Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-18
Halaman: 03
Konten
4cm 8 Januari 1998 Minggu Pon, 18 Januari 1998 Bali Post REMAJA Halaman 3 11418 H LAkram mana diperintahkan g turun kepada Nabi ng mendalam," kata di teras masjid, keti- n disebut sebagai ba- osisi," sahut Munir. cukup dibaca sekali sudnya. Makin kita ma yang tiada habis- n, mempunyai sudut lau dan kita masing- Alquran tersebut se g-masing. Bukan be tersebut lalu: ada Rasulullah SAW a membaca bahkan ul tulisan ini. Kalau uti terjemahan ayat gan nama Tuhanmu manusia dari setetes ayat yang ketiga Al- Bacalah dan (demi) Munir a sampai dua kali?," aca, baik objek tertu- eru Ahmad Zaki. Dewi. karim yang artinya g ditanya sama-sama ab: Hiartikan seperti itu, ebelum dan sesudah- ha Pemurah." enciptakan kita men- ain, hewan atau tum- 0. ci kémajuan ilmu dan n dapat memajukan mbatani antara ilmu mbah dan menjadi- itu tenggelam dalam beduk Maghrib pun (WAA) t golongan manusia, an mereka ke dalam riba, pemakan harta a Hakim dan Baihaqi) H yar, Tabanan ri 1998 ur 12.32; Ashar 15.55; mit, Dompu 10 menit; Praya 4 menit; Ma- it, Klungkung/Bang- anyuwangi 4 menit; t; Singaraja 1 menit. mting MAH SAKIT anglah angaya 227912-15 222142 dayana, jam dan menerima mum 228061 rya Husada 235041, 233786, ri Raharja Jam aidharma 233787 upratman 14 Denpasar Unda No. 1 Renon an Poliklinik: 24 Jam anggilan dan nce Service arma Yadnya Supratman no. 256, Denpasar Timur an 24 jam: usus Bedah A USADHA paminoto 30 ar-Bali Buka 24 Jam Ambulance service er panggilan SOS Gatotkaca jam akti Rahayu atot Subroto II/11 jam. anggilan dan Service ua Clinic atama 81A-81B 222013 227220 462629, 462488 462488 423467- 426492 223555 430270 430245 (0361) 71324 161 Jua t PMI Badung mam Bonjol ar man Ambulance Darurat bang Badung 484305 484305 man Usaha Transfusi Darah PMI Cabang Badung UP Sanglah Denpasar t arma Usadha Jam dan UGD 227224 227911 s.d. 227915 161 ral Sudirman 50 227560- 234824 si Denpasar: Agustinus Legawa Partha, Nikson, ma, Srianti, Sri Hartini, Su- gendra, Suja Adnyana, dnya, Sugiarta, Sutarya, citadewi, Oka Rusmini, , Buleleng: Tirthayasa, Asri, Karangasem: Dira man: Alit Pumatha, Jakar- , Bambang Hermawan, anti, Suharto Olii, Ghazali aedin, Riyanto Rabbah, Endy Poerwanto, Bam- yakarta: Suharto. War- mo. Syamsudin Karim, Rus- Remaja tentang Kemandirian Mandiri Itu "Tabungan" Masa Depan Pandangan yang menilai remaja sebagai sosok yang manja tidak selalu benar. Banyak remaja yang kendati orangtuanya tergolong mampu justru meman- faatkan sebagian waktunya untuk mencari uang den- gan bekerja sambil sekolah. Ternyata, motivasinya lebih dari sekadar mendapatkan tambahan uang saku. Ada kebanggaan lain, anak sekali waktu bisa mem- beri sesuatu kepada ayah ibunya dari hasil keringat sendiri. Inikah wujud kemandirian remaja? BERAGAM cara ditem- puh remaja untuk memperte- bal dompetnya. Walaupun jatah dari orangtua rutin diperoleh, remaja yang dari ukuran ekonomi termasuk kategori mampu banyak menggunakan waktunya un- tuk "nyambi". Mewujudkan sikap mandiri tersebut, ban- yak pilihan yang dikembang. kan. Mulai dari magang di sebuah perusahaan minu- man terkenal, mengembang- kan bakat dengan menjadi guru musik, sampai "berbu- ru" artis untuk diwawancar- ai. Bahkan para remaja ini ada yang berpikir jauh ke depan, aktivitas yang dilako- ni sambil sekolah diharap bisa dijadikan batu loncatan untuk bisa menciptakan lapangan usaha sendiri. Harapan yang dipupuk I Made Agus Budiartha, paling tidak menunjukkan sikap se- riusnya melatih kemandirian. Latihan menjadi mandiri dan menuju cita-cita membuka lapangan kerja sendiri tersir- at dari penuturannya. "Syukur-syukur bisa punya banyak pengalaman, kalau sudah lulus mudah mencari kerja. Atau ada bekal untu membangun usaha sendiri," ungkap siswa SMK 3 Suka- wati ini. Dengan motivasi itu pula tampaknya Agus sangat menikmati kegiatannya meng- isi waktu luang dengan menari di hotel. Awalnya memang ikut-ikutan saja, lama-lama senang. Dapat uang, jadi ada yang bisa ditabung untuk bekal usaha," kata Agus. Apa yang digambarkan Agus tampak selaras dengan pemikiran I Made Sukana, alumnus SMM Negeri Den- pasar. Merasakan banyaknya sisi positif yang didapat dengan melatih kemandirian, Sukana pun sangat setuju remaja me manfaatkan waktunya untuk mencari uang