Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 2001-12-31
Halaman: 08

Konten


Halaman 8 Dari Warung Global Interaktif-"Bali Post" Tak Efektif, Beri Uang bagi Pelapor Pengedar Narkoba KEINGINAN Wakil Bupati Badung Drs. I Made Sumer yang akan memberi- kan uang Rp 1 juta kepada masyarakat yang melapor- kan keberadaan pemakai narkoba mengundang komentar beragam. Komen- tar itu mengemuka ketika masalah itu diangkat dalam acara Warung Global yang disiarkan secara langsung Radio Global 99,15 FM Kini Jani dan Radio Genta Bali 106,15 FM Sabtu (29/12). Pengunjung warung menegaskan, ditengah lemahnya komitmen penegakan hukum kepada pelaku-pelaku yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, keinginan Sumer ini dianggap sebagai hal yang tidak efektif. Belum lagi masih minimnya jaminan keselamatan yang bisa diberikan kepada pelapor. Sementara disisi lain, munculnya pemikiran bahwa pemberian-pemberi kan saksi bahkan tersangka, membuat masyarakat se- makin enggan melapor," kat- anya. Panji yakin jaringan narkoba dibekingi orang-or- ang tertentu yang bisa saja mengancam jiwa si pelapor. Bahkan ia mengaku pernah melaporkan kasus narkoba, tapi aparat tidak menangga- pi sebagiamana mestinya. Hal ini menunjukkan aparat juga enggan menangani ka- sus-kasus narkoba. Ia lalu mencontohkan apa yang ter- jadi di Kuta. "Di Kuta orang nongkrong dipinggir jalan menawarkan narkoba. Saya yakin aparat tahu tetapi eng- gan bertindak," katanya lagi. Dijadikanya pelapor se- bagai saksi dalam proses lan- jutan juga diakui Tom pen- gunjung lainnya. Mengingat informasi yang diberikan ini hanya sebagai informasi awal yang akan dikembang kan oleh aparat penyidik, pe- lapor menurutnya bisa saja tidak dilibatkan menjadi saksi. Mengenai dijadikan- nya pelapor sebagi tersangka, Tom mengatakan hal terse- but akibat kuatnya jaringan narkoba. Tapi bagaimana pun ia meminta masyarakat jangan takut untuk tetap melapor. "Yakinlah kebena- ran pasti menang," tegasnya. Menyinggung mengenai hadiah, Tom mengatakan uang satu juta rupiah nilain- ya masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan nilai jika generasi muda sebagai aset bangsa dirusak oleh narkoba. Sedangkan Kade Mako menilai pemberian hadiah satu juta rupiah ini sebagai upaya aparat mencari gam- pangnya saja sekaligus bisa mengadu rakyat dengan pe- candu. "Mereka mengadu dianggap sama sekali tidak rakyat dengan pecandu dan an hadiah seperti ini mendidik masyarakat. Panji pengunjung pertama mengungkapkan, jaminan kesemalatan bagi pelapor masih minim. Hal ini mem- buat masyarakat enggan me- laporkan mengenai ke- beradaan pemakai dan pengedar narkoba. Apalagi yang melaporkan bisa dijadi- ini sangat berbahaya," katan- ya. Padahal menurutnya, uang satu juta rupiah sangat sedikit dibandingkan dengan keselamatan bagi si pelapor. Untuk itu ia berharap penan- ganan oleh aparatlah yang lebih serius, meski pun harus diakui pembiayaan aparat menangani masalah ini san- gat minim. Memang hadiah satu juta rupiah bukanlah hadiah yang besar dan dari sudut psikolo- gis hal ini bagi Maria tidak- lah baik. Penghargaan, kata Maria, sebaiknya jangan berupa uang tetapi sebaikn- ya berupa jaminan keselama- jadikan saksi apalagi ter- tan dan pelapor jangan di- sangka. Yang punya narkoba lebih berani memberi lebih dari satu juta rupiah," tegas- nya lagi. Jaminan keselamatan ru- panya menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pelapor. Tanpa diberi uang satu juta rupiah juga saya mau me- lapor, asalkan ada jaminan keselamatan," kata Dengkek di Tabanan. Sama dengan Maria, Ia juga menilai pem- berian penghargaaan berupa uang tidak baik. Itu akan membuat masyarakat diajar kalau tidak ada uang tidak mau kerja. Menurut Dengkek, kalau memang betul-betul hukum ditegakkan. masyarakat pas- ti akan berani melapor. Se- lain itu ia juga meminta apar- at untuk