Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bernas
Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-27
Halaman: 09

Konten


Reuter erintahkan Pemerintah Israel pekan juga bakal menghadapi ancaman stina di Tepi Barat berdemonstrasi kejaman Israel Carter sey, pakar senjata nuklir ditunjuk sebagai Ketua s Intelijen AS (CIA), Wakil eri Luar Negeri Clifton ton dan Ketua penasihat an Penasihat Presiden Uru- uar Negeri William J. Cro- .. deleine Albright (55) s AS untuk PBB or Politik Internasional di Geor- University dan Presiden Pusat jian Kebijakan Nasional di uni- s yang sama. Ceko-Slovakia dan berimigrasi pada usia 11 tahun. masalah Rusia dan Eropa T- bekerja dalam tim kampanye ah kandidat Partai Demokrat, 984 hingga 1992 BIOSKOP SOLO HARI INI HARI INI REGENT NUSUKAN 2 13:30-15:30-1730 LAXY 1 AMA 1 -15.00-12.00 JACKIE CHAN MICHELLE KHAN TST MAGGIE CHEUNG UPER COP HARI INI DHADY 1200-15.00 13.00-21.30 ALAXY 2 1330-12.00-2000 JBUR PHOOL KAANTE HARI INI SUKAN 1 1200-1500-12.00 HARI INI AMA 2 15-1 H-LANGKAH PASTI Color Rendition Chart 4 FOKUS Jangan Jadikan Anak Gado-gado SEKARANG siswa SLTP dan SLTA sedang libur kuartalan. Sebelumnya mereka telah menerima rapor, daftar nilai yang berisi gambaran prestasi belajar dan aktivitas masing-masing di sekolah. Sudah menjadi kebiasaan selama ini, rapor hanya dapat diambil oleh orangtua atau wali murid. Banyak kepala sekolah yang melampirkan surat edaran, berisi seruan kepada orangtua agar mengarahkan dan mengawasi anak-anak untuk memanfaatkan waktu libur sebaik-baiknya. Supaya anak tidak menggunakan waktunya secara sembarangan, sehingga terjeru- mus pada perilaku ugal-ugalan, atau melalaikan belajar sama sekali. Peristiwa kenakalan remaja dan kecenderungan semakin banyaknya tindakan kriminal yang dilakukan pelajar, menye- babkan kepala sekolah dan guru, bersikap sangat waspada. Tentu hal yang demikian itu bagus sekali. Cuma, perlu disadari pula, perlunya memberi pengertian kepada para remaja, mema- hami secara baik masalah mereka. Mengadakan pendekatan, didasarkan pada kecintaan yang tulus, - tanpa rasa curiga yang berlebihan-, baik sebagai seorang guru maupun sebagai orang tua. Jika Anda suka memperhatikan tulisan-tulisan yang terpan- cang di dinding ruang kelas, terutama di Sekolah Dasar (SD), akan sering menjumpai tulisan yang berbunyi: Tutwun - Han- dayani - Cerdas - Taqwa - Trampil. Deretan kata-kata yang terangkum dalam sebuah untaian semboyan, yang punya makna cukup mendalam. Biasanya tertulis dengan warna biru. Sekalipun akan terasa lucu jika semboyan semacam itu ditulis di rumah tempat kediaman, tetapi layak kiranya, semboyan itu dijadikan perekat dalam proses mendidik antara rumah dan sekolah. Antara orangtua dan guru, sebagai dasar kesadaran bersama dan tanggungjawab bersama pula. Masalah pendidikan memang tidak pernah ada habisnya. Pendidikan berproses bersamaan dengan berkembangnya masyarakat. Bahkan pendidikan dan pengajaran di sekolah dimaksudkan untuk memberi bekal kepada anak, menyiapkan calon anggota masyarakat untuk ikut berproses dalam dinamika pertumbuhan masyarakat, setelah anak kelak menjadi dewasa. Sebagai proses kultural, untuk menyiapkan