Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-03-02
Halaman: 08

Konten


2.cm 8.SENIN KLIWON, 2 MARET 1992 JAWA TENGAH Banyak Pengusaha Belum Pahami HIP WONOSOBO -- Masih banyak pengusaha yang belum mema- hami Hubungan Industrial Pancasila (HIP). Tampaknya, demikian kata Ketua DPP SPSI, Sektor Perkebunan dan Pertanian, Hartono, mereka hanya ingin mementingkan diri sendiri untuk memperoleh keuntungan lebih besar, sementara itu mereka takut jika para karyawan yang menjadi anggota SPSI akan banyak tuntutan. Hartono mengatakan hal itu kepada Bernas di Hotel Parama. usai memberikan pengarahan terhadap peserta seminar SPSI se- Indonesia pada hari Senin (24/2). Mestinya lanjut Hartono, pe- ngusaha tak perlu kuatir atau takut bila karyawannya menjadi anggota SPSI sebab hal itu justru akan menguntungkan. Dengan masuknya karyawan menjadi anggota SPSI, berarti mereka akan merasa tenang dalam suasana kerja, dengan demikian dapat me- ningkatkan produktifitas. Tuntutan SPSI kata Hartono, sesungguhnya tidak muluk, hanya minta martabat kaum buruh dihargai dan dimanusiakan. Kalau pengusaha belum mampu bayar upah karyawan sesuai standar u- pah minimum, bisa dimusyawarahkan. Diakui, banyak perusahaan belum mendirikan SPSI Unit kerja, padahal untuk menciptakan suasana HIP semua pengusaha harus dan wajib mendirikan SPSI unit. Fungsinya untuk memberi pengarahan terhadap karyawan yang tidak disiplin, "Ya tinggal menegur saja, kalau perlu diberi peringatan tidak harus pimpinan yang menegur," ujar Hartono. (als) Mendesak, Kualitas Sumber Daya Manusia PURWOKERTO -- Masih rendahnya kualitas sumber daya ma- nusia yang kita miliki menjadi salah satu sebab tertinggalnya koperasi dibandingkan dengan badan usaha lain yaitu BUMN ma- upun swasta. Kualitas sumberdaya manusia akhirnya menjadi ke- butuhan yang mendesak bagi gerakan koperasi yang ingin maju sebagaimana Pusat KUD (Pus-KUD) "Mina". Kakanwil Departemen Koperasi Jawa Tengah, Drs HM Iskandar Soesilo menegaskan hal itu dalam Rapat Anggota Tahunan XIV dan Tutup Buku tahun 1991 Pus-KUD Mina Baruna Provinsi Ja- teng dan Rapat Kerja Tempat Pelelangan Ikan Jateng. Acara berlangsung pada hari Senin (24/2) di Baturaden. Rapat anggota dan rapat kerja yang juga akan memilih pe- ngurus baru itu diikuti sekitar 250 utusan dari KUD Mina se- Jateng, dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Jateng, HM Ismail. Hadir juga pada kesempatan itu Ketua DPRD I Jateng, Ir Soekora- hardjo. (oed) Gotong-Royong Makin Bersifat Simbolik KEBUMEN GARUDA/MERPATI-Telepon (024) - 23317 Semarang - Jakarta Semarang - Surabaya Semarang - Bandung Semarang Pangkalan Bun Semarang - Ketapang Smg-sby - Denpasar Smg Sby Balikpapan BOURAQ Telepon (024)-23065 Semarang - Jakarta Semarang - Banjarmasin Semarang - Palangkaraya Semarang - Balikpapan Semarang - Kota Baru Semarang - Sampit Semarang - Samarinda Semarang - Tarakan Semarang - Palu 4 jeni dusu Sembilan kali penerbangan (06.25; 08.10; 10.10; 12.10; 14.10; 15.10; 16.10; 17.00; 18.10 = Rp 105.000,- = Rp 62.100,- 07.00 dan 13.15 13.15 = Rp 85.200,- 08.40 = Rp 145.700,- 06.30 = Rp 199.600,- = Rp 141.300,- 13.15 07.00 = Rp 211.700,- Perbedaan tingkat status sosial dan ekonomi masyarakat yang makin mencolok dewasa ini, menyebabkan nilai- nilai kegotong-royongan makin bersifat simbolik. Pendapat itu dikemukakan oleh Kepala Departemen Penerangan Kabupaten Kebumen, Mingoen kepada Bernas pada hari Sabtu (29/2) di ruang kerjanya. Mulai Se-nin hari ini, dimulai kegiatan bulan bakti LKMD dan Pekan O-rientasi LMD. Dari kegotongroyongan ini, diharapkan tercipta swadaya masyarakat. "Pada kelompok masyarakat yang berbeda, dukungan untuk gotong-royong, tak sepenuhnya kesadaran individu," kata Mi- ngoen. Pada masyarakat pedesaan dimisalkan, ada kaum tani, guru dan pegawai negeri, kemungkinan keikutsertaan kelompok tertentu tak didasari rasa yang tulus, maka terkesan nilai tongroyongan hanya bersifat semu. Akibat yang justru merugikan Catut Nama Pejabat, Sekdes masyarakat yang antara pembuatan atau jembatan, adalah tak terpusatnya tenaga mereka pada satu pekerjaan karena mungkin pekerjaan yang dihadapi bukan hal yang biasa dilakukan. (nwh) Mengkapling Tanah "Berem" TELEPON PENTING RS. Dr. Kariadi, Jl. Dr. Sutomo 16 Semarang 413476; RSU Panti Walasa I, Jl. Dr. Cipto 50 Semarang 26040; Jl. Citarum 98 Semarang 313844; RS St. Elisabeth, Jl. Kawi 1 