Tipe: Koran
Tanggal: 2005-03-18
Halaman: 06
Konten
4cm 6 17 MARET 2005 KAMIS NGO Harus Berkoordinasi Di Aceh MEDAN (Waspada): Kehadiran lembaga swadaya non pemerintah/NGO ke Aceh harus saling berkoordinasi ter- masuk dengan pemerintah, agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih. Selain itu, para NGO harus berupaya agar bantuan ber- kelanjutan tidak memanjakan melainkan tetap memotivasi masyarakat di tanah rencong tersebut. Demikian pernyataan yang dirangkum dari acara dialog berjudul: 'Berbagi Informasi Kegiatan Penanggulangan Ben- cana Gempa dan Tsunami 26 Desember 2004' di Medan, Kamis (17/3), dihadiri beberapa lembaga yang membantu bencana gempa-tsunami di Aceh seperti Bulan Sabit Merah Indonesia, forum LSM Aceh, IOM, PMI, PKS, Satkorlak, di- nas kesehatan, dinas pendidikan, dinas sosial. Para NGO mengeluhkan bantuan saling tumpang tindih karena kurang koordinasi. Contohnya, sesama NGO men- dirikan WC umum di satu tempat. Sistem kerja secara tum- pang tindih ini tidak efektif. Selain itu, terungkap NGO kurang melibatkan masya- rakat untuk memberi bantuan kepada korban bencana. Mansur M. Kiran, wakil ketua DPA Forum LSM Aceh, mengakui banyak NGO turut membantu. Tapi ada menga- takan masyarakat Aceh tidak ikut turun tangan. Padahal, masyarakat di sana juga bekerja. "Kami heran ada yang mengatakan masyarakat Aceh tidak ikut turun tangan dalam evakuasi, padahal sebaliknya, ini karena tidak ada koordinasi itu," katanya. Dari banyak NGO yang membantu, lanjutnya, disayang- kan ada sebagian yang tidak tahu berbuat apa di lokasi ben- cana karena tumpang tindih.Harusnya ada koordinasi anta- ra sesame NGO dan pemerintah dengan sistem komunikasi terbuka dan transparan. Sehingga tahu apa yang harus dila- kukan," katanya. Padahal, harus diingat siapa pun yang masuk ke wilayah Aceh tetap menghargai masyarakat Aceh. Dalam dialog itu disepakati, bantuan yang diberikan harus tetap mendorong inisiatif masyarakat untuk bekerja. Yang penting tetap me- ngedepankan penguatan inisiatif masyarakat. Memberi ban- tuan memang baik tapi memberi terlalu lama, bisa menjadi- kan masyarakat seperti pengemis dan tidak mendorong un- tuk berusaha. Dalam dialog, dinyatakan Organisasi Aceh Sepakat tetap membuka Posko karena masih banyak yang memerlukan bantuan. IOM (International Organization for Migration) ju- ga memberikan jasa gratis bagi pengiriman barang-barang ke Aceh. (m42) Mahasiswa Asal Malaysia Di Medan Diminta Tetap Tenang MEDAN (Waspada): Mahasiswa/mahasiswi asal Malay- sia yang kuliah disejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta di Medan, diminta tetap tenang dalam menyikapi konflik Ambalat antara Indonesia-Malaysia. "Saya yakin apa yang terjadi dalam pekan ini, selaku serumpun bangsa, saling melindungi generasi penerus, kare- na kedua negara itu tidak terlepas dari sejarah yang pan- jang," kata Oki Bambang S. SH, Ketua Komid SBY, koordi- nator Sumatera Utara menjawab pertanyaan wartawan saat mengantar tamu di Bandara Polonia Medan, Kamis (17/3). Bambang yang didampingi H. Suwandi Sutomo, selaku Pembina LSM Komid SBY menyebutkan, dengan adanya sengketa Indonesia-Malaysia, harus disikapi dengan tenang. Kenapa, kata Oki lagi, Indonesia dan Malaysia mempunyai sejarah panjang yang tidak mungkin dilupakan kedua Ne- gara. Apalagi Malaysia dan Indonesia mempunyai rumpun bahasa, budaya bahkan agama yang sama. "Jadi, tidak mungkin menyakiti masyarakat kedua negara yang saling bersahabatan dan bersaudara akrab sejak zaman Maja- pahit," ujarnya. Begitupun lanjut H. Suwandi Sutomo, selaku