Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-27
Halaman: 02

Konten


2cm Color Rendition Chart 2. MINGGU KLIWON, 27 DESEMBER 1992 UTAMA Bemas/jsy KRT Kusumotanoyo "Geger Lemper" akan Surut SELAMA tahun 1992, Keraton Surakarta memang sering menghiasi berbagai media massa cetak, utamanya tentang kemelut antara pro dan kontra rencana pembangunan hotel di dalam tembok keraton. Kalangan pencinta budaya pun ikut cukup sibuk dan rajin menggelar aksi solidaritas, menentang rencana tersebut. Sedang untuk tahun 1993 mendatang, diperkirakan geg lemper (kemelut di antara keluarga keraton) tersebut akan surut dan persoalan yang menyangkut rencana pembangunan hotel pun akan selesai. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh KRT Kusumotanoyo, salah seorang paranormal terkenal di Solo, ketika ditemui Bernas, Kamis (24/12) di kediamannya. "Keraton Surakarta di tahun 1993 mendatang akan kembali tenang. Karena salah satu persoalan yang mengganjal yaitu tentang rencana pembangunan hotel berbintang di dalam tembok keraton akan selesai," katanya. Kemelut tentang rencana pembangunan hotel yang terjadi beberapa waktu yang lalu menurutnya, diistilahkan dengan geger lemper atau prahara dalam gelas air. Dalam arti, sebagai suatu kemelut yang terjadi antara keluarga sendiri. Kejadian tersebut memang berangkat dari campur tangan pihak lain di luar keraton itu sendiri. Pihak yang ingin memanfaatkan kemelut hotel di dalam. keraton itu, memang juga merupakan sinyalemen yang dilontarkan oleh Susuhunan PB XII sendiri ketika jumpa pers di Jakarta (13/12) yang lalu. Saat itu Sinuhun menyatakan, ada kelompok tertentu yang berusaha menunggangi dan memanfaatkan kekeruhan keraton dengan mendompleng.. rencana pembangunan hotel di kawasan keraton untuk kegiatan politik. DIJELASKAN oleh Kusumotanoyo, sampai terjadinya kemelut dalam tembok keraton yang berangkat dari rencana pembangunan hotel tersebut, sebenarnya beberapa pihak di dalam keraton sendiri masih terkungkung pada sikap primordialisme. Semua pihak terkungkung pada sikap ketertutupan diri. Suasana tertutp tersebut menyebabkan pihak-pihak yang berkepentingan menjadi terkungkung dengan ambisi dirinya sendiri. "Tetapi untuk sikap primordialisme itu tidak hanya terjadi di dalam tembok keraton. Di luar pun juga terkena sindrom tersebut," jelasnya. Akan tetapi, Kusumotanoyo tidak mau menjelaskan faktor yang menyebabkan kemelut hotel di keraton itu selesai, dan pada tahun 1993 mendatang keraton akan tenang kembali. Hanya langkah Sinuhun PB XII menjelaskan duduk persoalan tentang rencana pembangunan hotel yang baru merupakan gagasan, dan masih ingin meminta pertimbangan dari pihak lain itulah, yang menurut Kusumotanoyo merupakan langkah bijak sehingga menyebabkan Keraton Surakarta menjadi tenang lagi. () Ist Iqbal Em Yezet Saya Hanya Ingin Kerja TIADA kepuasan sebesar ketika kerja telah selesai. Begitulah kira-kira yang menjadi motto Pimpinan IQS, Group, Iqbal Em Yezet. Bagi Iqbal, begitu panggilan akrabnya, bekerja telah menjadi prinsip hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Menurut pria kelahiran Bumiayu, 8 April 1964 itu, sadar sebagai lelaki yang harus menghidupi anak dan isteri, maka dia harus bekerja. "Bekerjalah terus karena dengan bekerja ada manfaat," begitu kata bijak yang selalu terpatri di dadanya. Maka tidak mengherankan kalau setelah lulus SMP, anak ke-5 dari 6 bersaudara pasangan H Yusuf dan H Zumrotin ini lalu melanjutkan SMA-nya di kota Yogyakarta. "Sudah menjadi kesepakatan dalam keluarga kami, jika seorang anak sudah berhasil menyelesaikan SMP-nya, maka dia harus melanjutkan sekolah ke kota. Di kota pendidikan inilah proses pendewasaan saya berlangsung. Sebab selain menuntut ilmu, saya juga terdorong untuk belajar mandiri dalam segala hal, termasuk mencari tambahan uang saku," kata alumnus Akademi Komunikasi Yogyakarta (AKY) ini. Menulis, itulah kemudian yang ditemukan sebagai pilihan kerja. Itu dilakukan selain untuk memenuhi