Tipe: Koran
Tanggal: 1992-12-27
Halaman: 12
Konten
2cm Color Rendition Chart 12. MINGGU KLIWON, 27 DESEMBER 1992 BERNAS 05.30: Kuliah Subuh 06.00 Selamat Pagi Indone- sia 07.00: Berita Pagi 07.30 Film Seri Gebert 08.05 Film Seri The Greatest Adventures of the Bibles 08.30 Film Nasional Yang Kembali Bersemi TRI 07.00: Berita Pagi 07.30: Sehat dan Bugar 07.40 Film Seri Star Street 08.30 Ria Jenaka 08.45 Film Seri Voltron 09.05 Pelaku dan Peristiwa 09.30 Pelaku dan Peristiwa 10.25 Temu Remaja 10.55 Keterampilan Keluarga 11.10 Dari Gelanggang ke Gelanggang 12.20 Warta Berita 12.35: Film Seri The Right to Love 14.30 Film Seri G Force 15.00 Film Seri Little House on the 07.00 Film Seri Mighty Mouse and Friends 07.30 Film Seri Ksatria Baja Hitam 08.00 Film Seri Doraemon 08.30 Film Seri Voyage of Doctor Douttle 09.00 Film Keluarga Little Monster 11.00 Film Seri Lux Screen Star 12.00: Kaleidoskop Olah Raga 13.00 Davis Cup USA vs Swedia 14.00 Film Seri Quantum Leap 15.00 Film Seri The Young Riders 10.30: Film Seri New Land (7) 11.30 Film Seri Okavango (7) 12.30: Musik Disco Rally 13.00 Hiburan Remaja 16.00 Olah Raga The Sport School "Basket" 17.00 Film Seri Kappatoo 17.30: Serbaneka 18.00 Lazuardi Imani 18.30 Film Seri Fantasy Island (7) 19.00 Berita Nasional (TVRI Pusat) 19.30 Film Seri Prime Time 20.30: Dari Panggung ke Panggung Prairie 16.30: Berita Daerah 17.00: Berita Nusantara 17.30: Budaya Nusantara 17.56 Azan Maghrib 18.00 HADIAH UTAMA 1 (satu) perangkat WEARNES COMPUTER HADIAH KE-11 1 (satu) set tempat tidur LIGNA BD-009 RX Negeri Tercinta Nusantara Provinsi Timor Timur Siaran Pedesaan 18.15 18.30: Mimbar Agama Kristen Advent Baptis 19.00: Berita Nasional 19.30 Film Seri War of the World 20.30: Serba Prima 21.00 Dunia dalam Berita 21.30 Sepekan Sinetron Akhir Tahun Hari Keempat Di Suatu Hari, Di Suatu Saat, Di Suatu Masa Berita Terakhir Telerama 22.55 23.05 HADIAH KE-Ill 4 (empat) jam tangan SEIKO Ketika Pelukis Merasa Putus Asa Sepekan Sinetron Akhir Tahun, Di Suatu Hari Di Suatu Saat Di Suatu Masa, TVRI Pusat Jakarta, Minggu 27 Desember, NAZUAR (Agus Melatz) bangga ketika dirubung para wartawan seusai pembukaan pameran lukisan karyanya.. Setiap menjawab pertanyaan, ia selalu menyebut nama istrinya yang dianggapnya telah menjadikan Nazuar sebagai pelukis 'besar'. Pernyataan itu bukan basa-basi. Nazuar memang sangat Pukul 21.30 WIB mencintai istrinya. Karenanya, setiap mengadakan pameran, foto yang dimodeli istrinya senantiasa dipajang. Tetapi, sejak istrinya meninggal lantaran tertabrak mobil, Nazuar hanya bisa murung. Ia bukan lagi pelukis produktif. Bustaman (Budi Setiono) menyayangkan sikap Nazuar. Setelah berbagai upaya gagal, Bustaman menyarankan Nazuar pindah tempat untuk sementara waktu. Di tempat barunya, Nazuar bertemu dengan gadis cilik bernama Mimin yang wajahnya mirip dengan almarhumah istrinya. Mimin pun diangkat anak oleh Nazuar. () HADIAH KE-IV 5 (lima) kamera SINPOCA Pretty DL-3 HADIAH KE-V 2 (dua) Mini Radio Tape 16.00 Penyegaran Rohani Agama Kristen 16.30: Sinetron Seri Sababat Piliban 17.00 Trend Musik Goyang Meriam Bellina di LP LAGU dangdut Gubug Derita tiba-tiba saja bergema di