Tipe: Koran
Tanggal: 1992-03-02
Halaman: 06
Konten
2cm 6.SENIN KLIWON, 2 MARET 1992 PASUGATAN Pagi 07.00 Serbaneka TVRI 12 14.00 15.00 16.00 16:30 17.00 05.30 Kuliah Subuh 06.00 Selamat Pagi Indo- nesia 06.30: Berita 15.30 Film Clyde 16.00: Flora 17.00 Berita Nusantara 17.30 Negeri Tercinta Nusantara Provinsi Sumatera Utara dan Fauna 16.30 Berita Daerah 12.00 Film The Wizard RCTI 13.00 Film High Moun- tain Rangers Film Sesame Street Film The wild-Wild West Kiprah Remaja Film Wonders of The Wild Pelajaran Bahasa Jepang "Nikki" 17.30: Film Murphy Brown 18.00 Karisma 18.30 Seputar Indonesia dkm 07.30 08.00 09.00 09.30 SEKUEL kedua film laris The Silence of the Lambs garapan Jo- nathan Demme yang diunggul- kan untuk meraih tujuh Oscar -- termasuk film terbaik, penyutra- daraan terbaik, pemeran utama pria terbaik untuk Anthony Hopskins dan pemeran utama wanita terbaik untuk Jodie Fos- SERI 10.00 11.00 ter akan diproduksi dalam waktu dekat. Rencana ini diu- mumkan oleh aktor Inggris An- thony Hopkins (55) dalam suatu jumpa pers di London, Selasa (25/2). 11.30 12.00 12.30 The Silence of the Lambs yang sukses di pasar sebagai sa- lah satu box office ini bercerita tentang agen FBI Clarice Ster- ling (Jodie Foster) yang ditugas- kan bosnya untuk menyidik ka- sus pembunuhan sadis yang di- lakukan oleh pembunuh psiko- pat Buffalo Bill. Untuk menun- jang penyidikan ini Clarice ha- rus melakukan wawancara pri- badi dengan Dr Hannibal "Can- nibal Lecter diperankan oleh Anthony Hopkins - seorang psikiater jenius sekaligus pem- bunuh psikopat yang gemar memakan organ-organ tubuh korbannya. Figur pembunuh gi- la inilah yang ingin dikubur An- thony Hopkins lewat sekuel ke- dua film tersebut. 17.45: 18.03 18.15 18.45 Dikatakan oleh Hopkins, ia tak ingin memuliakan kematian yang diakibatkan kekejaman se- perti yang dilakukan Lecter da- lam film itu atau serial pembu- nuhan yang dilakukan Jeffrey Dahmer di Amerika Serikat. "Tom Harris tengah menulis 19.00 19.35 20.00 21.00 21.35 22.30 22.40 19.00 19.30: 20.00 MASS DEMANG Banjir 13 21.00 21.30 21.40 LESEHAN Loncatan Baru Harry Mukti 22.40 23.40 00.10 00.40 01.40 Film Alvin and The Chipmunks Pendidikan SLTP Film What A Dummy Film Family for Joe Film Centa Film Pengetahuan Populer Bimbingan Rohani Bahasa Arab Pendiidkan SLTP (Siaran Ulangan) Sebaiknya Anda Tahu Azan Maghrib Pembinaan Bahasa Indonesia Siaran Pedesaan Berita Nasional Hankamnas Film Mount Royal Dunia dalam Berita Nada dan Irama Berita Terakhir Film Cerita Berita Nasional (TVRI Pusat) SESUAI dengan julukannya sebagai "kutu loncat", Harry Mukti memang suka meloncat-loncat. Tidak hanya di panggung, tetapi juga dalam jalur musik yang di- anutnya. Terbukti, setelah sukses berjalan di jalur musik rock, Har- ry Mukti meloncat ke jalur jazz rock lewat kelompok Adegan, yang diperkuat musisi Indra Les- mana (keyboard), Mates (bass), Donny Suhendra (gitar) dan Gi- lang Ramadhan (dram). Menurut cerita Harry, ia ditawari Gilang Ramadhan untuk bergabung da- lam Adegan sebagai vokalis uta- ma untuk memperkuat barisan vokal yang sebelumnya sudah terisi Indra dan Gilang. Harry Mukti Meski pengalaman panggung- nya sudah segudang, pada awalnya Harry juga sedikit merasa sangsi, apakah ia sanggup menduduki posisi vokalis di Adegan. Sebab, selama ini sering meneriakan nomor lagu yang nge-rock, sedang di Adegan warna musiknya cenderung mengarah ke jazz rock atau fusion. "Coba dulu lah. Jangan bilang nggak sanggup dulu, kan belum dicoba," kenang Harry, menirukan tawaran Gilang. Film Who's The Boss Film Miami Vice Love At First Sight Dunia dalam Berita (TVRI Pusat) Informasi RCTI Dan lagi, pikir Harry, merupakan satu kehormatan bisa ber- gabung dengan musisi semacam Indra, Gilang, Donny dan Mates. Sementara itu, tampaknya ia juga sudah rindu untuk bermain da- lam sebuah grup. Nyatanya, setelah latihan secara rutin selam se- bulan, terbukti Harry berhasil menunjukkan kobolehannya me- neriakkan nomor lagu yang telah disiapkan, seperti ketika tampil di Bima Pub Jakarta, pekan lalu. "Enggak tahunya asyik juga membawakan lagu yang ada jazznya," ujarnya seusai pentas. Dalam perjalanan kariernya setelah Makara vakum -- Harry melejit lewat solo karier. Di antaranya melambung lewat album Ada Kamu dan Nona Nona Nona. Bersama Cantora Paramita, Harry tampil memukau di arena Festival