Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-03-02
Halaman: 09

Konten


uda SURAKARTA ini sangat men- nyatanya kantor miliki program ak Pembangun- P-3). -nghapus batas Menpora mengi- arakat Indonesia XXI akan me- gai perubahan rasnya kemajuan an dan teknolo- di bidang komu- masi. Kemajuan masi seakan telah tas antarbangsa unia menjadi se- emajuan teknolo- telah membuat tan antarbangsa an suasana glo- lintas geografis akin memperce- alisasi yang pada latangkan dam- ipun negatif. n oleh Menpora, kehidupan bang- h terisolasi dari ia luar. Meskipun ekannya kadang- iliki waktu untuk enyeleksi berba- erta budaya luar engan demikian, wasa ini mudah eh sesuatu yang r. rvisual tata hidup agian masyarakat gitu jauh dengan masyarakat luar, rmin dari yang mode pakaian, iran maupun la- dup global justru gemari oleh kaum a. (bdp) olitik gas memanfaatkan si- g pemilu. uasi sekarang ini n menciptakan i- utama di lingku- xat pedesaan, bu- dimanfaatkan. Itu ngail ikan di air undiyah. -yang diterjunkan Cabupaten Wono- Sundiyah, adalah erdiri dari unsur erah, itwilkab dan nggapi pemberita- sus politik di De- yang dilakukan o- RW dengan men- umah penduduk. ndiyah ketika itu, ng diterjunkan ke dang bekerja, ma- ketahui hasilnya. ih dalam penggo- ya. (als) dak ng Api masai sepenuhnya. Hisi korban sudah edihkan. Kul 22.30, suami is- a ke RS Suwondo. na luka bakar yang rsih amat parah, ia sementara itu, Tuki- g lemah. Tukimun sebenar- dua anak. Tatkala di, kedua anaknya di rumah. Jadi, a berdua yang tahu sul meledaknya je- ensin di rumahnya. yang berseliweran arga menyebutkan. m, sebelum peris- Suwarsih mencoba ampu petromaks di sekaligus toko itu. pu benar-benar pa- haks itu, diletakkan anpa memperhati- di sebelahnya ada- ensin. adari, lampu petro- hatinya pelan-pelan mpat memanaskan Dalam waktu sing- dalam jerigen mele- an apinya terlempar uangan. Dan pada aan, Suwarsih dan erada di dekat lam- wa, seluruh pakaian eduanya dimakan a- n pula beberapa hnya. (sdt) Bernas bes k tahun 1976, stasiun ini ung stasiun dimanfaatkan Masjid Hasil Swadaya Diresmikan SRAGEN- Sebuah masjid hasil swadaya masyarakat senilai Rp 20 juta, diresmikan pembangunannya oleh Sekwilda Sragen, Drs Sukmadi, Kamis malam (30/2). Masjid yang terletak di Kampung Mojomulyo, Sragen Kota itu, diberi nama Baittul Aiziah, merupa- kan prakarsa dari keluarga Subagyo. Dalam kesempatan itu, Drs Sukmadi mengatakan, potensi swa- daya dari umat Islam yang begitu besar itu, akan merupakan po- tensi pembangunan yang sangat berarti dan harus diarahkan. Oleh sebab itu, Sukmadi yang juga ketua BAZIS Sragen itu, berpesan kepada umat Islam untuk beramal melalui BAZIS, yang merupa- kan wadah partisipasi dari umat oleh umat dan untuk umat. Dikatakan, dari dana BAZIS yang telah terkumpul, setiap bulan disumbangkan kepada 20 masjid dan 160 anak yatim, fakir miskin dan orang jompo.(ptg) Wisma Pustaka Kumambang Berdiri di Surakarta SOLO Peninggalan leluhur yang berupa catatan, buku atau apapun bentuknya harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Untuk melestarikan budaya dengan nilai luhur itu, di Surakarta telah dibentuk Paheman Widya Budaya Surakarta. Agar wujud pelestarian itu semakin nyata, Senin pekan lalu bertempat di Gedung Perpustakaan Kodya Surakarta, Walikota- madaya Surakarta R Hartomo meresmikan gedung baru Wisma Pustaka Kumambang dengan nama Tirta Widya Loka. Dengan diresmikannya Gedung baru Tirta Widya Loka yang terletak di Tirtomoyo Solo ini, walikota berharap agar selalu dirawat sebaik-baiknya sehingga dapat memberi kenyamanan bagi pengunjung dan menumbuhkan minat baca khususnya tentang buku-buku budaya Jawa sehingga dapat menambah cakrawala tentang Budaya Jawa itu bagi masyarakat luas. (*/mul) Program Kegiatan KKN Harus Tepat Guna SOLO - Program-program kegiatan yang dilakukan mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN), harus memiliki nilai tepat guna bagi kebutuhan masyarakat desa. Terutama menyangkut ke- butuhan yang tergolong penting, baik itu berupa sarana fisik maupun nonfisik. "Oleh sebab itu, mahasiswa yang melakukan KKN, hendaknya tanggap terhadap kebutuhan mendesak dari masyarakat desa yang ditempati. Di