Tipe: Koran
Tanggal: 2001-12-31
Halaman: 07
Konten
01 10 Senin Umanis, 31 Desember 2001 Bali Post Halaman 7 e an pa 30 an ota ke- ng ra- be- er- fp) an- ki- am ŋa Lua an- as- p) en pe- m- en a- Fah di an ng ota no- lik tr) ng di- er- an- an bu- at арт an an an ari p) T el- er- ng an ווה an ah m- F- k- サー חור n- Gu 1- Er) 13336 Harian untuk Umum Bali Post Pengemban Pengamal Pancasila Terbit Sejak 16 Agustus 1948 Tajuk Rencana Ekonomi Bali 2002 PESIMISTIS tentang ekonomi Bali 2002 makin banyak diungkapkan. Tidak saja oleh a praktisi dan para pengamat, para pengambil keputusan di tingkat penguasa pun muncul pisimisme tersebut. Hal itu tidaklah terlalu berlebihan dan meru- pakan hal wajar, menyusul turunnya wisatawan yang datang ke daerah ini. Demikian pula lesunya ekspor barang ker- ajinan ke pasar potensial yang selama ini menjadi andalan Bali juga melatarbelakan- gi kekhawatiran tersebut. Ditambah lagi be- lum pulihnya ekonomi secara nasional akan melengkapi alasan mengapa kita masih khawatir akan kelangsungan ekonomi Bali ke depan. Banyak contoh yang bisa dijadikan acuan, di antaranya adanya keputusan be- berapa perusahaan merumahkan karyawan dan pemutusan hubungan kerja. Ini diakibatkan sepinya order khususnya di sektor tekstil produk tekstil atau turun- nya jumlah wisatawan, sehingga tingkat hunian hotel mencapai titik teredah. Kondisi seperti ini diprediksi akan tetap berlangsung pada awal sampai pertenga- han 2002. Bahkan, tidak tertutup kemungki- nan akan berlangsung selama tahun 2002. Sebab, hingga saat ini belum ada kema- juan yang bisa dijadikan acuan untuk men- gubur pesimisme macetnya ekonomi Bali. Permasalahan sekarang, mestikah pesi- misme itu terus dipupuk tanpa ada upaya th untuk keluar dari ancaman kebangkrutan. Padahal, kita tahu bahwa ekonomi Bali san- gat tahan akan cobaan, karena masyarakat- mnya sangat lentur menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Kelenturan ini telah di- tunjukkan masyarakat Bali dalam empat utahun terakhir ini. Krisis yang melanda In- [donesia, tak membuat pembangunan di Bali mandek. Bahkan beberapa pengamat men- yatakan, seakan-akan masyarakat Bali tak kenal krisis. Dengan catatan, selama pari- wisata di Bali berlangsung normal dan wisatawan tetap menjadikan Bali sebagai daerah kunjungan utama di Indonesia. Namun, ketika wisatawan enggan da- tang ke daerah ini, sontak ekonomi Bali menjadi bermasalah. Berbagai permasala- han pun muncul. Tak hanya hotel yang merasakan dampaknya, BPW, art shop dan money changer pun belingsutan karenan- ya. Demikian pula sektor pendukung, uta- manya para suplyer bahan-bahan kebutu- han hotel juga menjerit. Mereka juga merasakan dampak buruk dari turunnya mwisatawan yang datang ke Bali. Selain sektor swasta, pemerintah daer- -indmols 2219 ah pun juga menanggung akibatnya. Ba- dung misalnya, pajak hotel dan restoran yang mencapai Rp 300 milyar pada tahun 2001 ini dikhawatirkan akan mengalami penurunan Rp 100 milyar pada tahun 2002. Akibatnya, berbagai program pembangunan pada 2002 ini akan dipangkas disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Tak hanya Badung, Denpasar dan Gian- yar pun akan merasakan dampaknya. Hal ini tentu akan berpengaruh pada pemban- gunan di daerah. Kalau kondisi seperti ini lama berlangsung, dipastikan akan meng- ganggu ekonomi Bali secara keseluruhan. Untuk keluar dari hal tersebut, tentu diperlukan upaya maksimal dari masing- masing daerah. Tak hanya pejabatnya, juga para praktisi yang bergerak di masing-mas- ing sektor. Upaya ini harus dibarengi den- gan melihat kembali potensi-potensi daer- ah yang dimiliki. Memang harus diakui, upaya untuk perbaikan sektor pariwisata merupakan prioritas utama yang harus di- lakukan, tetapi sektor pertanian dalam arti luas jangan sampai dikesampingkan. Sebab, harus diakui, sektor warisan le- luhur ini telah ditinggalkan oleh para pewarisnya. Demikian pula pemerintah masih setengah hati memberdayakan sek- tor ini bahkan sektor pertanian selalu