Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-27
Halaman: 04

Konten


2cm Color Rendition Chart 4. MINGGU KLIWON, 27 DESEMBER 1992 BUDAYA Goyang di Akhir Tahun AKHIR tahun 1992 merupakan akhir tahun yang tidak ramah untuk kehidupan umat manusia yang menduduki bumi. Kehidupan sehabis perang dingin ternyata tidak menambah sejuk. Tokoh-tokoh perang gerilya.Irlandia yang menuntut negaranya merdeka, tetap mampu membuat Inggris meringis. Istana Buckingham masih menanggung derita akibat kemelut keluarga dan sebagian istananya terbakar. Pembentukan masyarakat Eropa yang satu tetap diganjal oleh perasaan kesejarahan yang tidak mau diikat jadi satu. Sepanjang sejarah Jerman, Inggris dan Perancis tidak pernah mau jadi saudara senasib sepenanggungan. Di Amerika Serikat yang adidaya, ternyata dalamnya keropos. Negara kampiun demokrasi ini ekonominya empot-empotan. Penampilan luarnya yang garang merangsang. tetapi sakunya kosong. Kuba sehabis Rusia rontok juga redup pamornya. Venezuela dirundung kudeta militer. Brazil semakin menumpuk utang dan tetap nomor satu dalam olimpiade utang. Rusia dan bekas Uni Soviet tidak kalah runyam. Baik ekonomi, militer dan politik masih belum stabil. Maklum saja, tidak dapat begitu saja menghapus sikap keras komunis yang sudah 80 tahun bertengger di otak banyak orang. Irak setelah perang Teluk masih diincar presidennya. Badan pengawas atom internasional memang dikuasai orang barat. Kalau di Negev, Israel boleh mendirikan reaktor atom untuk keperluan apa pun, dan Jepang boleh menumpuk Plutonium sepanjang ia mau, tetapi untuk negara non blok seperti Pakistan, Irak, India diincar terus. Padahal penelitian nuklir yang terbesar adalah di negara barat. Kesombongan Israel semakin kuat dengan tidak menggubris semua resolusi PBB mengenai hak Palestina. Amerika diam saja, karena Israel adalah 'negara bagian paling ragil' Amerika. Somalia merupakan tempat ambisi Bush untuk meninggalkan catatan baik akhir jabatannya. Perang saudara yang menggunakan senjata Amerika, saat ini didatangi tentara Amerika dengan biaya PBB. Alasan yang cantik: melindungi bantuan kemanusiaan. Perang saudara di Afghanistan dan Kamboja belum mau mereda. Semua ingin berkuasa. Cina menutup konsulat Perancis karena negara barat itu menjual mesin perang besar-besaran ke Taiwan. Untunglah Indonesia cukup aman. Guncangan gempa Flores melebihi jatuhnya bom atom. Peringatan bahwa di atas kekuasaan manusia di bumi masih ada kekuatan Allah. Seberapa besar kekuasaan dan kekuatan di atas bumi ini yang dipunyai manusia kalau sudah masanya hilang akan lenyap dari bumi. Kekayaan berupa harta ditunjukkan dapat hilang cepat. seperti ditunjukkan kasus gempa dan Bank Summa. Yang diharapkan rakyat adalah jangan sampai tahun depan ada gempa politik dan ekonomi yang menyengsarakan rakyat Indonesia. Selamat Tahun Baru. (mas Taryo) Gunoto Saparie Mata mengapakah matamu justru mengerjap bagaikan kerdip bintang yang melindap? mengapakab matamu begitu sayup di bawah lampu kamar yang nanar? mengapakah matamu redup dan fana dalam gerimis duka yang terus menderai? Endang Susanti Rustamaji Elegi Huma Sunyi Aku tak tau, bunga apa yang tumbuh di jambanganmu. Waktu aku pulang dari pelayaran sunyi, pintu dan jendela nganga tak terkunci. Di teras depan teronggok keterasingan. Sepucuk surat berlapis cendawan, berhuruf retak tempias hujan. Katakan padaku, dimana mereka pindahkan jambangan putihku yang dulu. Tak lagi kukenali tanaman baru yang liar merambat dan membeliti tanaman pagar pagarku. Kemana perginya warna warna lembut yang lekat disana semusim lalu? Telah pupus segala tunas. Telah cabut segala akar. Diganti berbala dan patung patung bisu yang tak kami suka. Timur Sinar Suprabana Laut yang Indah Itu Laut yang indah itu betapa ia senantiasa memanggili nama kita, seperti halnya tiap pelayaran bukankah memang mesti punya tepian menjauh makin kita berjarak dengan segala rasa ingin, tetapi rindu alangkah terlanjur menjadi Candu di urat cinta berharap bisa membebas dari jerat, melupa saat saat saling berdekap dan membiarkan udara mendadak penyap Semarang, 1991 tapi alangkah ini tak gampang kerna telah terlanjur pernah berpantang bimbang, dalam tidur sepanjang umur, tak melupa : seperti nekad menestapa seperti laut yang indah itu betapa ia senantiasa memanggili nama kita SH.MINTARDJA: Yogyakarta, 1992 MAS DEMANG SERI MALAM ini Genta Perkawinan itu kembali mendengung. Me- mekakkan otak, syaraf dan nuraniku. Membenamkan diriku dalam sungai kemaha-misterian. Dan kembali aku ingin bangkit dari pembaringan. Membuka mata dan telinga lebar-lebar, menatap tajam ke arah selimut malam yang pekat dan kelam, seperti daerah