Tipe: Koran
Tanggal: 2001-12-31
Halaman: 13
Konten
a- PI D- n- m PI b- eh 8) ICOS. Senin Umanis, 31 Desember 2001 Bali Post Panca Usaha Sehat Bikin Jantung Selamat Cek kesehatan secara rutin Rajin Minum Kopi Cegah Penyakit Jantung? BILA penyakit jantung begitu mengerikan, apakah ada upaya pencegahan yang lain di samping menjauhi rokok, makanan berko- lesterol tinggi dan aktif berolah raga? Ilmuwan mengatakan kopi, teh, dan kakao kemungkinan dapat mencegah penyakit jantung. Hasil tes memperlihatkan ketiganya me- miliki bahan antioksidan yang kuat. Para peneliti di Swis bahkan menemukan bahwa kopi memiliki efek yang paling kuat mencegah penyakit jantung. Myriam Richelle dan sebuah tim di Pusat Riset Nestle di Lausanne melakukan eksperimen terhadap kolesterol jahat' yang diambil dari sampel darah para sukarelawan. Mereka meneliti Low Density Lipo- protein Cholesterol (LDL) jenis ko- lesterol jahat yang sangat berba- haya bagi jantung dan saluran ar- teri. Oksidasi di dalam tubuh diduku- ng oksigen radikal bebas, yakni atom atau kelompok atom yang tingkat ketidakstabilan tinggi. Radikal bebas berhubungan den- gan penyakit jantung, karena be- raksi di dalam LDL. Selain jan- tung, hal itu juga menyebabkan risiko kanker dan artritis. Ternya ta semua yang jahat itu bisa dine- tralkan dengan antioksidan yang bisa ditemukan pada buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Pada kopi, teh, dan kakao juga berisi zat antioksidan yang disebut polifenol. Penemuann tersebut di- publikasi dalam Journal of Agricul- tural and Food Chemistry di Swiss beberapa tahun lalu. Untuk mem- perbaiki kadar lemak dalam tubuh ada beberapa patokan yang bisa di- ikuti. Pertama-tama, kurangilah makanan berlemak, termasuk se- gala jenis lemak. Kurangi makan- an yang mengandung lemak hewani. Gantikan dengan lemak poliunsaturated (minyak jagung, minyak bunga matahari) dan le- mak monosaturated (minyak kano- la, zaitun) dan seringlah makan ikan 3-4 kali seminggu. Tingkatkan jumlah serat teru- tama dengan buah segar, sayuran, kacang-kacangan kering, barley oats (sejenis gandum) dan jangan lupa pertahankan berat badan ide- al, agar tidak terkena obesitas. Agar terhindar penyakit jantung, kurangi makan gula dan makan- an manis, sedapat mungkin hin- dari atau kurangi konsumsi alko- hol (maksimum 1 atau 2 gelas se- hari). Bagi yang mengidap tekan- an darah tinggi, jangan gunakan garam dalam masakan dan jangan pula tambahkan kecap asin dalam makanan anda. Jenis makanan berikut harus di- hindari karena mengandung ban- Bali Post/dok yak garam: garam, garam bawang, garam sayur, ikan asap, daging asap, ikan asin kecap (bisa diganti dengan kecap yang kurang asin) terasi, saus tomat, saus Barbecue, saus maggi, acar, ham, sosis, corned beef, sup dalam kaleng, kaldu sup atau mie instant. Atau ikuti cara Prof. H.M Hem- bing Wijayakusuma lewat pengo- batan alternatifnya. Dalam bukun- ya "Penyembuhan dengan Jus" (2001) pada halaman 28, disebutkan ada sejumlah cara praktis mence- gah dan mengatasi jantung koroner dengan memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar kita seperti ja- mur putih, akar Kucai, pangkal bawang merah, jahe, lobak putih atau bunga mawar. Hembing memberi contoh salah satunya adalah dengan menyedi- akan 20 gram akar serta pangkal bawang merah, 10 gram jahe dan 200 gram lobak putih. Kesemua ba- han tersebut diblender dengan air secukupnya dan tambahkan 2 sen- dok makan madu, aduk rata lalu diminum secara teratur setiap hari. Apa pun yang kita pilih un- tuk mencegahnya, upaya pencega- han lebih baik ketimbang harus mengobatinya atau harus dibayar mahal dengan nyawa karena tak berhati-hati dan tak peduli pada kesehatan diri sendiri.. (anspek) TIDAK terasa, sudah lebih dari tiga tahun Program Pan- ca Usaha Jantung dicanangkan. Waktu itu program terse- but dicanangkan oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) pada 