Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 2001-12-31
Halaman: 02

Konten


Halaman 2 Rahyuda: Trem, tak Ada yang Dirugikan Denpasar (Bali Post) - Ide penyediaan sarana angkutan umum dengan jalur rel atau lebih dikenal dengan trem, memang mem- buat berbagai kalangan ke- bingungan. Hal ini tidak lep- as dari masih minimnya in- formasi dan pengetahuan mengenai apa dan bagaima- na trem tersebut sehingga ada yang pro dan ada yang kontra. Melihat dari kondisi Kota Denpasar, ada yang menilai sangat tidak cocok menggunakan angkutan ini. Namun demikian Ketua MTI Bali Dr. I Ketut Rahuy- da, S.E., MSIE. sang pencetus ide, rupanya tetap menyakini bahwa idenya akan dapat diwujudkan. Bahkan Rahyuda juga menga- takan bahwa MTI Bali siap menjabarkan ide- nya itu secara gamblang kepada pihak-pihak terkait. Hal tersebut disampaikan Rahyuda di sela-sela acara diskusi akhir tahun yang mel- ibatkan tokoh-tokoh LSM di rumah kedia- mannya di daerah Sesetan, Denpasar Sela- tan, Minggu (30/12) kemarin. Rahyuda kembali lagi menegaskan bahwa kondisi jumlah kendaraan dan kapasitas jalan yang sudah tidak seimbang membuat angku- tan ini makin mendesak direalisasikan. Yang perlu ditekankan, kata Dekan FE Unud ini, bahwa angkutan trem yang dimaksud bukan seperti trem yang sudah ada di kota Jakarta dan Surabaya atau pun di luar negeri. "Trem ini berbe- da dengan yang ada di tem- pat lain karena jalurnya be- rada di luar kota," katanya. Ia menyadari betul kalau jalan-jalan di Denpasar san- gat sempit sehingga tidak memungkinkan adanya trem. Trem yang dimaksud Rahyuda adalah trem yang menghubungkan kota-kota atau lokasi-lokasi di mana terdapat kantong pemuki- man dengan tempat-tempat kerja. Selain itu, idenya tersebut juga dimaksudkan untuk menjadi alternatif lain bagi pemecahan jalur angkutan yang selama ini masih terpaku dengan penggunaan jalan raya biasa. "Pembangunan jalan Tabanan- Gianyar yang sudah dianggarkan bisa saja digantikan dengan pembangunan sarana an- gkutan trem," katanya. BP/dok Dari segi biaya, pembangunan angkutan trem ini jauh lebih murah. "Sepuluh kilome- ter biaya pembuatan jalan, kira-kira sudah bisa membangun rel trem ini," ujarnya lagi. Ia kembali memngingatkan bahwa jalur trem tidak akan menjadi pemicu pembangunan di sisi-sisi jalur rel dan tidak akan ada yang dirugikan dari pembangunan ini. "Tidak ada yang dirugikan dari pemban- gunan trem ini, termasuk angkot pun masih tetap bisa beroperasi," katanya. (kmb14) Kapolda Usulkan Transportasi Monorel Denpasar (Bali Post) - Usulan transportasi al- ternatif yang dimaksudkan mencegah terjadinya kemac- etan di Bali terus saja ber- munculan. Setelah Rahyuda (Ketua Masyarakat Trans- portasi Indonesia Bali) den- gan usulan tremnya, muncul lagi usulan dari Kapolda Bali Brigjen Pol. Drs. Budi Set- yawan. Ia mengusulkan transportasi monorel (kere- ta yang relnya mengikuti ali- ran sungai). Usulan tersebut disampaikannya dalam jumpa pers akhir tahun den- gan para wartawan, Sabtu (29/12). Dijelaskannya, belakangan ini lalu-lintas di Bali sudah diwarnai dengan persoalan arus yang padat, jalan yang tersedia sangat sem- pit dan terbatas, sementara pertumbuhan kendaraan bermotor sangat cepat. Hal itu masih ditambah dengan kurang disiplinnya para pemakai jalan, yang bermuara pada lalu lintas yang makin macet. "Pembuatan jalan layang memang merupakan salah satu al- ternatif pemecahannya. Tetapi untuk kondi- si di Bali, rasanya sangat sulit diterapkan. Hal itu terkait dengan besarnya biaya pem- bebasan tanah, serta kultural masyarakat yang masih sangat sensitif," jelasnya. Mengacu dari kenyataan itu, sudah wak- tunya dipikirkan di Bali adanya model transportasi masal. Misalnya angkutan umum dengan rute yang bisa menyentuh kepentingan banyak