Tipe: Koran
Tanggal: 2001-12-31
Halaman: 03
Konten
t ) a a a g =) 1- コー r- 0 a g al a 4) Senin Umanis, 31 Desember 2001 Bali Post Buntut KP Karangasem Dirusak dan Dibakar Budi Astika: Masyarakat tak Dilayani Dua Minggu Amlapura (Bali Post) - Akibat Kantor Pertanahan (KP) Karangasem berikut isinya diobrak- abrik massa, Jumat (28/12), kini pelayanannya lumpuh total. Kepala KP Ida Ketut Budi Astika saat ditemui memimpin stafnya membersi- hkan puing arsip yang terbakar Sabtu (29/12) sore memperkirakan dua minggu tak bisa melayani masyarakat yang hendak mengurus surat-surat tanah. Dia mengatakan, Jumat siang kela- bu itu, Kakanwil BPN Bali datang ke Amlapura memberikan arahan. "Pak Kanwil bilang, kalau sudah begini ya mau apa? Tetapi karyawan tetap ngan- tor seperti biasa untuk membersihkan puing-puing dan memperbaiki arsip-ar sip yang masih ada," katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, KP Karangasem diamuk sekitar 2.000 or- ang warga Culik, Abang. Mereka tam- paknya kecewa, setelah pernyataan sikap yang berisi tekad warga desa adat Culik merasa tak ditanggapi Bupati Karangasem. Setelah tenggang waktu tiga kali 24 jam yang ditentukan, pra- juru desa adat Culik sempat dipanggil untuk diajak berdialog dengan unsur Muspida, lembaga terkait termasuk ke- pala KP Karangasem. Namun, keingi- nan prajuru agar upaya banding pihak KP dibatalkan/dicabut-atas kekalah- annya dalam perkara gugatan pembata- lan penerbitan 10 sertifikat atas tanah seluas 160,974 ha untuk pelaba pura dadia I Gede Badung-tak tercapai, pra- juru pun walk out sebelum dialog ditut up resmi Wabup IGP Widjera Kamis (27/ 12) itu di ruang rapat bupati. Berdasarkan pantuan Bali Post, em- pat karyawan KP secara bergiliran ter- us berjaga. Hal itu guna menghindari ada tangan jahil masuk dan mengambil barang berharga, mengingat areal ge- dung KP itu kini tak mempunyai pagar. Dua sisi pagar areal di bagian depan dan kiri dirobohkan massa yang mengamuk. Semua kaca jendela juga bolong. Sebuah bangkai sepeda motor jenis Vespa milik salah seorang karyawan KP, beberapa sisa mesin tik, komputer yang tinggal serpihan logamnya yang masih tersisa diamankan di Mapolres Karangasem. Masyarakat Karangasem, kini rupan- ya memiliki "objek" wisata baru, yakni gedung Kantor Pertanahan (KP) Karan- gasem berikut isinya yang porak-poran- da. Tiap orang yang melintas di depan KP itu pasti menyempatkan diri menonton keadaan. Bahkan, sampai Minggu (30/12) kemarin, masih ada masyarakat yang sen- gaja ke sama, sekadar melihat kondisi tempat penyimpanan arsip tanah mere- ka. Di antara mereka umumnya bernada menyayangkan peristiwa itu. "Beginilah hasilnya kerusuhan. Mudah-mudahan juga menjadi pelajaran bagi aparat pemer- intah, agar bekerja jujur dan profesional dalam melayani masyarakat pada era ini. Jangan sampai sengaja menghambat pe- layanan atau memperpanjang birokrasi, karena berharap mendapat uang pelicin," ujar seorang masyarakat yang mengaku bernama Ketut Menail. Sementara pita kuning pengaman TKP yang dipasang polisi, agar masyarakat tak menerobos masuk, masih menjadi saksi bisu amuk massa Jumat kelabu bagi KP Karangasem itu. (Tim BP) Bali Post/ist KUMUH Kesan kumuh terlihat di bibir Danau Beratan Bedugul karena pedagang kaki lima (PKL) berjualan di tempat itu. Kini mereka harus siap- siap hengkang menyusul ultimatum Bupati Tabanan Adi Wiryatama membebaskan bibir danau dari PKL tahun baru 2002. Menkes Sujudi: Perlu Investasi Kesehatan Tahun Baru, Bibir Danau Beratan Bebas PKL Gianyar (Bali Post) - Mencegah kemungkinan buruk yang terjadi akibat gangguan