Untuk itu kami mengajak Anda lasan lain juga tidak boleh untuk ikut berpartisipasi dengan dipandang enteng. Toh nyata- cara menyumbangkan buku- nya PSDS (Deli Serdang) dalam buku dimaksud. Atau buku Kompetisi Enam Besar Divisi bacaan seperti majalah, buku cerita dan lain-lain. Utama PSSI cukup handal menghadapi lawan-lawannya. Anda yang ingin membantu Soal kalah, ya...Dewi Fortuna bisa mengantarkannya langsung belum berada di pihak PSDS. ke lokasi. Atau memberitahukan Melihat penampilannya ini, saya alamat Anda kepada kami se- percaya PSDS akan semakin lambat-lambatnya tanggal 10/3- percaya diri dan diperhitungkan 92. Kami akan mengambilnya. oleh lawan. Suhenda Hal itu disebabkan perkem- bangan jalan tidak secepat laju pertambahan kendaraan. Pele- baran jalan dan pembuatan ja- lan baru selalu membutuhkan banyak waktu, akibat proses pengerjaan dan terlalu sering terbentur pada permasalahan pembebasan tanah. Sementara, penambahan kendaraan melaju dan dipacu lewat produksi dan advertensi yang tiada henti. Marka jalan sering kali tidak memadai, dan rambu-rambu la- lin banyak yang tidak mendu- kung kelancaran lalin. Selain itu, lampu pengatur lalin sering tidak berfungsi. Untuk memper- baiki pun memerlukan prosedur yang panjang. Jembatan juga sering kali lebih sempit daripa- da lebar kedua ujung jalan yang dihubungkannya. Di samping itu, perencanaan kota juga mengakibatkan berba- gai jaringan jalan mengaruskan lalin dari berbagai penjuru me- nuju ke satu titik temu. Contoh ini dapat disaksikan misalnya pada persimpangan jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Cik Di Tiro. Tri Suwarno Soediro Kadipaten Wetan KT III/239 RT 24 - RW 07 Yogyakarta 55132. Bakti Masyarakat FPMIPA IKIP Sadhar an itu tak terhindari. Karenanya, pluralisasi pemahaman agama mesti dilindungi. Panitia Bakti Masyarakat (Bama) 92 FPMIPA IKIP Sanata Dharma Yogyakarta akan meng- adakan kegiatan di dusun Ngle- beng dan Gejlig, Desa Banjar- Koalisi Apa akibatnya jika terjadi koalisi negara dengan salah satu agama? Ketiga prinsip di atas mengalami distorsi dan penge- kangan. Dengan demikian, koa- lisi itu tidak berbuah dinamika, tapi malah menggali kebekuan. Melalui koalisi negara dan agama, kebijakan pemerintahan mendapat legitimasi agama. De- ngan demikian, kebijakan itu. mengalami proses penyucian dan sakralisasi. Akibatnya, jika kebijakan itu salah atau harus disempurnakan, koreksi sangat sulit dilakukan. Kesucian agama berada di belakang kebijakan itu. Perencanaan itu juga kurang begitu membedakan jalur jalan berdasar jenis kendaraan, se- hingga jalur untuk sepeda dan trotoar bagi pejalan kaki tidak memadai dan tidak terjamin ke- masing kesebelasan "main api" wajar saja. Namun sportivitas lewat fair play akan tetap di- junjung tinggi. Saya mengimbau kepada masyarakat Yogyakarta khusus- nya penggemar sepakbola, bersama-sama menciptakan iklim yang baik untuk kesukses- an Tim Pra PON-DIY, PSIM dan Tempe Terus? Perkesa Mataram. Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulonprogo tanggal 14-17/3-92. Kegiatan yang ber- tujuan melatih kepekaan sosial mahasiswa itu, salah satu pro- gramnya adalah mengembang- kan perpustakaan yang telah dibuat saat Bama 91. Sekarang ini minat baca pen- duduk di kedua dusun tersebut Untuk Kompetisi Divisi Uta- Panitia Bama 92 FPMIPA ma PSSI putaran mendatang IKIP Santa Dharma akan semakin hangat dengan Tromol Pos 29/ Telepon 3301 hadimya PSIM. Soal masing- Yogyakarta. reksi diri, akibat koalisi negara dan agama, dapat berakibat se- baliknya. Sistem yang dilegiti- masikan itu jika tidak anti-pem- baruan, paling sedikit tidak res- ponsif serta tidak fleksibel atas perubahan. Padahal realitas du- niawi selalu diwarnai oleh peru- bahan abadi. Karena tidak res- ponsif, proses stagnasi akan berjalan pelan namun pasti. Koalisi agama dan negara itu cenderung tidak pula menga- presiasi hak minoritas. Koalisi itu secara otomatis membuat mekanisme pertahanan diri agar hanya agama tertentu yang mendominasi negara. Ia tidak membuka peluang bagi kaum amanannya. Situasi jalan demikian menga- kibatkan lalin tidak lancar, bah- kan sering macet., Hal ini mem- beri tekanan psikologis bagi pe- ngendara, sehingga terdorong untuk bersikap tidak berdisiplin dalam berlalin. Faktor pengguna jalan Faktor ini tampaknya meru- pakan faktor yang paling domi- nan penyebab kecelakaan lalin. Hal itu bersumber dari ketidak- disiplinan dalam menggunakan jalan. Orang menggunakan jalan raya semaunya sendiri, tidak mempedulikan peraturan, sopan santun dan timbang rasa. Kepa- tuhan terhadap peraturan tidak ketat, dan rasa ikhlas untuk mengikuti aturan begitu rapuh. Hal itu terlihat dari begitu banyaknya orang menyeberang jalan dengan memotong jalan sehendak hatinya, tidak sudi lewat jembatan penyeberangan. Pengemudi memacu kendaraan melebihi batas kecepatan. Ba- nyak sepeda motor menerobos lampu lalin. Tingkah laku pe- ngemudi -- terutama angkutan umum - seakan tidak mempe- dulikan keselamatan orang lain. Lihat tingkah laku bus. Bus- bus itu selalu berusaha untuk mendahului kendaraan apa saja yang meluncur di depannya. Bus-bus umum menjadi sangar di jalan raya. Rupanya, cara mengemudikan bus seperti itu sudah menjadi mentalitas umum di kalangan pengemudi bus. Pemasangan benda-benda tertentu seperti tokoh wayang atau stricker "Utamakan Sela- mat" pada ruang kemudi seba- gai pengingat, bahwa menge- minoritas mengambil alih peme- rintahan secara damai dengan tata cara demokratis. Dalam dunia ide, penyebab- nya dapat dijelaskan secara se- derhana. Sistem sekuler selalu memberikan tempat kepada sis- tem nilai alternatif untuk diper- juangkan. Sedangkan sistem ke- agamaan tertentu menutup diri terhadap alternatif. Sebuah aga- ma yang dijadikan sistem nilai negara sudah diyakini sempurna dan tidak lagi membutuhkan al- ternatif. R Heru Subyakto Mahasiswa FIP IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta SAYA mendukung penuh pencalonan diri Ny Fathia menjadi presiden RI untuk periode mendatang. Ini meru- pakan langkah yang cukup berani, kendati peluang menu- ju kursi kepresidenan masih sulit. Kesetujuan saya ini juga tidak terlepas dari kerinduan saya pada figur baru di tam- puk pemerintahan. Saya kira kita sepakat, bahwa kita butuh figur baru seorang pemimpin. Kebutuhan akan tampilnya fi- gur baru ini bisa kita ibaratkan dengan orang makan. Bagai- manapun, kita mesti butuh variasi lauk. Ditambah lagi, koalisi agama negara itu cenderung pula tidak berapresiasi terhadap pluralisasi pemahaman agama. Dengan di- satukannya agama dan negara, maka agama mengalami proses institusionalisasi. Sedangkan