Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-18
Halaman: 01

Konten


4cm aa Perintis Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/ Penanggung Jawab Wakil Pemimpin Redaksi/ Penanggung Jawab Redaktur Pelaksana I Redaktur Pelaksana II Koordinator Liputan K. Nadha K. Nadha ABG. Satria Naradha : Widminarko M. Nariana, : B. Ashrama Wirata. Dwikora Putra Redaksi: Abinawa, Alit Susrini, Djesna Winada, Dwikora Putra, Mawa, Sumendra, Surawan, Suryawan, Suyadnyara, Wirata, Wirya. Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67A, Denpasar 80232. Telepon: (0361) 225764-238582-238239, Faxcimile: 227418, Teleks: 35191, Alamat Surat: P.O. Box: 3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag. Iklan/Bagian Redaksi: Jl. Palmerah Barat 21F, Telp.021-5357602, Fax: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan WR Supratman 22A Telp. (0370) 32737. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0862-6515. Anggota SPS-SGP. Penerbit: PT Bali Post MINGGU PON, 18 JANUARI 1998 Bali Post SENI KONTEMPORER DI TAHUN SENI & BUDAYA Hal. 13-14 BP net Home page E-mail ABU BAKAR Pengemban Pengamal Pancasila MODE: TOPI-TOPI CANTIK Hal.4 NYOMAN NIKANAYA BICARA SENI TANTANG SENIMAN Http://www.balipost.co.id bpdps1 @inda pet. id Harun Al Rasyid: ⭑Hal. 2 Cagub, Mengakar saja tak Cukup Jakarta (Bali Post) - Dukungan yang kuat dan mengakar di tengah-tengah masyarakat bukan jaminan bagi seseorang berhasil men- jadi gubernur. Persyaratan menjadi orang nomor satu di satu daerah adalah mengua- sai dan berpengalaman di bidang administrasi kepe- merintahan. Hal itu dikata- kan pakar hukum dan ta- tanegara, Prof. Dr. Harun Al Rasyid kepada Bali Post, Sabtu (17/1) kemarin. Menurut Harun Al Ras- yid, pengalaman dan kecaka- pan dalam bidang pemerin- tahan merupakan persyara- utama yang telah tercan- tum dalam pasal 14 UU No 5/1974, tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah. Pasal itu menyebutkan, seorang calon gubernur (Cagub) haruslah memiliki kecaka- pan dalam bidang pemerin- tahan. Pembatasan terhadap kriteria Cagub yang tercan- tum dalam pasal tersebut, menurut Harun, merupakan ganjalan hukum tersendiri yang menyebabkan proses pemilihan dan pengangka- tan tidak dapat berlangsung secara demokratis. Telah lama masyarakat berharap agar UU tersebut dicabut. Pihak DPR yang se- harusnya berinisiatif. Sean- dainya pihak legislatif men- yadari hal itu, maka tiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama dalam proses ketatanega- raan," kata Harun. Selama UU tersebut belum dicabut, kata Harun, proses pemilihan dan pengangkatan seorang Cagub akan selalu menimbulkan kegaduhan dan kecemburuan di kalangan masyarakat. "Termasuk masalah droping Cagub dari pemerintah pusat," katanya. Mekanisme pencalonan Cagub dalam pandangan Harun lebih memperlihat- kan sebuah proses yang ber- tolak belakang. Ia menunjuk mulai dalam pemilihan Cagub di tingkat daerah sampai di tingkat pusat. "Tetapi sampai di tingkat pusat bukan proses pemili- han yang berlangsung, na- mun proses pengangkatan. Hasil akhirnya jelas bukan pilihan rakyat, tetapi pilihan pusat," tandasnya. Cagub Bali Menyinggung kepemimpi- nan Bali pasca-Prof. Dr. Ida Bagus Oka, anggota DPR RI Drs. I Gede Mastera menga- takan, Cagub