samping juga menerapkan bekal program kegiatan yang sudah diberikan dari kampus," jelas Rektor UNS Surakarta, Prof Koento Wibisono saat mengunjungi lokasi KKN di Kabupaten Wonogiri, Sabtu (29/2). Kebutuhan yang tergolong penting bagi masyarakat desa yang digunakan untuk lokasi KKN tersebut, menurut Rektor, menyang- kut sarana vital yang dibutuhkan masyarakat desa. Misalnya ada- nya sarana tempat air bersih, di mana bagi suatu desa sangat dibutuhkan sarana seperti itu. Akan tetapi di lain pihak, yang sekiranya sangat mendesak dan utama, seperti perlunya penyuluhan hukum bagi masyarakat desa. Dalam kesempatan tersebut, rektor mengunjungi sekaligus me- ngamati hasil kerja mahasiswa UNS yang ber-KKN, di tujuh keca- matan, yakni: Ngadirojo, Baturetno, Giriwoyo. Pracimantoro, Ero- moko, Wuryantoro, dan Wonogiri.(jsy) Bernasjsy KINCIR KKN- Rektor UNS, Prof Dr Koento Wibisono meninjau kincir angin buatan mahasiswa KKN UNS di Desa Sendang Agung, Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wo- nogin. Kincir tersebut belum berfungsi secara baik karena tiupan angin di daerah tersebut sangat lamban. TELEPON PENTING RS Dr. Moewardi Surakarta, Jl. Dr. Soetomo 1 Solo 33900; Unit III Jebres, Jl. Kol. Sutarto 134 Solo 32446- RS Islam Surakarta, Jl. Jend. A. Yani Solo 37897 -RS Brayat Minulya, Jl. Tagore 51-53 Solo 46646-RS PKU Muhammadiyah, JI. Ronggowarsito 88 Solo 43978-RS. Dr. Oen, Jl. Brigjen Katamso Solo 43139, 37075, 43076-JI. Nias 2 Solo 42026 - RS Puri Waluyo, Jl. Brigjen Slamet Riyadi 261-263 Solo 35394 - RSU Islam Kustati, Jl. Kapt. Mulyadi Pasar Kliwon 52 Solo 43013, 36423, 42180- RS Panti Waluyo, Jl. Jend. A. Yani 1- 2 Surakarta 43057,36750- Rumah Bersalin, Jl. Sampangan Solo 33894-RS Polwil Solo 34510-RS Kasih Ibu 44422 - RSU Tegalyoso Klaten 21041. Polisi 110-Satlantas Polres Solo 33513-Ambulans 118-PMI Solo 32670 - Pemadam Kebakaran 113, 32234- Pengaduan Kerusakan Telepon 117. Gangguan Listrik 32895 - PJKA Stasiun Solo Balapan 33041, 32228 - Garuda, Jl. Sugiopranoto 22 Solo 36846- Bouraq, Jl. Gajah Mada 86 Solo 34376. Solo Central Taxi, Jl. Adisucipto 78 Solo 45410, 45678. JADWAL PENERBANGAN SOLO GARUDA Solo - Jakarta Solo-Surabaya Solo - Balikpapan Solo - Banjarmasin : Tiap hari, pukul: 08.30, 12.45, 15,55 Tarif: ekonomi = Rp 116.000,- eksekutif = Rp 155.600,- : Tiap hari, pukul: 07.15 Tarif: Rp 52.200,- Tiap Rabu, Jumat dan Minggu Pukul: 07.15, tarif Rp 250.150,- Tiap Rabu, Jumat, Minggu Pukul: 07.15, tarif Rp 185.250,- "Komentar seperti tidak lucu, kurang kerjaan, bahkan tidak waras, sudah bukan kata asing lagi bagi saya. Sindiran yang menyakitkan," kata Ribowo (28) datar, seolah paham, bahwa da- lam hidup ini memang ada sisi gelap dan sisi terang yang tak terelakkan. SE Rp 116.000,- PENCARIAN identitas diri se- hari. Pada hari Kamis (20/2) pu- seorang, seringkali mengkon- kul 11.40, Ribowo mengucap- disikan pribadi pada upaya- kan Selamat Tinggal kepada upaya yang kadang diwarnai Jateng di tapal batas Jateng - ulah kegilaan'. Pencarian yang Jatim, 160 km dari kota Sema- berwarna 'kegilaan' seringkali menghadirkan hitamnya suara sumbang dari orang lain. Mene- pis suara-suara sumbang yang dimuntahkan orang itu lalu menjadi sebagian jalinan pe- nempaan mental. rang. Dan saat itu pula seiring dengan lambaian Selamat Jalan dari Bernas, Ribowo memasuki wilayah Jatim dengan masih te- tap setia di atas egrangnya. "Sebelum puasa, Insya Allah saya sudah mencapai Tugu Pah- lawan Surabaya, garis finish saya. Menurut rencana dari pi- hak Museum Rekor Indonesia (MURI) akan mengadakan pe- nyambutan. Saya amat merindu- kan itu. Saya takut, kalau MURI ingkar janji." kata Ribowo me- ngungkapkan kecemasannya atas harapan yang mungkin saja tak terkabul. Kerinduan untuk menuntas kan jarak 850 km, dan semangat pantang menyerah telah me- nuntunnya melewati kota-kota di Jabar dan Jateng selama 43 *** Ribowo dengan ulahnya me- mang mengundang banyak ko- mentar. Menapaki jalan raya BERAWAL dari iri hati obsesi Jakarta - Surabaya dengan kaki 'berjalan menggunakan egrang' palsu' yang dikenal dengan terbit dalam niatan Ribowo. Se- nama egrang atau jangkungan. bagai anggota Persatuan Balap memang