kesehatan, ke depan perlu dipikirkan investasi dana kesehatan. Karena itu sudah saatnya dikembangkan sistem prabayar, sehing- ga masyarakat tidak kelabakan jika ter- timpa sakit. Hal itu dikatakan Menteri Keseha- tan Achmad Sujudi dalam kunjungan kerjanya ke RSUD Sanjiwani Gianyar, Minggu (30/12) kemarin. Saat itu Men- teri Sujudi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Molin dan Direktur RSUP Sanglah Gusti Lanang Rudiartha. Hadir saat itu direktur RSUD se-Bali, kepala dinas kesehatan se-Bali dan pe- jabat terkait. Dalam kunjungannya itu Menkes sempat meninjau seluruh ruangan ru- mah sakit, diantar Direktur RSUD San- jiwani dr. Wayan Budiana, M.Kes. Bu- pati Gianyar Tjok. Budi Suryawan, Ket- ua DPRD Gianyar Ardhita dan sejumlah pejabat di lingkungan dikes setempat. Dikatakan, belakangan perhatian sistem prabayar, mengatakan hal itu masyarakat terhadap kesehatan sudah masih dalam tahap sosialisasi. Sedang- membaik. Tetapi masih banyak kan, Direktur RSUD Sanjiwani dr. Bu- masyarakat yang belum menginvestasi diana mengatakan, sistem prabayar mel- dananya untuk kepentingan berobat-ibatkan pihak ketiga, yaitu asuransi. menabung untuk biaya sakit. Padahal Dana tersebut baru keluar jika sakit. Na- hal itu penting, agar tidak kelabakan mun, di era otonomi daerah ini ada sistem jika menderita sakit. lain yang tampaknya bisa dikembangkan yakni melalui pemungutan pajak kese- hatan, seperti yang diterapkan di Aus- tralia. Dana yang terkumpul tersebut dikelola pemerintah untuk biaya keseha- tan. Jadi, lebih nyata. Di sisi lain, dia mengatakan dalam de- sentralisasi ini anggaran kesehatan di pu- sat kecil sekitar 17 persen. Kendati demiki an, pusat akan berusaha memberikan ban- tuan kepada daerah. Dengan demikian pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap bisa dilakukan maksimal. Acara kunjungan Menkes itu menarik karena diisi kegiatan tanya jawab yang dipandu Kepada Dinas Kesehatan dr. Molin. Sejumlah keluhan muncul saat itu misalnya, soal keterbatasan alat-alat kedokteran, soal tidak dialokasikannya dana APBD untuk RS, kekurangan dok- ter spesialis dan lain-lain. Kadis Kesehatan Bali dr. Molin, keti- ka dimintai tanggapan soal tawaran RSUD Sanjiwani, kata Bupati Suryawan saat ini sudah memiliki 39 dokter spesialis-bertugas di 12 spesia- lis seperti THT, jantung, paru, anak, dan kebidanan. Dengan demikian diharap- kan RSUD yang saat ini memiliki 136 tempat tidur, mampu memberikan pel- ayanan maksimal kepada masyarakat. Dalam sambutannya Bupati tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pe- merintah pusat atas rencana bantuan Rp 1,5 milyar kepada RSUD Sanjiwani. (08) Sudharmaja "Dikuliahi" Putri Sulung TAHUN 2001 tampaknya menjadi potret buram bagi Buleleng karena masih diwarnai berbagai kasus. Sukse- si Bupati Buleleng yang mencuat 1999 pada akhir 2001 tetap menghangat. Kasus paedofilia, pelecehan siswi SD, proyek KTP masal, dan pelengseran Wirata Sindhu dari kursi bupati. Lan- tas, akankah 2002 juga dipenuhi angka "merah dan membuat Bumi Panji Sak- ti makin menangis? final, tercatat paling besar menyisakan pekerjaan bahkan sangat menentukan nasib rakyat Buleleng. "Keruntuhan" tahta Wirata Sindhu di pengujung 2001, tentu bukan adegan akhir dari sebuah lakon panggung. Buleleng justru di- hadang persoalan berat begitu mataha- ri 2002 mulai terbit. Kursi yang segera ditinggalkan Wirata Sindhu diprediksi menjadi "Sinetron 2002". takan keamanan Buleleng saat me- rengkuh 2002. Rakyat kecil seperti peda- gang sayur, sopir bemo, PKL, nelayan, petani, sampai pemilik toko jarang ber