Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-27
Halaman: 10
Konten
2cm Color Rendition Chart 10. MINGGU KLIWON, 27 DESEMBER 1992 OLAHRAGA Mereka Minta Doa APA pesan kamu untuk warga Yogya? Tanya PIALA SURATIN Bernas kepada Eko Sugiyanto, pemain yang membuat bat-trick ketika timnya tampil melawan Bengkulu pada pertandingan akhir delapan besar di Bogor, Rabu lalu. "Kami cuma minta didoakan saja, agar kami bisa mengatasi Persija Selatan," kata Eko yang sekaligus mewakili rekan-rekannya di Wisma PKBI Jakarta, Sabtu malam. Lantas ada lagi, misalnya ingin ditengok siapa atau barangkali kamu ingin disaksikan Sultan? "Oh ya, senang sekali kalau Sultan menengok atau menyaksikan pertandingan kami," katanya spontan. Namun, andaikata Sultan tak menyaksikan langsung karena kesibukannya, Eko dan kawan-kawannya secara khusus meminta doa kepada Sultan, agar dia bersama teman-temannya bisa mematahkan Jakarta sekaligus melenggang ke final. Syukur-syukur bisa menjadi juara turnamen itu. Diakuinya, Persija Selatan cukup sulit ditaklukkan. Selain memiliki pemain yang handal, tentu saja Persija Selatan tampil di kandang sendiri. Dengan demikian, dukungan penuh dari penontonnya akan tumpah ruah kepada timnya. Begitu ditanya, apakah akan grogi seperti ketika melawan Bogor? Eko menjawab polos, "Tidak!". Melawan Bogor, para penonton begitu heroik sehingga mau tak mau ikut berpengaruh pada penampilannya di lapangan. Para penonton di Jakarta diperkirakan tidak sefanatik para penonton di Bogor. "Pokoknya kami siap bertempur sampai titik penghabisan. Kalau perlu saya dan kawan-kawan siap mati di lapangan." katanya. Bukan hanya sekadar omong kosong Eko dkk menyatakan tekad itu. Sebab hanya kemenangan dan kemenangan itulah yang membuat mereka bisa pulang dengan kepala tegak di Yogya. "Doa kami mohonkan kepada ibu bapak kami di Yogya," tambah Eko sekali lagi. Apa yang di- ucapkannya juga dimohonkan oleh teman-temannya. Eko, putra sulung Sugiyanto karyawan Pabrik Gula Madukismo ini mengaku, dia bersama kawan-kawannya siap menghadapi Persija Selatan. Yang penting, kilah Eko, Persija Selatan bisa tampil sportif. SEMENTARA dua pemain inti PSIM, Dedi Setiawan dan Endro Ismoyo, kemarin atau dua hari menjelang babak penentuan, semi final Piala Suratin di Stadion Senayan Jakarta, besok (28/12), belum pulih dari cedera. Meski kondisinya memang berangsur membaik, tetapi kehadiran mereka di lapangan melawan Persija Selatan masih diragukan. Tidak dipungkiri oleh pelatih PSIM, Bambang Prasetyo yang dihubungi di markasnya Wisma PKBI, kondisi kedua pemain inti tersebut belum pulih. "Saya berharap hari ini mereka bisa pulih dan besok bisa diturunkan dalam kondisi 100 persen baik," ujarnya. Dedi Setiawan, kapten kesebelasan, mengalami cedera karena otot punggungnya tertarik sementara Endro engsel kaki kirinya masih didera sakit. "Menghadapi Persija Selatan kami butuh dua pemain itu," tambah Bambang. Dedi, kalau kondisinya membaik akan mendapat tugas berat menghadang pemain Persija Selatan yang dianggap cukup berbahaya sementara Endro juga bakal memperoleh tugas yang sama. Menurut Bambang, Persija Selatan memiliki pemain yang sulit ditaklukkan jika sudah memegang bola. Maka, pemain seperti Solekan, Abdul Manan perlu memperoleh pengawasan ketat. Di samping Dedi dan Endro, Bambang juga menyiapkan Isnawan dan Sudarmadji untuk membayang-bayangi Solekan. Pagi ini, menurut rencana Eko Sugiyanto dkk akan mencoba Stadion Senayan Jakarta. Untuk beradaptasi, meski harus membayar Rp 158.000,- PSIM terpaksa mengikutinya. "Habis bagaimana kalau kita tak melakukan itu rasanya tak mungkin bisa berlatih di sana," kata Bambang. PSSI memang tidak menyediakan fasilitas kepada tim-tim yang masuk semifinal untuk bisa berlatih di Stadion