bukan sesuatu yang bi- Sepeda Dynamik Tegal, ia sela- asa. Tapi, justru ke-luar-biasa' lu gelisah menyadari kemajuan an itulah yang dicarinya, diper- juangkannya, hingga bersimbah keringat sepanjang hari sekali pun. BERNAS Presiden Resmikan 275 Pabrik di Sukoharjo Sukoharjo, Bernas Pabrik tekstil (PT) Sritex yang terletak di Desa Jetis, Sukoharjo ternyata mampu mengangkat nama daerah dimana pabrik ter- sebut berdiri. Sukoharjo yang dulunya mungkin hanya dikenal oleh daerah-daerah lain di Jawa Tengah, kini setelah berdiri PT Sritex, nama Sukoharjo tidak ha- nya dikenal di seluruh Indo- nesia, namun juga di manca ne- gara. dirinya. Dambaannya untuk me- ngikuti pelatnas seolah gagal, ketika mengamati pembalap ge- nerasi di bawahnya banyak yang sudah memasuki pelatnas Berarti pula harapan untuk ter- kenal di seantero persada ini pudar. "Saya bangkit dari rutinitas Terlebih lagi dengan dires- mikannya pabrik tersebut bersa- maan dengan peresmian 275 pabrik di seluruh Indonesia oleh Presiden Soeharto, hari ini. Senin (2/3) yang dipusatkan di PT Sritex, akan menjadi kebang- gaan tersendiri bagi masyarakat Sukoharjo. Sebab selama ini ba- ru sekali, kabupaten terkecil nomor dua di Jateng ini dikun- jungi presiden. "Dengan kehadiran Bapak Presiden ini, akan menjadi seja- rah bagi masyarakat Sukoharjo. Sebab sejak kabupaten ini lahir 45 tahun lalu, baru kali ini di- kunjungi presiden. Dan semua ini berkat adanya PT Sritex. Seandainya tidak ada pabrik tersebut, mungkin Sukoharjo tidak akan dihadiri presiden," ujar Bupati Drs Setyawan Sado- no bangga. Terpilihnya PT Sritex untuk dijadikan ajang peresmian tahun ini, menurut Menperin, Ir Har- tarto, lantaran pabrik ini mampu memberi andil cukup besar da- lam ekspor nonmigas di Indo- nesia. Untuk tahun 1991 lalu, PT. Sritex mampu meraih penjualan senilai Rp. 163,5 milyar, dima- na Rp 60 milyar diantaranya di- dapat dari hasil ekspor. Bahkan untuk tahun 1992 ini menurut Presdir Lukminto, mentargetkan bisa meraih penjualan sebesar Rp 300 milyar dengan kontribu- si ekspor sebesar Rp 200 milyar. Selain itu, perusahaan ini juga mampu mengekspor produk se- dikitnya ke 20 negara di Eropa, AS, Asia bahkan kawasan Pasi- fik. Sekarang ini PT Sri Rejeki Ismantex telah berhasil mem- produksi mulai dari benang, tekstil sampai garmen. Menam- pung 12.000 karyawan serta mengasuh 20 perusahaan kecil sebagai anak angkat.(hst) Solo, Bernas Kendaraan umum Colt Ang- kuta Surakarta, jurusan Mojoso- ngo-Gading, yang melaju de- ngan kecepatan tinggi, Minggu siang kemarin sekitar pukul 12.15 WIB, di depan toko Sami Luwes, sebelah selatan traffic light Ngapeman Solo, menabrak sepeda ontel yang dikendarai bapak, ibu dan anak. Akibatnya, empat orang masuk rumah sa- kit. Bahkan, dua diantaranya terpaksa dirawat di ruang ICU (Intensif Care Unit), RS PKU Muhammadiyah Solo. Selain itu, kaca muka colt tersebut remuk dan sepeda on- tel yang dinaiki bapak, ibu dan anak tersebut ringsek. Bapak, ibu, anak tersebut adalah Sukamto (32), Ny Muji- DIRESMIKAN Presiden Soeharto akan meresmikan 275 pabrik di seluruh Indonesia dalam suatu upacara yang dipusatkan di pabrik tekstil Sritex di Desa Jetis, Kabupaten Sragen, Bernas Empat orang menderita luka berat dan 23 orang menderita luka ringan akibat bus "Usaha Jaya" Nopol H-2570-CA jurusan Solo-Purwodadi pp menabrak pohon di daerah Dukuh Duwet, Mondokan, Gemolong, Sragen, Sabtu siang (29/2). Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, akibat sopir bus, Nur (40) penduduk Ungar- an Semarang, terlalu cepat me- macu kendaraannya tanpa sadar bahwa jalur yang dilaluinya ber- liku-liku dan banyak tikungan yang tajam. Bapak, Ibu dan Anak Ditabrak Angkuta yem (29) dan Reni (6), pendu- duk Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu Karanganyar. Se- dangkan, seorang yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah ada- lah sopir colt angkuta, Parjo (28), penduduk Kampung Nayu, Nusukan, Kecamatan Banjarsari Solo. Perkampungan Industri Kecil (PIK) yang terletak di Pa- belan, Kartasura, Sukoharjo kini berubah fungsinya menjadi Pusat Pengembangan Industri Kecil (PPIK). Perubahan fungsi tersebut secara resmi dinyatakan