tanya siapa yang akan dipilih menjadi bupati. Mereka satu bahasa dan ingin tahu seting suksesi 2002, amankah Buleleng di tengah kesibukan melahir- kan pemimpin baru? gung jawab moral elite politik pada rakyat kecil. Prima seperti mencoba meminjam kata-kata Rsi Bhisma saat menasihati Arjuna. Berpihaklah pada rakyat, jangan biarkan kepentingan pri- badi berkuasa saat masuk medan per- ang," sindirnya. TAMPAKNYA perlu waktu berbulan- bulan membersihkan pedagang kaki lima (PKL) di bibir Danau Beratan, Bedugul. Beberapa kali Pemkab Tabanan mensos- ialisasikan agar PKL tidak berdagang di bibir danau, namun mereka malah minta tempat lain untuk menggelar dagangan. Pemkab dan pihak Desa Adat Candikun- ing lantas memutuskan membangun tem- pat khusus PKL di sebelah utara Setra Candikuning. Kini pembangunannya sudah seratus persen rampung. Terkait dengan hal itu, Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama mengultimatum agar PKL harus pindah selambat-lambatnya Senin (31/12) ini sehingga memasuki Tahun Baru (1/1) bibir Danau Beratan bebas PKL. Asisten I Sekda Tabanan Drs. I Made Tantra bersama instansi terkait sejak Ju- mat (28/12) mensosialisasikan pemindah- an PKL dari bibir danau ke tempat khusus yang telah disiapkan. Saat itu, PKL itu minta pindah 10 Januari 2002. Tentu saja, permintaan itu ditolak lantaran Bupati sudah mengeluarkan ultimatum. "Kami sampaikan kepada PKL, kalau wisatawan memang mau berbelanja, di man pun tem- patnya pasti dicari. Untuk itu kita minta secara baik-baik agar PKL itu pindah per 31 Desember," sarannya. Kata dia, saat ini terdapat 53 PKL yang berdagang di bibir danau, sementara tem- pat yang disediakan cuma 240 meter per segi. Untuk itu, dia mengimbau PKL agar membagi tempat itu secara adil. Menurut- nya, tempat yang dibangun itu khusus dipe- runtukkan bagi PKL yang kini berjualan di bibir danau dan tak akan mengizinkan PKL lain untuk menempati tempat terse- but. Ketika ditanya apakah ada sanksi bagi PKL yang tak mau pindah Senin ini, Tantra dengan arif mengatakan, pihaknya tetap bertindak persuasif bekerja sama dengan Desa Adat Candikuning. Karena pengelo- laan PKL di tempat baru itu nantinya dis- erahkan Desa Adat. "Mudah-mudahan PKL menyadari pentingnya kebersihan dan keasrian Danau Beratan," ujarnya. Sementara Bupati Wiryatama pada acara tatap muka akhir tahun dengan wartawan menyebut ultimatum agar bibir Danau Be- ratan sudah bersih dari PKL pada Tahun Baru 2002. Masalahnya, sejak adanya PKL di bibir danau ia mengaku mendapat bany- ak kritikan di media massa dan lewat hand- phone. "Tiap ada teman pejabat yang lewat di pinggir Danau Beratan selalu menelepon saya dan meminta agar PKL itu dipindah- kan secepatnya," ujarnya. (ado) Halaman 3 LINTAS DEWATA "Karya" di Kiduling Kreteg KARANGASEM - Puncak karya ngenteg linggih, melaspas, nubung pedagingan lan panyeheb brahma di Pura Kiduling Kreteg, Besakih, berlangsung purnama kaenem prangbakat, Sabtu (29/12). Wagub I IGB Alit Putra sekaligus ikut nubung pedagingan bersama pejabat/ketua lembaga lain di Karan- gasem. Ketua Panitia Karya IW Gunatra mengatakan, pem- bangunan 10 palinggih menelan biaya mencapai Rp 1,23 milyar lebih. Sementara pembangunan yang belum dilaksan- akan, pemugaran bale saka 12, bale pesandekan, pakoleman sulinggih dan perantenan (dapur), bale paebat, panyengker dan palemahan jaba tengah. Puncak karya yang dihadiri ribuan umat, diiringi tari rejang dewa, baris gede, serta gamelan wali seperti tambur, gambang, serta selonding. (013) Pembangunan Sekretariat PDI-P KARANGASEM - Peletakan batu pertama pembangunan