Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-18
Halaman: 15
Konten
4cm 18 Januari 1998 Awalnya ba-nyak 811 enjauhinya, namun ■suatu muk-jizat pa dia dikerubuti. karena wajah dan annya kian menarik, Karena ada wangsit engatakan, jika ada erhasil mengawini- zan menjadi kaya li Post ANAK n. 18 Januari 1998 an itu langsung menyang- .d ah. dak. Mirip seperti in Brahmana Loh-nito ada Ken Arok, yang 20 I melihat paha Ken yang bersinar se- eon. Jika pria yang usa as asal-usulnya ituidsd il memperistri bini arti nggul Ametung itu, an jadi pengusaha.us membunuh orang ra erjasa membuatkan- ris bertuah, Empu ing, kemudian sa- lot mya Kebo Ijo, Ken erhasil membunuh gul Ametung dan eristri Ken Dedes. on 64 berhasil jadi Raja el dengan gelar Giri- outra, yang berarti Batara Guru, akhir- wa Ken Arok mela- ga akibat tusukan pati menggunakan ang sama. Akhirnya terkutuk buatan Gandring itu me- ujuh jiwa. akan pakah yang -ban jika rupiah ber- Y Al60 OMBAR st dmul ukan karena nilain- terangkat, seba-A makin anjlok?" ta- bag dalam hati. Heged risd ar ternyata tidak cul il membuat harga- yang sudah ter- menurun kembali. er dan tertier punaster Termasuk tarif tele-- lu menyusul listrik ak mau ketinggalan anya berat badanlah mum. Menurut Ru- He AST g run. Itu masih syu- Calau sampai harga angsa turun akibat an-tekanan IMF dan d ensi negara asing kesdi ini, makin malang- asib republik yang ntai ini. Sungguh. Sekarang pe- utku seperti melilit," Anom peringis sambil mengusap- sap perutnya. "Sudahlah. Pokoknya ami nggak mau tahu. Kamu harus mampu meng- abiskan semua kerupuk "Bayu menimpali. "Enak saja. Memangnya ku apa?" Anom pura-pura ersinggung. "Kok tanya lagi? Kamu lan kuman makanan!" Bon- pk cepat menyahut. Kurang ajar! Aku makan luping kamu ya?!" Kali ini Anom benar-benar marah. Yang lain semua tertawa. Pukul delapan, Pak Ke- pala Lingkungan mengu- mumkan lomba dimulai. Se- -Juruh peserta lomba dikum- pulkan. Anak-anak yang menjadi suporter bukan main ributnya. Mereka sus- ah disuruh diam. Masing- masing berteriak menjago- kan wakilnya. Perlombaan dimulai dari lari karung. Kemudian ber- turut-turut disusul dengan lomba-lomba yang lain. Lapangan makin riuh oleh sorak-sorai anak-anak. Bah- kan sebagian besar bapak- bapak dan ibu-ibu juga ke- huar menonton serta mem- beri semangat pada anak- anak. Pukul sebelas seluruh hanya harga kebu-lomba baru selesai. Anak- primer yang naik, an anak beristirahat dan boleh -barang kebutuhan anim minum serta makan jajan gratis yang dikumpulkan ibu-ibu dari masing-masing gang. Ternyata lomba-lomba kali ini sebagian besar di- menangkan anak-anak Gang Anggrek. Ngurah yang menjadi wakil dalam lomba gebuk bantal mendapat jua- ra pertama. Ia kuat sekali bertahan dan menjaga kese- imbangan tubuhnya di atas titian bambu sehingga tak pernah jatuh. Gde juga men- jadi juara pertama lomba bersepeda lambat. Bayu se- settebenarnya hampir kalah lab dalam lomba lari karung, tetapi berkat ketenangan- nya, ia mampu mencapai garis finis pada urutan per- tama. Lawan-lawannya se- mua terlalu tegang dan be- puyukang di tepi tala-rambisi untuk menang. tak berani kepada sera. Agung dari Gang Akasia yelisih dekat kakinya, yang terkenal sangat kuat lalu....calenggeng