persembunyian Genta yang selalu berbunyi untuk memperingatkanku me- nuju ke sana, ke daerah pekat perkawinan. Rangkaian malam gelisah, penuh suara Genta yang meng- gema, mencincang-cincang kemerdekaanku untuk menik- mati mimpi musim kemarau. Selain Genta yang bergaung, di luar hanya cengkerik yang ber- teriak lantang menggelitik ang- kasa, Kadang angin berhembus amat mistis, menggidikkan bulu roma. Angin malam di kampung kelahiranku ini, senantiasa ber- bau purba, sesuatu yang jauh dan selalu datang di malam hari bersama senyap. Ada seribu kabar yang diki- sahkannya. Seribu sejarah yang direkam dalam desirannya, membuat syarafku senantiasa tegak kaku terpesona. Genta Perkawinan ini senantiasa pula datang besertanya atau menaiki kesenyapan puncaknya menje- lang pukul duabelas malam, mengetuk pintu rumahku dan berjalan membangunkan kele- lapan tidurku. Semarang, 1992 rumah Mas Demang." Tetapi Ragapati pun menja- wab, "Tidak. Aku ingin pergi bersama Ki Jagabaya." Ki Jagabaya mengangguk- angguk kecil. Katanya, "Baiklah. Kita akan pergi sebentar ke Pringalun." Tetapi sebelum mereka be- rangkat, Nyi Jagabaya telah menyuguhkan minuman hangat dan makanan. Tidak seperti biasanya, Nyi Jagabaya itu pun berkata, "Tetapi makanan ini tidak aku buat sendiri Mas De- mang " "0." "Hari ini rasa-rasanya aku sedang letih. Semalam aku tidak dapat tidur. Makanan ini tadi aku beli di kedai Yu Panti. Teta- pi Yu Panti memang tidak begi- tu pandai membuat makanan. Nagasarinya kurang manis. Pisangnya masih terlalu muda." BERNAS Genta Perkawinan Sumbang 3 Namun Ki Jagabaya itu pun segera menyambung, "Tetapi jika Mas Demang letih setelah menempuh perjalanan panjang, sebaiknya Mas Demang beristi- rahat saja. Biarlah aku pergi ke Pringalun "Orang kadang-kadang me- mang aneh, Mas Demang," sendiri. Nanti dari Pringalun aku dapat singgah di berkata Nyi Demang, "orang Setelah terjaga, Genta menga- jakku berdialog tentang daerah asing yang hendak kulalui, menimbulkan gairah petualang an yang mempesonakan sekali- gus mengerikan. Aku terlena dalam penutupan kisah-kisah- nya yang aktual dan purba. Dunia asing menjadi terhampar di cermin kamar tidurku. Memu- tarkan rekaman video "sejarah daerah perkawinan" memukau seperti dalam film- film, dalam novel-novel klasik dan kontemporer karya peraih Nobel. secara membuat Kisah-kisah itu lawan bicara terkesima, menyi- hir kamar kesadaranku untuk lagi-lagi bermimpi. Daerah per- kawinan menjadi daerah impian di atas terjaganya manusia dari mimpi Mimpi di puncak mimpi itu, hari hari akhir ini menjajah kamar kesadaranku secara ga- rang, bertubi-tubi tak kenal henti. Ia membantai mimpi tidurku. Membantai pertimbangan per- timbangan yang lahir dari rasa kenyang menikmati makanan seminar dan forum diskusi. la membantai menu-menu yang disajikan buku-buku tebal, yang membuat pertimbangan kian rumit dan mulut kian cerewet. Ia membantai kepalan tangan feminisme, membantai kibaran bendera kebebasan dan kemer, dekaan seksual. Alangkah ga- rang semangatnya. Genta Perkawinanku berden- cing dencing. Kadang garang mengaum-aum. P Kurasa perbekalan yang dibawa telah cukup untuk mengantar- mu sampai ke daerah asing. Daerah Perkawinan yang selalu menggetarkan dan menggetar- kanmu. Ayolah segera. "Aku belum siap benar untuk berangkat. Tunggulah sampai benderaku sedikit berkibar. Aku ingin saksikan dan nikmati he- mbusan angin kebebasan di saat benderaku naik tinggi-tinggi di bukit ketenaran, Aku ingin nik- mati ketakutan-ketakutan meli- hat jurang menganga di sam- ping kanan kiriku. Aku ingin menikmati hembusan angin kecemburuan menerpa wajah- ku, sampai tuntas kengerian- kengerian, sampai lunas seluruh dendam." Leon Stein menyebut MM se- bagai Musik Baru (New Music) dalam Structure and Style (19- 79), yaitu musik yang muncul dengan pembaruan yang sama "Ah,....ah, banyak sekali alas- an yang kau kemukakan. Sebe- narnya aku hanya khawatir jika perbekalan cepat menjadi layu sebelum kau sempat menikmati- nya, berlayar ke negeri asing perkawinan melalui bantuan fasilitas mewah yang disediakan olehnya. "Itu saja" kata Genta. "Jangan kesal Genta" kataku, "jika benar perbekalan akan layu sebelum keberangkatanku, aku akan menggantinya dengan yang baru. Jangan khawatir." "Itu tak mungkin," teriaknya, "perbekalan ke daerah sana haruslah menggunakan perbe- kalan yang disiapkan oleh bah- tera kehidupanmu selama dua- puluh lima tahun dan bukan oleh yang lain. Seminar-seminar itu, tak ada apa-apanya, hanya bualan sesaat untuk melepas ketegangan oleh keterasingan dari pengakuan pengakuan. Omong kosong belaka semua itu," maki Genta "Aku tak sependapat dengan mu." yang membeli kelapa kelap. selalu memilih yang