Aula Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang Jawa Barat. Beberapa penghuni yang memang haus hiburan, tak mampu menahan diri. mereka ikut 18.00 Film Seri Doogie Houser MD 18.30: Liputan Khusus 19.00: Berita Nasional (TVRI Pusat) 19.30: Sinetron Serial Sukreni Gadis Bali 20.30: Film Seri Carol Burnett 21.00 Dunia dalam Berita (TVRI Pusat) 21.30: Film Codename Dancer 23.30 Film Seri Magnum PI 00.30 Film Seri Vegas 01.00 Berita Terakhir (TVRI Pusat) Meriam Bellina, Ully Artha dan Ria Angelina, Rabu (23/12) mencoba mengobati rasa sepi dkm yang dialami para Meriam Bellina penghuni LP yang seluruhnya wanita itu. Usaha itu merupakan inisiatif mereka sendiri. "Kami datang kemari, untuk berbagi rasa bersama rekan-rekan di sini," kata Mer. Ketika melantunkan Gubug Derita, Mer memang mengajak salah seorang penghuni LP untuk berjoget bersama. "Ayo, joget terus sampai tua," ajak Mer sembari meliuk-liukkan tubuhnya. Lagu demi lagu dinyanyikan secara bergantian. Terakhir beberapa penghuni LP memperlihatkan kebolehannya dengan memainkan alat musik anglung, mengiringi Ria Angelina. Acara ditutup dengan penyerahan bingkisan, yang diterima oleh wakil dari penghuni LP. Mewakili rekan-rekannya, Mer menyatakan rasa terimakasih atas sambutan yang diberikan. Sebelum meninggalkan kompleks LP, mereka sempat berfoto bersama. Mer dan kawan-kawan tampak merasa bahagia, "Hati saya senang sekali, karena dapat membahagiakan orang lain," ucap Mer. (agy) I. Tokoh dalam Pesona Diri Adikata Adalah : a. Teuku Umar b. Dewi Sartika c. Cut Nya Dien II. Dalam kemasan kotak (doos) Hemaviton diatas tulisan Hemaviton ada tulisan terdiri dari 4 huruf, yaitu : a. Baru b. Bode c. Asli bergoyang mengikuti irama dan maju ke panggung berjoget bersama para artis yang datang merayakan Hari Natal dan Hari Ibu. CP 10 No. 04 hemaviton TVRI BERNAS Lingkari salah satu jawaban, gunting dan tempelkan pada kartu pos, kirim atau serahkan ke Harian BERNAS Jl. Jend. Sudirman 52 Yogyakarta 55224. Atau melalui AGEN BERNAS TERDEKAT. BERNAS.... Lebih Cantik Wajahnya Lebih Nikmat Dibaca Lebih Aktual Beritanya Pastikan!! BERNAS Bacaan Anda Sulit Tentukan Mode Khas Yogyakarta Yogya, Bernas Hingga saat ini masih sulit menentukan spesifikasi mode khas Yogyakarta. Selain masya- rakatnya yang belum mendu- kung, juga disebabkan faktor geografisnya yang tak kalah menjadi kendala. "Meski selera mode masyara- kat Yogya tergolong tinggi, na- mun selera ini tidak didukung oleh minat membelinya. Arti- nya, meski itu sebuah rancang- an bernilai tinggi dan mahal se- kelas dengan produk Jakarta, namun kecenderungan membe- linya masih melihat faktor di mana dan dari tangan siapa bu- sana itu diproduksi," kata peran- enamaan Yogyakarta, 'i kediamannya, Kamis can Ham. (24/12 Selera masyarakat Yogyakarta yang terdiri atas beragam suku, lanjutnya, menjadi faktor lain yang menyebabkan perancang Yogyakarta belum berani mem- buat trend berciri khas Yogya- karta. Meskipun bukan lantas berarti kondisi semacam itu me- nyulitkan. Selera pasar mode yang cepat berubah menjadi tantangan tersendiri untuk terus mengasah inspirasi untuk mela- hirkan kreasi. Pengiriman paling lambat 10 Januari '93 