Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-18
Halaman: 10
Konten
4cm B Halaman 16 Minggu Pon, 18 Januari 1998 arena Indosiar STASIUN televisi Indosiar baru saja merayakan HUT ke-3. Dalam memperingati HUT-nya ini, Indosiar telah menayangkan paket acara spesial pada Minggu (4/1), yang tidak saja menghibur, tetapi juga mendidik dalam arti yang luas. Meskipun berkesan gebyar dan hura- hura sebagaimana umumn- ya sebuah stasiun televisi memperingati HUT-nya - toh apa yang disajikan Indo- INDOSIAR siar kali ini masih menyisakan muatan khusus. Muatan khusus yang mengandung misi pendidikan, dike- mas dalam sajian informatif, dan digarap dengan landasan artistik yang cukup memadai. Muatan yang intinya berisi ajakan untuk cinta budaya dan Tanah Air ini mendidik, agakn- ya, bukan pendapat yang mengada-ada atau sekadar go- mbal-gombalan. Di tengah serbuan beraneka tayangan yang sarat dengan gradag-grudug membabi-buta, film-film yang asyik ber-dar der dor, film laga yang dengan entengnya menggeber adegan bunuh-membunuh, sinetron yang cen- derung kian mengabaikan logika, komedi yang sudah tidak lucu lagi dan asal-asalan, sajian Indosiarini mampu menja- di sesuatu yang relatif "lain". Tetapi, jangan buru-buru aler- gi dan menuduh sajian mendidik ini terlampau sloganistis: sarat dengan pesan-pesan verbal. Bukankah dalam men- didik, atau terlebih mengajak orang banyak (baca: generasi muda Indonesia), masuknya hal-hal yang berbau slogan sudah pasti tak terhindarkan? Yang penting sekarang kemasannya, dan Indosiar sudah menyiasati hal itu. Berlatar pengaktualisasian pencanan- gan tahun 1998 sebagai Tahun Seni dan Budaya, sajian In- dosiar ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Bagaimana tim penggarap menyiasati agar sajian ini tidak terlampau terjerumus menjadi "film penerangan" dan berlagak "meng- gurui", agaknya sudah ditekan seminimal mungkin dengan antisipasi eksplorasi gambar, adegan, sampai penyuntin- gan yang lumayan terencana. Jika kemudian seni budaya Toraja, Betawi, Bali, Jawa Tengah, dan seterusnya hadir jadi eksklusif, inilah hasil kerja yang jauh dari asal-asalan. Serangkaian adegan orang tua (mewakili generasi tua) yang secara terus-menerus meluncurkan segudang pesan ke- pada seorang anak (mewakili generasi muda), sungguh mengalir dan tak begitu menjadi beban. Dalam skala yang lebih besar, Indosiar tidak berhenti sampai di situ. Mengemas sajian menarik sepertinya sudah menjadi bagian kerja kreatif Indosiar. Dibanding dengan lima stasiun televisi lainnya, Indosiar tergolong stasiun fenome- nal-cenderung lebih "kreatif" dan "rakus" (dalam penger- tian positif). Indosiar itu kreatif, lantaran telah mampu menyajikan sejumlah tayangan yang memiliki nilai plus, terutama dalam output garapan. Katakanlah pada tayangan musik (plus in- formasi) seperti "Pesta", "Ekspresi", sampai "Dangdut Ria", yang hampir semuanya memiliki kreasi dan inovasi tinggi tiap saat. Tidak saja tinggi dari segi ide, tetapi lebih pada elemen-elemen garapannya, mulai dari setting, kostum, suasana, lighting, pengadegan, spirit, artistik, sampai penyuntingannya. Semangat kreatif ini juga terlihat pada tayangan dialog-dialog yang cerdas, sinetron yang khas, dan tayangan-tayangan live atau langsung lainnya, dari tay- angan tinju sampai menghadirkan sejumlah selebriti man- canegara ke studio. Indosiar itu rakus, lantaran menyabot hampir semua rag- am kutub seni: global-kontemporer