Tipe: Koran
Tanggal: 1992-03-02
Halaman: 10
Konten
Sara 2cm 10.SENIN KLIWON, 2 MARET 1992 OLAHRAGA 60 Persen Faktor Semangat Juang ISTILAH bahwa bola itu bundar, kembali menjadi kenyataan dalam putaran Enam Besar Kompetisi Divisi Utama Liga Amatir PSSI 1991-1992. PSM Ujungpandang, Si Ayam Jantan dari Timur, telah membuktikannya kata-kata klise yang kerap dilontarkan pelatih sepakbola di tanah air itu. PSM tim yang tidak diunggulkan sama sekali, menjungkirbalik- kan perkiraan para pengamat. Persib Bandung yang dijagokan akan mempertahan gelar juara dijungkalkannya dalam partai semifinal. Tak berhenti sampai di situ, dalam pertarungan puncak tim Juku Eka itu kembali membelalakkan mata kita dengan meng- hempaskan "Ayam Kinantan" PSMS Medan 2-1. Meminjam istilah Amran YS, wakil manajer PSMS, itulah sepak- bola, segala perhitungan teknis di atas kertas tak dapat dijadikan jaminan. Dan, itu ditimpali pula oleh pelatih Perkesa Mataram, Erenst Pahelerang yang mengatakan, "Meramal hasil pertarungan tim yang masuk empat besar itu, nyaris sama sulitnya dengan menebak nomor buntut." Lain lagi dengan komentar Dananjaya, pelatih Arseto Solo, klub juara Kompetisi Galatama XI. Mantan pemain nasional yang mengawali karir sepakbolanya di klub Browijoyo Yogyakarta ini berujar, kualitas teknis atau keunggulan teknik permainan belum bisa dijadikan jaminan sukses suatu tim untuk memenuhi ambisinya dalam suatu event. Sebagai contoh, ia menunjuk Persib Bandung dan Persebaya Surabaya yang secara teknis memiliki kualitas di atas dua tim finalis PSM dan PSMS. Namun kenyataannya, kedua tim yang diunggulkan banyak pengamat itu tumbang di babak semifinal. Yang menjadi pertanyaan kita, tentunya, faktor apa sebenarnya yang mendukung sukses PSM Ujungpandang memboyong gelar juara. Dan, apa pula sebabnya Persib Bandung serta Persebaya Surabaya tersungkur secara menyedihkan? Ternyata, jawabannya cukup sederhana. "Kunci sukses suatu tim memenangkan pertandingan lebih banyak ditentukan oleh semangat juang dan motivasi para pemain tim itu sendiri," kata Dananjaya. Semangat juang dan motivasi, lanjut mantan pelatih pelatih bantu di Perkesa Mataram Yogyakarta itu, memegang peranan yang paling penting. Karena sukses suatu tim, 60 persen ditentu- kan oleh faktor tersebut. Sedangkan kemampuan teknis hanya memiliki andil 30 persen, sisanya 10 persen ditentukan strategi yang diterapkan pelatih melalui instruksi-instruksinya sebelum pertandingan dan setelah turun minum serta faktor-faktor non- teknis seperti suasana pertandingan yang menyangkut suporter, kondisi lapangan dan faktor luck Apa yang dikemukakan Dananjaya itu memang tak berlebihan. Tak sedikit contoh "kasus" yang telah kita saksikan bahwa tim "Ayam Sayur" mampu menjinakkan klub yang berpredikat elit, bahkan yang berkelas "macan" sekalipun. Contoh kecil, Gajah Mungkur Kudus melibas Pelita Jaya 1-0 dalam putaran kedua Kompetisi Galatama XI. Contoh yang lebih kakap. Kamerun mempermalukan Argentina dengan Mardona-nya 1-0 dalam Piala Dunia 1990 di Itali. Itu tak lain karena semangat juang dan motivasi mereka. Artinya, dengan semangat pantang menyeralt dan motivasi ingin membuktikan diri bahwa mereka juga bisa berprestasi seperti tim- tim yang sudah punya nama besar. "Berdasarkan pengalaman saya selama menjadi pemain dan pelatih, hal itu tak jarang terjadi. Jadi, dengan semangat dan motivasi itu para pemain tim yang tidak diunggulkan dapat menutupi kekurangan mereka dalam hal penguasaan teknik," tutur Dananjaya. Dananjaya pun berpendapat, faktor itulah yang menjadi kunci sukses PSM Ujungpandang. Di samping itu, keberhasilan PSM menumbangkan PSMS, tentu tak terlepas dari kejelian pelatihnya menerapkan strategi serta kondisi lapangan yang membua: pemain-pemain Medan tak mampu mengembangkan bentuk per- mainannya, kendati secara teknis PSMS sedikit lebih unggul. dibanding lawannya. "Saya memang hanya menyaksikan pertan- dingan kedua tim lewat layar TV mulai babak kedua. Tapi, dari situ saya bisa melihat bagaimana semangat anak-anak PSM, terutama kipernya, Ansar Abdullah, yang bermain seperti kesetanan. Kalau saya disuruh memilih siapa bintang PSM saat itu, saya akan pilih Ansar yang berulang kali menyelamatkan ga- wangnya