sekretariat PAC PDI-P Manggis, berlangsung Sabtu (29/12) di Sengkidu. Salah seorang tokoh PDI-P Manggis Sumardi- ka mengatakan, kegiatan itu dirangkaikan kaderisasi dan sosialisasi program kerja PAC setempat. Dia mengatakan, pengurus anak ranting di Manggis sudah terbentuk di tiap desa Kecamatan Manggis. (013) Longsor di Telaga Mas KARANGASEM - Tanah longsor terjadi pada tebing lereng Gunung Lempuyang, di sebelah Pura Telaga Mas, Lempuy- ang. Longsoran tebing sekitar tiga meter itu menimbun se- bagian jalan tangga menuju Pura Lempuyang Luhur. Seor- ang warga Minggu (30/12) kemarin di Amlapura berharap bekas longsoran tebing itu segera dibersihkan, sehingga tak menghambat umat yang hendak sembahyang ke Pura Lem- puyang Luhur. (013) Rp 53 Juta, Sisa Dana Lokasabha Gianyar (Bali Post) - Pelaksanaan Lokasabha IV PHDI Bali di Pura Gunung Lebah, Campuan Ubud, 23 November lalu ternyata masih menyisakan dana cukup lumayan. Dari dana yang masuk Rp 164 juta, masih ada sisa Rp 53 juta lebih. Hal itu disam- paikan Ketua Panitia Lokasabha IV PHDI Bali Drs. I Gusti Gede Goda didampingi bendahara Ida Ayu Alit Ardiani saat pertanggungjawaban sekaligus pembubaran panitia, di Pura Gunung Lebah, Ubud, Sabtu (29/12) lalu. Selain dana, hajatan lima tahunan PHDI Bali itu juga me- nyisakan barang berupa sebuah unit komputer laptop Toshi- ba lengkap dengan printernya. Goda mengatakan, dalam lokasabha tersebut panitia mendapat sumbangan dana dari Gubernur Bali Rp 125 juta. Yayasan Hindu Dharma Rp 10 juta, PHDI Bali Rp 20 juta dan Kadispenda Bali Rp 1 juta. Total pemasukan mencapai Rp 164 juta. Selain itu panitia juga mendapat sumbangan upakara. penginapan, komsumsi dan perlengkapan lainnya selama acara berlangsung dari Puri Ubud dan masyarakat Ubud. Panitia juga mendapat sumbangan buku-buku dari Yayasan Dharmopadesa Pusat di Bali dan bantuan 500 kalender dari Marka Galerry yang jika diuangkan bernilai Rp 8 juta. "Jadi, panitia menerima sumbangan dana Rp 164 juta, dan setelah dipakai untuk kegiatan tersebut Rp 110 juta lebih, masih ada sisa dana Rp 53 juta lebih," ujarnya sembari menye- but, hal ini perlu diketahui publik karena bantuan dana terse- but juga berasal dari pemerintah-yang notabene dari rakyat. Pengeluarannya apa saja? Goda merinci, pengeluaran Ardakalo dalam kegiatan itu berupa pembelian ATK-termasuk di (1801168) sq molne opram sveinad oes dalamnya tas dan ongkos cetak materi mencapai Rp Kopi Kintamani tak Penuhi Standar Ekspor Bangli (Bali Post) - merata. "Kami akan berusaha memperjuang. kan dana yang dialokasikan ke Dinas Perke- bunan, Pertanian dan Kehutanan dalam peny- menjadi primadona," paparnya. 59.159.700, publikasi dan dokumentasi termasuk iklan di BP Rp 8.300.000, transportasi persiapan dan selama kegiatan Rp 5.300.000, komunikasi Rp 3.360.000, komsumsi selama persiapan Rp 2.900.000, perlengkapan Rp 8.875.000, biaya editing, pencetakan dan pengiriman hasil lokasabha Rp 10 juta, dan biaya pembubaran dan publikasi Rp 5 juta. Sisa dana dan seperangkat komputer itu diserahkan lang- sung dari ketua panitia lokasabha kepada pengurus baru Suksesi bupati yang telah mendekati renungan suci di sejumlah pura. Kegia- tas di lapangan akan sangat berbahaya mun belum seluruhnya diolah dengan tepat usunan APBD 2002 sehingga sektor ini tetap PHDI Bali. Sekaligus saat itu mantan ketua harian PHDI Ketua DPRD Buleleng, Drs. Nyoman Sudharmaja Duniaji, MBA masuk nomi- nasi. Masyarakat pun berharap dan in- gin tahu komitmen para politisi mencip- Menutup kisah 2001, keluarga Sud- harmaja Duniaji berencana melakukan tan akhir