sekaligus tradisional. Di satu sisi ia jagokan tayangan budaya atau trend mancane- gara, termasuk sinema plus musiknya, di sisi lain ia unggul- kan tayangan-tayangan berbau lokal atau tradisional semi- sal ludruk, dagelan, wayang kulit, wayang golek, sampai pentas panggung ala Srimulat. Inilah kerakusan Indosiar yang berkonotasi positif dan (uniknya) semua ini bisa hadir dalam gaya "khas Indosiar": penuh gebyar, warna-warni, dinamis, sentimentil, gemuruh, meriah, membumi, merakyat, dan menghibur. Dalam konteks misi yang diemban, agaknya tahun ini Indosiar benar-benar telah "mengawinkan" karakter spesi- fiknya dengan momentum pencanangan Tahun Seni dan Budaya. Keduanya terasa klop dan sejalan. Sementara dalam konteks proses kerja, Indosiar pun sudah berhasil "mengawinkan" karakter seni panggung yang statis dan cenderung "di tempat"-sebagaimana umumnya pemen- tasan seni tradisional dengan karakter mekanisme in- dustri televisi yang cenderung bergerak, cepat, dan dina- mis. Akhirnya, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Indosiar sudah "terbiasa" menawarkan nilai-nilai nasionalisme lewat sejumlah tayangannya. Apakah pemir- sanya tersentuh atau tidak, memahami atau melewatkan begitu saja, itu persoalan nanti. "Indosiar, memang untuk... disimak." Selamat ulang tahun. Gus Martin Acara TV dan RRI Minggu, 18 Januari 1998 SCTV 06.00 Alif Laila 06.30 Liputan 6 Pagi 08.30 Gema Rohani Katolik 09.00 Enno Ceria 09.30 Towet-Towet 10,00 Buffy The Vampire 11.00 Video Hits 12.00 Xena 13.00 Film Minggu Siang 15.00 Casper 16.00 Krucil 16.30 Ciluk Baa 17.00 Mawar Delima AC 18.00 Jejak Rasul 2 18.30 Dakwah Puasa 19.00 Adzan Magrib 19.30 Liputan 6 Petang 20.00 Berita Malam TVRI 20.30 Project P2 21.00 Sinetron Tiga Bidadari 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Minggu Pilihan: Cyborg Cop 2 03.00 Berita Terakhir 06.30 Hikmah Fajar 07.00 Nuansa Pagi 08.30 Zeo Rangers 09.00 Doraemon ara I G E B Musik Klasik Tumbuhkan Kecerdasan Anak? Ini terjadi di Atlanta, bukan Bali Post Y Jam James Bond. Age 007 ini adalah toko barangkali memang benar USULAN semacam itu mendengarkan sebuah so- mua orang, tak pandang buat penonton turut mengu- agar kelak kemudian hari di Jakarta, pun bukan di tentu bukan asal muncul. nata piano gubahan Mozart usia maupun kedudukan curkan air mata. Sebalikn- sang anak akan mengge- dibutuhkan kecerdasan yang Surabaya. Gubemur Zell Usul itu juga tidak muncul selama 10 menit. Atas dasar sosial, bahkan membutuh ya, ketika adegan cinta di- mari jenis musik tersebut, cukup, tetapi tidak semua orang Miller, Selasa (13/1) lalu hanya karena sang guber- inilah kemudian Pak Gub kan musik. Di negeri kita wujudkan dalam alunan seperti ayahnya. Syukur yang tidak memahami musik mengusulkan agar tiap nur suka dengar dan nyanyi minta bantuan dirijen atau sendiri, Gubernur Jatim nada dan goyang raga, hati syukur, siapa tahu, dia akan tersebut tidak cerdas. Untuk orangtua yang punya anak musik klasik. Sebaliknya, kondaktor Atlanta Simpho- Basofi Soedirman suka ber- penonton seolah ikut ber- muncul sebagai raja dan memahami diperlukan faktor bayi di wilayah Georgia diberi usulan yang menelan biaya ny Orchestra, Yoel Levi dendang dengan lirik-lirik hentak selaras dengan lagu gdut sekualitas Pak Basofi lain, minat misalnya. Zell Miller melihat musik jatah kaset rekaman musik ratusan ribu dolar itu pun menyeleksi musik yang dangdut. Demikian juga yang dikumandangkan