Lagu Populer Indonesia lewat lagu Aku Suka Kamu Suka. Setelah itu memang nama Harry Mukti agak tenggelam di per- caturan musik Indonesia. Sebab, si kutu loncat ini tengah suntuk dengan kegiatan pecinta alan seperti pendakian, rock climbing atau melakukan penelusuran sungai yang dikenal dengan istilah arus jeram. (alp/yran) Film Baywatch Film Enchanted Eyes Sekuel "The Silence of The Lambs" akan Dibikin Buletin Malam Film The New Dragnet Revenge Film Another World Berita Terakhir (TVRI Pusat) ja." skenario sekuel itu dan untuk itu saya akan membuat sebuah pesta. Tetapi kita sudah terlalu banyak menyaksikan peristiwa- peristiwa menjijikkan macam kasus Dahmer itu dan saya tak ingin melakukan sesuatu yang memuliakan hal semacam itu," tegas Hopkins. S.H.MINTARDJA: yan dengan suara bergetar. Dahinya basah oleh keringat. "Ada apa?" bertanya Ragapati. "Mas Demang harus mengu- rungkan perang tanding ini." "Kenapa?" Dalam seremoni Malam Os- car yang disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh dunia pada 30 Maret nanti, Hopkins berha- rap akan membawa pulang Os- car sebagai pemeran utama pria terbaik lewat The Silence of the Lambs itu. Untuk itu ia akan mengenakan sepatu hitam kesa- yangannya. "Saya akan mema- kai sepatu itu karena dengannya saya biasanya beruntung," kata- nya sambil tertawa. (Rtr/mhg) "Karena itu, Mas Demang ha- rus mengurungkan niatnya. Aku akan menemui ayah dan me- ngatakan bahwa perang tanding ini batal. Aku yang membatal- kannya." "Lalu, apa kata orang tentang aku? Namaku akan tercemar. Semua orang akan menganggap aku seorang pengecut." "Tetapi ayah akan benar-be- nar membunuh. Perang tanding ini hanyalah salah satu akal a- yah untuk dapat memuaskan hatinya dengan membalas-den- Ketika Ragapati menginjak- dam tetapi luput dari tuduhan kan kakinya di atas pasir, maka pembunuhan." dari antara anak muda itu mun- cul seorang yang berjalan terge- sa-gesa menyongsong Ragapati. "Laleyan," desis Ragapati. "Mas Demang," berkata Lale- "Ayah benar-benar ingin membunuh Mas Demang." "Aku tahu." "Aku mengerti." "Jika demikian urungkan sa- Ragapati memandang jauh ke depan. la melihat banyak orang BERNAS Djarum Super Show di Solo Guruh Soekarno Putra : Mengobati Kerinduan Massa terhadap Sosok Idola "Swara Mahardika Tidak Bubar" LUAR SETELAH digoyang penam- pilan kelompok Kantata Takwa, pada September tahun lalu, praktis publik Solo tidak tersen- tuh hiburan pentas musik berta- raf nasional semacam itu. Aki- batnya, selain haus, kerinduan yang dalam terhadap sosok ido- la pun tampak semakin menda- lam. Terbukti pada pergelaran Djarum Super Show di THR Sri- wedari, Sabtu (29/2) malam. Pertunjukan tersebut menampil- kan artis-artis ibukota, seperti Anggun C Sasmi, Inka Christie, Jayanti Mandasari, Minel, Ade Putra, Tia Destiana, Grace Vio- lita, Mamik Melani dan Conny Noer serta seorang artis Solo, Adji Jatinova. Dan malam ini, acara serupa juga akan digelar di Stadion Kridosono Yogyakar- ta. Grace Violita, yang menga- /» Dalam kesempatan lain, ia Besok Malam di ISI Yogya mengatakan peranan pembunuh gila seperti Lecter yang dimain- kannya sama sekali tak mempe- ngaruhi kesehatan otaknya dan tetap membuatnya waras. "De- ngan hebat akting telah menjadi sebuah terapi bagiku. Saya tidak tahu apakah karenanya saya te- lah berlaku sedikit kriminal, te- tapi pasti belum sepenuhnya menjadi makhluk yang sangat manis. Tanpa akting, kukira sa- ya sudah memakan diriku sen- diri hidup-hidup. Aktinglah yang menyelamatkanku dari ke- mungkinan itu," akunya dalam sebuah wawancara untuk pro- gram televisi. Acara ini, menurut rencana, akan ditayangkan Ma- ret depan. RANCANGAN Pedoman Pe- nyelenggaraan Festival Sinetron Indonesia (FSI) telah selesai di- rumuskan oleh tim yang terdiri dari berbagai unsur, yaitu Sandy Tyas (TVRI), TB Maulana, Abdul Madjid dan Ilham Bintang (Pan- tap FFI), Syamsudin Noor Moe- nadi (pengamat televisi), serta Ali Shahab (production house). Dalam rapatnya di Dewan Film Nasional (DFN) selama kurang lebih dua minggu, sejak awal Februari lalu, tim perumus telah menyelesaikan rancangan pe- laksanaan FSI yang akan dilak- sanakan untuk pertama kalinya pada Juli mendatang. Rancang- an itu untuk selanjutnya akan ditetapkan oleh Menteri Pene- rangan sebagai Pedoman Pe- nyelenggaraan FSI. "Sekarang ini adalah era sine- ma elektronik. Bisa