dikalahkan. Buktinya, lahan subur terus menjadi sasaran pembangunan hotel dan berbagai sektor pariwisata lainnya. Seper- ti rencana pembebasan ratusan hektar sawah di Jembrana untuk F-1 dan rencana lapangan golf di Selasih, Gianyar. Pada saat itu tak ada pembelaan dari pemerintah, bahkan cenderung mendor- ong pencamplokan lahan yang subur dan produktif tersebut. Demikian pula fasilitas yang disediakan pemerintah dalam menun- jang kemajuan sektor pertanian juga san- gat sedikit. Tidak pernah kita mendengar, pembuatan jalan baru atau peningkatan kualitas jalan untuk memperlancar distri- busi hasil pertanian. Lain dengan pariwi- sata, selalu diikuti dengan berbagai ke- mudahan, baik dalam sarana maupun pem- bangunan prasarana. Ini menandakan bahwa sektor pertanian ini masih dijadikan anak tiri yang bisa diperhatikan bisa tidak. Ke depan hal ini mestinya tak diulangi lagi. Sebab, perta- nian merupakan sektor yang bisa meng- hidupi semua rakyat dan menghilangkan ketergantungan dengan daerah lain. Apalagi, dikaitkan dengan otonomi daer ah, sudah semestinya sektor ini dikelola dengan baik. MIMBAR AGAMA Renungan Akhir Tahun 81 ist web son m SAAT ini kita menunggu pergantian tahun hanya dalam hitungan jam, menit, dan akhirnya detik. Kita akan meninggalkan tahun 2001 dan memasuki tahun 2002. Inilah acara setahun sekali yang seakan- akan harus disambut dengan kemeriahan, dengan penuh suka cita, dengan berbagai pesta, musik, tari, nyanyian, dan perhitungan detik demi detik menjelang pergantian tahun. Pergantian tahun telah men- jadi ritual seperti tersebut. Redaktur Khusus MIMBAR BUDDHA Dhana Putra Suasana kemeriahan te- lah terbayang sejak awal. Ada pesta bernilai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, dalam bentuk pa- ket yang ditawarkan mela- lui berbagai media. Ada pesta rakyat, seperti yang akan diselenggarakan di Denpasar, yang murah me- riah. Ada pesta di hotel berbintang, restoran terkenal, kafe interna- sional, dan beragam tempat lainnya. Na- mun ada juga yang melewatkan malam pergantian tahun dengan membakar singkong atau jagung sambil menikmati hiburan di layar kaca atau ngobrol bersa- ma tetangga. Tahun baru hanyalah sebuah kesepaka- tan. Hari itu tidak ada bedanya dengan ke- marin. Esok tidak ada bedanya dengan hari ini. Matahari masih terbit di timur dan tenggelam di barat, ayam jantan masih berkokok di pagi hari. Namun kita telah sepakat bahwa besok adalah tahun baru, tahun 2002, hari-hari baru yang akan kita lewati dari awal lagi. Hari ini, hari terakhir tahun ini, tidak ada salahnya bila kita gunakan untuk me- lihat kembali catatan yang ada di awal tahun. Apa yang kita harapkan pada tahun ini? Apa yang kita rencanakan untuk tahun ini? Coba renungkan kembali dengan ken- yataan yang ada. Apakah semua harapan tersebut telah menjadi kenyataan? Apakah hasil yang anda capai melebihi target yang anda tetapkan di awal tahun? Apakah se- mua harapan tersebut telah menjadi ken- yataan? Apakah ada peningkatan yang te- lah tercapai? Melihat ke belakang terus-menerus me- mang bukan langkah yang baik, bagaikan mengemudi kendaraan dan terus-menerus melihat spion yang ada di kanan-kiri. Me- mang tidak ada kemajuan yang bisa dica- pai. Melihat ke belakang sekali waktu meru- pakan langkah yang bijak. Kita bisa men- gevaluasi diri sendiri, melihat kembali harapan dan kenyataan yang ada, menco- ba melihat kelemahan, kekurangan, dan kelebihan yang kita miliki. Coba renungkan sejenak perjalanan yang telah kita lalui. Hari demi hari, ming- banyak kekalahan yang te- lah terjadi? Analisis apa yang telah terjadi, antara harapan dan kenyataan yang ada sepanjang tahun ini. Dengan menganalisis diri sendiri, kita dapat mengetahui dengan lebih baik kelemahan dan kekua- tan yang kita miliki. Den- gan mengetahui hal ini, cobalah untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan meningkatkan kekuatan yang ada dengan langkah-langkah yang bijak. Kita dapat memperbaiki diri dan terus memperbaiki diri menuju kesempurnaan. Kita