Utama. Sedangkan, bagi para pemain PSIM, tampil di Stadion Senayan terbilang baru pertama kali. "Itu sebabnya kami lakukan, meski harus membayar," katanya. Menurut Bambang, para pemain akan mencoba lapangan sekitar dua jam mulai pukul 07.00 pagi ini. (tsn) OLAHRAGA SEKILAS Bola Basket untuk Flores JAKARTA - Suatu pertandingan bola basket yang akan diikuti pelajar-pelajar SD, SMP dan SMA akan digelar di Gedung bola basket. Senayan, Jakarta, Januari mendatang. Pertandingan mi bersifat amal karena hasilnya akan disumbangkan buat korban gempa bumi di Flores. Ary Sudarsono dari A&E Sport Communication dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu siang mengatakan, pertandingan bola basket ini akan diikuti sekitar 20 tim SD, 20 tim SMP dan 20 tim SMA. Mereka akan bertanding dengan sistem knock out game. Menurut Ary, pertandingan ini sengaja di beri nama "Bola Basket untuk Flores", karena hasil pendapatan baik dari sponsor maupun sumbangan dari peserta akan disumbangkan pada korban gempa di Flores. (drw) Argomulyo Melangkah ke Grand Final YOGYA - PS Argomulyo Bantul melangkah mulus ke grand final turnamen sepakbola antarklub Piala Komda PSSI DIY 1992 setelah menang mutlak 4-1 (1-0) atas AMS Seyegan Sleman di Stadion Kridosono Yogyakarta, Sabtu (26/12). Gol pertama Argomulyo tercipta melalui tandukan Mujiman pada menit ke-34 dan tiga gol lainnya hasil tembakan Gandung Supriyanto, Kadiono dan Sugito pada menit ke-62, 64 dan 76. Sedangkan gol tunggal balasan AMS dihasilkan oleh Subiyatno pada menit ke-87. Satu sisa tiket ke grand final masih akan diperebutkan AMS Seyegan dan Mars 57 Kulonprogo. Dalam pertandingan penentuan hari Senin besok, AMS akan bertarung dengan Garuda Gunungkidul, sementara Mars 57 akan menghadapi Argomulyo sehari kemudian. Namun, bagi Argomulyo hasil pertandingan ini sudah tidak mempengaruhi peluangnya. (umr) BERNAS PERSIWI-Inilah formasi pemain Persiwi pada masa jayanya. SSS Gagal Rebut Gelar Juara bergilir Sinar Waluyo ke-V ta- hun lalu ini, hanya berhasil meraih juara ketiga setelah da- lam pertandingan perebutan tempat ketiga dan empat Sabtu malam kemarin, SSS Yogyakarta berhasil melibas Mahameru Sura baya, 73-69 (37-29). disuguhkan anak-anak dalam pertandingan tadi sudah cukup bagus. Juara tahun lalu untuk KU 16 tahun putra adalah SSS Yogyakarta, dan 16 tahun putri Union Yogyakarta. Sementara, regu putra SSS yang bertanding di kelompok umur 13 tahun putra Sabtu malam, juga menelan kekalahan atas Bhinneka Solo, 31-35 (11- 22). Pertemuan SSS dengan Bhi- nneka Solo ini untuk menentu- kan posisi terhormat, setelah kedua regu tersebut belum pernah terkalahkan. Yogya, Bernas Ambisi tuan rumah Semangat Sinar Surya (SSS) Yogyakarta mempertahankan trofi bergilir Sinar Waluyo akhirnya gagal, setelah regu putri SSS menelan kekalahan dari regu putri Kadal Surabaya, 52-66 (20-26). Pertan- dingan ini berlangsung dalam partai final kelompok umur 16 tahun putri Kejuaraan Bola Basket se-Jawa Trofi Sinar Wa- luyo ke-VI, di Sport Hall Krido- sono Yogyakarta, Sabtu malam. Sementara di bagian putra, hingga berita ini diturunkan masih berlangsung pertanding- an antara regu Halim Kediri melawan Bhinneka Solo. Kedua regu tersebut maju ke final, setelah dalam pertandingan Jumat malam lalu, mengalahkan lawan-lawannya. Halim melibas SSS, sementara Bhinneka ung- gul atas Mahameru Surabaya. Sebelumnya, regu putra SSS Yogyakarta yang merebut trofi Yogya, Bernas Sri Sultan Hamengku Buwo- no X, selaku Ketua Umum KO- NI DIY, minta pengertian kepa- da para pimpinan instansi dan lembaga pendidikan tempat atlet bekerja, sekolah maupun kuliah, agar memberikan kemu- Reuter BASKET NBA-Pebolabasket Chicago Bulls, Bill Cartwright mencoba memblok lemparan bola dari pemain New York