jadi pelaksa- naan Festival Sinetron Indonesia nanti akan lebih meriah daripa- da Festival Film Indonesia," kata Ketua Pantap FFI, M Johan Tjas- madi di kantornya, DFN Jakarta, Selasa (25/2). Menurut Syamsudin, sebelum membahas rancangan pelaksa- naan festival tim perumus telah mengadakan semacam konsulta- si dengan berbagai pihak, di an- taranya dari kalangan budaya- wan. ahli komunikasi massa, maupun badan-badan terkait di RINDU- Pergelaran Djarum Super Show mampu obati kerinduan massa terhadap sosok idola. Rancangan Pedoman Penyelenggaraan FSI Dirumuskan bidang sinema elektronik. Dikatakan, naskah rancangan pedoman tersebut mencakup li- ma bab yang terdiri dari 30 pa- sal, meliputi Ketentuan Penye- lenggaraan FSI (Bab I), Ketentu- an Keikutsertaan Sinetron Cerita dalam FSI ( Bab II), Ketentuan Keikutsertaan Sinetron Nonceri- ta dalam FSI (Bab III), Hadiah FSI (Bab IV) dan Lain-lain (Bab V). PERGELARAN musik yang memadukan komponis kampus dengan nonkampus akan di- adakan di Auditorium Jurusan Musik Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Jalan Suryodi- ningratan Yogyakarta, Selasa (3/3) besok. Pertunjukan ini akan menampilkan Ign Budi Ngurah, Royke B Koapaha, Siswanto, Yose Haryo Sutoyo, Memet Chaerul Slamet, M As- moro - alumnus sekolah musik -- dan Djaduk Ferianto, kompo- nis yang lebih dikenal dengan komposisi-komposisinya seba- gai pengiring teater atau tari. Demikian keterangan dari Dja- duk Ferianto selaku salah seo- rang pengisi acara, di kantor Bernas, Sabtu (29/2). Dikatakannya, baginya kon- ser bersama ini merupakan se- buah kehormatan. Sebab ia me- rasa bukan berasal dari kalang- an kampus. Apalagi keberang katannya sebagai musisi adalah dari seni tradisi. Kendati demiki- an, yang terpenting bagi Djaduk bukanlah kehormatan dan pe- wali pentas dengan lagu Cinta di Kota Tua dan Bis Kota, tam- paknya belum juga mampu me- ngobati kehausan dan kerindu- an sekitar 6.000 publik Solo yang memadati halaman THR Sriwedari. Penonton yang be- lum juga memadati tempat per- tunjukan - kendati waktu sudah menunjuk pukul 20.30- mulai menampakkan kehausannya ke- tika Tia Destiana melantunkan lagu Mabuk dan Judi. Meski ru- ang untuk gerak sudah tak ada, sebagian besar penonton tetap berusaha berjoget mengikuti irama yang dilantunkan dari atas pentas. Emosi penonton kembali me- nurun, saat Ade Putra tampil de- ngan lagu Dia Lelaki, Cinta Sa- bun Mandi dan 19 Nopember Tampaknya memang bukan la- gu yang bisa segera menyem- Tetapi Mas Demang mengge- leng. Katanya, "Aku akan me- menuhi janjiku." "Tetapi Mas Demang akan mengalami bencana." Tiba-tiba saja seorang anak muda melangkah mendekati La- leyan. "Dengar Laleyan, Jika Mas Demang terbunuh dalam perang tanding nanti, maka kau akan kami ikat dan kami cebur- kan ke dalam bendungan." "Tetapi aku tidak bersalah." "Mas Demang juga tidak ber- salah." Dalam Bab I tercantum mak- sud dan tujuan penyelenggaraan FSI. Yakni, mengangkat harkat sinetron Indonesia melalui kete- rampilan karya kreatif sinemato- grafik dalam penciptaan dan pe- nyajian yang bercita rasa baik, sehingga dapat mendorong tim- bulnya keluhuran pikiran, dan batin khalayak, serta menempat- kan sinetron Indonesia selalu dalam perhatian masyarakat. Pada bagian lain disebutkan, FSI diadakan sebagai penunjang usaha pengembangan kadar ni- lai teknis artistik dan idealisme sinetron Indonesia sebagai bagi- an terpadu dari perjuangan serta usaha pembangunan bangsa dan negara. FSI juga dimaksud- kan terjadinya perlombaan me- milih hasil karya sinetron Indo- nesia terbaik untuk dijadikan pegangan dalam peningkatan a- presiasi masyarakat terhadap si- netron Indonesia dan mendu- Wajah Laleyan menjadi pucat. Seorang anak muda yang lain yang berada di tepian. Mereka i- ngin menyaksikan perang tan- ding yang akan terjadi di tepian. Tontonan yang sangat jarang dapat mereka lihat. Namun le- bih dari itu, mereka memang i- ngin tahu, apa yang akan terjadi dengan Ki Sangga Wasesa. Lale- yan tidak bersangkut paut de- kemudian. Ki Sangga Wasesa ngan perang tanding yang akan sendiri selalu mengatakan, bah- wa ia telah menempa diri sela- terjadi. Kedudukan Laleyan ber- beda dengan kedudukanku, ka- ma di penjara di bawah bim- bingan bekas bajak laut yang ayahku, sehingga aku pun harus rena aku akan mewarisi jabatan berilmu sangat tinggi. "Mas