tahun ala Ketua DPRD Bule- leng ini semata untuk mendoakan agar 2002 memberi kenyamanan dan berkah bagi rakyat Buleleng. "Kondisi yang kon- dusif adalah kemenangan moral bagi elite politik yang maju ke bursa ba- cabup," katanya Minggu (30/12) kemar- in. Prima mengingatkan bapaknya yang sudah bulat terjun ke panggung politik. Satu hal yang ditekankan, agar ayah- nya selalu siap dalam segala hal. Reali- kalau dibelokkan demi ambisi pribadi, apalagi memanfaatkan rakyat kecil se- bagai korban politik. "Sebelum masuk ke kancah perang, Bapak harus sudah siap kalah. Jangan hanya siap menang," ucapnya Tulisan tangan berjudul "Doa Untuk mu Prajurit sengaja disiapkan untuk menyambut tahun 2002 dan bekal mor- al bagi Sudharmaja maju ke kancah poli- tik. "Saya harus sampaikan di akhir 2001, ini pesan kakek," kata Prima yang tak lain cucu Ketua LVRI Buleleng, Jen- (kmb 10) "Dikuliahi" Putri Sulung Pada acara persiapan doa keluarga menutup 2001, di rumah jabatan Ketua Dewan, Sudharmaja tampak agak kag. et "dikuliahi" putri sulungnya Prima Aristya Dewi. Dia menanyakan tang- dra Duniaji. Wesnawa belum perlu Memilih Semarapura (Bali Post) - ♦Menyoal Jabatan Rangkap Desakan agar Ketua DPD PDI Per- juangan Bali Ida Bagus Wesnawa, B.A. memilih salah satu jabatan ditanggapi dingin kader PDI-P di Klungkung. Ket- ua Fraksi PDI-P DPRD Klungkung Putu Sri Handayani, S.E., Minggu (30/12) kemarin menilai, kepemimpinan Wesna- wa masih efektif kendati merangkap ja- batan menjadi Ketua DPRD Bali. "Koor- dinasi antara DPC masih efektif, kiner- ja DPRD Bali juga berjalan normal," tan- dasnya. Menurutnya, PDI-P mestinya tetap mempertahankan Wesnawa seperti saat ini. Kemampuannya memimpin PDI-P Bali diyakini mampu mempertahankan simpati rakyat terhadap partainya pada pemilu berikutnya. "Kader PDI-P se- baiknya memilih yang pasti, tak perlu mencoba kader yang berjiwa koboi. Malah kemungkinan bisa menghancur- kan partai," tuturnya. Anggota Fraksi PDI-P Klungkung Agung menyatakan, kader PDI-P Drs. I Wayan Mastra dan Drs. A.A. Gde Klungkung menilai belum perlu mem- inta Wesnawa memilih salah satu jawa- ban. Mastra berharap pihak lain di luar dengan mengeluarkan pernyataan PDI-P tidak mengobok-obok partainya seolah-olah tahu kondisi partainya. "Bi- arkan kami tenang mengurus partai, tanpa harus dikendalikan orang luar," tandas Ketua Komisi C DPRD Klungkung itu. A.A. Gde Agung menambahkan, We- snawa selama memimpin PDI-P mam- pu membuat kadernya solid dan meraih suara 85 persen di Bali. Warga Puri Gelgel itu mengakui, dalam kepemimpi- nan Wesnawa memang gagal mendor- ong kadernya jadi orang nomor satu di Jembrana. Kegagalan itu, kata dia, han- ya setitik noda dibandingkan kesuk- sesannya menjaga keutuhan PDI-P Bali. koboi, Mastra mempertanyakannya. Soal PDI-P perlu pemimpin berjiwa "Kriteria koboi seperti apa yang diang- gap pas memimpin PDI-P?" katanya. Ditandaskan, kader PDI-P tak mau karena tidak ada jaminan partainya mengambil risiko memilih figur koboi besar. Artinya, Wesnawa harus diper- tahankan memimpin PDI-P Bali agar partai tersebut tetap eksis pada pemilu berikutnya. Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Klungkung Ir. A.A. Gde Bagus tak bera- ni berpendapat seputar rangkap jaba- tan Wesnawa. Diakuinya, Wesnawa maupun Ketua DPRD Klungkung I Wayan Sutena yang merangkap jabatan selaku wakil DPD Bidang Humas akan dibahas pada Rakerda PDI-P Bali apa- kah masih efektif atau tidak. (043) Tahun 2001, Kasus Pencurian Kayu paling Menonjol di Jembrana Negara (Bali Post) - Polres Jembrana menempatkan kasus pencurian dan pengangkutan kayu ilegal di peringkat teratas tahun 2001. Dari 319 kasus yang ditangani Polres Jembrana, terdapat 86 kasus pencurian dan pengangkutan kayu il- egal. Dibandingkan tahun 2000, jum- lah kasusnya meningkat. Padahal, upaya penegakan hukum sudah di- lakukan untuk mengantisipasi aksi pencurian kayu tersebut. Demikian dikatakan Kapolres Jem- brana AKBP Drs. Aan Iskandar di Jem- brana Sabtu (29/12) lalu. Menurutnya, sejumlah tersangka telah diproses se- cara hukum untuk menekan kasusn- ya. Bahkan, beberapa di antaranya telah dijerat dengan hukuman cukup berat. Namun masih saja aksi penjara- han kayu di hutan berlangsung hing. 8- at n. n n 1- si n ga kini. 3) Padahal, dalam menindak para pel- aku pencurian, penjarahan, serta para pengangkut kayu ilegal, pihaknya tidak pandang bulu. "Siapa pun yang terbukti bersalah, jelas kami tindak sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada istilah pilih kasih dalam menghadapi orang-orang tak bertanggung jawab. Tak terkecuali aparat," tegasnya. Pengamanan Tahun Baru Sementara itu, untuk malam tahun baru, Senin (31/12) malamini, jajaran Polres Jembrana sudah siap melaku- kan pengamanan saat menjelang per- gantian tahun. Pengamanan kali ini, kata Kapolres, tidak jauh berbeda den- gan pengamanan Lebaran dan Natal yang baru lalu. Karena yang difokus- kan keberadaan petasan, miras, serta aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh sejumlah anak-anak muda. Selain itu, beberapa kasus yang juga terjadi di wilayah Polres Jembra- na adalah kasus curat dan curanmor. Sementara kasus-kasus lain masih "Biasanya kalau pergantian baru, relatif kecil. Meski begitu, pihaknya kan yang paling rawan adalah kebu- tetap melakukan pengawasan ter- tan-kebutan di jalan yang dilakukan hadap sejumlah kasus yang menjadi anak-anak muda. Selain itu, aksi ma- perhatian masyarakat. Seperti kasus buk-mabukan di pinggir jalan. Ini yang narkoba yang sangat dikhawatirkan akan kami antisipasi. Selain itu, juga masyarakat, pihaknya selalu melaku- akan mengadakan patroli di sejumlah kan razia-razia hingga operasi khusus. tempat keramaian, seperti kafe-kafe Salah satunya operasi Antik di sejum- dan Pelabuhan Gilimanuk," katanya. lah tempat yang dinilai rawan. (kmb12) Produksi kopi Kintamani setahun menca- pai 20.000 ton kopi gelondongan basah. Na- untuk memenuhi standar ekspor. Dari jum- lah itu hanya 917 ton (5 %) yang dibeli PT Tirta Harapan Bali diolah agar memenuhi standar ekspor, sisanya 19.083 ton (95%) masih diolah petani secara sederhana. Artin- ya, masih diperlukan sarana pengolahan kopi yang tersebar sampai ke Subak Abian di Kin- tamani. Hal itu diungkapkan Bupati Bangli I Nen- gah Arnawa, Minggu (30/12) kemarin. Menu- rutnya, dari 20.000 ton kopi gelondong basah setelah diolah diperkirakan mencapai 4.000 ton kopi beras tiap tahunnya. Sebab, pengo- lahan kopi yang berkualitas belum bisa di- lakukan oleh petani sehingga kualitasnya di pasaran sedikit menurun. Padahal pertanian dan perkebunan, sek- tor unggulan untuk mendongkrak peningka- tan pendapatan asli daerah (PAD) Bangli. Menurutnya, kopi Kintamani sudah mampu menembus pasar Asia karena rasa dan aro- Karena itu diharapkan petani memanfaatkan manya sangat disenangi wisatawan Jepang. subak di luar Bali yang memerlukannya. bantuan penggilingan kopi yang diberikan Pemprop Bali karena masih banyak subak- perhatikan petani kopi di Kecamatan Kinta- Dia minta Pemprop Bali agar tetap mem- dana yang dialokasikan lewat APBD 2001 ke mani terutama bantuan mengingat dana yang tersedia di Bangli sangat terbatas. Apalagi, Dinas