Pembina Komid SBY Korodinator Sumatera Utara, sejak aktif di Kehumasan Menwa UISU dan beberapa Organisasi Kepe- mudaan (OKP) di Sumut, telah berperan aktif membina persahabatan antara klab UMNO dan mahasiswa/mahasiswi Malaysia di Medan maupun di Kuala Lumpur. Salah satu bentuk persahabatan, kata Suwandi, melalui pembinaan olah raga dan penerbangan. Jadi, kami tidak tega membiarkan saudara kami serumpun bila terjadi apa-apa terhadap dirinya. Suwandi yang aktif dibidang pembinaan bahasa inggeris untuk mahasiswa di beberapa perguruan tinggi, katanya, hanya sekedar menjalin persahabatan dan memotivasi gene- rasi penerus perjuangan bangsa. (m32) **** PEDULI WA BANTUAN KEMANUSIAAN UNTUK NAD-SUM Waspada/Ist Penyerahan bantuan oleh Ketua Pelaksana LAZ Pedulil Umma Waspada LAZ Peduli Ummat Telah Salurkan Dana Kemanusiaan Rp 500 Juta Lebih MEDAN (Waspada): LAZ Peduli Umat Waspada melalui Dompet Gempa & Tsunami NAS-SUMUT telah menerima dana sebesar Rp 1.069.770.464 sejak tanggal 27 Desember 2004- 11Maret. Menurut H.P Simatupang, Ketua Pelaksana LAZ Peduli Ummat Waspada, bantuan dalam bentuk barang telah di- salurkan seluruhnya dan bantuan dalam bentuk uang tunai, di atas telah disalurkan sebesar Rp 500 juta lebih untuk berbagai program yang terbagi atas program emergency dan program pemberdayaan. Untuk program emergency (14 hari pasca gempa) bantuan diberikan dalam bentuk kain kafan (5000 m), plasik/karpet (750 m), susu bayi, biscuit, beras, ikan asin, ikan kaleng, peralatan penerangan dan pompa air (Genset dan Sanyo) sebanyak masing-masing 12 dan 4 unit, tenda, air mineral, pakaian baru dan bekas dan kebu- tuhan yang diperlukan lainnya dan telah dibagikan hampir di seluruh kabupaten yang terkena bencana termasuk Ka- bupaten Simelue. Untuk tahap pemberdayaan, LAZ Peduli Ummat Waspa- da saat ini sedang membina Desa Reudeup, Kecamatan Pante Raja, Kabupaten Pidie. Di desa ini, Lembaga me- nempatkan satu orang pendamping mandiri untuk menga- wasí program pemberdayaan selama setahun. Saat ini pembuatan perahu sedang dalam pengerjaan yang peker jaannya berasal dari masyarakat setempat dan dibayar seca- ra prosional sehingga masyarakat punya pekerjaan semen- tara. Hal ini telah berjalan selama sebulan dan diharapkan seluruh perahu selesai dikerjakan bulan depan agar ma- syarakat desa dapat melaut segera. Untuk program ini dia- lokasikan dana sebesar Rp 195.000.000. Menurut Mitra LAZ Peduli Umat Waspada di Simelue yaitu rekan-rekan dari Dompet Dhuafa Republika Jakarta, saat ini pelajar di Simelue ke sekolah dengan pakaian bebas karena ketiadaan seragam sekolah. Untuk itu dalam waktu dekat akan diberikan seragam sekolah sebanyak 300 pasang lebih untuk SD-SMP-SMA di Simelue. Untuk masyarakat Nias yang terkena bencana diberikan bantuan dalam bentuk uang tunai dan direncanakan juga akan mendirikan tempat ibadah. Saat ini Ketua Pelaksana sedang berada di daerah tersebut untuk melaksanakannya. "Kami masih menerima bantuan kemanusiaan untuk NAD- Sumut," demikian Simatupang. (h05) Medan Metropolitan Waspada/Surya Efendi Beberapa nelayan sedang mempersiapkan alat-alat untuk menangkap ikan di atas perahunya diperumahan nelayan Belawan, Kamis (17/3). Kenaikan harga BBM, khususnya jenis solar membuat para nelayan semakin sulit untuk mendapatkan ikan secara maksimal dan frekwensi melaut semakin menurun. Gubsu Perintahkan Bentuk Pengecer Di Tiap Lingkungan MEDAN (Waspada): Kelang- kaan minyak tanah di Sumut membuat Gubsu HT Rizal Nur- din bereaksi dengan mengeluar- kan surat perihal pemantauan, pengawasan dan pengendalian