penduduk dan bukan tidak mungkin di Bali juga diciptakan transportasi monorel. "Di Bali saya lihat, banyak pinggiran sungai bisa dimanfaatkan. Sebe- narnya transportasi ini, me- miliki keuntungan ganda. Se- lain membantu mencegah terjadinya kemacetan, juga akan menjadi daya tarik sendiri bagi kalangan wisatawan," katanya. Kapolda Budi Setyawan menyatakan, usu- lan tersebut sudah dikonsultasikan dengan instansi terkait. Masalah apakah jadi dipa- kai atau tidak, tidak terlalu dipikirkannya. Yang penting baginya, lalu-lintas di Bali tidak semrawut dan macet di sana-sini. BP/dok Pada jumpa pers itu, juga mengemuka kon- disi real keamanan Bali di tahun 2002. Ada kekhawatiran keamanan Bali akan tergang- gu, terutama saat berlangsungnya upacara besar umat Hindu, yakni Bethara Turun Ka- beh dan Panca Wali Krama. Dua instansi, PHDI versi Lokasabha dan Mahasabha, sudah tentu akan berupaya mengembangkan sayapnya untuk sama-sama cari pengaruh. (015) Sambut Pergantian Tahun Pak Beratha Keliling Banjar BANYAK cara untuk melepas tahun dan men- yambut datangnya tahun baru. Tetapi bagaimana dengan Gubernur Bali Dewa Made Beratha? Ke mana or- ang nomor satu di Bali itu menyambut datangnya tahun Kuda Air ini? "Bapak akan jalan-jalan meman- tau aktivitas masyarakat yang sedang merayakan tahun baru," kata Karo Hu- mas dan Protokol Pemda Bali Drs. I Gde Nurjaya, M.M., Minggu (30/12) ke- marin. Ke mana saja jalan- jalan, Nurjaya mengata- kan, tak terjadwal dengan pasti. "Tak di- jadwalkan ke mana, tetapi yang jelas be- liau akan keliling dari satu banjar ke ban- jar lain untuk memantau bagaimana masyarakat Bali merayakan tahun baru," katanya. Bila perlu, kata dia, orang nomor satu di Bali itu akan mengunjungi hotel dan bebertapa tempat yang dijadikan pusat perayaan tahun baru. Nurjaya mengatakan, karena tak terjad- wal dengan pasti, maka sejumlah undan- gan dari hotel terpaksa ditolak. Begitu juga undangan dari relasi dan pejabat lainnya. BP/dok "Banyak yang mengundang bapak agar hadir dalam perayaan tahun baru, teta- pi terpaksa beliau tolak," katanya. Apakah tak ada acara dengan Presiden Megawati Soekarnoputri yang kebet- ulan bertahun baru di Bali? Nurjaya berkata, "Untuk hal itu saya tidak tahu." Namun yang jelas dalam acara keliling-kelilingnya, Gubernur Dewa Beratha akan ditemani Karo Humas dan Protokol. "Untuk se- mentara hanya saya yang bakal menemani, tak tahu nanti mungkin ada pejabat lain yang akan menemani beliau," katanya. Nurjaya mengatakan, dalam merayakan pergantian tahun, Gubernur mengimbau masyarakat Bali agar tak mabuk-mabukan. Selalu bersikap waspada dan tidak melak- sanakan aktivitas yang mengganggu keter- tiban umum. "Pak Gubernur sangat meng- harapkan masyarakat untuk waspada dan tak terpancing untuk melaksanakan aktiv- itas yang merugikan. Minum boleh, asal kendalikan diri jangan sampai mabuk dan mengganggu orang lain," katanya. Refleksi Kriminalitas 2001 Bali Post Jawaban Mendagri Turun Senin Umanis, 31 Desember 2001 Senin Umanis 2 Januari, Wirata Sindhu Dilengserkan Denpasar (Bali Post) - Kemelut politik yang terjadi di Buleleng, barangkali akan mulai mencair di awal tahun Kuda Air ini. Sebab di awal tahun ini, tepatnya Rabu (2/1), Wiratha Sindhu "dipaksa" turun tahta dan harus menyerahkan jabatannya sebagai Bupati Buleleng kepada Wagub Bali I Ketut Wijana yang dipercayakan se- bagai Plt. (pelaksana tugas) Bupati Buleleng. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemda Bali Drs. I Gde Nurjaya, M.M., Minggu (30/12) kemarin, menjelaskan, sertijab dilaksanakan menyusul turunnya surat kawat Depdagri No. T.131.61/1233/Otda tertanggal 26 Desember 2001 yang ditandatangani Dirjen Otda Sudar sono. Dalam surat kawat itu, diperintahkan agar paling lambat satu minggu setelah surat kawat diterima, Gubernur melaksanakan sertijab. Dia mengatakan, surat kawat itu di- terima Gubernur 27 Desember. "Jadi tanggal 2 Januari nanti, pas satu minggu setelah su- rat kawat itu diterima," katanya. Nurjaya mengatakan, surat kawat yang diturunkan Depdagri, sebagai penegasan SK (lama) tentang pelengseran Wirata Sindhu sebagai Bupati Buleleng. "Surat kawat ini adalah penegasan atas SK lama yang diteri ma pak Wirata Sindhu," katanya. Kendati tak tegas menyangkut pemberhentian Wiratha Sindhu-apakah dengan tidak hormat, hor- mat atau yang lain, namun surat kawat itu telah memberikan kejelasan bahwa hak-hak Wirata Sindhu sebagai mantan Bupati dia- tur dalam PP No.78/1996. "Tidak ada kete- gasan soal pemberhentian Pak Wirata Sindhu tetapi hak-haknya dinyatakan telah diatur dalam PP No. 78/1996. Jadi sekarang sudah jelas," katanya. Dengan kejelasan itu, tak ada alasan bagi Wirata Sindhu tak menghadiri atau menolak Sertijab yang bakal dilaksan- akan Gubernur Dewa Beratha dan dihadiri Ketua DPRD Buleleng Sudarmaja Duniaji, fraksi-fraksi yang ada di DPRD Buleleng ser- ta sejumlah pejabat di Bali, Bagaimana jika Wirata Sindhu tak datang dalam Sertijab tersebut? Gubernur Dewa Beratha, kata Nurjaya, akan tetap memer- intahkan Wijana sebagai Plt., karena serah terima yang dilakukan 2 Januari nanti di- anggap telah sah. "Sejak diserahterimakan 2 Januari nanti, Pak Wijana sudah dianggap sah sebagai Plt. Bupati Buleleng. Pada tang- gal itu, Pak Wijana sudah harus bekerja," ka- tanya. Selanjutnya, proses pemilihan-pem- bentukan panitia pemilihan, penjaringan dan penyaringan telah bisa dimulai sesuai den- gan UU No. 22 tahun 1999. Kenapa mesti di Jaya Sabha? Nurjaya mengatakan, tak ada alasan politis di balik pelaksanaannya yang diadakan di Denpasar itu. "Tak ada alasan politis di balik pelak- sanaannya yang diselenggarakan di Den- Belanja Administrasi Dipotong Rp 1,2 Milyar Ada Upaya "Mark-Up" dari Eksekutif? Denpasar (Bali Post)- Meski RAPBD 2002 belum diajukan Bupati Badung Rat- madi dalam sidang paripurna, tampaknya pemangkasan be- lanja sudah dilakukan DPRD Badung. Kali ini yang dipangkas belanja administrasi sampai Rp 1,2 milyar serta jumlah tim dari 400 tinggal 116 tim. Ketua DPRD Badung Suryatmaja mengatakan hal itu Sabtu (29/ 12) usai sidang pleno panitia anggaran membahas RAPBD Badung 2002. Menurutnya, pe- mangkasan itu dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi serta tim yang dibentuk agar benar-benar efektif. Dengan adanya koreksi Rp 1,2 milyar belanja administra- si, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk anggaran yang lain. "Uang itu tak ke mana-mana, kita usul- kan dana itu untuk belanja pen- didikan," kata ketua panitia anggaran DPRD Badung ini. Dengan demikian anggaran un- tuk perbaikan SD Inpres yang rusak di Badung sama dengan tahun lalu Rp 10 milyar. Koreksi belanja administra- si itu diakui sampai kepada hal sekecil-kecilnya. Dia ingin mendapat kejelasan kalau muncul anggaran suatu proyek jelas latar belakang dan ur- gensinya, sebab ada kesan mata anggaran itu dipasang begitu saja menggunakan for mat sebelumnya. Misalnya, anggaran untuk pembebasan tanah untuk kecamatan Rp 5 milyar dari dulu formatnya be- gitu di APBD. "Kita ingin mendapatkan penjelasan, ang garan pembebasan tanah di mana, luasnya berapa dan un- tuk apa," katanya. Misalnya anggaran pembelian 2 jam dinding Rp 600.000, Dewan in- gin tahu merek dan membeli di mana. "Setahu saya jam dind- ing paling mahal merek Seiko harganya Rp 95.000, kenapa dicantumkan sebesar itu," tan- yanya. Walau pun ditambah PPN 10 persen, nilainya tak sebesar itu. "Cobalah realistis sedikit," katanya. Contoh lain disebut anggaran biaya kir satu mobil dinas per tahun Rp 300.000. Setelah dicek