Demang," desis Laleyan. mewarisi tanggungjawabnya pu- la." ngakuan seperti itu. "Sebab pentas komponis mu- da seperti yang akan terjadi ini, merupakan peristiwa yang su- dah cukup lama tidak diseleng- garakan. Terakhir tahun 1988 di Jakarta. Padahal, sebelumnya pentas macam ini diselenggara- kan bersamaan dengan adanya Pekan Penata Tari Muda, seperti yang terjadi 19 Februari lalu di Jakarta. Mudah-mudahan perge- laran ini bisa dipakai sebagai ja- waban akan kemandegan itu," ujar Djaduk. Diharapkan aktivitas tersebut tidak hanya berhenti sampai di- sini, melainkan dilanjutkan de- ngan kegiatan apresiasi lain de- mi perkembangan musik ekspe- rimen. Meskipun demikian, Dja- duk juga tidak mengelak kalau dikatakan musik eksperimen kurang diminati masyarakat. Bahkan apresiasi masyarakat awam terhadap musik yang satu itu dinilai masih rendah. "Memang demikian. Apalagi musik jenis ini tidak bersifat ko- mersial. Sedangkan, untuk me- pun berkata, "Laleyan. Perang tanding ini akan menentukan mati hidupmu sendiri." buhkan kehausan dan kerindu- an penonton, melainkan sosok idola yang telah dirindukan. Karenanya, ketika satu-satu-- nya artis Solo, Adji Jatinova. menggebrak dengan lagu-lagu beraliran,metal, penonton 'son- tak berjoget bagai kesetanan. Salam tiga jari pun bertebaran di antara ribuan kepala manusia dan elu-elu primordial yang sa-1 ling bersautan. "Jangan," desis Ragapati. "Per- soalan ini adalah persoalanku Suasana pun semakin me- muncak, saat artis-artis andalan mulai bermunculan. Jayanti Mandasari dan Lucky Resha yang tampil dengan lagu-lagu berirama Rock dan Rock 'n roll semakin membakar gejolak jiwa penonton. Nyaris seluruhnya la- rut dalam tembang-tembang de- ngan beat cepat tersebut. MESKI Jayanti Mandasari dan "Tetapi jangan, Mas Demang. Jangan lakukan," minta Laleyan dengan cemas. Tetapi Ragapati tidak meng- hiraukannya. Ia pun kemudian meneruskan langkahnya tanpa menghiraukan Laleyan yang berusaha mencegahnya. 1 Bernas/hpr kung perluasan pemasarannya baik di dalam maupun di luar negeri. Dikatakan pula, hadiah yang akan diberikan bagi pemenang, diberi nama Piala Vidia Utama, Piala Vidia Madya dan Piala Vi- dia Mitra. Piala Vidia Utama di- berikan kepada sinetron cerita lepas terbaik. Piala Vidia Madya diberikan kepada sinetron cerita seri, serial maupun miniseri. Se- dangkan Piala Vidia Mitra dibe- rikan kepada unsur-unsur terba- ik dari sinetron cerita lepas yang terdiri dari bidang penyutradara- an, teleplayer, pemeran utama pria dan wanita, pemeran pem- bantu pria dan wanita, penata sinematografi, penata artistik, penyunting, penata suara dan penata musik. Perpaduan Komponis Akademis dan Nonakademis Bidang penataan suara, yang semula diperdebatkan dengan sengit oleh tim perumus lantar- an dalam pembuatan sinetron rata-rata menggunakan sistem i- si suara langsung (direct so- und), ternyata diloloskan untuk diikutsertakan sebagai unsur yang dinilai. Penilaian untuk jenis mencakup hasil karya pe- nata suara yang meliputi ke- mampuan memadukan seluruh unsur suara (mixing), musik, di- alog dan efek suara serta mix- ing untuk mencapai nilai artistik dan dramatik cerita. (agy) untuk musik eksperimen ini," lanjut Djaduk yang belum lama ini melahirkan komposisi untuk iringan tari garapan Ida Wibowo berjudul Aku. *** Menurut Djaduk, sebenarnya yang bisa menyelenggarakan pementasan musik eksperimen bukan hanya lembaga-lembaga tertentu yang ada kaitannya de- ngan seni musik. "Semua orang yang punya rasa interest terha- dap perkembangan musik bisa menyelenggarakan," katanya. Lucky Resha berhasil mengantar penonton menapaki tangga kli- maks kehausan mereka, gejolak yang ditimbulkannya masih da- lam batas wajar. Namun, ketika Minel tampil dengan lagu Get Back milik kelompok The Bea- tles, sontak penonton histeris. Tubuh Minel yang sensual dan sengaja dipertontonkan, mem- buat penonton mabuk kepa- yang. Sebagai artis panggung yang sudah profesional, tampaknya Minel menyadari suasana yang tengah berlangsung. Hanya saja, artis yang satu ini memang se- ngaja mempermainkan letupan emosi penontonnya. Terbukti ketika melempar lagu Gerak, jas mini yang semula dikenakan, sengaja ia lepas. Suasana histe- ris pun berhasil diciptakannya sehingga beberapa penonton re- la melepas baju dan mengibar- kannya. Belum sempat istirahat, pe- nonton dibuat histeris