bahan bakar minyak tanah kepa- da bupati/walikota se-Sumut, GM Pertamina UPMS-I Medan dan Ketua DPC Hiswanamigas Sumut, bernomor 541/787/EK/I/ 2005 tanggal 10 Maret 2005. joker'. Kemana saja di- buang jadi duit. Ini yang harus kita awasi. Yah, kita harapkan pengecer ini segera dibentuk di tiap li- ngkungan," katanya. walikota berkoordinasi de- ngan Pertamina dan DPD Hiswanamigas Sumut mem- bentuk pengecer resmi di ting- kat desa/kelurahan sampai ke tingkat lingkungan. Sementa- ra harga di tingkat pengecer resmi akan ditetapkan kepala daerah sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Intinya menginstruksikan se- luruh kabupaten/kota se Sumut segera membentuk pengecer res- mi minyak tanah hingga tingkat kelurahan dan lingkungan de- ngan melakukan koordinasi de- ngan Pertamina dan Hiswanamigas Sumut. "Kami sudah menerima surat Gubsu agar membentuk pengecer resmi minyak tanah dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan, ke- lurahan sampai lingkungan," ujar Ketua Bidang Minyak Tanah Hiswanamigas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gasbumi) Drs Datmalem Ginting, Rabu (16/3). Dia menambahkan, wacana pengecer minyak tanah hingga ke tingkat lingkungan memang su- dah dilontarkannya ketika meng- hadap Gubsu dua pekan lalu. Gubernur sangat setuju ide terse- but. "Soalnya dengan adanya pengecer hingga di tingkat ling- kungan jelas akan meminimalisir penyimpangan pendistribusian minyak tanah yang dilakukan spekulan selama ini," kata Dat- malem, mantan anggota DPRD Tanah Karo itu. Terjadinya penyim-pangan menurtut Datma-lem, tingginya disparitas harga minyak tanah de-ngan BBM lainnya. "Seka- rang ini, minyak tanah jadi Menurutnya, langkah yang diambil ini sangat tepat dilakukan mengi- ngat pemerintah melalui Peraturan Presiden No 22 tahun 2005 tanggal 28 Februari 2005 telah mene- tapkan harga jual BBM dalam negeri. Sementara melalui Inpres No 3 tahun 2005 tanggal 2 Maret 2005 serta Menteri Dalam Ne- geri dengan surat No 541 tanggal 7 Maret 2005 telah meminta gubernur dan bupati/walikota se-Indone- sia melakukan peman- tauan, pengawasan, dan pengendalian dampak ke- naikan harga jual eceran BBM dalam negeri. Artinya, dengan surat keputusan itu Gubsu ber- hak menetapkan meka- nisme pendistribusian dengan membentuk pe- ngecer resmi minyak ta- nah di daerahnya. Apalagi di dalam surat Gubsu No 541, 2005 tanggal 10 Maret 2005 sudah jelas bahwa de-ngan pembentukan pengecer resmi di tiap daerah akan memper- "Hiswanamigas dalam hal mudah masyarakat mem- ini mencoba mengatur meka- peroleh minyak tanah. nisme pendistribusian dengan Menurut Datmalem, hanya menyalurkan 50 atau da-lam isi Surat Gubsu No 30 persen saja ke pangkalan, 541 tahun 2005 itu selebihnya diantar langsung tertulis, untuk mendu- dengan mobil tangki ke pe- kung terbentuknya peda- ngecer resmi minyak tanah gang eceran resmi minyak yang sudah ditentukan,"ung- tanah diminta agar bupati/ kap Datmalem. "Sengaja nama ini saya buat karena bangga dengan kepemim- pinan Drs H Abdillah, Ak.MBA sebagai walikota Medan. Saat ini Kota Medan bagaikan Kota Metropolitan," katanya, Rabu (16/ 3) sore saat ditemui di warung ter- sebut. Menurut Naswa, selama Ab- Tujuan dibentuknya pen- gecer resmi tak lain untuk menyamaratakan harga mi- nyak tanah di tingkat eceran. Jadi perlu ditetapkan Harga Eceran Nyata (HEN) di ting- kat pedagang eceran resmi untuk masing-masing daerah. "Selama ini harga minyak tanah di tingkat eceran di luar pangkalan mencapai Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter. Dengan adanya HEN maka