Soedirman. Demikian juga klasik guna mendorong ya landasan yang ilmiah, sekiranya cocok dengan tu- Mensekneg Moerdiono. maupun gerak yang dipam- orangtua yang memutar klasik sebagai pendorong pertumbuhan intelegensi yaitu hasil penelitian. juan itu untuk kemudian Mantan Wakil Presiden pangkan. Benarlah kata musik klasik di dekat tem- perkembangan jaringan sel otak. Dia memang tidak berbicara ten- (kecerdasan) para orok baru Konon, hasil riset menun- direkam. Dia mengusulkan Umar Wirahadikusumah Patricia Shehan Campbell pat tidur anaknya. nongol tersebut. Untuk jukkan kegiatan membaca, agar "Ode to Joy" karya konon juga seorang pengge- dan Carol Scott Cassner Pernah muncul gagasan, tang jenis musik yang lain, program itu Miller mengusul- berbicara, dan memutar Beethoven dimasukkan. mar keroncong. Tetapi yang dalam bukunya "Music in yang kemudian hilang di- musik dangdut, misalnya. Bagi kan dana tak kurang dari musik untuk para oro Untuk meyakinkan para jelas, pemirsa televisi an- Childhood" bahwa "Children hembus angin musik pop, masyarakat kita, yang cen- US$ 105.000. Dana sebesar membantu perkembangan anggota legislatif negara gkatan tua tentu belum lupa are greatly affected in physi- bahwa untuk memahami derung lebih dangdut-minded classic-minded, itu tercantum dalam APBD triliunan jaringan otak, ter- bagian Georgia, dia menjin- alunan suara mantan cal ways by the music they musik klasik dibutuhkan in- ketimbang yang mencapai total US$ utama yang punya kaitan jing sebuah pesawat tape re- Kapolri Hugeng Iman San- hear or perform, and may be telegensi yang cukup. Ban- peneleiian kemujaraban musik 12,5 milyar. dengan matematika, Kare- corder partabel dan me- tosa lewat lagu-lagu "Lau- drawn to dance, to hop, to yak orang merasa kebera- dangdut untuk pertumbuhan na itu, demikian gubernur mainkan musik hasil selek- tan Teduh". skip or to sway tp the sounds; tan dengan pikiran ini. Ala- kecerdasan barangkali perlu di- dari Partai Demokratik si tersebut. Namun bukan Bahwa musik berman- they may also be soothed to sannya sederhana, mereka lakukan. Siapa tahu, akhirnya tersebut, kaset rekaman seorang politisi kampiun faat bagi pertumbuhan emo- sleep by the qualities of sed- tidak ingin dikatakan tidak terbukti bahwa musik gejel-ge. tersebut harus dimainkan kalau dia tidak membuat si dan ekspresi kanak- ative music." cerdas, alias goblok, hanya jel ini pun tak kalah mujarabn- di depan anak-anak untuk komentar diplomatis. "Nah, kanak sudah banyak disa- Namun bahwa musik karena tidak menyukai dan ya dengan musik klasik. Kalau mencapai dampak yang di- coba rasakan sekarang, be- dari orang. Demikian juga memiliki peranan dalam memahami musik klasik. itu akhirnya bisa dibuktikan, maksudkan tersebut. lumkah anda merasa lebih peranannya dalam proses pertumbuhan intelegensi Sebenarnya kekhawatiran maka tertepislah anggapan yang Miller juga mengemuka- cerdas? Cukup cerdas untuk komunikasi antarmanusia. kanak-kanak memang be- ini tidak perlu ada kalau mengatakan, "Kalau musik kan sebuah bukti nyata, bu- mendukung item APBD ini? Film India dengan jelas dan lum banyak diketahui or- orang berpikir sedikit ra- klasik memacu pertumbuhan sel kan sekadar teori. Dalam Semoga demikian halnya," lugas menunjukkan fungsi- ang. Sejauh ini, kalau seor- sional. Wayan Kepyoh me- otak bagian atas, maka musik sebuah penyelidikan yang katanya. fungsi tersebut. Untuk ade- ang bapak selalu memutar mang