tugasnya di kampus, juga tantangan lain menjadi seorang komunikan, berkarya dan media sebagai sarananya. Iqbal, sebelum akhirnya dikenal sebagai entertainer tangguh dalam dunia mode, pada awalnya adalah wartawan freelance. dengan spesifikasi liputan-liputan hiburan. "Dulu, setiap ada acara-acara yang sifatnya hiburan pasti saya kejar, tanpa terkecuali pentas musik. Kelas lokal Yogya saja atau event-event nasional," tandas lelaki yang kini berbadan tambun dan mengaku sudah memiliki calon pasangan hidupnya. Karena kecerdikannya memilih dan menentukan angel tulisan, dalam satu event Iqbal bisa membuat tulisan untuk berbagai media. Selain media lokal, juga media-media Jakarta. Karier puncaknya sebagai penulis adalah ketika ia dipercaya menjadi reporter majalah Idola, Jakarta. Dari kepercayaan tersebut, Iqbal mulai tertarik menulis dunia mode. Itu dilakukan karena menurutnya lahan tersebut kurang tergarap. Nama Iqbal pun akhirnya identik dengan tulisan-tulisan mode. Hampir seluruh perancang --yang kini telah menjadi partner kerja entertainment-nya- menjadi sumber dan insnpirasi-inspirasi tulisannya. Berbekal pergaulan dan wawasan yang luas itulah, salah satu di antaranya bertemu dan bersahabat dengan pimpinan Eddy's grup, Eddy Puryanto -salah satu entertainment dan advertising cukup ternama di Yogya- kegelisahan Iqbal untuk beralih profesi muncul. Dan jadilah IQS Grup yang kiprah perdananya di Yogya ditandai dengan aran Fashion Show Gita Cinta dari SMA'89 dan sukses. Satu yang diharapkan, adalah membesarkan IQS Group-nya menjadi semacam lembaga yang bukan saja mapan, tapi juga- profesional. Untuk bisa meraih angannya itu, "Saya perlu partner. Tentu saja dengan skill yang berbeda. Sebab hanya dengan kebersamaan partner dengan spesialisasi masing-masing, sebuah profesionalisme akan tercipta. Termasuk yang bakal mengurusi manejemennya. Terus terang, saya sendiri senangnya hanyalah bekerja. Apa saja," tandas Iqbal yang karena entertaiment-nya kini mengaku merasa lebih dari cukup kalau untuk sekadar makan. (tor/gea) BERNAS Mencari Celah Tahun 1993 Indonesia Hadapi Pilihan-pilihan Sulit ETALA BEBERAPA deregulasi sektor * Diperkirakan BBM dan Listrik Naik ONDISI perekonomian luasan kesempatan kerja baru. Yogyakarta pada tahun Misalnya yang tercermin pada 1993 untuk beberapa perekrutan sekian ratus karya- sektor, sudah bisa diintip wan baru sebagai tenaga pra- bulan Desember ini. muniaga pada superstore Puri Pertengahan bulan ini di Rimo Agung di jalan Laksda Yogyakarta dioperasikan Adisucipto Yogya. sebuah superstore terbesar di DIY dan Jateng, menyusul se- jumlah supermarket dan depart- ment store yang berdiri sebe- lumnya. Pembukaan supermar- ket raksasa ini seolah meng- abaikan kenyataan bahwa kon- disi ekonomi sedang dalam keadaan lesu. Sektor retail tam- paknya kebal dari kelesuan ekonomi sepanjang dua tahun terakhir ini. Tampaknya pengusaha pe- ngelola superstore itu mengejar waktu agar pengoperasiannya bisa menyongsong datangnya Natal dan Tahun Baru 1993. Tidak aneh. Sebab pada bulan Desember bisa dipastikan be- lanja masyarakat meningkat. Di luar superstore, sebentar lagi juga akan beroperasi Malio- boro Plaza. Meski pusat perbe- lanjaan modern ini diperkirakan baru bisa beroperasi setahun kemudian, paling tidak kebera- daannya akan melengkapi ge- gap gempita bisnis retail di kota Yogya. Di luar itu, pertumbuhan ekonomi Yogya juga akan di- tandai dengan munculnya se- jumlah hotel baru. Beberapa di antara mereka bisa beroperasi tahun 1993, sementara yang lainnya sedang melakukan pe- nyelesaian tahap akhir. Paling tidak, investasi sektor perhotel- an yang mengalami booming ini menjadi pertanda bahwa inves- tasi di Yogya tidak melemah, meski ekonomi dihadang kebi- jaksanaan uang ketat. *** DUNIA perbankan di Yogya pada tahun 1993 tampaknya juga relatif lebih baik. Bukan hanya dari peluang ekspansi kredit, sektor perbankan tahun 1993 di Yogya juga akan ditan- dai dengan berdirinya sejumlah kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas dari bank-bank tertentu. Ekspansi tampaknya akan banyak dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Pada tahun 1993 di Yogya akan bero- perasi BPR-BPR baru. Misalnya yang berasal dari Kelompok BPR Mataram Group. Bangkitnya sejumlah sektor PELUANG bisnis di tahun ekonomi di kota Yogya mung- 1993 banyak ditentukan oleh kin tidak langsung menandakan situasi tahun 1992. Sejumlah membaiknya perekonomian pakar ekonomi membuat dua pada tahun 1993. Tapi minimal skenario: optimistik dan pesi- memberikan peluang bagi per- mistik. Pakar ekonomi cende- PERTUMBUHAN budaya massa di Yogyakarta yang ter- golong cepat, terutama di sektor hiburan dibarengi pula oleh bermunculannya "organisasi hiburan" alias entertainment yang subur pula. Mulai dari kelas teri sampai kelas kakap. Dari jasa entertainment ini, beragam acara pun nyaris me- warnai keseharian Yogyakarta. Baik itu berupa pentas musik, ketoprak, wayang kulit tingkat kampung sampai jenjang yang lebih tinggi. Begitu juga mun- culnya beragam lomba. Dari lomba lukis, lomba putri-putrian sampai ratu-ratuan. Di balik kegiatan yang dalam proposal sering kita baca de- ngan kalimat-kalimat bombastis pada misi dan tujuan kegiatan tersebut, di dalamnya ternyata menyimpan janji pula, yakni laba. Dan salah satu enterta- inment --dari sejumlah enterta- inment di Yogyakarta dengan beragam kelasnya-- adalah IQS Group. Kelompok ini punya spesialisasi dalam bidang hibur- an, khususnya geliat panjang dunia mode di Yogyakarta. SEKTOR otomotif juga mulai bankit dari tidurnya. Beberapa dealer mobil di kota Yogya dua bulan terakhir ini gencar ber- promosi untuk mendongkrak volume penjualannya. Meski masih menggunakan iming- iming hadiah yang menggiur- kan, tampaknya sektor otomotif mulai mengantisipasi peluang yang terjadi pada tahun 1993. Menurut Drs Hendrawan Supratikno MBA, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. kondisi bisnis otomotif pada tahun 1993 sedikit lebih baik dibandingkan tahun 1992. Pelu- ang itu sedikitnya tercermin dari sejumlah Pemerintah Daerah tingkat II yang akan melakukan peremajaan mobilnya. Tapi Dekan FE-UKSW ini juga mengingatkan, tahun 1993 merupakan tantangan berat bagi bisnis otomotif. Antara lain jika pengusaha besar yang bergerak di bisnis otomotif cenderung melakukan integrasi vertikal. Artinya, mereka bergerak dari sektor hulu ke. hilir. Misalnya, jika Astra International menjual produknya lewat saluran distri- businya sendiri. Jika ini yang terjadi, maka pelaku bisnis oto- motif di luar Astra hanya akan beroleh pangsa pasar sekitar 20 persen saja. Apalagi jika Astra juga terjun dalam bisnis karose- ri. Maka bukan tidak mungkin kebangkrutan pengusaha karo- seri akan lebih meluas lagi. termasuk yang berskala besar macam New Armada. Menurut Hendrawan, bisnis otomotif secara nasional juga akan ditandai dengan terjunnya Humpuss Group ke sektor oto- motif. Akhir tahun 1993, kelom- pok bisnis ini akan menjadi importir produk otomotif dari Korea Selatan (Daiwoo dan Hyaundai). Setelah tampil seba- gai importir, Humpuss tentu akan terjun pula secara full di bisnis ini. Entah mulai kapan, yang jelas kelompok usaha itu mulai membangun industri otomotif di Surabaya. www "Proyek" terakhir yang diga- rap IQS Group menjelang tutup tahun 1992 adalah malam peno- batan insan mode Yogyakarta. Kegiatan ini dikemas dalam satu paket, yakni Mode of the Year yang digelar 18 Desember lalu di Crazy Horse Music Room, Jalan Magelang, Yogyakarta. Tetapi menurut pimpinan IQS Group, Iqbal Em Yezet yang ditemui Jumat siang (25/- 12) di sekretariat kerjanya, jalan Pugeran Timur No 4 Yogyakar- ta, paket yang disebutnya pu- nya gengsi lebih itu merupakan proyek idealis. "Artinya, kalau- pun itu tetap kami laksanakan, semata hanyalah untuk kebersa- maan dunia mode di Yogyakar- ta. Bukan untuk mencari laba," kata Iqbal. Adapun perolehan labanya, lanjut Iqbal, lebih berada pada DES paket-paket