jam 18.00 WIB Namun demikian, kata Ham- zah, inspirasi saja tidak penting jika hasilnya tidak mendapat sambutan pasar. Betapapun, HUSUS untuk wilayah Yogyakarta, paket Old and New tahun ini layak dicatat sebagai era ke- bangkitan artis lokal. Mengingat, dari sejumlah hotel, diskotek dan resta- uran yang ada, sebagian besar dimeriahkan oleh artis lokal. Sedangkan untuk artis ibukota, yang dipastikan akan hadir adalah pasangan Titik Sandhora dan Muchsin, Rita Nasution serta Koes Hendratmo dan artis asing hanya Susy Chang dari Mandarin yang akan tampil di Sahid Garden Hotel. kendati rancangan busana me- rupakan produk seni, di balik- nya juga kental unsur bisnis. Kondisi itulah yang kini se- dang menjadi tantangan bagi perancang-perancang Yogyakar- ta. Di satu sisi dituntut untuk te- rus berkreasi, di sisi lainnya di- tuntut pula untuk terus menjaga kelangsungan produksi. "Sebetulnya saya sudah mulai tampil di muka umum pada ta- hun 1991, sebagai salah seorang peraga pada Festival Keraton. Dari situlah kemudian saya ikut sekolah Modelling Mandar Paes milik Bu Angling," kata siswi ke- las 3 SMP Maria Immaculata Yogyakarta, kepada Bernas, di kantor Bernas, Selasa (22/12) si- lam. "Bisa saja kita tetap idealis berkarya dengan pemasangan prize, tarif yang idealis pula. Ta- pi jika karya semacam itu hanya tercipta satu tahun satu, tidak mungkin rasanya perancang bi- sa bertahan lama," papar Ham- zah. Khusus untuk kondisi Yogya- karta, lanjut Hamzah, seorang perancang belum bisa mema- sang tarif di atas Rp 1 juta. Se- bab, dibandingkan dengan meli- hat nilai dan maknanya, masya- rakat Yogya masih lebih suka menikmati perkembangan mo- denya. "Sebetulnya malu sekali, te- tapi karena banyak peserta la- innya, akhirnya dipaksakan un- tuk berani. Ternyata tidak de- mam panggung. Dan karena sa- ya tidak punya beban apa-apa maka santai saja. Kalau akhirnya Dengan kondisi semacam itu, perancang yang kerap disebut sebagai 'bapak' para perancang Demi melihat penampilan a- naknya di muka umum, kedua orangtuanya seperti melihat ba- kat terpendam yang selama ini tidak diketahui. Dan setelah be- lajar di Mandar Paes, gadis ber- tinggi-berat 164/48 itu mencoba yang diadakan sebuah diskotek KUPON CANDRA PESONA X Dimuat tanggal 23 Desember 1992 s.d. 2 Januari 1993 mengikuti lomba Top Batik rangtuanya. di Yogyakarta. Sejak saat itu, tampil di cat walk bukan lagi persoalan baginya. itu belum berani membuat satu gebrakan untuk menentukan mode dengan spesifikasi khas Yogya. Meskipun, kadang karya yang dicetuskannya acapkali mampu menasional, seperti lu- rik dan batik lusuh yang hingga kini masih berjaya. (gea) Paket "Old and New" di Yogyakarta Digelar, Pentas Rock untuk Kebangkitan Artis Lokal Bantu Korban Gempa Flores Jakarta, Bernas yang akan kami sebarkan hanya diperuntukkan khusus kepada mereka yang ingin membantu saudara-saudara kita yang saat i- ni sedang tertimpa bencana di Flores," ujar Bangkit. Ide pelaksanaan paket itu, lanjutnya, berawal dari seruan hati nurani yang menyebutkan kondisi kehidupan penyanyi rock sudah sangat lumayan jika dibandingkan dengan para kor- ban bencana itu. Karenanya, ti- dak ada salahnya, jika mereka