ma- jatuh beberapa meter dari garis finis. Mungkin karena nya," demikian Mang- Areg Istana Witang- sudah yakin dirinya akan menang, ia sempat menoleh sambil tersenyum menggoda jatuh, dan Bayu yang te- Bayu. Pada saat itulah ia 1. ati Aridus abs and igeist 38 Bynewal-newal emiss drich gringot vis area kian permasalahannya tuk menentukan yang jati, lebih-lebih pada era juga disebut Zaman Besi ararya Jayalantara, pu- a. sulit, seperti kata liri, memang pada era amat sulit menentukan Seperti yang telah saya saha itu merupakan u- artinya amat sulit un- kan apakah seseorang long sejati, atau sebalik- bangeran, banaran atau a. Tetapi jangan khawa- Kaliyuga ini lebih banyak erpegang teguh kepada on yang amat mengikat sendiri saat berpikir, perperilaku. Hanya sedi- u yang tergolong mroce ang rupanya belum siap k maprucut," ungkap hu. Ngurah Oka Supartha SOBC ASICS 2172 nehos 180607 Idnes pat berada di belakangnya menyusul dan memasuki garis finis dengan mulus. "Anom rakus! Anom rakus! Yeeee!" tiba-tiba beberapa anak perempuan dari Gang Mawar yang lewat di depan Bayu yang sedang menikmati minuman bersama kawan-kawannya berteriak. Anom yang menjadi juara pertama makan kerupuk langsung marah. "Biarin. Yang penting enak! Yeee..." Anom membalas. "Enak apa kelaparan?" salah satu dari anak-anak pe- rempuan itu kembali berteriak, lalu berlari dengan teman-te- mannya. Anom tak berkutik. Ia mau mengejar, tetapi anak- anak itu telah menghilang di antara keramaian. Pak Kepala Lingkungan lalu mengumumkan bahwa hadiah-hadiah akan dibagikan pada malam harinya di taman perumahan itu pada acara malam hiburan yang sekaligus sebagai acara penutupan per- ayaan. Anak-anak menyambut dengan bersorak lalu mereka pulang. Begitulah. Setelah Pak Ke- pala Lingkungan berpidato tentang hari kemerdekaan, malam itu Panitia Perayaan mengumumkan nama-nama pemenang lomba-lomba yang telah diselenggarakan. Pe- menang-pemenang dipanggil untuk naik ke atas panggung. Untuk perlombaan anak-anak, masing-masing pemenang mendapat hadiah berupa alat- alat sekolah dan hadiah-hadi- ah hiburan dari panitia. Nama anak-anak diumumkan lengkap dengan nama orang- tua masing-masing. Ketika gi- liran Bayu yang dipanggil, Pan- itia sempat berbisik-bisik, dan akhirnya yang disebut adalah nama neneknya. Bukan nama orangtuanya. Bukan nama ayah atau nama mama. Mama hari itu memang tidak bisa da- tang karena tidak bisa mening- galkan pekerjaannya di Den- pasar. Saat menerima hadiah-had- iah itu Bayu tersenyum gem- bira. Namun begitu turun dari panggung, ia segera mencari Bunga dan mengajaknya pu- lang. Di rumah Bayu langsung masuk ke kamarnya dan men- gambil album foto. Dipandan- ginya foto ayah dan mama ber- gantian. Lalu pelan-pelan air matanya menetes. Bunga yang duduk di sebelahnya meman- dang tak mengerti, tetapi si kecil itu tak berani bertanya apa-apa. Setelah diam bebera- pa lama, ia keluar lalu masuk ke kamarnya sendiri. Tidur. Cerita Minggu Depan Sore hari saat Bayu asy- ik menyiram anggrek, se- buah taksi berhenti di depan rumah. Ternyata mama yang datang, katan- ya mama kangen, tapi mama datang bersama se- orang lelaki. Siapakah le- laki yang bersama mama itu? Ikuti kisahnya Ming- gu depan. Ida Nyoman