Knick, Anthony dahan atau dispensasi bagi atlet Mason pada pertandingan bola basket NBA, Amerika Serikat di Chicago, Minggu. Bantul, Bernas Bendi Bayu Kusumo dari Keraton Yogyakarta untuk se- mentara menempatkan diri di peringkat teratas dalam kejuara- an daerah pacuan kuda dan bendi se-DIY dan Jateng "Bupati Bantul Cup V 1992" berlangsung di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Sabtu (26/12). "Sebetulnya kita ingin mene- bus kegagalan regu putra untuk mempertahankan gelar sebagai juara bertahan, tapi sayang ke- inginan kita ini ternyata tidak berhasil," ucap pelatih putri SSS Yogyakarta, Eko Cahyono. Kendati demikian, kata Eko lebih lanjut, apa yang telah Pacuan Kuda di Parangtritis Bayu Kusumo Duduki Peringkat Pertama Sedangkan peringkat kedua diduduki oleh Bendi Putra Ma- taram, Kelompok Terminal Um- bulharjo Yogyakarta. Peringkat ketiga, Galaksi, Che Che Yogya- karta dan di urutan keempat atau sebagai juru kunci, Kelom- pok Keraton Yogyakarta. Kejuaraan ini kemarin dibuka oleh Bupati Bantul, Sri Roso Su- darmo serta mendapat perhatian tak kurang dari 3.000 orang pe- ngunjung, diikuti 93 ekor kuda, 6 joki bertaraf nasional dan 25 joki lainnya baru taraf regional. Sedang untuk kejuaraan pacuan kuda terbagi manjadi 14 kelas dan bendi hanya 2 kelas. Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Bantul, Letkol Art Kamil Sugema, Manager Parang Tritis Development Coporation, Ir Retno, Pembatu Bupati Bantul Wilayah Tengah, Sartidjab, BA dan Muspika setempat. Hasil babak penyisihan pacu- an kuda kelas D kemarin, kuda Hosana milik Anugerah Steable (Semarang) menempatkan diri pada tempat terhormat, urutan kedua dan ketiga masing-ma- sing Putra Yogya milik Wardoyo (Yogyakarta) dan Eltera milik Manunggal (Surakarta). Kelas E, I Kuda Mutiara Asri milik Family Stb (Kaliwungu Pertandingan SSS-Kadal berja- lan cukup seru. Sejak babak pertama dimulai, Kadal lebih banyak melakukan penyerang- an ke daerah SSS Yogyakarta. Sehingga pertandingan itu be- lum berjalan lima menit Kadal sudah berhasil memasukkan empat bola, sebaliknya SSS hanya dua bola. Bola yang berhasil dijaringkan Kadal ini ternyata tidak terkejar hingga babak pertama berakhir Kadal tetap memimpin dengan skor 26-20. Demikian pula pada ba- bak kedua, Kadal yang dimotori Maria terus melaju hingga me- nutup pertandingan ini dengan jumlah nilai terakhir 66-52. (sug) Kendal), II dan III masing-ma- sing Tritunggal (Kotagede Yog- ya) dan Emma milik Sarono (Bantul). Membangkitkan Prestasi Si Anak Singkong (2) Pengurus Baru, Menggapai Prestasi Baru nara lampu penerang stadion HINGAR BINGAR pecinta Persiwi akan selalu terdengar Sriwedari. Anak Singkong Yang Berprestasi Kingkong. Demikian apabila setiap kesebelasan kesa- yangannya melakukan pertan- salah satu slogan kesayangan dingan. Teriakan yang mem- pecinta Persiwi. bangkitkan semangat kesebelas- an kesayangannya itu tidak henti-hentinya diteriakan dari tribun. Fanatisme ini juga dapat dilihat dari spanduk berukuran besar, yang terpampang di me- "Selain itu juga untuk mem- persiapkan atlet berkuda tingkat daerah dalam kejuaraan nasio- nal supremasi daerah pacuan kuda Sri Sultan Hamengku Bu- wono IX memorial Cup II pada tahun mendatang," kata Yudha- ningrat.