Bali periode mendatang akan lebih baik jika telah berpengalaman di bidang administrasi kepemerintahan. "Bagaima- na jika mereka tidak menge- tahui manajemen kepemer- intahan?" tanya Bali Post. "Saya rasa sulit, karena itu ia harus berpengalaman dalam bidang birokrasi," kata Mastera. Mastera menekankan, pada dasarnya Gubernur Bali yang terpilih harus mur- ni keinginan rakyat Bali. "Tentunya agar ia lebih be- rakar," ujarnya. Ia juga ber- pendapat masalah Cagub Bali haruslah disalurkan menurut mekanisme yang telah ditentukan. (jar/059) Tewas, Wisatawan Ceburkan Diri di Uluwatu Denpasar (Bali Post) - Seorang wisatawan nekat menceburkan diri ke laut, di sebelah selatan Pura Luhur Uluwatu, Sabtu (17/1) sore kemarin. Akibatnya, wisa- tawan pria asal Yunani terse- but tewas mengenaskan se- telah terjun dari ketinggian sekitar 75 meter dari permu- kaan laut. Sampai Sabtu malam ke- marin, identitas lengkap kor- ban masih belum bisa diiden- tifikasi. Pasalnya, mayat kor- ban masih belum bisa di- angkat ke atas oleh jajaran Polres Badung bersama Tim SAR yang langsung menuju lokasi kejadian. Dalam pro- ses pengangkatan korban, tim juga dibantu anggota Balawista Kuta serta ma- syarakat Desa Pecatu yang tinggal di dekat Pura Luhur Uluwatu. Menurut beberapa saksi yang dihubungi Bali Post, sebelum menceburkan diri ke laut, wisatawan tersebut sempat menitipkan kunci sepeda motor dan surat-su- ratnya kepada tukang par- kir, di halaman parkir Pura Uluwatu. Gelagat turis yang usianya diperkirakan sekitar 30 tahun itu me- mang sedikit pun tidak mencurigakan. Namun petugas parkir yang dititi- pi kunci baru sadar, se-te- lah seseorang yang kebe- tulan berada di pura saat itu melihat seseorang men- ceburkan diri ke laut yang terkenal ombaknya cukup ganas itu. Akhirnya, kejadian tersebut dilaporkan salah seorang petugas distribusi Pura Uluwatu, I Wayan Sudiana, ke Polsek Kuta. Setelah menerima laporan, Polsek Kuta menginfor- masikan pada jajaran Pol- res Badung untuk segera meluncur ke lokasi kejadi- an. Namun hingga air su- rut, tim SAR dari Brimob Polda Bali belum tiba di lokasi. Para anggota tim kesulitan mengalami menaikkan mayat korban, karena medannya cukup sulit. Kepala Balawista, I Gede Berata yang dihubu-ngi Sab- tu malam kemarin, menga- takan, data-data yang diper- oleh menunjukkan wi- satawan tersebut berasal dari Yunani. Me-nurut Bera- ta, anggota Ba-lawista masih belum berani turun ke loka- si kejadian karena mayat korban letaknya di sela-sela te-bing dan menjadi sasaran ombak besar. "Kalaupun bisa turun, harus menunggu air surut, dan harus menyusuri pinggir laut dari utara. Un- tuk itulah kami minta ban- tuan tim SAR Brimob," ujarnya. Hal.14 SEMANGAT MENGGEBU NUR AFNI OCTAVIA Hal.17 TERBIT 20 HALAMAN Pemimpin Perusahaan Sekretaris Umum Manajer Iklan ABG. Satria Naradha Retno Endah Sada Suryantha, Kariadi Kariawan, Oka Wipraja Manajer Sirkulasi Bagian Iklan Jl. Kepundung 67 A, Denpasar 80232 Bagian Iklan Telepon: 225764 Fax: 227418 Teleks: 35191 Senin s.d. Jumat 08.00 19.00 Sabtu 08.00-13.00 Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan: Iklan Mini: minimal 2 baris makimal 10 baris, perbaris Rp. 5.000 Iklan Umum: Rp. 8.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp. 5.000 per mmk. Iklan Warna: 1 wama Rp. 9.500, 2 wama Rp. 10.500, 4 warna Rp.12.