Semarang 315345; RS Sultan Agung, Jl. Kaligawe Semarang 27070; RS Telogorejo, Jl. Stadion 25571; Polisi 110- Satlantas Poltabes Semarang 22096; Ambulans 118; Pemadam Kebakaran 113; Pengaduan Kerusakan Telepon 117; Gangguan Listrik 217792; PJKA Stasiun Semarang Tawang 24512; Garuda, Jl. Gajah Mada 11 Semarang 20178; Bouraq, JI. Pemuda 40 A Semarang 23779; Merpati, Jl. Gajah Mada 58 B Semarang 23027; Mandala, Jl. Pemuda 40 Semarang 285319; Atlas Taxi: 317833, 315833, 412412. SEMPATI AIR (024) 414086, Semarang - Jakarta Semarang - Balikpapan Semarang-Batam Semarang - Denpasar Semarang - Kuala Lumpur Semarang - Manado Semarang - Mataram Semarang - Medan Semarang - Palangkaraya Semarang Pangkal Pinang Semarang - Surabaya Setiap pukul 14.00 (Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu) = Rp 103.000,- 08.55 = Rp 153.600,- 08.55 = Rp 217.000,- = Rp 211.600,- = Rp 222.500,- = Rp 239.000,- 08.55 08.55 08.55 08.55 DERAYA Telepon (024) - 24039 Semarang - Pangkalan Bun Semarang - Ketapang Semarang Pontianak 08.55 08.55 Pukul 05.45 Pukul 05.45 Pukul 05.45 411929 0630 dan 18.30 09.15 06.30 09.15 Kamis dan Minggu 06.30 06.30 dan 09.15 09.15 06.30 Minggu 09.15 = Rp 199.600,- Selasa, Sabtu, Minggu 06.30 09.15 Semarang, Bernas Kepolisian Sektor (Polsek) Mijen, Semarang mengungkap kasus pencurian Sapi. Tiga o- rang pelaku yang warga Keca- matan Mijen diringkus beserta tiga ekor sapi hasil curian, se- dang seorang tersangka masih buron. Seorang dari ketiga ter- sangka yang dibekuk itu, adalah orang terpandang di desanya. Mereka yang ditangkap ada- lah Mat warga Desa Wonorejo, Ju warga Desa Karangmalang dan San warga Dusun Pucung Desa Kedungpani. = Rp 256.600,- = Rp 297.700,- = Rp 308.700,- = Rp 108.500,- = Rp 170.000,- = Rp 202.975,- Semarang, Bernas Peristiwa perampokan Stasi- un Pompa Bensin Umum (SPBU 44.110) di Jalan Brigjen Sudiarto atau di jalan raya Semarang- Purwodadi Km 11, terungkap sudah. Mobil yang digunakan untuk merampok adalah Suzuki Carry D-7641-YA warna coklat tua milik Drs Suh (45) warga Solo. Perampokan ini dilakukan oleh sembilan orang, seorang di antaranya, berinisial Kas masih buron. Jumlah tersangka peram- pok, keseluruhan mencapai 11 orang. = Rp 108.500,- Rp 295.300,- = Rp 289,800,- = Rp 128.100,- = US $ 197 = Rp 425.100,- Namun dua tersangka yang ditangkap terakhir, yaitu Drs Suh (45) sebagai pemilik mobil dan Dar (30) pencari mobil se- waan tak langsung terlibat, mes- ki keduanya kemudian tahu bahwa mobil itu digunakan un- tuk kejahatan. = Rp 154.500,- = Rp 385.500,- = Rp 193.000,- = Rp 56.600,- Diantar petugas Polsek Mijen, saat itu juga Rochamin meneliti sapi yang jumlahnya tiga ekor Polsek Mijen sebenarnya la- itu miliknyakah atau bukan. ma mencurigai tersangka Mat Ternyata semua sapi itu me- BERNAS TETAP SULIT-Sekalipun bulan ini masih terhitung musim hujan, peternak tetap sulit mencari rumput. Agar peliharaannya tetap hidup, mereka terpaksa masuk keluar hutan sejauh 10 kilometer dari rumahnya. Rumput itu kemudian diangkut dengan sepeda atau pokan SPBU 44.110 pada hari Minggu 23 September 1991 pukul 02.00 itu, An alias Ba- gong, Pu alias Kopral, Sdm dan Kas (masih buron), mereka pen- duduk Mranggen Kabupaten Demak. Selebihnya ialah And dan Jk penduduk Solo, serta tiga orang tersangka lainnya. Menyesal Mengapa Korban Pembacokan Masih Hidup Tegal, Bernas Karena tersinggung lantaran dikira nyolong pisang, Sar (36) penduduk Desa Dampyak Lor Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, nekat menghabisi nyawa Turjani (40) tetangganya dengan membacok kepala, dada dan ta- ngan. Namun korban yang di- sangka mati, ternyata masih hi- dup dan kini dirawat di Ruang Gawat Darurat RS Texin, dan karena itu Sar menyesal. Peristiwa yang terjadi Sabtu sore (29/2) itu, menurut bebera- pa tetangganya bermula dengan seringnya Turjani menanyakan buah pisangnya yang sering hilang kepada Sar, karena lokasi Kendal, Bernas Tanah berem seluas hampir empat hektar milik Dinas Peker- jaan Umum Pengairan Provinsi, dikapling oleh DS, Sekretaris Desa Bangunsari Kecamatan Pa- tebon dengan mencatut bebe- rapa nama pejabat Kendal. Di antaranya, Drs Nur Achmad mantan Sekwilda yang kini Bu- pati Banjarnegara, Sehono (Pembantu Bupati Wilayah Ken- dal) H Abdul Wahab BA (Camat Patebon), Danramil serta Ka- polsek Patebon. Pengkaplingan tanah berem yang ditandai dengan keluarnya letter D atas nama