tua. Demi- kian pula membeli pisang, bah- kan untuk mengisi nagasari. Tetapi ada kalanya orang justru mencari yang muda." Tetapi Ki Jagabaya pun sege- ra memotong, "Kita akan pergi sekarang Mas Demang. Jika persoalan yang kita tangani nanti memerlukan waktu yang lama, kita akan dapat kemalam an di jalan pulang nanti." "Ayo segera berangkat", ajak- nya, 'bahtera telah menunggu. Seper empat abad ia menunggu. samudera. Nyi Jagabaya tertawa. Kata- nya, "Silakan Mas Demang. Maaf, aku tidak menghidangkan makanan yang aku buat sendi- ri." "Boleh. Kau boleh tak sepen- dapat. Tapi cobalah kau simak sejarahku ini. Manusia menjadi ada jika ia mengalami. Proses kehidupanlah yang membawa- mu sampai pada penyeberang- an ke sekian ini, bukan hanya- lah dari omongan-omongan diam yang melayarkanmu ke mari dalam sekejap malam. Iya kan? ENGERTIAN Musik Mo- dern (MM) yang sering kita dengar sesungguh- nya belum dapat disepa- kati secara umum. Sulit- nya memberikan penger- tian ini disebabkan bu- kan saja istilah modern dalam musik berbeda dengan modern dalam perkembangan umum dunia, namun lebih dari itu di dalam dunia musik sendiri isti- lah modern sangatlah relatif karena adanya pembaruan-pem- baruan pada setiap periode musik. Yang perlu dicatat pula ms. di sini, MM tidak berarti lebih maju dari musik sebelumnya. Tidak sedikit ahli musik yang mencoba memberikan pengerti- an MM. Herbert Kupferberg mi- salnya, mengartikan MM sebagai jenis musik yang berkembang dalam suatu periode, yaitu sejak tahun 1910 sampai sekarang. Beberapa komponis ia anggap masuk dalam periode ini, antara lain Bela Bartok, Igor Stravins- ky, Aaron Copland, dan Dmitri Shostakovich (The Book of Clas- sical Musik List, 1985). "Besok, jika aku datang lagi, Nyi Jagabaya akan menyuguhi- ku pipis kopyor. Nah, tentu Nyi Jagabaya memerlukan kelapa yang muda," "Tapi bagaimana jika benar ada bahtera yang sanggup mela- yarkanku ke mari dalam sekejap malam?" "Bisa kau tunjukkan?" "Ini satu misal" Jagabaya pun memotong Ragapati mengangguk-ang- pula, "Ah, kau ini ada-ada saja guk. Sambil mencicipi makan- annya ia pun menyahut, "Ya. Nagasari ini kurang manis. Pi- sangnya masih terlalu muda." Mas Demang. Marilah. Kita berangkat." Nyi Jagabaya tertawa. Kata- nya, "Jika Mas Demang senang makan pipis kopyor dengan kelapa muda itu pantas saja. Mas Demang masih muda. Ma- lah awan, benderaku ini berki- bar, dicuci dari genangan air mata darahku, 'kan menyapu habis gemawanmu," begitu kira- kira teriakanku. "Wahai dari oleh Ida Bani Khadir bukit! matahari dan rembulan, 'kan menemaniku bertahta," seruku membahana, gegap gempita. Seluruh negeri Liliput ini, kagum dan mengangguk hormat padaku, mempersem- bahkan senyum termanisnya untukku. Di kota inilah aku "Yang tidak realis? mukjizat?" "Satu misal adalah satu peng- andaian dan kita boleh bera- sumsi dan berargumentasi un- tuk memperdebatkannya". "Rupanya keahlianmu men- duga dan mengkhayal-khayal- kan sesuatu kian pakar setelah sekian kedai seminar kau sing- gahi. Aku tak habis mengerti. Apa sesungguhnya yang mena- rik dari kedai-kedai itu selain rasa haus bermimpi yang tak ada puasnya." "Seperti katamu, kau akan mengerti benar jika kau menga- lami" sergahku cepat, merasa yakin akan menang. Sejenak Genta Perkawinan senyap, ber- lalu bagai angin yang pergi mengembara mengelilingi atap usik Modern dalam Masyarakat Modern dah ada sebelumnya. Dengan demikian, mau tidak mau lahir- baru tersebut memiliki satu karakter yang sangat khusus. Menurut Stein, musik minimalis merupakan salah satu bentuk sekali jauh dari konsep semula cepat. Bangsa Eropa mulai membuka sayap ke seluruh du- (konvensional), sehingga musik nia untuk mencari kemungkinan lah metode-metode dan kon- baru demi peningkatan pereko-sep-konsep baru dalam bidang nomian mereka, yang diwarnai musik karena tuntutan sistem- dengan munculnya penemuan- sistem komposisi musik yang penemuan baru dalam bidang baru pula. industri. Dengan demikian lahir- lah suatu peradaban baru, yaitu masyarakat modern. Jadi masya- rakat modern adalah masyarakat berdasarkan industrialisasi yang dari Musik Baru. (Frans Magnis-Suseno, Filsafat Sebagai Ilmu Kritis, 1992). *** Demikian seterusnya, kon- sep-konsep yang lebih baru me- ngenai musik mulai muncul akibat perkembangan pemikiran dan adanya kemungkinan-ke- mungkinan baru dari hal-hal yang baru ditemukan. Keingin- an untuk menyimpang dari mu- DENGAN kemajuan industri sik yang telah ada (baca: kon- ini terjadi pula perkembangan- vensional), bukan hanya sema- perkembangan baru antara lain dalam bidang pendidikan, per- dagangan, hiburan. Dari per- kembangan inilah muncul gaya- gaya baru dalam semua bidang seni