anak benar-benar menjadi dewasa. Sehingga terbentuk manusia yang cakap, susila, warganegara yang demokratis, serta bertanggungjawab atas kesejahteraan masyarakat, bangsa dan tanah air, dalam alur pengembangan dasar pendidikan Pancasila. Mencakup keseim- bangan perkembangan pribadi dan masyarakat, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Proses pendidikan dan penga- jaran tidak dapat dilepaskan dari perkembangan jiwa anak. Dalam hal kebahasaan, kemampuan dan penguasaan bahasa anak, punya hubungan dengan tingkat umur dan perkembang- an jiwa anak, termasuk untuk masa-masa selanjutnya. Dalam hubungan ini, pendapat yang dikemukakan Profesor Doktor Retmono, Rektor IKIP Negeri Semarang, dalam pidato pengukuhannya sebagai Gurubesar pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Negeri Semarang, Sabtu (19/12), tentang dapat atau tidaknya bahasa Inggris jadi salah satu mata pelajar- an di SD, perlu mendapat perhatian kita bersama. Pendapat bahwa bahasa Inggris sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi, hampir disepakati dunia internasional. Namun pe- nguasaannya di Indonesia, belum seberapa jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Untuk itulah melalui Undang-un- dang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) nomor 2 tahun 1989, ada tekad memasukkan bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan di kelas IV Sekolah Dasar. Kemudian muncul pro dan kontra, pendapat yang setuju dan pendapat yang tidak setuju. Menurut Prof Dr Retmono, dapat-tidaknya bahasa Inggris jadi salah satu mata pelajaran di SD, tergantung pada kebutuhan masyarakat, dimana lembaga pendidikan dasar itu berada. Secara fungsional belum jelas, apa maksud memasukkan baha- sa Inggris dalam pelajaran di SD. Ia menganjurkan, untuk tidak terburu-buru. Perlu dicari dulu konsep matang tentang latar belakang ide tersebut, dan memperhatikan kendala yang ada. Kendala yang ada itu antara lain, saat ini SD sudah dipenuhi suasana dua bahasa atau bilingual, yakni bahasa daerah seba- gai bahasa ibu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, sekaligus bahasa nasional. Kondisi ini sangat menyulitkan. Apalagi tidak didukung oleh penggunaan bahasa keseharian. Disamping kehadiran bahasa Inggris sendiri sudah dianggap sebagai bahasa asing. Dalam kenyataannya, perilaku kebahasaan sangat dipenga- ruhi penutur-penutur lain dan keadaan pada waktu interaksi dalam masyarakat itu berlangsung. Penguasaan bahwa Inggris dan memeliharanya dengan kemampuan sungguh-sungguh tidak bisa diharapkan. Mungkin Anda sependapat dengan saya, bahwa yang perlu dijaga, jangan sampai anak-anak SD jadi manusia "gado-gado". Penguasaan bahasa Indonesianya kurang, bahasa daerah tidak sempurna, kemampuan dasar bahasa Inggris jauh dari lengkap. Padahal bahasa merupakan inti dari kebudayaan. Mendikbud Prof Dr Fuad Hassan, kepada wartawan seusai diterima Presiden Soeharto di Istana Merdeka, Senin (21/12), mengatakan: Rencana pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar pada kurikulum 1994 bukan merupakan keharusan atau yang diwajibkan. Tetapi hanya sebagai muatan lokal, yang disesuaikan dengan sekolah yang bersangkutan. Kalau