diproyeksikan tidak lagi melebihi Rp 1.200 per liter- nya. Cara ini jelas bisa mem- bantu masyarakat," ujarnya menjelaskan pentingnya HEN ditetapkan. Datmalem mengatakan, dengan dibentuknya pengecer resmi maka penyimpangan pendistribusian yang selama ini dilakukan pangkalan minyak tanah tidak akan te- rulang. Sebab, kini tidak ada lagi yang bisa menyalurkan total 100 persen minyak tanah ke pangkalan.. Dalam pelayanan kese- hatan masyarakat, Abdi- llah memberi perobatan gratis, termasuk penguru- san kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). "Masyarakat kini ti- dak perlu mengeluarkan terjadi perubahan-peru- cara gratis," kata Naswa. Hal MEDAN (Waspada): Berbagai dillah menjabat walikota uang banyak, karena se- dukungan kepada Drs H Abdillah Medan 2000-2005 banyak muanya dapat diperoleh se- Ak.MBA terus mengalir, dan ber- harap terpilih kembali menjadi walikota Medan. Misalnya Nas- wa penduduk Jl. Medan Area Se- latan, membuka usaha dengan nama 'Warung Peduli Abdillah- Ramli'. bahan. Dulu, kota Medan lain yang membuatnya bang- tidak ada yang diandal- ga, Abdillah sering melaksa- mimpinannya, kota Medan seperti zikir dan doa bersama. kan. Tapi semenjak kepe- nakan berbagai kegiatan agama, terlihat lebih asri dan dike- Soal pembangunan yang nal sebagai Kota Metro- dilakukan Pemko Medan saat politan. ini, menurutnya, banyak man- faatnya bagi masyarakat. Se- luruh sudut jalan kini terang benderang. Beberapa tempat di inti kota dibangun sarana air mancur dilengkapi lampu warna-warni. Wajah Kota Me- dan benar-benar berubah. "Sa- ya bangga menjadi warga kota MWA USU Tak Batasi Masa Jabatan Rektor mengikuti audisi. pan," kata Ritonga Secara terpisah dosen senior FS USU Drs Wara Si- MEDAN (Waspada): Surat Keputusan Majelis Wali Ama- nat (MWA) USU No 1/SK/MWA/ 1/2005 tentang anggaran rumah tangga (ART) USU tidak mem- batasi masa jabatan rektor USU. Purek III USU Drs Jhon Taf- bu Ritonga, MEc menegaskan hal itu di ruang kerjanya, Rabu (16/3), terkait pernyataan Prof Dr Ediwarman ketika meneri- ma surat Zulkarnain Yunus SH MH yang menyatakan jabatan rek- tor USU maksimal dua periode. nuhaji M.Hum menyata-kan penyesalannya atas sikap dan pernyataan Prof Edi- warman yang terkesan ingin proses Setelah itu, senat aka- demik memilih dua ter- Jika Ediwarman merasa baik dari empat untuk di- keberatan atas salah seo- usulkan ke MWA untuk rang calon, terserah dia. ditetapkan sebagai rektor Tapi dari 1600 dosen di USU USU periode 2005-2010. sebanyak 755 sudah menga- Sesuai ART USU, jukan calonnya Prof Chai- lanjut Ritonga, pemili- ruddin, 168 mengajukan Prof han rektor diserahkan Nawawiy, 99 mengaju-kan sepenuhnya kepada senat Sumono dan 61 mengajukan akademik telah memberi Prof Masno Ginting. Jadi ke 4 kandidat merupakan pili- kewenangan kepada P4CR. "Jadi semua sudah han dosen, katanya. Menurut Ritonga, sesuai berjalan sesuai aturan "Biarlah para dosen USU seleksi Panitia Penyelenggara main. Para kandidat memilih siapa yang akan bakal calon (balon) rektor menjadi pimpinannya dalam Penyaring dan Penjaringan Ca- lon Rektor (P4CR) bahwa 4 itu, Prof Chairuddin P menjalankan tri dharmanya dan kalah di PTUN Medan." kandidat berhasil lolos dan Lubis, Prof M Nawawiy selama lima tahun ke de- (m33) Dukungan Kepada Abdillah Terus Mengalir Naswa Buka Usaha 'Warung Peduli Abdillah-Ramli" Loebis, Prof Sumono dan Prof Masno Ginting," katanya. Ditmbahkan, mekanisme penyaluran seperti ini sama sekali tidak merugikan pang- kalan minyak tanah karena pangkalan masih tetap me- nerima margin Rp 80 per liternya dari 