Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-27
Halaman: 06
Konten
2cm Color Rendition Chart 6.MINGGU KLIWON, 27 DESEMBER 1992 GEMA 'Jagain' Telepon, dong! KANWIL DEPDIKBUD DIY- Temu wicara antara PT Telkom, Kanwil Depdikbud dengan pengurus dan pembina OSIS SLTA se DIY berlangsung di Aula Depdikbud Jl Cendana, Yogya, Selasa (22/12). Hadir mewakili Kakanwil Depdikbud Provinsi DIY, Drs Krisnanto, Kabag Personalia. Pada pertemuan itu, Kepala Kandatel Yogya H Sofyan Asfawi mengharapkan para siswa SLTA se-DIY turut menjaga keberadaan dan kea- manan fasilitas telepon umum guna kepentingan masyarakat. "Saya mengharapkan agar para siswa dapat menjaga dan memelihara fasilitas pelayanan bagi masyarakat umum. Karena telekomunikasi, merupakan kebutuhan vital," tegasnya. Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan Telkom untuk menyiapkan tenaga ahli dilakukan melalui Sekolah Tinggi Telekomunikasi. Maka, bagi siswa SLTA yang ingin berkecimpung di bidang telekomunikasi dapat bergabung di sekolah ini. "Dari 1000 siswa Sekolah Tinggi Telekomunikasi di Indonesia, 150 di antaranya berasal dari DIY," tegas Sofyan. (esti/dian) Kerja Bakti HAB Depag MAN III YOGYAKARTA - Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) III Yogyakarta Sabtu (19/12) melakukan kerja bakti massal yang melibatkan guru, karyawan dan siswa, dalam rangkaian Hari Amal Bakti ke-47 Depag. Kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan bola voli persahabatan antara guru dan siswa, yang berakhir dengan kemenangan tim guru. Sebelumnya, Jumat (18/12) seluruh guru dan karyawan melakukan jalan gembira menempuh jarak ± 30 km di mulai pukul 06.30 WIB. Puncak acara Hari Amal Bakti ke-47 Departemen Agama akan dilaksanakan melalui upacara bendera, 4 Januari tahun depan di stadion Mandala Krida. Pihak MAN III ditunjuk sebagai petugas upacara pada apel besar tersebut, dan sebagian dari siswa-siswinya diikutsertakan dalam upacara tersebut. Sementara itu, sejumlah ± 208 siswa-siswi kelas III MAN Kendal dipimpin Bapak Agus Sholeh, Minggu (20/12) dan Senin (21/12) melakukan study banding di MAN. Imam, salah seorang anggota rombongan mengatakan, hasil penelitian dan pengamatan ini akan dijadikan bahan laporan. (joko aw, MAN III Yogyakarta) Karya Wisata ke Bali SMEAN BANTUL - Sesuai Program sekolah tahun ajaran 1992/1993, tanggal 20 s/d 24 Desember siswa-siswi SMEAN Bantul melaksanakan Karya Wisata ke bali. Karya wisata ini ini bersifat wajib diikuti siswa kelas III, yang sebelummnya sudah melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL), Oktober dan September lalu di berbagai perusahaan. Setelah karya wisata ini para siswa dituntut membuat laporan kegiatan dan laporan ini bersifat wajib. (bakdillah, SMEAN Bantul) Sepakbola Putri SMAN 2 WATES- Untuk menyegarkan pikiran dan fisik setelah satu minggu menempuh ulangan umum, OSIS SMA 2 Wates membentuk panitia classmeeting. Lomba-lomba yang dilaksanakan selama 3 hari (21 s/d 23 Desember 1992) dalam acara classmeeting ini meliputi lomba pancu, lomba basket putra (Pa) dan putri (Pi), lomba bola volly Pa dan Pi dan yang paling menarik adalah lomba sepak bola Pi. Bal-balan cewek ini jadi menarik karena semua peraturan lapangan diberlakukan sebagaimana dalam pertandingan sepakbola cowok. (satmoko bs, SMA 2 Wates) Nasi Goreng Punya Kisah SMEA MUHAMMADIYAH III PURWOKERTO - Irawan (17) siswa kelas III SMA Muhammadiyah Purwokerto terpaksa dikirim ke rumah sakit setempat, Selasa (22/12) karena keracunan. Menurut keterangan, bersama lima adiknya Irawan menderita akibat sarapan nasi goreng pagi hari sebelum sekolah. Dua adiknya bahkan sempat dirawat sehari di rumah sakit tersebut. Ibunya, Ny Harun, warga Kober Purwokerto, mengatakan, seperti biasa ia menyediakan sarapan pagi bagi 14 anaknya yang akan bersekolah. Enam di antara anaknya itu yang makan nasi goreng ternyata keracunan. Ketika tiba di sekolah, mereka menyatakan mual dan pusing lalu muntah- muntah, karena itu segera dikirim ke rumah sakit terdekat. Sisa nasi gorengnya juga dikirim ke laboratorium untuk diteliti. (/eko) Caba & Catam, Siapa Berminat TNI ANGKATAN LAUT Markas Besar TNI AL kembali membuka kesempatan bagi WNI pria dan wanita berusia 18- 22 tahun pada 1 Mei 1993 untuk dididik jadi Bintara Pria/Wanita Prajurit Sukarela dan Tamtama Prajurit Sukarela (pria) TNI AL. Pendaftaran dibuka sejak 10 Desember 1992 hingga 19 Januari 1993. Tempat pendaftaran untuk Jateng-DIY: Denal Yogyakarta Jl Melati Wetan No.62, Yogyakarta, Sional Semarang, Jl Kapten Wiratno No.19, Semarang, Lanal Cilacap, Jl Niaga, Cilacap dan Kantor Depnaker Kodya Surakarta, Jl Brigjen Slamet Riyadi No 30, Solo. Syaratan bagi calon bintara, pada tanggal 1 Mei 1993 paling rendah berusia 18, paling tinggi berusia 22, dan berkelakuan baik. Tinggi badan untuk