beberapa pe- jabat itu mengundang pertanya- an warga Bangunsari. Pasalnya, letter D yang dikeluarkan Kan- tor Inspeksi Ipeda Semarang dan ditandatangani oleh kepala kantor itu, Soewarno SH pada tanggal 6 April 1989, diduga keras palsu. Sebab berdasarkan surat Kepala Cabang Dinas Pe- kerjaan Umum Pengairan Pro- vinsi Jawa Tengah Bodri, Soe- mardjo BIE, disebutkan tanah berem Kali Bodri yang pengga- rapannya berizin kolektif atas nama Harjo Kumaeri, Kepala Desa Bangunsari, mulai diminta- kan izin pada tahun 1986 dan berakhir 1991. Sebab itu, bila letter D keluar sebelum tahun 1991, sudah barang tentu palsu. Sebenarnya masalah pengka- plingan tanah berem tidak bakal diutak-atik jika tak ada infor- masi bahwa tanah itu diperjual- belikan, dan kemudian mereka menelusuri sejauh mana kebe- naran dan keabsahan letter D atau tanda kepemilikan tanah tersebut. Mereka selanjutnya menemukan bahwa letter D yang dibagi-bagikan kepada pa- kebun mereka bersebelahan. O- leh Sar pertanyaan itu dianggap tuduhan bahwa dirinyalah yang sering mengambil buah pisang milik korban. Sebelum peristiwa pembaco- kan, sebetulnya pernah juga didahului cekcok, dan sering kedunya dilerai oleh tetangga. Rupanya hal ini menjadikan Sar dendam Sar dan berlanjut de- ngan rencana membunuh Tur- jani. Maka pada Sabtu sore seperti biasa Turjani pulang dari kebun menyusuri sungai, persis di tengah jalan setapak yang selalu dilewati, Sar mencegat dan langsung membacok. Dengan tiga kali bacokan. Turjani terkapar dan karena Polsek Mijen Ungkap Kasus Pencurian Sapi dan Ju, namun belum cukup mang milik Rochamin, dan saat bukti untuk membekuk. Pada itu juga Mat diburu. hari Jumat (28/2), beberapa warga dari Dukuh Wonorejo melapor ke Polsek Mijen, ada- nya tiga ekor sapi di perkebun- an. Setelah dicek, tiga ternak itu diakui sebagai milik Mat. Na- mun pada saat yang sama, Ro- chamin warga Desa Gondoriyo melaporkan kehilangan tiga ekor sapi. Setelah Mat ditangkap, ter- ungkaplah pelaku pencurian itu. Dalam pemeriksaan Mat menga- takan, pencurian ini atas suruh- an blantik Ju. Sedang yang mencarikan adalah tersangka San. sasaran mong Desa Bangunsari ternyata memang palsu. Beberapa warga yang mem- beli tanah berem itu antara lain, Sinem. Rojak, Saing, Wasdi serta Ahmad Rohani. Sejak kasus ini muncul. Sekdes DS sudah me- nukar tanah berem yang dibeli, Sinem dengan tanah miliknya sendiri. Tapi itu bukan berarti kasusnya selesai, sebab mereka yang membeli tanah itu masih mengharapkan penyelesaian se- cara adil. Pencarian terhadap Dar, 11 penumpang. Namun di jem- menurut Kaunit Crime Squad batan Sungai Babon, Drs Suh Poltabes Semarang Letda Pol dan Dar diminta turun dulu. Tukino SH, membutuhkan wak- Dan sekitar pukul 02.15, ia su- tu dan kesabaran. Karena tiap dah dijemput lagi dan diajak kali rumahnya didatangi, ter- pulang ke Solo. sangka baru saja meninggalkan rumah. Setelah beberapa hari ditunggu, barulah pada hari Sabtu (29/2) pagi Dar dibekuk juga di rumahnya. Malam sebe- lumnya, ia baru kembali me- ngendarai Suzuki Carry. Drs Suh dan Dar mengung- kapkan, dalam perjalanan pu- lang mobil itu berhenti di dae- rah hutan sekitar Purwodadi. Di sini ia menerima pembayaran u- ang sewa mobil Rp 50.000, dan Drs Suh dan Dar dalam pe- sisanya dibagikan kepada ang- meriksaan mengaku, mobil di- gota kelompok itu. Melihat ke- Sembilan tersangka yang sewa Rp 50.000/hari. Tatkala jadian tersebut barulah Drs Suh terlibat langsung dalam peram- digunakan ke Semarang untuk menyadari bahwa mobilnya o-" Camat Patebon, Abdul Wahab yang ditemui di ruang kerjanya pada hari Rabu (26/2) mengatakan, persoalan yang berkaitan dengan kasus Sekdes Bangunsari sudah selesai. Ta- hun mendatang, tanah beremitu akan dikembalikan lagi kepada pemiliknya, Dinas PU Pengairan Provinsi. Hal ini selaras dengan suratnya, tertanggal 14 Juni 1991 yang isinya, agar nama pejabat tadi segera dihapus dari kepe- milikan tanah itu. Kepala Desa Bangunsari yang ditemui pada hari yang sama di ruang kerjanya, Harjo Kumaeri membenarkan munculnya kasus tersebut. Menurut pendapatnya, kasus itu sebenarnya tak perlu ada andai şekdesnya tidak bersi- keras ingin menguasai tanah berem. Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan Bernas, kenekadan DS dilatarbelakangi adanya dukungan seorang peja- bat yang namanya tercantum dalam letter D1. Nasib tanah itu lalu tidak menentu, karena 30 warga keti- ka itu telah siap mendaftarkan diri sebagai petani penggarap yang, tiap kapling tanah kelak dikenakan biaya Rp 75.000. (sdt) Bernashoe jalan kaki saja, dan pemandangan seperti ini mewarnai keseharian di kawasan hutan jati Jiken Kesatuan Pemangkuan Hutan Cepu di Kabupaten Blora. Karena jalan menanjak, maka mereka menuntun sepedanya secara beriringan beroperasi pada hari Sabtu 22 leh Dar dipinjam untuk meram- September 1991, keduanya dia- pok. jak serta. Maka dalam perjalan- Dalam menjalankan aksinya, an dari Solo itu, mobil memuat mereka berhasil membawa ka- tujuh orang. bur uang tunai Rp 838.000 dan menyadera dua orang karyawan pompa bensin. Selain itu, karya- wan bernama Petrus Imam Pu- Setiba di daerah Mranggen, penyewa mobil menjemput em- pat orang lainnya. Artinya, mo- bil sekecil itu kemudian berisi djadi (29) mengalami luka jari tangannya, akibat bacokan sen- jata tajam. Kedua tersangka, Drs Suh dan Dar serta barang bukti Su- zuki Carry, untuk sementara di- amankan di Mapoltabes Sema- rang. Keterlibatan keduanya secara langsung masih dalam penyelidikan. Diharapkan dari mereka ini akan dapat diketahu- i, sejauh mana penggunaan mo- bil tersebut tiap hari. "Sebab dari beberapa kejadian sebe- lumnya, kawanan perampok se- lalu menggunakan mobil seje- nis," kata narasumber di Polta- bes Semarang. (rif) dikira sudah mati maka korban dibiarkan saja. Oleh beberapa warga yang belum pulang dari kebun, korban dilarikan ke rumah sakit sementara lainnya melapor ke kepala desa. Malam itu juga Sar ditangkap tanpa perlawanan, dan di depan petugas Polsek Kramat dia me- ngaku terus terang telah mem- bacok lawannya tiga kali. Tahu bahwa Turjani masih hidup dan dirawat di rumah sakit, Sar ke- pada petugas menyatakan me- nyesal, mengapa korbannya jus- tru masih hidup padahal ia menghendaki Turjani mati. Akibat perbuatannya, kini Sar menginap di tahanan Mapolsek Operasi kaset video bajakan akan tetap dilaksanakan di wila- yah Poltabes Semarang, karena hasil operasi kilat yang dilang- sungkan hari Kamis (27/2) be- lum maksimal. Sejak adanya o- perasi yang diperintahkan oleh Menko Polkam, menjadikan be- berapa tempat persewaan tutup dan sebagian mengurangi jum- lah kaset yang dipajang di eta- lase. Kasatserse Poltabes Semarang Kapten Pol Drs Noer Ali yang ditemui Bernas menjelaskan, kaset video bajakan ini sebenar- nya sangat merugikan masyara- kat. Selain gambarnya tidak je- las, juga kaset itu berakibat merusak head video player "Namun yang lebih dirugikan adalah negara, karena tidak me- nerima pemasukan pajak," ujar Noer Ali. Operasi Kaset Bajakan akan Terus Dilaksanakan Semarang, Bernas Sebab itu, Poltabes akan terus melaksanakan operasi yang dilakukan bersama Kodim. "Operasi ini akan dilakukan secara mendadak, tidak mem- punyai jadwal tetap, kalau di- jadwal bisa saja bocor dan tidak memperoleh hasil," kata Kasat- serse. Sinyalemen tersebut dikemu- kakan Ismail kepada wartawan Tersangka Ju yang oleh war- seusai meresmikan sejumlah ga Mijen dikenal sebagai blan- proyek pembangunan, di Hotel tik dalam pemeriksaan mengaku Puri Asri Magelang, pada hari juga sebagai pelaku pencurian Sabtu (29/2). Peresmian 417 beberapa sapi sebelumnya. Bahkan tahun lalu, ketika di daerah Mijen terjadi kasus pera- cunan sapi dan kerbau, tersang- ka juga terlibat. Namun ketika itu tak ada bukti yang kuat. proyek di Magelang untuk ta- hun anggaran 1991/92 yang me- nelan biaya lebih dari Rp 4,07 milyar itu dipusatkan di pelatar- an Taman Rekreasi Kyai Lang- Kini Polsek Mijen masih men- cari barang bukti seekor sapi Dalam catatan kejadian di Polsek Mijen, pencurian sapi di wilayah Desa Gondorijo sudah betina yang sedang hamil, kare- yang ketiga ini. Adapun yang na menurut pengakuan Ju, sapi sangat membuat warga Wono- itu sudah dijual ke Magelang. rejo terkejut adalah ditangkap- Tentang seorang tersangka yang nya Mat, karena di kampungnya buron, Polsek tidak bersedia ia terpandang. menjelaskan. (rif) Tutupnya persewaan kaset video, disebabkan mereka takut terkena operasi, lantaran sebagi- Kramat untuk pengusutan lan- jut. Sementara itu Kepala Desa Dampyak Lor, Rustopo menje- laskan sebenarnya permusuhan kedua warga itu sudah berlang- sung lama. "Dan kami selaku perangkat desa sudah berulang kali memberikan pengarahan dan penjelasan agar masalah diselesaikan secara kekeluarga- an saja," katanya. Rustopo menyatakan