dapat ber- juang sesuai dengan kekuatan yang ada. Kita merenungkan diri dalam segala as- pek kehidupan, termasuk dalam kehidupan beragama, dalam mengolah bati, dalam menjalankan ajaran agama yang juga men- jadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Sekali lagi, cobalah untuk menyisihkan waktu untuk merenung di antara kemeria- han pesta yang ditawarkan. Awal tahun selalu diwarnai dengan se- mangat baru, harapan baru, cita-cita yang baru, target yang baru, dan seterusnya. Ten- tukan semuanya mulai sekarang. Inilah yang menjadi harapan di awal tahun baru ini. Inilah yang menjadi target, yang harus kita raih, yang harus diwujudkan. Hara- pan ini dibuat dalam segala aspek kehidu pan yang kita miliki. Ini adalah tujuan akhir yang ingin dicapai. Selanjutnya tentukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Apa yang kita perlukan agar semua harapan tersebut menjadi ken- yataan? Tentu saja kerja keras, semangat pantang menyerah, berusaha dan terus beru- saha menciptakan kondisi yang menduku- ng agar harapan dapat terwujud. Jangan lupa untuk tetap menjalankan ajaran aga- ma dalam kehidupan sehari-hari, terus melatih diri dalam kemoralan, melatih piki- ran, dan kebijaksanaan. Sisihkan waktu sejenak untuk merenung, menilai diri sendiri. Temukan kekuatan dan kelemahan yang kita miliki. Tentukan harapan kita dan coba rencanakan lang- kah-langkahnya. Dengan demikian, hara- gu demi minggu, bulan demi bulan, yang pan kita agar tahun depan menjadi tahun akhirnya membawa kita pada akhir tahun yang lebih baik akan dapat menjadi ken- ini. Lihatlah diri kita sendiri, berapa bany- yataan bagi semuanya. Selamat Tahun ak kemenangan yang telah diraih, berapa Baru. Bali Post Dampak 2001 pada Tahun yang Baru GILIRAN ANDA BAGI kita di Indonesia, agaknya ada dua peristiwa besar yang terjadi pada 2001 yang terus berdampak pada tahun baru nanti. Pertama, per- gantian presiden RI pada 23 Juli 2001 dari Abdurrahman Wahid ke Megawati Soekarnoputri tanpa pertumpahan darah dan bentrokan fisik. Kedua, megateror yang terjadi di kota New York dan ibu kota Washing- ton, DC pada 11 September serta reaksi Amerika Serikat yang menger- ahkan seluruh daya mampunya. Oleh Sabam Siagian Tentunya ada peristiwa penting lain- silam ini, baik yang terjadi di dalam negeri nya yang menonjol selama tahun yang akan maupun yang menonjol di panggung inter nasional yang secara keseluruhan pasti akan mempengaruhi perjalanan bangsa Indonesia selama tahun 2002. Namun, se- bagai pangkal tolak untuk suatu tinjauan yang serba padat, dua peristiwa seperti di atas berguna untuk dikembangkan lebih lanjut. Pergantian presiden RI menjelang akhir bulan Juli lalu yang terjadi tanpa kek- erasan dan menurut jalur konstitusional yang tersedia patut dicatat sebagai suatu prestasi. Rupanya bangsa Indonesia masih mampu melakukan perubahan penting buhan darah. Bahwa Gus Dur pada akhir yang terpaksa dilakukan tanpa pertum- dinilai sebagai presiden yang tidak mam pu melakukan tugasnya di samping peny- impangan yang bertentangan dengan sumpah jabatan adalah hal yang sungguh mengecewakan. Ketika dia dipilih pada Oktober 1990 sebagai presiden ke-4 RI, meskipun tidak muncul di Majelis Per musyawaratan Rakyat dari sebuah par- tai politik, harapan besar dikaitkan pada dirinya sebagai seorang tokoh demokrasi yang berlandaskan keagamaan. Begitu be- sar harapan tersebut bahwa seorang Gus Dur dapat memimpin Indone- sia memasuki tahap baru, seh- ingga hambatan daya lihatnya tidak dianggap sebagai faktor yang serius. san sehari-hari dan mengambil keputu- merintahan Megawati, Menko berfungsi san yang diperlukan. Dalam sistem pe- sebagai wakil kepala pemerintahan. Ternyata para Menko yang bersangku- tan (kecuali Jusuf Kalla) mempunyai pendekatan yang agak berlainan tentang fungsinya. Susilo Bambang Yudhoyono (keamanan dan politik) gemar menghasil kan analisis yang "cantik" (itu istilah fa- voritnya). Tetapi enggan mengambil kepu- tusan kongkret yang berisiko. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (bidang perekonomian) yang pernah menjadi Dekan Fakultas Ekonomi UI bergairah sekali dalam mema- parkan proyeksi 25 tahun ke muka (se- dangkan masalah bangsa ini adalah, apa aan pangan. Atau menguraikan tentang kah minggu depan masih cukup persedi- sejarah Federal Reserve Bank-bank Sen- tral AS). Tampaknya, Jusuf Kalla (bidang kesejahteraan rakyat) yang tanpa bany- ak ribut, turun ke lapangan dan mengam- bil keputusan yang diperlukan. Nasib bangsa pada tahun 2002 amat ditentukan, apakah kue ekonomi nasion- al akan membesar secukupnya (dapat menampung sebagian besar dari pencari kerja yang baru dan sekaligus menurunk- an garis kemiskinan) atau justru menciut. Kekhawatiran mengenai perekonomi- 2001 berlangsungnya suatu pemerintah- an di mana decision maker tidak melak- sanakan decision making. Bukankah itu sama dengan menunda persoalan dan ke- mudian berharap bahwa penundaan akan menghasilkan penyelesaian yang berlang- sung secara otomatis?" Sementara itu, Menko Dorodjatun set- elah sidang kabinet paripurna Kamis siang lalu justru membanggakan sejum- lah proyek besar yang dapat diselesaikan pemerintah ini dalam waktu 4 1/2 bulan setelah diresmikan. Pandangan Hitam-Putih Situasi dunia setelah peristiwa mega- teror 11 September sebenarnya tidak ber- tambah kompleks. Malahan sebaliknya yang terjadi. Karena pimpinan negara su- per, AS, yang menjadi sasaran aksi mega- teror itu menandaskan bahwa siapa yang mendukung kelompok teroris adalah la- wan. Selain itu, siapa yang menumpas mereka, ataupun mengutuk mereka, ad- alah kawan-maka telah dipaksakan suatu penyederhanaan pada gambaran situasi internasional. Jiang Zemin di Beijing dan Vlamidir Putin di Moskow cepat menarik manfaat dari pandangan hitam-putih yang mengua- tember. Mereka menunjukkan simpati sai Washington, DC pasca tragedi 11 Sep- bahkan tanda-tanda kesetiakawanan dengan rekan mereka, George W. Bush. Yang menjadi sasaran bagi mereka ad- alah investasi, teknologi dan pangsa pasar mengingat AS masih merupakan kekua- tan ekonomi terbesar di dunia. Yang paling berani mengambil risiko adalah Jenderal Pervez Musharaf, Pres- iden Pakistan. Meskipun Pakistan sebe- narnya yang membesarkan dan terus mendukung Taliban dengan perkiraan bahwa Afghanistan dapat menjadi zona Pada awalnya sebenarnya, Indonesia telah memain- kan kartunya dengan baik. Presiden Megawati tetap mengunjungi Gedung Putih, meskipun 11 Septem- ber terjadi. Jelas, Presiden Bush memperlihatkan apresiasinya bahkan kekaguman terhadap pemimpin perempuan dari Indonesia. Tahap berikut- nya menunjukkan kebijakan yang tidak begitu man- tap di Jakarta. Tampaknya kita tidak sadar sepenu- hnya bahwa menetapkan aksi anti-teror di dalam negeri adalah memulihkan ketenteraman supaya perkembangan sosial-ekonomi dapat ditingkatkan. Bukan karena ingin ambil muka di Washington, DC. Sungguh ironis bahwa pada Juli tahun ini, Gus Dur karena keanehan dan keterbatasan- nya itu berhasil menggumpal- kan konsensus di kalangan DPR dan MPR, kalangan uni- versitas, di kalangan TNI (khususnya Angkatan Darat dengan Jenderal Endriartono Sutarto yang ingin bersikap hati-hati supaya jangan dicap ada maksud kup) bahkan di kalangan Mahkamah Agung bahwa melanjutkan masa kepresidenan Gus Dur akan berarti menjerumuskan Indonesia ke lembah ser- ba parah. Indonesia pada akhir tahun 2001 ini akan berada dalam situasi dan kondi- si yang jauh lebih sulit, dibandingkan sekarang, andai kata Gus Dur masih tetap di Istana Merdeka. Namun, setelah beberapa bulan ber- fungsi maka kekecewaan atau paling sedi- kit keraguan mulai meluas mengenai kin- erja pemerintah Megawati Soekarnopu tri. Kualitas kabinetnya secara keseluru- han memang lebih baik ketimbang kabi- net Gus Dur yang didandani beberapa kali. Supaya fair, patut juga dicatat bahwa kesemrawutan policy yang diwarisi dari Gus Dur dan situasi dunia yang secara mendadak berubah setelah 11 September (ketika kabinet baru yang diumumkan pada 11 Agustus nyaris berumur