pria sekurang-kurangnya 160 cm dan untuk wanita 155 cm, berat badan seimbang dan tidak berkac hata. Tingkat pendidikan, untuk Cabá Pria berijazah SLTA, SPK, SPRG, SMM, untuk Caba Wanita berijazah SMA Al. A2, A3, SMEA, SMM, SPK dan Sekolah Bidan dan untuk Catam serendah-rendahnya berijasah SD. Saat mendaftar harus membawa pas foto 4 x 6 mengkilat 2 lembar, foto copy STTB 2 lembar, foto copy akte/kenal lahir 2 lembar dan foto copy KTP 2 lembar. Selama mengikuti kegiatan penerimaan tidak dipungut biaya apa pun. Bagi yang lulus seleksi Tingkat daerah. biaya perjalanan dan penampungan di Denal Malang ditanggung Negara. (/eko) Latihan Kepemimpinan SMAN 2 WATES- Hari Senin (21/12), OSIS SMAN 2 Wates mengadakan Latihan Kepemimpinan bagi anggota-anggota OSIS yang terpilih dalam periode tahun ajaran 1992/1993. Latihan kepemimpinan yang dimulai pukul 07.15 s/d 15.00 WIB itu mencakup materi Kepemimpinan, Struktur Oganiasai OSIS, Kegiatan Intra, Ekstra dan Kokurikuler, Peningkatan Pelaksanaan 5K, pembinaan kepribadiaan dan budi pekerti luhur, Pendidikan bela negara dan wawasan Wiyata Mandala. (satmoko bs, SMA 2 Wates) MOJOK Atas Nama Kreativitas * Firman Marpaung "KAMU harus begini, begini, begini. Begitu, begitu, begitu!" Kita harus mandengar ucapan yang bikin kuping jadi panas itu. Kita didikte, tanpa mempertimbangkan dampak apa yang dapat terjadi kemudian. Bila hal itu terus terjadi, dampak yang paling nampak adalah matinya daya kreasi dan inovasi seseorang, karena ia jadi anak yang tak berani mengungkapkan pendapat. Akibat yang lebih jauh, kita tak akan lagi melihat karya-karya baru. Kita perlu melihat ke belakang. Lihatlah riwayat terciptanya karya- karya besar. Thomas Alfa Edison misalnya, bisa bikin lampu karena dia bisa mengembangkan kemampuan, meski semula orang-orang mencibirkannya. Dengan kemauan keras dan tak kenal menyerah, listrik menyala. Dapat kita bayangkan jika saat itu Edison mutung, mungkin kita cuma kenal lampu teplok Pemberangusan kreativitas dapat juga terjadi dalam hubungan guru dan murid. Seorang guru sering mengharuskan - kalau tidak dapat dikatakan memaksakan - kehendaknya kepada siswa melalui peraturan yang dibuatnya. Mungkin maksudnya baik, tapi bukankah tidak semuanya harus ditelan mentah-mentah oleh siswa. Tapi murid seperti diciptakan untuk tak pernah bisa menolak sabda guru. Ada bayangan ketakutan terhadap sanksi, ketika kita akan mengatakan 'tidak' atas sesuatu yang saat mungkin tidak aspiratif. Hal tersebut jelas jadi salah satu faktor penghambat tumbuhnya kreativitas. Kesempatan mengembangkan kreasi, tak dipunyai semua orang. Tetapi kapankah kita dapat berkembang, jika tak berani berontak pada kungkungan yang memberangus kreativitas. Membantah perintah, memang akan jadi suatu masalah. Tapi jika perintah atau aturan itu tidak masuk akal dan tak selaras dengan semangat pendidikan, mengapa harus diterima. Kita tentu tidak mau dikatakan bahwa mematikan kreativitas marupakan budaya warisan nenek moyang. Kini, mari kita merenung, apakah selama ini kita terlalu mudah berkata ya, walau hal itu bertentangan dengan nurani? Atau, sebaliknya, kita terlalu memaksakan kehendak kepada orang lain dengan mengatasnamakan kebebasan berkreasi? Itu saja.*** BERNAS Luluk Memang Luwes LUWES, memang namanya. Biasa dipanggil Luluk. Di akte kelahiran, tertulis Luwes Traviari Agusta. Dara ini termasuk ce- wek yang luwes bergaul, mak- lum ia sudah larut dalam keluar- ga besar Pramuka sejak kelas 4 SD. "Saya suka suasana kekelu- argaannya. Antarteman saling bantu, menolong kayak sauda- ra," ujar cewek kelahiran 17 Agustus 1976 ini. rian dan bermanfaat," paparnya. Selain aktif di Pramuka, Luluk pun mengembangkan ba- katnya, membaca puisi. Puisi baginya adalah wadah untuk mengekspresikan diri. "Kalau saya sedang sebel atau susah saya ungkapkan lewat puisi. Dengan begitu saya merasa pu- as," tutur anak kedua dari dua bersaudara ini. Prestasinya diawali ketika bersama regunya ia menjuarai Lomba Tingkat II beregu, kemu- dian juara II beregu Lomba Ga- lang UGM tahun 1990. Tahun 1991, ia ikut Jambore Nasional di Cibubur dan Jambore dunia Jalannya tak selalu mulus, di Korea. Terakhir, Luluk mem- sesekali ia gagal juga. Misalnya peroleh penghargaan sebagai ketika PEP tahun 1992, pasu- komandan terbaik lomba baris-kannya gagal merebut juara. berbaris PEP (Purna Eka Paksib- raka) tahun 1992. Dari prestasi-prestasi yang te- lah diraihnya, event yang dirasa- kan paling berkesan adalah Jambore Nasional. "Di sana saya banyak dapat kenalan, saling tu- kar cerita dan sekarang jadi sa- habat," ujarnya, ceria. Luluk yang suka berolahraga, main gitar dan baca puisi ini se- ring merasa kesal bila kegiatan Pramuka diremehkan. "Banyak anak yang melecehkan, Pramu- ka dianggap monoton dan mem bosankan padahal Pramuka