kembali oleh penampilan Inka Christie. Tanpa diduga sebelumnya, ter- nyata Inka melempar lagu Bento milik kelompok Swami. Tem- bang ini tampaknya mengingat- kan kembali penonton pada ke- gairahan saat digoyang Kantata Takwa. Penonton pun dengan lancar mengnyanyikan lagu ter- sebut mengikuti Inka. Ketika Ragapati sampai di te- pian dekat bendungan, maka ia melihat Ki Sangga Wasesa telah Bahkan lantaran suntuknya- mengikuti syair yang dilantun- kan, wajah-wajah para penon- ton mulai menampakkan emosi yang sesungguhnya. Namun demikian Mas De- mang lewat, maka anak-anak muda itu mulai mengancam La- leyan lagi. Bahkan seorang di antara anak-anak muda itu ber- kata, "Kau akan digantung di atas bendungan." Ragapati tidak segera menya- Laleyan benar-benar menjadi hut. Tetapi ia melangkah sema- Rasa puas dan lega, setelah dahaga yang tertahan sekian lama, benar-benar rasakan pe- nonton saat Anggun C Sasmi mengakhiri Djarum Super Show 1992 tersebut. Meski tampil de- ngan lagu-lagu lamanya, seperti Taku, Gaya Remaja, Laba-laba dan Tua-tua Keladi, Anggun te- tap tokoh idola yang paling di- nantikan penonton. (hpr) Konser Paula Abdul Terlarang bagi Remaja Tanpa Pengawal mbangkitkan daya apresiasi ma- syarakat, itu tergantung pada prasarananya. Saya lihat prasa- rana untuk ke arah itu sangat kurang. Tetapi juga tergantung kepada para musisinya sendiri. Seni lukis dikenal orang karena sering mengadakan pameran. Nah saya harap demikian juga bersama komponis-komponis (NKOTB) di tempat yang sama pada 17 Februari lalu yang di- warnai oleh kerusuhan dengan korban satu gadis tewas dan pu- luhan lainnya luka berat dan ri- ngan (Bernas, 20/2). Masih da- lam kaitan dengan peristiwa tra- gis itu, promotor pertunjukan NKOTB juga ditahan kepolisian dengan tuduhan menjual karcis melebihi kapasitas tempat du- duk dan tanpa mempersiapkan tenaga pengamanan secara se- mestinya. kampus. Sebab masih banyak yang lain yang punya kemam- puan, tetapi kesempatan ku- rang," tutur Djaduk. Pergelaran kali ini akan me- nampilkan tujuh karya terbaru, dengan masing-masing karya berdurasi 15 hingga 20 menit. Komposisi-komposisi tersebut adalah Parangtritis karya Ign Budi Ngurah, Lima Lagu Pen- dek ciptaan Royke B Koapaha, Start karya Memet C Slamet, Homoge for John Coge karya Yose Haryo Suyoto, Antara Se- sudab dan Sebelum karya Sis- PADA kenyataannya, demiki- an Djaduk, masyarakat baru wanto dan Prelude karya M As- mampu melihat musik-musik moro. Sedangkan Djaduk akan komerisal. Sedangkan musik- menggelar karya terbarunya musik jenis eksperimen dan berjudul Garis Lurus (----). (abi) bersifat idealis kurang mendapat ketakutan. Sementara itu Raga- pati berjalan dengan langkah yang pasti menuju ke arena pe- rang tanding yang telah ditentu- kan. Dekat bendungan. Dalam pada itu, Langit pun menjadi semakin gelap. Sekali- sekali terdengar guruh mengge- legar di langit. Cahaya kilat me- mancar dari lidah api yang men- jilat awan. Di sisi barat dan utara, hujan tampaknya telah turun dengan lebatnya. Air yang tercurah dari langit tampak seperti pilar rak- sasa yang menyangga awan yang mengambang. "Konser itu sesungguhnya terbuka bagi siapa saja, terma- suk para siswa sekolah mene- ngah. Tetapi sekarang remaja di bawah 20 tahun hanya boleh menonton pertunjukan itu jika ditemani oleh orang dewasa yang harus bertanggungjawab terhadap tingkahlakunya," kata seorang jurubicara dari Tae Won Entertainment yang menja- di sponsor utama konser Abdul itu, di Seoul, Kamis. (Rtr/mhg) perhatian. "Sebaliknya, seni mu- sik yang lebih mendasarkan pa- da sisi keilmuannya atau sifat ri- tual, juga jarang diungkap oleh seniman musik. Saya harap, ja- ngan hanya saya yang menda- pat kehormatan untuk main ber- sama di lingkungan kampus, TANPA ditemani atau dika- wal orang dewasa, para remaja SALAH satu karya Langen Korea Selatan tak akan diizin- Krida Swara digelar di Lantai kan menonton konser musik VII Plasa Simpang Lima Sema- Paula Abdul di Seoul, pada 5 rang untuk memeriahkan Ulang Maret mendatang. Larangan ini Tahun Kodam IV Diponegoro merupakan buntut pertunjukan ke-42, Kamis (27/2) malam. grup New Kids on the Block Karya itu merupakan paduan antara Langendriyan gaya Sura- karta dengan Langen Mandra Wanara gaya Yogyakarta. "Marilah," teriak Ki Sangga Wasesa. "Mendekatlah. Kalian harus melihat dengan jelas