berusaha memberikan sesuatu yang mungkin berguna. kan didampingi band The Disc dan tampil di Roro Jonggrang Room. Kejutan kalau boleh dise- but begitu justru muncul dari Bellmont Prambanan Hotel. Ho- tel yang berlokasi di belahan ti- mur kota Yogyakarta itu meng- hadirkan pasangan artis serasi Titik Sandhora dan Muchsin de- ngan iringan All Stars Band. Da- ri tiga hotel berbintang yang ada di Yogyakarta itu, tarif untuk menikmati sajian paket Old and New sebesar Rp 150.000. Tarif tempat hiburan lain bervariasi, antara Rp 75.000 hingga Rp 100.000. Dari data yang berhasil di- himpun Bernas, hingga Sabtu (26/12) malam, paket Old and New di Natour Garuda Hotel yang tahun lalu menghadirkan Betharia Sonata, tahun ini me- ngandalkan Koes Hendratmo. Pemandu acara paket Berpacu dalam Melodi produksi TVRI Pusat Jakarta itu akan didam- pingi Anna Rianna Singers dan Artistic Band. Ambarrukmo Pa- lace Hotel menyiapkan artis Rita Nasution yang akan tampil da- lam paket berkemasan Back to Sixties Penampilan saudara kandung Diana Nasution itu a- Tarif untuk paket Old and New yang menyajikan gelar bu- sana, musik serta tari itu berki- sar antara Rp 25.000 hingga Rp 35.000. Tarif itu tentu saja sudah termasuk dengan peralatan untuk pesta terompet. Tahun ini, tercatat pula tidak ada pentas musik di lapangan. Sari Lebih Suka Rok Mini PUTRI pertama pasangan Ku- marhadi Soerjopoetro, Kepala Astek Yogyakarta dengan Nur Kusdarinah ini sepintas tak tam- pak sebagai seorang model. A- palagi melihat sikapnya yang kekanak-kanakan dan pemalu. Namun, RA Sri Habsari Suprobo Dewi (14) yang akrab dengan panggilan Sari itu ternyata telah meraih prestasi sebagai juara pertama dalam Top Model Batik tingkat nasional di Denpasar a- Iwal November lalu. KENDATI beberapa hotel menampilkan artis asal ibukota, namun hotel-hotel dan tempat hiburan lain cenderung meng- undang artis lokal untuk mengi- si paket tahunan itu. Meski su- dah menyiapkan Susi Chang da- ri Mandarin, malam Old and New di Sahid Garden Hotel yang menurut rencana akan di- pandu Ninda Kariza dengan i- ringan Geronimo Band juga a- kan diisi oleh tari modern yang digelar kelompok Gassela asal Yogyakarta. MISU CIDER *** RA Sri Habsari Suprobo Dewi menjadi juara III itu sama sekali di luar dugaan, tapi sempat deg- degan juga," kata Sari yang da- lam setiap acara lomba atau fa- shion show selalu didampingi o- BAGINYA, salah satu resep menghilangkan rasa minder a- dalah menguji kemampuan le- wat aneka lomba. Selain juga menjalin hubungan dengan mo- del yang sudah senior. Resep selanjutnya adalah latihan. Kare- nanya, nyaris setiap menghada- pi lomba, di balik panggung Sa- ri senantiasa melakukan latihan "Pokoknya enggak ada acara show untuk Natalan. Sejak dulu, ayah meminta Ruth mementingkan kebaktian. Maklum, Natal bagi keluarga kami merupakan peristiwa yang penting bagi keluarga. Kami ngumpul bersama, cerita pengalaman dan berdoa bersama mengucapkan syukur atas rahmat yang diberikan-Nya selama satu tahun ini," ujar penyanyi bersuara jazzy ini, di rumahnya di Jakarta, Jumat (11/12) lalu. Kendati demikian, bukan lantas berarti kepulangan Ute - panggilan akrabnya -- bisa berlangsung