introspeksi diri apa- kah sudah becus atau belum. "Yang sudah tertangkap saja belum jelas penanganannya untuk apa menangkap lebih banyak sampai berkoar-koar memberi hadiah satu juta rupiah," katanya. Bagi Karsika dan Jujur, pemberian hadiah ini sama saja mengajarkan masyarakat judi dan bukan sebagai pendidikan yang baik. "Pemberian hadiah oleh pemerintah dan aparat yang diatas sama artinya dengan mengajarkan masyarakat judi," ketus Karsika. Sement- ara uang satu juta rupiah, baginya sama sekali tidak menjamin keselamatan pel- apor apalagi keluarga pel- apor. Masyarakat saat ini sudah tidak percaya pada hukum sehingga enggan me- lapor. Kalau yakin tidak usah dikasi uang pun masyarakat pasti mau melapor. Ia selan- jutnya mengimbau agar wabup jangan mengeluarkan pernyataan seperti itu. Menyimak lebih men- dalam apa yang dilontarkan Sumer, bisa jadi ini merupa- kan bentuk dari sikap skep- tisnya atas apa yang dilaku- kan aparat. Jika saja benar demikian, kata Anton, ini merupakan suatu tantangan bagi aparat. "Kalau saya jadi aparat ini merupakan tampa- ran," katanya. Apa yang disampaikan Anton didukung Subamia. Ia melihat pernyatan wabup ini han bagi aparat kepolisiak merupakan sebuah pelece- terutama intelejennya. Untuk itu Kapolda Bali menurut Anton dan Subamia harus benar-benar memberdayakan anak buahnya dalam mengh- adapi masalah ini. Sikap bijak disampaikan Alit yang meminta komentar jangan terlalu jauh. Ia men- gatakan yang perlu dipertan- yakan apakah janji ini dike- luarkan melalui jaminan ter- tulis dan memiliki sistem yang jelas seperti apakah poli- si boleh ikut atau tidak?. Se- lanjutnya ia meminta agar uang hadiah tersebut lebih baik diberikan kepada apar- at sebagai insentip. "BKND harus berani menjamin in- sentip diberikan kepada aparat agar lebih efekif," kata Alit. Kak Mokoh mengajukan usul lain yakni uang tersebut sebaiknya diberikan kepada dokter untuk menangani or- ang-orang yang kecanduan narkoba seraya mengajak masyarakat jangan melaku- kan sesuatu hanya karena hadiah. Kak Mokoh lalu me- minta wabup jangan mem- buat slogan-slogan saja, teta- pi ajaklah bawahannya untuk benar-benar ikut memerangi narkoba. Sarwa menilai pernyataan Sumer sebagai ketua BKND seperti iklan nafsunya besar tenaganya kurang. "Bukan kapasitasnya BKND untuk melontarkan ide seperti ini," katanya. Sebaiknya dana ini digunakan untuk mendukung aparat yang menangani masalah ini untuk merang- sang kinerja aparat. Per- angkat hukumnya diperberat, dibuat hukuman mati. Barang-barang agar jangan sampai diputar lagi atau barang buktinya diedarkan lagi. Bagi Prawangsa dan Hans pengunjung terakhir mengungkapkan bahwa me- nemukan pecandu narkoba tidaklah sulit. "Dengan men- gadakan sidak yang melibat kan seluruh komponen saja, bisa menjadi solusi mengata- si masalah ini," kata Prawangsa. Badung belum Miliki Kebanggaan Denpasar (Bali Post) - Kendati pajak hotel dan restoran (PHR)nya paling tinggi di Bali, Badung setelah pisah dari Denpasar sampai kini belum memiliki kebanggaan. Paling tidak itu diungkapkan Ketua PKP (Par- tai Keadilan dan Persatuan) Badung Drs. Nyoman Sujastra didampingi ket- ua PKP Bali Nyoman Ambaradyasa Sabtu (29/12) di sela-sela musyawarah kecamatan PKP I di Darmasabha Abi- ansemal. Dia juga menyebut, Badun belum pantas menyandang predikat sebagai barometer pembangunan di Bali kare- na banyak infrakstruktur yang belum terpenuhi dan rusak. Dia menyebut di daerah pariwisata seperti Pecatu saja belum ada listrik dan air minum. Sejum- lah vila yang bermunculan di sejumlah pantai di Pecatu, dari pengamatan Bali Post, malam harinya diterangi lampu lilin dan pengusaha membeli air per tangki Rp 50.000. Jangan heran jalan menuju objek wisata di Pecatu masih berupa jalan tanah kapur, "katanya. atau Bahkan, Canggu yang juga sebagai kawasan wisata sampai kini belum tersentuh jaringan