manusia, tetapi tidak dangdut lebih menyentuh sel berlabelkan "Mozart Effect" Musik memang merupa- gan sedih bin pilu, lengkin- lagu-lagu dangdut pada saat semua manusia bernama otak bagian bawah." Siapa me- ternyata IQ mahasiswa kan bagian esensial dari gan nada-nada haru dari anaknya menjelang tidur Wayan Kepyoh. Untuk me- melopori? meningkat begitu mereka tiap budaya manusia. Se- sang bintang sering mem- lebih banyak dengan tujuan mahami musik klasik Eksperimentasi Musik dan Filsafat Bunyi komposisi yang abadi. KINI, di luar berbagai kat- mengolah "filsafat bunyi" (se- at dilepaskan dari kreativitas Kaum sufi (mistik) telah egori musik populer yang sen- cara elektronis maupun akus- ide, penciptaan, alat, dan gaja diproduksi untuk me- tik) memiliki citra dan karak- prosedur-prosedur yang di- menjelajahi bunyi lewat ke- lengkapi menu hiburan, kita ter yang unik dalam mengge- inginkan guna mewujudkan- heningan, dzikir dan doa-doa. sering mendengar dan meny- makan kemungkinan estetis nya, baik lewat pita kaset Para Wali di tanah Jawa me- aksikan pertunjukan musik yang lebih utuh dan terbuka. maupun di atas panggung, makai bunyi lewat musik kontemporer, atau (tepatnya) Ia dapat dinikmati sebagai audial ataupun audio-visual. gamelan yang seirama dengan musik eksperimental, yang sesuatu yang bergairah dalam Secara begitu, tiap manusia upacara-upacara religius (Is- hampir semuanya menunjuk- jiwa, serta menyuruk ke memiliki hak yang sama un- lam). Lalu, dengan jujur dan kan adanya gejala-gejala dalam batas-batas antara im- tuk mengurai "makna bunyi" otentik, suku-suku pedalaman musikal dan bahasa musik pian dan kenyataan. Maka, dan memberikan jawaban- telah berhasil menciptakan yang membiaskan sebuah komposisi musik semacam itu jawaban alternatifnya, baik bunyi yang sangat berpen- pencarian. Sebuah dunia per- pun tak bisa dinikmati dengan melalui kriterium musikal garuh terhadap etika dan key- enungan yang sarat makna, begitu saja oleh penikmat, tan- maupun mistikal. akinan hidup yang bersifat refleksi, dan apresiasi ter- pamerujuk pada pengalaman magis. Dan, tidak hadap fakta-fakta kebenaran pengalaman subjektif yang langsung, semua itu telah bergerak di dalam tubuh peni- mempengaruhi dan mengisi yang hidup di sekitar kita. kmat sendiri. ruang-ruang keindahan ro- hani"-juga etika - dalam kebudayaan manusia. Dalam sejarah dan tradisi musik, kajian-kajian terhadap "bunyi" telah melahirkan se- buah teori musik yang kom- prehensif, dan dipakai sebagai landasan oleh para musisi dan kritisi musik selama berabad- abad. Ia pun kemudian diiku- dan ensiklopedis (tentang ke- hidupan musisi, penyanyi, dan konsep-konsepnya), serta me- tode praktis penggunaan in- strumen. Kenyataan ini tak hanya terlihat dari kecerdasan kon- Berdasarkan logika-logika septual dan unsur-unsur eks- tersebut, dapatlah ditarik se- perimentatif yang beroperasi buah rujukan abstrak, bahwa secara estetis di wilayah per- bahasa musik yang sesunggu- tunjukan, juga pada eksisten- hnya tak terletak pada lagu ti oleh berbagai kajian literar si dari musik eksperimental dan syair, melainkan pada itu sendiri. Hal ini mencermin- eksistensi bunyi. Karena, pada kan sebuah alternatif pemenu- mulanya, musik adalah bun- han terhadap wacana kebutu- yi. Jadi, bunyilah yang (se- han-kebutuhan rohani manu- harusnya) berbicara dan men- sia: sebuah pembebasan dan jadi materi yang esensial Pada sudut yang lain, den- pemerdekaan