lama. Sebab, kehadiran Malam Tahun Baru sudah menantinya. Artinya, setelah kumpul dengan keluarga selama tiga hari, Ute akan 'manggung' lagi. "Sesudah tanggal 25 Desember, biasanya. saya mulai disibukkan kembali Di Pappilon Videotheque, koreofashion Ananta Kanapi di- percaya menggarap sebuah ka- baret dengan dukungan sejum- lah perancang dan peragawati kenamaan Yogyakarta. Paket gelar busana juga disiapkan Crazy Horse Music Room, Yog- ya Palace Hotel dan Century Yogya International Hotel. Khusus untuk Yogya Palace Hotel, gelar busana dipercaya- kan kepada 'napoleon' tenun, Jadin Jamaluddin. Pada kesem- patan itu, Jadin juga mennyiap- kan jazz dan tari-tarian. Sedang- kan di Century Yogya Inn Ho- tel, disajikan gelar busana karya Ardiyanto. "Untuk selingannya, kita juga menyajikan atraksi tari dari Bala Mahardhika," ujar Ratna, Public Relation Century Yogya Interna- tional Hotel, di ruang kerjanya, Sabtu (26/12). Ruth Sahanaya dengan kerja sebagai artis. Saya akan manggung hingga Tanun Baru," paparnya. Menurut rencana, khusus me-nyambut 1993 itu, Ute akan Bernas/eta lebih dulu. Ada kenangan tersendiri ke- tika Sari menjadi juara III Festi- val Jeans yang digelar di Yogya- karta beberapa saat silam. Saat itu busana yang dikenakan me- rupakan hasil rancangan ayah- nya. Bahkan kemeja itu sebetul- nya hadiah sang ayah untuk i- bunya. Meski merasa lebih pas me- ngenakan pakaian kasual, Sari pemah juga mengenakan keba- ya. "Tetapi kalau disuruh milih, lebih baik pakai rok mini atau celana jeans, lebih bebas," tan- das Sari. (yul) VOLL AUSC Berbeda dengan thaun lalu, di Stadion Kridosono tampil ke- lompok Elpamas lengkap de- ngan gitarisnya, Totok Tewel, tahun ini aktivitas itu tidak ada. *** BERDASARKAN informasi yang berhasil dihimpun Bernas, tiket untuk paket tahunan itu memang belum banyak diserbu pengunjung. Namun, konon kondisi itu wajar, mengingat konsentrasi orang masih pada perayaan Hari Natal. "Biasanya dua atau tiga hari menjelang acara baru meriah," kata Public Relation Bellmont Prambanan Hotel, Deppy, di Kantor Bernas Sabtu (26/12). Hal senada juga dikemuka- kan Zainuddin dari Crazy Horse Music Room. Biasanya, pengun- jung baru menyerbu tiket men- jelang tiba hari pergelaran. "Me- ski tetap ada sistem pesan tiket, tapi pengunjung baru tertumpah justru pada menjelang puncak acara," ungkap Zainuddin. Situasi semacam itu tidak ha- nya terjadi saat ini, tetapi juga tahun-tahun sebelumnya. Kare- nanya, tidak ada yang merasa khawatir paket hiburan yang di- tawarkan tidak terjual. (gea) Malam Ini, Konser Musik Modern ¹92 Yogya, Bernas Bekerjasama dengan majalah Tempo dan Harian Kompas, Fo- rum Study Komposisi Musik (FSKM) Yogyakarta akan meng- gelar Konser Musik Modern '92 di Auditorium Jurusan Musik In- stitut Seni Indonesia (ISI) Yog- yakarta, Minggu (27/12) malam ini. Pergelaran menampilkan komposer Tony Prabowo, Sla- met Abdul Syukur, Haryo Yose Suyoto, Royke B Kopaha dan Budi Ngurah. Dalam surat edarannya, pani- tia mengemukakan, hingga saat ini perkembangan musik mo- dern di Indonesia belum cukup banyak tersiar. Padahal kemaju- an bidang ekonomi dan tekno- logi semakin cepat maju. Kare- nanya, sekelompok