satu bu- lan) membuat tugas yang diemban Pres- iden Megawati sungguh tidak mudah. Kualitas kepemimpinan diuji ketika menghadapi tantangan. Setelah bebera- pa bulan sebagai presiden, sementara ke- san menonjol bahwa konsep Megawati tentang jabatan kepresidenan adalah ser- ba agung (regal) dan rapi. Ia mengandal- kan para Menko untuk menangani uru- an nasional ini rupanya yang mendorong para teknokrat senior yang amat berper an selama pemerintahan Soeharto (Wid- jojo Nitisastro, Ali Wardhana, Subroto, Moh. Sadli, Sumarlin, Emil Salim dan mungkin Saleh Afiff) yang juga alumni FE- UI untuk mengadakan pertemuan persau- daraan dengan rekan junior mereka, Men- ko Dorodjaun Kuntjoro-Jakti di sebuah lokasi di Jakarta Selatan. Saya tanya seorang teman yang ikut hadir di pertemuan tersebut, apa saja yang mereka bicarakan? Jawabnya singkat. Mereka siap membantu, karena Dorodja- tun tidak boleh gagal (dalam bahasa Ing- gris ucapannya itu: "He simply can not fail). Saya tidak sempat bertanya lebih lanjut, apakah tidak boleh gagal" demi reputasi FE-UI, atau demi kesejahteraan bangsa? Mungkin juga bagi Widjojo dkk. kedua- duanya sama pentingnya. Alhasil, apa yang sungguh kita harap- kan dan perlu didorong terus adalah, su- paya kinerja pemerintahan Megawati- Hamzah Haz dan pada tahun depan terus membaik dan meningkat mutunya. Jan- ganlah sampai berlanjut situasi-kondisi seperti diutarakan oleh Sjahrir, Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Baru, dalam uraian akhir tahunnya. Kata Sjahrir, "Kita melihat di tahun Surat Pembaca Persyaratan: Sertakan Fotokopi KTP atau SIM Konflik di DPRD Buleleng Pertarungan elite politik di Bumi Panji Sakti, Buleleng, terus bergulir makin panas. Apalagi pasca sertijab Bupati Buleleng yang dinilai gagal, sepertinya pertarungan antar kelompok di DPRD Buleleng makin melebar dan rumit. Masyarakat benar-benar mendapat suguhan pertunju- kan dari elite politik Buleleng yang semarak. Bisa dipastikan masyarakat Buleleng khusus- nya serta masyarakat Bali umumnya kebingungan, kelom- pok mana yang benar-benar memperjuangkan rakyat, ser- ta mana yang hanya koar-koar mewakili rakyat tetapi ujung- ujungnya hanya memperjuang- kan kepentingan pribadi. Menurut saya sedang terja- di pertarungan dua kelompok kepentingan yang sangat in- tens. 1. Kelompok yang berusaha menjalankan aturan, berorien- tasi pada kepentingan rakyat serta terus memperjuangkan tegaknya reformasi. pihaknya. Muncullah rekayasa beberapa hal, untuk mengacau- kan situasi, sehingga terjadi konflik terbuka. Situasi ini ten- tu sangat menguntungkan frak- si di luar PDIP, mereka tinggal mencermati dan menunggu arah angin, mana yang paling menguntungkan lalu meman- faatkan untuk kepentingan kel- ompok dan pribadinya. Walaupun politik memang penuh intrik, ajang perebutan pengaruh dan kepentingan antar kelompok, sebagai war- ga Buleleng, saya tetap priha- tin dengan perkembangan situ- asi di DPRD Buleleng, karena Dewan cenderung melupakan tugas sesungguhnya. Saya juga berharap, segera ada bupati definitif sehingga roda pemerintahan berputar kembali dengan normal. Tidak peduli siapa yang akan menja- di orang nomor satu di Bule- pengaruhnya, setelah 11 Sep- tember, Musharaf banting stir ke kanan. Ia mendukung AS dalam perang anti-teror dan menyediakan fasilitas yang diperlukan di wilayah Paki- stan. Andai kata Taliban tidak hancur dalam jangka waktu sekitar delapan minggu, maka dapat diperkirakan Pervez Musharaf kemungkinan besar akan ditumbangkan oleh se- buah kup. Sekarang ia dapat memetik panen dengan me- maksimalkan bantuan AS un- tuk pembangunan Pakistan. Memang, salah satu ciri kepemimpinan yang man- tap adalah keberanian mengambil risiko tanpa bersikap nekat. Pada awalnya sebenarnya, Indonesia telah memainkan kartunya dengan baik. Presiden Megawati tetap mengunjungi Gedung Putih, meskipun 11 September ter- jadi. Jelas, Presiden Bush memperlihatkan apresiasinya bahkan kekaguman terhadap pemimpin perempuan dari Indonesia. Ta- hap