akhir dari perang tanding ini. Kalian harus melihat dengan jelas, si- apakah yang akan terkapar di pasir tepian ini. Dan siapa yang akan melangkah meninggalkan arena dengan dada tengadah dan membawa panji-panji ke- menangan. Tontonan ini agak- nya tidak akan terulang kembali sehingga siapa yang tidak sem- Demikian Ki pat menyaksikannya, tentu akan Sangga Wasesa itu melihat ke- menyesal." hadiran Ragapati, maka ia pun melangkah beberapa langkah maju sambil tertawa. Di sela-se- la derai tertawanya terdengar ia berkata lantang, "Ternyata kau memenuhi janjimu, Mas De- mang " Dada Ragapati bagaikan di- sentuh api. Pernyataan Ki Sang- ga Wasesa bahwa apa yang akan terjadi itu merupakan ton- tonan yang sangat menarik be- nar-benar menyakitkan hatinya. Tetapi ia hanya dapat mengge- retakkan giginya. Sementara itu, Ki Sangga Wa- kin dekat. Sementara itu, orang-orang yang berada di tepian pun sea- kan-akan mulai diguncang. Me- reka mulai bergerak dan berge- ser mendekat. BELAKANGAN ini terdengar selentingan kelompok Swara Mahardika yang didirikan Gu- ruh Soekarno Putra pada 1977 telah dibubarkan. Isu ini makin santer dan diyakini tak sedikit orang ketika dalam dua tahun terakhir ini kegiatan grup anak muda itu nyaris tak terdengar. "Itu sama sekali tidak benar, Swara Mahardika tidak bubar!" tegas Guruh Soekarno Putra, pa- da acara Malam Presentasi GSP Productions di Grand Ballromm Hotel Mandarin, Jakarta, Kamis (27/2). Guruh yang kini menjabat se- bagai Direktur Utama perusa- haan showbiz PT Gencar Sema- rak Perkasa (GSP) itu menyata- kan bahwa ia ingin meluruskan kesalahpahaman orang yang mengira kelompok Swara.Ma- hardika telah bubar. "Kelompok Swara Mahardika kini telah ber- alih status menjadi yayasan, se- macam lembaga penelitian, yang diberi nama Lembaga Ke- senian Etnik Indonesia," tan- dasnya. Menurutnya, kegiatan Swara Mahardika sekarang mengkhu- suskan diri pada penelitian ta- ri-tarian asli Indonesia, yang tu- juannya untuk melestarikan sek- tor kesenian yang satu ini. Gu- ruh mencontohkan, beberapa tarian yang telah diteliti yayas- annya antara lain Tari Legong dari Bali dan Tari Bedoyo Se- rimpi dari Jawa Tengah. Dikatakannya, banyak tarian Indonesia tidak asli lagi karena pengaruh budaya luar dan terla- lu sering digunakan untuk kon- sumsi turis. "Sehingga tarian yang tadinya asli tadi seringkali disesuaikan atau diubah untuk kebutuhan konsumsi hiburan semata. Lama-kelamaan, tentu saja tari-tarian asli kita akan hilang," ujarnya. Guruh mencontohkan, Tari Legong misalnya. Menurutnya, Tari Legong yang ada dan se- ring dipertunjukkan di Bali se- karang tidak lagi sepenuhnya a- sli. Demikian pula Tari Bedoyo Serimpi. Di Keraton Surakarta, Guruh Soekamo Putra kini tak ada seorang pun yang bisa menarikannya seperti asli- nya. "Nah, inilah antara lain tu-- gas utama Yayasan Swara Ma- hardika sekarang, untuk meles- tarikannya," ungkap Guruh. Pada bagian lain ia juga me- nyatakan, Swara Mahardika sen- diri sejak awal berdirinya me- mang lebih dikenal sebagai ke- lompok penari. Padahal, kelom- pok ini sebetulnya merupakan perkumpulan anak muda untuk mempersiapkan diri pada ber- bagai bidang yang nantinya a- kan digeluti oleh tiap anggota- nya. Artinya, kegiatannya bukan hanya pada bidang seni, khu- susnya seni tari semata, melain- kan juga berbagai bidang lain seperti politik, ekonomi, kebu- dayaan, pendidikan dan lain se- bagainya. Guruh mengakui, dalam pro- ses perjalanannya kemudian, ternyata konsep dan tujuan Swara Mahardika melenceng. Swara Mahardika lalu lebih ba- nyak berkiprak di dunia tari dan entertainment ketimbang sektor lainnya. Ini sebabnya grupnya lalu lebih dikenal sebagai ke- lompok penghibur. "Karena itu- lah sejak tahun 1986 saya me- mutuskan untuk menonaktifkan kelompok ini. Kemudian kami sepakat untuk mengubahnya menjadi semacam lembaga pe- nelitian," tandas Guruh. Salah satu adegan "Langen Krida Swara". sesa pun berkata, "Mendekatlah Mas Demang. Kenapa kau men- jadi ragu-ragu. Di sini akan bertarung kelaliman dari seo- rang penguasa melawan kekuat- an yang berdiri di atas landasan keadilan yang sejati. Rakyat Ka- demangan ini aku melihat, ba- gaimana kekuasaan yang rakus itu akan runtuh. Mereka sebe- narnya adalah saksi dari keti- dakadilan itu. Tetapi tidak seo- rang pun yang berani berbuat *** sesuatu." Dengan nada