sa- ngat dibutuhkan dalam keseha- HAI pelajar! Anda selalu di- sibukkan oleh tugas utama: be- lajar. Dalam seminggu, Anda menggeluti lebih dari 10 bidang studi. Saya yakin, Anda tentu menganggap belajar sebagai ke- wajiban, bukan sebagai beban. Apalagi bila Anda mendasari di- ri dengan keingintahuan yang tinggi, maka belajar akan menja- di sesuatu yang menggairahkan. Terus menerus belajar, dapat menimbulkan kejenuhan. Anda memerlukan kesegaran. Perlu mencari selingan dari kerutinan belajar. Carilah selingan positif, misalnya berolah seni. Anda tinggal memilih ca- bang-cabang kesenian yang be- ragam: tari, musik, teater, dan sebagainya. Ya, berolahsenilah karena dari situ dapat dipetik banyak banyak manfaat. Guru Kita Bicara Mari Berolah Seni * Theo Sunu W Dengan berolah seni, Anda dapat menyalurkan bakat dan kemampuan berkesenian yang bisa jadi masih terpendam. Sela- in itu, kesenian mengasah kepe- Dari puisi ini pula dia meraih beberapa prestasi, antara lain juara III baca puisi tingkat SMP, juara harapan I lomba baca pui- si Ikatan Pelajar Riau dan juara harapan I lomba baca cerita putri SMTP TAK terasa, SMAN 1 Teladan Yogyakarta sudah berusia 35 ta- hun. Rangkaian perayaan Lust- rum VII ini, dimulai dengan upacara bendera, Sabtu (19/12) di Stadion Mandala Krida, dii- kuti seluruh siswa, guru, Kepala Sekolah, sebagian alumni, tamu undangan, wakil dari SMA Ne- geri di Yogya, dan SMA Taruna Nusantara, Magelang. Pengibaran bendera dilaku- kan anggota peleton inti kelas 1 dan terdiri atas pasukan 35 dan pasukan 12. Pasukan 12 adalah simbol teratai, dalam lambang SMA 1, diapit pasukan 35- melambangkan usia SMAN 1- dan pasukan pembawa ben- dera. "Saya kecewa, apalagi saya di- beri kepercayaan dan tanggung jawab untuk memimpin. Ter- nyata gagal," ungkap siswi kelas 1-4 SMAN 3 Yogyakarta ini. Selama menekuni berbagai kegiatannya itu ia sama sekali ti- dak mendapat halangan. Orang- tuanya selalu mendorong apa yang diinginkannya asal positif dan bermanfaat. "Pelajaran di sekolah pun nggak ternganggu dan saya menjadikan kegiatan- kegitan tersebut sebagai pema- cu semangat belajar," katanya. Luluk yang tinggal di Terban GK V/267 Yogyakarta ini, berci- Kemegahan upacara ini sem- pat 'terusik' alunan musik dari organ yang tidak selaras dengan pembawa lagu. Kemudian pe- serta upacara dari sekolah lain banyak yang terlambat. Selain itu peserta upacara (tuan ru- DARI REDAKSI Bahwa kami perlu bersentuhan de- ngan pikiran-pikiran dari kalangan nonpe- lajar, itu juga sudah kami sadari sejak lama. Karena itulah secara bertahap kami membuka ruangan ini untuk diisi juga oleh kalangan nonpelajar. Tahap pertama adalah mereka yang berkaitan langsung dengan dunia kepelajaran dan mereka yang selama ini paling dekat dengan ka- mi di sekolah Guru! 35 Tahun SMAN 1 Teladan Upacara dan Kisah Balon Karena itu sejak beberap edisi tera- khir ini pembaca bisa menemui kolom ba- ru, Guru Kita Bicara. Ini, dimaksudkan un- tuk mengimbangi rubrik Siswa Bicara. Ka- rena itulah kami mengundang bapak dan ibu guru (guru SMA, SMP atau guru SD) untuk juga menyumbangkan ide-ide, pandangan dan komentarnya tentang dunia remaja, khususnya pelajar SMTP dan SMTA masa kini. Muncul pula gugatan, mengapa cuma guru yang diundang? Bukankah para mah) ada yang membuat ulah dengan menyalakan mercon sos sehingga upacara jadi kurang khidmat. Ada lagi, saat upacara ber- langsung, panitia dan sebagian guru kalang kabut karena balon yang akan diterbangkan belum juga datang. Untung ada balon milik kelas 1.3 dan 1.6 yang se- dianya akan digunakan untuk kelengkapan lomba antar kelas. Nah, sementara balon ter- bang 'asli' belum juga datang, hadirin dihibur oleh atraksi pe- sawat sangat ringan (ultra light) yang melayang-layang di angka- sa sambli 'menyeret' spanduk bertuliskan Lustrum VII Tela- dan. Ultra light ini dikemudikan Jatmiko siswa kelas 2A1-4. kaan terhadap keindahan. kese- hangat dari saya buat Anda. nian juga melatih disiplin. Con- tohnya dalam musik. Bila ada sebuah nada yang harus dibu- nyikan selama 4 ketukan, tapi nada itu hanya dibunyikan dua atau enam ketuk, runyamlah musik itu karena ketidakdisip- Setelah ultra light melintas, balon asli yang akan menerbang kan tulisan 35 tahun Teladan SMA 1 datang juga. Tanpa me- nunggu aba-aba protokol, seo- rang panitia langsung membawa Persentuhan ADA yang mengatakan, GEMA terlalu asyik sendiri sehingga menepiskan karya- karya nonpelajar. Padahal untuk mem- perluas wawasan, mestinya tidak begitu. Artinya, bukan melihat siapa yang menu- lis, tapi apa yang ditulis. Begitu, tulis ta singkat antarsekolah. seorang pembaca. Betul. Selama ini kami memang beru- saha konsisten pada gagasan awal, mes- ki mungkin terkesan pongah dan jumawa. Tapi, sama sekali tak ada maksud buruk sedikit pun. Sebab kami hanya ingin