Gubernur Jateng, HM Ismail saat membuka Pameran Komoditi Ekspor se Jateng di PIK Pa- belan, Sabtu (29/2). Ribowo yang menjadi anggo- ta Karang Taruna Margadana Bahari mencoba mengajukan proposal ke DPP AMPI melalui DPD AMPI Tegal. Dalam propo- salnya ia menulis segala kebu- tuhannya. Kayu rotal Rp 50.000. karen alas rotan Rp 25.000, kaos dan celana training Rp 50.000, sepatu dua pasang Rp 50.000. macu Gubernur Jateng, pada ke- sempatan itu meminta kepada para pengusaha agar selalu me- industri-industri kecil untuk lebih maju. Sebab, selama ini idustri kecil tersebut masih menjadi primadona bagi Jateng, baik volumenya maupun isinya. Dikatakan, dari tiga hal po- kok yang menjadi andalan Ja- teng, yaitu bidang pertanian, in- dustri dan pariwisata, ternyata bidang pariwisata menurut gu- bernur, masih sangat terpontal- pontal. Sedangkan dua bidang lainnya sudah cukup berhasil. "Terutama bidang industri, ini menjadi tumpuan bagi Jateng," Fungsi Menjadi PPIK Sukoharjo, Bernas Menurut kesaksian tukang parkir toko Sami Luwes, colt Angkuta yang ditumpangi seki- tar lima orang tersebut, melaju dengan cepat dari arah utara dan nampak balapan berebut penumpang dengan sesama colt angkuta. Sesampainya di traffic light Ngapeman, kebetulan lam- punya hijau. Sehingga kedua colt tersebut tetap melaju de- ngan kecepatan tinggi. Sesampai di muka toko Sami Bus Nabrak Pohon, 4 Orang Luka Berat disi cukup parah, karena badan bus sebelah kanan ringsek be- rat, dengan kaca depan dan samping pecah berhamburan. suki tikungan pertama, sopir terlalu membanting stir ke ka- nan. Sehingga saat memasuki ti- kungan kedua badan bus terlalu ke kiri, akhirnya sopir kembali membanting ke kanan supaya tidak terperosok. Tapi, karena kehilangan keseimbangan, usa- ha membanting ke kanan kete- rusan menubruk pohon yang berada di ruas kanan jalan. "Untung, saat itu jalan sedang sepi, dan bus menabrak pohon. Sebab kalau tidak menabrak po- hon, sudah bisa dipastikan bus masuk ke dalam jurang, dan bi- sa dipastikan akan memakan korban jiwa," tutur petugas Kepolisian dari Sektor Gemo- long, yang datang untuk me- ngecek sebab-sebab terjadinya kecelakaan tunggal itu. Menurut saksi mata di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa). bus Usaha Jaya yang melaju dari jurusan Solo, ketika sampai di Dukuh Duwet yang memang terkenal dengan adanya tikung- an tajam dan berkelok menye- rupai huruf "S," sopir bus mung- Dalam kecelakaan itu, bus kin kurang menguasai kondisi yang mengangkut penumpang jalan. Sebab, pada saat mema- sebanyak 45 orang dalam kon- PIK Pabelan Berubah Selebaran Gelap, Tak Berpengaruh bagi PDI Solo, Bernas PDI Surakarta, Sabtu (29/2). Selanjutnya dijelaskan, pihak pengurus PDI sendiri baik ting- kat pusat maupun daerah, su- dah mengetahui pihak yang berada di belakang layar terha- dap pembuatan dan penyebaran selebaran tersebut. katanya. Untuk Sukoharjo sendiri, me- nurut Gubernur Jateng, dinilai cukup bagus, sebab kabupaten terkecil nomor dua di Jateng ini, telah mampu membina industri- industri kecil, bahkan nilai eks- por dari Kabupaten Sukoharjo juga dinilai cukup membangga- kan. Selama tahun 1991/1992, di Kabupaten Sukoharjo tercatat ada 11.924 industri kecil, de- ngan nilai investasi sebanyak Rp 5.427.400.000 dan mampu me- nyerap tenaga kerja sebanyak 37.924 orang. Sedangkan indus- tri besar dan menengah tercatat Malang bagi Ribowo. Propos- al itu bernasib sial. Selama tiga bulan ia menunggu, namun ja- waban yang menjanjikan tak kunjung tiba. Padahal masyara- kat sekitar Ribowo sudah mulai mencemooh niatnya itu. "Dalam proposal saya sebut- kan rencana keberangkatan sa- ya 10 September - 10 November 1991. Saya ambil event HUT ABRI 5 Oktober, Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, dan Hari Pahlawan 10 November. Hingga event-event itu berlalu, masih saja tetap tak ada jawaban," tu- tur atlit balap sepeda dengan sembilan piagam penghargaan itu. *** Luwes, colt yang dikemudikan Parjo dengan nopol AD 1837 A itu berusaha menyalip colt satu- nya. Akibatnya, posisi colt Parjo itu terlalu ke sisi kanan jalan. Padahal, di sisi kanan jalan ada sepeda Sukamto yang mem- boncengkan anak dan istrinya juga ke arah selatan, yang baru saja muncul dari jalur lambat Slamet Riyadi. Karena kecepat- an colt yang dikemudikan Parjo sangat tinggi, ia tak sempat ngerem mobilnya. Maka, sepeda ontel Sukamto itu pun ditabrak. Akibatnya, sepeda melambung tinggi dan jatuh menimpa kaca depan colt itu hingga melukai Parjo. Sedangkan, Sukamto dan anak istrinya mental sejauh tiga meter. Saat itu juga, ketiganya tak sadarkan diri.