22 November saat Habibie masih menjadi Presiden ketiga RI. Program ini terjabarkan melalui kepanjangan kata Se- hat, Seimbang Gizi, Enyahlah Rokok, Hindari Stres, Awasi Tekanan Darah dan Teratur Berolah raga. Acara tersebut waktu itu dibuka oleh Presiden dan Ibu Hasri Ainun Habibie, selaku pelindung YJI. Dalam sambutannya, Presiden men- ganjurkan supaya masyarakat Indo- nesia berperilaku hidup sehat, su- paya pikiran juga sehat. Menurut Ketua Panitia HUT JYI saat itu Ny Lasmiati Hanafiah-, Panca Us- aha Jantung Sehat, merupakan up- aya yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga keseha- tan jantung. Tampaknya, program ini masih relevan untuk mencegah dan men- gatasi penyakit jantung apalagi di era reformasi dengan segala hiruk pikuknya yang membuat orang stres dan tertekan. Di sejumlah negara, penyakit jan- tung dan pembuluh darah dikenal se- bagai momok menakutkan karena jadi penyebab kematian terbesar. Dan tak seorang pun bisa terhindar dari penyakit ini bila tak mau hidup teratur dan sehat. Pengalaman mem- buktikan, semua orang baik tua muda, besar kecil, kaya miskin mem- punyai kemungkinan mendapatkan penyakit ini. Kendati begitu semua orang bisa memperkecil kemungkinan ini den- gan melakukan beberapa langkah yang sederhana di antaranya dengan melakukan gaya hidup sehat, meng- enyahkan rokok, menghindari stres dan rajin berolah raga. Hingga kini penyakit jantung, khususnya jantung koroner merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Jantung koroner terjadi karena adan- ya penyempitan pada pembuluh nadi koroner karena adanya penumpukan lemak di bawah lapisan terdalam dinding pembuluh nadi. Pemicu pen- yakit jantung koroner adalah hip- ertensi, kegemukan, merokok, diabe- tes, stres, kurang gerak, kadar koles- terol tinggi serta faktor genetika. Organ jantung harus bekerja leb- ih keras sewaktu pembuluh darah menyempit dan ini menyebabkan ny- eri dada. Bila pembuluh darah benar benar tersumbat sama sekali, pema- sokan darah ke jantung akan terhenti dan itulah yang disebut sebagai se- rangan jantung. Penderita akan men- galami gejala adanya tekanan berat di dada sebelah kiri dan terkadang meluas hingga ke lengan kiri, dagu juga leher. Faktor risiko untuk penyakit jan- tung koroner bisa dibagi menjadi dua. Pertama, faktor yang tidak bisa dik- endalikan manusia seperti faktor keturunan, umur (makin tua seseor- ang maka risiko terkena penyakit jantung makin besar), jenis kelamin (ternyata pria mempunyai risiko leb- ih tinggi daripada wanita tetapi wan- ita risikonya meningkat sesudah menopause). Kedua, faktor yang bisa dikenda- likan oleh manusia seperti : Ingat, Jaga Gizi dan jangan Stres SELAIN soal berat badan dan olah raga, ada faktor lain yang memicu pen- yakit jantung seperti stres, dan kurang gizi. Paling tidak menurut Dr. Abdul Razak, Kepala Pusat Gizi dan Pangan Universitas Hasanudin, bayi yang la- hir dengan berat badan rendah atau menderita kekurangan gizi, memiliki risiko yang tinggi menderita penyakit jantung pembuluh darah pada saat dewasa. Selain itu, ancaman penyakit degen- eratif lainnya seperti noninsulin depen- dent diabetes mellitus (penyakit kenc- ing manis yang tidak tergantung in- sulin), tekanan darah tinggi, stroke bisa menyerang orang dewasa bila or- ang tersebut pada masa bayinya men- galami kekurangan gizi. Dr. Abdul Razak Thaha, dalam sem- inar "Diseminasi Informasi Gizi Buruk dan Penyakit Menular" beberapa wak- tu lalu memberikan contoh-contoh. Mengutip hipotesis Barker, salah seor- ang pakar epidemiologi gizi dari Inggris, Razak Thaha memaparkan bahwa kecenderungan di Indonesia yang men- guatkan hipotesis ini bisa dilihat dari semakin tingginya jumlah penderita penyakit jantung yang berusia muda. "Di Indonesia, penyakit jantung dan penyakit generatif lainnya mulai menyerang orang berusia muda. Tingkat kematian