mem buktikan bahwa pelajar pun bisa bersuara lewat tulisan. Luwes,Traviari Agusta ta-cita jadi insinyur. Walaupun ia mengaku hingga sekarang belum punyai rencana-rencana untuk meraih cita-cita tersebut. "Tapi saya akan berusaha," kata gadis yang mengaku tak suka publisitas ini. "Lebih enak dike- nal secara langsung, daripada lewat media" ujar penggemar warna hitam ini. (vierna) lom Opini Orangtua. Ide yang bagus, ka- mi sambut dengan tangan terbuka. Nah, siapa akan memulai? Kami tunggu. Semua ini semata usaha kami untuk coba memuasi aspirasi yang berkembang di kalangan pembaca, sekaligus menam- bah semarak halaman kecil ini setelah ada Siswa Bicara, Mojok, artikel lepas, features, reportase, Guru Kita Bicara, Dari Kamu Buat Kamu, Cermin dan Pesta Puisi, kemudian Kontak yakni berita-beri- ist linan Anda. Contoh lain, dibidang teater. Sebebas-bebasnya anda beraksi, tentu harus taat pada arahan su- tradara. Anda tidak boleh ber- buat semau gue. Berolahsenilah sebagai se- lingan (kecuali untuk pelajar SMM, SMSR, dan SMKI yang menggeluti kesenian). Setidak- tidaknya bisa tampil di acara Tutup Tahun Pelajaran/Perpi- sahan sudah lumayan. Syukur bisa tampil dalam forum yang lebih luas, misalnya lomba antar sekolah dan sebagainya. Tapi nomorsatukanlah kegiat- an belajar anda. Selamat belajar, selamat berolah pikir, selamat berolah seni, dan sukses! Salam Theo Sunu adalah guru SMP Stella Duce I Yogyakarta [Catatan Kolom ini terbuka bagi semua guru yang ingin berkomentar tentang ma- salah apa pun yang berkaitan dengan pe- lajar. Panjang komentar, satu halaman folio dua spasi, atau tulisan tangan] mua kiriman itu. Ada hal-hal khusus yang jadi pertimbangan di samping keterbatas- an ruangan. Sekadar informasi, kami sa- ngat menanti kiriman Cermin, Puisi, atau Opini yang menghembuskan "hawa baru" yang kreatif. Dan yang paling ingin kami sajikan adalah berbagai informasi menge- nai aktivitas rekan-rekan pelajar di berba- gai sekolah, sekaligus kita berlatih me- nyampaikan pesan. Yang jelas, GEMA ini milik kita se- mua. Karena Anda, para pembaca, telah ikut andil dalam penerbitan kami saban Menank, memang, kiriman Cermin mi- minggunya. Tak terasa, telah setahun salnya, selalu antre hingga berjubel. An- lebih kita bersama-sama, mungkin saja trean panjang juga terjadi pada puisi, se- itu merupakan waktu yang singkat untuk mentara kami tentu tak bisa memuat se- berkarya mengembangkan kreatifitas. (*) balon ini ke tengah lapang dan melepasnya. Celakanya, balon tak bisa membumbung karena bebannya terlalu berat. Akhir- nya tulisan Teladan dan SMA 1 dipotong. Barulah balon meng- udara membawa tulisan 35 ta- bun saja. Meski demikian, pihak pani- tia merasa lega karena secara keseluruhan, upacara berlang- sung lancar. Termasuk ketika peleton inti SMA-SMA berdevile, sekaligus menandai keikutserta- an mereka dalam lomba baris- berbaris. Aneka lomba Menurut informasi dari pani- tia, lomba-lomba yang akan di- gelar berkaitan dengan lustrum ini meliputi sepeda gembira, ba- ris berbaris melibatkan SMP- SMA se DI Yogyakarta, olympia- de eksakta bagi siswa kelas 2 SMA di Yogyakarta. Lomba Lin- tas Alam, gabungan dari Pramu- ka, PMR, dan pecinta alam dan GEMA kris orangtua juga berkepentingan terhadap SESAK- Beginilah suasana kalau pas banyak awak GEMA kumpul di markas. "Gedung perkembangan anak-anaknya? Usul pun 3 x 5 meter ini pun jadi terasa amat sesak dan panas, Tapi di sini pula sejumlah teman masuk, bagaimana kalau dibuka juga ko- memperoleh keasyikan, nulis, diskusi, belajar, atau sekadar kongkow REDAKSI (PRESIDIUM): KRISTUPA W SARAGIH (SMA KOLESE DE BRITTO); MIFTAKHUL KHASANAH (SMA MUHAMMADIYAH 1); EMMY KUSWANDARI (SMA SANTA MARIA); HENRICUS D WIBISONO (SMA KOLESE DE BRITTO); LUKI AULIA (SMA MUHAMMADIYAH I). SEKRETARIS REDAKSI: ALFONSA KRISTIANT (SMA STELLA DUCE I). EDISI 009 TAHUN KE-2-MINGGU, 27 DESEMBER 1992 KERABAT KERJA KOORDINATOR: EMMY KUSWANDARI (SUPERVISI), ELSA ANGGRAINI(SMA STELLA DUCE 1); STAFF: C DIAN EKA P (SMA SANTA MARIA); VIERNA SURYANINGSIH (SMAN 1 TELADAN); FIRMAN MARPAUNG (SMAN 1 TELADAN); THA GALIH DIARSI(SMAN 1 TELADAN); EKO SUSANTO (SMA SANTO THOMAS); SEKRETARIAT: ESTI RAHAYU (SMP STELLA DUCE I) & MUFTAKHUL KHASANAH. Redaksi GEMA menerima kiriman berita kegiatan, reportase, opini, cerita pendek, sajak, foto, laporan perjalanan.Pokoknya, hasil karya pelajar tentang dunia sekolah berikut kegiatan ekstranya dan dunia remaja secara umum. Kalau mau dimuat, tulisan mesti ringkas, jelas, tangkas, bernas, lugas, akrab dan tak bikin dahi berkerut ketika membacanya. Karya hanya akan dimuat bila berupa naskah asli (bukan fotokopi), dilampiri identitas (kalau ini, fotokopinya). Maksimal tiga halaman kuarto ditik dengan spasi ganda alias dua spasi. Tulis tangan juga boleh, asal bisa dibaca. Boleh dikirim per pos, bisa pula diantar langsung (biar sekaligus kenalan, gitu). SEKRETARIAT, GEMA DIA HARIAN UMUM BERNAS JALAN JENDRAL SUDIRMAN No. 52, TELEPON 61211 YOGYAKARTA. dari pelajar, oleh pelajar dan untuk pelajar Cara Lain Menghayati Natal SABAN sore antara pukul 16. 