100 persen mi- nyak tanah yang diterima pa- ngkalan selama ini. Justru pa- ra pemilik pangkalan akan terbantu karena penyaluran- nya sudah ditangani agen- agen. "Begitupun perlu ada me- kanisme yang jelas tentang keberadaan pengecer resmi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penjualan mi- nyak tanah. Untuk itu His- wanamigas perlu melaku-kan survei terlebih dahulu sebe- lum permohonan peda-gang eceran resmi itu disetujui." Menurutnya, sebagai per- syaratan bisa saja pengecer resmi minyak tanah tidak boleh berdekatan dengan pa- ngkalan supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam pe- nyaluran. Selain itu, agar pe- nyalurannya tepat ke sasaran (yaitu masyarkat) maka pe- ngecer harus memiliki kios atau paling tidak sudah ber- pengalaman dalam menjual minyak tanah di lingkungan masing-masing. Sementara, untuk menga- wasi penyalurannya maka pengecer resmi minyak tanah wajib memiliki tanda yaitu berupa "papan nama peda- gang eceran" yang dikeluar- kan oleh Hiswanamigas se- tempat. Dengan begitu, jika pedagang eceran resmi me- nyalahi aturan maka His- wanamigas bisa menutup- nya.(m44) Medan," ungkap Naswa. Jika ada pihak menyata- kan Abdillah gagal memba- ngun kota Medan, itu pernya- taan tidak mendasar. Orang yang mengucapkan itu berarti tidak mendukung program pembangunan Pemko Medan. Karena merasa simpatik dengan kinerja Abdillah. Nas- wa membuka usaha yang di beri nama 'Warung Peduli Ab- dillah-Ramli". Di warung itu dia menawarkan berbagai me- nu makanan dan minuman. antara lain, nasi goreng, mie termasuk aneka juice, telur serta teh dan susu panas. (m31) Panti Pijat Menyalah Segera Diperiksa Dan Izinnya Bisa Dicabut MEDAN (Waspada): Ke- mesum itu. pala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Christofel Manurung SH me- nyatakan, panti pijat yang sempat di gerebek polisi dan ketahuan menyimpang ke- tentuan peraturan maka pe- ngusahanya segera dipanggil untuk diperiksa pihak Pemko Medan dan izinnnya dicabut. Hal itu dikemukakannya ketika ditemui di Kantor Disbudpar Kota Medan, Ra- bu (16/3). Menurutnya, Pem- ko dalam hal ini Disbudpar Kota Medan mendukung tin- dakan polisi terlebih jika tempat pijat tersebut tidak memenuhi ketentuan Pem- ko Medan. "Tindakan polisi cocok, apalagi jika benar terbukti terjadi penyimpangan, an- tara lain pasien yang berpi- jat hanya mengenakan kain minim atau tidak sama se- kali, kemudian jika dipergo- ki pemijat dan yang dipijat berbuat asusila," kata Manu- rung. Namun, perihal ada atau tidaknya perbuatan asusila cukup sulit diawasi karena tidak mungkin setiap saat dan setiap kamar yang se- dang digunakan berpijat di- tempatkan seorang petugas untuk mencegah perbuatan Persidangan yang cukup menarik perhatian pengun- jung tersebut sempat mem- buat majelis hakim sedikit emosi melihat sikap saksi Sari Dewi yang umumnya banyak tidak tahu atas tanda tangan di specimen pengambilan uang yang dipalsukan terdak- wa. Malah saksi mengatakan dia tidak perlu meneliti atau berwenang melihat tanda ta- ngan slip pengambil uang. Berikut petikan pertanya- an hakim terhadap saksi da- lam persidangan di PN Me- dan. Hakim (H): Dengan kasat mata saja tanda tangan di 41 Dirut Bank Sumut Dipaksa Hadir MEDAN (Waspada): Ma- slip pengambilan uang ber- jelis hakim Pengadilan Nege- jumlah ratusan juta rupiah ri Medan menilai adminis- yang ditandatangani terdak- trasi dan pertanggungjawa- wa sudah jauh perbedaan de- ban di Bank Sumut terlalu ce- ngan di buku tabungan milik roboh karena sangat mudah Satkorlak PBP Sumut. Bagai- membobol pencairan dana