untuk kir sebuah mobil dinas sekali hanya Rp 13.500. Jadi kalau setahun dua kali, ya Rp 27.000," katanya. Akhirnya setelah di- lakukan kajian dan perhitun- gan, bisa dikoreksi belanja ad- ministrasi sampai Rp 1,2 mil- yar. Kemungkinan koreksi be- lanja lain seperti belanja pub- lik sangat terbuka agar ang kanya tak terlalu jauh mem- bias. Namun dia belum menye- but angka pasti karena belum final. "Yang pasti nanti tak ada pembelian mobil dinas baru, kecuali ambulans untuk pelay- anan di RSUD Kapal," katan- ya. Pembelian mobil baru akan dilakukan setelah ada kajian dari Badan Keuangan dan Aset Daerah mengenai mobil dinas. Begitu pula mengenai ang- garan pakaian dinas untuk pe- gawai sekretariat akan dicoba dihitung lagi. "Berapa jumlah pegawai golongan bawah sep- erti staf. Kalau jumlahnya ban- yak, apakah tersedia anggaran cukup, ini masih dikaji. Jika tidak ada, nanti diusulkan pada perubahan," katanya. Menyinggung pemangkasan tim, dia menyebut ada kesan tim itu dicantumkan begitu saja se- suai format sebelumnya, pada- hal satu tim anggarannya Rp 2,8 juta. Jadi kalau 400 tim diben- tuk, anggaran sampai Rp 10 milyar lebih," tegasnya. Karena itu Dewan mempertanyakan pembentukan tim dan urgensin- ya. "Kalau sudah tugas rutin kenapa ada tim lagi," tanyanya. Dia menyebut tim monitoring proyek atau pemantau pemban- gunan kenapa dibuat tim bu- kankah itu tugas rutin. Di bidang pendapatan, kata dia, target Rp 200 milyar PHR Badung tahun 2002 lahir dari koreksi pada dengar pendapat di Dewan. Eksekutif semula menargetkan Rp 172 milyar dari realisasi 2001 Rp 300 mil- yar lebih. "Kita tak sepakat penurunannya begitu besar, set- elah perdebatan muncul angka Rp 200 milyar. Itu pun masih bisa ditingkatkan dalam angga- ran perubahan kalau pariwisa- ta membaik," katanya. (029). Jaminan Caleg Rawan Politik Uang L Denpasar (Bali Post)- Uang jaminan Rp 50 juta Rp 250 juta bagi calon anggota legislatif yang diusulkan mela- lui rancangan undang-undang (RUU) Pemilu akan membuka peluang praktik politik uang. Kekhawatiran praktik money politics tersebut bukan tidak beralasan, sebab, hanya calon memiliki uang banyak yang bisa menjadi anggota DPR. Hal tersebut dikatakan Koordinator Devisi Parpol di KPU Mulyana W Kusuma, Sab- tu (29/12) lalu, usai menyampai- kan konsep rancangan undang- undang politik di gedung DPRD Bali. Mulayana tidak setuju dengan uang jaminan bagi ca- lon DPRD dan DPD (dewan pimpinan daerah) itu. Sebab, uang jaminan bagi calon anggo- ta DPR dan DPD itu cenderung diukur dari nilai uang, bukan mengenai kualitas dan kekua- tan politik calon anggota DPR. "Oleh karena itu, gagasan itu perlu dipikirkan matang-ma- tang di tingkat DPR," kata dos- en Universitas Indonesia ini. Ia mengatakan, uang jami- nan calon anggota DPR dan DPD itu rencananya disimpan di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Uang jaminan itu, belum tentu efektif di dalam menjar- ing nama-nama calon anggota DPR dan DPD. Yang perlu dita- mbahkan pada RUU pemilu itu adalah seleksi yang ketat bagi (047) calon anggota DPR dan DPD. di kota/kabupaten. Pengurus parpol minimal 50 orang dan dukungan 1.000 orang lengkap dengan kartu tanda anggota (KTA). Sampai saat ini 170 par- pol telah mendaftar di KPU. Jika undang-undang parpol ini berhasil disahkan pada Novem- ber 2002, maka Juni 2003 par- pol peserta pemilu sudah bisa diumumkan. Pada saat pengu- muman itu, parpol yang ber- sangkutan harus menyebutkan nama-nama calon presiden dan wakil presidennya. Seleksi kualitas antarcalon buah di tingkat propinsi dan tiga anggota DPR dan DPD mutlak dilakukan. Penentuan calon DPR dan DPD itu bisa melalui penilaian masyarakat. Apakah calon tersebut memang pantas menjadi wakilnya atau tidak. Adanya uang jaminan bagi calon anggota