rutin lainnya seperti peragaan busana atau lomba- lomba. Namun, demikian Iqbal, apa- pun bentuk kegiatannya, asal bisa dikelola secara baik teru- tama tentang manajemennya, pasti menguntungkan. "Tergan- tung sejauh mana acara itu akan kita buat dan arahkan," tandas Iqbal yang mengaku mulai bisa hidup dari entertainment yang dibangunnya, tiga tahun lalu. *** IQS Group secara resmi ber- diri tanggal 8 Januari 1989. Di tengah kegelisahan kehidupan di rantau, Iqbal yang sebelum- Pemimpin Umum: Kusfandi Wakil: Pramono BS BERNAS Pemimpin Redaksi : Abdurrachman Wakil: AM Dewabrata, R. Subadhi Redaktur Pelaksana: Trias Kuncahyono, J. Roestam Afandi Wakil: Bambang Sigap Sumantri, Y.B. Margantoro, Sulaiman Ismail Manajer Produksi: Yusran Pare Sekretaris Redaksi : Ny. Arie Giyarto. Penerbit: PT Bernas ISSN: 0215-3343 rung berpendapat di antara kedua skenario itu. Artinya, skenario optimistik akan terjadi dengan sejumlah catatan. Demi- kian pula skenario pesimistik. Menurut Hendrawan Supra- tikno, baik skenario optimistik maupun pesimistik ditentukan ditentukan apakah pada tahun 1993 terjadi pembenahan-pem- benahan di bidang hukum eko- nomi, politik dan birokrasi. Skenario Optimistik: Pertumbuhan ekonomi dunia membaik. Tingkat bunga domestik SIUPP: SK Menpen No 110/Menpen/SIUPP/A.7/1986, tanggal 22 Maret 1986. Redaktur: Agoes Widhartono, Baskoro Muncar, Giyarno MH, Hari Budiono, Ireng Laras Sari, LB Indrasmawan, Putut Wiryawan, Rs Rudhatan, Sigit Setiono. Staf Redaksi : Anis Suryani, Anggit Nugroho, Basili, Bambang Sukotjo, Daniel Tatag, Dedi H Purwadi, Eddy Hasby, Endah Saptorini, Farid Wahdiono, Handoko Adinugroho, Herry Varia Deriza, Krisno Wibowo, Mantoro FX, Nuruddin, RHR Sarjana BS, Rr. Susilastuti, Suroso, Suryanto Sastroatmodjo, Sugeng Prayitno, Tertiana Kriswahyuni, T. Poerya Langga, Tarko Sudiarno, Wineng Endah Winarni, Yuliana Kusumastuti. menurun. *Berbagai infrastruktur bisnis semakin siap. Tingkat inflasi terkendali dengan baik. Sejumlah pabrik besar di sektor hulu mulai beroperasi. Ini berarti menghemat devisa yang selama ini digunakan un- tuk mengimpor. Misalnya yang terjadi pada sejumlah pabrik atau industri yang dibiayai oleh off-shore loan. Skenario Pesimistik: *Harga minyak dunia cende- rung merosot. Ini karena kilang- kilang minyak di Kuwait mulai beroperasi lagi. Sementara itu harga minyak diperkirakan fluktuatif, kalau tidak malah turun. • Defisit transaksi berjalan Indonesia masih besar, sekitar 4.5 milyar dolar AS. Ekspor nonmigas juga akan "biasa-biasa saja", atau "seperti yang dulu". Beban utang luar negeri Indonesia (swasta dan pemerin- tah) makin terasa memberatkan perekonomian nasional. • Gelombang investasi asing merosot karena meningkatnya country risk di Indonesia. * Terjadi rescheduling akibat kredit bank digunakan kurang terarah. Sementara itu di dunia bisnis akan berlangsung restruk- turisasi habis-habisan. . Ketimpangan ekonomi makin membahayakan. Juga ketimpangan yang terjadi antar- sektor ekonomi, antardaerah dan antarkelompok pendapatan. * Kemungkinan besar terjadi penyesuaian (kenaikan) harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif listrik. *** DARI kedua skenario ini, kata Hendrawan Supratikno, dunia bisnis di Indonesia tam- paknya menunjukkan ketidak- pastian. Ia menyarankan para pengusaha untuk mencari celah di antara ketidakpastian itu. Misalnya menghasilkan komodi- tas yang selama ini dilupakan. Ist MEMBERI SELAMAT-Iqbal Em Yezet, Pimpinan IQS Group, memberi selamat kepada Stanley HT, Designer of the year DIY '91 dan 1992 versi Redaktur Mode Yogyakarta, yang diselenggarakan IQS Group. riil yang dirilis sepanjang 1992 belum akan memberi dampak dengan segera. Namun pada 1993 diharapkan dampak ini akan dapat dirasakan, demikian dikatakan Drs Tony Prasetyan- tono MSc di sebuah seminar ekonomi pekan lalu di Mage- lang. Usaha membenahi sektor riil ekonomi Indonesia sudah dilakukan pemerintah dengan diluncurkannya berbagai dere- gulasi. Maksudnya