Basmantra Penari Arja, Ingin Jadi Petani Modern ARJA biasanya ber 1986. Seniman cilik yang sekarang lomba yang sama di tingkat Kabupaten ditarikan oleh or- duduk di kelas V SD 1 Abang Karangas- Karangasem. ang-orang dewasa. em ini mendapat binaan dari sang ayah, Lebih-lebih tokoh yang juga mahir dalam seni tari dan Kartala, yang tabuh. Tak heran jika kemampuan Bas- harus pintar bic- mantra di bidang seni dan budaya mem- ara. Bagaimana buat decak kagum teman sebayanya, juga kalau penari ar- orang dewasa. janya anak-anak, Penampilannya yang periang mem- siapakah yang buatnya mudah bergaul. Mungkin itu bisa bermain se- pula sebabnya anak ketiga dari pasangan bagai Kartala? Ida Made Basma dengan Dra. Ni Nyoman Salah satun- Sukartini ini sudah sering meraih Juara. ya bernama Ida Terakhir, pada November lalu ia berha- Nyoman Bas- sil meraih juara pertama baca puisi pu- mantra, pe- tra tingkat Kecamatan Abang menyisih- nari kelahi- kan 60 orang teman sebayanya se-keca- ran 7 Okto- matan. Kini ia dipersiapkan mengikuti mengenal Musuh dan Perlindungan Diri ADIK-ADIK, siapa di ant- ara Kalian yang senang ber- musuhan. Semoga saja tidak ada, karena mempunyai musuh itu tidak baik dan merugikan diri sendiri. Leb- ih-lebih dalam bulan suci Ra- madhan ini, tentu Adik-adik yang beragama Islam di- harapkan mengendalikan diri dengan berpuasa sehing. ga tidak ada kata musuh dalam diri Kalian. Tahukah Adik-adik, yang senang bermusuhan bahkan saling memangsa itu adalah ikan. Nah, jika Adik-adik senang bermusuhan, Kalian akan disebut seperti ikan. Kenapa ikan-ikan itu ber- musuhan bahkan saling me- mangsa? Karena kehidupan di dalam air penuh persain- gan terutama dalam mencari makanan. Jadi karena soal makanan itulah, ikan-ikan saling memangsa. Banyak ikan besar memakan ikan yang lebih kecil. Agar tidak dimangsa ikan-ikan lain, be- berapa ikan mempunyai cara untuk melindungi dirinya, contohnya naga laut. Tubuh ikan naga laut ini Pencile PENGALAMAN KECIL Hujan Lokal DEBLUK, saudara sepupu saya memang lucu. Tiap gera- kannya membuat saya maupun teman-teman di rumah tertawa terpingkal-pingkal. Selain penampilannya yang lucu, humor-hu- mor yang disajikan pun selalu segar dan mengundang gem. Sehingga tidak jarang teman-teman menjulukinya Wayan Dabdab ala pelawak kondang drama gong. Satu hal yang menjadi penyakitnya adalah ia sering pelupa. Pernah suatu ketika ia diajak tangkil (sembahyang) ke sebuah pura. Saat jalan bersama teman-teman, tiba-tiba dari dalam ka- mben (kain) yang dikenakannya keluar handuk mandi. Rupanya saat memakai kamben, Debluk lupa melepas handuk mandin- ya. Spontan saja teman-teman menertawainya. Namun dasar Debluk, hal itu lantas menjadi bahan lawakannya dan balik men- gocok perut teman-teman. Debluk memang suka humor, tetapi tidak suka menginap di rumah teman atau di tempat lain, apa pasalnya? la memang sering merasa ketakutan. la suka membayangkan hal yang bu- kan-bukan, dan akibatnya sering mengigau atau menjerit-jerit. Suatu ketika ia diajak menginap di pura di desa kami oleh teman-teman karena kami mendapat tugas mencari bunga un- tuk keperluan upacara di pura tersebut. Kami pun, selesai mem- bantu pekerjaan di pura, bermain-main bersama teman-teman. Singkat