berikutnya menunjukkan kebijakan yang tidak begitu mantap di Jakarta. Tam- paknya kita tidak sadar sepenuhnya bah- wa menerapkan aksi anti-teror di dalam negeri adalah memulihkan ketenteraman supaya perkembangan sosial-ekonomi da- pat ditingkatkan. Bukan karena ingin am- bil muka di Washington, DC. Pidato-pida- to yang mencerminkan mau sok bebas-ak- tif justru menimbulkan kejengkelan di Washington. Akibatnya, pemerintah Mega- wati tidak dapat memaksimalkan kepent- ingan nasional RI. Jelas juga di bidang internasional, seper- ti ditandaskan oleh Sjahrir, para pengam- bil keputusan di Jakarta wajib melakukan tugas mereka, yakni mengambil keputusan. Penulis, pengamat perkembangan sos- ial politik Indonesia serta masalah interna- sional, tinggal di Jakarta leng, asal benar-benar paham akan kondisi Buleleng dan fig- ur tersebut merupakan aspira- si sebagian besar warga Bule- leng, memiliki kapabilitas ting- gi, mampu menciptakan siner- gi sehat dengan legislatif. Tidak harus kaya, sebab kualitas in- dividual dan potensi seseorang tidak ditentukan oleh sebera- pa banyak harta yang dia pun ya. Inovatif, punya kejujuran, kemauan untuk bekerja keras, aspiratif, berwawasan ke depan serta berpikiran universal jauh lebih penting dari pada seka- dar kekayaan. Mudah-mudah an juga konflik di DPRD Bule- leng segera berakhir dan secara bersama-sama anggota Dewan merapatkan barisan memikir- kan kepentingan kami sebagai rakyat. Nyoman Triyasa Desa Tamblang Kec. Kubutambahan, Buleleng. Unilever hadiah tersebut. Pemenang hanya akan dihubungi oleh PT Missi Idea Selaras. Catut Nama Akhir-akhir ini banyak ter- jadi penipuan, baik melalui tele- 2. Bisa jadi, pada awalnya pon, faksimili ataupun surat sebagian besar fraksi setuju yang berhubungan dengan un- untuk melengserkan Bupati dian berhadiah "Rejeki Pemir- Buleleng. Namun dalam per- sa Lifebuoy Tok Tok Wow". jalanan selanjutnya, terutama Kami sangat prihatin kare- pasca sertijab, kemungkinan na bukan hanya kami yang "belaian" dari kelopok di luar dirugikan tetapi terutama anggota Dewan menciptakan para korban penipuan tersebut. dua arah angin yang berbeda Kami, PT Unilever Indone- di DPRD. Sehingga beberapa sia Tbk. dengan ini memberi anggota Dewan mulai bimbang tahukan dan memperingatkan antara memperjuangkan kebe- kepada masyarakat bahwa: naran atau menggunakan sisa 1. PT Unilever Indonesia waktu yang dua tahun lagi den- Tbk. telah menunjuk PT Missi gan sebaik-baiknya agar se- Idea Selaras sebagai wakil yang cara optimal menguntungkan mengkoordinasikan hadiah- 2. Pengumuman pe- menang undian berhadiah "Rejeki Pemirsa Lifebuoy Tok Tok Wow" hanya melalui me- dia cetak pada 28 November 2001. Tidak ada korespon- densi dan pungutan biaya apa pun yang dilakukan ber- hubungan dengan pengumu- man pemenang "Tok Tok Wow". Maureen E. Budiman Senior Communcations Manager Kondisi Buleleng Melihat keadaan Buleleng saat ini seperti kota yang lagi sakit. Pembangunan belum dapat dilakukan secara mak- simal dan optimal. Dapat dikatakan demikian melihat beberapa fakta yang dapat saya sampaikan. 1. Pembangunan pasar se- mentara yang berlokasi di terminal Banyuasri sampai saat ini terbengkalai tanpa penanganan yang mengarah pada optimalisasi pemanfaa- tannya. 2. Tatanan pasar Anyar I yang terbakar dan masih me- manfaatkan badan jalan dan telah makan korban jiwa be- berapa orang manusia, mu- ngkin memerlukan prioritas utama untuk mendapatkan penanganan sehingga kesem- rautan dan macetnya jalan dapat diatasi. 3. Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah yang ada, dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, kalau hujan sangat memprihatinkan, lantai licin karena air naik dan juga atap bocor di sana sini. Dari kondisi tersebut maka kami mohon aparat yang berwenang agar men- gadakan pengecekan dan perbaikan serta langkah op- timalisasi dari aset yang ada saat ini. Anggota DPRD Buleleng dan tokoh masyarakat set- empat, diharap untuk lebih memperhatikan hal-hal yang bersifat kepentingan umum seperti RSUD tadi, dan jan- gan hanya memikirkan suk- sesi semata, walau hal terse- but tidak kalah pentingnya. I Putu Astrawan Singaraja Angkutan Trem di Bali TOPIK "Wisata Desa" kita akhiri dan terima kasih kepada Anda yang sudah berpartisipasi. Topik kita berikutnya men- genai angkutan trem di Bali yang dilontarkan MTI (Masyar- akat Transportasi Indonesia) sebagai solusi mengatasi kesemrawutan lalu-lintas di Bali. Sejauh ini pihak DPRD Kota Denpasar, khususnya Komi- si D dan Wali Kota Denpasar belum menentukan sikap atas ide tersebut. Alasannya, belum paham benar den- gan konsep yang dilontarkan MTI sehingga pihaknya per- lu mengkaji lebih lanjut. Persoalan dana paling krusial dalam merealisasikannya itu ini. Namun pihak DPRD Badung menilai, Pemprop Bali harus berani membentuk tim untuk mengkaji secara menyeluruh kemungkinan merealisasi angkutan trem ini. Tim yang dibentuk tersebut harus independen, tak mengikuti selera pemerintah, dan diusulkan mengikuti aspirasi rakyat. Per- tanyaannya, bagaimanakah aspirasi rakyat? Apakah Anda memiliki pemikiran-pemikiran mengenai gagasan angkutan trem di Bali ini? Bagaimana mewujud- kannya? Kira-kira terpecahkankah persoalan lalu-lintas dengan angkutan trem? Bagaimana sistem operasional- nya? Apakah mentalitas masyarakat Bali akan mendukung? Kami persilakan Anda mengirim tulisan (tidak lebih dari satu halaman, ketik dua spasi) ke Redaksi Bali Post JI. Kepundung 67A Denpasar, kode pos 80232. Tulisan dis- ertai fotokopi identitas, kami tunggu paling lambat 15 Jan- uari 2002. Jangan lupa cantumkan "Giliran Anda". Bisa juga mengirim melalui E-mail: balipost@indo.net.id Perlu Dipertimbangkan IDE yang dilontarkan oleh Masyarakat Transportasi Indo- nesia (MTI) mengenai kemungkinan angkutan trem di Bali, merupakan salah satu pemecahan menghadapi kesemrawu- tan lalu-lintas. Seperti halnya kita ikuti lewat ulasan di media massa, di negara-negara seperti di Eropa dan Amerika, an- gkutan trem begitu populer sebagai transportasi antar kota. Namun persoalannya sekarang, ide tersebut untuk pengada- an angkutan trem di Indonesia, khususnya di Bali yang secara geografis beberapa wilayahnya masih tergolong asri dengan warna adat dan tradisinya masih terpelihara. Saya rasa ide itu merupakan terobosan baru di bidang sa- rana penyediaan transportasi serta sebagai alternatif, selain transportasi angkutan bus kita ketahui selama ini misalnya. Karena itu hendaknya pemerintah mulai memikirkan langkah- langkah ke depannya terhadap ide yang dilontarkan MTI se- bagai bahan kajian. Sebelum dikaji hendaknya dilakukan survai ke masyarakat dengan membentuk tim khusus yang bersifat independen selain lembaga DPRD yang ada. Menurut saya angkutan trem sebagai solusi dalam men- gatasi kesemrawutan lalu-lintas, kurang tepat. Sebab ketert- iban dalam berlalu lintas erat kaitanya dengan sikap dan men- talitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Wayan Kurniasa, A.Md. Banjar Abuan Kauh/Abuan Kec.Susut, Bangli Tinjau secara Spesifik SAYA setuju dengan pendapat bahwa masalah kemacetan lalu-lintas sangat bervariasi untuk setiap daerah. Harus ditinjau secara spesifik, terperinci dan terpisah, dengan tahapan lang- kah dan konsep kerja yang jelas untuk masing-masing daer- ah/proyek. Dari situ baru kita bisa melihat solusi apa saja yang dapat diajukan dan apakah solusi itu dapat diterapkan, diterima dan memang diperlukan di daerah yang bersangkutan. Kemudian perlu ditinjau lebih lanjut titik permasalahan di setiap daerah. Apakah masalah bersumber dari ketidak-lengka- pan infrastruktur yang ada, kekurangan koordinasi antara PU/ PLN/Telkom dan DLLAJR (misalkan berkaitan dengan proyek penggalian), ataupun sampai ke kurangnya kesadaran pema- kai jalan (pejalan kaki, pengemudi kendaraan dalam mematuhi aturan lalu- lintas yang ada. Belum lagi kalau mempertanyakan efisiensi kerja, ketegasan penerapan hukum dan kejujuran aparat pengatur lalu-lintas/DLLAJR melakukan tugasnya (mis- alnya mengadakan razia