telepon dan sebagi- an fasilitas jalannya rusak. Begitu pula ketika disinggung pemerataan pemban- gunan Badung utara baru sebatas waca- na, karena kebutuhan yang bersifat mendasar seperti air minum di sejum- lah dusun masih kesulitan. Ironisnya lagi, Badung sampai saat ini belum mempunyai ibu kota kabupaten dan juga belum ada kejelasan sampai kapan pemerintahnya mampu mewujud kan sebuah Puspem yang representatif. Selain itu sebagai ciri sebuah ibu kota, Badung juga belum jelas kapan akan membangun terminalnya di Mengwitani. "Kami belum melihat konsep dengan tar- get yang jelas partai pemenang memban- gun suatu wilayah," tambah Ambarad- yasa. Anehnya, kata Sujastra, disaat pemkab membutuhkan dana sangat be- sar untuk segera membangun Puspem, rekomendasi Dewan tentang PHR 15 per- sen ditolak eksekutif. (win) dung dengan Denpasar mulus lengkap dengan lampu penerangan jalan, band- ingkan kemudian perbatasan Badung dengan Tabanan, atau perbatasan Ba- dung dengan Bangli di Catur jalannya berlubang," katanya. Tanpa menyinggung keberadaan Bu- pati Badung sekarang berasal dari Den- pasar, PKP sudah memiliki ketegasan sikap Bupati Badung mendatang harus orang Badung. Ambaradyasa mengi- syaratkan bahwa seorang Ketua PKP tak mesti mencalonkan diri sebagai ca- lon bupati. Ditanya adanya kesan PKP sering diplesetkan partai kalah perang, Ambaradyasa dan Sujastra sepakat pernyataan itu bukan keluar dari ka- langan PKP. "Mungkin saja orang dari partai lain setelah kalah menyebut PKP demikian, "katanya. Menurutnya, PKP saat ini sedang melakukan konsolidasi mulai dari kecamatan sampai desa yang ditandai dengan musyawarah kecama- tan di Badung. "Setelah semua kecama- tan terisi baru menyusun program," ka- tanya. Musyawarah kecamatan PKP I di Badung berhasil menelorkan pengu- rus PKP kecamatan. Kecamatan Kuta diketuai Ir. Made Sutarga, Kecamatan Abiansemal Made Sumerta, Kecamatan Petang Wayan Yadnya dan Mengwi (029) Dekat Denpasar Dari kenyataan itu, dia melihat pem- bangunan di Badung masih belum mer- ata. Pembangunan infrastruktur seper- ti jalan, telepon atau air masih terko- sentrasi di daerah-daerah dekat dengan Denpasar. Satu lagi dia menyebut, Ba- dung belum memiliki sanggar kegiatan belajar sebagai tempat pelatihan pemu- da atau wanita yang mestinya pas tem- patnya di Badung utara-Abiansemal. "Coba perhatikan jalan perbatasan Ba- Ketut Dermawan. Bali Post BALI TERKINI Senin Umanis, 31 Desember 2001 Perlu Diantisipasi, Rombongan Orang tak Punya Tujuan BEBERAPA hari | terakhir ini tampak I banyak pendatang baru masuk Bali. Mereka datang dalam kelompok- kelompok kecil dan menyebar. Mereka duduk-duduk di Lapan- gan Renon dari pagi sampai siang, sehingga tampak jelas tidak punya tujuan kemana. Menghin- dari hal yang tak diingin- kan ke depan, aparat mesti melakukan antisipasi. Itulah salah satu masalah yang dikemukakan warga lewat acara Bali Terkini yang disiarkan Radio Global FM 99,15 Kini Jani, Radio Swara Widya Besakih (Swib) 702 AM, serta Radio Genta Bali 106,15 FM I Saling Tuding Abolisi Soeharto Menurut Yusril, ide aboli- si bagi mantan Presiden Soe- harto bukan dari dirinya tapi dari Presiden Megawati. Tapi menurut Sekretaris Negara Bambang Kesowo ide itu bu- kan dari presiden. Saya jadi bingung. Pejabat banyak mengeluarkan pendapat tak bertanggungjawab. Menurut saya, memberi abolisi adalah cikal bakal matinya penega- Soeharto lolos dari hukum kan hukum di Indonesia. Bila | maka itu keberuntungan bagi | I | orang yang senang korupsi di Indonesia. Panji, Kuta Tommy Mengaku Menyuap? Dalam Lintas Berita di Global saya mendengar, seo- rang tokoh LSM mensinyalir adanya deal politik antara Mega dengan Soeharto cs. ke- tika Mega naik jadi presiden. Karena aset Soeharto di Swiss sudah dibekukan. Apa- kah memang betul seperti itu? Lalu pengakuan Tommy yang mengaku menyuap Gus Dur. Pengakuan