pula bahwa yang memberi tahu pe- ristiwa itu kepada petugas kea- manan ialah dirinya bersama perangkat desa serta masyarakat setempat, termasuk saat meng- gerebek rumah Sar. (bdp) an besar pengusaha persewaan kabarnya tidak tahu mana kaset yang asli dan mana yang "pal- su". Ketidaktahuan dikarenakan produser tidak menjelaskan pada saat mengirimkan, dan ha- nya mengatakan, "Ini film baru." Alasan lain, bila sampai ter- jaring operasi, maka yang me- nanggung kerugian adalah pe- milik persewaan. Sebab, bila sampai kaset video hilang, pe- milik persewaan harus meng- ganti sesuai harga yang ditentu- kan. Karena sekarang berlaku sistem sewa bulanan. Sedang bi- la beli harganya berkisar Rp 35.000-Rp 50.000. Los Pasar Runtuh, Lima Mobil Perampok SPBU 44.110 Ditemukan di Solo Orang Menjadi Korban Slawi, Bernas Pada umumnya para peda- Lima orang luka berat dan gang merasa senang dibuatkan puluhan lainnya luka ringan, los baru pengganti los lama ketika los pasar yang mereka yang tak layak pakai. Apalagi tempati di Jatibogor Kecamatan tidak dipungut biaya yang begi- Suradadi Kabupaten Tegal run- tu memberatkan, jadi sebagai tuh pada Jumat pagi (28/2). A- pedagang kecil cukup puaslah, kibatnya runtuhnya bangunan ujar mereka. yang baru 75 persen selesai itu, kelima korban dilarikan ke Ru- mah Sakit Texin di Tegal. Ke- lima korban itu Tarudi (50), Kasduki (40), Wafi (40), Rahayu (35) serta Riyadi (4). Pembangunan los pasar Jati- bogor dimulai tanggal 15 Janua- ri dan ditangani oleh kontraktor pelaksana tunggal yaitu CV Talang Mas yang mendapat or- der dari Pemda melalui proyek Pada umumnya para korban Proyek Wilayah Kecamatan reruntuhan mengalami luka ke- Terpadu. Namun dalam pelak- pala dan punggung, kendati sanaannya hingga roboh baru menurut beberapa perawat kon- 75 persen bangunan yang diga- disi pasien tidak terlalu berba- rap. haya. Seperti diberitakan Bernas (28/2), dalam operasi mendadak yang dilakukan hari Kamis (27- /2) berhasil disita 3.764 buah kaset video bajakan dari dela- pan tempat persewaan. Hasil ini memang belum maksimal, bila melihat ada 77 persewaan kaset video di Semarang. Kasatserse Poltabes Semarang mengharapkan kepada pengu- saha persewaan kaset video, se- belum terkena operasi lebih baik menyerahkan kaset yang diragukan keasliannya. Sebab, jika tidak dan kelak mereka terjaring, maka kasusnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku. (rif) Menurut Ismail, dalam meng- hadapi situasi keamanan menje- lang puasa, lebaran, pemilu dan SU MPR, aparat keamanan harus meningkatkan aktivitas. Itulah sebab, pada saat-saat tertentu aparat harus bertindak tegas. Bahkan jika perlu dengan cara operasi penanggulangan keja- hatan (OPK), yakni ditembak. Lebih lanjut dikatakan, meli- hat peningkatan kriminalitas akhir-akhir ini, bukan sesuatu yang mengada-ada kalau dikata- kan ada pihak-pihak yang me- ngail di air keruh. Mereka se- ngaja menebarkan keresahan dan ketakutan agar masyarakat sulit berkonsentrasi untuk ikut serta dalam pembangunan. Ma- syarakat akan kehilangan greget karena suasananya menakutkan, seperti yang dikehendaki ok- num-oknum itu. geng. Usai meresmikan, Gubernur Dalam peresmian proyek, meninjau beberapa proyek di antaranya kompleks Pusat Jajan Gubernur mengharapkan agar Serba Ada (Pujasera) dan kom- Kodya Magelang dapat membo pleks perkiosan pasar buah dan yong Penghargaan Adipura Tantangan Kaum Muda akan Semakin Berat Brebes, Bernas desaan. Masalah ini sangat men- jadi perhatian, nyatanya kantor Menpora memiliki program Sarjana Penggerak Pembangun- an Pedesaan (SP-3). Dalam menghadapi era globalisasi yang lajunya bersamaan dengan pembangunan jangka panjang tahap II, maka tantang- an kaum muda akan semakin berat. Kaum muda tak hanya ditantang untuk mengejar ketinggalan dari bangsa lain, akan tetapi juga menghadapi berbagai masalah di bidang lapangan kerja. Untuk itu kaum muda harus mempersiapkan diri mela- lui pendidikan formal secara maksimal sebagai upaya pe- ningkatan kualitas diri. Direktur CV Talang Mas sela- Menurut saksi mata, peristiwa ku pelaksana tunggal, Toto Su- yang tanpa ditandai gejala apa- giarto mengatakan bahwa biaya pun itu berlangsung sekitar pu- kelima korban akibat runtuhnya kul 08.30 yang sedang riuh. Ti- bangunan los yang ditangani, ba-tiba terdengar gemeretak da- sepenuhnya tanggung jawab ri bagian atap dan langsung dirinya selaku pelaksana pro- yek. (bdp) runtuh. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Ir Akbar Tanjung mengemukakan hal itu dalam pengarahannya pada seminar kepemudaan dan keorganisasi an se-Jateng pada hari Sabtu (29/2) di gedung DPRD Kabu- paten Brebes. Seminar bertema Pembinaan dan Pengembang- an Generasi Muda yang Ber- kualitas Menyongsong Pemba- ngunan Jangka Panjang Tahap Kedua, dihadiri oleh utusan organisasi pemuda se-Jateng dan berlangsung selama dua hari. Menurut Menpora, era globa- lisasi telah menggeser cara kerja masyarakat tradisional yang cenderung menggunakan fung- si-fungsi "otot" dalam cara kerja yang amat modern, yakni yang lebih bersandar pada kemam- puan intelektual dan profesio- nalisme. Dengan kualitas kedua- nya, pemuda mampu memanfa- atkan abad informasi dan meng- arahkan masyarakat dan bangsa kearah modernisasi. "Kenyataan itu merupakan tuntutan bangsa di abad XXI yang mengarah ke peningkatan kaulitas manusia. Bangsa ini akan dapat menjadi besar dan modern bila ada komitmen kuat dan kerja dari kaum muda ter- hadap peningkatan kualitas," tutur Menpora. Masih 87 Desa, yang Dinyatakan Terisolasi Ada Oknum yang Tebarkan Keresahan Magelang, Bernas pedagang kaki lima di Jalan 1- khlas. Gubernur Jawa Tengah HM Ismail mensinyalir ada oknum- oknum tertentu yang menebar- kan keresahan dan ketakutan dalam masyarakat. Hal itu bu- kan sekadar didasarkan atas ke- curigaan menjelang pemilu, me- lainkan berdasarkan hasil eva- luasi yang disesuaikan dengan tanda-tanda semakin dekatnya bulan puasa, lebaran, pemilu dan SU MPR. Banyumas, Bernas Di Jawa Tengah masih ada 87 desa yang dinyatakan terisolasi, 228 desa tergolong miskin dan 745 desa dinyatakan kritis. De- sa-desa itu adalah sebagian dari 8.467 desa yang ada di Jateng. Selain kategori tersebut, 7.000 desa di antaranya padat pendu- duk, dan 337 desa lainnya ja- rang penduduk. Kepala Direktorat Bangdes Jawa Tengah, Drs Panji Sumo- narto mengatakan hal itu, Sabtu (29/2) dalam acara Temu Wica- ra Juara Lomba Desa Tingkat II se-Jawa Tengah. Acara dilaksa- nakan di Desa Karangtengah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, diikuti oleh para kepala desa/juara di tingkat kabupaten se-Jateng. Bila dilihat dari kriteria atau tingkatan desanya, maka dari jumlah desa yang ada di Jateng, 8289 desa adalah desa swasem- bada, sisanya swakarya. Desa yang tergolong swadaya di Ja- teng sudah tak ada lagi. Khusus seluruh desa di Kabupaten Ba- nyumas, sudah termasuk desa swasembada, kata Panji Sumo- narto. Akhir Pelita V dari 8467 desa di Jateng diharapkan sudah jadi desa swasembada, sekaligus de- sa pelopor P-4. Kini desa swa- sembada yang jadi desa pelopor P-4, pelopor pertama 3.934 de- sa, pelopor madya 2890 desa, pelopor utama 130 desa. (oed) Kencana, seperti Kodya Sura- karta. Untuk itu, partisipasi ma- syarakat Magelang dalam me- melihara kebersihan, ketertiban dan keindahan harus ditingkat kan. Ismail juga menyatakan bang- ga dan haru, karena dalam za- man yang serba menuntut mate- ri ini partisipasi masyarakat da- lam pembangunan masih tinggi. Hal ini dibuktikan dengan 417 proyek yang diresmikan, 98 di antaranya dibiayai dengan swa- daya murni masyarakat sebesar Rp 65.865.000. Nilai swadaya itu antara lain berupa tanah untuk pengembangan jalan yang dibe- rikan secara suka rela tanpa ganti rugi. Karenanya secara pribadi maupun atas nama pemerintah, Ismail menyampaikan rasa teri- ma kasih. "Saya ucapkan sela- mat dan penghargaan setinggi- tingginya kepada masyarakat yang terkena proyek, dan tidak minta ganti rugi," ujarnya. (tle/ria) Masalah besar Dikatakan pula, masalah kesempatan kerja dan lapangan pekerjaan adalah masalah besar yang dihadapi generasi muda. Diperkirakan, jumlah angkatan kerja selama Pelita V terdapat 11,9 juta. Dalam bidang ketena- gakerjaan, bukan hanya lapang- an kerja yang terbatas, melain- kan sering kali kualifikasi yang diminta pasar kerja tidak dapat dipenuhi. Akibatnya, selain lo- wongan kerja banyak yang ti- dak terisi, juga tenaga kerja yang ada bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidik- an dan keahlian yang dimiliki. Disebutkan oleh Akbar Tan- jung, dewasa ini tingkat pendi- dikan generasi muda masih ren- dah. Dari 132 juta generasi mu- da (usia 35 tahun), terdapat 37,9 juta yang masih usia seko- lah (6-24 tahun). Sedang yang berpendidikan SD meliputi 26,6 juta, SLTP 5,8 