termasuk seni musik. Seba- ta-mata mencari sesu yang lain dari yang lain, tetapi juga untuk menemukan sesuatu yang baru akibat penemuan teknik yang baru. Jadi pada hakikatnya dalam MM para komposer ingin mencari sesuatu yang baru terle- bih soal bunyi. gai misal, muncul musik avant garda (garda depan), yang da- pat disebut sebagai bentuk mu- sik baru karena bertolak dari Lain lagi yang diungkapkan WH Hadow alam Studies in Mo- dern Music (1923). Hadow ber- pendapat bahwa periode MM dimulai sejak sekitar tahun 1860 atau 1890 sampai 1910, yakni mulai Berlioz, Schumann, Wag- ner, Chopin, Dvorak, dan Brah- Dari beberapa pengertian MM di atas, agaknya pengertian yang ditawarkan Stein lebih tepat bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat modern saat ini. Mengapa? Kelahiran MM tidak dapat di- pisahkan dari perkembangan masyarakat modern. Bermula dari menyingsingnya abad mo- dern yaitu sekitar abad ke-19, yang ditandai dengan peruba- han-perubahan besar hampir di seluruh dunia, terutama di nega- ra-negara Eropa. Perubahan itu menyangkut semua bidang ke- hidupan, dan yang paling me- nyolok adalah penciptaan jalur- jalur komunikasi lokal, regional, dan global yang amat padat dan Pikiranku menjadi tenang dan jernih kembali. Hari-hari menjadi doa yang khusuk me- ngagungkan kemahaan-Nya, yang telah menganugerahkan nikmat kemerdekaan dan kebe- basan lagi padaku. sih banyak bergerak dan beker- ia. Dalam keadaan letih, panas dan berkeringat, Mas Demang akan merasa segar makan pipis kopyor dengan kelapa yang masih muda." SEKEMBALI dari liburanku di kampung, aku kembali memba- ngun jarak dengan kehidupan nyata. Kota tempatku mengem- bara ini terlalu mahal untuk bersikap bersahabat dengan kehidupan. Kehidupan di sini adalah jenis kehidupan yang abstrak. penuh imajinasi dan lagu-lagu nina bobo. Kota yang lemah gemulai, penuh sesak oleh para prajurit kehidupan yang gemar tiarap dan tak ba- ngun-bangun kembali. Di sini tak ada perang karena medan laga telah penuh ditum- buhi rumput dan bunga kata- kata. Pernah kumpulan bunga dibabat habis oleh perang de- monstrasi, tapi peristiwa demiki- an sekadar pengisi acara di musim kemarau. Jika musim hujan telah datang, medan laga kembali penuh tetumbuhan beraneka rupa, yang memaksa para prajurit untuk tiarap sela- "Besok Mas Demang harus ke mari. Aku akan membuat pipis kopyor. Dodol garut dan serabi juruh." "Ah, tidak perlu begitu ba- nyak macamnya, Nyi. Besok pipis kopyor. Lusa dodol garut. Hari berikutnya serabi juruh." ma-lamanya. Aku berangkat tidur bersim- bah musik klangenan kesentos- aan. rivep-riyep mata meman- dang kepingan masa silam, di tengah bantal guling busa yang empuk. Senyumku mengem- bang mengingat seharian ini usahaku menaikkan bendera benar-benar melewati jalan terang, lempeng dan mulus. Jika tiba saatnya, di atas bukit ketenaran yang penuh bunga sanjungan, benderaku akan berkibar lebih perkasa menan- tang langit dan cakrawala "Lihat- kuss preservados Sejenak kemudian, keduanya pun telah berjalan melewati jalan padukuhan. Ragapati tidak lagi tersenyum-senyum. Sambil melangkahkan kaki rumusan-rumusan matematis. Penemuan-penemuan baru di bidang industri merupakan fase yang sangat berpengaruh se- hingga dalam bidang musik pun tercipta alat-alat baru seperti alat musik elektronik, yang mampu menghasilkan bunyi yang ber- beda dengan alat-alat yang su- nya, Ki Jagabaya itu berkata, "Pada hari-hari tertentu, istriku sering bersikap aneh seperti itu," Ragapati mengerutkan dahi- nya. Ternyata banyak sekali tang perempuan. "Mas Demang jadi berangkat yang belum diketahuinya ten- atau tidak," potong Ki Jagabaya. Mas Demang tertawa. Tetapi ia pun bergegas menyusul Ki Jagabaya yang telah melintasi halaman menuju ke regol. "Pada hari-hari tertentu, mak- sud Ki Jagabaya?" Ternyata Ki Jagabaya sudah "Hampir setiap bulan, ada bangkit berdiri dan melangkah hari-hari yang sangat peka bagi- ke tangga pendapa. Sambil nya. Dalam dua tiga hari, sikap- tersenyum Mas Demang pun nya agak cenderung menajam. berdiri pula sambil minta diri Tetapi di hari-hari berikutnya, kepada Nyi Jagabaya, "Aku sikap itu seakan-akan tidak ling bertengkar." minta diri, Nyi." berbekas lagi." "Kenapa?". "Keluarganya?" "Ibuku, pada, umur-umur seperti Nyi Jagabaya juga bersi- kap begitu. Waktu itu kadang- kadang ayah sulit untuk me- ngerti." berburu, menyelam menguak tabir mutiara kata-kata di dasar samudera maya, mengangkat- nya ke permukaan kalimat dan menjualnya kembali di pasar- pasar besar seminar nasional dan muktamar akbar. "Apakah sikapku menying- gung perasaan Nyi Jagabaya?," bertanya Ragapati. "Tidak. Bukan karena sikap Mas Demang. Ia hanya sekadar gelisah