untuk mem- pertinggi efisiensi dan daya saing industri domestik. Teruta- ma dalam persiapan mengha- dapi pasar internasional yang kian global dan kompetitif. Tapi seperti lazimnya ciri khas kebijakan di sektor nil (tidak bersifat instant), dampak kebijaksan sektor riil baru akan melewati dirasakan setelah tenggang waktu tertentu. Dengan asumsi itu, menurut dosen FE-UGM ini, harapan boleh sedikit ditaruh untuk menghadapi 1993. Namun ten- tunya hal ini bukan satu-satunya dasar yang dapat digunakan untuk memprediksi kondisi perekonomian nasional secara menyeluruh pada 1993, dan khususnya mengenai aspek fiskalnya. Belajar dari pengalaman 1992, terutama dalam menerap- kan kebijakan kombinasi fiskal dan moneter (policy mix), Tony Prasetyantono melihat kemung- kinan diterapkannya strategi yang agak berbeda untuk meng- hadapi 1993. Setelah selama kuartal tera- khir 1992 pemerintah mulai mengendorkan peredaran uang- nya kini malah cenderung ke arah easy money, dengan indi- kasi penurunan suku bunga bank, maka secara teoritis di sisi fiskal kini justru terbuka kesem- patan yang lebih leluasa. Arti- nya, pemerintah bisa menarik lebih banyak penerimaan pajak- nya. Apakah Ditjen Pajak boleh begitu saja menetapkan target penerimaan pajak yang setinggi- tingginya? "Tunggu dulu. Sektor moneter memang diyakini akan cenderung terus melonggar. Namun masalahnya, siapa yang bakal menjamin bahwa kinerja (sektor ini masih akan terus Mengutip sebuah judul film nasional yang sempat laris di pasaran, yakni Gita Cinta dari SMA, Iqbal mencoba mengada- kan gelar busana dengan label Dirjen Pajak Drs Marie Mu- hammad, katanya, boleh mere- ka-reka lagi skenario yang su- dah dibuatnya. Apakah mene- tapkan target optimistis (peneri- maan pajak tinggi), target pesi- mistis (penerimaan pajak ren- dah), ataukah moderat. Yang jelas, sebagai pedoman, me- longgamnya sektor moneter di satu sisi sudah memberi pelu- ang bagi implementasi menge- tatnya sektor fiskal. Entertainment di Yogyakarta Lapangan Kerja yang Cukup Menjanjikan nya mengawali karier sebagai judul film tersebut. Ketika itu menurut Iqbal modalnya hanya- wartawan free lance karena tuntutan kuliahnya di Akademi lah ide. Andalannya, kalau rugi, Komunikasi Yogyakarta, menga- bekal sebuah sepeda motornya wali kiprahnya. yang sengaja dibawa dari kam- Bermodal sedikit pengetahu- pung halaman sebagai jamin- an tentang lomba dan peragaan busana yang diperoleh dari pe- ngalamannya bekerja pada se- buah percetakan dan entertain- ment Cipta Grafika dan Eddy Grup, iseng Iqbal menemukan annya. gagasan. Alamat Redaksi/Tata Usaha : Jl Jend. Sudirman 52, Yogyakarta 55224 Telepon Semua Bagian: 61211 (PABX) Fax: 64062 Pemimpin Perusahaan: A. Kardjono Wakil: Bimo Sukarno Alkisah, sistem promosi yang masih dilakukan hanya dengan sistem fotokopi, entah untuk se- lebaran atau booklet. "Saat itu saya lantas mendapat sponsor dari sebuah toko busana. Tidak banyak memang, sekitar Rp 350.000," kata Iqbal. Namun dengan anggaran operasional sebesar itu, di luar dugaan acara yang kemudian digelar di Crazy Pelaksana Pemimpin Perusahaan : Bambang Trisno Manajer Sirkulasi: Sugeng Rari Santoso, Iklan: Bimo Sukarno, Gunawan Wibisono (Wakil), Promosi: Indro Suseno, Keuangan: Daryono, Umum: Gunawan Wibisono, Personalia: Isnu Hardoyo. Tarif Langganan: Rp 9.000/bulan (7x seminggu) Tarifiklan: Warna Rp3,000/mmk (minimal 1.215 mmk), Umum Rp 2.000/mmk, Keluarga Rp 1.300/mmk, Kolom Rp 2.000/mmk (minimal 1x30 mm, maksimal 1x150 mm), Mini Rp 1.500/baris (minimal 3 baris, maksimal 15 baris). Semua ditambah PPN 10% BANK: Lippo Bank Sudirman Yogyakarta AC 787.30.0386.5, Bank Niaga AC 211,2078.2 BANK BNI '46 Rek No. 008561001 Yogyakarta, Rekening Dinas & Giro Pos: J 11848 Percetakan: PT Muria Baru Offset Yogyakarta Isi di luar tanggung jawab Percetakan Bernasista HARAPAN Tahun 1993 menyembulkan sedikit harapan lebih baik daripada tahun 1992. Paling tidak kelesuan ekonomi yang dihadapi lebih ringan. Di Yogya misalnya