30 - 17.30 tampak anak-anak usia SMA, bapak dan ibu dari berbagai SMA berkumpul di Ka- pel SMA De Britto. Ya, sejak 15 s/d 23 Desember 1992, mereka melakukan novena bersama menyambut Natal. Kegiatan ini dicetuskan Romo Yuda Murti SJ dkk, dengan tu- juan untuk lebih menghayati dan memaknai perayaan Natal. Ternyata ini mendapat tanggap- an positif sehingga banyak pela- jar yang berpartisipasi. Apalagi kegiatan ini pun dimaksudkan untuk mempererat hubungan persaudaraan antarpelajar Kato- lik se-DIY. Pelaksana acara ini, tidak hanya dari satu sekolah, melain- kan dari berbagai SMA dan Organisasi pelajar Katolik di Yogyakarta. Sebut saja SMA De Britto, Stella Duce I, Sang Ti- mur, Santa Maria, FKPK (Forum Kontak Pelajar Katolik) dan B- Kompelk (Biro Komunikasi Pe- lajar Katolik). Renungan diba- wakan oleh Pastor-pastor dan Kaum Awam berjiwa muda. Walaupun novena ini ber-" langsung 9 hari berturut-turut para pelajar tetap setia mengi- kuti acara ini. Terutama karena banyak sentilan yang dilontar- kan para pemimpin renungan, menggugah dan mengena pada kondisi kaum muda saat ini. Bp. Drs Sukadi, umpamanya, menyoroti kenyataan yang lebih menuntut kita menggunakan waktu sebaik mungkin. Ia men- contohkan, perkembangan ma- sa kini menunjukkan, setiap ta- hunnya semakin banyak sarjana yang menganggur. Di tahun-ta- hun mendatang kebutuhan akan pekerja yang benar-benar te- rampil dan terdidik semakin meningkat. Karena itulah, perlu persiapan sejak dini untuk menghadapi masa depan. Sedangkan Fr Kris Purwana SJ, pamong De Britto mengurai- kan, kadang kaum muda mudah sekali terbawa oleh pengaruh luar yang kurang baik sehingga menyimpang dari prinsip ajaran- Nya. Karena itu ia mengajak un- tuk tetap berpegang teguh pada ajaran-ajaranNya dan lebih men- dekatkan diri padaNya. Di lain pihak, Bu Nanik, sa- lah seorang pamong mengha- rapkan kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan menjelang Natal tetapi juga dapat dilaksanakan pada saat lain, dalam menyam- but Paskah misalnya. Novena 9 hari ini ditutup denga misa yang dipimpin oleh Romo Broto Sudarmo SJ. (elsa) terbuka bagi regu siswa mau- pun siswi SMA di Yogyakarta. Sedangkan di lingkungan in- tern diadakan lomba interior ke- las, balon antar kelas, dan lom- ba spanduk. Untuk umum yakni lomba sepeda gembira, dilang- sungkan Minggu 17 Januari ta- hun depan, bersamaan dengan lomba baris berbaris. Kegiatan lain yang juga ter- buka untuk umum ialah bazaar 8 s/d 10 Januari 1993 di kampus SMAN 1 Teladan, yang akan menggelar produk berbagai per- usahaan, juga akan memamer- kan karya pelajar Yogyakarta. Pada lomba sepeda gembira, panitia menyediakan kaos, tas olahraga, topi, snack dengan biaya pendaftaran Rp 7.500. Ha- diah-hadiah yang akan dipere- butkan adalah sebuah Honda Black Astrea, sepeda Federal, dan sejumlah doorprize mena- rik. Pendaftaran di kampus Ce- mara SMAN 1 Yogya, Jalan HOS Cokroaminoto 10 Yogyakarta. Lustrum ini juga dimeriahkan pergelaran wayang kulit sema- lam suntuk oleh dalang Ki Hadi Sugito. (firman & vierna) Musibah NTT dan Pelajar Kita SOLIDARITAS sosial pelajar di Yogyakarta cukup tinggi, terbukti sejak harian Bernas membuka dompet sumbangan bagi korban bencana gempabu- mi di Nusa Tenggara Timur, setiap hari sejumlah pelajar SMTP dan SMTA datang menye- rahkan sumbangan. Sampai Rabu (23/12) misal- nya, tak kurang dari 25 sekolah yang 'mengirim' utusannya un- tuk menyerahkan sumbangan. Di samping itu, ada juga siswa SMTP/SMTA yang secara priba- di, atau ada yang per kelas mengantarkan sumbangan terse- but. Sebagian besar sumbangan berupa uang, lainnya berupa barang terutama pakaian. Putu Wahyu Ardika SMA PGRI Jakarta Barat Wah, ada tamu dari jauh nih. Makasih atas kirimannya. Kasih tahu teman-temanmu dong, di Yogya ada wadah khusus untuk pe- lajar Mestinya, kamu juga kirim berita-berita kegiatan sekolahmu. O ya, puisinya masuk anteran. Tunggu saja, OK? Kasih Bingkisan Hai MA, Hari-hari Bersama Girli Gairah di Balik Kabar baek aja khan? Makasih atas dimuatnya dua berita sekolahku itu dan makasih juga untuk Generasi "Rekoso" KELUARGA Besar Girli, ala- mat Jalan Tengiri, Minomartani; Besar sumbangan, sekian-seki- an. Demikian tercatat pada daf- tar penyumbang di Dompet Gempa NIT harian Bernas, Ra- bu (23/12). Siapa sih Keluarga Besar Girli? alasan tidak punya identitas, sulitnya mendapatkan fasilitas umum karena alasan tidak pan- tas, perlakuan sewenang-we- nang dari instansi resmi dengan alasan mengganggu ketertiban. Sebagian warga Yogya me- ngenalnya sebagai anak-anak, atau