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 19.00. Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan : Jl. Kepundung 67 A, Denpasar 80232. Telepon: 225764 Pager Telepon: 139, 234139. Fax: 227418. Harga Langganan: Rp 12.000 sebulan. Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 700. Terbit 7 kali seminggu. Rekening BRI Denpasar Rekening BDB Denpasar Rekening BCA Denpasar Rekening Bank Aken Denpasar Rekening Bank Seri Partha Rekening BUN Denpasar 31-45. 1065.4 173.804 040-30-07061-8 900601028 0274000384 071 000567.7 NOMOR 148 TAHUN KE-50 Sekitar Sejam Bertemu Pak Harto Rp 700 Mahathir: Sebaiknya Gunakan Mata Uang Masing-masing Jakarta (Bali Post) - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad me- ngatakan, Indonesia dan Malaysia perlu meningkat- kan perdagangan bilateral guna mengurangi pemaka- ian dolar yang memang sedang terbatas. "Karena tidak cukup dolar atau mata uang kuat lainnya, perdagangan bilateral harus ditingkatkan," kata Mahathir kepada pers usai mengada- kan pertemuan dengan Pre- siden Soeharto, di Jalan Cen- dana, Jakarta, Sabtu (17/1) kemarin. Dalam perdagangan bila- teral itu, kata Mahathir Mu- hamad, negara-negara ASEAN sebaiknya meng- gunakan mata uang negara masing-masing. Maksudnya, kalau Indonesia membeli barang dari Malaysia se- baiknya menggunakan mata uang rupiah, demikian juga sebaliknya Malaysia membeli barang ke Indonesia meng- gunakan mata uang ringgit. Dalam keterangan pers- nya, PM Mahathir didampin- gi Presiden Soeharto. Dia tiba di kediaman Kepala Negara pukul 12:30 dan di teras te- lah menunggu Pak Harto. Kedua pemimpin negara ini langsung mengadakan pem- bicaraan sekitar satu jam. Kepada wartawan Ma- hathir juga mengatakan, kun- jungan satu harinya itu untuk menjelaskan hasil KTT Infor- mal ASEAN di Kuala Lum- pur, baru-baru ini, yang tidak sempat dihadiri Pak Harto. "Saya juga ingin mende- ngarkan situasi keuangan di sini," kata PM Malaysia yang ketika tiba di Bandara Halim Perdanakusuma disambut Mensekneg Moerdiono. Ketika ditanya apakah ia menyampaikan saran untuk mengatasi gejolak moneter di Indonesia, Mahathir hanya menyebutkan kedua negara harus bersatu guna men- ingkatkan perdagangan tan- pa menggunakan dolar atau mata uang asing lainnya. Kesempatan ini juga di- manfaatkan wartawan untuk minta tanggapan Mahathir -yang didampingi Presiden mengenai paket reformasi Indonesia yang mencakup 50 butir. "Kami tidak mempunyai pandangan. Semua itu diten- tukan oleh Indonesia sendiri," katanya. Rasa Gembira Sedangkan Mensekneg Moerdiono selesai mengantar PM Mahathir, mengemuka- kan, pembicaraan antara PM Mahathir dengan Presiden Soeharto berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh persahabatan. "Pak Mahathir menyampaikan kegembi- raannya bahwa Presiden Soe- harto dalam keadaan sehat walafiat," katanya. Presiden Soeharto men- jelaskan mengenai situasi perekonomian di Indonesia- KMHDI Protes Pernyataan Gelebet Jakarta (Bali Post) - Pimpinan Pusat (PP) Ke- satuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) memprotes keras pern- yataan Ir. Nyoman Gelebet. Menurut KMHDI, Gelebet yang ahli tata ruang Bali itu dianggap telah melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap umat Hindu. Dalam siaran pers berno- mor 06/PP KMHDI/I/1998 yang ditandatangani Wakil Sekjen PP KMHDI Nyoman Parta dan Ketua Umum PP KMHDI K. Wiriana, Sabtu (17/1) kemarin, KMHDI min- ta Gelebet meluruskan per- nyataannya dan meminta maaf secara terbuka kepada umat Hindu di media massa khususnya di Bali Post pa- ling lambat sepuluh hari se- jak dikeluarkannya surat tersebut. Jika dalam batas sepuluh hari semenjak surat ini dike- luarkan Gelebet belum me- menuhi permintaan terse- but, PP KMHDI akan mem- pertimbangkan untuk melakukan upaya hukum," kata Wiriana seraya menam- bahkan, karena kejadian dan peristiwanya terjadi di Bali pihaknya menginstruksikan PD KMHDI Bali meng- hubungi para pengacara di Bali. KMHDI menghargai dan mendukung munculnya sikap kritis di kalangan umat, baik dalam mengkritik ajaran ag- ama maupun dalam meny- ikapi persoalan di masya- rakat, bangsa dan negara. Bahkan KMHDI, kata dia, mendorong sikap kritis terse but. Namun sikap kritis itu perlu dilengkapi dengan refe- rensi yang jelas dan argumen- tasi yang bisa dipertanggung- jawabkan, sehingga argu- mentasi yang keluar tidak asal tampil beda. Menyangkut perbedaan pendapat yang berkembang di kalangan umat terhadap ajaran Hindu, menurut Wir- iana, harus ada batasannya, yaitu tidak boleh dan tidak dibenarkan sampai menyen- tuh persoalan dan melaku kan gugatan-gugatan ter- hadap ajaran-ajaran yang bersifat srada atau keyaki- nan (Panca Srada), apalagi melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap ajaran Tiga Toko di Cakranegara Ludes Terbakar Mataram (Bali Post) - Tiga toko, dua di antaran- ya toko sepatu serta enam blok gudang sepatu di Cakranegara, NTB, Jumat (16/1) pukul 21.00 wita, ludes terbakar. Dalam kebakaran yang menelan kerugian seki- tar Rp 2 milyar itu tidak dite- mukan adanya korban jiwa. Ketiga toko yang terbakar itu adalah Toko Cakar Mas, Toko Sukses, dan Toko Sum- bar Murni yang berada dalam satu kompleks per- tokoan berlokasi di Jalan AA Gde Ngurah, Cakranegara. Kapolres Lombok Barat Letkol Pol. Drs. Djunaidhy Tiansyah yang didampingi Kasat Serse Lettu Pol. Bonny Djianto dan Kasat IPP Lettu Pol. Hermansyah, kepada wartawan, Sabtu (17/1) ke- marin, menjelaskan, dari be- berapa saksi mata diperoleh informasi bahwa pertama kali ditemukan adanya cahaya disertai kepulan asap di lan- tai II bagian belakang Toko Cakar Mas. Bagian belakang (gus) toko itu merupakan gudang Sedangkan Kepala Desa Pecatu I Ketut Suyasa yang dimintai konfirmasi mela- lui telepon, semalam, tidak ada di rumah. Suyasa se- dang bersama tim ikut membantu menaikkan mayat korban. tempat penyimpanan sepatu. Begitu ditemukan adanya cahaya dan asap, pemilik Toko Cakar Mas, Wijanarko tidak segera menghubungi petugas. Dia malah berusaha memadamkan sendiri den- gan alat ala kadarnya, semen- tara alat pemadam sederha- na yang umumnya harus tersedia tidak ada. Upaya pe- madaman tidak bisa dilaku- kan, bahkan dalam tempo 10 menit kobaran api makin be- sar dan menjarah gudang yang lain. Cepatnya api mem- besar, karena barang yang ada di tempat itu seluruhnya adalah barang-barang yang memang mudah terbakar. Setelah tidak bisa me- madamkan api, pemilik toko tersebut menghubungi Unit Pemadam Kebakaran Kodya