dari ancaman kebobolan," tukasnya. Sebaliknya, kata Dananjaya lagi, semangat dan motivasi para pemain PSMS, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya tidak setinggi yang ditunjukkan anak-anak PSM. Memang, akunya, keterampilan teknis para pemain ketiga tim boleh dikatakan lebih baik dari anak-anak PSM. Tapi, keunggulan teknis bisa diredam dengan semangat dan motivasi. Dan, untuk ukuran pemain Indo- nesia saat ini, kondisi yang demikian masih tetap dominan. Pemain bintang sekalipun akan gugup dan hilang kelebihan tek- nisnya jika terus di-pressing lawan yang tak kenal menyerah. Lantas, tim mana sebenarnya yang terbaik dalam Kompetisi Divisi Utama PSSI tahun ini? "Saya tidak bisa membuat penilaian itu. Semua tim peserta memiliki kelebihan dan kelemahan. Yang pasti, apapun alasan kita masyarakat tidak mau tahu, kecuali hasil akhir suatu pertandinganlah yang menjadi penentunya. Dan, kalau memang itu yang dijadikan tolok ukur, kita harus jujur mengakui, PSM Ujungpandang adalah tim terbaik," jawab Danan. (umr) OLAHRAGA SEKILAS Ron Dekker dan Simone Osygus Juara Renang Dunia PUTRAPALAMA - Perenang Belanda Ron Dekker dan Simone Osygus dari Jerman tampil sebagai juara lomba renang 50 meter gaya dada putra dan 50 meter gaya bebas putri pada final kejuaraan renang jarak pendek piala dunia di Palma, Sabtu. Dekker menyisihkan saingannya dari Jerman dengan catatan waktu sangat tajam 27,82 detik untuk menjuarai 50 meter gaya dada putra. Sedangkan Mark Warnecke mencatat waktu 27,83 untuk menduduki urutan kedua. Di bagian putri, Osygus keluar sebagai juara 50 meter gaya bebas setelah menyisihkan rekan senegaranya Daniela Hunger yang mencatat waktu 25,56 detik dan Tony Jeffs dari Selandia Baru yang mencatat waktu 25, 63 detik. Sementara pada nomor gaya dada 200 meter putra, Sergio Lopez tampil sebagai juara dengan mencatat waktu tertajam 2 menit 09,42 detik. Nomor 100 meter gaya bebas, Silko Gunzel, Jerman mencatat waktu tercepat 49,09 detik untuk menjuarai nomor ini. (Afp) Persijap Kalahkan PSIS 2-1 JEPARA - Kesebelasan Persijap Jepara, kemarin sore di Stadion Kamal Junaidi, Jepara, berhasil menundukkan PSIS (Madya) Semarang 2-1 dalam pertandingan menyambut HUT ke-42 harian Suara Merdeka Semarang dan pelepasan Komda PSSI Jateng, Drs Soemaryoto. Bermain di lapangan becek sehabis diguyur hujan deras, pada menit ke-20 gawang Persijap terlebih dahulu dibobol penyerang PSIS. Selanjutnya di bawah teriakan pembakar semangat sekitar 3000 pendukungnya, pada menit ke-35 Persijap berhasil membuat gol balasan lewat kaki Haryono, memanfaatkan hadiah Penalti. Gol kedua, penentu kemenangan Pasukan Jepara ini, diciptakan pada menit ke-80 oleh Bagong Harnadi. Dalam pertandingan babak penyisihan ini, Persijap berada di pool A bersama PSIS dan Persiku. Sementara di pool B, gajah Mungkur, PSIR, dan PS Cakra batang.(mbs) Bandung, Bernas km 20. Bahkan ia terpaksa ha- Lucan Yatindas, pelari asal rus membuka sepatunya di klub Dragon Salatiga Jateng, jalanan karena kakinya lecet. keluar sebagai juara maraton Selanjutnya, ia meneruskan HUT Persatuan Wartawan Indo- nesia (PWI) cabang Jawa Barat 1992 di Bandung, Minggu. Pemuda berusia 24 tahun itu. mencatat waktu tercepat 2 jam 30 menit 02 detik untuk menyi- sihkan 375 pesaingnya yang tampil dalam lomba lari sejauh 42,195 km itu. Yatindas mencatat waktu 2 menit 07 detik lebih cepat dari saingan utamanya, Joko Suseno Bandung, dibayangi Anwar Rauf (klub Jasamarga) Jakarta 2 jam 34 menit 16 detik pada posisi ketiga. Dalam sambutannya, Guber- nur mengatakan, dengan dilang- sungkannya pertandingan ini, diharapkan akan muncul atlit- atlit berbobot dari Jateng. Selain itu, Pemda sendiri bertekad akan terus memupuk jenis olah diri ini, dengan jalan raga menyelenggarakan berbagai pertandingan termasuk pertan- dingan perebutan Piala Jurus Emas ini yang akan dilangsung- kan secara rutin setiap tahun. Hasil Selengkapnya Kelas A Putera juara I Handoko Pribadi (SKH), juara II Wahyu Sembodo (Blora)). Kelas B juara I Endro Catur H (Ska). juara II Agung Agus K (Srg). Kelas C juara I Minal Chosirin (Batang), juara II Bagus Wur- yantoro (Smr). Kelas D juara I Haris Nugroho (Skh), juara II Hari Purnomo (Cilacap). Kelas