Tipe: Koran
Tanggal: 2001-12-31
Halaman: 01
Konten
HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA SENIN UMANIS, 31 DESEMBER 2001 Ditinggal Dono, Warkop Terancam MENJELANG akhir tahun 2001, pelawak dan sosiolog Drs. Wahyu Sar- dono alias Dono (50) meninggal dun- ia di RS St. Carolus, Jakarta, pukul 01.50 wita Minggu (30/12) kemarin. Almarhum yang dikenal sebagai Dono Warkop dilarikan ke RS St. Carolus Sabtu siang oleh adik dan tiga anaknya, karena penyakit kank- er paru-parunya kumat lagi. Jenazah Dono disemayamkan di rumah duka, Jalan Lenteng Agung Raya 131 Jakarta Sela- tan dan setelah disalatkan di Masjid Nurul Huda, jenazah dimakamkan pukul 13.30 WIB di TPU Tanah Kusir, Jaksel, Minggu kemarin. Baik di rumah duka mau- pun di tempat pemakaman, puluhan pelayat memberi- kan penghormatan terakhir kepada almarhum. Tampak hadir mahasiswa alumni FISIP UI dan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UI, kalangan artis film/sinetron, pelawak seperti Indro Warkop, Taufik Savalas, Miing dan Di- din Bagito, Gugun Gondrong, Sys NS, Renny Djajoesman, Eva Arnaz, Ira Wibowo, Gusti Randa, Debby Sahertian, dll. Hadir juga Prof. Dr. Paulus Wirotomo (sosiolog teman kuliah Dona), mantan Ketua Il- uni UI Haryadi Dharmawan dan Ketua Dewan Mahasiswa UI periode tahun 80-an Lukman Hakim. Dono BP/dok Renny-adik Dono-mengatakan, sebelumnya pihak keluarga almarhum sepakat akan memakamkan almar- hum Dono di makam keluarga di Solo (tempat kelahiran Dono), namun kemudian dipindah ke TPU Tanah Kusir. "Mengingat akhir tahun, jalan darat ke Jawa Tengah pasti akan padat dengan orang yang mudik dan liburan akhir tahun," ujar Renny. Andiko Ario Seno (21), putra tertua almarhum menge- mukakan, ia dan dua adiknya-Damar Canggih Wicak- sono (15) dan Satrio Sarwo Trengginas (9) - sudah mengikhlaskan kepergian ayahnya, mengingat penyakit paru-paru basah yang diidap Dono sudah kronis dan sudah dua kali keluar-masuk RS St. Carolus. Bahkan, Dono sem- pat diobati secara alternatif. Hal. 19 Makam Ibu Padi dan SO-7 Gebrak Bali dengan Bayaran Tinggi DUA grup satu kandang-dari perusahaan Sony Musik Indonesia Padi dan Sheila On 7 (SO-7) akan menggebrak Bali Senin (31/12) malam ini untuk merayakan detik-detik pergantian tahun 2001 dan menyambut tahun 2002. Padi akan mendendangkan lagu-lagu manisnya di Planet Holly- wood Bali, sementara SO-7 ditunggu penggemarnya di pa- tung Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali. Menurut sebuah sumber yang tak mau disebut jati diri- nya, dua grup yang sedang naik daun ini dibayar cukup ting- gi. SO-7 berkisar pada angka Rp 100 juta - Rp 125 juta, sedangkan Padi mendapat honor Rp 60 juta - Rp 75 juta. Mengapa Padi mau menerima tawaran jauh di bawah SO-7? "Kami kan grup baru, SO-7 lebih dulu muncul dan reka- mannya duluan beredar dibanding Padi," alasan Fadli, voka- lis Padi, yang dihubungi Bali Post sebelum berangkat ke Pu- lau Dewata. Padi akan tampil dengan formasi Fadli, Piyu, Ari, Rindra dan Yoyo. Dalam sejarah bisnis kaset di Indone- sia, album Padi "Sesuatu Yang Tertunda" memang terus merangkak naik menuju angka 1,5 juta keping. Hal. 19 Memang Fantastis UMA ER tan Sheila On 7 Tidak Terbit PLANEY HOLLYW BP/dok Bali Post tidak terbit Selasa (1/1) besok karena merupakan hari libur nasional. Rabu (2/1) Bali Post terbit seperti biasa. Penerbit BALI POST HARI INI Ada Upaya "Mark-Up" KETUA DPRD Badung Suryatmaja menyoroti cara kerja eksekutif dalam menyusun anggaran. Se- lain ada yang tak realistis juga ada upaya mark-up proyek. Contoh, dua jam dinding dianggarkan Rp 600.000... 