Perkebunan dan Pertanian Bangli san- gat kecil sehingga belum mampu membantu semua petani di empat kecamatan secara Sementara Kepala Dinas Perkebunan Bali, Ir. I Wayan Badra Wisnaya mengatakan, perkebunan rakyat sudah menjadi kegiatan ekonomi kerakyatan di pedesaan. Dari areal perkebunan seluas 169.287 hektar di Bali, hampir 99 persen perkebunan rakyat. Dikatakan, pengembangan usaha perke- bunan harus menggunakan teknologi dan berorientasi pasar. Sebab, kualitas produksi akhir sangat dipengaruhi oleh jenis dan kual- itas sarana produksi, proses produksi dan penanganan hasil produksi pada tiap sub- sistem agrobisnis. "Kami berharap subsektor pertanian dapat tumbuh menjadi usaha yang mampu bersaing tinggi di pasar luar negeri dan domestik," paparnya Dijelaskan, di pasaran dunia jenis kopi yang diperdagangkan arabika. Karenanya kebijaksanaan nasional mengembangkan kopi arabika sangat tepat untuk meraih pe- Namun secara nasional kopi Indonesia terma- luang harga permintaan pasar yang tinggi. suk Bali masih banyak menghadapi masalah, di antaranya mutu kopi yang dihasilkan kurang baik, terutama yang berasal dari perkebunan rakyat," katanya. Ditambahkan, produksi kopi di Kintamani atau (5%) dengan harga dasar Rp 1.840 per yang dapat ditampung dan diolah secara basah PT Tirta Harapan Bali hanya 917 ton kilogram. "Nilai jual yang berhasil diraup petani kopi Kintamani mencapai Rp (057) 1.834.000.000," tuturnya. Soal Larangan Gali Pasir Laut Warga Nusa Penida Mengadu ke DPRD Bali, IB Wijaya menyerahkan aset PHDI Bali berupa dana sekitar Rp 74 juta berikut sebuah mobil Kijang bantuan Pem- da Bali dan barang-barang inventaris lainnya kepada pen- gurus PHDI yang baru-yang diterima ketua harian Rai Handayana. Rp 12 Juta untuk Poso Pada akhir serah terima jabatan dan pembubaran pani- tia, PHDI Bali berhasil membuka dompet peduli umat Hin- du di Poso. Secara spontan terkumpul dana bantuan Rp 12.167.000 Rp 10 juta bantuan PHDI Bali dan Rp 2.167.000 dari umat secara per orangan. Hadir saat itu Ketua Umum PHDI Bali Ida Pedanda Gede Made Gunung, ketua harian PHDI Bali I Gusti Putu Rai An- dayana, wakil ketua II Gusti Gde Goda, wakil ketua III Made lain. Tampak hadir sejumlah paruman walaka seperti Tjoko- Suasthawa Dharmayuda, sekretaris I Wayan Suija dan lain- rda Agung Suyasa, I Gde Sura, I Gusti Made Ngurah dll. Dari keluarga Puri Ubud hadir Tjokorda Suyasa, Tjok. Gde Putra Sukawati, Tjok. Raka Sukawati, dan Tjok Kertiyasa. PAD Bangli 2001 Lampaui Target Bangli (Bali Post) - (08) 28 Desember 2001 realisasinya Rp 4.862.545.636,73 melam- paui dari target Rp 4,6 milyar. Penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Bangli hingga Kepala Dinas Pendapatan Daerah Bangli, Drs. Bagus Rai Darmayudha, Minggu (30/12) kemarin mengatakan, dilam- pauinya target tersebut karena pajak bumi dan bangunan tercapai Rp 720,7 juta dari target Rp 700 juta. Sementara penerimaan retribusi rekreasi dan olah raga hanya Rp 1,649 milyar (97,02 %) dari target Rp 1,7 milyar. Menurutnya, terlampauinya target PAD 2001 berkat ker- Semarapura (Bali Post) - ja keras karyawan Dispenda melaksanakan tugasnya me- gali pasir laut menghetikan kegiatannya mungut tunggakan-tunggakan PBB, PHR maupun pajak lain- Pesatnya pembangunan di Nusa Penida yang dapat merugikan warga Nusa Penida nya. berakibat material yang dibutuhkan makin sendiri. "Jika terjadi kerusakan lingkungan Namun, target pajak hotel dan restoran Rp 600 juta han- banyak. Sementara pasokan pasir dari dara- akibat penggalian pasir laut tak terkendali, ya terealisasi Rp 410 juta karena sisanya