berat Ragapati menggeram, "Dan kau merasa akan menjadi seorang pahla- wan?" dkm Menurut Menteri Transmi- grasi, Soegiarto, selaku pelin- dung kelompok tersebut, pada awalnya pentas tari itu akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah, sekitar dua tahun lalu. "Setelah melihat itu, istri saya LAKON Haryo Penangsang mengusulkan bagaimana bila berkisah tentang perebutan kekuasaan di Pajang antara seni hasil paduan ini dipentas- Haryo Penangsang dengan Ha- kan di Yogyakarta. Langsung saya jawab, tampaknya kok diwijaya. Haryo penangsang tidak rela bila Hadiwijaya yang sangat riskan. Masalahnya di bertahta sebagai raja. Yogya kan ba-nyak pakar tari. Bagaimana bila dicoba di Se- marang du-lu," kata Soegiarto kepada Bernas sebelum per- gelaran dimulai. Usaha Haryo Penangsang itu sudah dicoba diurungkan guru- nya, Sunan Kudus. yang juga guru Hadiwijaya. Namun upaya itu gagal dan Haryo Penangsang Dan setelah membicarakan tetap menantang Hadiwijaya. nya dengan Pangdam IV Dipo- Selanjutnya di-adakan sayemba- negoro, Mayjen TNI Hariyoto ra, yang bisa mengalahkan PS. disepakati Langen Krida Haryo Penangsang akan men- Swara dengan mengambil cerita dapat hadiah bumi Mentaok taskan untuk memeriah-kan Haryo Penangsang akan dipen- dan Pati. HUT Kodam IV Diponegoro. "Seni ini saya akui me-rupakan paduan dua gaya. Jadi memang bukan ketoprak dan juga bukan wayang wong. Rekayasa ini "Ya. Tentu," jawab Ki Sangga Wasesa. PADA bagian lain Guruh juga melontarkan pendapat tentang Pentas "Langen Krida Swara" di Semarang mungkin lebih tepat dibilang reka-paksa," ujar Soegiarto. nangsang sampai ususnya terbu- rai keluar. Namun Haryo Pe- nangsang tetap hidup dan baru meninggal ketika ususnya putus terkena kerisnya sendiri, Kyai Setan Kober. LANGEN KRIDA SWARA HARYO PENANGSANG mo Agak berbeda dengan La- ngen Mandra Wanara, yang mengambil cerita Babad Ra- mayana, cerita yang diambil dalam Langen Krida Swara ini bebas, dapat berupa Ba-bad Menak Ramayana, atau kreasi baru. Demikian halnya kostum yang dikenakan pemainnya juga bebas seperti dalam ketoprak. Namun dialognya tetap dengan tembang seperti layaknya wa- yang wong. Akhirnya yang maju adalah anak angkat Hadiwijaya sendiri yakni Sutawijaya. Oleh ayahnya ia dibekali pusaka Tombak Kyai Pleret. Dengan tombak ini Suta- wijaya menghujami Haryo Pe- kau tentu akan dibebaskan. Te- tapi kau telah dihukum. Kau te- lah membunuh dan kau telah melakukan tindak kejahatan yang harus dihukum. Apa pun alasannya, membunuh adalah tindak kejahatan." "Apakah kau menganggap bahwa aku juga melakukan ke- jahatan jika aku membunuhmu di dalam perang tanding ini?" "Kita sepakat melakukan pe- rang tanding. Sedangkan kau ti- ketika kau bunuh Ki Damar An- dak sedang berperang tanding dap. Justru kau telah mengintai dan kemudian menyergapnya sambil menusukkan sebilah pi- sau di dadanya." "Cukup. Sekarang bersiap- lah." "Dan sekarang kau menyebut dirimu pahlawan." langkanya perusahaan showbiz yang secara serius menangani bisnis pertunjukan di Indonesia. Kalangan pengusaha, artis, seni- man dan masyarakat umum di Indonesia masih beranggapan bahwa bisnis pertunjukan be- "Ki Sangga Wasesa, seandai- nya yang terjadi saat itu adalah ketidak-adilan, maka keputusan terakhir tentu ada pada para pe- tugas di Pajang. Bukankah yang "Persetan dengan igauanmu," memeriksa perkaramu itu para geram Ki Sangga Wasesa. "Mari- petugas di Pajang. Seandainya lah. Kau lihat, langit mendung kau dianggap tidak bersalah ka- menjadi semakin pekat. Di se- rena Demang yang berkuasa pa- belah utara dan sebelah barat da waktu itu telah bertindak se- hujan sudah jatuh dengan deras wenang-wenang dan tidak adil, nya. Bahkan mendung bagaikan lum mampu mensejahterakan para seniman yang menggeluti- nya. "Padahal jika dikelola seca- ra sungguh-sungguh akan mam- pu menyediakan lapangan kerja tetap bagi mereka yang meng- hargai profesionalisme," kata Guruh. GSP sendiri, kata Guruh, baru mencoba memulai gebrakannya dalam bisnis ini. "Kami memu- lainya benar-benar dari nol, ka- rena tak ada perusahaan show- biz lain yang berpengalaman yang bisa membantu memberi bantuan kepada kami, ketika mendirikan GSP. Kami tak bisa bertany atau minta nasehat, ka- rena memang tidak ada perusa- haan showbiz dalam artian se- benarnya di negeri ini," ungkap Guruh. Menurutnya, perusahaan showbiz