penyuapan itu apakah tak bisa diper- masalahkan lewat hukum. Menyuap itu pelanggaran hu- Sabtu (29/12). Hal lain yang dike-kum. Lalu uang Rp 20 milyar. untuk menyuap itu diperoleh mukakan masyarakat darimana. Itu jumlahnya hampir berimbang dengan kasus tukar guling Bulog. soal bonus Rp 1 juta untuk pelapor pengedar narkoba, abolisi untuk Soeharto sampai masalah buruh perem- puan. Berikut selengkap- nya. BESOK kita mulai me- masuki tahun Baru 2002. Besok kita sudah mulai me- nentukan apa yang bisa di- lakukan di tahun 2002. Be- sok tantangan baru muncul, tantangan yang tidak bisa dihindari, yakni memper- siapkan diri menghadapi era pasar bebas yang akan mulai dilaksanakan tahun 2003. Tantangan yang harus dicermati kalau tidak ingin menjadi pembantu atau pe nonton di rumah kita sendi- ri, Bali. Mulai besok kita harus bekerja keras mem- benahi diri. Mulai besok kita harus merapatkan barisan, berhenti saling menyalah- kan, berhenti saling meng- hujat. Mulai besok kita bek- erja sama saling bantu membantu untuk men- ingkatkan kemampuan kita, meningkatkan kualitas kita, meningkatkan ketahanan mental kita, agar selalu be- rada dalam keseimbangan dan keharmonisan. Tenang, damai, dan bahagia adalah tujuan perjuangan, tujuan untuk merdeka di tanah sendiri, tujuan untuk men- jalani kehidupan di dunia ini. kita Alit Suarsawan, Kapal Istilah "De Ngaden Awak Bisa" Diubah? Menanggapi pernyataan Rektor Unmas yang menga- takan istilah Bali de ngaden awak bisa perlu diubah, ya tujuan. Rupanya mereka tak tahu alamat yang tak di- tuju dan mereka harus menunggu. Kalau memang datang ke Bali dengan satu tujuan, tentu mereka tak akan duduk-duduk di sana. Ini per- lu diantisipasi agar tak jadi masalah di kemudian hari. Tom, Renon menurut saya hal itu tak otomatis bisa dihapus. Ini tak bisa dilepaskan dari budaya Indonesia. Memang sifat kita rendah hati. Namun dalam mencari kerja kita tak bisa pakai pegangan de ngaden awak bisa. Kita harus tunjuk- kan kita bisa, kita jual keter- ampilan. Yang ada kini keban- yakan hanya menjual tenag- anya, belum menjual keter- ampilannya. Kalau kita melamar kerja lalu diwawan- carai, kita biasanya kurang harus ditanamkan, jangan percaya diri. Maka prinsip ini menjual tenaga saja, kalau ingin dihargai harus bisa men- jual keterampilan dan ke- mampuan. Kalau jual tenaga kita akan dinilai rendah. Na- mun dalam pergaulan de ngaden awak bisa perlu diles- tarikan. Karena kita tak ber- harap jadi bangsa yang arogan. Pendatang Baru di Bali Maria, Sidakarya Bonus Rp 1 Juta Itu Banyolan Bonus Rp 1 juta untuk pe- lapor pengedar narkoba itu banyolan. Artinya, sering ter- jadi pelapor itu malah di- tangkap. Pemberian bonus itu tak ada aturan hukumnya. Aturan hukum saja sering tak jalan, apalagi yang tak ada aturannya. Aritonang, Denpasar Rombongan Orang tanpa Tujuan Pada Sabtu pagi saya lihat ada rombongan-rombongan kecil orang di sekitar Lapan- gan Renon. Rombongan itu saya lihat di depan rumah, lalu agak siang mereka di pinggir lapangan. Mereka duduk- duduk di bawah pohon. Saya lihat orang-orang itu tak pun- Soal Bonus Rp 1 Juta bagi siapa yang bisa memberi Tentang bonus Rp 1 juta informasi tentang pengedar mana kita harus memberi in- narkoba, saya mau tanya. Ke formasi dan kalau sudah memberi informasi di mana mendapat bonusnya. Bagaimana keamanan si pe- lapor. Jangan-jangan pelapor malah kita yang ditangkap. Awe, Legian Banyak pendatang baru dari luar daerah ke Bali. Artinya Bali ini cantik-cantik tapi masih berhias. Kayakn- ya berbagai macam kosmetik seperti hotel, diskotik dan lain-lain sudah mulai meng- hiasi Bali. Makanya kemur- nian kecantikan Bali akan jadi hilang. Kepada saudara- saudara dari luar, marilah kita hidupkan kembali Bali yang memberi kita nafkah kehidupan. Mari jadikan Bali sebagaimana adanya. Budiana, Ubung Pasir di Lapangan Alit Saputra Kami