yang bersifat dalam musik, bukan kata- gan jalannya yang khas, pen- audial. Dan, semua itu telah kata atau warna, bukan ger- jelajahan terhadap filsafat bu- secara konsisten dinyatakan ak atau tarian dan rumbai- nyi dan pembentukan materi- dalam berbagai ragam peftun- rumbai aksesori, seperti yang materinya pun telah memun- jukan musik eksperimentatif, tiap hari terlihat di televisi. culkan sebuah karakter musik sebagaimana dipraktikkan Tetapi, bunyi seperti apa- yang menekankan pada as- Slamet A. Syukur, Harry kah yang bisa berbicara dalam pek-aspek rohaniah, spiritual, Roesli, Franky Raden, Sapto dan mistis. Esensi bunyi dibic- Raharjo, Jaduk Ferianto, arakan, dibahas, serta diwu- Yoseph Praba, Otok Bima, dan judkan dalam kosmologi dan sebagainya. estetika musik yang bermuara pada pengalaman dan peng- hayatan moral yang religius dan transendental, melalui praktik-praktik tradisi dan musik? Sebagai bagian dari alam semesta, bunyi merupa- kan organisasi yang liar, tak terbatas, dan bebas didefinisi Dalam konteks yang lebih kan oleh siapa saja. Maka, luas, jenis musik ini dengan dengan sendirinya, apa yang kecenderungan-kecenderun- disebut bunyi dalam kriteria- gannya yang radikal dalam kriteria musikal pun tak dap- Namun, di tengah kebisin- gan bunyi dan ideologi seperti sekarang ini ketika kebu- dayaan dan kehidupan manu- sia dikurung dalam formalitas yang kasar; ketika eksploita- si terhadap bunyi menyebar sebagai hiburan-hiburan ker- ing melalui parabola, kaset, dan video; ketika politik dan kekuasaan pun memaksakan kehendaknya lewat "bunyi" yang dikemas dalam slogan- slogan - kita pun jadi lebih rindu untuk mendengarkan dan berkomunikasi dengan bunyi yang indah" yang men- dasarkan penciptaannya pada prinsip dan dasar-dasar ke- manusiaan, serta mampu mengangkat dan membantu kita dalam pencapaian-penca- paian spiritual. Yukie H. Rushdie Ais Said: Kasubmahardi W Perbanyak Artis Lokal Kurangi Artis Asing AIS Anantama Said (38), sangat yakin akan potensi dan kemampuan seniman dan bu- dayawan Indonesia dalam menghadapi abad ke-21. Karenanya, begitu Presiden Soeharto mencanangkan 1998 sebagai Tahun Seni Bu- daya, Ketua Departemen Seni dan Budaya DPP Golkar ini menyambut dengan sangat antusias. "Golkar sangat menghargai dan siap men- dukung sepenuhnya pencanangan pemerintah tentang tahun seni dan budaya. Sebab, saya san- gat yakin kemampuan dan kualitas para seni- man dan budayawan Indonesia, khususnya para artisnya kini tak kalah dengan artis as- ing," ujar Ais Said kepada Bali Post di Jakarta, baru-baru ini. Masalahnya sekarang, lanjut pria kelahiran Bali, 29 Juni 1960 ini, berdasarkan pengama- tannya 10 tahun terakhir, artis-artis atau pe- nari lokal tersebut jarang diberi kesempatan untuk tampil khususnya di pub dan kafe hotel- hotel berbintang. "Untuk masa datang, Departemen Seni Bu- daya DPP Golkar sangat berharap penampilan artis dan penari lokal di pub maupun kafe bisa lebih banyak. Atau minimal berimbang, harap Ais Said yang sekitar 15 tahun silam bersama promotor muda ibu kota Sys NS sukses mengge lar pertunjukan Dapur Musik Betawi" di Jakar- ta itu. Sebagai mantan promotor pertunjukan, Ais tampaknya memang tahu persis perkemban- gan dunia hiburan termasuk kualitas para artis Indonesia dari waktu ke waktu, terutama di kota-kota besar. Apalagi, ketika masih aktif di dunia showbiz, ia termasuk pelopor pengguna artis dalam negeri. Nama-nama seperti