mana ini bisa lolos. ratusan juta rupiah milik ne- gara tanpa meneliti keabsa- han dari tanda tangan slip pe- ngambilan uang. Saksi (S): Saya tidak tahu Pak hakim, karena tidak ada kewenangan saya untuk me- lihat atau meneliti tanda ta- ngan bukti pengambilan dana nasabah atau milik Satkorlak PBP Sumut. Hal itu dikatakan majelis hakim diketuai Muhammad Joko, SH anggota Rasikin Aziz, SH dan W Pardamean Sitorus, SH, Selasa (15/3), dihadapan saksi Sari Dewi dan Dama- yansi, pengawai/teller Bank Sumut, dalam kasus pengge- lapan dana Satkorlak PBP Pemprovsu senilai Rp 403.971. 897 dengan terdakwa Tussand Ardy Susilo, 56, selaku ben- dahara Satkorlak PBP. MEDAN (Waspada): Pa- gar jembatan sungai sulang saling di Jl Selam V lingk. VIII, Kelurahan. Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Me- dan Denai kembali dipasang setelah warga memprotes ke walikota Medan. Selain itu, papan penutup sungai itu juga segara dibongkar. Semula pagar itu diru- buhkan untuk kepentingan seorang makelar rumah toko agar proyeknya dapat dijual harga tinggi. Hakim Nilai Bank Sumut Ceroboh Kasus Satkorlak Pantauan Waspada di lo- kasi, Kamis (17/3), pagar itu dipasang kembali oleh em- pat orang pekerja. Atas pe- rintah lurah dan camat. Pe- kerja itu memasang tiang besi di jembatan itu untuk pengaman, sebelumnya di- hancurkan. Dalam konteks ini, Ka- disbudpar Kota Medan me- ngakui akhir-akhir ini di- sinyalir terjadi penyimpa- ngan kamar berpijat, mes- kipun sejak lama sudah se- ring diperingatkan dan dibe- rikan pembinaan agar pemi- jat dan yang dipijat tetap menjaga kesusilaan. Dia menambahkan, jika dipergoki pasien berpijat dan yang memijat berbusana mi- nim, maka sanksinya penca- butan izin. "Sampai seka- rang sudah beberapa usaha panti pijat yang dicabut izin- nya disamping karena me- mang sudah tidak beroperasi lagi. Masih dalam kaitan pe- nertiban dan pembinaan panti pijat, menurutnya, da- lam waktu dekat seuruh pe- ngusahanya akan dipanggil tanpa boleh mewakilkan ke- pada staf atau karyawan. Hal ini guna evaluasi seka- ligus pembinaan, dan dilan- jutkan dengan pemeriksaan oleh tim terhadap kamar-ka- mar yang ada apakah sudah berubah atau masih tetap memenuhi standar dan ke- tentuan Pemko Medan. Menurut Ari, 34, seorang pekerja itu, mengakui, pe- masangan tiang besi dan pengecoran atas perintah lu- Ketentuan dan aturan itu, kata dia, antara lain din- ding atau sekat harus ter- MEDAN (Waspada): Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Sumut mendesak Gubsut HT Rizal Nurdin transparan menginforma- sikan kepada rakyat pasca pelaksanaan pertemuan gu- bernur se-dunia atau Lake Toba Summit. Terutama ter- gubenur yang hadir. kait jumlah dan nama para "Sampai saat ini masya- rakat belum mengetahui siapa sebenarnya yang hadir dalam pertemuan gubernur se dunia itu," kata Wakil Ke- tua Fraksi Keadilan Sejah- tera (FKS) di DPRDSU Ari- fin Nainggolan, SH, MSi ke- pada wartawan, Rabu (16/3) di gedung dewan Jl Imam Bonjol Medan. Menurut Nainggolan, Gubsu harus transparan menginformasikan kepada masyarakat perwakilan gu- bernur sedunia yang me- H: Apakah bukti pengam- bilan dana tidak perlu ditan- datangani terdakwa timbal balik dihadapan saksi seperti halnya pengambilan dana oleh nasabah umum untuk memastikan apakah pengam- bilan dana itu resmi sesuai specimen tanda tangan di buku tabungan. S: Nasabah tidak perlu menandatangani bukti pe- ngambilan dihadapan teller atau pegawai bank. Pegawai langsung menyalurkan dana jika administrasi atau tanda tangan sudah dibubuhkan. rah dan camat karena warga memprotes