saja. Hingga pada suatu pagi, telingaku ditusuk oleh berita koran kota ini, yang memberita- kan kekalahan para pemimpi. Dikatakan dalam salah satu artikel utamanya, para pemimpi yang telah menduduki tahta, dengan gelar sebagai berikut: Profesor Penguasa, Doktor Puja- ngga, Doktor Intelektual, Profe- sor Rohaniawan dan Ulama, semuanya telah gugur di medan perang, kalah telak oleh pasu- kan yang datang dari negeri Ambisi, yang dipimpin oleh panglima garangnya bernama Jenderal Maniac Depressif. Sang panglima yang gagah berani ini, telah melumpuhkan daerah pertahanan kaum pe- mimpi, mengacaukan pikiran dan jiwa mereka, menyedot seluruh keringat dingin dan panas yang mengalir di tubuh- nya. Tubuh para profesor dok- tor menjadi kelonjotan, tidur dan jaganya ditunggui pasukan kegelisahan, keresahan yang tak henti-hentinya meradang. Ragapati tidak berani mengi- ngat-ingat apakah ibunya juga bersikap demikian, karena war- Aku benar-benar terkesima dengan pemberitaan bernada bombas itu, sedikit tak percaya dan timbul rasa curiga. Boleh jadi ini hanya fitnah, manipulasi data sudah mewabah di mana- mana, hingga dianggap biasa. Berita kekalahan pemimpi bo- Bunyi yang baru ini bisa di- hasilkan melalui teknik perma- inan baru dan juga melalui alat- alat yang baru seperti tape, komputer, atau syntesizer. Kar- ya Xenakis yang berjudul Cal- culated dan karya Leland Smith, berjudul Rhapsody for Flute and Computer misalnya, merupakan karya musik yang didukung komputer saat dimainkan. na-warna buram yang pernah menyelubunginya. Keduanya pun berjalan sema- kin cepat. Agaknya Ragapati tidak ingin berbicara lagi ten- tang Nyi Jagabaya. Karena itu, maka ia pun bertanya, "Laporan apakah yang Ki Jagabaya de- ngar dari keluarga Kertatenaya?" "Ki Kertatenaya sakit keras. Sementara itu keluarganya sa- "Ki Kertatenaya mempunyai dua orang anak laki-laki. Ke- dua-duanya tidak merasa se- nang terhadap ibu tirinya. Mere- ka berusaha untuk mengusir ibu tirinya dari rumahnya. Sementa- ra itu dalam keadaan sakit Ki Kertatenaya memerlukanny untuk merawatnya." leh jadi memiliki maksud terten- tu, ada udang di balik batu, strategi politik mengalihkan fokus masalah, dsb, dsb. Sementara itu, pada kesem- patan lain, sesosok kesadaran paling pingitan dan tersembu- nyi, dengan langkah tegap aris- tokratis, penuh wibawa ia men- datangiku dan mengatakan tegas tegas: "Berita itu telah sampai. Sebuah kenyataan telah terhampar. Tak ada lagi keragu- an yang perlu dipertahankan. Tak ada waktu lagi untuk me- lanjutkan mimpi. Bangunlah dan amatilah diriku secermat cermatnya, mandi dan segera berangkat." Itulah diktum yang terus bergaung, mengantarku pada satu kesenyapan luar biasa yang puncaknya mendatangkan rasa rindu untuk mendengar kembali satu simponi yang lembut, sim- poni dari alam purba, suara Genta yang membelai-belai tengah malamku di peraduan. Genta Perkawinan. Suara Genta Perkawinan kini amat menawanku, memukau kembali dalam rasaku, menim- bulkan gairah petualangan lain dari perjalanan hidupku. Ia kurindukan seperti kelahiran sebuah karya besar yang dirin- dukan manusia untuk memba- Genta ngun peradabannya. Perkawinan menyita gairahku untuk berjalan di atas tuntutan- tuntutannya. Genta Perkawinan- ku, memanggilku di depan pintu gerbang, mengawali lang- kah dari kembara tanpa akhir. Dalam gemanya, kupahatkan prasasti agung yang mengabadi- kan janjiku, untuk menjejaki medan pertempuran baru di alam yang lebih benderang oleh matahari kehidupan, di atas hamparan rumput kenyataan. Inilah padang pertempuran jiwa-jiwa kasmaran, rindu dan darah atas nama cinta menjadi bersenyawa.Merdunya Genta Perkawinanku. Merdunya sim- poni doa-doa perjuanganku. *** Semakin berubahnya konsep- konsep musik itu, menyebab- kan MM tidak lagi mengikuti atau menggunakan patokan- patokan seperti yang ditetapkan dalam musik konvensional. MM merupakan organisasi suara di mana nada-nada dalam rangkai- an melodi atau bunyi dalam harmoni tidak lagi terbelenggu oleh rumusan-rumusan yang ke- tat. Keindahan bunyi melalui rangkaian nada-nada misalnya, dalam MM lebih ditekankan, so- al bunyi bukan saja bunyi-bunyi yang "enak", tetapi semua bunyi termasuk yang "tidak enak" di- dengar. Nilai estetis musik tidak lagi diukur melalui enak atau tidaknya musik itu didengar. Dengan lain perkataan, yang di- pentingkan dalam harmoni MM adalah bunyi sesuai dengan ke- inginan komposer. Konsep musik semacam ini mungkin sulit diterima, apalagi dipahami. Otto Sidharta mem- beri komentar mengenai masa- lah ini, bahwa jangan sekali- sekali ingin mengerti musik itu (Musik Modern). Musik jangan coba dimengerti, tapi dinikmati. Persoalannya bagaimana men- dengarkan, sebab