(hpr) Sedangkan empat orang yang mengalami luka berat itu, sopir bus sendiri Nur, mengalami pa- tah kaki serta muka remuk, se- karang dirawat di RS dr Moe- wardi Solo. Tiga penumpang la- innya yang luka berat, Ny Remo penduduk Pengkok, Kedawung, Sragen; Marno, penduduk Ngodro Soko, Kemiri, Sragen; Teguh, penduduk Kalaran RT 07 RW 1, Gemolong Sragen. Ke empat korban itu dirawat di RGB (Ruang Gawat Bedah) RS dr Moewardi, Solo. Korban -korban lainnya yang mengalami luka ringan, 16 orang di kirim ke RS dr Moe- wardi, sedang tujuh orang lain- nya yang tidak begitu parah di rawat di Puskesmas Gemolong Sragen.(lex) ******** ***** SI SEMPATI, mulai tanggal 15 Desember Fokker F-100. Mulai tanggal 11 Januari 1992 Solo - Jakarta : Tiap hari pukul 16.45 Tarif Silver class Hubungi (0271) 46240, 45702 Jakarta - Surabaya Ditempuh dengan Naik Egrang lamunan tak berujung itu. Saya tas punggung Rp 25.000, sarung itu dipasang tempat kaki de- daya juang, mengalahkan kepu- harus mencari celah-celah yang tangan Rp 25.000, konsumsi dua ngan penyangga besi. Berat eg- tusasaan maupun penyertaan bisa saya terobos dengan meng- bulan Rp 300.000, dan lain-lain rang sendiri masing-masing 2 Tuhan dari detik ke detik. Soal- andalkan potensi yang ada. Sta- Rp 50.000. Total anggaran da- kg. nya, jiwa saya bisa melayang mina fisik saya punya kelebih- lam proposal yang dikirimkan "Hanya dengan bekal Rp sewaktu-waktu kalau saya sam- an. Namun harus ada karya ke DPP AMPI pada tanggal 29 75.000 obsesi ini mulai saya pai tergelincir di jalan raya yang yang spektakuler yang bisa ma- Agustus 1991 sejumlah Rp 575. cairkan. Dengan pengawalan sarat oleh kendaraan berat yang suk kategori prestasi di Guin- 000. AMPI Tegal, pada tanggal 7 Ja- melaju dengan kecepatan ting- ness Book of Record atau MURI. nuari saya start dari Tugu Mo- gi," ujarnya. Berjalan dengan egrang Jakarta- nas, dan dilepas Camat Pulo- Dikisahkan Bowo, pernah ia Surabaya lalu menjadi pilihan gadung. Sebuah pelepasan yang jatuh tersungkur oleh bunyi saya," kenangnya akan awal ter- sangat sederhana. Kini uang sa- klakson yang mengagetkannya. bitnya hasrat yang bagi orang ya tinggal Rp 30.000," ungkap- Itu terjadi di Bekasi. Saat itu ia lain merupakan ulah kegilaan. nya pada Bernas yang kebe- sangat kecapaian sehingga ja- tulan berjumpa dengannya di lannya mulai limbung. Sopir perbatasan Jateng-Jatim, Kamis lalu (20/2). Krenteg Ribowo mendapat sambutan masyarakat se Kalu- rahan Margadana, Tegal. Lurah Margadana, Asikin bahkan men- dukungnya dengan uluran dana. Maka krenteg yang mulai ada sejak tahun 1989 itupun mulai diwujudkan dengan berlatih di ri. Latihan intensif dilakukan bulan Juli 1991. Ketika merasa sudah fasih. Ribowo mulai me- langkah ke soal rekomendasi dari organisasi dan pencarian dana. PO KEBULATAN tekad Ribowo tetap menggumpal, kendati dukungan dana yang berarti ti- dak ada. Tiada rotan, bambu- pun jadi. Mulailah ia membuat PENGALAMAN direguk Ribo- egrang sederhana, bukan de- wo melalui jalan egrang'nya ngan rotan melainkan dengan ternyata amat kaya dengan nu- dua batang bambu berukuran ansa batin. "Tanpa terasa priba- masing-masing dua meter. Sete- di saya ditempa oleh ulah gila ngah meter dari tanah bambu ini. Dari segi ketahanan mental, *** "Saat ini study mengenai hal ini telah dilakukan oleh DPU Cipta Karya dan konsultan, serta mendapat dukungan dari De- parpostel dan Universitas Ga- djah Mada," ungkap Ir H Soe- narno, Ketua Bappeda Kodya Surakarta, yang disampaikan dalam Seminar Arsitektur Perko- taan Dalam Rangka Dies Natalis -XVI UNS, yang mengambil te- ma "Penanganan Bangunan Ber- sejarah Di Surakarta untuk Me- wujudkan Arsitektur Perkotaan Ist Sukoharjo, Senin pagi ini. Menperind Ir Hartarto saat meninjau pabrik tekstil Sritex untuk yang Dinamis dan Berkepribadi- an," di Fakultas Teknik UNS, persiapan peresmian tersebut dengan didampingi Presdir Sritex, Lukminto. Sabtu (29/2). sebanyak 42 unit dengan nilai investasi sebesar Rp. 355.619. 