(Jok) memang tragis. Karena, tinggal yang ditendang pelan dari te- cokol sebagai ketua I mendam- selangkah lagi, keinginan yang ngah lapangan oleh pemain pngi Mulyadi. Kepiawaian Isti- diidam-idamkan oleh Persiwi Persijasel itu, tentunya kejadi- jab yang juga pemilik klub Putra untuk mengawali langkahnya di annya akan lain," kata Sunarto Giri ini dalam mengelola sepak- Divisi I PSSI, digagalkan oleh mengenang. bola di Wonogiri tidak perlu Tulisan itu, dapat terbaca keberuntungan Persijasel (Ja- Itulah kenangan yang paling diragukan lagi. dengan jelas oleh setiap pemain karta Selatan) yang menang pahit, dan tidak mudah terlupa- tipis, 1-0. kan, yang mungkin juga menan- ataupun penonton yang me- "Kalupun penjaga gawang dai kemerosotan prestasi Persi- nyaksikan partai tragis mela- wan Persijasel tahun 1987/1988. Setyadi tidak terjatuh, hingga wi. Sebelum peristiwa tragis itu, Mungkur, Istijab merupakan Bagi Persiwi pertandingan ini gagal menangkap bola lambung permaianan anak-anak Persiwi duet pengelola Persiwi, hingga saat itu sangat ditakuti lawan mampu muncul di percaturan lawannya, dengan bola-bola persepakbolaan nasional. Ma- pendek yang terus mengalir dari lah, pemain Persiwi sebagian besar adalah pemain dari kedua klub itu. Dulu, bersama Drs Soemar- yoto yang juga pemilik Gajah kaki ke kaki. Seakan permainan itu menjadi ciri khas pola sepak- bola gaya Wonogiren a persepakbolaan di Wonogiri. ist Aristya Istijab, masih tetap ber- Kini dengan terbentuknya kepengurusan yang baru, sesuai dengan hasil Musda Persiwi "Langkah pertama untuk mengembalikan prestasi Persiwi adalah, menginventarisasi para pemain yang ada, dan segera beberapa waktu lalu, tokoh- mengadakan putaran kompetisi antarklub Persiwi," jelas Istijab, tokoh baru dan lama yang po- tensial dalam bidangnya, diha- tentang program kerja yang akan ditempuhnya. rapkan dapat mengangkat kem- bali kesebelsan Persiwi yang narto, dan beberapa nama yang Mantan pemain Persiwi, Su- kini seakan terlelap tidur. akrab dengan para penggemar Drs Mulyadi yang juga seo- bola di Wonogiri, seperti Suyan- rang pengusaha angkutan bus to, Sunarko, Lakgiyatmo, akan ini yang terpilih sebagai Ketua mendukung upaya Persiwi itu. Umum Persiwi dalam kepengu- Indonesia Master rusan yang baru. Dia nantinya Mereka merupakan barisan diharapkan dapat menggantikan garda depan yang diharapkan peran yang pernah dilakukan mau mengorbankan waktu, oleh saudaranya, Drs Soemar- tenaga maupun materinya demi yoto, untuk membangun kem- kemajuan Persiwi. Bagaimana- bali masa kejayaan Persiwi yang pun, Persiwi adalah perkumpul- kini hilang. an sepakbola amatir. Sebagai- Mulyadi, akan dibantu oleh mana tim amatir lainnya, Per- orang-orang yang dari dulu siwi membutuhkan orang-orang lama berkecimpung dalam duni- yang mau berkorban, demi sepakbola. (Charisma Panca Nugraha) ayuk/Tanti Rebut Gelar Ganda Putri Irawati/Vivi merebut game keli- ma untuk memperlebar kedu- dukan menjadi 4-1. membuat set langsung 6-0, 7-6 (7-5) da- lam waktu 70 menit. Suharya- di/Sulistyo tak perlu banyak mengeluarkan keringat dalam menghadapi pasangan junior itu. Pengalaman bertanding dan kematangan usia Suharyadi/Sulistyo hanya men- dapat perlawanan berarti pada set kedua. Bagi Donny/Teddy kemampuan mereka meleng- gang ke final merupakan presta- si cukup gemilang. Sebab usia mereka terbilang masih muda. Untuk kemenangannya ini Suharyadi/Sulistyo juga me- ngantungi hadiah sebesar Rp 2.5 juta. Serta Donny/Teddy mene- rima Rp 2 juta. Pelatih khusus Yayuk Basuki, Sulistyono seusai pertandingan mengungkapkan petenis asuh- annya itu relatif kerja keras menutup kelemahan rekannya. "Bermain ganda yang paling ideal perbandingannya kemam- puan kedua petenis adalah 50-50. Kalau salah satu kurang, pasti rekannya bakal kerja keras menutup kelemahan," kata Sulityono. Mantan petenis nasional Indonesia ini melihat pada set pertama serta awal set ketiga, Irawati dan Vivi cukup cerdik Minggu pagi ini pertandingan akan dilanjutkan dengan me- dengan lebih banyak menghin- Wibowo darkan bola ke arah Yayuk. setelah di babak final mengalah- nampilkan babak final nomor Tetapi Yayuk yang memang kan pasangan junior Donny tunggal putra dan putri (dar) menjadi motor pertandingan, Susetyo/Teddy Tandjung dua Di ganda campuran