beberapa waktu lalu bahkan berdiri lagi sebuah superstore megah yang peresmiannya dilakukan oleh Sultan HB X Biro Jakarta: J Soetardjo (Koordinator), Marcel Weter Gobang (Sekred), Manuel Kaisiepo, Richardus Satrio Hutomo, Ferdinand Matita, Arief Sofiyanto, Doddy Barnas, Josef Umarhadi, Rochyati, Yosef Suhimno, Alex Palit, Ries Mariana, Herryanto Prabowo, Heroe Baskoro, Budi Purnomo, Ermansyah Rachman, Nanik Ś Deyang, Andy Pribadi, Ratih Prahesti Sudarsono, Drajat Wibawanto, Daryadi Pribadi, Tatang Suherman, Paulus Sulasdi, Victorawan M Sophiaan, Tonnio Irnawan, Sugiyanto, A M Putut Prabantoro, Yan Supriyatna, Agus Setyabudi, Waris S Haroen, Antonius Bramantoro. (Jalan Palmerah Barat 33-35, Jakarta 10270, Telepon: 548363, 5495359, 5483008, 5490666 (ext: 4340-4341), 5494999, 5301991, 5495077, 5495006, (ext: 200-3005). Fax: 5495360 Semarang: Yupratomo Dwi P (Koordinator), Suherdjoko, Heru Prasetya, Yohanes Agus Ismunarno (Jalan Menteri Supeno No. 30 Telp. 319659) Solo: Mulyanto (Koordinator), Joko Syahban Panggih (Jalan Slamet Riyadi No. 284 Telp. 42767) Purwokerto: Sigit Oediarto. membaik, sementara kekhawa- tiran terhadap dampak negatif Pakto 27 sudah mulai terasa? Siapa menyangka, misalnya, Bank Summa akan kelimpung- an?" Dampak yang lebih buruk terhadap insiden Bank Summa adalah kekhawatiran terhadap runtuhnya kredibilitas sektor perbankan kita. Belum lagi kalau kita mengantisipasi bahwa sebagai akibat persaingan yang kian ketat, sejumlah bank lain diduga menghadapi masalah serupa. Kalau ini terjadi bisa diduga bahwa upaya-upaya melonggarkan sektor moneter akan kurang membawa dampak positif. Padahal di saat sektor mone- ter dan perbankan tengah marak-maraknya pun, ternyata diketahui masih muncul adanya saving gap, atau kekurangan dana yang berasal dari tabungan demoestik untuk menutup ke- butuhan investasi. Sejak awal kita tentu sudah waspada bahwa panik perbank- an tidak diharapkan terjadi di Indonesia. Itulah sebabnya 13 bank anggota Perbanas bergo- tong royong mengumpulkan dana segar (Rp 131 milyar) untuk membantu likuiditas Bank Summa untuk menyela- matkan sektor perbankan nasio- nal, dan perekonomian nasional secara menyeluruh. Horse ternyata meledak. Estimasi ledakan selain waktu itu kegiatan fashion di Yogya masih tidak seramai sekarang, juga karena pilihan judul dan sistem pendukungnya. Terus terang, waktu itu saya belum tahu banyak soal dunia keperagawatian. Sekalian men- ciptakan promosi, kami mere- krut pelajar-pelajar SMA yang kemudian saya serahkan kepa- da koreofashion untuk mengemblengnya," tandas Iq- bal. Meski Iqbal sempat sport jantung karena ditodong harus membayar gedung sedikitnya 50 persen dari harga kontrak sebe- lum acara dimulai, tapi akhirnya kegiatan itu berlangsung de- ngan mulus. "Jika sampai acara ini tidak terbayar, jaminannya motor sa- ya," ujar Iqbal mengenang awal sejarah berdirinya IQS Group. Dari kepandaiannya meyakin- kan partner kerja itulah, fashion Gita Cinta dari SMA IQS Group perdana meraup sukses. Bukan saja dari perolehan pengunjung acara tersebut, tapi juga me- nyangkut hasil. Iqbal tidak merinci nilai ke- untungannya. Tapi dikatakan, lumayan. Teman-teman yang se- mula datang dan membeli tiket, waktu itu bisa langsung saya traktir," katanya. pilihan portofolionya di sektor perbankan. *** Dikombinasikan dengan tingkat bunga yang rendah, maka kemungkinan yang ku- rang enak sangat mungkin terja- di dengan terganggunya mobili- sasi dana di sektor perbankan, kata Tony. Dari beberapa skenario itu, menurut Tony, Indonesia bakal menghadapi pilihan-pilihan sulit. Tapi kalau boleh menghi- bur diri, pilihan sulit ini juga dialami banyak negara. Jadi Indonesia tidak sendirian. Misal- nya AS. Dalam kasus Indonesia, me- LATAR belakang yang demi- nurut Tony Prasetyantono, dile-, kian, kata Tony, bisa digunakan ma tetap dihadapi. Tapi pilihan sebagai pegangan menentukan tampaknya akan dijatuhkan arah kebijakan fiskal pada 1993. pada upaya-upaya menggelem- Meski