Mataram. "Inilah yng sangat kami sayangkan, karena pe- miliknya tidak segara me- lapor kepada petugas," kata Djunaidhy. Hal. 11 Api Merembet Bagian Belakang Hindu sendiri. Salah satu srada itu adalah percaya den- gan kitab suci Weda. Surat protes KMHDI ini juga disampaikan ke PHDI Pusat, DPP Peradah Indone- sia, DPP Prajaniti Hindu In- donesia, PD KMHDI di selu- ruh Indonesia dan Gelebet sendiri. Seperti diberitakan Bali Post, Rabu (14/1), Gelebet menyatakan Ramayana, Mahabharata, Weda-Wedan- ta tidak relevan lagi menja- di acuan syarat-syarat atau sumber kepemimpinan. Ka- lau toh mengambil sumber sumber Hindu perlu diapre- siasi dan dijabarkan lagi, dan disesuaikan dengan tantan- gan serta tuntutan zaman sekarang ini. Dalam tulisan tersebut Gelebet menyatakan kepe- mimpinan seperti yang ter- cantum dalam Ramayana, Mahabharata, dan Weda han- ya dapat dilakukan pada za- mannya. Kenyataan seka- rang, manusia menghadapi persoalan kemanusiaan yang jauh berbeda jika dibanding kan dengan zaman Mahab- harata atau Ramayana. (059) khususnya gejolak moneter yang terjadi dalam bulan-bu- lan terakhir ini, dan semua langkah-langkah yang diam- bil Indonesia sampai dengan ditandatanganinya letter of intens dengan Managing Di rector IMF Michel Camdesus. Pembicaraan lebih berpu- sat pada pemikiran mengenai perdagangan di antara nega- ra-neara anggota ASEAN. Hal lain adalah bagaimana dikaji bersama-sama, sehing- ga masing-masing mata uang yang digunakan dapat dipa- kai sebagai alat pembayaran dalam perdagangan, dan memberi manfaat bagi nega- ra-negara anggota ASEAN. Kedua pemimpin juga memikirkan cara meningkat- kan perdagangan antar nega- ra-negara ASEAN meng- "Pak Mahathir menge- gunakan mata uang masing- mukakan pandangannya masing, dan akan menguran- mengenai kerja sama di gi keperluan mata uang dolar bidang kepariwisataan, yang berlebihan di kawasan dalam hal ini yang dipikirkan ini. "Tentu saja ini bukan adalah agar wisatawan dari merupakan satu-satunya negara-negara ASEAN dapat jalan keluar, akan tetapi saling berkunjung ke negara setidak-tidaknya dapat men- ASEAN dengan meng- gurangi gejolak moneter gunakan mata uang negara yang terjadi di kawasan ini," masing-masing," kata ujarnya. Mensekneg. (049) BPM/alp SITUASI Presiden Soeharto menyambut kedatangan Perdana Ment- eri Malaysia Mahathir Mohamad, di kediaman Kepala Negara, Jalan Cendana, Jakarta, Sabtu (17/1) kemarin. Mahathir selain menjelaskan hasil KTT Informal ASEAN di Kuala Lumpur, baru-baru ini, juga in- gin mendengarkan situasi keuangan Indonesia. Menhan AS: Ketakstabilan Ekonomi Asia Ancaman bagi Keamanan Bangkok - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat William Cohen, di Bangkok, Sabtu (17/1) kemarin, men- gatakan, ketidakstabilan ekonomi Asia saat ini kemu- ngkinan besar akan menga- ncam keamanan semua negara di kawasan itu. Dia juga menyatakan, para pemimpin negara Asia yang sedang dilanda krisis, seperti Indonesia, Malaysia, Korea Selatan dan Thailand, sedang melakukan langkah- langkah yang efektif guna mengatasi masalah yang muncul. Amerika Serikat berjanji akan mendukung mereka sepenuhnya dalam bidang keamanan. "Tak salah lagi, ada suatu hubungan antara ketidaksta- bilan ekonomi dan ancaman terhadap keamanan negara- negara