yang merupakan pertandingan ekse- bisi, pasangan suami istri Tintus Arianto Wibowo/Suzana Ang- garkusuma keluar sebagai juara setelah menundukkan pasangan Aga Soemamo/Agustina Wibiso- no 7-5, 3-6, 6-3. Hasil lainnya Sementara itu gelar ganda putra direbut oleh pasangan Suharyadi/Sulistyo Jakarta, Bernas Meski sempat membuat pe- nonton berdebar, pasangan Yayuk Basuki/Tanti Trayono akhirnya berhasil keluar sebagai juara ganda putri pada turna- men tenis Bank Niaga Indonesia Master 1992 di lapangan Hotel Hilton, Jakarta. Di babak final Sabtu pagi kemarin, dalam pertarungan yang cukup memerah tenaga Yayuk/Tanti mengalahkan pa- sangan Irawati Moerid/Vivi Rogi 4-6, 6-4, 6-4 dalam waktu satu jam 50 menit. Kemenangan Yayuk/Tanti ini benar-benar membuat seluruh penontos gemas, termasuk di antaranya Ketua Bidang Organi- sasi PB Pelti, Sarwono Kusu- maatmaja. Setelah kalah di set pertama, penonton mengira Yayuk/Tanti bakal kalah. Na- mun di set kedua Yayuk/Tanti menggebrak untuk memaksa rubber set. Di set ketiga, kemenangan nampaknya sudah di depan mata Irawati/Vivi ketika mereka dengan cepat unggul 3-0. Yayuk servis coba mengejar 3-1. Tetapi Sultan Minta Atlet PON XIII DIY Diberi Kemudahan Oleh karenanya, ungkap Ketua Umum KONI DIY itu Ketua Pengda Pordasi DIY, Drs GBPH Yudhaningrat dan lebih lanjut, mengingat sebagian besar atlet DIY berstatus pela- Sekretaris Umumnya, Drh Tri- wahana, AW kepada Bernas jar/mahasiswa dan sebagian lagi sudah bekerja, maka dipandang menjelaskan, kejuaraan ini di- maksudkan untuk meningkat-perlu ada keseimbangan antara kan obyek wisata kepada ma- prestasi olahraga yang ditekuni syarakat umum sekaligus me- atlet dengan keberhasilan seba- ningkatkan pembinaan prestasi gai pelajar/mahasiswa maupun atlet olaharaga berkuda. tugas di tempat atlet mengab- dikan diri. tersebut untuk mengikuti pro- gram Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang meliputi latihan- latihan, uji coba sampai pada pelaksanaan PON XIII, di Jakar- ta, tahun 1993 mendatang. Permintaan Sri Sultan tersebut disampaikan sehubungan de- ngan mulai dilaksanakannya Pelatda bagi 200 lebih atlet DIY yang telah berhasil lolos ke PON XIII, sejak pertengahan Desember ini hingga bulan September tahun depan. Dalam surat yang dikirimkan kepada para pimpinan instansi dan lembaga pendidikan se DIY, Sabtu kemarin, Sri Sultan menyebutkan bahwa para atlet yang lolos ke PON XIII itu ber- asal dari 23 cabang olahraga anggota KONI DIY. Sementara lima cabang lainnya, meliputi karate, sepakbola, gulat, softball dan polo air, gagal meloloskan atletnya ke PON XIII. Tiga dari 31 cabang yang dipertanding- kan di PON XIII mendatang, tidak bisa diikuti oleh DIY, yaitu ski air, bowling serta layar. Diungkapkan pula, kalau dalam babak kualifikasi PON XIII yang lalu, atlet DIY yang ambil bagian hanya diberi target untuk sekedar lolos, pada PON XIII mulai 9-21 September 1993 mendatang, sasaran yang ingin dicapai KONI adalah perolehan medali setinggi dan sebanyak- banyaknya. "Kami berpikir, keseimbang- an tersebut tidak mungkin dica- pai tanpa bantuan dan motivasi dari bapak/ibu sekalian selaku pimpinan instansi dan lembaga pendidikan yang menjadi tem- pat atlet kita bekerja dan me- nuntut ilmu," ungkap Ngarsa Dalem dalam suratnya tersebut. (rob) 43 23 28 39 to 122660 3 10 21 33 S6 MENDATAR : 1-5. Sebutan untuk tempat 8. Bernas Silang Nomor 101 14 30 Pada kedudukan inilah seper- ti menjadi kulminasi. Ya- yuk/Tanti menggebrak lagi untuk merebut lima game bertu- rut-turut, untuk sekaligus menu- tup perlawanan Irawati/Vivi yang sudah nampak semakin tegang ketika kedudukan berha- sil disamakan 4-4. 