Chri- sye, grup Badai Band, Kijang Group (Didi Pe- tet dan Sena Utoyo), serta Petty Tunjungsari, Vina Panduwinata, Ikang Fauzi yang kondang hingga kini, merupakan artis dan penyanyi or- bitan Ais dkk. 1670 Insp ad Begitu pula ketika membuka kafe atau mu- sic lounge "Rumours" di bilangan Sudirman Jakarta, Ais Said pun memberi porsi yang san- gat besar musisi dan penyanyi lokal untuk un- juk kepiawaian. "Kini setelah hampir sepuluh tahun menjadi anggota DPR-RI, sejalan den- gan gerakan cinta produksi sendiri, saya pun mencoba menggunakan kembali musisi dan artis lokal. Mudah-mudahan, dalam krisis mon- eter yang berkepanjangan saat ini, para pen- gelola tempat hiburan dapat mengalihkan por- si untuk artis asing kepada artis negeri sendi- ri," harap anggota Komisi IV DPR-RI dari FKP yang antara lain membidangi Parpostel itu. Ditambahkan Ais, guna mendukung hal tersebut Golkar belum lama ini juga telah men- girim surat kepada Menparpostel Joop Ave dan Menaker Abdul Latief yang berisi imbauan agar seluruh hotel di Tanah Air, melakukan instro- speksi. Agar sesegera mungkin memulangkan atau minimal mengurangi penggunaan tenaga kerja asing, mulai dari level GM, pekerja dapur, hingga musisi dan para artisnya. Bayangkan saja, khusus para pemain band dan artis asing yang bakal tampil di pub hotel, minimal dibayar 20-30 ribu dolar untuk kon- trak tiga bulan, sudah berapa devisa kita kelu- ar. Apalagi setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar anjlok drastis, masa iya artis kita sendiri terus-menerus ditempatkan di belakang. Pokoknya, saat ini merupakan momentum ter- baik untuk mengedepankan artis dan musisi Indonesia yang kualitasnya dijamin telah seja jar," tandas Ais seraya mencontohkan prestasi penyanyi Indonesia - Meiske Shakila yang be lum lama ini menyabet piala Rusa Emas di Festival Musik Pop Rumania, merupakan pen- yanyi yang besar di pub dan kafe. Ikke Nurjanah Awalnya Kagok, Kini Keenakan 09.30 Animaniacs 10.00 Ninja Hatory 11.00 Hercules 12.00 Buka Mata Buka Telinga 13.00 Wanita Gaya 13.30 RCTI Sport 15.00 Boom Basket 15.30 Penyegaran Agama Kristen 16.00 Sinema Minggu Siang 19.30 Seputar Indonesia 20.00 Berita Malam TVRI 20.30 Mega Sinetron: Bulan bukan Perawan 21.30 Liga Italia 22.30 Dunia Dalam Berita 01.00 Shalat Tarawih AN teve 06.30 Mutiara Subuh 07.00 Bursa Musik Ramadan 07.30 Primaraga ni Ikke Nurjanah 08.00 FS Donkey Kong 80.30 Mi Familia 09.30 Video Anak AN teve 10.00 Musik Mingguan 11.00 Flipper 12.00 On The Spot 13.00 Majalah Olah Raga 15.00 Sepak Bola Nasional 15.30 Gema Rohani 16.00 Lensa Sepak Bola Nasional 18.00 Cakrawala 19.30 MTV Sport 20.00 Berita Malam TVRI 20.30 Jelang Piala Dunia 22.00 Dunia Dalam Berita 23.30 Sepak Bola Mania 04.10 Pola Teknik 04.24 Pembukaan 04.27 Pengajian Alquran S e W a k : 06.30 Kuliah Subuh BPM/AS-10 07.00 Selamat Pagi Indonesia 08.00 Rocky Rackat 08.30 Popeye 09.00 Looney Tunes 09.30 Klab Klib Keliling 10.00 Woody Woodpecker 10.30 Dangdut Minggu Pilihan 11.30 Suka-suka 12.30 Seventh Heaven 13.00 Mirror-mirror 14.30 Exstrime Sport 15.00 TV Inovation 15.30 Cyberet 16.00 Sinema Remaja 18.00 Lintas 5 18.30 Di Balik Bintang 19.30 Neo Pepesan Kosong 20.00 Berita Malam TVRI 20.30 Kotak Rezeki 21.30 Lawak: Ngelaba 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Profiler 23.30 Movie Magic tu W (as-10) 187 st Ab 50 da 79 AWALNYA, Ikke Nurjan- pedesaan," jelas Ikke Nur- ara Prospek' dan segmen kewirausahaan dengan