suatu daerah merasa bahasa Inggris perlu diajarkan, maka bahasa Inggris dapat diberikan. Dari kelas berapa dimulai, terserah menurut kepentingan, kebutuhan, dan kemampuan masing- masing sekolah di daerah tersebut. Jika demikian halnya, menurut hemat kita, yang perlu dice- gah jangan sampai dalam perkembangannya kemudian ada kesan dan beda perlakuan antara SD yang satu, dengan SD yang lain. Seperti halnya zaman penjajahan Belanda dulu, ada HIS, yaitu SD dengan pelajaran bahasa Belanda, dan ada SR, atau Sekolah Rakyat Angka Loro, yaitu SD tanpa mendapat pelajaran bahasa Belanda. Sudah tentu, hal yang demikian itu, sama sekali bukan yang dikehendaki UUSPN nomor 2, tahun 1989. (Subadhi) PERHATIAN SANGANI KURANG TERPUSAT SAAT DIA MENDENGAR SUARA PEMUDA KUMAL, HINGGA 091292 PHIE 1255 PAKTO SEBENTAR KITA BERHENTI DULU! BERNAS Ada Reaksi Intelektual tidak cocok dengan topik semi- nar. berikan sumbangan pemikiran mengenai Arti Martabat Manu- sia dan Masyarakat bagi Dunia Usaba Kini dan Masa Datang SEORANG Taufik Abdullah mengemukakan, adalah benar keabsahan ilmu sosial ditentu- kan oleh ketepatan metodologi dan kejernihan dasar teoritis, tetapi perkembangannya sangat- lah ditentukan oleh ketepatan pertanyaan yang diajukan. Per- tanyaan tersebut bertolak dari keprihatinan sosial, bukanlah semata-mata dirumuskan oleh keingintahuan belaka. Dengan kata lain perkem- bangan ilmu-ilmu sosial tidaklah hanya ditentukan oleh pening- katan keterampilan para pendu- kungnya tetapi terutama ketika para pendukungnya bersedia memainkan peranan sebagai in- telektual yaitu yang selalu mempertanyakan realitas dan yang mengaitkannya dengan ni- lai yang dihayati. NANTI DULU! NANTI KITA LANJUTKAN... MEMBANGUN MARTABAT MANUSIA Peres SE Judul buku: Membangun Martabat Manusia - Peranan Ilmu-ilmu Sosial dalam Pembangunan - Penyunting: Sofian Effendi, Sjafri Sairin, M. Alwi Dahlan Penerbit: Sementara itu, Tajuk Rencana Kompas 28 Juni 1984 menulis, tatkala para ilmuan yang terga- bung dalam HIPIIS (Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial) menghadap kepada Kepala Negara bebera- pa waktu lalu, oleh Presiden diimbau untuk menyumbang- kan pemikiran yang kreatif bagi pengembangan Indonesia. Arti- nya bagi usaha membuat hidup rakyat banyak sejahtera dengan isi ketenteraman, keadilan, Gadjah Mada University Press, bekerjasama dengan HIPIIS Cabang Yogyakarta, 1992 Tebal buku: xxxxii+700 halaman kemakmuran. Seminar Nasional Ilmu-ilmu Sosial 1990 dan Kongres HIPIIS VI yang diselenggarakan di Yogyakarta tanggal 16 - 21 Juli 1990-dan kemudian hasilnya dibukukan dalam Membangun Martabat Manusia (Gadjah Ma- da University Press bekerjasama dengan HIPIIS Cabang Yogya- karta, 1992)- merupakan sebu- ah tanggapan dan kajian HIPIIS terhadap pembangunan nasio- nal. Judul buku ini merupakan tema umum seminar dan kong- res tersebut, dan sekaligus me- nunjukkan bahwa hakekat tu- juan Pembangunan Jangka Pan- jang Tahap Kedua (PJPT II) adalah pembangunan yang di arahkan kepada pembangunan martabat manusia Indonesia. Meski buku ini merupakan prosiding makalah-makalah yang disajikan dalam seminar tersebut, namun diakui oleh tim penyuntingnya, tidak