E juara I Sri Rustamadi (Klt), juara II Sarjono (Pkl). Kelas F juara 1 Teguh Satoto (Pwrj), juara II Suparno (Smr). Kelas G juara 1 Bambang Sugiantoro (Smr), jua- ra II Awan Haryanto (Pwrj). Kelas H juara I Andreas Ekasakti (Smr), juara II Slamet Widodo (Ska). Kelas I putera juara I Supriyanto (WNSB), juara II Sulton (Brb). Kelas bebas putera juara I Darmadi (Klt) juara II. Sedangkan untuk kelas A pu- teri juara I Seti (Knd), juara II Yani Utami (Ska), juara III Tatik Iswanti (Kra) dan Sri Lestari (Cilacap). Kelas B puteri juara I Louis Obelina T Engel (Smr). juara II Ning Wati (Grobogan), juara III Evi Rahmawati (WNSB) dan Ida Sulistyani (Pkl). Kelas C Puteri juara I Wening Udasmoro (Mgl), juara II Woro Yulianti (Ska) juara III Vivi Evarosa (Bym) dan Suwarni (Ska). Kelas D puteri juara I Maria Pudji S (Smr), juara II Yodhia Asterina (Ska), juara III Sri Murtinah (Pkl) dan Hariyani (Kebumen). Kelas E Puteri juara I Yosephine Erlinawati (Mg), juara Murtini (Bym) juara III Sri Lestari (Klt) dan Aniek s (Smr).(hst) lomba dengan tanpa memakai alas kaki sama sekali di jalanan yang keras beraspal itu. BERNAS Kodya Semarang Boyong Jurus Emas Ismail Cup Sukoharjo, Bernas Kodya Semarang berhasil memboyong Jurus Emas Ismail Cup 1992 yang berakhir Sabtu malam di gedung Olah Raga Kartasura, Sukoharjo. Sementara untuk pemain terbaik berhasil diraih Harris Nugroho dari Su- koharjo, dan Loise Obelina dari Kodya Semarang. Kesempatan tersebut diman- faatkan oleh Joko untuk me- mimpin sebelum tersusul kem- bali pada posisi km 30. Setelah mengambil alih lagi pimpinan, Yatindas, semakin jauh mening- galkan lawan-lawannya. Dengan kemenangannya itu, pelari asuhan pelatih Yon Dar- yono ini berhak memboyong piala bergilir dari Menteri Pene- rangan RI, Harmoko dan empat piala tetap lainnya serta hadiah Copot sepatu uang tunai sebesar Rp 1 juta. Yatindas, menurut laporan Sedangkan Joko Suseno dan Antara terlihat saling mendahu- Anwar Rauf, juga selain meneri- lui dengan Joko ketika masuk ma piala tetap, masing-masing Pertandingan yang belang- sung selama empat hari dan di- ikuti oleh 359 atlit yang berasal dari 36 kontingen, ditutup seca- ra resmi oleh Gubernur Jateng HM Ismail. Sebelumnya, event yang di- koordinasikan Komda PSSI DIY itu direncanakan berlangsung mulai 12 April, demikian di- sampaikan Komda dalam perte- muan kemarin. Namun, atas usulan wakil delapan tim peser- ta dan berbagai pertimbangan, akhirnya pengunduran jadwal tersebut disepakati. Keperkasaan petenis nomor satu dunia, Monica Seles, sam- pai babak semifinal kejuaraan tenis Piala Evert belum tertan- dingi. Dalam babak final kejua- raan berhadiah total sekitar Rp 7 milyar itu, keperkasan petenis cantik ini akan diuji oleh pete- nis muda Conchita Martinez (19). Dalam semifinal yang ber- langsung kemarin, unggulan utama Monica Seles, yang beru- saha merebut gelar ketiganya tahun ini mengalahkan unggul- an keempat Katerina Maleeva 6-1 6-0. Sementara bagi Maleeva (22), kekalahannya atas Seles kali ini dikarena penampilannya yang kurang bagus. "Sebenarnya saya ingin bermain bagus hari ini. tetapi peluang yang diberikan Yogya, Bernas Pembalap Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berhasil me- rajai lomba sepeda motor Suzu- ki road race, di lapangan Man- dala Krida Yogyakarta, Minggu kemarin. Di kelas bebek stan- dar lokal s/d 110 cc, pembalap andalan Yogyakarta, Nurcahyo, Penta Wijaya dan Sapto Aji Cahyo, masing-masing berhasil menempati urutan pertama hingga ketiga. Ketiga pembalap yang jarang absen dari berbagai kegiatan lomba balap sepeda motor ini, kemarin tampil de- ngan sepeda motor Suzuki Crys- tal. DIBORONG CINA Turnamen Women's Satellite 1992 seri kedua yang berakhir Minggu siang (1/3) di GOR Solo Baru Sukoharjo, seluruh gelar juara diborong pemain Sedangkan di kelas sport standard open, Penta Wijaya dan Nurcahyo hanya menem- pati urutan ketiga dan empat, sementara posisi pertama dipe- gang pembalap dari Sleman, Bima Octavianus dengan sepe- da motor Yamaha RX King. menerima pula hadiah uang Rp 750 ribudan Rp 500 ribu. Sementara pembalap nasio- nal, Dadan Nugraha dari Ban- dung juga berjaya merebut tiga kelas dari empat kelas yang di- Tiga wakil DIY "Keputusan yang tepat. Itu Delapan klub yang akan ber- cukup menguntungkan para tarung dalam partai perempatfi- peserta. Dengan begitu, kita dan nal itu, tiga di antaranya adalah tujuh klub lainnya punya waktu wakil DIY, Gama Yogya, Persa- yang cukup untuk mempersiap- da Utama Sleman, Argomulyo kan diri lebih baik," ujar Ketua Bantul, sedangkan lima wakil Piala Evert Lomba lari maraton murni tersebut diikuti para pelari se-Ja- wa dan Lampung menempuh rute Bandung-Sorenang (pu- lang-pergi).