institusi itu akan didominasi oleh kaum elit pemerintahan, ataupun elit penguasa simbol keagamaan. Kita ambil contoh saja jenis makanan tempe. Barangkali kita tidak menyangkal kebera- daan tempe yang berprotein, dan bergizi tinggi, selain juga enak. Namun, kalau setiap ha- ri orang harus dan hanya ma- kan tempe, lama kelamaan bi- sa bosan. Bukankah begitu? Perlu kita çatat pula cita-cita Ny Fathia, yang ingin medu- dukkan badan legislatif dan yudikatif pada posisi fungsi yang sebenarnya. Menurut sa- ya, ungkapan ini mempunyai alasan yang cukup mendasar. Sebab, selama ini ada kesan bahwa kedua badan itu hanya menjadi unsur pendukung -- bukan pengontrol -- badan ek- sekutif. Atau dengan kata lain, menjadi "kaki tangan" saja. Selain itu, keputusan pen- calonan diri Ny Fathia jelas merupakan angin baru bagi sistem perpolitikan kita. Biasa- nya, calon diajukan dan diper- Petugas lalin Petugas lalin merupakan fak- tor penentu bagi tegaknya disi- plin berlalin. Hal itu terbukti da- ri kelancaran kembali arus lalin dari jebakan kemacetan berkat Bahkan ke- pengaturan polis lancaran dan keamanan berlalin pada saat puncak kepadatan la- lin pada hari lebaran dapat ter- wujud berkat adanya penga- manan "pagar betis" oleh petu- gas. DEBAT MAHASISWA Pencalonan Ny Fathia Menjadi Presiden "Mosok" Makan Tugas polisi yang demikian berat tetapi mulia itu terlaksana berkat semangat yang bersahaja, lurus, jujur dan berdisiplin. Se- mangat hidup demikian me- mang selalu tertanam dalam diri sebagai prajurit ABRI. mudi merupakan pekerjaan po- kan semangat hidup demikian. kok dalam mencari nafkah un- Semangat hidup keprajuritannya tuk memenuhi kebutuhan kelu- terkikis. Oknum ini memanfaat- arga, tidak banyak berpengaruh kan tugas mulia sebagai kesem- terhadap agresivitas pengemudi. patan untuk mencari keuntung- Sikap pengemudi demikian an pribadi. sering terdorong oleh plafon se- toran yang ditetapkan oleh ma- jikan. Bahkan majikan tidak memberi penghargaan kepada senioritas pengemudi. Penge- mudi yang berpengalaman lama akan menerima upah dalam persentase yang sama dengan pengemudi yang baru saja me- mulai profesinya. Di samping itu, masyarakat juga memberi apresiasi yang kecil terhadap pengendara kendaraan yang berkeahlian dan patuh terhadap aturan lalin. Etika Maka koalisi agama dan ne- gara akan dipenuhi oleh aneka pemaksaan kesadaran. Berbagai inovasi baik di bidang publik ataupun kesadaran individual menjadi terhambat, akibat terha- langnya keberagam dan disa- kralkannya sistem itu sendiri. Menghalangi koalisi itu berar- ti mengembalikan kebangkitan agama kepada evolusinya yang alami. Karena agama adalah seruan hidup bermoral, maka ia harus lebih bersifat menggugah kesadaran ketimbang menjadi paksaan. Di samping itu, karena juangkan oleh fraksi tertentu.. Tapi calon yang satu ini sung- guh di luar pencalonan fraksi, sekalipun ia berada di bawah PDI. pertanggung jawaban manusia terhadap Tuhan bersifat pribadi, maka kebebasan pribadi untuk menentukan hidupnya sendiri - harus pula dihormati. Ujungnya, karena evolusi kesadaran ma- sing-masing pribadi tidak sama, dengan sendirinya pluralisasi pemahaman agama tak terhin- dari pula, dan itu harus dilin- dungi. Angin baru ini juga menjadi semacam koreksi bagi sistem. demokrasi kita, yang selama ini selalu sembunyi di balik slogan "musyawarah untuk mufakat". Sementara, mufakat itu sendiri kerap diartikan sebagai kesepakatan yang ha- rus diterima oleh semua pihak; sekalipun mungkin mereka ti- dak setuju. Maka koalisi agama-negara, dengan demikian, menjadi ber- tentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri, menjadi con- tradictio in terminis.