mahasiswa ISI Yogyakarta sepakat untuk membuat suatu wadah, yakni FSMY. Ruth Sahanaya Tidak Pentas di Hari Natal BAGI Ruth Sahanaya, Hari Natal boleh jadi identik dengan pulang kampung ke Bandung. Kebiasaan itu konon sudah nya-ris menjadi tradisi. Karenanya, setiap datang Natal, pelantun Kaulah Segalanya itu senantiasa menanggalkan segenap acara show. Selama ini, FSMY sudah me- ngadakan lima kali pertunjukan musik modern, tanpa memper- soalkan latar belakang sang mu-. sisi. Artinya, berlatarbelakang tradisi ataupun ilmu Barat, me- reka berhak tampil. Pada pergelaran itu, Slamet Abdul Syukur akan menampil- kan karya untuk piano dan vo- kal, Tony Prabowo mengusung Dongeng sebelum Tidur, Haryo Yose Suyoto menampilkan Hang Over dan labar dan Roy- ke akan menggelar Sunita no 4 yang terdiri atas Bubuka, Pasa- kaliya, Lara II, Skerjo, Saraban dan Jiga Gigana. (ndo) tampil di sebuah hotel di Jakarta. Hanya saja, ia enggan menyebutkan hotel yang dimaksud serta honor yang akan diterimanya. *** SEMENTARA itu, dihubungi secara terpisah, Eddy Silitonga mengaku kebingungan setiap tiba Hari Natal. Betapa pun, sebagai anak tertua, penyanyi asal Tapanuli yang lancar melantunkan lagu-lagu pop Jawa itu harus mengurus adik-adiknya. Menyinggung soal kesibukan pentas, artis yang mempopulerkan lagu Mama itu mengaku sudah lama tidak 'manggung' lagi kecuali ada undangan tertentu. Pada hari-hari libur seperti Natal dan Tahun Baru, kesibukannya justru mengirim para artis dan 'mencarikan' tempat pentas bagi mereka. "Wab sorry saya tidak bisa mengatakan, nama perusahaannya dan juga termasuk biaya yang saya terima. Yang jelas, dkm konsentrasi saya adalah mencarikan artis untuk mengisi suatu pentas ataupun memenuhi undangan dari suatu klien yang meminta saya untuk mencarikan artis untuk nyanyi," tandasnya. Pada 25 hingga 28 Desember Eddy mengisi acara di Depdagri. (amp) 16 Sebuah pergelaran rock demi membantu meringankan beban penderitaan korban bencana gempa bumi di Flores, akan di- gelar di Restaurant Manari Pub On Air Jakarta, 13 Januari men- datang. Pada pergelaran itu a- kan tampil Ikang Fawzy, Ang- gun C Sasmi, Renny Jayusman, Bangkit Sanjaya, Harry Mukti, kelompok musik Roxx, One Fe- el Band, Slank dan beberapa ar- tis lainnya. Kepada wartawan di Hotel Sahid Jaya, Kamis (24/12), Ba- ngkit Sanjaya mengatakan, acara Kendati gagasan muncul dari- akan dikemas dalam bentuk nya, kata Bangkit, tetapi tanpa bantuan rekan-rekan sesama pertunjukkan amal. Seluruh ha- sil pergelaran akan disalurkan rocker, acara itu tidak mungkin untuk membantu para korban bisa dilaksanakan. "Lagipula niat bencana di Flores. "Undangan ini sebelumnya sudah ada di IMM MUKTAMAR VII IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM) DI PURWOKERTO KEHADIRAN kan peletakan baru pertama. Menpora ter- Itu saja, tidak lebih sepuluh nyata disam- but dua pera- saan yang ber- menit. beda, gembira dan kecewa. Antara Kecewa dan Senang melihat Menteri," ujar seorang ibu staf pengajar Akper terse- but. Ya daripada tidak datang sama sekali tentu lebih baik bila bisa melihat langsung, apalagi mahasiswa yang bisa salaman dengan Menteri, me- reka sangat senang. (her/- oed) tentu