masih ditunggak tan Bali sangat minim dan harganya mahal biaya untuk rehabilitasinya sangat mahal. pengusaha hotel dan restoran. Usaha karyawan Dispenda karena sulitnya transportasi laut. Warga Jadi lebih baik hindari kerusakan lingkun- menagih tunggakan tersebut tidak membuahkan hasil kare- Nusa Penida di pantai masih bisa mengata- gan sebelum dampak kerugian lebih besar na berbagai alasan yang dilontarkan pengusaha. Padahal si karena masih melakukan penggalian ile- benar-benar menimpa masyarakat," ujarn- PHR bukan pajak untuk pengusaha, melainkan kutipan yang gal, tetapi bagi yang tinggal di pegunungan ya. dikenakan kepada wisatawan yang berbelanja. Jadi para pen- mesti gigit jari. Selain aturan melarangnya, Ketua DPRD Klungkung I Wayan Sute- gusaha hanya dimintai tolong untuk memungutnya 10 pers- warga di sekitar pantai juga melarangnya. na, saat diminta konfirmasi Minggu (30/12) en. Meski pemungutan PHR belum maskimal, kata dia, sek- "Ini sangat tidak adil, kami yang jauh dari kemarin mengakui anggotanya dalam beber- tor lain mendongkrak PAD. Seperti IMB, jasa Giro dan Cata- pantai tak diizinkan mengambil pasir laut," apa kali turun ke Nusa Penida menemukan tan Sipil yang hampir memenuhi target PAD. Bahkan, ada tandas Ni Wayan Sukesni, Warga Desa Su- aktivitas penggalian pasir laut oleh oknum yang melampaui target dari pemasukan selama tahun 2001 ana, saat mengadu ke DPRD Klungkung masyarakat. "Bahkan ada tokoh masyarakat ini. yang mendirikan usaha batako, memanfaat- Menyinggung target PAD 2002 mendatang, dia enggan kan pásir laut untuk bahan bakunya," kat- berkomentar karena belum dibahas di DPRD. anya. Temuan tersebut, kata Sutena, telah (057) disampaikan ke eksekutif agar diambil tin- dakan tegas. baru-baru ini. Sukesni yang sehari-hari Kepala SD 7 Suana menilai, kebijakan Pemkab Klungkung tidak adil mengingat warga di pinggir Pantai Nusa Penida dibiarkan meng- gali pasir laut. Sebaliknya, warga yang ada di pegunungan dilarang padahal segala keg- iatan yadnya untuk menjaga kelestarian pan- tai semua warga Nusa Penida menanggung- nya. "Anehnya, kami justru dijadikan kon- sumen oleh warga di pinggir pantai. Mereka menjual pasir laut ke pegunungan, kenapa tidak ditertibkan jika memang benar peng- galian pasir laut dilarang," katanya. Gubernur Bali Drs. Dewa Made Beratha dalam kunjungan kerjanya awal Desember lalu menengarai maraknya pencurian pasir laut di Nusa Penida. Dia minta agar peng- Ketua Komisi D DPRD Klungkung I Made Suryana, S.T. menambahkan, selain ekseku- tif kurang berani bertindak tegas menegak- kan aturan, menekan pencurian pasir laut di Nusa Penida harus diawasi seluruh warga se- tempat. "Termasuk Kepala SD harus berani menegur jika kebetulan di sekolahnya ada proyek fisik yang memanfaatkan pasir laut. Material pasir laut jelas tidak sesuai bestek," tandasnya. Ditambahkan, pihaknya telah berulang kali mendesak eksekutif untuk me- nertibkan pencurian pasir laut namun belum mendapat respons positif. (043) LOWONGAN DIBUTUHKAN SESEORANG UNTUK MENJADI DIREKTUR PERUSAHAAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT: 1. PENDIDIKAN MINIMAL S1. 2. PROFESIONAL DAN BERPENGALAMAN DALAM MEMIMPIN PERUSAHAAN. 3. SISTIM PENGGAJIAN SESUAI DENGAN PRESTASI KERJA. LAMARAN DISAMPAIKAN SELAMBAT-LAMBATNYA TANGGAL 10 JANUARI 2002 DAN DITUJUKAN KEPADA BUPATI JEMBRANA DENGAN ALAMAT PERUSAHAAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA JALAN JENDERAL A.YANI NO. 24 NEGARA-BALI. COM2/C/MD/DUAKOLOM/HAL1 Negara, 28 Desember 2001 BUPATI JEMBRANA ttd (Prof. DR. Drg. I Gede Winasa) U. 319942 4cm