kenikmatan hanya bisa terjadi kalau terbiasa (Kompas, 11 Oktober 1992). DALAM Musik Gereja dari Abad ke Abad (1980), KE Prier -- yang menyebut MM sebagai musik zaman sekarang - mem- baginya menjadi tiga bagian, Tetapi ada juga hubungan terla- rang antara ibu tiri yang masih muda dengan anak tirinya yang sudah jejaka. Tetapi tidak ku- rang pula seorang ibu tiri yang mengasihi anak-anak tirinya seperti anaknya sendiri. Demiki- an pula semuanya itu dapat juga terjadi antara ayah tiri dan anak tirinya, Namun sambil mengingat- ingat Ragapati itu pun bertanya, "Bukankah Ki Kertatenaya me- mpunyai seorang anak perem- puan?," Sumber Daya Manusia Kendala Teater SLTA Ragapati menarik nafas da- lam-dalam. Persoalan yang menyangkut ibu tiri dalam hu- bungannya dengan anak tirinya itu banyak terjadi di mana-mana dengan masalah yang beraneka. Hubungan yang diwarnai de- ngan kebencian. Iri hati. Ke- dengkian. Kadang-kadang sifat kejam dari seorang ibu tiri. nya." MEMBACA permasalahan yang sedang dihadapi oleh per-teateran SLTA (bahkan juga SLTP) yang diungkapkan oleh Drs AM Hengky Irawan di Bernas Minggu 6 Desember 1992 adalah membaca per- masalahan klasik pendidikan kesenian (sas-tra Indonesia). Klasik karena permasalahan tersebut ada sejak dulu dan kendala yang dihadapi ini sama, yaitu pernaskahan/guru pembina/alokasi waktu. Na - mun kendala yang dihadapi ini (untuk SLTA DIY) sebe- tulnya sudah separo terku- rangi, yaitu dengan adanya pembinaan walau belum semua SLTA di Parangkusu- mo, Bantul. Hal ini saya kata- kan separo terkurangi karena permasalahan teater di seko- lah sudah bisa terealisir, itu dengan pembinaan dan pe- mentasan. Minimal beban guru (pembina) bisa lebih ringan karena (sebagian) siswanya telah mendapat pembinaan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa guru-guru (Ba- hasa Indonesia/pembina) tidak semua ta-hu dan menge- nal teater secara mendalam, bahkan menonton teater pun ada yang tidak pernah! Apala- gi ikut berteater yang sesung- guhnya, bermain - menyutra- darai. Jadi kendala yang se- dang Anda alami sebetulnya tidak begitu berat apabila dibandingkan dengan kondisi di daerah. Lihatlah betapa matinya kehidupan teater (kesenian) di daerah-daerah. Pernaskahan, kalau Dua masalah itu masih ditambah dengan kendala alokasi waktu yang sangat minim sekali, lebih kurang 10 persen dari waktu Bahasa Indonesia. Itu pun masih diba- gi dengan apresiasi sastra puisi, novel. Namun dari ken- dala-kendala tersebut yang justru paling banyak diper- masalahkan oleh dosen, guru atau seminar-seminar justru kendala waktunya Tidak ada satu pun sinyalemen yang me- ngatakan bahwa kegagalannya adalah karena sumber daya manusianya, Kendala yang ada memang pada dasarnya saling kait mengait, masalah yang satų tidak dapat diselesaikan tanpa dukungan masalah yang lain. Namun kalau kita menyalah- kan atau menuduh sistemnya itu tidak mau melihat diri sendiri. Sistem adalah perang- kat/rambu-rambu yang harus kita siasati, sistem hanyalah jalan, sedangkan cara berjalan adalah tergantung pada manu- sianya. dianggap kendala, sebetulnya yang kurang baik berarti kita dapat dengan mudah diatasi. Artinya kalau tidak berpikir mutu naskah, tetapi yang penting jalan dulu sebisanya, naskah dapat dibuat sendiri. Naskah dapat dibuat kroyokan antara para pemain tentang dunianya sendiri, atau guru membuat sendiri yang sesuai dengan keadaan siswanya. Naskah akan lebih baik kalau berupa kerangka (model keto- prak/Srimulat) pemain me- ngembangkan sendiri naskah itu. Hal ini justru akan dapat menambah kemampuan siswa dalam bermain, karena siswa dituntut dapat berimprovisasi. Kemampuan siswa betul-betul teruji, terasah, baik akting maupun kelancaran berdialog. Dengan demikian, kekha- watiran Anda akan kesulitan penghayatan dapat diatasi. Kultur ini ternyata dapat mem- buat Gandrik atau Koma da- pat eksis sampai sekarang bila dibandingkan dengan teater yang tergantung pada naskah orang lain. Indikasi ini saya kira tidak berlebihan bukan? Kalau kondisi seperti ini dapat berjalan niscaya jagat pertea- teran akan marak. *** KEMBALI pada kendala yang Anda lemparkan, sebe- tulnya masalah itu juga meli- bat permasalahan yang lebih luas. Kesastraan. Jadi kendala perteateran juga kendala ke- sastraaan. Kendala yang diha- dapi pada intinya juga sama: yakni: Pertama, Musik Serius, me- lanjutkan tradisi musik klasik dan romantik, namun dengan mencari kemungkinan baru; dengan instrumen baru dan cara yang baru untuk membunyikan instrumen. Faktor improvisasi memegang peranan penting dan unsur ekstrinsik diintegrasikan. Mahler misalnya, menempat- kan penggunaan seksi-seksi da- lam instrumen secara tidak la- zim dalam