kelompok pinggir kali. Na- ma ini diambil karena sebagian besar di antaranya menghuni lahan di tepi kali Code. Tentu saja liar. Karena itu, dulu, kelu- arga mereka sering kena gusur. Sebut saja Memet, yang da- lam sekejap kehilangan rumah. serta kedua orang tuanya. Ia se- dang sepakbola ketika permu- kimannya digusur dan orangtua- nya digelandang entah ke ma- na. Ada Run yang tidak diakui orang tuanya lantas bergabung dengan anak-anak yang biasa mangkal di pinggir kali itu. Atau Kecik yang ditinggal begitu saja oleh ibunya di tepi jalan, lalu ia dipungut orang-orang di pinggir kali dan tumbuh di lingkungan ini sebagai remaja. Masih banyak lagi teman se- baya kita yang terpental dari ke- hidupan yang lazim, lalu nyang- kut dalam komunitas di sepan- (Didit) Adidananto jang pinggir kali, dan sehari-hari biasa mencari hidup di sepan- jang tepi jalan kota. Caranya, jadi tukang semir sepatu, nga- men, mulung, dan pekerjaan pekerjaan sejenis itu. Dulu, ada juga yang suka nyopet, maling, mabuk dan berbagai perilaku tak umum. Nah, sejak 1982 hingga kini mereka tergabung dalam keluar- ga besar Girli (pinggir kali). Mu- lanya Mas (Didit) Adidananta yang saat itu masih jadi maha- siswa, secara tidak langsung menghimpun mereka ketika ia memanfaatkan masa liburannya. Mula-mula lima anak, dan ber- kembang hingga kini mencapai 30 sampai 50 orang. Ya, mereka tumbuh dan di- matangkan lingkungan. Kehi- dupan jalanan yang keras men- jadikan anak-anak yang semesti- nya masih hangat dalam peluk- an orangtua ini jadi sekeras ling- kungan yang menempanya. Cari rejeki pun dengan cara keras. Tapi begitu ada rejeki sedikit, entah dari mana asalnya, habis untuk cuci mulut dengan rokok atau minuman beralkohol. "Kadang mereka jauh lebih 'kaya' dari kita. Tapi karena ti- dak tahu bagaimana memanfaat kannya, uang itu lari ke rumah bilyard, judi atau bahkan wanita penggoda," kata Mas Didit. hun. Rupanya, ia sudah punya modal yang dihimpunnya dari hasil 'nyemir' itu. Ia memang sigap. Tangannya. demikian terlatih memoleskan semir lalu menyikat dan menge- lapnya hingga mengkilat. GEMA yang diajarinya menyemir lalu mempraktekkannya di sepan- jang Malioboro, malam itu ha- nya dapat menghasilkan Rp 750. Dia sendiri jauh lebih besar, pa- dahal jam kerja yang kami gu- nakan relatif sama. Dia hanya DI lain pihak rasa kekelu- argaan dan kemandirian mereka besar sekali. "Mbak aku wis ra- da gede iki isin je nek kon nye- mir, aku arep nyoba dagang", kata Totok, kurang lebih 12 ta- PESTA PUISI terkekeh ketika GEMA menun- jukkan hasil kerja malam itu. Banyak hal yang diperoleh selama dua hari bergaul dengan mereka. Terutama bagaimana seseorang dalam usia muda ha- rus bisa survive di tengah keras- nya kehidupan. Bagaimana me- reka memandang orang di luar lingkungannya, dan bagaimana mereka bersikap ketika ada orang luar 'bertamu' masuk ke lingkungan tersebut. Apa yang dikemukakan Mas Didit, tampaknya benar. "Jangan membawa konsep apa pun. Jika kita datang dengan membawa konsep, berarti kita ini subjek dan mereka objek. Kalau sudah demikian tidak ada gunanya. Yang mereka butuhkan adalah pengakuan." Kadang orang tidak tahu atau mungkin tidak mau tahu latar belakang kehidupan mereka se- hingga untuk menunjukkan ek- sistensi mereka sebagai manusia beradab yang patut dihargai ke- beradaannya pun sulit sekali. Karenanya, dengan prinsip "mengalir" Mas Didit ditemani mbak Sinta dan mbak Evi men- coba mengajak mereka belajar mengenal norma-norma yang ada dalam masyarakat umum. Tanpa membawa konsep sedikit pun mereka terjun hidup berge- landang bersama mereka. Sitti Mariyam Kejadian Malam Bila sang penudung kegelapan menitikkan air mata, Mengapa jangkrik-jangkrik itu bernyanyi. Dan bila di kejauban terdengar senandung kidung kebahagiaan, mengapa juga terdengar tangisan kesediban. Ab, mengapa harus berbeda, Mungkin inilab keadilan Tuban Tapi aku tidak tahu apa itu keadilan. Betul-betul membingungkan! Ya! Hanya Dia yang sempurna. Semua kejadian malam ini, telab terukir di buku barianku. Kini aku mengerti, apa sesungguhnya bakekat bidup manusia di dunia. Karena aku bertanya pada Tuhan, banya Dialah yang Mahajujur. • SMPN 5 Cilacap Permono Aji: Tentang Sepasang Sandal Tua Dalam mimpimu sandal tua Masib dikenakan di kaki tuanya Berkelana menjelajab desa ke desa Ketika kotor dicuci dan dikilapkan Tapi dilepas di depan pintu orang besar Dengan demikian, apa yang mereka alami juga dirasakan. Misalnya, bagaimana masyara- kat 'menolak kehadiran mere- ka. Bentuk-bentuk penolakan itu bisa berupa sulitnya menda- patkan rumah tinggal, dengan Asti W SMP Bopkri I Yogyakarta Dalam mimpimu sandal tual Adalab pondasi perjalanan-perjalanan manusia Menghindari kaki dari kerikil dan duri-duri Dari kotoran dan sengatan matabari Menjadi alat seseorang keluar dan pergi -Makanya, kirim terus berita-berita kegiat- an sekolahmu. Kami memang memprioritas- kan pemuatannya. Maklum, berita kalau ditun- da lama-lama kan jadi basi, nggak aktual lagi. *** Chistiana Widiastuti, SMP PALUI Boro Kalibawang Kulon Progo. Makasih ya puisinya, jangan cuma puisi dong. Ki- rim karyamu yang lain, yah! Bakdilah, SMEA Negeri Bantul. Nah, ghitu kirim terus benta sekolahmu, kapan maen ke GEMA? Kami tunggu Cilacap, 1992 Kini ia di keranjang sampah, merintih sendiri Tububnya robek direnggut ribuan memori Siapa lagi yang sudi? Barangkali ia pun berkisab, bidup memang keji Jangan berkhayal bila bidup tidak berfungsi. • SMA Marsudiluhur Bagi teman-teman, baik seca- ra pribadi, maupun berkelom- pok (OSIS, PMR, Pramuka dll) yang tersentuh untuk ikut meri- ngankan beban saudara-saudara kita di NTT, dipersilakan berhu- bungan langsung dengan sekre- tariat Bernas. (eko) DARI KAMU BUAT KAMU Puisi dari Jakarta Dengan hormat, 'penghilangan beberapa kalimat nya (he..he..he..). Nggak papa kok, malah- jadi padat dan ringkas. Bersama ini saya sampaikan tiga buah naskah puisi dengan judul: Cermin, Syair di Sabtu Sore, dan Mengapa. Mu- dah-mudahan dapat dimuat di GEMA mendatang. Jika tidak dimuat, harap di- kirim kembali. Perangko terlampir. Atas perhatian redaksi tak lupa saya ucapan terima kasih sebelumnya. Wassalam *Rosadi, SMAN 9 Yogyakarta. Kata- nya sesudah pengumuman lomba tulis Cerpen mau kongkow lagi ke GEMA. Ma- O ya aku ngasih bingkisan nih, Poisi na tuh naskah yang dijanjiin? Kami nung- ya? OK deh, segini aja. Cuma mau bi- gu lho. lang terimakasih koq! Maennya kapan- kapan aja ya? Selamat jalan buat yang mau liburan mudik, dll. Elvi: Ibu di dada ini berkecamuk suatu pertanyaan mengapa aku dilahirkan? itu bukan gugatan bukan pula suatu tuduban dorongan ada dalam benak tak taban menyeruak mencari jawab misteri bayat tapi syukur, Ibu kau berikan hidup ini aku bisa berbagi makna dalam perjuangan bersama buat Ibu aku berdoa kepada Sang Prmberi Sgala semoga Ibu babagia SMPK Promasan Kulonprogo "OLEH pihak Departemen Sosial, kami dianggap sebagai penghalang pembangunan. Pi- hak Pemda menganggap sam- pah kota. Karena itu jangan he- ran kalau anak-anak Girli meng- anggap para petugas ketertiban sebagai musuh. Itu karena me- reka tidak mau datang sebagai sahabat," ujar Mas Didit. "Okey, saya tahu maksud De- partemen Sosial baik. Iya kalau mereka itu datang secara baik- baik menanyai siapa namamu, kenapa, bagaimana? Tapi kalau mereka datang dengan aparat, kemudian tanpa basa-basi me- nendang mereka, dan mengang- kut mereka dengan truk yang paginya dipakai mengangkut sampah, apa ini bisa diterima? Apakah hukum lebih tinggi ke- kuasaannya daripada nilai-nilai kemanusiaan?" kata Mas Didit mengenai sikap warga Girli ter- hadap lingkungan di luarnya. Karena penolakan-penolakan seperti di atas pula, mengubah norma mereka ke arah yang la- zim, tidaklah mudah "Saya ber- usaha mengenalkan lingkungan yang sehat kepada mereka, mi- salkan menyewa rumah di kam- pung, mengenalkan mereka pa- da para remaja yang hidupnya normal, sehingga ada model ber cermin." kata Mas Didit lagi. Satmoko Budi Santoso: Catatan Yang Terbenam Mengenai pendidikan moral, sampai kini masih sulit. "Secara konvensional, misalnya bahwa maling itu dosa, nyopet itu do- sa, saya kira penjahatpun tahu bahwa membunuh itu dosa. Itu tidak perlu diberi tahu lagi. Ka- rena itu, pendidikan yang kita berikan adalah kalau kamu diji- wit sakit ya jangan njiwit. Kalau kamu marah karena duitmu di- curi, ya jangan nytri duit orang. Tidak bisa kok lantas tiba-tiba kita datang trus mengatakan bahwa Tuhan itu maha adil... Ba- gaimana mereka percaya, Iba wong begitu lahir cenger mere- ka hidup rekoso. Bagaimana mereka bisa bilang Tuhan itu Maha Pengasih kalau sejak kecil mereka diasuh oleh ibu yang pelacur?" kata Mas Didit. "Ah rasab bapak-bapakan, kabeb bapak ki tai, minggat ora kanda-kanda," protes Run yang sudah 4 tahun tidak berjumpa dengan orangtuanya..... Alfonsa Kristiani BR Laporan, Elsa, Yudit, dan Eko (atas permintaan, nama-nama anak Girli dalam tulisan ini bukan nama sebenarnya) Berdiam di malam bintang Aku bunga di balik adanya Kesenyapan angin membawa, membatasi makna Ruang waktu, milik kita Hingga pintu syair membuka langit-langit kesadaran naskah kamu yang lain. OK?! Donny Setiawan, SMPN 5 Yogya- karta. Udah lama nggak kirim naskah, sibuk ya Mas, liburan ini nyibukin lagi kirim ke GEMA. Ada salam dan Esti. Dan kumasuki perjalanan tak berbekas di tinta tinta doa Hanya sebuah diksi menyembul di kata Milik kita Yonathan Agung Setiawan, SMA De Britto Yogyakarta, Haj, kok lama ng- gak kirim naskah. Ulangan Umum kan udah selesai. Kirimanmu kami tunggu. *Christina H. (Ina), SMA Stella Duce II Yogyakarta. Makasih ya Mbak kartu Natalnya. Doain deh, tahun