semua makalah yang disajikan cocok untuk dimuat dalam buku ini. Antara lain karena topiknya ARAK antara cinta dan benci hanya sebatas selembar rambut. Kira- nya ungkapan ini benar adanya. Paling tidak, kalimat yang sering diu- capkan para orangtua ini dirasakan juga oleh pasangan pemuda Syd (21) penduduk Patalan, Kecamatan Jetis, Ban- tul, dan gadis Wt (26) warga Canden, Jetis, Bantul. Terdiri dari tujuh bab, mulai dari konsep martabat manusia sampai dengan aneka studi ka- sus martabat manusianya,- dan ditulis oleh para pakar ilmu so- sial dari perspektif sosial, buda- ya, ekonomi, dan politik - buku ini mencoba memberikan masu- kan secara menyeluruh bagi upaya membangun "manusia In- donesia seutuhnya". Mereka melihat, dewasa ini masih ada yang melihat kualitas manusia dalam arti sempit yaitu hanya sebagai sumber daya. Dalam pandangan ini manusia hanya dilihat sebagai penunjang atau salah satu faktor pembangunan. Karena itu kualitas yang hendak diciptakan hanya terarah pada produktivitas. Selama setahun sejak perke- nalannya dengan gadis yang masih satu wilayah kecamatan ini, pasangan ini terlihat selalu rukun. Usia Wt yang lima tahun lebih tua, bukan halangan bagi Syd untuk mencintai. Walau Syd mengaku belum pernah berkun- jung ke rumah pacarnya, tapi SEDIA BIBIT POHON NATAL LIHAT ITU... Tidak capai sasaran Ketua Umum HIPIIS Pusat M. Alwi Dahlan mengakui, selama ini upaya memperbaiki kualitas manusia yang dapat diibaratkan sebagai "kotak hitam". (dengan memperbaiki input, output, dan lingkungan) sering tidak berha- sil karena kualitas yang bersang- kutan sebetulnya tidak diketa- hui dan hanya diperkirakan sa- ja. Maka segala upaya itu tidak berhasil mencapai sasaran. Ini pernyataan jujur dari seo- rang ilmuwan sosial yang tentu saja selama ini tidak perlu dira- gukan lagi sumbangannya ter- hadap pembangunan nasional, khususnya upaya peningkatan kualitas manusia. Secara umum untuk pemba- ngunan na menurut dia, kualitas masyarakat yang perlu dikembangkan mungkin harus mencakup ciri-ciri yang berhu- bungan dengan kelangsungan masyarakat itu sendiri. Dengan pertimbangan tersebut, diusul- kan agar kualitas masyarakat ditelaah atas beberapa kelom- pok, yaitu kualitas (a) kehidup- an bermasyarakat, (b) kehidup- an sosial politik, (c) kehidupan kelompok, (d) kualitas lembaga dan pranata kemasyarakatan Selain beberapa menteri yang selama ini memang tajam me- ngupas masalah pembangunan sumber daya manusia, seperti Emil Salim, Moerdiono, LB. Moerdani, Ginandjar Kartasasmi- dan Sarwono Kusumaatma- dja, seorang tokoh pers nasional Jakob Oetama juga turut mem- tiap hari minggu, bisa selalu bermesra-mesraan. BENDE MATARAM Buffran CERITERA: HERMAN PRATIKTO KAU MALU MENGAKU KALAH ?! "MANUAL" Setelah Cinta Melewati Tiga Kabupaten akan bertemu ini, akhirnya berangkat ke Pantai Baron. Tempat pelesiran yang cukup indah di bibir selatan Gunungki- dul. Kecan yang mereka sepekati, selalu ditepati. Karena Syd tak punya kendaraan bermotor, namun hal itu bukan alasan untuk bisa selalu bersanding dengan Wt, gadis berkulit ku- ning langsat tersebut. Tak ada rotan akar pun jadi. Begitu pula yang dialami sejoli ini dalam memadu kasih. Untuk