bersangkutan," ujarn- ya pada konferensi pers pada akhir kunjungan semalam, di Thailand. "Apa yang terjadi di Korea Selatan, apa yang terjadi di Indonesia, apa yang terjadi di Malaysia mau tidak mau akan memberi dampak ter- hadap semua negara di ka- wasan itu," kata Cohen. "Ini bukan sesuatu yang dapat dianggap sebagai pen- gucilan. Inilah alasan menga- pa kami melihatnya dari segi keamanan regional, dan karena itulah Dana Moneter Internasional (IMF) serta lembaga-lembaga lain mem- bantu stabilisasi di kawasan ini," tambahnya. Asia dilanda krisis ekonomi sejak akhir tahun lalu, dan Thailand, Korsel serta Indone- sia terpaksa menerima paket bantuan senilai lebih dari 100 milyar dolar dari IMF. Mata uang negara-negara itu juga terpuruk lebih dari 50 persen terhadap dolar AS, sehingga menyulitkan mere- ka untuk membayar kemba li utang luar negeri serta pembelian senjata yang dis- Kris Dayanti etujui pada waktu ekonomi belum terguncang. Cohen yang tengah melakukan perjalanan kelil- ing Asia, dari Bangkok, Sab- tu (17/1) kemarin menuju Cina dalam lawatan tiga hari untuk bertemu dengan para pejabat tinggi di Beijing. Cohen mengatakan, dari pembicaraannya dengan para pejabat di negara-nega- ra Asia yang sudah dikunjun- gi, dia mengetahui bahwa mereka serius menyelesai- kan masalah yang ada. "Saya sangat terkesan dengan ko- mitmen dari semua pejabat yang berbicara dengan saya, untuk melaksanakan pem- baruan ekonomi," ujarnya. Cohen menyatakan akan mengirim suatu tim ahli ke Bangkok guna mempelajari permintaan Thailand untuk menunda pengiriman dan penjadwalan ulang bagi pem- bayaran pesawat tempur AS yang dibeli Thailand senilai 392 juta dolar. Tinggalkan Suami untuk Penyegaran SUKSES luar biasa al- bum duet "Cinta" dengan omzet penjualan melebihi 700 ribu keping plus status suami-istri, ternyata belum menjamin kelanggengan kiprah dunia tarik suara pasangan Anang dan Kris Dayanti. Mengawali reka- mannya pada Tahun Macan ini, penyanyi kelahi- ran Batu-Malang, 24 Maret 1975 ini, mencoba melejit sendiri lewat solo album kedua bertajuk "Kris Day- anti... Sayang". "Saya mulai meninggal- kan dan sejenak tak berdu- et dengan Anang, semata- mata demi penyegaran,' aku Kris Dayanti kepada Bali Post di sela-sela syut- ing video klip album ter- barunya, di Kebun Raya- Bogor, akhir pekan lalu. Yang dimaksud penye- garan, lanjut adik kandung penyanyi Yuni Shara ini, dalam penggarapan solo al- bum yang antara lain men- gandalkan lagu "Masih Ada Waktu" dan "Menghitung Kris Dayanti BPM/As-10 (ant/rtr) Hari", dia mencoba bertin- dak sebagai penyanyi, pen- cipta, merangkap produser rekaman. "Sudah lama saya ingin merasakan sendiri bagaim- ana repotnya pihak lain menggarap album reka- man. Ternyata mengambil alih tiga tanggung jawab sekaligus benar-benar me- lelahkan dan sangat bany- ak mengorbankan waktu, tenaga, maupun pikiran,' papar Kris Dayanti yang tiga tahun lalu melansir solo album bertajuk "Terserah itu. Menurut ibu muda yang kini tengah hamil empat bulan ini, meski sempat deg-degan bahkan nervous pada beberapa bulan tera- khir, tetapi begitu album terbarunya rampung dan siap diedarkan Warner Music Indonesia, dirinya bisa merasakan kepuasan luar biasa. Hal. 11 Termasuk Berani 2cm Color Rendition Chart 2cm