*** Kalau mufakat harus selalu dijadikan kunci mati, akhirnya inisiatif pribadi maupun ke- lompok sering tidak begitu memperoleh kesempatan un- tuk berkembang. Apakah me- mang demikian demokrasi yang kita maksud? Semoga niat baik dan lang- kah berani dari Ny Fathia itu tidak hanya menjadi korban kesepakatan. Tetapi ia justru menjadi pembuka dan penguji bagi demokrasi serta budaya politik kita.*** Sebagai petugas yang selalu hadir di tengah masyarakat yang dilanda sikap materialistis, ka- dangkala ada oknum petugas pada yang tak mampu mempertahan- UGM, Yogyakarta. Patut Didukung Dewi Tristyawati Mahasiswa FE Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta PENCALONAN Ny Fathia. untuk menjadi presiden patut kita acungi jempol. Jelas, hal ini merupakan gebrakan luar biasa. Apalagi dilakukan oleh seorang wanita. Fathia adalah seorang ibu rumahtangga biasa. Dia aktif dalam berbagai organisasi. Su- aminya mendukung niatnya untuk menjadi Presiden. Kon- sepnya tentang berbagai masa- lah dalam negeri, luar negeri, pendidikan, ekonomi, dan po- litik sudah dipersiapkannya untuk mendukung niatnya itu. Saya paham, untuk menca- pai posisi yang paling tinggi tersebut pasti tidak mudah. Di dalam budaya "jalan pin- tas" yang menggejala pada ma- syarakat kita, oknum semacam itu akan selalu bersedia untuk diajak "berdamai" oleh pelang- gar lalin. Sehingga, pelanggar mempunyai kecenderungan un- tuk menyelesaikan masalah pelanggaran dengan menerap- kan prinsip "KUHP", bukan Kitab Undang-undang Hukum Pidana, melainkan Kasih Uang Habis Perkara. Adanya oknum demikian akan melunturkan pengawasan dan kontrol di jalan raya. De- ngan demikian, kedisiplinan berlalin sulit ditegakkan. Akibat- nya, kecelakaan di jalan meru- pakan peristiwa harian yang kita saksikan. Rubrik ini mengundang mahasiswa untuk berpendapat tentang tema aktual. Tulisan maksimal dua halaman kwarto spasi rangkap. Dimuat setiap Senin dan Kamis. Karena selama ini, kaum pe- rempuan yang duduk dalam lembaga pemerintahan, hanya menduduki posisi yang mar- ginal. Penutup Lantas, dari mana mengawali penegakan disiplin berlalin? Dari uraian di atas, saya kira penegakan dilakukan dengan mengoreksi jalan, rambu, marka dan jembatan, serta menyerasi- kan jumlah pertambahan kendar raan dan jumlah pertambahan jalan, membina pengatur dan pengguna jalan untuk berdisi-. plin. Semuanya itu dilakukan b secara serentak. " Mampukah kita mengusaha- kannya?*** Y Suranto, tenaga pengajar Fakultas Kehutanan Posisi-posisi yang penting dalam pemerintahan masih di- pegang kaum laki-laki. Mi- salnya, posisi mendagri, men- lu, dsb. Posisi yang diwariskan kepada kaum perempuan ti- dak pernah berubah dari satu periode ke periode, seperti mensos, dan tentunya menteri urusan peranan wanita. Menurut saya, politik Orba -- yang diterapkan pada kaum perempuan memang cende- rung mencegah keterlibatan mereka yang terlalu jauh da- lam bidang politik. Dibentuk- nya