2 KP Karangasem tak Layani Masyarakat Dua Minggu.... 3 Tuan Guru Tolak Rencana Judi. 4 6.500 Dolar Palsu Disita... 5 Kuba Tentang Rencana AS.. 6 Minum Kopi Cegah Penyakit Jantung?.. 13 Kebijakan Kadiparda cenderung Dualistik.. 14 Perajin Perak Keluhkan Bahan Baku..... 15 Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila 20 HALAMAN NOMOR 128 TAHUN KE 54 Online: http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id HARGA LANGGANAN BALI, NTB Rp. 30.000 ECERAN+DENPOST Rp 2.000 TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 Mega belum Tunjukkan Bukti Jakarta (Bali Post) - Sejak memegang jabatan sebagai Presiden RI pada 23 Juli 2001 lalu, Presiden Megawati belum menunjukkan bukti kongkret dalam meningkatkan kinerja pemerintahannya. Menurut pengamat politik dari LIPI Syamsuddin Haris, saat ini yang dibu- tuhkan masyarakat adalah implemen- tasi dari pemerintah yang bukan ha- nya dalam bentuk pernyataan, tetapi tindakan nyata Presiden. Masyarakat ingin melihat bagaimana pemerintah menekankan dan mendorong menteri- menteri di bawahnya agar bekerja se- cara sungguh-sungguh dalam bentuk kebijakan atau instruksi. "Saya kira yang harus dilakukan adalah mengimplementasikan dalam bentuk evaluasi, selanjutnya mendor- ong agar lebih maju lagi aparat peme- rintahan di bawahnya," ujar Syamsud- din Haris kepada Bali Post di Jakarta, Minggu (30/12) kemarin. Menurut Syamsuddin Haris, selama Presiden menjalankan pemerintahan, belum tampak ada kemajuan berarti. "Paling hanya stabilitas politik yang sudah mulai tampak," ujarnya. Kalau ingin efektif, jelas Syamsud- din, Mega tidak perlu takut bertindak tegas terhadap kabinet yang ada di pe- merintahannya. Bila memang dari eval- uasi yang dilakukan ternyata para menteri dinilai tidak dapat menjalan- kan tugasnya, Mega dapat mengganti menteri yang bersangkutan. "Kalau memang dinilai tidak dapat bekerja, untuk apa dipertahankan, se- baiknya ya... dicopot," ujarnya. Apa tidak akan mengganggu koalisi partai yang selama ini terbina? Menanggapi hal tersebut, menurut Syamsuddin, tidak ada masalah, asal- kan dilatarbelakangi dalam rangka menjalankan pemerintahan yang ber- sih. Apalagi, jelasnya, terbentuknya pe- merintahan Mega berbeda dengan ter- bentuknya pemerintahan pada masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). "Tidak masalah karena tidak dari rekomendasi parpol, semua (men- teri yang ada) ditentukan oleh Mega. Beda dengan Gus Dur, kabinet Mega jelas tidak ada," jelasnya. Pada bagian lain, menanggapi komit- men Mega dalam memberantas korup- si, kolusi dan nepotisme (KKN), Syam- suddin mengatakan, hal tersebut sudah sepatutnya dilaksanakan Mega. Mega harus lebih mengefektifkan dan men- dorong kinerja kejaksaan, begitu juga komisi penyelenggara kekayaan peja- bat negara (KPKPN). Menyinggung sorotan KKN keluar- ga Presiden seperti penunjukan suami Mega, Taufik Kiemas, sebagai