cerita, hari pun telah larut malam, dan sesuai kesepaka- tan kami harus tidur di pura. Namun saat itu Debluk tampak bin- gung. la tampaknya ingin pulang, tetapi malu dengan teman- teman dan tidak berani pulang sendirian karena telah larut malam. Akhirnya dalam keadaan terpaksa, ia pun ikut menginap di pura. Ketika itu ia memilih tidur di tengah-tengah untuk menghin- dari rasa takut. Namun apa yang terjadi. Ketika kami tidur lelap dan terjaga pagi hari, Debluk sudah tidak ada di tempat la mendahului pergi, dan di sekitar tempat tidurnya basah dan ber- bau pesing. Rupanya Debluk ngompol karena tidak berani buang air kecil sendirian. Saat kami mencarinya, tampak ia baru ban- gun dari tempat tidur lainnya di sekitar pura. Ketika saya tanya- kan kenapa tempat tidumya basah, dengan enteng ia menjawab, "Kemarin malam hujan turun sangat lebat. Mungkin gentengnya ada yang pecah, lalu air menimpa saya. Kontan saja saya pergi dari tempat itu agar tidak diguyur hujan." Semua teman merasa geli mendengar penjelasannya, kare- na tahu semalam tidak turun hujan. Buktinya halaman pura tam- pak kering kerontang. Saat mendengar penjelasan Debluk, se- orang teman kami berseloroh, "Hujan lokal kali Bluk!". Andi Hermawan Kelas III SLTP Pertiwi Dps. ditumbuhi cabang-cabang yang mirip rumput laut yang mengapung. Dengan bentuk seperti itu, ikan-ikan pe- mangsa naga laut akan terke- coh karena sulit mengenalin- ya. Ikan buntal mempunyai cara unik untuk melindungi diri. Bagian tubuh yang penuh dengan duri ini bisa membesar dan mengecil dalam sekejap. Dalam keadaan normal, duri-duri ini tidak mengembang. Namun jika ada musuh yang ingin Ikan buntal saat mengembang Basmantra sangat mencintai tumbuh- tumbuhan sehingga ketika ditanya cita- citanya, ia menjawab spontan, "Saya in- gin menjadi petani sekaligus pengusaha hasil pertanian." Mengapa ingin menja- di petani, mengapa tidak menjadi seni- man saja? Basmantra dengan senyum khasnya menjawab, "Kita kan tiap hari hidup dari hasil pertanian, jadi saya in- gin menjadi petani agar bisa menghidupi banyak orang. Namun saya mau jadi pet- ani modern agar mampu bersaing. Soal- nya saya juga ingin jerih payah saya bisa dieksport ke luar negeri," katanya den- gan mata menerawang. menyerang atau memang- sanya, ikan ini akan meneguk air dengan cepat sehingga besarnya menjadi dua kali lipat dari ukuran sebenarn- ya. Selain itu, duri-duri yang tadinya tidak mengembang, akan menegak sehingga ikan ini tampak lebih galak. Satu lagi ikan yang mem- punyai cara khusus dalam diri dari seran- memper tahan- kan Naga laut ●Gudipta Ikan terbang nya ikan ini akan melompat keluar dari air dan melarikan diri dari musuhnya. Sementara itu, ikan giru akan bersembunyi di antara anemon di terumbu karang jika diserang oleh musuhnya. Anemon ini mempunyai ra- cun yang sangat berbahaya karena dapat menyengat tu- buh ikan lain. Namun karena tubuh ikan giru dilapisi lendir maka ikan ini terhindar dari senga- Ptan racun tersebut. Sedan- gkan ikan lain tidak bera- ni mendekati ikan giru yang bersembunyi di antara terumbu karang karena takut disengat tentakel anemon. gan musuh adalah ikan ter- bang. Ikan ini selain pandai berenang, juga bisa terbang. Saat diserang oleh