juta, SLTA sekitar 4 juta dan sisanya 1,5 juta ada- lah generasi muda tamatan per- guruan tinggi. Selain itu sebagi- an besar, 90,7 juta tinggal di pedesaan dan 42,1 berada di perkotaan. Berbagai program untuk ge- nerasi muda diberikan oleh pemerintah termasuk tantangan untuk membuat generasi muda betah dan senang hidup di pe- Wonosobo, Bernas Bupati Wonosobo Drs Soe- madi akan menindak aparatnya secara tegas, jika hasil penelitian oleh tim peneliti membuktikan, adanya sensus politik yang di- lakukan oleh aparat desa se- tempat, melalui ketua RT/RW beberapa hari lalu. Pelaku Sensus Politik akan Ditindak Tegas Menurut keterangan Sundi- yah, pendataan semacam itu se- mata-mata adalah inisiatif kepa- la desa, bukan perintah dari a- tasan. Dikatakan pula, sensus politik hanyalah isu dari pihak Kendal, Bernas Warsini (41) dan Tukimun (45) warga Dukuh Truko, Desa Surokonto Kulon Kecamatan Pageruyung, hari Kamis (27/2) terpanggang api dari meledak- nya jerigen bensin di rumahnya. Akibat musibah itu, Warsini me- ninggal dengan luka bakar di sekujur tubuh, sedang suaminya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Suwondo, Kendal. Menurut Sukarman, tetangga sebelah rumah yang ditemui di tempat tinggalnya, Jumat (28/2), ia baru menyadari ada musibah, ketika mendengar ledakan ber- asal dari rumah Tukimun. Ia bergegas menuju ke sumber su- ara, betapa kaget tiba-tiba dari dalam rumah muncul "manusia api" yang menjerit-jerit minta tolong. Belum sempat beranjak dari tempatnya berdiri, dari dalam rumah muncul lagi seorang pria yang "berselimut" api. Dalam situasi yang sangat menceng- kam, beruntung tetangga lain berduyun-duyun berdatangan. Beberapa di antaranya berusaha memadamkan api yang memba- kar tubuh dan pakaian korban yang tak lain Suwarsih, lainnya berusaha menolong Tukimun. Warga Dukuh Truko juga di- kejutkan nyala api yang mulai membakar rumah. Berkat kesi- gapan mereka serta rasa go- tong-royong yang tinggi, api Menghapus batas Selanjutnya Menpora mengi- ngatkan, masyarakat Indonesia memasuki abad XXI akan me- ngalami berbagai perubahan besar akibat derasnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolo- gi, khususnya di bidang komu- nikasi dan informasi. Kemajuan di bidang informasi seakan telah menghapus batas antarbangsa dan membuat dunia menjadi se- demikian kecil. Demikian penegasan Bupati Wonosobo melalui Kasubag Pe- mberitaan Humas Pemda Wo- nosobo, Sundiyah kepada Ber- nas di kantornya pada hari Ka- mis (27/2). Adapun kegiatan yang dilakukan oleh perangkat Desa Ngadisono Kecamatan Ka- liwiro, katanya, hanya terbatas pendataan untuk mengetahui datangi tiap rumah penduduk. perkiraan jumlah hak pilih, bu- kan sensus politik. (Bernas 18/2) POUVON Fenomena kemajuan teknolo- gi informasi telah membuat saling keterkaitan antarbangsa dan menciptakan suasana glo- balisasi. Posisi lintas geografis Indonesia semakin memperce- pat proses globalisasi yang pada akhirnya mendatangkan dam- pak positif maupun negatif. PAY PENED Ditambahkan oleh Menpora, secara kultural kehidupan bang- sa tidak pernah terisolasi dari kehidupan dunia luar. Meskipun demikian, kejelekannya kadang- kala tidak memiliki waktu untuk berpikir dan menyeleksi berba- gai informasi serta budaya luar yang masuk. Dengan demikian, masyarakat dewasa ini mudah terintervensi oleh sesuatu yang datang dari luar. "Secara supervisual tata hidup sehari-hari sebagian masyarakat sudah tidak begitu jauh dengan tata kehidupan masyarakat luar, dan itu tercermin dari yang sepele seperti mode pakaian, makanan, hiburan maupun la- innya. Gaya hidup global justru yang paling digemari oleh kaum muda," katanya.. (bdp) APA-S tertentu yang memanfaatkan si- tuasi menjelang pemilu. Jerigen Bensin Meledak Suami Istri Dipanggang Api "Padahal situasi sekarang ini seharusnya 'kan menciptakan i- klim sejuk, terutama di lingku- ngan masyarakat pedesaan, bu- kannya malah dimanfaatkan. Itu sama saja mengail ikan di air keruh," kata Sundiyah. Tim peneliti yang diterjunkan oleh Pemda Kabupaten Wono- sobo tambah Sundiyah, adalah tim khusus terdiri dari unsur pemerintah daerah, itwilkab dan sospol, menanggapi pemberita- an adanya sensus politik di De- sa Ngadisono yang dilakukan o- leh ketua RT/RW dengan men- Menurut Sundiyah ketika itu, tim khusus yang diterjunkan ke Ngadisono sedang bekerja, ma- ka belum diketahui hasilnya. "Hasilnya masih dalam