200.000,- dan mampu menye- rap tenaga kerja sebanyak 18. 915 orang. Sementara itu, untuk jenis komoditi ekspor dari Kabupaten Sukoharjo, dari sebanyak 7 ko- moditi ekspor, untuk jenis teks- til dan produk tekstil masih menjadi andalan bagi kabupa- ten ini. Selama tahun 1991/1992 nilai ekspor komoditi tersebut sebesar US $53.667.760,95. Pameran yang akan berlang- sung hingga tanggal 2 Maret itu diikuti 78 peserta dengan perin- cian, industri kecil 65, stand, industri menengah 10 stand dan industri besar 3 stand. Sedangkan komoditi yang di- pamerkan meliputi komoditi yang telah diekspor maupun komoditi yang akan di ek- spor.(hst) Korban kecelakaan lalu- lintas hari Sabtu (29/2) dan Minggu (1/3) serta dirawat di: *RS dr Moewardi: Ny Remo (45), alamat Pengkok, Kedawung, Sragen. Masuk hari Sabtu pukul 11.00 WIB dan dirawat di RGB (Ru- ang Gawat Bedah). - Nur (40), alamat Ungaran, Semarang. Masuk hari Sabtu pukul 11.00 WIB dan dirawat di RGB. conforme BOYOLALI Acara tradisional Padusan yang biasanya dilaku- kan menjelang puasa, di Boyo- lali akan dilakukan di Umbul Pengging dan latar, Rabu lusa (5/3). Namun untuk acara Pa- dusan tahun ini, khusus di Umbul Pengging yang menjadi andalan obyek wisata Boyolali, pada saat Padusan juga akan dimeriahkan dengan pertan- dingan tenis. (bay) "Selebaran yang memang se- ngaja ditujukan untuk meron- tokkan PDI tersebut, dampak- nya yang negatif bagi PDI sen- diri tidak ada. Namun, agar ti- dak terjadi sesuatu yang nanti- nya merugikan PDI, maka kami menjelaskan eksistensi PDI ke- pada mayarakat, khususnya di daerah Kabupaten Pasir terse- but," jelas Ketua Umum DPP PDI Drs H Soerjadi, seusai mele- takkan batu pertama pemba- ngunan masjid, di Kantor DPC Mutu Lulusan Sekolah Guru INFO SOLO Belum Seperti Diharapkan Karanganyar, Bernas Hingga saat ini, mutu lulusan sekolah guru belum seperti yang diharapkan. Sehingga, pro- duk murid yang dihasilkan gu- ru-guru tersebut nantinya juga tidak seperti yang diharapkan. Anggota Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah, DR Achmad Moersidi, mengatakan hal itu, saat dijumpai Bernas, usai acara wisuda ke VII FKIP Program Diploma III Universitas Muhammadiyah Surakarta Ca- bang Karanganyar, di Gedung Wanita, Sabtu lalu. truk gandeng terpaksa mengi- ngatkannya dengan klakson yang ternyata justru mengaget- kannya dan berakhir dengan tersungkurnya ia di jalan. "Barangkali saya dikira jera- Munculnya ribuan selebaran gelap yang beredar di daerah Kabupaten Pasir Kalimantan Ti- mur, dinilai tidak ada dampak yang sangat merugikan bagi PDI (Partai Demokrasi Indonesia). Selebaran yang berisikan per- nyataan, bahwa PDI hanya me- rupakan milik suatu agama ter- tentu saja, beredar bertepatan ketika Ketua Umum DPP PDI daerah tersebut. Drs H Soerjadi berkunjung ke Di wilayah Jabar, Ribowo selalu menjumpai penjaja mi- numan dan makanan begitu ha- Kawasan Segi Tiga Wisata akan Jadi "Land Mark" Kota Solo Solo, Bernas Kawasan Pasar Gede, Kera- ton Surakarta dan Pura Mangku- negaran telah diproyeksikan menjadi daerah segitiga wisata yang dapat mendukung asset wisata kota Solo. Untuk itu, kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat budaya yang da- pat menampilkan jati diri yang khas dan dapat mewujudkan adanya land mark bagi kota Solo. SENIN KLIWON, 2 MARET 1992.9 - Marno (25), alamat Ngod- ro, Soka, Kemiri, Sragen. Ma- suk hari Sabtu pukul 11.00 WIB dan dirawat di RGB. - Teguh (23), alamat Kalar- an RT 07/RW 1, Gemolong, Sragen. Masuk hari Sabtu pu- kul 11.00 WIB dan dirawat di RGB. *PKU Muhammadiyah: BP7 Pusat Pelajari Dampak - Parjo (29), alamat Nayu, Nusukan, Solo. Masuk hari Minggu pukul 12.00 WIB. - Soekamto (32), alamat Bulukan, Colomadu, Karang- anyar. Masuk hari Minggu pukul 12.00 WIB. - Ny Mujiyem (29), alamat Bulukan, Colomadu, Karang- anyar. Masuk hari Minggu pu- kul 12.00 WIB dan dirawat di UGD (Unit Gawat Darurat). Rina (6), alamat Bulukan, Colomadu, Karanganyar. Ma- suk hari Minggu pukul 