keras. "Masalah ini pun sudah heboh dan hal ini telah sam- pai ke Kantor Walikota Me- dan," katanya. Ketika ditanyakan pem- bongkaran papan lantai/ penutup sungai itu, kemu- ngkinan hari ini karena ti- dak sempat. Begitu pun ma- sih menunggu perintah dari lurah. Seorang pegawai Di- nas PU Kota Medan juga mengawasi para pekerja. WASPADA buat dari kain, atau sekat- nya terbuka 30 cm dari lan- tai, tidak boleh menggu- nakan pintu kecuali kain se- bagai penutup dan pasien ti- dak dibenarkan tanpa busa- na sama sekali. Lebih lanjut dia menge- mukakan, untuk mendatang tidak dibenarkan lagi para pemijat yang ber KTP luar Kota Medan seperti selama ini banyak yang berasal dari Pulau Jawa dan lainnya, dan usianya tidak boleh di bawah 30-40 tahun, dan pemijat harus mempunyai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh instansi berwenang. Warga Protes Ke Walikota, Pagar Sungai Kembali Dipasang Beberapa warga ketika ditanya mengatakan besi yang dipasang diambil dari kantor furah. Karena, sete- lah dirubuhkan besi itu lang- sung disimpan untuk me- ngantisipasi kemarahan warga. Warga mengatakan pem- bangunan lantai papan di atas sungai dan penghan- curan pagar untuk kepen- tingan makelar rumah beri- nitial Ac tersebut. Menyinggung kebera- daan Oukup yang menjamur di kawasan Kota Medan de- ngan tambahan panti pijat, Christofel menyatakan, hal itu memang menjadi prob- lema sampai saat ini. Izin oukup diberikan Dinas Kesehatan sebagai tempat pengobatan tradisional de- ngan tempat pemijatan 5 ranjang yang ditempatkan di ruang terbuka. Tapi, karena ada panti pi- jatnya, yang izinnya diter- bitkan Pemko Medan mela- lui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, maka hal ini memang perlu dibicarakan lagi.(m34) ngikuti acara Lake Toba Summit. "Apakah dia seting- kat wakil gubernur, kepala dinas atau hanya NGO saja. Hal ini sangat penting untuk menilai tolak ukur perte- muan gubernur tingkat internasional itu," katanya. Walau hanya dihadiri setingkat kepala dinas, Gu- bsu jangan malu-malu untuk menginformasikan secara transparan kepada masya- rakat, katanya didampingi Ke- tua FPKS Sigit Pramono Asri. Menurut Nainggolan, kegiatan yang banyak me- nyedot anggaran pendapa- tan dan belanja negara (APBD) Sumut diperkirakan mencapai Rp8 miliar itu sudah sewajarnya masyara- kat mengetahui apa dan sia- pa yang dibahas dalam Lake Toba Summit. Nainggolan mengatakan banyak muncul wacana dari cara juridis bank itu bisa di- gugat. S: Saya tidak tau Pak ha- kim. H: Wah enak betul jadi pe- tugas bank, tidak perlu me- Usai hakim meminta kete- neliti tanda tangan orang pal- su atau tidak. Yang penting se- rangan saksi, kuasa hukum terdakwa memohon agar jak- tor berapapun nilainya. Kalau sa dapat menghadirkan Dirut begitu ceroboh benar admi- Bank Sumut yang tidak hadir nistrasi di Bank Sumut ini. dipanggil untuk kedua kali- Tanda tangan palsu tetapi da- nya. Kemudian hakim meme- na ratusan juta bisa lolos. Sia- rintahkan agar jaksa P Mani- pa yang bertanggungjawab huruk, SH dapat menghadir- itu.Kalau memang terlalu kan Dirut Bank Sumut seba- mudah bank dibobol maka se- gai saksi Selasa depan.