organisasi-organisasi wa- nita, seperti Dharma Wanita, Dharma Pertiwi, PKK, merupa- kan kekhawatiran yang cukup beralasan. Sebab pada masa Orla, kaum perempuan cukup aktif dalam berbagai organisa- si, baik yang berafiliasi pada parpol maupun yang tidak. Dari kaum perempuan yang aktif dalam politik, dikhawatir- kan masuknya ideologi dari luar ke dalam keluarga. Saya kira, hal-hal semacam itu tak perlu lagi ditakutkan. Lebih-lebih kita sudah berada dalam suasana keterbukaan. Kesempatan kaum perempuan untuk maju sudah selayaknya didukung sepenuhnya. Sementara, Ny Fathia sendi- ri juga mengajukan hal yang urgen saat ini. Yakni ideanya tentang hak asasi manusia. Nah, ini jelas ide cemerlang. Apa salahnya jika didukung?*** Topik berikutnya: Perlukah BPPC Membakar Cengkeh? Sebagai istri seorang pega- wai negeri, Fathia juga harus terikat dengan organisasi wa- nita, di mana suaminya beker- ja. Ini barangkali juga kendala bagi cita-citanya. Aktif tidak- nya istri dalam organisasi ke- wanitaan tersebut, akan mem- pengaruhi kenaikan pangkat suaminya. b $ SUKU BUNG BTN BPD Bank Summa Bank Jakarta BII BBI Lippo Bank Danamon Bank Niaga BNI '46 BCA BTPN Bukopin BDN BHS Bapindo BONI BBD BRI Bank BTN BPD Bank Summa Bank Jakarta BII BBI Bank Pasar Bank Duta 21% 22% BPR Mandiri SP BPR Danagung R 21% TABUNGAN Bank Niaga Lippo Danamon BNI:46 Bukopin ΒΤΡΝ BCA BDN BHS Color Rendition Chart Bapindo BBD BDNI 1 bulan 19,50% 19,50% 21% 21,50% 19% 19% 19% 19% 19% 19% 19% 20,5% 19% 21% 19% 21% 19% 19% 18% Jenis Tab BDN Tab. Harap Tab. Harap Kesra Tabanas Mitra Tab. Buda Jumbo Tabung Ma Kesra Dana In Tab. Bank Tamasya Tab. Duta Bank Pasar Bank Duta BPR Mandiri SP Tab Mandi BPR Danagung R Tab. Dana Tabanas Pradana Upakara Terjamin Taperum Simpeda Tabungan Sutera Kesra Kencana Tabungan Tabungan Kesra Prioritas Produktif Tab Bunga Tahapan Super Sav Tahapan Kesra Primadana Primagold Tabanas Tabungan SiAga SiKosi Tabanas Kesra Tab. Pens Citra Tahapan Tapres Tabanas Central Sa Tabanas CADANGAN TEMBAGA dalamrangkaian kegiatan p Halmahera dan Bacan (Mal Tengah) berhasil menemuk base metal sekitar 160 juta to Sekretaris Badan Koor - (BKPMD) Maluku, Drs.Co Kanwil Pertambangan dan Er cadangan deposit tembaga berprospek cerah untuk dita Bahan tambang bernilai tahap eksplorasi oleh PT.Ane nya aktif menggarap bahan t di Pulau Gebe (Halmahera usaha serupa di Pulau Pakall Obi (Maluku Utara). (Ant) komputer UNIRON RAMADHA Sale Acer KOMPUTER AT. 286. 100% BUILD CPU 80286 IMB RAM ON BOARD DRIVE 1.2 MB & 1.44 MB 2 SERIAL & 1 PARALEL PORT FDD/HDD CONTROLLER 101 KEYS KEYBOARD COMFEX CASI ORAY Rp. 2.530.000,- PLUS BIG BONUS 1. Monitor Colour Super VGA 14 Inch "SPC" 2. VGA Card 3. Uni Mouse 4. Original MS-DOS 5 5. Stabilizer 6. Meja Komputer 7. Diskette HD 1 Box 8. Cover Computer 9. Head Cleaner GARAN 2 TAHU 10. Voucher Belanja di Matahari Dept. Store Rp. 200.000,- 11.DIL. novell computer cont HARD WARE, SOFTWARE, TRAINING & REP JL Kapten Piere Tendean 56= 4393 Yogyakarta 55 Acer 1100LX +80386SX/ 16MHz + Memory 1 MB dapat di expand hingga 5 MI +Disk drive 1,4 MB +Hard disk dapat diisi 40 MB hingga 300 MB +Harga khusus Rp.3.975.000,- Authonzed Dealet chika computer Cik Ditiro 3461456, 62828 66266, 66161 Fax 66288 Yogyakarta 55223 Didukung oleh NPT Metrodata Sistika BUSINESS SYSTEM DIVISION