ketua delegasi pemerintah ke Cina yang diduga berkaitan dengan bisnis yang dilakukannya, Syamsuddin mengata- kan tidak mengetahui persis persoalan tersebut. Hanya, menurutnya, ter- hadap persoalan itu memang menjadi aspek kelemahan pemerintah dalam memberantas KKN. Mekanisme hu- kum yang mengatur persoalan itu, di- akuinya, memang belum cukup jauh, sebab aturan-aturan yang digunakan masih banyak peninggalan dari rezim Soeharto. "Persoalan tersebut memang belum adanya keseriusan untuk meng- ganti mekanisme hukum yang ada saat ini," ujarnya. (kmb4) TRO Bali Post/ant PETASAN-Seorang polisi memperlihatkan ribuan petasan yang disita dalam berbagai razia yang dilancarkan Polsek- ta Kebayoran Lama, di Jakarta, Minggu (30/12) kemarin. Razia ini merupakan salah satu upaya dalam mengamankan malam pergantian tahun, malam ini. Kabinet Argentina Ajukan Pengunduran Diri Buenos Aires - Kabinet Presiden Argenti- na Adolfo Rodriguez Saa yang baru berusia sepekan menga- jukan pengunduran kolektif Sabtu (29/12), menyusul tim- bulnya kerusuhan baru me- nyangkut kebijakan ekonomi dan para pejabat pemerintah yang tidak disenangi Tindakan penghematan yang diberlakukan pemerin- tah memicu kerusuhan yang menggulingkan Presiden Ar- gentina sebelumnya, Fernan- do de la Rua, dan hal serupa kini mengancam Rodriguez Saa. Akan tetapi, Presiden Argentina itu menerima pe- san telepon dari Presiden AS George W.Bush, yang mende- sak dia agar tetap melaksa- nakan rencana ekonomi ke- tat yang disetujui IMF (Dana Moneter Internasional). "Bush menekankan ten- tang perlunya bagi pemerin- tah Argentina untuk mem- bangun satu rencana ekonomi yang berkesinambungan dan bekerja erat dengan lembaga- lembaga keuangan interna- sional," kata juru bicara Ge- dung Putih Seott McClellan kepada wartawan di lokasi pertanian Presiden di Craw- ford, Texas. Ribuan orang turun ke jalan-jalan Buenos Aires Ju- mat malam sampai Sabtu menuntut pencairan uang mereka, yang dibekukan dalam rekening-rekening bank. Protes damai itu berubah menjadi kerusuhan ketika satu kelompok anak- anak berusia belasan tahun berusaha menyerbu istana pres- iden dan bentrok dengan polisi antihuru-hara, yang meng- gunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Satu kelompok massa lainnya me- nyerbu gedung Kongres, mem- bakar kain korden dan meru- sak prabot kantor itu sebelum mereka dihalau oleh polisi. Aksi-aksi protes itu menyebabkan 12 petugas polisi cedera, enam di antara mereka luka parah. Tiga pu- luh tiga orang ditahan. "Saya sangat menyesalkan terja- dinya insiden-insiden kerusu- han Jumat malam sampai Sabtu siang itu," kata Rod- riguez Saa dalam sebuah pernyataan singkatnya. "Saya mengimbau seluruh rakyat Argentina untuk menjaga ke- tertiban," tambahnya. Presiden juga meminta bank-bank negara itu mem- bantu menciptakan kembali perdamaian dengan memban- tu pembayaran uang pensiun dan gaji kepada para karyawan dan pensiunan. Ia Kasus Dana Bulog-II mengatakan bahwa dalam satu pertemuan dengan para pemimpin masyarakat bisnis ia meminta bank-bank untuk tetap buka dari pukul 08.00 sampai 20.00 waktu setempat Senin ini untuk menguangkan cek-cek sampai 1.000 peso atau 1.000 dolar AS per orang. Dalam salah satu bentro- kan Jumat malam, seorang