me- ah agak kagok ketika diper- janah kepada Bali Post di masyarakat bawah," ujar nampilkan Prof. Dr. Haryono caya Televisi Pendidikan In- studio TPI, Jakarta, belum mahasiswi semester VII FE Suyono yang didampingi Dr. donesia (TPI) memandu acara lama berselang. Universitas Jayabaya, yang Martani Husaini, pakar manaje talk show "Prospek" (Profil Namun, lanjut dara beru- lewat acara "Prospek tetap men dan pemasaran dari UI. dan Solusi Pengembangan sia 24 tahun ini, setelah saja kebanjiran surat pribadi Serta dilengkapi profil sukses Kewirausahaan) yang ditay- melalui proses coba dan dari penggemar dangdut di ibu-ibu dari kelompok UPPKS angkan tiap Sabtu siang ralat, dirinya kini benar-be- seluruh pelosok Tanah Air. (usaha peningkatan pendapatan pukul 12.00 WIB. Namun nar menikmati acara yang Apakah job baru sebagai keluarga sejahtera) penerima kini, penyanyi dangdut ter- dirancang matang kantor pemandu acara televisi tak kukesra (kredit usaha keluarga baik versi Anugerah Musik Meneg Kependudukan/ mengganggu aktivitas nyanyi sejahtera) yang berwirausaha Indonesia (AMI) 1997 ini, BKKBN itu yakni mem- maupun kuliah? Ikke men- sederhana seperti membuat bot- malah keenakan berbasah- beri ilham kepada kelompok gakui, "Prospek" menjadikan ok, kereneng, telur asin, dodol basah pada acara berdurasi keluarga prasejahtera dan kesehariannya belakangan nangka, ikan goreng, nasi pecel 30 menit yang ditujukan ke- sejahtera I, agar meningkat- ini jadi supersibuk. pada segmen masyarakat kan jiwa kewirausahaan Tapi karena saya telanjur "Sebagai Menteri, sebenarnya sekaligus taraf hidup tertarik pada acara ini, soal saya hanya bintang cadangan. "Terus terang saja, karena ekonomi mereka. kendala waktu tak jadi Yang jadi bintang utama selain belum menguasai pokok ba- "Berdasarkan peran masalah. Saya tinggal pan- Ikke Nurjanah dan Pak Martani hasan Prospek', pada beber- strategis tersebut, saya kini dai-pandai membagi waktu justru para ibu-ibu dari Kelom- apa penampilan awal saya malah keenakan memandu saja. Sebab, biar bagaimana pok UPPKS yang telah sukses masih kagok dan grogi. Pasal- acara talk show ini. Apalagi pun, saya ingin tiga profesi dalam mengelola dana kukesra nya, sebagai pemandu acara latar belakang pendidikan yang saya minati tersebut lewat beragam wirausaha seder- saya pun dituntut untuk bisa maupun popularitas sebagai bisa berjalan dan sukses ber- hana mereka," tandas Haryono menggunakan bahasa Indo- penyanyi dangdut, ternyata iringan," tandasnya. Suyono yang tiap akhir pekan nesia yang sederhana, agar memudahkan saya menjem- Dalam "Prospek", dibahas rajin hadir di studio TPI bisa diterima masyarakat batani jarak emosional ant- hal-hal bersifat perkenalan (as-10) bawah itu. 00.00 Bimbingan Rohani 01.00 Berita Terakhir INDOSIAR 07.00 Hope and Gloria 07.30 Amazing Tails 08.00 Wedding Peach 08.30 Sailormoon R 09.30 Dragon Ball 10.00 Klab Disney 11.00 Klak Klik 11.30 Lupus 12.00 Remaja 5 12.30 Ekspresi 13.30 Penyejuk Iman Katholik 14.00 Dangdut Ria 15.00 Sinema India: Demi Cinta 18.00 Mak Comblang 18.30 Suluh Ramadan 19.00 Pesta 20.00 Berita Malam TVRI a kt 20.30 Pesona Indonesia 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Tembang Kenangan 23.00 Saksi 24.00 The Devine Garbop RRI Denpasar 06.06 Puja Trisandya 06.10 Canangsari P. Dewata 06.30 Berita Daerah 07.00 Warta Berita 07.05 Laporan 07.11 Forum Negara Pancasila 07.25 Canangsari P. Dewata 08.00 Warta Berita 