akibat penyakit ini terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Di negara maju seperti Eropa, tingkat kematian juga tetap tinggi tetapi ter- jadi pada orang usia 70 tahun ke atas. Ini ternyata bisa ditelusuri dari kon- disi gizi mereka sewaktu kecil," papar Razak. Menurut dia jumlah bayi gizi buruk di Indonesia paling tidak di awal 2000 diperkirakan lebih dari satu juta jiwa lebih. Bila tak ada program pemu- lihan untuk memperbaiki status gizi para bayi ini, di masa depan, ancaman penyakit degeneratif menjadi suatu hal yang sangat serius. "Penelitian di Inggris menunjukkan bahwa kematian akibat penyakit jan- tung koroner, risikonya tiga kali lebih besar pada anak yang memiliki berat badan kurang dari 8,2 kg pada umur satu tahun, dibanding anak yang me- miliki berat badan 12,3 kg pada umur yang sama," ungkapnya. Selain soal kurangnya gizi saat bayi, faktor pemicu penyakit jantung yang tak kalah penting adalah stres. Terutama di kalangan manusia modern yang selalu dikejar-kejar waktu, soal stres ibarat makanan sehari-hari. Stres dianggap cukup dominan se- bagai salah satu faktor risiko Penyak- it Jantung Koroner (PJK). Stres sendiri memang ada yang positif dan ada juga yang negatif. Stres yang positif ber- dampak baik, seperti rasa ingin maju, kompetitif agar bisa lebih baik diband- ing orang lain, mengejar cita-cita, ad- alah contoh-contoh stres positif. Stres negatif yang menggerogoti jiwa seperti merasa sakit hati berlebi- han, bila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan dampak yang san- gat merugikan dan mengganggu kese- hatan tubuh dan sayangnya sangat sedikit orang yang menyadari bahwa dia telah terkena stres negatif. Bila tingkat stres sudah sangat tinggi dan mencemaskan maka akan sangat membahayakan kesehatan, apalagi bila usia sudah di atas 40 th, semua faktor risiko sangat meningkat. Menurut penelitian para ahli kese- hatan, stres ternyata dapat memicu semburan adrenalin dan zat katekola- min yang tinggi yang dapat mengaki- batkan penyempitan pembuluh darah jantung serta peningkatan denyut jan tung, sehingga dapat menyebabkan terganggunya suplai darah ke jantung. Orang yang sering mengalami stres negatif sangat erat kaitannya dengan tipe kepribadian yang bersangkutan. Orang dengan tipe kepribadian tipe A memiliki kecenderungan mudah terke- na penyakit jantung. Digambarkan bahwa kepribadian tipe A memiliki ciri yang menonjol yaitu sangat mement- ingkan waktu seperti jadwal, janji dan batas waktu (deadline). Juga orang berkepribadian tipe A sangat berkeinginan kuat untuk selalu menang pada setiap kompetisi atau per- saingan, dia sangat agresif, lekas ma- rah juga bermusuhan. Sifat kedua ter- akhirlah yang banyak memicu timbul- nya penyakit jantung koroner. Untuk mengatasinya bisa diawali dengan cara memilah-milah stres itu sendiri, kemu- dian mengkajinya satu per satu stres tersebut. Menekuni hobi, kegemaran serta olah raga dan meditasi sangat membantu untuk mengurangi stres. Baru 20 Persen Penduduk Miskin Tersentuh JPKM LEBIH dari dua puluh tahun Indo- nesia tidak memiliki sistem pemeli- haraan kesehatan masyarakat teruta- ma mereka yang tergolong miskin. Pro- gram Jaminan Pemeliharaan Keseha- an Masyarakat (JPKM) yang dikembangkan sejak tiga tahun lalu, sampai kini dasar hukum pelaksan- aannya tidak jelas. Akibatnya, baru se- kitar 20 persen dari sekitar 18 juta pen- duduk miskin di Indonesia yang dap- at tertangani melalui program terse- but. "Pelaksanaan JPKM didasarkan pada UU No. 23/1992 mengenai kese- hatan. Namun petunjuk pelaksanaan yang mengatur tiap ketentuan dalam undang-undang tersebut termasuk ke- tentuan mengenai pelaksanaan JPKM, sampai kini belum ada," papar Menteri Kesehatan (Menkes) Prof. Dr. Ahmad Sujudi saat ditemui di sela-sela peringatan HUT ke-42 RSUP Sanglah Denpasar, Sabtu (29/12). Pada kesem- patan itu, Menkes Sujudi berkesempa- Ahmad