() Perempatfinal Antarklub Jateng/DIY Mundur 2 Minggu Yogya, Bernas Penyelenggaraan partai per- empatfinal Kompetisi Sepakbola Antarklub Juara Perserikatan Jateng/DIY 1992, mundur dua minggu dari jadwal yang diren- canakan. Dalam pertemuan teknik di Gedung KONI DIY, Minggu (1/3), para peserta se- pakat mengawali pertandingan 26 April mendatang. Harian PS Gajah Mada (Gama) Yogyakarta, dr Hadianto Isma- ngoen DSA. Bagi Gama, pengunduran jadwal itu berarti memberikan kesempatan bernafas lebih pan- jang buat Maryono dan kawan- kawan. Masalahnya, ungkap Hadianto, sebagian para pemain Gama berasal dari luar Yogya- karta. Pelari Dragon Salatiga, Lucan Yatindas Tinju Kejuaraan Asia Juara Maraton HUT PWI 1992 "Nah, kalau 12 April kita sudah harus tampil," sambung nya, "Berati anak-anak tidak punya waktu untuk latihan ka- rena dalam bulan Ramadhan mereka libur. Dan, mereka mungkin akan melanjutkan li- burannya di daerah asal masing- masing saat Hari Raya Idul Fitri (5 April- red)." Seles terlalu sedikit," paparnya. Di Kejuaraan yang sama ta- hun lalu, Seles kalah saat mela- wan Navratilova, dan kini dia tidak mendapat kesempatan untuk melakukan revans karena Navratilova, unggulan kedua, menarik diri dari kejuaraan itu akibat flu. PRIZE ONEY OVALE ITF WOMEN'S SATELLITE 1992 GOR SOLO BARU $650 Pembalap Yogya Rajai Cina Borong Gelar Juara Tenis Suzuki "Road Race" WINNER Seles Ditantang Martinez di Final California, Minggu Ketujuh pemenang itu ada- lah Dadang (klub Kelana) Ban- dung mencatat waktu 2 jam 35.38 M, Otto Mayor (Dragon) Barcelona, Minggu petang di Salatiga 2: 38.28, Hosnan (Pasi Bangkok, Thailand. Jember) 2:38.39, Mahfud (se- marang) 2:39.19, Rakhmat (BH- HH2) Bandung 2:39.59, Cucu K (Parahyangan) Bandung 2:41.29, dan Apep (Pola 86) Bandung 2:42.07. pertandingkan. Di kelas sport standard open sampai dengan 150 cc, Dadan yang mengenda- rai Suzuki RGR 150 ini meraih juara kedua. Kemudian kelas bebek standard open s/d 110 cc, juara pertama. Dan, kelas sport tune up open s/d 150 cc, juga merebut juara pertama. Syamsul Bahri Siregar yang pada babak pertama (Jumat) berjaya menang RSC pada ron- de ketiga atas petinju Laos, Bhounthavy Boutkhot kemarin harus mengakui keunggulan petinju Korut yang memang difavoritkan menjadi juara kelas layang. Sedangkan empat pembalap nasional lainnya, yakni Dicky Setiawan, Umanuddin, Benny Riwo dan Pieter Tanujaya, ke- marin dijauhi Dewi Fortuna. Dengan kalahnya Syamsul ini berarti sudah lima petinju Indo- Dicky Setiawan cuma meraih gelar di satu nomor, yakni di kelas bebek standard open sebagai juara kedua, diatas pembalap Yogya, Sapto Aji cahyo dan Arma K, yang me- nempati urutan ketiga dan em- pat. Pada kelas yang dipertan- dingkan terakhir, yaitu sport tune up open sampai dengan 150 cc ini, di bawah posisi Da- dan, bertengger Sapto Aji Cahyo (Yogya), Rudy Samsudin (Solo) dan Nu Cahyo (Yogya). (sug) Jawa Tengah masing-masing. Magelang Putra, Djarum Kudus, Krida Rembang, Pemda Boyolali dan Persera Blora. Para peserta dibagi dalam dua grup, Gama, Magelang Put- ra, Persera Blora dan Pemda Boyolali tergabung dalam grup A, sementara grup B terdiri dari Persada Utama, Argomulyo, Kri- da Rembang dan Djarum Ku- dus. Mereka akan bertanding dengan sistem setengah kompe- tisi, memperebutkan empat tempat di semifinal. Dua finalis akan mewakili Jateng/DIY da- lam Kejurnas Antarklub Divisi I Liga Amatir PSSI. Dalam partai perdana 26 April 1992, Gama, juara Divisi Utama PSIM Yogyakarta mela- wat ke kandang Magelang Pu- tra, Persada Utama melawan Ar- gomulyo di Bantul, Krida Rem- bang menjamu Djarum Kudus dan Pemda Boyolali ditandangi Persera Blora. (umr) Bangkok, Minggu nesia tersisih pada kejuaraan Syamsul Bahri Siregar, satu Asia yang