warga yang tinggal di sekitar Lapangan Alit Sapu- tra, Tabanan. Saya tak tahu akan digelar acara apa di lapangan itu. Soalnya lapan- gan ditumpuk pasir. Bebera- pa truk pasir dan kayu ditu- Merenung di Akhir Tahun 2001 Cara Mengenal Diri para Dewa kalau turun ke atau gereja? Tentu ada bumi. Bali tidak hanya aturannya, bukan? Kenapa tidak nyaman untuk manu- baru ke pura, mereka bebas sia Bali, tetapi juga tidak berlaku apa saja? Karena nyaman untuk para Dewa. itu, kalau orang Bali ingin Bagaimana mungkin rezeki merasakan kekuatan magis akan dinikmati oleh orang pura, kekuatan yang mem- Bali, kalau kita hanya memberikan ketenangan dan berikan ruangan sempit un- kedamaian buat penganut- komunikasi cepat terjadi dan dalam sekejap mengetahui situasi dunia. Masyarakat kita masih menggunakan buaya ngobrol untuk memper- oleh informasi ataupun penge tahuan baru. Sedangkan sekarang kesulitan menemu kan teman ngobrol. Mereka tuk Beliau, ruangan yang nya, mari bersama-sama disibukkan oleh urusan bis- tidak bisa dirasakan oleh menjaga pura. Jangan beri- nis yang mengharuskan ber- umatnya setiap hari. kan orang-orang yang tidak pikir, Waktu adalah uang. Orang Bali masih terus bersembahyang masuk Keinginan untuk bersaing bergairah menjual tanah pura. Pura bukan tempat hanya untuk membeli se- pesiar. Pura, tempat untuk buah sepeda motor atau sembahyang agar dekat den- mobil. Orang Bali lupa bah- gan Sang Hyang Widi, dekat wa tanah-tanah yang diper- siapkan para leluhur, bukan untuk dijual, tetapi tempat berusaha. Kalau hari ini Oleh Luh Ketut Suryani dengan para leluhur Bali. Pura juga mempunyai kekuatan alam yang bisa memberikan kebahagiaan fisik dan mental buat pen- ganutnya. kan keluarga dan masyarakat di sekitarnya terganggu. Di samping itu apa yang bisa diharapkan dari anak-anak ini? Padahal remaja menjadi harapan ke- luarga dan masyarakat Bali. Kalau remajanya sudah sep- erti ini, tidak peduli tentang keluarga dan lingkungan- nya, apa yang bisa diharap- kan dari anak-anak muda ini? Generasi penerus Bali menjadi terputus karena mereka sibuk dengan uru- sannya sendiri, kenikmatan meneguk narkoba, alkohol dan rokok. Otak mereka sudah otak narkoba, yakni putaw, shabu-shabu, alko- hol dan rokok. Mereka ad- alah orang-orang yang mera- sa bahagia dengan zat-zat ini. Akhirnya mereka bisa dirinya dan orang lain. Mere- ka adalah buta kala yang memasuki diri manusia. Mereka menjadi hamba dan pengikut buta kala. Inikah yang akan meneruskan gen- erasi Bali? kita belum mempunyai ke- mampuan untuk mengelola, belum tahu bagaimana men- gelolanya, maka pada suatu saat kalau sudah mempun yai pengetahuan dan ke- mampuan keterampilan yang memadai akan mam- Orang Bali berhasil pu mengusahakannya. melaksanakan keluarga be- Mari di akhir tahun ini Hasilnya akan berlipat kali rencana. Umumnya mereka kita semua merenung se- dibandingkan dengan men- mempunyai anak 1-2 orang. jenak, apa yang telah kita jual atau menyewakan Sekarang banyak remaja lakukan untuk diri kita tanahnya. Maukah orang terlibat pemakaian narko- sendiri, untuk keluarga, un- Bali bersabar dalam mem- ba, minum rokok, dan alko- tuk masyarakat dan untuk peroleh rezeki. Maukah or hol. Mereka tidak merasa- Bali. Apa yang telah diper- ang Bali tetap berjuang ter- kan dampak buruk bagi di- oleh dari usaha yang dilaku- us untuk memperoleh reze- rinya. Mereka tidak merasa- kan selama ini? ki. Kalau tidak hari ini, be- Apa kekurangan dan sok, kalau tidak besok, lusa kelebihan dalam dan akhirnya kalau terus merasakan, berpikir, dan giat bekerja, Tuhan dan le- bertindak? Merenung itu luhur pasti akan memberi diperlukan agar bisa kan jalan untuk bisa menik- merasakan apa yang telah mati hasil kerja keras itu. diperoleh, agar bisa men- Orang Bali menghargai gukur kemampuan diri, dan puranya sebagai tempat suci agar. bisa memahami tempat para dewa