40 tinggal resmi presiden AS Suku Indian di Amerika Selatan dulu 9. Mata uang India 10. Organisasi sepakbola dunia Alat transportasi umum 12. Tradisi 13. Roda untuk memintal Tikus (Igr) Tua sekali Termasuk logam berharga Solo, Bernas Untuk memantapkan posisi- nya sebagai juara Kompetisi Liga, Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berniat mengalahkan Arseto Solo di Stadion Sriweda- ri, Minggu malam. Sementara di Stadion Mandala Krida, Mataram Putra akan menjamu Barito Putra. Bagi PKT, kemenangan- nya atas Arseto tak perlu mem- buat cemas dalam menghadapi persaingan dengan Arema Ma- lang untuk menjadi juara kom- petisi. Demikian dijelaskan Manager Tim PKT, Dono Sudar- to, ketika ditemui Bernas di Hotel Sanastri, Sabtu kemarin. Untuk Mantapkan Posisi, PKT Bertekad Kalahkan Arseto PKT yang sudah mengumpul- kan nilai 23, masih menyisakan dua kali pertandingan. Sedang kan, Arema Malang yang baru mengumpulkan nilai 21, hanya menyisakan satu pertandingan. Namun, jika Arema Malang mampu memenangkan pertan- dingan terakhirnya, berarti nilai- 12 25 37 304 22. 23. 24. 25. 28. ন 17 33. Kolom Tujuh Persiwi bukan rahasia lagi kalau para ga yang mereka kenal hanyalah pemain PSIR sebagian besar sepakbola. Olahraga ini begitu pegawai Pemda Rembang. Pem- murah dan sederhana. Tak ada MENGAKHIRI tahun 1992, da pun tak segan-segan mere- bola sungguhan, bola plastik segenap pengurus sepakbola di krut pemain berbakat untuk ataupun bola dari sepet pun jadi. Di Wonogiri, dulu, sepakbola Wonogiri tampaknya mulai masuk jajaran pegawai. Dan terbangun dari tidur panjang- soal dana, kita tahu Pemda bukan sekadar olahraga. Tetapi nya. Kompetisi Persiwi kembali Rembang mau menyisihkan sepakbola sudah menjadi bagi- an dari acara "ritual" sekaligus bergulir. Ini bukan prestasi untuk kemajuan sepakbola. hebat, tentu saja. Ini hanyalah langkah awal dari usaha Persiwi demi meraih kejayaaan yang pernah direngkuhnya. ajang bisnis di wilayah pedesa- an. Sepakbola merupakan bagi- dari acara Lebaran. Jangan heran bila di hari Lebaran, di desa justru an 24 Potensi yang demikian besar Wonogiri selalu saja membicara- kan Persiwi. Ketika Persiwi justru dari wilayah kumuh di daerah gersang itulah lahir pe- ini, rasanya sayang kalau dibiar- bertanding melawan Persijasel kan tenggelam dan musnah. di Solo tahun 1988, puluhan bus sepakbola handal. dan ratusan kendaraan nglurug Dan di kota gaplek Wonogiri, Wonogiri yang sudah maju dari ke Stadion Sriwedari. dari sudut-sudut gunung dan segi fisik dan budaya, akan Itu dulu. Kini, Wonogiri ada- alam yang tandus inilah bibit- semakin bermakna bila diba- lah kota peraih Adipura yang bibit sepakbola menanti datang- rengi dengan kemajuan olahra- gairah sepakbolanya minim ya polesan agar berkembang ga khususnya di sepakbola. Jangankan bicara soal prestasi, menjadi pemain handal. Mereka Mengembangkan olahraga lain soal kegiatan pun macet. Rakyat adalah anak-anak yang tahu di Wonogiri adalah tidak mung- Wonogiri pantas ini terhadap bagaimana menaklukkan alam. kin. Hanya dengan sedikit 'cam- gairah sepakbola di wilayah Tidak usah diragukan bagaima- pesisir seperti Rembang dengan na kondisi fisik mereka. Alam pur tangan" Pemda, saya yakin. PSIR dan Jepara dengan Persi- sudah menjagari bagaimana sepakbola di Wonogin akan japnya itu. Satu hal yang me- kondisi fisik harus terbentuk kembali bergairah. Alangkah sa- nonjol dari PSIR dan Persijap agar survive. Dan tidak usah yangnya jika bibit-bibit sepak- adalah dukungan Pemda yang ditanyakan bagaimana bakat bola itu dibiarkan layu begitu tak tanggung-tanggung. Bahkan alam mereka. Sejak dini, olahra- saja. (Baskoro Muncar) bil gulanya Peta 31 ternyata juga tidak kalah cerdik. Pengalaman internasionalnya yang cukup banyak membuat Yayuk tak gentar menghadapi bola macam apa pun. Bola-bola tanggung Irawati dan Vivi kerap kali berhasil dipotong