suatu simponi. Da- lam simponinya Mahler meng- gunakan instrumen tiup kayu dan logam yang banyak, se- dangkan seksi gesek dibagi da- lam beberapa bagian. Selain itu, ia juga mengguna- kan alat perkusi yang sebelum- nya tidak pernah digunakan, seperti tam-tam, cambuk, ge- lang keroncong dari pakaian kuda, sepotong kayu untuk me- mukul sebuah peti kosong. Bahkan ia pun menggunakan gitar, mandolin, lonceng lembu, dan harmonium dalam simponi- nya. Kedua, musik jazz, beat, pop yang tetap berpegang pada wa- risan musik tradisional, namun telah mengalami eksperimentasi dalam gaya pembawaan; mene- kankan unsur irama dan pe- nampilan. Jazz misalnya, memiliki ciri- ciri yang menonjol dan penting yaitu improvisasi, sehingga me- munculkan ritme-ritme yang lu- ar biasa unik. Improvisasi pada pertama, perangkat kerasnya - buku atau pernaskahan yang minim. Kedua, sumber daya manusianya yang juga minim- dalam arti kapasitas keilmu- annya. Mas Demang mengangguk angguk. Katanya, "Aku sudah tidak begitu ingat lagi dengan istri Ki Kertatenaya yang terda- hulu. Saat Nyi Kertatenaya yang pertama meninggal, aku masih terlalu muda. Kemudian Ki Kertatenaya menikah lagi. Teta- pi aku sudah tidak berada di kademangan ini." Indikasi keilmuan yang mi- nim, terutama menyangkut praktek, sebetulnya dapat kita baca kala kita kuliah dulu. Di IKIP Yogyakarta anggota Unit Studi Sastra dan Teater (UNS- TRAT) mahasiswa jurusan Bahasa Indonesianya tidak ada 50 persen yang mengikutinya baik kesastraannya maupun teaternya. Kenyataan ini tentu- nya juga berlaku di lain PT. Dilihat dari segi apa pun geja- la ini jelas menjadi pengaruh besar pada kegagalan penga- jaran sastra. "Ya. Ki Kertatenaya memang mempunyai seorang anak pe- rempuan. Anak bungsu Ki Ker- tatenaya dengan istrinya yang pertama. Tetapi istri Ki Kertaten- aya yang terdahulu sudah me- ninggal. Lalu Ki Kertatenaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang terhitung ma- ri tidak menyenanginya, sehing- sih muda dibanding dengan istrinya yang meninggal. Tetapi ga Nyi Kertatenaya merasa lebih juga tidak terlalu muda! Namun baik bagi semua pihak dengan "Ya. Pernikahan itu memang sudah terjadi lama sekali. Nyi Kertatenaya yang sekarang itu pula yang telah membesarkan anak-anak tirinya. Ia bersikap baik terhadap ketiga-tiganya. Bahkan Nyi Kertatenaya itu telah mengalahkan anaknya sendiri dan menitipkannya ke- pada ibunya. Hanya sekali-seka- li saja ia menengok anakny atau membawa anaknya itu ke rumah Ki Kertatenaya. Tetapi anak-anak Ki Kertatenaya sendi- karena perempuan itu cantik, menitipkan anaknya kepada orang tuanya." dengan pembawaan yang ceria, maka ia nampaknya jauh lebih muda dari umur yang sebenar- Mas Demang memang tidak mengenal anak-anak Ki Kertate- naya itu disaat kanak-kanaknya Kondisi tersebut sebetulnya, kalau kita mau jujur dapat kita pecahkan dengan mudah. jujur dalam arti sikap keprofe- sionalan sebagai guru betul- betul ditegakkan dan dilaksa- nakan secara konsekuen. Keilmuan! Kesiapan guru sebagai sum- ber daya manusia pada akhir- nya memang yang harus kita gugat. Idealnya guru Bahasa Indonesia memang harus be- tul-betul mumpuni kalau kita ingin lepas dari cercaan masa- lah kegagalan pengajaran kesastraan. Kalau guru, seba- gai sumber daya manusia, menguasai teori dan praktek apresiasi sastra (teater) maka akan maraklah kehidupan kesenian kita. Sebab kalau sumber daya manusianya kuat, masalah waktu atau pernas- kahan, atau pun sistem yang mengaturnya akan dapat dia- tasi. Selamat dan hormat kepada Kanwil Depdikbud DIY yang telah berusaha menerobos sis- tem yang membelenggu kita. Berbahagialah guru-guru di DIY (Drs Eko Sajarwo, guru pada SMP PGRI Kutowina- ngun, Kebumen). jazz bisa disebut sebagai ciri-ciri yang baru, walau sebetulnya ci- ri-ciri tersebut sudah ada dalam gaya wals. Tidak jarang komposer-kom-? poser musik serius juga meng- gunakan gaya jazz dalam kom- posisi musiknya, antara lain Goerge Gershwin dalam Rhap- sody in Blues, Louis Gruenberg dalam oratorium solo The Dani- el Jazz, dan Prokoftiev dalam Romeo and Juliet. Ketiga, musik rakyat yang telah diperbarui dengan mem- persatukan kembali musik duni- awi dan rohani (yang sebelum- nya terpisah), maupun musik Eropa dan di luar Eropa. Jadi jelaslah bahwa MM yang oleh Stein dianggap sebagai Musik Baru merupakan trend musik dalam masyarakat mo- dern. Hal itu dapat dipahami karena sifat masyarakat modern yang selalu ingin mengetahui dan menikmati sesuatu yang serba baru, serba modern na- mun juga serba kompleks; di mana keyakinan pribadi cende- rung menyatakan diri terhadap konvensi-konvensi yang berla- ku, tentu saja mempengaruhi corak dan perkembangan tradisi