diikuti 130 petinju Panitia juga menetapkan dari enam petinju Indonesia dari 18 negara peserta ini. Indo- tujuh pemenang lainnya ma- yang tampil di Kejuaraan tinju nesia tinggal menyisakan satu sing- masing menerima piala amatir Asia ke-16, akhirnya petinjunya yang masih bertahan tetap dan uang pembinaan yang gagal ke semifinal. Ia kalah di perempat final. jumlah hadiah totalnya senilai angka dari petinju tangguh Rp 3 juta. Korea Utara, O Song-chol dalam pertarungan hari keempat keju- araan yang dipakai sebagai babak penyisihan Olimpiade Diakui Martinez, menghadapi Seles dalam pertandingan nanti, seperti sedang menghadapi pro- blema yang cukup besar dalam kehidupan. Apalagi, Seles men- catat kemenangan 15-0 selama tahun ini. ITF WOMEN'S SATELLITE 1992 GOR SOLO BARU FINALIST $350 "Saya tahu, pukulan Seles sangat keras. Karenanya saya Seles (18) yang menjadi harus bermain dengan melam- petenis putri nomor satu du bungkan bola tinggi-tinggi un- dalam pertandingan-pertanding- tuk mendapatkan peluang," an di kejuaraan ini sebelumnya, ujarnya. mengalahkan Elna Reinach, Tami Whitlinger dan Gigi Fer- nandez. Semua pertandingan nya itu, dimenangkan dengan straight set. Dengan tekad dan strategi yang dilontarkan Martinez untuk menghadapi Seles di final nan- ti, kemungkinan akan menjadi- kan pertandingan berjalan de- ngan seru. Bagi Martinez, jika dapat mengalahkan Seles, tentu- nya akan memberikan tambah- Sedangkan unggulan ketiga Martinez, dalam semifinal me- nang mudah atas Ann Grossman Dua petenis meja Cina Lu Lin dan Gao Jun menyelesaikan pertandingan mereka dengan menempati urutan pertama dalam enam teratas, sementara 6-3 6-1. Dalam peringkat tenis an motivasi untuk menghadapi rekan senegara mereka Zhang dunia putri, Martinez saat ini pertandingan-pertandingan yang menduduki urutan kesembilan. lainnya.(Rtr/ddc) Lei muncul di urutan kedua di bagian putra dan Liu Wei serta Syamsul Akhirnya Gagal ke Semifinal Woman's Sukoharjo, Berna Harapan Indonesia mencuri satu gelar juara dari nomer ganda turnamen tenis Women's Satellite ITF, lewat pasangan Mima Chernovita/Natalia Soe- trisno, kemarin mengalami ke- gagalan. Dengan demikian praktis tidak ada satu pun pete- nis Indonesia, baik di nomer tunggal maupun ganda yang berhasil menyabet gelar juara. Gelar juara dalam pertanding- an tenis internasional yang bera-. khir kemarin siang di GOR Solo Baru Sukoharjo, akhirnya dibo- rong Cina. Petenis-petenis Cina berhasil merebut gelar juara nomor tunggal mau pun ganda. Sedangkan Indonesia melalui pasangan ganda Mima Cherno- vita/Natalia Soetrisno harus puas hanya menjadi finalis. Kemarin, final partai tunggal yang terjadi antara dua pemain Cina, Yi Jing Qian dengan rekan senegaranya Chen Li berlang- sung ketat dan seru. Susul-me- nyusul angka terjadi demikian cepat. Pada awal permainan, penempatan bola Chen Li cu- kup akurat sehingga ia memim- pin hingga 3-2, tapi dengan kesabaran dan kombinasi pu- kulannya cukup prima, Yi Jing Qian dapat mengejar ketinggal- an dan balik memimpin 4-3. Setelah itu, berkali-kali pe- ngembalian bola Chen Li tidak cermat dan banyak melakukan kesalahan, sehingga dengan ketinggalan angka, mulai dari an Pada set kedua, pasangan Cina itu tak memberi kesempat- Mima Chernovita/Natalia Soetrisno untuk mengembang- kan permainan. Pasangan Indo- nesia itu dengan modal sema- ngat dan kekompakan permain- an ternyata belum cukup menja- di modal untuk menundukkan Yi Jing Qian/Chen Li yang da- lam seri pertama turnamen Women's Satellite ITF di Ban- dung ini telah menjuarai nomor ganda. Di set kedua ini, pasangan Indonesia sudah terseok-seok Korea Selatan dan Cina, se- belumnya telah merebut dua ti- ket putra dan dua putri pada partai tunggal ke Olimpiade Barcelona musim panas menda- tang dan masih satu lagi tempat yang harus dimiliki masing-ma- sing negara untuk bisa mengi- rimkan tim nasionalnya. Maksi- mum tiap negara dapat menyer- takan tiga pemain tunggal untuk maju ke olimpiade. Bernas/bay Cina. Tampak pasangan Cina, Yi Jing Qian/Chen Li mendapat ucapan selamat dari Dr. patan untuk 22 pemain, pihak- nya memutuskan untuk menam- Retmono selaku Ketua Pengda PB Pelti Jateng. Rossy, Anton dan Ling Ling Lolos Penyisihan Olimpiade