juga ditentang oleh anggota MPR RI Dewa Gde Palguna, S.H., M.H. dan Ketua Forum Pemerhati Hindu Dhar ma Indonesia (FPHDI) Dewa Gede Ngurah Swastha, S.H. Palguna mengatakan, kalau aturan itu diterapkan maka ca- lon anggota Dewan yang ter- golong miskin, akan tetapi berkualitas tidak akan bisa memenuhi syarat-syarat terse- but. Oleh karena itu, uang jam- inan bagi calon DPR dan DPD tersebut sebaiknya tidak dican- tumkan dalam RUU Pemilu yang akan datang. Mulyana W Kusuma juga menjelaskan syarat-syarat se- buah parpol bisa diakui di KPU. Syarat pendirian parpol bahwa parpol tersebut berdiri lima Kinijani FM 99,15 Gal Interaktif-Bali Pest Hal lain yang dosorot dalam curah pendapat rancangan un- dang-undang politik adalah ada keinginan peserta untuk mem- bubarkan fraksi. Dewa Ngurah Swastha mengusulkan, sebaikn- ya fraksi-fraksi di DPR dan DPRD tidak perlu ada. Hal ini dimaksudkan untuk menghilang kan kelompok-kelompok dan warna kulit dalam satu lemba- ga. Pertimbagan lainnya, bahwa anggota DPR dan DPRD yang berkerja di legislatif adalah me- wakili masyarakat umum. Usulan menghapus ke- beradaan fraksi di lembaga leg- islatif ditanggapi oleh Palguna. Palguna mengatakan, fraksi merupakan perpanjangan dari partai. Jika fraksi mampu men- gakomodir kepentingan-kepent- ingan masyarakat banyak, men- gapa harus ditiadakan. Dengan demikian keberadaan fraksi tidak masalah. Sebaliknya, jika fraksi tidak rasional kerjanya di legislatif, maka keberadaan fraksi bisa saja dihapus. "Sela- ma ini, peran fraksi dalam men- jembatani aspirasi masyarakat masih diperlukan," kata Sekjen Forum Merah Putih itu. OPINI ANDA Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 99,15 direlay Radio SWIB (Suara Widya Besakih) AM 702 Khz Topik: MEGA BELUM TUNJUKKAN BUKTI 815224 Radio On Line: kinijani.denpasar.indo.net.ld E-mail: kinijani@indo.net.jd Interaktif 14.15-15.00 Hal-hal menarik dari konsep rancangan undang-undang par- pol IX adalah soal larangan par- pol melakukan kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan peraturan perundang-un- dangan. Dilarang menganut, mengembangkan dan menyebar- kan ajaran atau paham Komu- nisme/Marxisme-Leninisme. KOPI BALI KUPU-KUPU BOLA Penyalur Utama (023) BHINEKA JAYA Tel. 222053-224720 Tawar-menawar dan Rekayasa Hasil Lab? BALI merupakan daerah paling aman, dibandingkan daerah lain di Indonesia. Begi- tulah pernyataan yang pernah dilontarkan pe- tinggi Polri beberapa waktu lalu. Pernyataan itu memang benar adanya. Dibandingkan dae- rah-daerah lainnya, Bali memang paling kon- dusif bila dilihat dari segi stabilitas keamanan. Cuma yang masih menjadi tanda tanya, kuan- titas boleh saja menurun, tetapi dari segi kuali- tas kejahatan sedikit ditandai terjadinya pe- ningkatan. Lalu, sejauh mana sebenarnya efek- tivitas tugas aparat penegak hukum itu? Pujian yang menyatakan Bali paling aman dibanding- kan daerah lainnya, sudah sering terdengar. Dalam ber- bagai kesempatan, keaman- an Bali sering dipuji-puji. Ada yang sampai menyatakan, kalau keamanan Bali bisa diterapkan daerah lain, maka dipastikan tidak akan me- munculkan carut marutnya keamanan nasional. Keamanan bisa terkendali, sehingga kesempatan lebih terfokus untuk mengejar ket- ertinggalan ekonomi. di bidang Cuma pujian tersebut bu- kan berarti selamanya mem- berikan dampak positif. Masyarakat yang terlena dengan berbagai macam san- jungan, bisa saja lupa men- jaga keamanan lingkungan. Lantaran terbius dengan ber- bagai pernyataan manis, gangguan yang mestinya bisa ditangkal akhirnya mencuat ke permukaan. Ujung-ujung- Selain pendatang, secara nya gangguan tersebut kemu- spesifik, kasus narkotik yang dian membias, yang pada perlu mendapat perhatian se- akhirnya membuat suasana rius tahun 2002. Perbandin- kondusif yang diidam-idam- gan antara tahun 2001 dan kan hanya sebatas mimpi. 