bisa sampai di tempat wisata, mereka selalu menum- pang kendaraan umum. Hal ini disadari benar oleh Wt yang mengetahui kalau pacarnya bukan dari keluarga berada. Namun hari-hari yang telah mereka lewati bersama dengan mereguk kenikmatan bersama GAMBAR: HASMI AYO, YA-Yoco. AYO, YA-YOOO. KENARLAH! YO, YAAA. SETAN ALAS/ Jakob Oetama mencoba memberikan bahan perbanding- an tentang keberhasilan Jepang yang capitalist development state, tetapi non- Western Bah- wa Jepang memiliki keunikan sistem yakni hubungan yang khas antara pemerintah, biro- krat, dan swasta. Ini adalah tiga pilar dari Japan Incorporated Hubungan itu memang mela- hirkan berbagai skandal seperti skandal Lockheed dan Recruit Tetapi lebih dari itu, hubungan trilateral itu menjadi penyangga sistem dan sistem itulah yang membuat Jepang mencapai tu- juannya yakni ekonomi kuat dan negara kuat. MUNYUK! TEKEEEK! Dengan membuat perban- dingan, suatu abstraksi dan suatu generalisasi juga lantas bisa dibuat lebih kongkret. Namun Jakob mengakui, semua asumsi di atas dapat dipatahkan satu per satu dengan memberi- kan bukti lain. Akan tetapi kare- na asumsi itu toh sekedar dipa- kai sebagai bahan perbanding- an, bahan memperjelas masalah kira sendiri, rasanya asumsi itu dapat ditolerir Kita juga mempunyai konsep keindonesiaan yang amat kuat. Kekuatan itu lebih tampak jika misalnya dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura. Masa- lahnya, bagaimana membuat keindonesiaan menjadi national essence seperti Jepang, yang tetap aktual bahkan lebih aktual lagi tetkala negara itu berhasil membangun ekonominya. Membukukan seminar dan Kongres HIPIIS VI di Yogyakar- ta merupakan langkah yang patut dihargai karena dengan demikian peminat masalah- masalah sosial yang kebetulan tidak mengikuti acara tersebut bisa menikmati dalam sebuah buku. Pelaksanaan seminar dan kongres itu sendiri menunjuk- kan suatu reaksi intelektual para ahli ilmu-ilmu sosial terhadap kemungkinan adanya ketim- pangan antara harapan dan re- alitas. Agak beda dengan buku Kebudayaan Politik dan Kea- dilan Sosial (dari Kongres II HIPIIS di Manado tahun 1977) misalnya, buku ini tidak melam- pirkan laporan media mengenai seminar tersebut. Perlu dicatat pula kekurang- telitian penulisan, seperti Bagian VI Martabat (tertulis Martabata) Manusia dalam Realitas, nama Jacob (di halaman lain Jakob) Oetama. Namun secara keselu- ruhan, buku ini telah memberi- kan sumbangan pemikiran pem- bangunan martabat manusia. (Y.B. Margantoro) pula, akhimya harus berhenti. Wt hampir kehilangan nyawa akibat ulah sang Arjuna yang menolak mempertanggungja- wabkan perbuatannya, kini juga kehilangan kekasih. Cinta yang semula menggelo- ra, kini tinggal puing-puing kehancuran dan rasa benci yang tak terkirakan. Buktinya, Wt mengaku puas bisa menjeblos- kan mantan pacarnya ke penja- ra selama setahun yang dijatuh- kan oleh hakim tunggal PN Bantul, Sutjiadi Winodisastro SH, pada sidangnya Selasa (8/- 12) lalu. AWAL malapetaka. Tanggal 9 Agustus 1992 pagi, pasangan yang sebelumnya sudah kencan T *** suring FOTO PEKAN INI Kirim karya foto Anda, warna atau hitam putih, ukuran minimal 5 R Agaknya, Pantai Baron belum juga