menemui kekurangan diri. Dalam per- umatnya, tempat orang Bali enungan, kita bisa melihat menunjukkan bakti dan dan merasakan secara ob- menyembah kebesaran- jektif langkah apa yang te- Nya. Pura Besakih dipan- lah ditempuh, kekeliruan dang sebagai pura tertinggi apa yang telah diperbuat, di Bali. Namun dalam prak- halangan apa yang meng- tek, orang Bali tidak meng- ganggu keberhasilan yang hormati dan menjaganya. diperoleh dukungan apa Dalam pengumuman di luar yang menyebabkan keber- Pura tertulis boleh masuk ke hasilan tercapai, dan bisa- pura hanya bagi orang yang kah semua it dirasakan dan sembahyang, memakai pa- dinikmati? kaian adat Bali, dan tidak Bali, pulau yang indah menstruasi atau sebel. Ken- lau sorga belakangan ini ri yang meletehkan dan me- harganya jauh lebih tinggi dari harga sudah berubah menjadi pu- lecehkan puranya. Orang pasaran. Karenanya sejumlah orang lau pasar, ruko (rumah- Bali sendiri yang merusak dalam di sana berusaha mencari harga toko), rukan (rumah-kantor), kesucian puranya. Misalnya pembanding, ternyata selisih harga tim- kotor (toko-kantor), dan ku- di Besakih, guide membawa pang. Diperkirakan pembengkakan har muh. Bali yang terkenal den- masuk turis domestik atau ga itu hasil rekayasa TSK yang memega- gan konsep Tri Hita Karana, mancanegara dengan paka- ng jabatan cukup tinggi di sana bersa- sebelumnya tidak sebatas ian minim, memakai kain ma petinggi lainnya. Barang-barang itu konsep, tetapi dipraktekkan selembar. Ada beberapa or- mulai dari seprei hingga AC. dalam kehidupan sehari- ang memakai celana pan- Menurut beberapa sumber di sana, hari dengan menjaga kese- jang dan pendek sambil sebetulnya atas dugaan mark up harga imbnangan dan keharmon- membawa ransel berpose di barang ini, pernah diadakan pemerik- isan manusia-lingkungan- depan simbol Betara Brah- saan baik oleh pengawas intern mau pun Sang Hyang Widi Wasa, kini ma, Wisnu, dan Iswara yang badan pengawas dari lembaga di luar sudah mulai dilupakan. disucikan umat Hindu. Sak- manajemen hotel, tetapi hasilnya san- Pura-pura sudah ditempat- ing marahnya, saya mende- gat mengecewakan. Atas dasar itulah, kan di bangunan rumah kati mereka "Bisakah Anda kasus ini dilaporkan ke Kejati Bali. yang tertinggi dengan tujuan menghargai agama kami? Bahkan juga ditembuskan ke BCW. untuk menghormati para Ini pura untuk kami sem- Ketua BCW, Ir. Putu Wirata Dwikora dewa, namun para dewa bahyang bukan untuk tem- membenarkan telah menerima data tidak sempat melihat pat mengambil foto. Kalau tersebut tetapi masih minim. "Kami rakyatnya yang ada di Anda menghargai agama masih berusaha mempelajarinya kemu- bawah karena sudah kebu- kami, tolong keluar" Coba Mark Up ngkinan adanya unsur korupsi. Kami ru terbang karena tidak bandingkan dengan tempat Dugaan korupsi ini mencuat setelah juga akan mencarikan data pemband- tersedia ruang untuk Beliau sembahyang agama lain beberapa kali transaksi barang dengan ing harga," katanya. istirahat sejenak. Tanah apakah boleh orang lain sejumlah pemasok (suplier) yang diduga (030) tidak lagi tempat berpijakan seenaknya masuk ke mesjid Panggilan Kejati tak Ditanggapi Soal Dugaan Korupsi di Hotel SB Denpasar (Bali Post) - Kejaksaan Tinggi Bali agaknya me- naruh perhatian pada kasus dugaan korupsi di Hotel SB, sebuah hotel bin- tang lima di Sanur. Sejumlah orang sudah dipanggil, termasuk yang paling bertanggung jawab atas dugaan peny- impangan keuangan di sana, yakni TSK. Cuma, tiga kali dipanggil, TSK yang kini sudah pindah kerja tak menanggapin- ya dan tidak mau datang. "Sejumlah orang yang kami anggap mengetahui kasusnya sudah kami pang- gil dan telah kami mintai keterangan. Cuma TSK belum kami mintai keter- angan karena tidak mau datang," kata seorang jaksa senior di Kejati Bali keti- ka dihubungi per telepon ke rumahnya, Sabtu (29/12). Ketidakhadiran TSK menurut jaksa