Yang gembira saja panitial dan peserta muk- tamar. Panitia me- mang bebe- rapa hari ini sempat empot- empotan. Pasalnya, kontak dengan Menpora sangat sulit. Maklum menjelang akhir ta- hun dan Sidang Umum MPR yangakan dilakukan Maret tahun depan tentu saja mem- butuhkan perhatian yang me- nyita waktunya. Sehari sebelumnya Panitia bahkan menerima kabar Men- pora justru memastikan tidak bisa hadir karena ada undang- an dari Presiden untuk acara hari Sabtu (26/12) pukul 19- .00. "Hanya karena usaha keras yang sungguh-sungguh Panitia menghubungi pener- bangan Merpati, maka saya bisa sampai di sini," kata Men- pora. Tetapi tidak demikian de- ngan mahasiswa Akademi Perawat Muhammadiyah Pur- wokerto. Mereka sudah siap di calon kampus barunya me- nunggu kehadiran Menpora yang akan melakukan peletak- an batu pertama. Segala per- lengkapan sudah siap, bahkan mahasiswa itu ada di tempat sejak pukul 10.00. Tunggu punya tunggu, Akbar Tandjung bisa hadir di tempat itu pukul 14.15. Acara pun sangat singkat, melaku- Dawet "Ayu" Diserbu ES DAWET "Ayu" diserbu peserta Sidang Tanwir 'Aisyi- yah, begitu pim- pinan sidang memberikan ke- sempatan istira- hat sekitar 15 "Kecewanya sih yang kece- wa, nunggunya saja sudah sejak pukul 10.00, acaranya hanya sepuluh menit. Tapi ya alhamdulillah, masih bisa menit (pada pukul 09.40). Seke- tika, 25 gelas dawet "ayu" asal Banjarnegara yang kondang itu, diteguk oleh peserta sidang di Asrama Haji Jalan Lingkar Utara, Sabtu kemarin. Dawet ini memang tergolong enak, banyak menjadi gan- an bagi ibu-ibu 'Aisyiyah khu- susnya bagi pemrakarsa bazar di Sidang Tanwir itu, Hajjah Sitoresmi. "Saya jual di sini atas undangan Jeng Sito," tutur putri ayu penjual dawet itu. Biasanya, dawet "ayu" buka dasar di Jalan Tamansiswa (Wi- rogunan), Monumen Yogya Kembali, Umbulharjo (belakang terminal bus) dan Jalan Adi Su- Menpora Salah Masuk Mobil KEHADIRAN Menpora Akbar Tandjung di Muktamar VII IMM di Purwokerto me- mang sangat ditunggu-tunggu. Sehingga, tidak mengherankan bila peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia berebut ingin memotret atau potret bersama Pak Menteri seusai membuka secara resmi Muktamar ini. Dari Arena Muktamar Begitu keluar dari pintu Menteri langsung dikerumuni para peserta muktamar untuk sekadar bersalaman, memotret atau berpotret bersama. Warta- wan yang mencoba mencegat- nya untuk wawancara pun terpaksa harus mengeluarkan tenaga ekstra agar bisa berta- tap muka. Sangking banyak- nya orang yang mengerumuni Menteri sampai seseorang petugas yang hendak mengi- ngatkan Menteri karena wak- tunya segera meninggalkan telah habis mendapat kesulit- an. PRAKTIS-Menyambut Tahun Ayam, tiga perancang Yogya nyaris sepakat memproyeksikan trend busana 1993 dengan mode serba praktis dan bahan murah. Dari kiri ke kanan, busana yang diestimasikan mampu menjadi trend mode karya Hamzah, Ardiyanto dan Dadang. Seluruhnya menggunakan bahan dasar yang mudah dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat Foto: istoys, Model: Renny dan Sisca cipto (sebelah timur IAIN Sunan Kalijaga). Bila tarif segelas bia- sanya Rp 250, di arena Sidang Tanwir, tarif Rp 400 tetap dimi- nati. benak