Jepang, Minggu Petenis Meja Indonesia Rossy Dipoyanti di bagian putri dan Anton Suseno di bagian putra, menyusul rekan mereka Ling Ling, memastikan diri lolos dari babak penyisihan tenis meja Olimpiade Zona Asia yang bera- khir Minggu di Niigata, Jepang. Petenis meja putri Ling Ling, akhir minggu lalu, sudah me- mastikan diri melangkah ke olimpiade. Sementara dua pete- nis meja Korea Selatan Kang Hee-Chan dan Lee Jung Im dan dua petenis meja Cina juga merebut tiket terakhir ke Olim- piade Barcelona pada hari tera- khir babak kualifikasi tenis meja Olimpiade Zona Asia di Niigata itu. Rico yang pada babak perta- ma Kamis lalu mengalahkan petinju Wu Weithung kalah RSC ronde kedua di perempat final (Sabtu) dari petinju Mongolia, Sandaq Suren Erdengat. Hendrik Simangunsong, pe- Sedang peraih medali emas tinju kelas menengah ringan SEA Games XVI, Albert Papilaya kalah angka dari petinju Mongo- pada pertandingan hari Sabtu lalu dengan gemilang menjung- lia, Bandi Altengerel. Herry kalkan petinju Pakistan, Abrar Makawimbang (bantam) kalah Hussain. Untuk ke semifinal di babak pertama dari petinju Hendrik ditantang petinju tang- Mongolia, Dugar Rawata Lhaq- guh tuan rumah Thailand, Chalit va. Stevanus Herry (terbang) Boonsingkan yang diperempat kalah pada hari pertama dari final lalu mengalahkan Moha- petinju Korsel, Kwan Young-ah. mad Ghyassetei (Syria). Sementara petinju-petinju Sementara Petinju-petinju Korea Utara tetap mendominasi Indonesia lainnya yang sudah kejuaraan yang dipakai sebagai menjadi penonton adalah, Rico kualifikasi Olimpiade Barcelona Maspaitella (bulu), Albert Papi- ini. Ketangguhan petinju Korut laya (menengah), Herry Maka- ini menyisihkan petinju-petinju wimbang (bantam), dan Steva- handal dari Korea Selatang. nus Herry (terbang). (afp/drw) Sembilan Pemain Tambahan Dipastikan Perkuat PSIM mudah Yi Jing Qian menamat- kan permainan set pertama ini dengan 6-3. Pada set kedua, permainan Chen Li mulai membaik dan sempat memimpin 2-1 tetapi dengan variasi pukulan yang jitu disertai rally panjang dan penempatan bola akurat, Yi Jing dapat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan mengunci per- mainan Chen Li lewat skor 6- Yogya, Bernas Sembilan pemain tambahan akan direkrut untuk memperku- at Laskar Mataram PSIM Yogya- karta dalam turnamen sepakbo- la keakraban se-Komda PSSI DIY 1992 di Stadion Kridosono Yogyakarta, pertengahan Maret mendatang. Seorang di antara- nya adalah Lukit Asmara (21), gelandang yang turut memper- kuat PSIM dalam kompetisi Divisi I PSSI lalu. Tanpa ampun Dalam final partai ganda yang dimainkan setelah nomor tunggal, pasangan asal negeri tirai bambu, Yi Jing Qian/Chen Li tak memberi ampun pada pa- debutan Indonesia, sangan Mima Chernovita/Natalia Soe- trisno. Set pertama dengan mu- dah Yi Jing Qian/Chen Li mena- matkan permainan dengan 6-2. Kepastian itu disampaikan Ketua Bidang Pembinaan PSIM, dr Hadianto Ismangoen DSA, kepada Bernas, Minggu petang. Para pemain tersebut akan me- lengkapi 13 pemain yang telah masuk nominasi seleksi pem- bentukan tim Pra PON XIII DIY. Pemanggilan para pemain muda PSIM yang mungkin akan menambah jumlah daftar nomi- nasi calon pemain Pra PON DIY itu, meningkat dibanding dua hari sebelumnya. Jumat (28/2) lalu, PSIM hanya merencanakan pemanggilan tujuh pemain tam- bahan. Semula PSIM merencanakan hanya mendaftarkan 20 pemain untuk event tersebut. Tetapi, jelas Hadianto, karena panitia turnamen memberikan kesem- Satellite ITF 1992 1-2 merambat 2-3 dan kemudi- an pasangan Indonesia yang sebelumnya tidak pernah diper- hitungkan ini dikunci pada angka 2. Yi Jing Qian/Chen Li dengan kondisi tetap prima kendati tenaganya telah terkuras saat memainkan partai tunggal, menyudahinya dengan skor 6-2. Dengan kemenangannya itu, Yi Jing Qian dalam partai tung- gal mendapat hadiah 1.600 dollar, sedangkan Chen Li mere- but hadiah 1.000 dollar. Di par- tai ganda, kedua pemain Cina itu mendapat 650 dollar dan pasangan Mima Chernovita/Na- talia Soetrisno harus puas mem- peroleh 350 dollar. Hadiah dise- rahkan Ketua Pengda PB Pelti Jateng Dr Retmono yang sekali- gus menutup penyelenggaraan turnamen. Turnamen Woman's Satellite ITF ini menurut Retmono akan dilanjutkan bulan Maret