mampu dijadikan saksi kedua anak muda ini dalam memadu kasih. Setelah sehari mereka di tempat wisata itu, mereka terus pergi ke Pantai Samas, Bantul. Selama empat hari empat malam, sejoli ini menginap di tempat ini. Untuk menyewa kamar, mereka secara bergantian membayarnya. Sung- guh rukun, memang. Mereka lalu meneruskan perjalanan untuk bersenang- senang bersama. Tujuan selan- jutnya, Kota Wates, Kulonprogo. Tidak diketahui, apakah Muj juga menjalankan saran ini atau tidak. Yang jelas, pada perte- ngahan bulan lalu ia terlanjur nekad menghabisi nyawanya sendiri dengan cara menggan- tung diri, tanpa alasan jelas. Kepergian Muj untuk selama- lamanya bukan merupakan penyelesaian akhir. Sepening- galnya, ada seorang gadis yang betul-betul terpukul. Pasalnya, Muj gantung diri persis tiga hari sebelum pernikahannya dengan gadis Yan (25) dilaksanakan. Di tempat ini mereka sempat nonton film di bioskop. Setelah malam hari, mereka kembali ke Bantul, dan Pantai Pandansimo sebagai tujuannya. Mereka merencanakan, setelah di Pandansimo, mereka akan pulang ke rumah masing-ma- sing Cinta itu mereka nikmati hingga tiga kabupaten di DIY. Kepergian Muj yang tanpa pesan dan rencana pernikahan yang sudah amat dekat itulah yang menyebabkan Yan pon- tang-panting. Yang jelas, ia sempat pingsan beberapa kali sejak mengetahui calon suami- Sejak kepergiannya, Syd tak pernah menyinggung-nying- gung masalah pemikahan, pa- dahal Wt selalu memancingnya, tapi tak pernah mendapat tang- gapan. Kesan yang diterima, justru sang Arjuna selalu berusa- ha menghindarinya setiap diajak berbicara masalah kehidupan berkeluarga. Setelah bersabar berulang kali, tapi Syd tetap saja beru- saha mengalihkan pembicaraan. maka Wt terus mencoba mem- buat masalah baru. Untuk memancing kesetiaan kekasihnya, Wt mengaku hamil. Sementara itu di wilayah Polres Sleman, dalam kurun waktu tiga bulan ini juga terjadi dua kasus bunuh diri. Dan dua kasus ini, ternyata satu di anta- ranya menggunakan cara gan- tung din. Sedangkan satunya dengan cara menenggak racun serangga Tiga Orang Bunuh Diri Tanpa Alasan Jelas KEPADA kakak perempuan- nya, Muj (27) pernah bertanya tentang sebuah mimpi. Apa artinya kalau seseorang mimpi kejatuhan cicak. Mbakyunya, Ny Kasinah, merasa tidak mampu menterjemahkan mimpi itu, lalu menyuruh Muj, menanyakannya kepada kedua orangtuanya. nya bunuh diri. Bisa dimengerti kalau untuk sementara ini, Yan lebih suka mengurung diri. Sifatnya yang dulu periang dan ramah, tak tampak lagi. *** Kedua kasus bunuh diri ini, sampai sekarang belum ada satupun yang diketahui secara belakangi. Untuk sementara, pasti, motivasi apa yang melatar Satu kasus bunuh di wilayah Polres Sleman, terjadi pada hari Kamis (26/11) lalu sekitar pukul 10.30 WIB.Aksi bunuh diri ini, dilakukan BW (20) seorang warga Turi, Sleman. Pemuda lajang ini dengan nekad meng- VOE PAKYO 92 MINGGU KLIWON, 27 DESEMBER 1992.9 PAMERAN BONSAI 1992 Kasus ini menjadi aneh, lan- taran tiga tahun lalu, ayah BW bernama BP juga bunuh diri dengan cara sama seperti dila- kukan anaknya ini. Orang ha- nya bisa menduga-duga, mung- kin BW mempunyai watak ba- waan dan ayahnya. Untuk itu, Polres Sleman sampai