Sujudi tan menyematkan anugrah Satya Len- cana Karya Satya kepada 14 karyawan yang telah mengabdikan dirinya di RSUP Sanglah selama 10, 20 dan 30 tahun secara terus-menerus. Akibat tidak jelasnya dasar hukum pelaksanaan JPKM di Indonesia, kat anya, program tersebut berjalan sendi- ri-sendiri. Pelaksanaannya di lapan- gan belum terintegrasi secara nasion- al, misalnya dalam hal pelayanan, pen- danaan dan pelatihan. Di sejumlah negara maju, sejak lama penerapan sistem JPKM dilakukan secara terin- tegrasi. Hasilnya, jaminan terhadap kesehatan seluruh lapisan masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik. Menurut Sujudi, Indonesia dengan jumlah penduduk yang relatif besar se- harusnya sudah memiliki sistem pel- aksanaan JPKM terpadu dan terinte- grasi. Apalagi, pemerintah telah men- canangkan tahun 2010 sebagai tahun Bali Post/afp "Indonesia Sehat." Untuk itu, pihakn- ya masih merintis dasar hukum pel- (ant) aksanaan JPKM, baik menyangkut PP-nya maupun melalui SK Menteri Kesehatan. Bahkan kemungkinan un- tuk segera menyusun rancangan un- dang-undang khusus mengenai JPKM. Disinggung soal kecende-rungan masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat ke depan, Sujudi menyebut- kan, Indonesia akan menghadapi masalah ganda dalam bidang kesehatan pada tahun-tahun mendatang. Di satu sisi penyebaran penyakit menular akan turun, di sisi lain akan terjadi peningka- tan penyakit tidak menular seperti kank- er dan jantung. Penyakit tidak menular seperti jantung dan kanker diduga akan meningkat hingga 52 persen. Biaya pen- gobatan penyakit tidak menular ini jauh lebih mahal. Untuk itu masyarakat di- harapkan mulai sadar menginvestasikan dananya untuk kesehatan. Sebab, masalah jaminan kesehatan bukan han- ya merupakan tanggung jawab pemer- intah tetapi juga masyarakat. (012) kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kadar lemak yang ting- gi dalam darah, kurang olah raga, diabetes yang tidak terkendali, stres dan kegemukan. Lalu persoalannya mengapa ada orang yang terkena dan ada yang tidak? Seseorang punya risiko lebih tinggi terkena serangan jantung jika dia punya kebiasaan merokok berlebihan, menyantap ma- kanan berkolesterol tinggi, dan berte- kanan darah tinggi. Hal itu diper- parah bila dia juga tidak suka bero- lah raga dan kelebihan berat badan. Risikonya akan lebih tinggi terke- na penyakit ini jika ada faktor ketu- runan dari orangtua yang menderita penyakit jantung pada usia enampu- luhan. Beberapa langkah menuju se- hat jantung biasanya dilakukan le- wat cara-cara seperti jangan mer- okok, mengurangi makanan yang mengandung lemak atau minyak, perbanyak memakan buah-buahan, sayuran, roti dan cereal. Bukan Cuma Si Gemuk Ada anggapan yang bilang bahwa ada korelasi positif antara kegemu- kan dan penyakit jantung. Padahal orang yang bertubuh kurus pun bisa terkena penyakit jantung kalau tidak mencegahnya. Memang faktor obesi- tas (kegemukan) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan se- rangan jantung, tapi bukan berarti mereka yang kurus bisa lolos begitu saja. Jarang yang menyadari bahwa or- ang kurus pun harus berolah raga un- tuk dapat mengurangi kemungkinan terkena sakit jantung. Menjaga ke- langsingan tubuh diyakini dapat mengurangi risiko terserang penya- kit jantung tetapi orang yang kurus tidak terlepas dari kewajiban bero- lah raga, demikian menurut para peneliti dari York University di North York, Kanada, beberapa waktu lalu. Baik kebugaran dan kegemukan sama-sama berperan dalam besarn- ya risiko penyakit jantung. Kita tidak dapat menunjuk salah satu faktor saja dan mengabaikan yang lain, karena kedua faktor tersebut meru- pakan faktor risiko tersendiri. Dalam studi ini, para peneliti mel- ibatkan 212 orang dewasa berkulit hitam serta 411 orang kulit putih de- wasa. Dari kedua kelompok itu tak seorang pun yang biasa berolah raga secara