dengan manis. Begitu pula pukulan foreband Yayuk yang terkenal keras hampir selalu berhasil menembus pertahanan kedua lawannya. ALAM Wonogiri yang tandus dan gersang merupakan modal utama bagi pembentukan bibit- Bahwa kota di wilayah Sela- bibit sepakbola yang unggul. pelosok-pelosok tan Jateng yang bergunung Sejak dini, mereka diajari bagai- mempertontonkan pertandingan gunung itu sepi dari prestasi mana tidak menyerah kepada sepakbola. Tontonan ini tidak akbola sejak tahun 1990 alam begitu saja. Kerja keras gratis. Tetapi berapa pun harga pada tahun 1988, Persiwi ham dak. Fakta ini saja menunjukkan pir masuk Divisi I PSSI. Waktu semua orang maklum. Padahal karcis, penonton tetap memblu- bahwa rakyat Wonogiri sebenar- itu, warga di seluruh pelosok bola dunia memperlihatkan nya sangat menggemari sepak- bola. 41 18 Kemenangan Yayuk/Tanti ini menjadi semakin berkesan. Karena penampilan Yayuk ini memang khusus untuk perpi- sahan dengan Tanti yang me- rencanakan akan meninggalkan tanah air untuk belajar di Flori- da (AS). Sebagai juara, Yayuk/Tanti juga mengantungi hadiah sebe- sar Rp 2,5 juta. Sedang Irawa- ti/Vivi sebagai runner-up mene- rima Rp 2 juta. 1 32 30A. Ajang adu prestasi olahraga nasional (singk) 32. Gelar sarjana muda Duta besar nya 23. Oleh karena itu, jika dua kali pertandingan PKT ka- lah, sedangkan Arema dalam pertandingan terakhirnya me- nang lebih dari tujuh gol, sudah pasti juara Kompetisi Liga dipe- gang Arema. Jenis usaha (singk) Pertikaian Sedih; sayu Salah satu BUMN (singk) Tirai untuk mencegah nyamuk "Nasib itulah yang kami ta- kutkan, meski kemungkinannya sangat kecil. Sebab, hanya de- ngan satu nilai saja, kami sudah tak terkejar Arema. Tapi, kami tak mau menyepelekan hal tersebut. Oleh karena itu, kami harus menang lawan Arseto, atau minimal seri," katanya. Namun begitu, lanjutnya, PKT tak meremehkan Arseto. 35. Binatang khas Australia 38. Alas kaki 39. Konservatori Tari (singk) 40. Sejenis wortel yang diam- "Apalagi, kapten PKT, Fachri Huseini tak bisa main, karena di Yogya kena kartu merah. Oleh karena itu, untuk mengalahkan Arseto, perjuangan kami akan semakin berat," tandasnya. Arseto slap Sementara itu, pelatih Arseto dan tempaan alam membuat otot-otot tubuh mereka kokoh secara alamiah. Sejarah sepak- *** 41. MENURUN : 1. 2. 3. Tuliskan kata gereja Tempat tidur Maha pengampun (sifat Allah) 4. Gendang kecil asal Maluku Dananjaya, ketika ditemui Ber- nas di lapangan Kadipolo, me- nyatakan siap melawan PKT. Meski begitu, ia belum berani meramalkan kemenangan akan berpihak kepada siapa. "Yang jelas, kami akan beru- saha untuk bermain sebaik mungkin. Tapi, kalau menilai peluang menang, saya kira fifty- fifty," kata Danan. 5. Peribahasa sindiran 6. Padang lumut 7. Lingkungan hidup hewan 8.A Tuliskan kata Nadar 11. Termasuk pohon langka, buahnya berbau harum biasanya ditanam di keraton 14. Jenis minuman keras Pameran 17. 18. Rugi, tidak memiliki 19. Penemu dinamit asal Swedia 20. Ucapan selamat/sukses (singk) 21. Hutan 22. Suram 26. Tempat pembuangan sampah (singk) 29. Pertandingan/perang dengan senjata pedang Menurut Danan, lepas dari PKT memimpin papan atas atau tidak, klub dari Bontang terse- but merupakan tim yang tang- guh. Selain pemainnya lebih banyak jam terbang dalam kom- petisi dalam negeri, PKT juga banyak berpengalaman main di luar negeri. 