2000, bisa dijadikan tolok Melubernya masyarakat pendatang dari luar daerah, secara tidak langsung juga memungkinkan memuncul- kan kerawanan stabilitas. Masalahnya, mereka yang berlomba-lomba datang ke Bali itu, tidak sepenuhnya mengais rezeki dengan men- gandalkan cucuran keringat. Banyak di antara mereka yang kedatangannya tidak memiliki tujuan pasti dan pegangan hidup. Solusi pemecahannya sebe- narnya tidaklah terlalu sulit. Pemerintah dalam hal ini mes- tinya cepat tanggap dan jan- gan membiarkan mereka se- bagai pendatang gelap. Tegak- kan aturan hukum dan catat semua identitasnya. Langkah tersebut akan sangat mem- bantu, bila di kemudian hari pendatang tersebut sampai melakukan tindak pidana. dicermati. Meski diyakini pernyataan tersebut sulit bisa dibuktikan, memang tidak ada salahnya untuk selalu waspada. Mengenai tingkat penye- ukur, di mana terjadi pen- barannya, juga sudah sangat ingkatan 23 kasus. Selain mengkhawatirkan. Banyak kuantitas, kualitas kasus sekolah dan universitas ung- narkotik di Bali juga men- gulan yang sudah terkena ingkat pesat. Tertangkapnya imbas dari obat terlarang itu. Isaac Thayeb (diduga memil- Ironisnya mereka yang terli- iki mesin produksi ecstasy), bat, justru berasal dari kalan- menandakan peredaran gan ekonomi atas. narkotik di Bali sudah pantas Bagaimana sebenarnya diberikan lampu merah. Be- penanganan kasus narkotik lum lagi kasus lainnya, seper- di Bali? Di balik keberhasi- ti Arman Maulidie (3 ribu lan menangkap sejumlah butir ecstasy) dan Nico Fordes gembong narkotik, muncul (2.7 kg hasish), yang mengi- pula nada-nada sumbang dari syaratkan Bali memang sor- masyarakat. Mereka masih ga bagi peredaran narkotik. melihat, petugas belum kon- Diperkirakan masih banyak sisten dalam memberantas lagi gembong-gembong lainnya penyalahgunaan narkotik. yang masih terlindung dalam Petugas dengan memanfaat- persembunyiannya. kan celah hukum yang ada, Selain tertangkapnya be- diduga sering melakukan berapa gembong narkotik transaksi tawar menawar tersebut, sinyal yang diberi dengan tersangka. Yang pent- kan anggota polisi Austra- ing ada duit, permasalahan lia-Bali tempat penim- tersangka bisa langsung tun- bunan narkotik-pantas tas di lokasi. Tersangka tidak Data Kasus Kriminal 2000 No. Uraian 2001 Jumlah Selesai Jumlah Selesai 1. Curat 2. Curas 1967 499 893 121 26 71 283 38 3. Curanmor 873 205 574 120 4. Anirat 84 70 39 27 5. Pembunuhan 6. Narkotik 20 18 18 17 180 180 203 203 Jumlah 3245 998 1798 737 Sumber; Polda Bali perlu repot-repot lagi beruru- san dengan polisi, apalagi sampai menyewa pengacara. Kalau pun kasusnya sudah melangkah lebih jauh, bukan berarti menutup jalan pintas yang diinginkan para tersang ka. Mereka masih memiliki satu kesempatan lagi, yakni dengan memanfaatkan hasil tes laboratorium. Mengacu dari fakta itu, mestinya aparat penegak hu- kum melakukan introspeksi diri. Bagaimana mungkin bisa membersihkan penyalah- gunaan narkotik, kalau dirin- ya saja tidak bersih. Percuma masyarakat dijejali dengan berbagai macam ceramah, ka- lau pada kenyataannya justru si penceramah sendiri yang berlaku negatif. Subagiadnya pasar. Kebetulan saja dilaksanakan di Jaya Sabha dan itu biasa," katanya. Sebagaimana diberitakan, kemelut poli- tik di Bumi Panji Sakti itu ibarat benang kusut. Setelah Bupati Wirata Sindhu dileng- serkan menyusul turunnya SK Depdagri, or- ang nomor satu di Buleleng itu tak langsung turun tahta. Sertijab yang telah dijadwalkan di Buleleng yang telah dihadiri Dewa Beratha dan Wijana sebagai Plt., ternyata tak diha- diri Wirata Sindhu. Sertijab itu pun diang- gap belum sah. Selanjutnya Gubernur pun tetap mengakui Wirata Sindhu sebagai