teratur sebelumnya selama enam bulan terakhir. Pada awalnya mereka diuji meng- gunakan sepeda statis. Dalam pen- gujian itu dilakukan pengukuran ka- pasitas pengambilan oksigen maksi- mal. Kapasitas pengambilan oksigen maksimal tersebut menggambarkan seberapa besar aktivitas fisik yang dapat dilakukan seseorang. Para peneliti juga mengukur persentase lemak tubuh dari masing-masing pe- serta. Hasil penelitian tersebut menye- butkan bahwa para peserta yang ber- tubuh lebih berat memang memiliki risiko yang lebih besar terserang pen- yakit jantung. Selain itu bila diband- ingkan dengan kelompok paling ku- rus, risiko terkena penyakit jantung adalah 83% dan 70% lebih tinggi pada orang yang memiliki lemak tu- buh tinggi atau moderat, secara beru- rutan. Dari penelitian ini juga didapat- kan bahwa tingkat kebugaran tern- yata memiliki dampak besar pula pada risiko penyakit jantung. Bila dibandingkan dengan orang yang memiliki kapasitas pengambilan ok- sigen tertinggi, mereka yang memil- iki tingkatan kebugaran aerobik moderat dan rendah adalah 29% dan 62% lebih cenderung untuk mendap- atkan penyakit jantung. Artinya, secara jelas terlihat bah- wa faktor berat badan dan kebuga- ran tubuh memainkan peranan pent- ing pada tingginya risiko terkena penyakit jantung. Bisa disimpulkan bahwa semakin orang selalu menja- ga berat tubuh dalam batas normal dan tidak lupa untuk berolah raga se- cara teratur semakin menghindark- an dirinya dari risiko terserang pen- yakit jantung. (ant/Indiwan Seto Wahju Wibowo) Elodie Gossuin Kefemininannya Diragukan MANTAN Miss France Elodie Gos- suin akhirnya dinobatkn sebagai Miss Europe dalam acara pemilihan yang di- langsungkan di Beirut, Libanon, Sab- tu (29/12). Kemenangan Gossuin ini cukup kontroversial mengingat kefem- ininannya diragukan. Artinya, dia itu pria atau wanita? Berambut pirang dengan tinggi 1,78 meter, Gossuin ber- hasil menyisihkan rival-rivalnya. Kon- troversi wanita cantik ini berawal ke- tika dia mengikuti acara Miss World di Puerto Rico belum lama ini. Saat itu beredar rumor bahwa Miss France tersebut sebenarnya adalah pria yang ganti kelamin menjadi wanita. Rumor ini resmi di internet dan dikutip The New York Daily News. Namun akhirn- ya harian ini minta maaf karena beri- ta itu tidak benar. (pal/afp) Kebijakan Satu Anak Halaman 13 PEMERINTAH Cina kini tengah menghadapi dilema sehubungan dengan kebijakan satu anak yang diterapkan kepda warga negaranya. Kebijakan ini ditempuh mengingat Cina kini memiliki penduduk yang paling besar di dunia, yakni hampir mendekati dua milyar. Sehubungan dengan inilah maka keputusan itu diundangkan. Dengan demikian, para keluarga di Cina bisa memberikan pe- menuhan kesehatan serta pendidikan kepada anaknya secara lebih layak. iopsikologis si anak itu sendiri. Sebagai anak tunggal, dikhawatirkan anak terse- Namun apa dilemanya? Dilemanya adalah kekhawatiran tentang dampak sos- but tumbuh menjadi sosok yang egois dan antisosial. Kekhawtiran pemerintah ini beralasan. Masalahnya, menurut para ahli, kemungkinan tersebut sudah mulai terlihat. Perlu diketahui, kalau keluarga tersebut memenuhi ketentuan ini maka akan mendapat hadiah, namun jika tidak akan dikenakan sanksi. 強 威哥王 无效退款 200mg 增 (pal/afp) 一片见效 Viagra "Aspal' KEMBALI berita dari Cina, negeri Tirai Bambu. Semenjak beredarnya pil peningkat gariah seksual Viagra, industri farmasi di negeri ini segera mere- sponsnya secara "proaktif". Akibatnya, banyak ditemukan Viagra palsu di toko obat muapun apotek di seluruh daratan Cina. Perlu diketahui, pil tersebut di Cina dikenal dengan nama "Kalsium Muti- ara". Apakah Viagra ini palsu? Boleh jadi ya. Namun yang lebih tepat mu- ngkin "aspal", yakni asli tapi palsu. Masalahnya, para pakar farmasi serta pihak kepolisian yang memeriksa pil tersebut, kandungan utamanya tidak jauh berbeda dengan Viagra yang asli. (pal/afp) 4cm