ini bukan masalah besar bagi kejak- saan, karena hal semacam itu biasa ter- jadi. "Dalam penanganan kasus-kasus korupsi sebelumnya calon tersangkan- ya juga sering mangkir. Dia bisa diperik- sa terakhir," katanya. Jika bukti-bukti awal sudah cukup kuat, yang bersangku- tan bisa didatangkan paksa. Yang paling penting sekarang, menu- rut dia, adalah memantapkan bukti- bukti dengan memeriksa sejumlah or- ang yang mengetahui duduk persoalan- nya. "Kami sedang memfokuskan per- hatian pada pengumpulan bukti-bukti itu. Jika sudah cukup, tinggal kami sod- orkan pada calon tersangkanya," katan- ya enteng. Di pihak lain, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bali Gusti Ngurah Santosa,S.H. membenarkan pe- manggilan terhadap TSK sudah tiga kali dilakukan tetapi hingga kini yang bersangkutan tidak mau datang. "Dia itu kabarnya sudah pindah tugas. Soal tak mau hadir bukan persoalan serius. Dia bisa didatangkan paling belakang setelah bukti-bukti kami kantongi," ka- tanya. runkan di sana. Kalau me- mang ada acara tertentu, saya harap setelah itu bekas-bekas bahan dibersihkan. Seringka- li terjadi setelah acara di lapangan itu banyak diting- galkan lubang, paku, sampah dan lain-lain. Kita meng- galakkan olah raga tapi lapan- gan malah dipakai seperti itu. Dengkek, Tabanan Buruh Perempuan Rendah? Menyambung Bu Maria tentang buruh perempuan yang masih berada di bawah, saya usulkan untuk mengan- tisipasinya. Buruh perem- puan itu sebaiknya memben- tuk solidaritas. Untuk menuntut hak-haknya, agar diterima sama dengan buruh- buruh yang lain. Karena mere- ka juga punya kemampuan yang sama dengan yang lain. Kojek, Denpasar Instansi agar Aktif da fans SwiB semuanya, Selamat tahun baru kepa- khususnya peserta Bali Ter- kini. Dengan harapan di tahun baru nanti dapat lebih aktif menyampaikan aspiras- inya lewat Radio SwiB. Kepa- da instansi yang selama ini tidak pernah merespon aspi- rasi dan keluhan warga, agar di tahun yang akan datang lebih peka menyerap aspira- si yang berkembang di masyarakat. Saya juga san- gat menyesalkan aksi demo yang beberapa waktu lalu ter- jadi, berakhir dengan kerusu- han. Hal itu sangat merugi- kan kita semua. Sukanto,Padangbai (ado/bud) anak istri memerlukan kasih sayang dan perhatian. Hiburan yang merangsang anak-anak muda untuk men- coba dan mencoba muncul di- mana-mana di daerah ka- wasan pariwisata di seluruh Bali. Diskotik, kafe, warung kopi, dan bentuk-bentuk lain yang menyajikan acara yang merangsang anak-anak muda untuk menikmati dengan menyajikan narkoba tanpa takut ditangkap polisi asal mampu menjaga hubungan baik. Atraksi kabaret dan striptis bisa dinikmati den- gan pandangan anak-anak muda dari budaya Bali atau Indonesia. Anak-anak muda yang beruang tidak lagi meng- isi waktunya dengan mem- baca atau menikmati pertun- jukan tradisional Bali, tetapi lebih menyukai ke tempat di- Apakah dibiarkan bu- daya Bali bergeser terus dan kurang dan motivasi untuk berjuang juga kurang. Mere- ka selalu berhenti berjuang karena berkeyakinan: "Untuk apa sibuk, toh hanya makan nasi sepiring". "Mungkin kar- ma saya hanya sampai di atas yang dianggap modern. sini" Ini baik untuk membuat Dalam hal pemahaman sek- jangan terus mengejar ma- sual pun sudah mulai berges- teri, uang tidak selamanya er. Hubungan seksual bukan memberikan kebahagiaan. Di lagi dilakukan oleh suami is- samping itu, masyarakat tri sebagai tanda cinta, kasih, sudah mengarah ke konsum- sayang, dan sakral, namun tif. Apa yang ada di reklame mengarah hubungan biologis dibeli. Sebagian besar pem- yang hanya berarti saling bantu rumah tangga bekerja memerlukan dan saling hanya untuk memberi body menyukai sehingga dengan lotion dan alat kecantikan siapapun boleh dilakukan. lainnya. Mereka kerja keras dan uangnya untuk merias diri. Sayang bukan?? tidak berakar lagi di hati Banyak orang Bali