rekan-rekan yang memi- kirkan bagaimana cara agar pa- ra rocker bisa memberikan sum- bangan untuk meringankan be- ban mereka," tuturnya. Seusai ceramah Kepala Balit- bang Depkes RI, Prof Dr Soe- marmo Poerwosoedarmo, pe- serta sidang menyerbu lagi. Hingga sore hari, persediaan dawet "ayu" dua pikul pun lu- des. (nun) Bangkit mengatakan, pembi- caraan rencana itu pertama kali dengan Harry Mukt dilakuk Sebab Harry dinilai merupakan figur yang cocok untuk mena- ngani masalah itu. Ternyata, ga- gasan itu disambut dengan ha- ngat oleh Harry. Bahkan ketika dilontarkan ke rocker lainnya, tanggapan pun senada. Selain pergelaran musik rock, pada saat yang sama juga akan digelar pelelangan sebuah lukis- an karya Basuki Abdullah dan Abdullah. "Kalau untuk lelang lukisan ini, jangan dibahas dulu deb," tandas Bangkit. (Ino) *** "Waktunya sudah habis, waktunya sudah habis. Ayo sudah cukup Pak Menteri sudah ditunggu pesawat," seru sang petugas. Lucunya begitu petugas berhasil mengingat- Dari Balik Sidang Tanwir Aisyiyah Hanya Tidur Empat Jam KETUA PP 'Aisyiyah, Dra Hj. Elyda Djazman merasa mumet (pusing kepala), seusai dicegat Bernas untuk wawancara di de- pan penginapan Asrama Haji Ja- lan Lingkar Utara, kemarin. "Saya agak pusing-pusing, ku- rang istirahat. Mau ke unit kese- hatan dulu," tutur Elyda. kan Menteri, ternyata ia keliru menuntun Menteri masuk ke mobil. Petugas lain yang telah siap mengantar Menteri itu pun langsung mengingatkan "E... mobilnya yang ini. Itu bukan mobil untuk Pak Men- teri," tuturnya. (her/oed) "Kenaikan" Status Purwokerto STATUS kota Purwokerto dalam pembukaan Muktamar IMM "naik" satu tingkat. Hal itu berkat pidato Menpora Ir H Akbar Tandjung. "Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Provinsi Jateng, Kabupaten Banyumas dan Kotamadya Purwokerto...," kata Menpora. Spontan hadirin senyum-se- nyum, termasuk di antaranya Bupati Banyumas Djoko Su- dantoko. Purwokerto sendiri masih merupakan Kota Administratif, jadi sebutan baru yang diberi- kan Menpora menjadi janggal. "Ya lumayanlah, masih Kouf sudah disebut Kotamadya Siapa tahu, Menpora itu ber- doa untuk kita," kata salah seorang peserta dari IKIP Mu- hammadiyah Purwokerto. Ya siapa tahu, memang. (her/- oed) bergegas menyambutnya. "Saya ingin diukur tensi saya," Elyda meminta. Setelah diukur, tensinya me- nunjukkan angka 130. "Alham- dulillah, masih normal. Biasa- nya, tensi saya sekitar 120-135. Berarti saya sehat. Mungkin hanya kurang tidur," tuturnya kepada Bernas Kesibukan Bu Elyda dalam minggu-minggu terakhir ini untuk memang meningkat, mempersiapkan Sidang Tanwir. Puncak kesibukan justru pada saat pelaksanaannya. "Semalam, şaya hanya tidur empat jam. Da- ri pukul 24.00, hingga pukul 04.00 dini hari sudah bangun," ujar Elyda. Begitu besar tanggung jawab- nya, konsekuensi dari amanat sebagai ketua 'Aisyiyah yang diembannya hampir dua perio- Ibu berkulit putih kelahiran Medan 1940 lalu itu, bergegas masuk ke sebuah kamar yang de ini (1985-1990 dan 1990- pintunya bertuliskan "Ruang 1995). Tapi Elyda melaksanakan Kesehatan. Seorang perawat semua tugasnya sebagai ibadah putri dari PKU Muhammadiyah, kepada Allah. (nun) 2cm 4cm