di persimpangan jalan, yang malah menimbulkan kemacetan lalu-lintas ataupun malam hari di be- lokan jalan yang sangat miskin cahaya, sehingga membahay- akan pengemudi yang kurang awas). Jadi trem, mungkin saja dapat mengurangi salah satu fak- tor kesemrawutan lalu-lintas, tetapi untuk lokasi yang mana? Misalkan di Denpasar, dari mana ke mana? Apakah masyarakat bisa menerima dan memakai dengan baik? Apakah memang trem yang dibutuhkan masyarakat? Apakah bukan hanya den- gan penambahan transpor umum berupa minibus dan penera- pan disiplin yang tinggi akan merupakan solusi yang tepat untuk sebagian daerah? Fasilitas transpor umum itu jelas harus menjawab kebutu- han masyarakat, terutama masyarakat pemakai. Apakah den- gan trem sudah menjawab pertanyaan ini? Seperti akses (ke mana saja trem ini akan mengakses penumpangnya, apakah memang dibutuhkan), frekuensi rute cukup, harga terjangkau masyarakat kalangan menengah ke bawah (bukan untuk se- mata mencari ROI), kenyamanan dan keamanan terjamin (edukasi yang tepat untuk pemakai/pengemudi, sampai sekarang saja pengguna KA/bus umum kurang mempunyai disiplin - bergantungan di pintu, bahkan duduk di atas atap KA). Saya cuma memohon untuk jangan sampai pengambilan suatu putusan yang dianggap sebagai kebijakan penyelesaian masalah, malah berbalik menjadi suatu masalah baru buat masyarakat. Hal ini juga akan mencerminkan pemakaian dana yang ada, secara tepat guna. Tentunya kita semua mengingin- kan solusi yang terbaik buat masyarakat Bali ataupun penda- tang yang tinggal di Bali. Widhiana Laneza JI. Penyaringan Gg II/7 - Sanur Kauh Catatan Selamat Tahun Baru 2002 - Rahajenglah Bali, Rahayu Nusantara Bang Podjok Perintis: K. Nadha. Penanggung Jawab: ABG. Satria Naradha Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab: Alt Susrini, Suryawan, Wirata. Koordinator Liputan: Dwikora Putra, Alit Purnata. Redaksi: Alit Sumertha, Daniel Fajry, Legawa Partha, Martinaya, Mawa, Palgunadi, Sri Hartini, Suana, Sueca, Wirya. Anggota Redaksi Denpasar : Arya Putra, Dira Arsana, Iwan Darmawan, Kasubmahardi, Mas Ruscitadewi, Oka Rusmini, Subagiadnya, Sugiartha, Sumendra, Sutiawan, Suyadnya, Umbu Landu Paranggi, Yudi Winanto. Bangli: Pasma, Buleleng : Suentra, Gianyar: Subrata, Jembrana: Asmara Putra, Karangasem : Budana, Klungkung: Sarjana, Tabanan: Adnyana, Parwita, Jakarta: Agus Astapa, Bambang Hermawan, Endy Poerwanto, Nikson, Suharto Olii. NTB: Agus Talino, Syamsudin Karim, Riyanto Rabbah, Izzul Kairi, Raka Akriyani, Nur Haedin, Siti Husnin. NTT: Gregorius Rusmanda. Surabaya: Bambang Wiliarto, Djoko Muljono. Yogyakarta: Nikolaus Putut AP. Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A, Denpasar 80232. Telepon (0361) 225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O. Box: 3010 Denpasar 80001 Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag. Iklan/Redaksi: Jl. Palmerah Barat 21F. Telp. 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB Jalan WR Supratman 22 A Telp. (0370) 632737. Bagian Iklan: Suryanta. Bagian Sirkulasi: Budiarta. Marketing/Pengaduan Pelanggan: Kariawan, Alamat Bagian Iklan: Jl. Kepundung 67 A, Denpasar 80232 Telp. : 225764, Facsimile: 227418 Senin s.d. Jumat 08.00 - 19.00 Sabtu 08.00-13.00 Minggu 08.00 - 19.00. Tarif Iklan: Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, perbaris Rp 15.000 Iklan Umum Rp 20.000 per mmik.Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 10.000 per mmk. Advertorial Rp. 7.000 per mmk. Iklan Warna : 1 warna Rp 25.000, 2 warna Rp 27.500, 4 warna Rp 30.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak supp Amuat besok dapat diterima sampai pukul 15.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan : Jl. Kepundung 67A, Denpasar 80232. Telp: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 30.000 sebulan. Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 1.500. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP. Penerbit: PT Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER 4cm