ter- orang Bali? Apakah dibiar- buai mimpi hidup enak, reze- kan diri kita bingung meli- ki nomplok tanpa bekerja hat diri sendiri, kulitnya keras bisa mereguk keun- kita orang Bali, tetapi tungan puluhan sampai ra- pemikiran dan tindakan tusan juta. Hari-harinya di- kita mengikuti budaya Bar- lalui dalam arena judi at? Kalau ingin merasakan dalam beraneka ragam ben- kebahagiaan hidup, bahagia tuk seperti sabungan ayam, di alam Bali, mari sesuai- ceki, bola tangkas, bola adil, kan kebutuhan hidup den- kupon putih sampai kasino. gan keadaan diri. Jangan Semua merajalela. Banyak hanya mengejar materi saja diantara aktivitas ini me- atau jangan hanya mengejar mang dibiarkan hidup oleh kebutuhan spiritual saja. oknum-oknum Setiap orang memerlukan keamanan karena dirasa- uang, memerlukan materi kan mendatangkan hasil dalam hidup ini, namun yang luar biasa bagi dirinya uang dan materi tidak men- Apakah orang Bali akan ter- hagiaan hidup. Keduanya maupun bagi kesatuannya. jamin memberikan keba- us berada dalam dunia harus seimbang, kalau ingin mimpi. Lihat kenyataan, sehat. aparat Malam Ini di Gianyar Gebyar Lagu Pop Bali yang dirasakan sebagai pu- yataannya, orang Bali sendi- menjadi gila, mengganggu Semarakkan Pergantian Tahun Gianyar (Bali Post) - Af Berbagai tempat di Bali akan digelar hiburan menyam- but Tahun Baru 2002. Tak terkecuali Gianyar. Pada pergan- tian tahun menuju 2002, DPD Komite Nasional Pemuda In- donesia (KNPI) Gianyar bekerja bareng dengan Dinas Kebu- hibur masyarakat daerah seni itu melalui ajang olah vokal dayaan, Senin (31/12) mulai pukul 20.00 Wita akan meng- bersama Kumala Band. hadapi pasar bebas ini? Siapkah orang Bali meng- Dalam berkomunikasi, ke- banyakan orang Bali sulit menyampaikan pendapatnya baik secara verbal atau ter- tulis. Sulit buat orang Bali menerima perbedaan, Sulit buat orang Bali menerima kritik, maupun debat. Urusan Internasional memerlukan kemampuan berkomunikasi. Orang Bali jarang yang mem- Bagaimana mereka bisa punyai hobi membaca. Diharapkan, kegiatan ini dapat membangkitkan organ- menyerap ilmu-ilmu atau isasi kepemudaan di Gianyar. Selain itu kegiatan semacam pengetahuan, dan informasi ini diharapkan dapat menjadi ajang introspeksi bagi KNPI baru. Pada hal sekarang ko- Gianyar, agar di tahun 2002 organisasi kepemudaan ini leb- munikasi sudah memper- ih mampu berkiprah dan pengabdiannya dirasakan oleh gunakan internet sehingga masyarakat. Gelar konser yang bertemakan "Malam Gebyar Lagu Pop Bali" itu menurut Ketua KNPI Gianyar Drs. AAG Anom Anan- tasana akan menampilkan artis-artis Bali seperti Gede Pranajaya, Dewa Fariz, Arya Ariama, Mang Ima dll. Mereka siap menghibur masyarakat Gianyar dan sekitarnya di Ge- dung Balai Budaya Gianyar, katanya. Penampilan penyanyi kondang Bali itu akan diselingi la- wak Petruk-Dolar dkk. Anom mengatakan, gelar konser ini dilaksanakan dalam rangka persiapan Musda IX DPD KNPI Gianyar, memeriahkan hari pahlawan dan sekaligus men- yambut Tahun Baru 2002. า de Senin Uma ٤٤ PENDATA PENGED -82300 BE dan S satu be bis bisc squat edox leas teilog tar megaudud an Lebi m ekon diha se S bag jan "Jika suatu st akan membangu er de in Mer su bi an ga an teori sosial st in da ga dalam masya san kepada sua M idaman lain (WIL suami mencari k an Ra menjamin memb ke gu Ca se lan di negeri in ha ma JIKA lembaga peradi- untuk menega (struktur forma akan mendiri peradilan tandi informal). Kar warga masyar menangkap masyarakat tida pencuri itu kepa kum, namun me tusan orang. Ter ta dik "pengadilan kila hkan hukuman b sai gan membakar aa kit du hidup. Pencuri massa jumlahny at bu pencuri di Kabu to, Jatim, terta adili massa, dan pa curi diikat dan d ha ya un ter JP Me Ah per De (08) pat ban mobil lalu mati. Pengadil mang sangat kej Secara norma kum adalah ala kead gakkan masyarakat. Na hidupan berbang ra, hukum dapa