pensiunan perwira polisi yang menjaga sebuah stasiun pe- layanan di distrik Floresta Buenos Ares menembaki dan menewaskan tiga anak laki- laki setelah terlibat pertengkaran seru, kata lapo- ran-laporan media lokal. In- siden itu memicu protes di daerah itu, dan para petugas keamanan menggunakan gas air mata dan peluru karet membubarkan massa. Hal. 19 Partai Peronis Lebih Baik Akbar Jadi Korban Jakarta (Bali Post) - Wakil Sekjen Partai Golkar Muchyar Yara menga- takan, lebih baik mengorban- kan Akbar Tandjung daripa- da mengorbankan Partai Golkar. Pernyataan ini se- bagai sikap jika pada 7 Janu- ari mendatang pihak Kejak- saan Agung menetapkan Ak- bar Tandjung sebagai ter- sangka dalam kasus Bulog-II. "Lebih baik Akbar yang dikor- bankan daripada partai (Golkar). Kerugiannya akan lebih besar. Tidak hanya Golkar yang bubar, nasib bangsa dan negara ini bisa goyah," tegas Muchyar kepa- da Bali Post di Jakarta, Ming- gu (30/12) kemarin. Seperti diketahui, Kejak- saan Agung berjanji akan mengumumkan nasib status a-mes Ketua Partai Golkar yang persoalan ini merupakan per- juga Ketua DPR Akbar Tan- soalan pribadi. Jangan sam- djung pada 7 Januari depan. pai, ketika status Akbar ter- Berdasarkan bukti-bukti san tentu yang sudah dikumpulkan, ke- bersalah akan merembet mungkinan besar Akbar akan dan menyeret partai," tandas- menjadi tersangka. Apalagi, nya. banyak pihak, termasuk ber- bagai LSM yang bergerak di bidang hukum dan pember- antasan korupsi serta maha- siswa, menilai sudah tepat status Akbar tersangka. De- sakan ini membuat Kejak- saan Agung tidak bisa main- main. Apalagi secara politik, kasus ini menyeret kedudu- kan Akbar di DPR. Sebagian fraksi mendesak dibentuk- nya Pansus Buloggate II. Pernyataan Muchyar ini pukulan berat bagi Akbar. Bagi Muchyar ini peringatan penting bagi Golkar. "Sebab, Secara internal, suara Muchyar ini memang diami- ni beberapa kubu lainnya, seperti kubu AA Baramuli yang dikenal sebagai kubu Iramasuka. Selain itu, ada kubu Marzuki Darusman dan Agung Laksono. Awal Janu- ari ini, mereka sudah meren- canakan menggelar rapat pimpinan. Ketua DPP Mahadi Si- nambela beberapa waktu lalu juga memberikan infor- masi bahwa awal Januari memang akan diadakan rapim DPP. Kata Muchyar, rapim itu tidak jadi dilaksa- nakan. "Kemungkinan akan diundur hingga Februari mendatang," ujarnya. Sumber Bali Post di Golkar mengatakan, diundurnya rapim itu disebabkan Akbar tidak ingin forum rapim men- jadi "amunisi beracun" baginya. Dalam forum itu bisa di- pastikan akan dibicarakan status Akbar yang kemungki- nan besar akan menjadi ter- sangka kasus Bulog. Jika benar status Akbar tersang- ka, forum bisa merekomen- dasikan penyelenggaraan musyawarah nasional. "Mau- nya Akbar, kalaupun ada rapim, ada jaminan bahwa dia tetap menjadi ketua umum Golkar," katanya. Hal. 19 Rapim Diundur ■ Menjelang Peresmian Sekretariat PDI-P Lenteng Agung Pengamanan Tempat Ibadah Diperketat Jakarta (Bali Post) - Menjelang pergantian tahun, Polda Metro Jaya memperketat pengamanan di bebera- pa tempat ibadah, seperti masjid dan gereja menyusul adanya isu teror peledakan bom serta aksi perusakan dan penghasutan, yang ingin mengadu domba antarmasyarakat bah- kan gangguan keamanan. "Bisa