08.10 Parlementaria 08.16 Niaga Udara 08.30 Album Kita 09.00 Siaran Kebaktian Minggu 10.00 Varian Nusantara 10.30 Hid. DramatariArja 11.00 Berita Kota 12.00 Berita Olah Raga 13.00 Sari Berita 13.11 Puja Trisandya 14.00 Warta Berita 14.05 Ulasan Pers 15.11 Niaga Udara 15.20 Pilpen 17.35 Dunia Olah Raga 18.00 Berita Dalam Bahasa Bali 19.00 Berita Daerah 20.00 Warta Berita 20.30 R. Seni Budaya 21.00 Berita Ekonomi & Industri 21.20 Niaga Udara 22.00 Berita Daerah 22.10 Pengumuman 23.00 Aneka Berita 23.11 Hid. Pengantar Keperaduan TRI b S 15.00 Berita 14 a dll. 15.30 Wajah Negeriku 15.35 Film Ser American Detective 16.10 Gita Wicara 16.35 Mimbar Agama Kristen 17.00 Siaran Berita TVRI 17.30 Balivision 18.00 Puja Trisandya 18.06 Sesolahan 18.30 Berita Daerah 19.00 Lintasan Berita 19.05 NTN Kalimantan Selatan 19.15 Siaran Pedesaan 19.30 TVRI News 20.00 Siaran Berita TVRI 20.30 Hiburan 21.00 Lintasan Berita 21.05 Arja Bagawan Dharma Swami 22.00 Dunia Dalam Berita 22.30 Pengajian Bulan Ramadan 22.40 Permata Nusantara 23.30 Siaran Berita Terakhir 23.40 Film Centa Berubah D A b Ale die du 09 ΠΕ ib 20 192 die 192 dalam sejarah p Tingkah polah Jam izin untuk me sedikitnya 2,5 SEJAK novelis Ian Flem memperkenalkan tokoh Jan Bond pada 1953, ketertarik orang pada Bond sampai k seakan tiada pernah berakl bahkan sejumlah fans-nya ya fanatik terobsesi dengan ag ganteng yang selalu dikelili wanita cantik itu. Videogan James Bond, pemantik api dan mobil mainan tokoh itu b hasil meraup jutaan dolar t tahunnya. Bioskop-bioskop ya memutar film tentang kegia spionase agen rahasia Inggris selalu dibanjiri penonton bail London, New York, atau Jak ta. Namun, fenomena Bond, m ki hebat luar biasa sepanjang tahun, ternyata membingu kan. Mengapa, sebagai cont orang bisa terpikat dengan k akter tokoh yang sedikit sek berubah dari film ke film i Mengapa para penonton te suka dengan petualangan ya formula serta resep dan bum nya sama, itu-itu juga? Men pa pula gaya dan ciri uta Bond yang senang seks beb dan kekerasan serampang masih merupakan daya ta bagi para penonton bahkan tengah-tengah meningkatn bred memen ten araud Kalah KONON, Tuhan mencip kan malaikat dari cahaya. I mudian Tuhan menciptak manusia dari tanah dan menc takan jin dari api. Jika manu hidup di dunia dan malaikat akhirat, jin hidup di antara c nia dan akhirat. Dibandingk manusia, jin memiliki kesakti luar biasa. Namun kesaktiann itu akan berguna hanya kal ada manusia yang menging kannya. Jin selalu berusaha mengu sai manusia dan dunia. Kare itu ia mencari orang yang ima nya lemah, lalu menggodan untuk mengucapka satu pe mintaan apa saja. Namun imba annya tidak main-main, kare menyangkut nyawa. Samp pada keinginan yang ketiga te ucap, saat itulah bangsa jin aka menang dan menguasai dun dengan kekuatan jahatnya. Setidaknya, begitulah W Craven, spesialis film hor mendasarkan idenya untu membuat "Wishmaster". Selan ini memang banyak beredar ce ita tentang jin dalam berbag versi. Di antaranya yang popu er dan kemudian banyak diik ti cerita lain adalah sosok j lampu wasiat dari cerita Ala din. Betulkah ada jin yan demikian adanya, baik hati da setia mengabdi kepada majika nya? Menurut Wes Craven, j IA Leam ENGLISH MULAI 2 FE GENERAL ENGLIS 9 tingkat untuk dewasa Pengajar Penutur Asli Fasilitas lengkap SD ENGLISH TE B Tersedia untuk Siswa-siswa kelas 4, 5 dan 6 Tes penempatan/per IALF Bali, Jalan Ka Tel: 221782 2cm Color Rendition Chart