30. Usia 31. Dewa Wakil Batara Guru dalam pewayangan 32. Perkumpulan (Bld) 34. Dasar 35. dalam negeri, pemain Arseto Sedangkan, untuk kompetisi belum banyak yang berpenga- laman. Padahal, dalam sepakbo- la, pengalaman bermain sangat dibutuhkan. (hpr) Organisasi rasialis di AS (singk) 36. Dasar yang harus dipatuhi oleh semua warganegara 37. Singkong Syarat menebak: Jawaban ditulis pada kartu pos dan ditempeli Kupon Ber- nas Silang No. 101, dan dikirim ke Redaksi Bernas paling lam- bat 10 hari (cap pos) sesudah pemuatan. Redaksi menyedia- kan sebesar Rp 15.000 untuk pemenang pertama. Sedangkan untuk pemenang kedua sampai kelima masing-masing meneri- ma Rp 10.000,- Selamat menebak. Jawaban Bernas Silang No- mor 99. Mendatar: 1. Riddick; 7. Amin: 8. Panahan; 9. Tangsi; 10. Bola; 11. Gigantisme; 15. Hal; 17. Sistem; 18. Kanibal; 19. Sri; 21. Leo; 22. Alabio; 23. NIM; 25. File; 27. Kantin; 30. Abis 31. Umpan; 32. UT. Menurun: 1. Republik; 2. Dra- ma; 3. Kantil; 4. Intan; 5.-Banci: 6. Epilepsi; 11. Galatama; 12. Alis; 13. Tetelo; 14. Simson; 16. Antelop; 20. Taat; 24. Masker 25. Fauna; 26. Satin; 27. KNIL; 28. Nian; 29. Iris. KUPON BERNAS SILANG NO. 101 Pemenang Bernas Silang No. 99 1. Purnomo Ngudi Suroso, MTSN I, JI Magelang, Yogyakarta 55284 2. Sunari AZ, Purwodiningratan, NG 1/804, Yogyakarta 55261 3. IGst Pt Dharma Atmaja, Jl Kaliurang Gg Pandega Bakti 11, Yogyakarta 55284 4. Ny Dwi Siwi Yuniar Dewi, Jl Gajah Mada 93 A, Solo 57132 5. Yun Arifin, Siswa SMA N 3, Purworejo 54114 RAGA 4cm BANTUAN NTT-Jajaran karyawan P Jateng Il dalam rangka mewujudkan memberikan bantuan dana sebesar R Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). B Yogyakarta, Yully T Sitanggang, didam Drs R Sumarsono melalui Harian Ben Abdurrachman dan Wapemred Subact TIM MEDIS-RS Bethesda Yogyakart medis untuk korban gempa di Flores- 1 orang dokter, 8 orang paramedis da Direktur RS Bethesda Yogyakarta, Dr sebagian anggota tim berpose bersam MUSIK SOLIDARITAS-Untuk memb kelompok musik mahasiswa Duta Wa mengadakan serangkaian kegiatan m Pubaya, serta ada yang gelar mu disumbangkan lewat Harian Bermas Rok Mini--- berkurang. Ini mungkin peng ketat, atau tight money policy Dari Ardiyanto, sesuai kor di Eropa dan Amerika yang tahun mendatang. Untuk kep Ardiyanto kali ini adalah two pilihan bahan nylon tafetta. Tafetta, demikian Ardiyant digemari di seluruh dunia, ta "Bahannya ringan dan tidak begitu, busana serba praktis mendatang," katanya. Karena berada di Eropa dan Amerika adalah model celana dan jach setiap kantungnya. Sedangka memberi ban karet pada seti longgar. BERBICARA soal ramal-me khususnya untuk Yogyakarta murah memang tidak bisa di masyarakat memang belum konsumen mode di Yogya ya menjadi pedoman nilai sebu utama adalah kreasi karyany Hamzah bukan tak pernal zaman jayanya lurik hingga menunjukkan bahwa yang u bukan faktor bahan, akan te serupa juga diakui Riris dan "Gaun tidur banyak dijum lantas banyak diminati, yang dasar, tapi adalah penentuar warna. Itu yang saya lihat," I kembali laris sebagai peragal beberapa lama Bagi Dadang, soal selera konsumen. Namun, "Manaka sesuatu, tinggi rendahnya ni ditentukan oleh mahal mura adalah sejuah mana sesuatu buat- bisa menggerakkan menentukan pilihan," katany Dompet 639 Kawasaki Motor Cycle Club Indonesia (KMCI) 640. Hasil Parkir Malam Natal Mudika Paroki Bintaran 641. BPR Mandirisurya Perdana A 642. Yayasan Kes. Sos K Purnawirawan Peg. RI 643. Bambang Syariwan Setiawan P 644. Kel SMA PGRI Wates 645 SD Kintelan II 646. Remaja Al Hidayah 647. Walinem 648 Kel Complek Colombo 37 649. Dody S 650 Dari Umat Katolik 651. Warga RT 55 RW 15 652. Sumbangan Spontan warga Wil Ill 653 Kel O. Pancedjoe 654 Dokter dan Perawat Ruang Hemodialisa 655 Andhika dan Fernanda 656 Kel SMA Dominikus Wonosari 657. Mudika Maria Carmel Yk 658 NN 659 Wid, Her, Gus 660 Anef Hidayat 661. Danang Sumari 662. TK Pamardi Siwi 663 Bilal 664, Maulana 665 Mubara 666 Ibu-ibu PKK Dusun Gowok 667. Seyegan Agency 668 Fak. Psikologi Unprok 45 669 Ibu Soepardi 670 Nanik, MDA & WR 671. Persatuan Mhs Kristiani Teknik UGM 672. RS Hadiprawiro Dari Radio GCDFM 673 Special Taylor SIAPA MENYUSUL?? 2cm