penggo- dokan," ujarnya. (als) berhasil dikuasai sepenuhnya. Namun kondisi korban sudah sangat menyedihkan. Sekitar pukul 22.30, suami is- tri itu dibawa ke RS Suwondo. Namun karena luka bakar yang dialami Suwarsih amat parah, ia meninggal. Sementara itu, Tuki- mun terbaring lemah. Suwarsih-Tukimun sebenar- nya punya dua anak. Tatkala musibah terjadi, kedua anaknya sedang tidak di rumah. Jadi, hanya mereka berdua yang tahu persis asal-usul meledaknya je- rigen berisi bensin di rumahnya. Informasi yang berseliweran di antara warga menyebutkan, kemungkinan, sebelum peris- tiwa terjadi, Suwarsih mencoba mematikan lampu petromaks di rumah yang sekaligus toko itu. Sebelum lampu benar-benar pa- dam, petromaks itu, diletakkan begitu saja tanpa memperhati- kan bahwa di sebelahnya ada- lah jerigen bensin. Tanpa disadari, lampu petro- maks yang matinya pelan-pelan ini masih sempat memanaskan suhu bensin. Dalam waktu sing- kat, bensin dalam jerigen mele- dak dan jilatan apinya terlempar ke seluruh ruangan. Dan pada saat bersamaan, Suwarsih dan suaminya berada di dekat lam- pu. Akibatnya, seluruh pakaian dan tubuh keduanya dimakan a- pi, demikian pula beberapa bagian rumahnya. (sdt) Bernas bes MASIH MENGANGGUR -- Stasiun kereta api di kota Purworejo, diusulkan agar difungsikan lagi. Sejak tahun 1976, stasiun ini menganggur. Meskipun demikian karyawan stasiun ini tetap aktit bekerja. Karena tidak berfungsi, gedung stasiun dimanfaatkan sebagai pasar durian. Color Rendition Chart SURA Masjid Hasil Swadaya SRAGEN- Sebuah masjie 20 juta, diresmikan pemban Sukmadi, Kamis malam (30. Mojomulyo, Sragen Kota itu kan prakarsa dari keluarga Dalam kesempatan itu, De daya dari umat Islam yang tensi pembangunan yang san sebab itu, Sukmadi yang ju kepada umat Islam untuk b kan wadah partisipasi dar Dikatakan, dari dana BAZ disumbangkan kepada 20 m dan orang jompo.(ptg) Wisma Pustaka Kuma SOLO Peninggalan lela apapun bentuknya harus d Untuk melestarikan budaya telah dibentuk Paheman W Agar wujud pelestarian bertempat di Gedung Perp madaya Surakarta R Harton Pustaka Kumambang deng Dengan diresmikannya terletak di Tirtomoyo Sole dirawat sebaik-baiknya sehi pengunjung dan menumbr buku-buku budaya Jawa tentang Budaya Jawa itu ba Program Kegiatan KH SOLO - Program-program yang sedang Kuliah Kerja M guna bagi kebutuhan masy butuhan yang tergolong maupun nonfisik. "Oleh sebab itu, mahasis tanggap terhadap kebutuha ditempati. Di samping juga yang sudah diberikan dari Prof Koento Wibisono saat Wonogiri, Sabtu (29/2). Kebutuhan yang tergola digunakan untuk lokasi KK kut sarana vital yang dibut nya sarana tempat air ber dibutuhkan sarana seperti Akan tetapi di lain pihak utama, seperti perlunya per Dalam kesempatan terse ngamati hasil kerja mahasi matan, yakni: Ngadirojo, B moko, Wuryantoro, dan W KINCIR KKN-Rektor UNS, Prof mahasiswa KKN UNS di Desa Sen nogiri. Kincir tersebut belum bert tersebut sangat lamban. TELEPON P RS Dr. Moewardi Surakarta, JI Kol. Sutarto 134 Solo 32446-R -RS Brayat Minulya, Jl. Tagore Jl. Ronggowarsito 88 Solo 43978 37075, 43076-JI. Nias 2 Solc Riyadi 261-263 Solo 35394 Kliwon 52 Solo 43013, 36423, 2 Surakarta 43057,36750- Ru Polwil Solo 34510-RS Kasih Polisi 110-Satlantas Polres 5 Pemadam Kebakaran 113,3 Gangguan Listrik 32895- P. Garuda, Jl. Sugiopranoto 22 S 34376. Solo Central Taxi, Jl. Adisucip JADWAL PENERBANGAN GARUDA Solo - Jakarta Solo-Surabaya Solo-Balikpapan Solo - Banjarmasin SEMPATI, mulai tanggal 15 Solo-Jakarta Hubungi (0271) 46240, 45702 Jakar PENCARIAN identitas seorang, seringkali me disikan pribadi pada upaya yang kadang di 'ulah kegilaan'. Pencaria berwarna kegilaan' sem menghadirkan hitamnya sumbang dari orang lain. pis suara-suara sumbang dimuntahkan orang it menjadi sebagian jalina nempaan mental. "Komentar seperti tida kurang kerjaan, bahkan waras, sudah bukan kata lagi bagi saya. Sindirar menyakitkan," kata Ribow datar, seolah paham, bah lam hidup ini memang a gelap dan sisi terang ya terelakkan. Ribowo dengan ulahn mang mengundang bany mentar. Menapaki jalar Jakarta - Surabaya dengan palsu yang dikenal c nama egrang atau jangki memang bukan sesuatu ya asa. Tapi, justru ke-luar- an itulah yang dicarinya, juangkannya, hingga bers keringat sepanjang hari pun. Kerinduan untuk men kan jarak 850 km, dan sem pantang menyerah telah nuntunnya melewati kot di Jabar dan Jateng selan