dampak kasus Bank bungkan RAPBN dengan basis Summa dan barangkali juga Pelonggaran sisi fiskal identik pajak. Dengan demikian peker- jaan rumah terberat yang dibe- beberapa kasus serupa lainnya, dengan melakukan ekspansi namun bisa dibayangkan bahwa RAPBN 1993/1994. Pertanyaan- bankan kepada Ditjen Pajak masyarakat akan cenderung nya sekarang mungkinkah akan berulang kembali pada berhati-hati dalam menentukan RAPBN menggelembung lebih 1993. () DUODON Glare SUKSES perdana itu ternyata menjadikan Iqbal semakin yakin akan prospek bisnis dari kegiat- an tersebut. Dikatakan, kini se- dikitnya telah dimiliki empat program yang dilaksanakan se- cara berksinambungan setiap ta- hun, yakni Pemilihan Peraga- wan/ti Pemula, Pemilihan Top Model SMA, Jeans Festival serta Hal senada juga diungkapkan Dr Nopirin MA. Pengamat per- bankan dari FE-UGM ini menya- rankan agar masyarakat hati-hati memilih bank. Teliti sebelum membeli (memilih) bank," kata- nya. Namun sayangnya, kata No- pirin, informasi tentang keadaan ekonomi/finansial serta manaje- men perbankan yang dimiliki masyarakat sangat minim. Kare- nanya masyarakat perlu hati- hati, terutama pada bank yang menawarkan bunga atau jasa- jasa lain yang tinggi. Menurut Nopirin, biasanya bank yang menerapkan kebijak- an seperti itu sedang membu- tuhkan likuiditas besar, sehing- ga kemungkinan di kemudian hari menghadapi masalah li- kuiditas tetap ada. Untuk me- ngurangi risiko, ada baiknya dilakukan pula diversifikasi bank. Artinya, menaruh dana pada lebih dari satu bank. BERDASAR kemungkinan- kemungkinan yang terjadi, me- nurut Tony Prasetyantono, lang- kah yang perlu ditempuh peme- rintah cenderung melonggarkan sisi fiskal. Ini dengan harapan dapat mengkompensasikan berbagai kelemahan potensial di sektor moneter. Mode of the Year. Empat paket tersebut tentu saja di luar paket-paket lain yang datang secara dadakan. Sebab, selain bergerak dalam bidang showbiz, IQS Group ju- ga bergerak dalam bidang orga- nisasi acara serta promosi. Untuk kepentingan promosi sebuah perusahaan, Iqbal per- nah menangani Pemilihan Pu- tra-putri Tenum, Putri Yamaha dan lainnya. Dalam order semacam itu IQS Grup tinggal menerima ma-- teng-nya alias tanpa berfikir anggaran, pencarian sponsor dan pemasukan keuangannya. "Sebab untuk paket semacam itu kita memang langsung diba- yar." kata Iqbal. Untuk satu paket kerja sema- cam itu dalam arti IQS Group hanya pelaksana. Per satu paket bersih pihaknya bisa menerima antara Rp 1 juta - Rp 5 juta. "Relatif memang. Tergantung sejauh mana tanggungjawab ki- ta. Sekadar melaksanakan, atau sampai urusan-urusan lain se- perti ijin, kontrak tempat, pa- sang poster, spanduk dan lain- nya," jelas Iqbal. Ini berbeda dengan paket kerja IQS Group yang secara keseluruhan menjadi tanggung- jawabnya, termasuk risiko rugi. Tapi dari sekitar 40 paket yang pernah dikerjakan selama tiga tahun, belum pernah sekali- pun IQS Group mengalami ke- rugian Paling sialnya, pulang modal. besar dibandingkan APBN ber- jalan? Jawabnya, menurut Tony, cukup klise: tidak mudah. Potensi menaikan volume RAPBN justru terletak pada sektor penerimaan dalam nege- r. Komponennya: penerimaan migas dan nonmigas, Tony optimistik harga minyak bisa mencapai 18 dolar AS/barel (RAPBN 1992/1992 disusun dengan harga minyak 17 dolar AS/barel), sehingga memberi tambahan sekitar 250 juta dolar AS Bagaimana kiatnya? Darima- na pula modalnya? Pertanyaan seperti ini, bagi Iqbal sangat su- lit dijawab. Namun setelah dide- sak akhirnya mengaku juga. Un- tuk paket lomba-lomba misal- Penerimaan nonmigas (pajak, mulai dari PPh, PPN, PBB, bea masuk, cukai, pajak ekspor, dan lain-lain) merupakan pos lain yang akan dibidik. Tapi ini menyebabkan terjadinya kon- traksi fiskal, yang dalam bebera- pa kasus diyakini sebagai disin- sentif ekonomi makro. GELAR BUSANA Salah satu gelar busana produk IQS Group. Dari pos penerimaan lain, yakni penerimaan pembangun- an (bantuan luar negeri), tidak terlalu