musuhnya sirip dada ikan ini akan ter- buka dan tampak membesar Sumber "Reka Mereka Ikan" menyerupai sayap. Selanjut- Bliman Gramedia Halaman 7 Sanggar Pos Anak No. 168 Nama : Ni Wayan Novi Can- drasari T.tgl.lahir : Sanur, 6 November 1987 Pendidikan: Kelas IV SD 6 Sanur Denpasar Alamat : Jln. Danau Beratan Gg. VI/5 Sanur, Den- Hobi No. 169 Nama pasar : menggambar, mem- baca dan sastra :| Gusti Putu Aditya Kusuma T.tgl.lahir Denpasar, 18 Mei 1987 Pendidikan: Kelas IV SD 6 Den- pasar Alamat :JLn. P. Selayar gg. 11/8 Denpasar Hobi tenis meja dan meng- No. 170 gambar Nama :Putu Yurika PS T.tgl.lahir : Denpasar, 25 Juni 1990 Pendidikan: Kelas II SD 3 Tonja Denpasar : Jln. Seroja 122 Den- pasar :berenang dan pencak. silat Alamat Hobi SANGGAR Pos Anak merupakan wadah dan media untuk berhubungan berkumpul, dan saingtu karintomasiantar anak KUPON Sekolah Dasar pembaca Bali Post Ingin bergabung? Silakan kirim data nama, tanggal lahir, pendidikan, hobi, alamat, dan pasfoto ukuran bebas, ke Redaksi Bali Post Jangan lupatem- pelkan Kupon Sanggar Anak Sanggar Pas Anak HARISCHANDRA OLEH: RAI PANDAN SARL UNTUK SEMENTARA KERAJAAN HIMAN- TAKA AMAN TENTRAM DARI GANGGUAN PARA RAKSASA, RAKYAT BISA BEKERJA SEPERTI BIASA... KEDATANGAN HARISCHANDRA MEMBUAT RAKYAT DAN KELU ARGA KERAJAAN HIMANTA KA SUKA CITA... APALAGI TUANTU RAJA, AMAT GEM- BIRA KARENA HARISCHANDRA BERHASIL MENUMPAS RAK- SASA YANG MENYERANG KERAJAANYA! KARENA JASA HARISCHANDRA PRABU MENIKAHKANNYA DE NGAN DEWI DURNITI PUTRI SATU-SATUNYA KERAJAAN HIMANTAKA... SAMPAI SUATU SAAT PUTRI DURNITI MENANGIS KARENA HARISCHANDRA TERNYATA SEORANG WANITA... 2cm 11 woody smsr 5 19 23 DIA Nama: Gede Yasa Utama Umur: 7 tahun Kelas: II SD 31 Pemecutan Denpasar Alamat: Jln. Gunung Sari 1 Gg. I/10 Denpasar Nama: Ni Luh Suma Natalia Umur: 11 tahun Kelas: VI SD 3 Kuta, Badung Stano Alamat: Jln. Werkudara 63 Legian Kaja, Kuta, Badung DESAKU Hamparan padi melambai Seolah ingin menyapaku dalam sunyi Suka-dukaku di desaku ini Selalu kuingat dalam sanubari Anak-anak petani Riang gembira menuai padi Panas tak mereka rasakan Hujan pun tak dihiraukan Ingin aku menengok kembali Masa-masa indah di sini Membuka lembaran kertas usang Mengingat hari-hari riang SOEKARNO Blitar tempat lahirnya Fatmawati istrinya Presiden jabatannya Soekarno namanya Menyelamatkan Indonesia Tugas sejatinya Kemerdekaan Indonesia Harapan hidupnya Tapi dia telah tiada telah menyatu dengan-Nya Ketulusannya wajib kita kenang Harus kita ingat Demi generasi muda Penerus bangsa Martina Utami Pidrayanti SD No. 1 Karangasem Mejangeran ki (Gending Rare I) Musik : Kadek Suardana Produksi: Graha Nadha Telah Beredar Album "Mejangeran" (Gending Rare 1) Dengan Lagu-lagu : Peteng Bulan ☐ Juru Pencar Melange Mejangeran Jadma Ubuh Putri Cening Ayu Meong-Meong ☐ Dadong Dauh Bibi Rangda Made Cenik, Jenggot Uban, Ratu Anom Sekar Emas Dija Bulan Dapatkan kasetnya di agen-agen Bali Post: Jembrana: Toka Buku Mas, Star Mulia, Tabanan: Kias Abu Thalib, Singaraja. Toko Buku Indra Jaya, Toko Buku Melati. Gianyar: Toko Ratih. Klungkung: Toko Terang, Karangasem: Kios Sriyani, Radio Suara Widya Besakih. Atau langsung ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar Color Rendition Chart