ini di Melbourne, Australia. Kepada wartawan, Retmono mengata- kan, dipilihnya Solo dalam pe- `nyelenggaraan turnamen Wom- an's Satellite ITF ini karena dinilai telah cukup berpengala- man dan sudah beberapa kali mendapat kepercayaan dalam pertandingan turnamen interna- sional. "Selain itu, juga untuk lebih memasyarakatkan olah raga tenis karena masih banyak ang- gapan yang menyebut tenis Yogya, Bernas Chen Zihe di urutaan ketiga dalam kompetisi di bagian putri. Pelari putra andalan DIY, Lee, yang mengalahkan Sambudi ternyata masih terlalu rekan timnya Hong Cha-Ok 3-0 kuat bagi pelari dari Magelang, dalam final pertandingan yang Boyolali, maupun peserta lomba berlangsung dengan sistem lari Pemuda Pancasila (PP) 10 K setengah kompetisi itu hari lainnya. Dalam lomba lari yang Sabtu, menempati urutan keem- diselenggarakan Pemuda Panca- pat di bawah tiga petenis meja sila cabang Kabupaten Sleman, Cina, sedang Kang merebut dengan mengambil start di de- kemenangan dalam perebutan pan Monumen Yogya Kembali urutan ketujuh hingga ke-12 dan finis di halaman Yonif 403 dan menempatkan Chu Kyong- Sleman, Minggu pagi kemarin, Sung di urutan kesembilan. pelari asal Godean, Sleman ini Sebanyak 12 pemain putra merebut juara pertama dengan dan putri, termasuk tiga peserta dari setiap negara Asia Tengga- ra, Selatan dan Asia Barat, telah catatan waktu 31 menit, 29 detik. merebut tiket ke olimpiade setelah mengikuti empat hari pertandingan di Niigata itu. Sepuluh petenis putra lainya adalah Choi Gyong-Sop (Ko- rut),Chih Chin-Shui dan Chang Peng-Lung dari Taiwan, Hiroshi Shibutani dan Koji Matsushita dari Jepang, Lo Chuen-Tsung Suseno (Hongkong), Anton (Indonesia), Kamlesh Mehta Sementara pada kelompok putri, DIY berhasil menempat- kan dua pelarinya untuk men- duduki kelompok tiga besar, masing-masing atas Subasmi dari Wonosari urutan kedua, dan Chetan Baboor dari India dan Raled al Hamdan (Arab Saudi). Pemenang-pemenang di dengan catatan waktu 38 menit, 47 detik dan Tuginem asal Spar- bagian putri termasuk Fumiyo ta Imogiri, Bantul, dengan seli- Yamashita dan Rika Sato (Je- sih waktu 43 detik. Sedangkan pang), Kim Hye-Yong (Korut), urutan pertama direbut pelari Lin Li-Zu, Bai Huei-Yin dan Tsui dari klub Pasma Magelang, Hsiu-Li (Taiwan), Ling Ling Dian Kurniawati, waktu 37, 42 Agustin dan Rossy Dipoyanti detik. (Indonesia), Sejal Shah (India) dan Nadia Rashad (Yordania). (Afp/Ant) bah dua pemain lagi. "Ini kesempatan untuk para pemain muda kita menimba pe- ngalaman bertanding. Apalagi turnamen ini akan diikuti Perke- sa Mataram, yang akan tampil dengan pengecualian, tanpa pembatasan usia seperti lima tim perserikatan," ujarnya. Sedangkan pelari asal Boyo- lali Jawa Tengah, Sarmanto dan Suparman hanya menduduki urutan kedua dan tiga, masing masing dengan catatan waktu 31,57 detik dan 32, 03 detik. Menurut Hadianto.. dalam turnamen yang dijadikan ajang seleksi tahap awal untuk calon pemain Pra PON DIY itu, PSIM akan turun tanpa target. Sasaran PSIM, katanya, hanya memberi- kan kesempatan buat pemain- nya turut bersaing menjadi pe- main Pra PON DIY, sekaligus sebagai langkah awal pembina- an pemain muda yang dipro- yeksikan ke Kompetisi Divisi Utama mendatang. Bahkan, dari sembilan pema- in tambahan itu, ada di antara- nya yang masih cukup muda, Sudarmaji (16), mantan pemain tim Haornas DIY 1991. "Pokok- nya, dalam event ini akan kita godog pemain muda yang pu- nya potensi," tambahnya. Sembilan pemain tambahan. itu adalah, Lukit Asmara, Dedy Setiawan, Sudarmaji, Yusuf Yambe, Salim Choiri, Muham- mad Arifin, Agus Ariyanto, Isna- wan Sulaksono dan satu lainnya masih dipertimbangkam. (umr) Trofi bupati Dengan hasil ini, berarti Sam- Reuter Ronde 8-Azumah Nelson (kin), petinju kelas Super Bulu dari Ghana pada ronde ke-8 berhasil mengalahkan TKO Jeff Fenech dari Australia. Usai pertarungan, dengan gembira Azumah Nelson mengacungkan telunjuknya. Sementara foto kanan, Jeff Fenech, setelah kalah dihibur pelatihnya Johny Lewis. olah raga golongan menengah, padahal sekarang anggapan itu sudah mulai bergeser. Apalagi jumlah lapangan tenis juga su- dah meningkat dari 23, seka- rang menjadi 56 buah," jelas Retmono. Kahar juara Sambudi Juara Lomba Lari 10 K