12.00 WIB dan dirawat di UGD. (bay) Menurut Achmad, hal itu disebabkan input mahasiswa di fakultas keguruan atau IKIP bukan dari lulusan SLTA dengan prestasi jajaran atas (the first grade students), melainkan dari Solo, Bernas Keberhasilan pembangunan yang telah dicapai bagi kota Solo, sehingga mendapatkan penghargaan sebagai kota ter- bersih di Indonesia, dicoba untuk dikorek dampak positif- nya. Apakah masyarakat me- mang betul-betul turut menun- jang dari keberhasilan pemba- ngunan yang telah dilaksanakan itu atau belum. "Dampak positif pembangun- an kota Solo yang ditandai de- ngan keberhasilan berebut piala Adipura Kencana, serta ditam- bah saat ini Solo dikenal di bidang kepariwisataannya, membuat iklim kehidupan ma- syarakat berubah. Tetapi, de- ngan telah masuknya P4 di da- lam pandangan masyarakat, apakah nilai-nilai positif dari P4 itu telah mampu sebagai alat penangkal masuknya budaya asing," tutur Supriyadi, Ketua "Namun, masalah selebaran tersebut tidak kami jadikan permasalahan yang serius. Ti- dak usah diperbesar," ujarnya. Di samping itu, Soerjadi me- ngakui, bahwa memang bila di- bandingkan dengan OPP lain- nya, organisasi masyarakat yang bergabung dalam tubuh PDI (Partai Demokrasi Indonesia) le- bih sedikit. Hal itu, karena ke- beradaan PDI sebagai partai polotik, tidak memanfaatkan organisasi yang ada dalam ma- syarakat untuk kepentingan jajaran prestasi nomor dua atau di bawahnya. Sedangkan, the first grade students biasanya memilih di fakultas-fakultas non keguruan. Sebagai bukti, Achmad mem- beri contoh ketika Fakultas Mipa UGM mengadakan seleksi 25 murid yang pandai IPA dari seluruh provinsi di Indonesia. Ternyata, 25 murid yang terse- leksi tersebut tidak semua pan- dai IPA menurut standar yang ditetapkan Fakultas MIPA. Bah- kan, katanya, ada beberapa mu- rid. yang mengundurkan diri dari kuliah di MIPA karena merasa tidak mampu. Ketika disinggung tentang target perolehan suara untuk Pemilu mendatang, Soerjadi menyatakan, dari DPP sendiri tidak membebankan target ke- Sedangkan beberapa pelaku pada masing-masing DPD mau- pembuat maupun pengedar se- pun DPC. lebaran tersebut menurut Soerja- di, sekitar 20 orang sudah di- amankan pihak berwajib. Menurut Achmad, untuk me- ngatasi masalah itu, peningkat- an kesejahteraan guru harus dinomor satukan. (hpr) Rombongan Press Tour BP 7 Pusat, dalam sambutannya ber- kenaan dengan tujuan peninjau- annya di kota Solo, bertempat di Balaikota Solo, Jumat (28/2) lalu. Tujuan Press Tour BP7 Pusat di Solo itu, menurut Supriyadi, memang bertitik tolak untuk menelaah lebih jauh dampak pembangunan setelah penyebar luasan P4 di dalam masyarakat. Menurut Soenarno, dalam pelaksanaan ini sangat me- mungkinkan adanya kerja sama dengan para investor, karena kawasan ini dalam masa men- datang merupakan sektor wisata yang cukup mempunyai pros- pek yang baik. Klaten, Bernas Sebanyak 19 orang warga Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara yang bangunan rumahnya terkena proyek pele- baran jalan IPJK tahun 1991/ 1992 mempertanyakan pembe- basan biaya pengurusan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Menurut salah seorang pen- duduk Jonggrangan yang ru- mahnya terkena proyek pele- baran tersebut, 19 orang yang bangunannya terkena pelebaran jalan oleh Camat Klaten Utara dalam memberikan penyuluhan pernah dijanjikan kalau bangun- an yang terkena proyek IPJK Jalan Plembon - Jonggrangan sepanjang 2 km dan lebar 4,5 meter dalam pengajuan IMB ti- dak akan dikenakan biaya lagi. Namun kenyataannya ketika awal bulan Februari 1992 ada penduduk yang akan mengurus pengajuan IMB ternyata dari Positif Pembangunan di Solo petugas DPU bagian IMB me ngatakan pengajuan IMB tidak ada yang gratis. Dalam proyek pelebaran ja- lan Plembon Jonggrangan itu masing-masing kena pelebaran untuk jalan kanan dan kiri 1 meter. Dari bangunan milik 19 penduduk yang terkena pele- baran itu Pemda tidak memberi- kan ganti rugi. Tetapi kepada penduduk diberikan bantuan pembongkaran bangunan. Camat Klaten Utara, Moer- jatno ketika dikonfirmasi warta- wan saat mengikuti acara wi- suda sarjana IKIP YP Klaten, Sabtu membenarkan bahwa hingga saat ini