Bu- pati Buleleng karena dalam SK Depdagri din- yatakan Sertijab dinyatakan sah bila telah diserahterimakan. Karena Wirata Sindhu be- lum mau menyerahkan, maka Bupati-nya tetap Wirata Sindhu-kendati harus men- gendalikan Buleleng dari rumahnya. "Tetapi yang sekarang sudah jelas. Datang tidak da- tang, Pak Wirata Sindhu sudah harus digan- ti dengan Plt. yang baru," kata Nurjaya. FIGUR Persoalan Bersama CITRA sebuah kota bisa dilihat dari kemam- puan kota tersebut dalam mengelola sampah dan kebersihannya. Sorotan dan harapan sering dituju- kan kepada instansi dan aparat yang membidang- inya. AA Gde Oka, S.H., Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar yang mengo- mandani persoalan pen- anganan sampah ini men- gaku sudah terlalu sering mendapat hujatan dan semprotan. Bagaimana (047) BP/dok pun, ia mengaku tak bisa berlindung di balik alasan klasik keterbatasan sarana. Dengan armada terbatas 40 unit truk untuk mengangkut 1.500 -1.650 m3 sampah yang diproduksi kota tiap hari, pihakya harus jeli meng- atur strategi. Apalagi prediksi sampah kota tahun 2002 yang mencapai 2.000 m3 per hari. 30 unit truk disiapkan sebagai armada rutin menyisir ruas-ruas jalan yang ada, 6 unit disiapkan sebagai armada khusus untuk mem- bantu di jalur dengan volume sampah padat, dan 4 unit sebagai armada cadangan. Yang lebih penting pada 2002 nanti, kata Oka, adalah upaya meningkatkan ke- sadaran masyarakat khususnya menyangkut jadwal pengeluaran sampah rumah tangga, pembuangan sam- pah ke lahan kosong dan ketaatan akan perda kebersi- han dan ketertiban umum. Sampah adalah persoalan bersama, katanya. DENPASAR (lik) SSEKITARNYA Gerakan Kebersihan Serentak MENGANTISIPASI musim hujan dan ancaman banjir sekaligus menyambut Tahun Baru 2002, Satuan Koordi- nasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB), Minggu (30/12) kemarin melakukan gerakan kebersihan serentak di seluruh desa/kelurahan Kota Denpasar. Kegia- tan dipimpin ketuanya Made Westra, S.H. Kegiatan men- yasar kebersihan got, saluran air, jalan, telajakan di lingkungan masing-masing. Gerakan ini diikuti penyem- protan untuk membunuh nyamuk pembawa penyakit de- mam berdarah oleh Dinas Kesehatan Kota. (011) Kantor Desa Di-"pelaspas" MASYARAKAT Desa Sidakarya, Densel kini boleh bergembira karena telah mampu mewujudkan balai ban- jar berlantai dua. Kades Sidakarya Sinta Antara menye- butkan Rp 335 juta dihabiskan untuk mewujudkan balai banjar yang sebelumnya sering tergenang banjir tersebut. Dana itu berasal dari donatur, sumbangan wajib warga, APBD Kota dan bantuan Gubernur dalam kunjungan ker- janya beberapa waktu lalu. Pemelaspasan dilakukan Ming- gu kemarin dipuput pedanda Griya Toko, Sanur dan ditan- dai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Den- pasar Puspayoga. Pada kesempatan yang sama diresmi- kan gedung TK Usia Dini. (011) Penyerahan Bingkisan Natal SERANGKAIAN perayaan Natal dan Tahun Baru 2002, keluarga besar jemaat GPIB Maranatha Denpasar melaku- kan sejumlah kegiatan di antaranya penyerahan bingkisan kepada sekitar seratus janda, duda serta anak yatim piatu keluarga jemaat GPIB. Sekretaris GPIB, Vence Sanger, Ming- gu (31/12) usai acara tersebut mengatakan acara perayaan yang berlangsung di Praja Rakcaka, Kepaon itu juga dimeri- ahkan paduan suara dari GPIB dan Bidang Pelayanan Kat- egorial Anak. Perayaan Natal tahun ini tambahnya berte- makan Yesus Kristus sumber pembaruan. "Dengan pem- baruan ini kita wajib menjaga perdamaian antarumat khususnya di Bali," ujar Koordinator peringatan, Pdt. Slamet Iskandar, M.Si. pada acara tersebut. (031) Reli Tutup Tahun SEKITAR delapan ratus peserta dari kalangan pencinta sepeda tua, pelajar SLTP/SMU dan sekaa teruna mengiku- ti "Reli Sepeda Sehat Tutup Tahun", Minggu (30/12) ke- marin. Kegiatan yang digelar KONI Denpasar bekerja sama dengan Badan Koordinasi Narkoba Daerah (BKND) Kota Denpasar ini menempuh jarak 17 km. Start dilaksanakan di depan Gedung Jaya Sabha dan finish di Wantilan Pura Sakenan. Peserta juga mendapat penyuluhan tentang narkoba dari Prof. Suryani. Pelantikan Pengurus YPS (kmb 13) DI tengah-tengah arus globalisai yang membuat masyarakat makin individualistis dan cenderung kehilan- gan rasa nasionalismenya, upaya penanaman kembali ten- tang pokok-pokok pikiran ajaran Soekarno dipandang se- bagai hal yang mendesak untuk dilakukan. Untuk men- dukung hal ini, Pengurus Pusat Yayasan Pendidikan Soekar- no bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Soekarno (YPS), Sabtu (29/12), melantik pengurus YPS Cabang Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Ada pun pengurus yang dilantik di antaranya Drs. Made Suwitha, S.U. sebagai Ketua YPS Kota Denpasar dan Drs. Made Kader Adnyana sebagai Ketua YPS Kabupaten Badung. (kmb14) Sambut Tahun 2002 SEBAGAI bentuk komitmen dan konsiten dalam meles- tarikan budaya Bali, Hotel Tugu, Canggu menyambut tahun baru 2002 dengan mementaskan berbagai kesenian. Menurut Operation Manager Hotel Tugu, Ari Daniel, Senin (31/12) ditampilkan legong keraton yang akan ditarikan oleh penari legendaris Ni Ketut Cenik (80 tahun), kemudi- an diikuti anak-anak usia 6-7 tahun sebagai generasi penerus. Selain itu, dipentaskan tari kecak akan ditarikan di Pantai Canggu. (023) Bud Amlapura (Bali Akibat Kantor abrik massa, Jum KP Ida Ketut Bud hkan puing arsip dua minggu tak surat-surat tanah Dia mengatakan, bu itu, Kakanwil B Amlapura memberi Kanwil bilang, kala mau apa? Tetapi kar tor seperti biasa unt puing-puing dan me sip yang masih ada, Seperti diberitaka Karangasem diamu ang warga Culik, Al paknya kecewa, se sikap yang berisi tek Culik merasa tak Karangasem. Setela tiga kali 24 jam yan juru desa adat Culi untuk diajak berdia Muspida, lembaga te pala KP Karangase Menke Gianyar (Bali Pos Mencegah kemur terjadi akibat gangs depan perlu dipikir kesehatan. Karena dikembangkan siste ga masyarakat tidak timpa sakit. Hal itu dikataka tan Achmad Sujudi kerjanya ke RSUD Minggu (30/12) kem teri Sujudi didamp Kesehatan Bali dr. RSUP Sanglah Gust Hadir saat itu direl kepala dinas keseha jabat terkait. Dalam kunjung sempat meninjau se mah sakit, diantar D jiwani dr. Wayan B pati Gianyar Tjok. B ua DPRD Gianyar A pejabat di lingkunga Sudha TAHUN 2001 ta potret buram bagi masih diwarnai berb si Bupati Buleleng y pada akhir 2001 te Kasus paedofilia, p proyek KTP masal Wirata Sindhu dari tas, akankah 2002 ju "merah" dan membu ti makin menangis? Suksesi bupati ya final, tercatat paling pekerjaan bahkan s nasib rakyat Bulele tahta Wirata Sindhu tentu bukan adegan lakon panggung. B hadang persoalan be ri 2002 mulai terbit. ditinggalkan Wirata menjadi "Sinetron 2 Ketua DPRD Bule Sudharmaja Duniaji nasi. Masyarakat pu gin tahu komitmen p Wes Semarapura (Bali Desakan agar Ke juangan Bali Ida Ba memilih salah satu dingin kader PDI-P ua Fraksi PDI-P DPF Sri Handayani, S.H kemarin menilai, kep wa masih efektif ken batan menjadi Ketua dinasi antara DPC n ja DPRD Bali juga be dasnya. Menurutnya, PD mempertahankan W ini. Kemampuannya Bali diyakini mampu simpati rakyat terha pemilu berikutnya. baiknya memilih ya mencoba kader ya Malah kemungkinan Tah p Negara (Bali Pos Polres Jembra kasus pencurian kayu ilegal di perin 2001. Dari 319 ka Polres Jembrana, pencurian dan pen egal. Dibandingka lah kasusnya me upaya penegakan lakukan untuk m pencurian kayu ter Demikian dikata brana AKBP Drs. A brana Sabtu (29/12 sejumlah tersangk cara hukum untuk ya. Bahkan, beber telah dijerat denga berat. Namun masi han kayu di hutan ga kini.