jadi mereka yang ingin mengacau- kan suasana itu akan melampiaskan aksi di ibu kota Jakarta, pada malam tahun baru mengingat pada malam Natal, mereka gagal melakukan aksinya. Karena itu, kami akan memperketat penjagaan dengan menurunk- an sekitar 10.000 sampai 15.000 personel," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Mak- bul Padmanegara di Jakarta, Minggu (30/12) kemarin. Selain tempat ibadah, pengamanan juga dilakukan di beberapa tempat hiburan dan keramaian seperti Taman Mini Indonesia In- dah, Ancol, perhotelan dan lainnya. Pengam- anan juga diarahkan pada sejumlah titik yang bakal menjadi pusat konsentrasi massa se- perti bundaran Hotel Indonesia, Monas dan Senayan. Untuk mengantisipasi aksi itu, pihaknya akan menurunkan 2/3 dari seluruh kekuatan Polda Metro Jaya yang jumlahnya 21 ribu per- sonel. Selain itu, polisi juga akan memperoleh bantuan pengamanan dari sejumlah orga- nisasi massa dan keagamaan. "Antisipasi ini sangat penting, mengingat masih banyak pelaku peledakan bom, terma- suk penyandang dana dan otak pelaku yang beri- nisial IS sampal kini belum tertangkap. Karena itu, kita terus mengawasi gerakan mereka, apalagi pada malam Natal lalu, petugas yang kita turunkan cukup banyak sehingga mereka tak leluasa melakukan aksinya," katanya. Kapolda juga mengharapkan masyarakat dapat membantu aparat keamanan dalam mengamankan malam tahun baru. Masyarakat diminta meningkatkan kesada- ran untuk merayakan malam pergantian tahun dengan suka cita, tanpa harus melang- gar hukum. "Bagi yang melanggar, kami tak segan-segan menindak, menangkap dan mem- proses sesuai hukum. Bila mereka melaku- kan tindakan di luar batas, ya... akan kita tin- dak tegas," ucapnya. Tommy Dapat Libur Jakarta (Bali Post) - Setelah menjalani pemeriksaan selama se- bulan, kini Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto (39) beristirahat di dalam sel Polda Metro Jaya. Sejak Ming- gu (30/12) kemarin, Tommy libur dari pe- meriksaan penyidik. "Sebenarnya, sejak Sabtu (29/12) Tom- my tidak dibawa keluar sel untuk men- jalani pemeriksaan. Malah Tommy sendi- rian di dalam sel, tak ada aktivitas. Kat- anya, pemeriksaan diliburkan sampai Tahun Baru (1/1) dan setelah itu, Rabu (2/ 1), akan menjalani pemeriksaan lagi," un- gkap seorang petugas jaga sel tahanan Polda Metro Jaya yang enggan disebutkan nama dan pangkatnya. (034) lagi. Ya... mungkin sibuk ngurusi kepula- ngan Pak Harto dari rumah sakit. Memang sudah beberapa hari ini, sejak Pak Harto sakit, Tommy tak ada yang menjenguk. Kasihan dia, karena dulu kan bos besar, sekarang kok ditelantarkan," katanya. Hal senada juga dikatakan seorang ang- gota Brimob yang menjaga pintu luar sel tahanan Polda Metro Jaya, dengan ber- bekal senjata otomatis. "Memang sejak Sabtu dan Minggu, Tommy tidak dibawa ke ruang penyidik. Mungkin pemeriksaan libur, penyidik apalagi, Tommy kan juga capek menjalani pemeriksaan siang sam- pai malam," ucap anggota Brimob ber- pangkat brigadir satu ini. Selain itu, lanjutnya, pengacara Tom- my, Elza Syarif, juga tidak datang sejak Sabtu. Ini menunjukkan sudah tak ada pe- meriksaan. "Meski tak ada pemeriksaan untuk Tommy, kami tetap menjaga dan tak boleh beranjak, karena ini perintah atasan. Kalau kami