bisa diharapkan jika kita menghendaki dipertahankannya status quo pada tingkat utang sekarang, yakni 5 milyar dolar AS/tahun. nya, satu formula yang dirasa- kannya cukup manjur adalah memberikan follow up bagi pe- menangnya. Kemudian, bagai- mana bisa menjaring relasi, da- lam hal ini adalah meyakinkan sponsor. Iqbal mengistilahkan, bagaimana mengintip dan me- "Karena nemukan peluang. pada prinsipnya ka-mi cuma ingin menjembatani," katanya. Apa yang dikatakan Iqbal di atas akhirnya memang tidak mengada-ada. Peragawati kena- maan Yogyakarta angkatan tiga tahun belakangan sebagian menurut Iqbal produk IQS grup. Antara lain yang masih diingat- nya adalah Dessy Mulassari yang kini sudah bermukim di Los Angeles, AS, sejak meraih Look of the Years dan foto model terbaik tingkat Asia. Be- gitu pula Daning dan serta- Renny Rahman. Yang disebut belakangan ini baru saja dino- batkan sebagai peragawati ter- baik DIY tahun 1992 ini. Mengenai prospek entertain- ment di Yogya, menurut Iqbal," sangat cerah. Tetapi semuanya" tergantung kemampuan meng- intip peluang yang ada di seki- tar. "Jika ada perusahaan rokok yang sedang giat mencari part- ner promosi, misalnya, kami a- kan segera masuk. Dan jika me- mang klop, maka jadilah kerja- sama yang saling menguntung- kan itu. Produknya dikenal orang, entertainment-nya jalan dan kita punya untung, meski belum kelas puluhan juta. Yang jelas, kalau hanya untuk seka- dar membuka lapangan kerja bagi teman-teman yang masih menganggur, cukup lumayan," imbuhnya. (tor/gea) Bernas/dys Ramalan Ko di Indonesia TAHUN 1993 merupakan bagi masyarakat pengguna penting yang akan muncul adalah kehadiran komputer 80586 (PC-586 atau banyak kelahiran Sistem Operasi W Untuk Indonesia, rasanya lebih akan terasa dibanding Sebab sampai dengan akhir pun masih belum begitu me mau diprosentasekan, sekar komputer adalah IBM PC-X PC-AT-386 (termasuk 386 S adalah komputer IBM-PC-A hanya akan dirasakan oleh tertentu saja, walau tentu sa keadaan seperti itu, yaitu h bawahnya (PC-386 dan PC- sehingga lebih terjangkau komputer ini memang unik Indonesia yang setiap tahu Lahimya Windows-NT a keberadaan Sistem Operasi karena konon Windows-N berbasis data 32-Bit mumi. berjalan di PC-386 ke atas. sudah ditunggu-tunggu par demikian akan semakin me komputernya. Soalnya, sel kesal karena sistem operas mendukung sepenuhnya k 80386. Hal ini berarti akan Windows-NT yang hanya AutoCAD 12 dan Animator Paint-Brush-NT, Ventura-N Dengan demikian, akar terbuang? Jawabannya ada masih dapat digunakan de nantinya akan terjadi spes tersebut, misalnya PC-XT pengolah kata (pengetikan tetap berjalan untuk mem kompleks. Sedangkan PC- untuk backup server atau untuk server, animasi, ren- Software-nya pun akan ke bawah masih dapat me produksi sampai dengan baru yang khusus didisain misalnya produk Lotus Co mengeluarkan 2 versi Lotu dan versi 3.1 untuk PC-38 4cm Bagaimana dengan pro tetap akan bermain Tetris perlu dicatat juga, bahwa seperti Larry, King Quest, telah dikemas dalam CD-I dapat memainkannya seca Kesimpulannya, kehad menggeser kepopuleran sangat mengakar di masy: Meski memang harus diak lebih menyenangkan dan Software Populer di la Ditulis berdasarkan nya). Sistem Operasi (0 (PC-XT s.d. PC-286 Sistem Kata (Wo WordPerfect 5.1; Ch Pengolah Angka/Le 123 r 2.4 (PC-XT s. 386 ke atas). Pengolah Data (Dat (PC tanpa Harddisk) Pengolah Gambar 3.1 (vector); Publis AutoCAD 11 (Arsite (Animasi 2-D, low- (Animasi 3-D, low-en end); Crystal 3D ( Desktop Publisher 3 Program Bantu (Uti Utility 6.0; Central P Scan 8.5b95. Bahasa (Language Borland Object Vision 17th TOPIK MING HARI INI MATARAM RATIH 2 10.00-15.00-17.00-19.00-2100 EMPIRES 10.30-15.30-1730-18.30-21.30 REGENT2 1100-1500-18.00 20.00-2200 GOLDEN 12.30-17.30-19.30-21.30 COLEY STERED HARI INI 17 th EMPIRE3 10.30-15.30-12.30-19.30-21 LIU CHIA LING LO MEI WEI SENSU ..MEMUASK HONGKONG CALL GIRLS 2cm LOVE NEVER DIES Drac GARY OLDMAN ANTHONY HOPKINS WINONA RYDER KEANU REE