musiknya. Dapat pula dikata- kan, Musik Modern - yang juga kompleks merupakan gam- baran masyarakatnya, masyara- kat modern. (Hari Sasongko dan Fitri Nugrah, keduanya mahasiswa Institut Seni Indone-n sia, Yogyakarta) dengan baik. Kecuali mereka tidak tinggal di satu pedukuhan meskipun di satu kademangan. Ragapati sendiri telah mening- galkan kademangannya itu. Keduanya pun kemudian terdiam untuk beberapa saat. Mereka berjalan dengan angan- angan masing-masing di kepala mereka. Ragapati kemudian memang mengenali mereka ketika ia kembali tinggal di rumah ayah- nya. Apalagi setelah ia dianggap orang yang segera akan meng- gantikan kedudukan ayahnya. Tetapi Ragapati juga tidak terla- lu akrab dengan kedua anak laki-laki Ki Kertatenaya itu. Apalagi dengan anak perempu- annya. Namun nampaknya anak- anak Ki Kertatenaya itu adalah dangkan anak perempuannya anak-anak yang keras hati. Se- agaknya juga seorang gadis yang manja. Tetapi kenapa kebencian anak-anak Ki Kertatenaya itu tiba-tiba meledak sehingga ha- rus menjadi persoalan. (Ber- sambung) 4cm BERAL Asuhan: dr Soeliadi Kopi, Jantung Dokter Yth, Sejak saya duduk di bar minum kopi. Setiap harinya kopi terutama kalau sedang merasa seperti kecanduan kopi badan rasanya tidak e lebih tiga bulan. Selama ha minum kopi, tapi untuk sa bisa. Pertanyaan saya, apakah Dan apakah benar kata ora penyakit jantung. Bagaimanakah cara mer Terima kasih atas penjelasa Ny Mimiet Karang Anyar Ibu Mimiet yang baik. Kopi atau caffeine bany sehari-hari maupun dalam Dalam kehidupan sehari-h stimulan, misalnya supaya sering dipakai sebagai oba diuretik, obat migrane dan Di dalam tubuh kopi ak termasuk ke placenta atau dalam sirkulasi darah janim sebelum dilahirkan masih janin sampai 85 jam setela belum jelas apakah kopi d bawaan, namun pada bina terbukti dapat menimbulka mengurangi kesuburan, pr badan rendah maupun ma Respon seseorang terha banyak mengkonsumsi ka yang lebih singkat diband minum kopi. Selain itu sec menderita suatu Chronici: tidur yang berlarut-larut. P denyut jantung yang tidak menunjukkan bahwa kop darah yang keduanya tida Nah Ibu Mimiet, walau efek yang berbahaya bagi apabila wanita yang sedan terlalu sering minum kopi bulan pertama, karena pa pembentukan organ-organ dianggap aman bagi wani mg/kg/hari, atau kurang cangkir kopi ukuran seda bisa mencoba mengganti lebih menyehatkan sepert dan sebagainya. Selain itu segar Ibu dapat mengikut hamil. Semoga penjelasam Yogyakarta Minggu 27 Desember Dokter Umum buka puk Soni Van Sasongko, Jl Surya 5; dr Merry, JI Suryatmajan 36 dr H Arismunandar, JI Patuk Andarwendah, JI Mataram B Kidul 38 A; dr P. Budi Agung.. No 4 Tegalrejo, Depan SMP Dokter Gigi buka pukul 0 Kidul 62; drg Haryono MK, J Dokter Gigi buka pukul 1 98; drg Agus Subagyo, Jl Dr Apotek buka biasa puk untuk Kodya Yogyakarta Apotek Harapan, JI Krasak Supeno 78; Apotek Ardi Farm JIKHA Dahlan 47 telp. 87530; telp. 61654; Apotek Ambarrum Semi, Jl P Diponegoro 12 Kusumanegara 33; Apotek H Apotek Kimia Farma Cokroa Pelita, JI Gejayan km 5 Der Malioboro 179; Apotek Ria He JI Parangtritis 104 telp. 61169 telp 63242; Apotek Bhuana, J Malioboro 123 (buka 24 jam). Rumah Sakit buka puku Sekip Yogyakarta telp 87333; telp. 88876; RS Panti Rapih, RS PKU Muhammadiyah, JI 2654,66129. Rumah Sakit Khu Kabupaten Bantul telp. 72021 402 telp. 2683. RS Ludiro Hus 3651 Yogyakarta; Rumah Be Desa Dongkelan, Kelurah Kabupaten Bantul; RSU Kodya telp 71195. Pelayanan PMI Cabang K PMI telp 72176; Ambulans Transfusi Darah Cabang Ko Poliklinik Umum dan G Tegalgendu No 25 Kotagede 14.00-16.00 WIB. Posya Di tengah santernya seluruh mayapada, t suami-istri, yang mem Pencipta, "Tuhan, be benih kami. (BH Mc SEPENGGAL kalimat dilukiskan oleh Moningk Barten tersebut bukan sebuah penentangan teri program Keluarga Bere (KB) yang bertujuan membatasi angka kelahira banyak dilakukan bea negara. Tetapi lebih da keduanya berupaya menu kan bahwa kehadiran (kandung) dalam sebuah arga tetap mempunyai art. besar bagi keluarga itu maupun masyarakat sekit Demikian juga bagi s bangsa, kehadiran setiap yang lahir dari rahim negaranya tetap meru sumber daya manusia yam nilai. Hanya karena ke tasan sumber daya alam persoalan pembagian "kue jahteraan saja yang ak membuat pemerintah sua gara terpaksa membatasi anak yang dilahirkan di yahnya. Tentu saja yang terjadi pembatasan dalam arti turan dan bukan peniada ma sekali kelahiran ba negara itu. Karena selain sia tidak mampu membata hendak Tuhan, termasuk saanNya memberikan ke an, juga sebuah negara pun tetap membutuhkan diran seorang bocab. Dani anak tersebut masa depan ra akan jelas kesinambung jarahnya, seperti halnya sebuah keluarga yang