memang tidak ada SK Bupati yang mengatur pembebasan IMB bagi bangun- an yang terkena proyek IPJK. Sebelum melakukan kunjung- an ke Solo, rombongan sebe- lumnya telah mengunjungi De- mak dan Temanggung. Selain tiga asset wisata terse- but, menurutnya, perlu juga di- pikirkan kelestarian dari kehi- dupan di kawasan Laweyan, yang dikenal sebagai "cikal ba- kalnya" industri batik tradisional khas Solo. Dari hasil Press Tour ini, nantinya akan disebarluaskan sebagai bentuk pengamatan BP7 tentang masalah pemasya- rakatan P4 di tengah-tengah masyarakat, dengan segala problema yang diterapkan me- nurut ciri dan jati diri kota-kota yang berbeda. (lex) Dikatakan, kehidupan di ka- wasan Laweyan itu dapat dijadi- kan sebagai perwujudan yang dapat menampilkan salah satu sisi kekhasan dari tradisi masya- rakat Solo, dengan kondisi ba- ngunan dan mata pencaharian yang relatif masih asli *** Soenarno menegaskan, me- mang sudah pada tempatnya kalau dalam perencanaan tata kota, perlu adanya standarisasi atau patokan tentang Bangunan di kota Solo. (lex) politik. "Konsensus dalam PDI me- mang tidak mau memanfaatkan organisasi untuk meraih jumlah massa. Tetapi PDI malahan ber- sedia dimanfaatkan oleh organi- sasi masyarakat," tegasnya. "Karena memang dalam tu- buh PDI sendiri sudah ada kebi- jaksanaan untuk menyerahkan target perolehan suara ini kepa- da masing-masing daerah," je- lasnya. Sedangkan Ketua DPC PDI Surakarta, RM Makyo Sumaryo, SH menyatakan, bahwa pem- bangunan masjid seluas 81 m2 di halaman kantor DPC terse- but, nantinya jika sudah selesai diperuntukkan bagi umat, wa- laupun yang membuat PDI.(jsy) 19 Warga Sebuah ungkapan 'sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit' mulai dibuktikannya. Satu, dua, tiga dan akhirnya Jabar dan Ja- teng-pun dilalui. Perbuatan dah- pah oleh sapi-sapi, ketika mele- EGRANG-Ribowo (28) dari Kalurahan Margadana, Tegal melakukan perjalanan Jakarta-Surabaya dengan naik egrang mulai tanggal syatnya ditekuninya dari lima wati kerumunannya. Sapi-sapi Bernasyoh km hingga 24 km per harinya. yang sedang digembalakan di 7 Januari 1992 lalu. Pada tanggal 20 Februari 1992 lalu, Ribowo telah melewati perbatasan Jateng masuk ke wilayah Jatim. "Dalam keadaan kaki lecet, ke- daerah Bonang, Rembang itu lelahan yang luar biasa, per hari berlarian begitu saya melewati hampir mati gara-gara tidak ada laman itu, di tas punggungnya sempat menyambutnya. Akan- tara Pati-Yuwono, ia terpaksa menuturkan gara-gara penga- gakan dirinya. Pemda setempat saya menempuh lima kilometer. kerumunan. Yang menakutkan warung satupun dalam jarak kini selalu ada sebotol air mi- Sedang dalam keadaan kondisi adalah ada yang menerjang ke km. "Barangkali itulah duka ter- kah sambutan yang sama bakal fisik yang baik saya bisa menca- arah saya, sehingga saya lim- hebat saya. Keringat terus me- neral. dialaminya juga begitu ia tiba di pai 24 km per harinya," tutur bung dan jatuh. Sekarang, setiap ngucur, setetes airpun tak ada garis finish, pikirnya setiap kali. PERJALANAN Ribowo de- "Bagaimana kalau nanti MURI melewati kerumunan sapi, saya yang membasahi kerongkongan. ngan egrangnya tinggal sesaat ingkar janji. Ketika saya mampir hati-hati," kisahnya lagi. Tuhan melalui kebaikan polisi lagi. Menjelang puasa, ia berte- ke MURI, mereka menjanjikan yang sedang berjaga di Pos kad harus sudah sampai di garis akan mengadakan penyambut- Operasi Zebra menyelamatkan finis. Namun ada keraguan yang an menjelang saya masuk fin- us dan lapar menyerangnya. Ia Mineral satu botol tuntas saya justru di akhir perjalanannya. saya dari saat-saat kritis itu. Air justru menyergap diri Ribowo, ish," katanya. begitu terkejut ketika melintas reguk. Alhamdulillah!," begitu Ketika ia sampai di Tegal, ada janji," begitu Ribowo berharap "Semoga MURI tidak ingkar di wilayah Jateng. Pasalnya, an- bersyukumnya Ribowo seraya sambutan yang amat membang setiap kali (yoh) Bowo. Desa Jonggrangan Pertanyakan Biaya IMB Khusus untuk warga Desa Jonggrangan diakui camat, hing- ga kini belum ada yang menga- jukan surat keterangan dari warga yang bersangkutan kepa- da kecamatan untuk pembebas- an biaya IMB.(nil) 2cm Color Rendition Chart