(m43) H: Apakah saksi memiliki alat untuk memantau tanda tangan nasabah, khususnya milik bendahara dan pimpi- nan Satkorlak Sumut, di Bank Sumut. S: Kami memiliki alat ul- tra violet untuk memastikan tanda tangan nasabah. H: Lho, kenapa ada alat ultra violet tidak digunakan saksi. Sementara secara kasat mata 41 kwitansi pengam- bilan dana itu umumnya di- palsukan terdakwa tanda ta- ngan pimpinan untuk me- ngambil dana antara Rp 10 ju- ta-Rp 15 juta sejak 9 Agustus 2002 hingga 5 September 2003. S: Saya tidak berwenang Pak hakim. H: Kalau begitu jangan se- enaknya mengeluarkan uang milik negara hingga ratusan juta tanpa meneliti adminis- trasi sesuai prinsip perban- kan. Saya curiga ada apa diba- lik kasus ini. menganggu pemilihan Rektor USU. ngerti logika seorang dokter "Saya heran dan tak me- dan guru besar ilmu hukum seperti itu. Baru-baru ini ka- rena dinilai tidak etis dia dinonaktifkan mengajar lalu dia menuntut Rektor USU FKS Minta Gubsu Transparan Ac selama ini terkenal sebabagi makelar rumah di kawasan ini, kata warga. Menurut warga, tujuan pembongkaran pagar jem- batan sungai agar rumahnya dapat dijual harga tinggi ka- rena jalan masuk menuju ru- mah semakin terbuka lebar dan dapat menjadi arena parkir mobil. Warga mengatakan tin- dakan itu dilakukannya se- telah berkoordinasi dengan kelurahan. Warga yang mencium itikad tidak baik ini lalu ber- tindak dan protes serta me- nyurati Walikota Medan," kata warga tersebut. Camat Medan Denai Drs. Nurly ketika Waspada hubu- ngi melalui ponselnya, mem- benarkan pemasangan kem- ngkaran papan menutup su- bali pagar besi dan pembo- ngai tersebut" Jembatan itu akan dikembalikan sebagai- mana fungsi semula." (m36) berbagai pihak, pertemuan gubernur sedunia tidak se- tingkat gubernur karena ti- dak banyak gubernur se- dunia yang hadir padahal te- lah didegung-degungkan. Bahkan, seperti perte- muan di Berastagi tidak satupun pejabat setingkat gubernur yang mengikuti acara itu, sehingga dari 200 kamar hotel yang dipesan hanya 20-an kamar yang di- huni tamu asing. Secara terpisah anggota FPAN DPRDSU Rafriandi Nasution, SE mendesak dilakukan audit terhadap penggunaan anggaran perte- muan itu. Rafriandi menilai anggaran penyeleng-garaan- nya berasal dari APBD. "Maka harus dilakukan audit." Hal senada disampaikan Abdul Hakim Siagian, SH M.Hum. (m47) Color Rendition Chart WASPADA BERCAKAP-C ke kemp militer e dalam tembak m Arroyo, di kanan Pentagon Hadapi Se WASHINGT federal mulai me terhadap keta menyebabkan d dan menyebab antibiotika. Masalah yan di antara badan- menjadi kesalah adanya anthrax para pejabat ya. Pentagon me kesalahan itu bisa kasus kriminal p yang sebenarny. di Washington. Pihak penyel laboratorium m pengiriman surat alat sensor mati mengindikasika Ketakutan it 2001, yang mene" jatuh sakit dan m Setelah dilakuk mengatakan Selas Namun inform menutup kedua f post yang menang dan telah memb hampir 900 peker pelayanan pos me pihak terkait me kembali Kamis Vietnam T Bagi Kebi HANOI, Vie menghormati keb Taiwan adalah ba Kementerian Lu Dung menan nam atas pengesa baru-baru ini. Dia bagi kemerdekaa kembali nasiona “Vietnam mer rakyat dan Pemeri secara damai dar di Teluk Taiwan 3 Tewas, Topan Trop MANILA, Fil delapan orang lag kapal terbalik se tengah, Kamis (1 Satu kapal fe terbalik di laut ga pulau Leyte, kata Dua puluh lin penangkap ikan Puluhan kapa di seluruh pulau berisi angin berk pusatnya dan he Topan itu mer dan bergerak ke a per jam menuju pu demikian keterang Topan tersebu Kamis, katanya. atau kerusakan Tingkat tert diberlakukan di p utara pulau Palaw ramalan cuaca. Tin di pulau lain Fili Pakistan B Pembelian ISLAMABAI membantah lapora nuklir dari pasar "Sebagai negara Pakistan berpega sekalipun tidak Penyebaran," kat saat menanggapi pasar gelap itu. Di hanya mengungk "Pakistan aka internasional, bail IAEA serta PBB gu katanya. Dia men bersenjata nuklir "Namun, pene berarti kami menir dalam tujuan dan ini harus dilurus. Dia juga men kerjasama timbal