yang akan datang kami tambah kompak deh. Kalibawang, 1992 Bedug-Bedug Keabadian Bedug-bedug keabadian pemobon-pemohon mendamba kembali bergemurub di jalan-jalan pembebasan nurani. Seperti mendetaki setiap deret kata-kata yang tak berucap di jendela-jendela kecemasan Dan beribu langkah keprasaban tertulis bayang-bayang kesucian mahkota: Mawar pemaknaan. Seperti merengkub sebuah bangunan doa-doa tersimpan kanvas-kanvas peristiwa Emmy Nursanti, SMAN 8 Yogya- karta. Makasih atas kiriman kartunya, dolan lagi ke GEMA dong. Jangan kapok gara-gara kemaleman malam minggu itu Tho. Ntar kita bikin acara lagi. OK. Elizabeth Hardianti N, SMA Stella Duce II Yogyakarta Selamat Natal dan Tahun Baru juga ya mbak salam kompak selalu dan kami juga. Jangan hanya puisi dong, kirim karyamu yang lain Kepada Dyah Retno SP Yang bergema dalam gumpalan-gumpalan bahasa Yang terpancar sinar-sinar cakrawala Berpendar-pendar dalam jeritan tangis luka Di udara Yogyakarta, Februari 1992 SMAN 2 Wates, Kulonprogo Pupun Widodc, SMAN 6 Yogya. Ke mana saja, Cak? Tulisan terakhimya su- dah lama, kan. Mana lagi. O, ya, titip sa- lam buat Maria Murti Wulan. *Mashud Ardi Nugroho, SMAN 2 Yogya. Mana lagi Cermin-mu. Kalau bisa kinm terus berta skolahmu, di situ kan banyak sekali kegiatan. Anis Rosyidah, Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Tayu, Pati. Waduh, nggak pernah ada kabar lagi. Udah lulus ya. Ayo dong, mbak kasih masukan buat GEMA Kawan-kawan lain di Pati nggak ada yang diminta nerusin jejaknya ya? Teman-teman di SMA Muhammadi- yah II Yogya. Salam kenal, mana lagi k ya-karya dari Muha, ditunggu Luki ama Nana yang dari Muhi. Rini Suprapti, SMAN Purbalingga Selamat natal buat Anda. Mulai agak su- rut kesibukannya toh, tapi kan anda juga tengah menghadapi.ujian akhir. Ya, sela- mat saja deh. Kalau stress, nulis aja, ki- rim ke GEMA Alexandra Ide, SMAN 9 Yogya. La- ma sekali tak jumpa lagi, ada yang ka- ngen sama artikelmu, karena itu ayolah kirim lagi. Selesai ulangan, pasti segar lagi kan? BELIA 41 Santa Cl SEJAK seminggu yang lal dengan hiasan-hiasan khas Dipa rajin mengumpulkan s khusus. Ia memang ingin me di sudut ruang tamu di ruma yang cukup besar. Tetapi Di "Aku ingin suasana Natal Dipa. 4cm Apa yang dikerjakan sejal banyak yang tahu. Ayah dar ingin membuat sebuah kejur teman-temannya, termasuk "Aku akan undang Joko ini," katanya dalam hati. Bull kapi lampu hias itu saja yan mempersiapkan pakaian Sam "Nanti aku akan memeran rankan Santa Claus," katany= yang dipesannya kepada se- kemudian berfikir, hadiah ap Claus dan Piet Hitam? Padah untuk beli pohon Natal dan "Wah rasanya kok tidak e memberi hadiah," katanya. ruangan. Tetapi ia tidak men membuka almarinya. Di san tulis yang masih baru. "Ya...kok cuma buku tulis ngasih hadiah buku tulis," k tersebut. Ia terkejut ketika te dari luar. "Dip... apa yang kamu ke ayahnya dari luar kamar. "A...a..nggak...nggak mem kok!" jawab Dipa. Terdenga meninggalkan pintu kamar ingin masuk kamarnya, la la berfikir, apa hadiah yang pa Santa Claus yang tadi sudah jenggot, baju, kaus tangan, lalu berdiri di depan kaca. hati. Ia melihat kaca mata hi belajarnya. "Ah, masak Santa Claus ingin mencobanya juga. Der dar-mandir di dalam ruanga "Mungkin kalau sekarang mendapatkan hadiah-hadial kaset lagu Natal dan dipasan berkumandang, perlahan-lal "Ayah...ayah...sudah pas memanggil ayahnya. "Hai..apa-apaan ini? Dari Dipa lalu menjelaskannya. keinginannya untuk mengum "Wah...kalau begitu, ayah pemain. Sore nanti, di gereja Santa Claus. Bagaimana kala Tetapi...bagaimana deng "Kamu tak usah memikirl terkumpul sejumlah hadiah. kurang mampu. Nanti kamu hadiah tersebut!" "Hore...aku jadi Sinterkla sekali. Ia kemudian mengam nya. "Ayah, aku juga punya pa saja yang memerankan Piet "Boleh...apa Wanto sudah "Belum!" "Sekarang kamu segera sa siap ya?" "Oke..oke." Dipa kemudian melesat d rumah Wanto. Anak tersebut yangkan, betapa agungnya Santa Claus. Sementara Wan yang akan mengawalnya. (Is SEHAT & Canti bersama Trustee THE SCIENCE OF HEALTHYS Pertanyaan mas Saya punya dengan rambut saya, ingin saya tanyakan: Saya keramas dua sekali, tetapi rambut sekali menjadi bermi dan susah diatur, baga na mengatasinya? Ran saya berwarna kemer dan pecah-pecah. Cherry Jl. Adisucipto, Yogyaka Jawaban Rambut anda term rambut jenis bermin untuk itu rambut dicuci setiap hari de shampo yang pH Bala dan pilihlah shampo sesuai dengan jenis butnya. Rambut yang merah dapat diseba karena sinar matahari pengeritingan rambut, Dry. Untuk mengatasi but pecah-pecah, h hal-hal yang menjad nyebabnya. Rambut pecah dapat digunting mentara) sebatas ca yang pecah. Pertanyaan Saya berumur 18 Bagi remaja yang menging kecantikan, kirim saja pertan Perintis Lantai V Jl. Kebahag cantumkan "Sehat & Cantik Pertanyaan yang dijawab akan AMIT