saat ini terus mengumpulkan data-data baru ada prakiraaan-prakiraan yang berkaitan dengan kasus yang mangatakan hal itu dise- babkan karena tekanan batin. Tetapi benarkah demikian? BW. CASES Entah hamil sungguhan atau tidak, hanya Wt yang tahu, atau dokter yang memeriksanya Herannya, Syd yang diberitahu kalau dirinya sudah terlambat datang bulan, tetap saja tak bereaksi. Bahkan kekasihnya ini terus bungkam UNICE Dalamnya laut dapat diduga isi hati siapa tahu. Ternyata bungkamnya Syd, bukannya tak peduli dengan keadaan kekasih- nya. Tetapi, dalam kebungkan annya itu Syd tengah memutar otak. Bagaimana mengakhiri problema ini. hati Syd. Untuk membangun Setan ternyata lebih dekat di sebuah keluarga belum terlintas dalam fikirannya, akhirnya Syd berniat menghabisi pacamnya. Setelah turun dari bus yang membawanya dan Kulonprogo. pasangan ini berjalan kaki, me- nuju Pantai Pandansimo. Dalam perjalanan itu, Syd sempat membeli minuman ke- habisi nyawa dengan cara gan- tung diri menggunakan seutas tali plastik yang dililitkan pada tiang rumah. Peristiwa ini dilakukan justru disaat dia tinggal rumah sendiri- an. Kasus ini baru diketahui oleh kakaknya, Ny Sartini (35), sepulang dari ladang mencari rumput. A Hari Santosa ras. Sampai di sebelah Dusun Sambeng, Desa Poncosari, Sran- dakan, tanggal 13/8 '92 sekitar pukul 23.00 WIB, Syd menyu- ruh Wt menenggak minuman tersebut. Seperti diuraikan oleh jaksa Yusrin Nicoriawan SH dalam membacakan dakwaan, setelah Wt pusing, lehernya terus dice- kik sampai korban tak sadarkan diri. Merasa kalau pacamya sudah meninggal, tubuh lemas itu terus dimasukkan dalam lubang sampah. Pagi harinya, Wt dengan tubuh berlepotan lumpur dan merasa sakit di sekujur tubuh- dan diantarkan pulang. nya, ditolong oleh penduduk, Merasa sakit hati dengan perbuatan pacarnya yang tega akan menghabisi nyawanya, bersama keluarganya, Wt terus mengadukan nasibnya ke polisi. (saf) kan secara maksimal. MINGGU lalu masyarakat Depok, Sleman dikejutkan oleh nekadnya seorang wanita warga Jalan Nusa Indah. Ny M (30) pemilik sebuah panti asuhan ini, pada Selasa (22/12) ditemu- kan tewas di kamar mandi ru- mahnya. Anehnya wanita karier. yang hidup kesehariannya bis- nis keramik dan kain batik ini, ditemukan tewas sehabis mene- nggak racun serangga Yang menggegerkan warga dan keluarganya adalah. Ny M yang berparas cantik ini bunuh diri pada saat ia harus bersiap- siap menyambut kelahiran bayi yang ada di dalam kandungann- ya. Kandungan Ny M sudah berusia 9 bulan. Tim medis RS dr Sardjito yang dipimpin dr Wikan Basko- ro matian-matian untuk menye- lamatkan janin yang yang ada di perut jenazah Ny M. Namun usaha ini tidak membuahkan hasil. Janin yang diperkirakan akan lahir pada pertengahan Januari 93 ini ternyata sudah tidak bisa diselamatkan. PROT Dari keluarganya diperoleh keterangan, BW nekad gantung diri akibat frustasi. la memang mengidap suatu penyakit yang sudah cukup lama mengganggu konsentrasinya. Dan penyakit Yang masih menjadi perta- ini juga tak kunjung sembuh. nyaan, apa yang menyebabkan walau upaya untuk mencari 'Ny M bunuh diri belum diketa- kesembuhan itu sudah dilaku- hui hingga sekarang. (pur/jok) 2cm 4cm