Pemuda Pancasila Sementara dalam turnamen Bintaro Terbuka berhadiah total Rp 10 juta di Jakarta yang juga berakhir kemarin, Abdul Kahar MIM, mantan pemain nasional yang sudah lama menghilang mulai bangkit lagi dengan mera- ih gelar juara. Di final Kahar menumbangkan old crack Tjah- yono dua set langsung 6-4, 6-0. Petenis asal Samarinda-Kal- tim, A Kahar MIM yang sejak enam bulan lalu menghilang dari pertenisan nasional karena menderita sakit anemia menga- takan kemenangan ini akan dipakai sebagai awal kebangkit- an karirnya di pertenisan nasio- nal. "Saya berharap tahun ini saya bisa masuk deretan lima besar di peringkat nasional (PNP)," ujar Kahar yang kema- rin meraih hadiah pertama sebe- sar Rp 1440000. Di nomor ganda, pasangan muda Donny Susetyo/Teddy Tandjung tampil sebagai juara setelah di final menundukkan pasangan tangguh Sulistio Wi- bowo/Tjahyono dalam perta- rungan ketat 6-4, 7-5. (drw/bay/hst) budi selain merebut trofi Bupati Sleman dan uang pembinaan, juga berhasil memperbaiki wak- tu yang dicapai selama ini 35 menit dalam jenis lomba yang sama. Namun rekor perbaikan ini dibantah Sekretaris Umum Pe- ngda PASI DIY, Kadarjo. Dikata- kannya pada Bernas, kemarin. "Tidak bisa, Sambudi belum berhasil memperbaiki catatan waktu yang dibuatnya, karena jarak yang ditempuh tidak per- sis 10 kilometer." Menurut Kadarjo, yang juga bertindak sebagai salah seorang panitia, jarak yang ditempuh itu hanya sekitar 9400 meter. Lomba untuk memperingati serangan umum 1 Maret ternya- ta hanya diikuti sekitar 200 pelari, dari rencana semula 500 pelari ini. Lomba ini dilepas oleh Sekwilda Tingkat II Sle- man, KMT Sukarnodiprodjo, mewakili bupati Sleman, di Monumen Yogya Kembali. Para pemenang mendapat trofi dan uang pembinaan. Un- tuk juara satu hingga ketiga kelompok putra, masing-masing mendapat trofi dari Bupati Sle- man, Dandim 0732 Sleman dan Ketua DPW PP DIY. Kelompok putri, trofi dari Ketua DPRD Sleman, Kapolres Sleman dan Ketua DPC PP Sle- man.(sug) EEBOK Color Rendition Chart RAGA Lima Ikra Pada hari ini, kami warga Jam'iyyah Nahdl lama memanjatkan puji c kur ke Hadirat Allah sub wa Ta'ala atas limpahan dan karunia-Nya kepada Kami bersyukur, bah lam kurun 68 tahun sejal jab 1344 H atau 31 Janu Jam'iyyah Nahdlatul Ul tap dikaruniai kekuata dan batin untuk menye juangan bangsa Indone ngan segala suka dukan" melakukan ikhtiar-ikhtia ma dalam mewujudkan Proklamasi Kemerdekaa Kami menyadari, seba ta-cita tersebut telah te dan sebagian yang lain harus diupayakan pend nya oleh segenap Bang nesia dalam suasana ker dan tenggang rasa yan senantiasa terjaga. Oleh karena itu, pa baik menjelang datangny suci Ramadhan, bertepa ngan peringatan Hari La dlatul Ulama ke-68, ka nyatakan ikrar berikut. Pertama: Kami yakin tekad kami untuk Kem Khitthah Nahdlatul Ular adalah tekad yang ba mulia, untuk kemaslahat dan bangsa kami. Kam akan kami mantapkan langkah untuk menga nya. Kedua Kami yakin Republik Indonesia yan sarkan Pancasila dan U adalah untuk final nega. Azumah lahkannya pada pert Mei 1990 lalu. Bagi Fenech kekala adalah yang pertama laminya dari 27 pertarum selama delapan tahun karir bertinju. "Pertarungan ini t pertarungan ayah lawa dengan Fenech sebag bayi. Kekuatan dan ga tinju klasik, semuany bisa," papar Nelson. Menurut Nelson, BPPC lain, jelas hal ini suda benar," ucapnya. Akibat pengawasam sangat kurang, sementar sudah mulai dirugikar disini peran ABRI mula kan. Setiap petani yang cengkehnya ke KUD-KU perlu harus diketahui setempat yang tersebar ruh Indonesia. Hanya pengawasan itu, BPP- akan main-main karena. kan orang banyak. Terlalu dimanja. "Cengkeh itu terlalu Struktur berdirinya BI tidak benar dan me langkah yang salah seja la," tegas Soeharsond BPPC dibentuk mestir nyangga kebutuhan pe kemungkinan permaina rokok. Tapi buktinya. ada, BPPC sendiri untu beli cengkeh petani, dari pemerintah melal dengan kredit likuidi bunganya rendah. "Tapi lucunya, kalau banyak, BPPC harus m gudang yang dibebank pembeli (pabrik rokok Steve and Walter Then Steve was Will being a 17 TH DO DOLBY STE swit ELLEN BARKI JIMMY SMIT JoBETH WILLI- HARI Expir INI -NA 10.00-15.00-1700 DIA KEMBALI LAGI KESEKOLAH UTK MEMBONGKAR SINDIKAT CHOU SIN CHE CHANG MIN