ketahuan tak ada di tempat, Hal. 19 Selama Jaga Tommy Saat libur pemeriksaan itu, tak ada ak- tivitas penting yang dilakukan mantan bos Humpuss Group ini. Kecuali, hanya tidur- tiduran, kadang baca buku, nonton TV se- bentar, banyak merenung sendiri dan memikirkan sesuatu. "Istrinya, Tata, dan bisa-bisa 'digantung'. keluarga Cendana tak pernah menjenguk Habiskan Rp 2 Milyar, Ditangani Putri Mega Lenteng Agung, nama sebuah kawasan di daerah Jakarta Sela- tan. Daerah ini menjadi akrab dengan wartawan, karena di sini kantor Sekretariat DPP PDI Perjua- ngan. Dari bangunan yang semula rumah tinggal itu, dulunya pengurus merancang skenario besar untuk mengambil alih kekuasaan di republik ini. Bagaimana keadaan bangunan yang menjadi monumen hidup terjadinya suksesi kepemimpinan nasional setelah warga banteng itu mengungsi ke Wisma Perjua- ngan Jalan Pecenongan Raya, Jakarta Pusat? SETELAH meraih suara terba- nyak dalam Pemilu 1999, Sekretari- at DPP PDI Perjuangan secara resmi mengungsi ke Wisma Perjuangan Jalan Pecenongan Raya, Jakarta Pu- sat, tak jauh dari Bina Graha, komple- ks Istana Negara. Sekretariat yang sempat digelar sebagai rumah rakyat, karena nyaris tiada hari tanpa pe- ngunjung itu, kini menjadi hening. Kepindahan itu bukan karena Megawati Soekarnoputri sebagai Ke- tua Umum DPP PDI Perjuangan yang kini menjadi presiden ingin lebih de- kat dengan Istana Negara, tetapi lebih disebabkan kantor partai yang lama sedang mengalami renovasi total. Saat Bali Post berkunjung ke Sek- retariat PDI Perjuangan di Jalan Len- teng Agung 99 Jaksel, terlihat kesibu- kan pekerja bangunan menata hala- man parkir beralas batu paving. Ba- ngunan megah yang nyaris jadi itu hampir-hampir tidak dikenali lagi, kalau saja tidak terdapat bendera merah bergambar kepala banteng yang warnanya sudah kusam. Untuk menandai bangunan terse- but sebagai sekretariat, empat buah patung yang menggunakan atribut PDI Perjuangan masih gagah berdiri di sisi kanan depan bangunan. Identi- tas lain, pagar bercat putih itu masih seperti yang dulu, selain pohon sawo dan pohon rambutan yang rencana- nya juga dihabisi. Saat memasuki halaman yang dipenuhi timbunan pasir dan batu itu, Bali Post disapa dua kader PDI Perjua- ngan yang mengaku bernama Ozi dan Dayat. "Saya dari Bali Post, mas." Ru- panya, Ozi dan Dayat sudah begitu me ngenal nama koran ini. Keduanya juga sudah paham, yang datang adalah war- tawan, sehingga dengan sigap menang- gapi tiap pertanyaan yang diajukan. Di antara debu dan desing mesin giling, Ozi dan Dayat begitu berse- mangat menceritakan bagaimana kesetiaannya menjaga bangunan ini. Sambil mencatat berbagai aktivitas yang dilakukan tiap hari di pos daru- ratnya seluas 1 x 1,5 m itu, Ozi ingin segera mempertemukan Bali Post dengan site manager proyek tersebut. "Pak Agus paham betul mengenai luas bangunan, dll," kata Ozi. Menurut Dayat, tidak ada lagi yang tersisa dari bangunan lama. Yang menandai di sini pernah ada kantor, kata Dayat, mungkin terlihat dari patung serta bendera merah ini. "Semua sudah dibongkar dan rata dengan tanah," ungkapnya. Bali Post/sep RENOVASI-Kantor DPD PDI Perjuangan yang ter- Hal. 19 letak di Jalan Lenteng Agung Raya No. 99 sedang Seragam Hitam direnovasi. 4cm