yang ada di Indonesia selama ini hanyalah berupa en- terprise atau impresario. Peru- sahaan seperti ini bukan me- ngelola showbiz secara total, melainkan hanya mendatangkan artis baik dari dalam maupun luar negeri untuk suatu pertun- jukan. Berangkat dari situasi inilah ia bersama beberapa te- mannya mencoba mendirikan GSP sebagai perusahaan show- biz dalam artian yang sebenar- nya. "Kami mencoba mencipta- kan lapangan kerja bagi para se- niman di Indonesia lewat jalur ini," tambahnya. Dikatakannya, lingkup pro- duksi yang dikelola GSP cukup banyak. Kegiatannya mulai dari pengarah seni, penyelenggaraan pertunjukan (live show maupun rekaman video/film), sampai koreografi untuk berbagai jenis acara. GSP juga menyediakan koreografer untuk pertunjukan tari dan busana, selain menyedi- akan jasa stage crew, penata musik, model, peragawati, pe- nyunting, dan pencipta lagu. (yran/agy) Tata panggung, dengan la-tar belakang layar wayang kulit diisi foto close up wajah Haryo Penangsang dan dua istrinya. Di depannya para penabuh gamel- an yang membuat panggung itu terasa hidup. Bukan panggung kosong lagi bila para pemain belum naik pentas. Panggung untuk pemain justru berada tepat di depan penonton. Ditopang tata cahaya yang pas, kesan kemarahan Haryo Penangsang dan keri- butan antara Hadiwijaya dan Adipati Jipang ini terasa meng- gigit. Karenanya, bila dinilai secara keseluruhan sebenarnya pementasan itu cukup berhasil. Meski demikian toh Soegiarto masih mengharap kesempurna- an seni paduan ini. "Segala kritik dan saran akan kami teri- ma dengan senang hati," pe- sannya. Dan sebelum pementasan dimulai, Soegiarto menyerahkan cinderamata berupa wayang golek Anoman kepada Pang- dam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hariyoto PS. Sementara Pang- dam menyerahkan plakat kepa- da Mentrans. (yup/djo) Bernas/djo lengkung tempurung raksasa di atas kepala kita." Ragapati pun melangkah mendekat. Ia melihat Ki Jaga- baya berdiri beberapa langkah di dekat Ki Sangga Wasesa. Dua orang yang telah ditunjuk oleh Ki Sangga Wasesa berdiri di sisi lain dari arena itu. Betapa se- gannya, namun mereka tidak berani menolak permintaan Ki Sangga Wasesa agar mereka berdua menjadi saksi dalam pe- rang tanding itu. "Kita akan berperang tanding dengan jujur," geram Ki Sangga Wasesa kemudian. Ragapati tidak menjawab. Te- tapi ia pun segera mempersiap- kan diri. ga Demikianlah, maka keduanya Keduanya pun segera memper- pun segera saling berhadapan. siapkan diri untuk berperang tanding. Sementara itu, Ki Sang- Bersiaplah. Para saksi mende- Wasesa masih berteriak, apakah kami berdua bertempur katlah. Kalian akan melihat dengan jujur atau tidak." (bersambung) Color Rendition Chart Rusia Desak Libya S TRIPOLI-Rusia hari Ming nyerahkan agen rahasia pesawat Pan Am 103 di kepada Sekjen PBB Bou dikemukakan Menteri Lua kunjungannya ke Tripoli, dikemukakannya merupall tidak harus menyerahkan langsung kepada PBB dar an tersebut. (Rtr/ndi) Imelda akan Kuburka GENERAL SANTOS - Ma dalam kampanye ke Gen menyatakan, ia berharap Presiden Filipina Ferdina Filipina dalam bulan Mare berlebihan memperlakuk bihan karena besarnya cir lah tiada," kata Imelda di Selatan yang menghadiri luarkan Imelda menangga besarkan masalah pengub menyatakan persetujuanm langsung ke tempat pema dulu di Manila. (Rtr/ndi) DISAMARKAN Sejumlah tam posisi-posisi gerilyawan Tamil di cara disamarkan dengan dedau melancarkan operasi terhadap Asia Tenggara dalam Strateg Yogya, Bernas Karena operasi pasu rak cepat membutuhkan kaian tempat persinggah beradaan pangkalan ata tas militer AS di kawas Tenggara tetap pentin negara adidaya tersebu menerapkan sistem pert keamanan global, yakni hanan keamanan yang m dalkan pasukan gerak ce Demikian pendapat Jendral Purnawirawan Habib, penasihat Me untuk industri strategis, ceramah tentang Keh Militer Amerika Serikat wasan Asia Tenggara, d tas Hukum, Universitas Mada, Sabtu. Asia Tenggara, ujar selain dibutuhkan oleh A gai tempat persinggahar kapal perangnya, juga kan untuk menyambun kaian jalur minyak dari Tengah ke AS dan sekut tunya di Eropa, Amerik serta Jepang. Kesalahan Keberadaan fasilitas AS di Singapura, yang m merupakan kehendak pihak, terjadi karena ke ASEAN sendiri, terutam ACARA E A & PERSAHABATAN.. DAN KELICIKAN WH MANDALA 2 13.00-15 Ba ARIM NUSANT STUD The TIE