meski orangtu- anya termasuk kelas berduit. Itu menunjukkan kalau rema- ja yang sudah mengerti posis- inya sadar untuk belajar beru- saha sendiri. Yang begini pasti dapat nilai lebih, baik dalam berpikir atau bersikap," urai Sukana yang aktif melatih vokal suara dan musik ini. Adanya nilai lebih yang didap- at itu pula yang menyebabkan Sukana tidak mengukur ke- mandirian remaja hanya dari segimateri yang diperoleh juga kemampuan mengatasi prob- lem yang dihadapi menjadi tolok ukurnya. Rasanya dalam dunia kerjalah remaja akan ditempa sikap mandirinya, bisa mengatasi problem di tempat kerja adalah tantangan," kata Sukana. Berbeda dengan Sukana, Ni Putu Varia Widyarini, ma- hasiswi energik yang sempat magang di perusahaan minu- man terkenal, punya orienta- si lain dengan bekerja sam- bil kuliah. Finalis Lomba Mirip Bintang SCTV 1997 ini memiliki pandangan untuk masa datang. Artinya, lati- han kemandirian yang di- lakukannya ditujukan untuk menghadapi tantangan masa depan. Mewakili remaja pu- tri, Varia melihat kemandi- rian akan sangat berguna apabila nanti berumah tang- 10.05 aval 00.81 didn Putu Varia Widyarini ga. "Nantinya seorang wani- ta ke luar dari rumahnya, jika sudah menikah akan terasa sekali nilai kemandi- rian itu. Maka sejak rema- jalah kita menempa diri," tu- tur gadis yang juga disibuk- kan dengan kegiatan show tari ini. Memang diakui jujur oleh Varia, cari duit adalah motivasinya bekerja, namun itu bukan satu-satunya hal yang dikejar. "Pokoknya menunjukkan sebagai wani- ta kita mampu," cetusnya. Motivasi lain dengan Varia, I Gede Sudiartha, mahasiswa yang memilih jurnalistik se- bagai media mengisi waktu luang, memberi penekanan kepada hobinya yang bisa ter- salurkan. Dorongan mencari uang menjadi urutan terakhir, yang penting wawasannya ber- tambah karena hobinya tersa- lurkan. Setelah "nyambi", ia mengaku dapat sesuatu yang lain dan menyenangkan. "Wah, ternyata waktu lebih dari sekadar uang," kata Sudi- artha yang punya kebanggaan sendiri bertemu orang-orang terkenal. Diakui alumnus SMU 5 Denpasar ini kalau ia tidak ikut bergabung dalam dunia tulis menulis, kecil ke- mungkinan ia bisa "berburu" artis untuk diwawancarai atau dipotret. "Padahal tugas seperti itu menantang sekali. Sikap mandiri dan keberani- an diuji sekali. Bagaimana supaya tidak mudah menyer- ah," ucapnya. Meridiam G. in amentoru I Made Sukana Beri Hadiah Motivasi remaja melakoni kerja sambilan walau orang- tua masih sanggup membi- ayai boleh jadi bervariasi. Namun satu yang pasti, kesi- bukan kerja mendatangkan uang tambahan bagi mereka. "Sekarang lumayan, apa-apa yang diperlukan tidak minta terus-terusan ke orangtua," ungkap Varia. Malah seba- liknya, kini dari hasil kerin- gatnya sendiri Varia bisa memberi sesuatu pada orang- tuanya. Bentuknya semacam hadiah, itu diberikan pada ayah-ibunya dari hasil jerih payah sendiri. Varia men- gaku, di sanalah kebanggaan sebagai seorang anak. Orang- tua memang tidak minta di- belikan ini itu, Varia sendi- rilah yang ingin menunjuk- kan rasa terima kasihnya. "Ini belum apa-apa dibanding perhatian mereka pada kita," kata anggota grup tari Gemi- lang Putri Persada ini. Pengertian dan perhatian orangtua yang menyikapi se- cara bijak jika adanya kerja sambil sekolah juga dirasa- kan I Made Sukada. Diakui Sukana, kerja yang dilakoni seringkali membuatnya ke- walahan, capek karena ban- yak kesibukan. Pada kondisi seperti itulah, orangtua menunjukkan peran besarn- ya. Maka, upaya berterima kasih sebagaimana sepatut- nya juga ditunjukkan Suka- na. Sedikit berbeda cara den- hang Menjelang PSR Ke-14 I Gede Sudiartha gan Varia, Sukana sekarang tidak lagi minta uang saku. Sehingga, diakui terus ter- ang, "jatah" uang sakunya bisa dimanfaatkan orangtua untuk hal itu. "Untuk kepent- ingan pribadi saya, selama masih bisa diatasi sendiri, saya pergunakan uang dari kantong sendiri. Uang yang tadinya disiapkan orangtua, biarlah dimanfaatkan untuk keperluan lain," kata Sukana. Lepas dari apa dan bagaimana kegiatan yang ditempuh remaja, adanya aktivitas melatih kemandiri- an membuat para remaja menolak disebut pribadi manja. Remaja yang tengah latihan menghadapi tantan- gan masa depan dengan mempersiapkan diri menuju mandiri ini ternyata menda- patkan manfaat lain untuk bekal. Sikap mandiri yang dibina adalah "tabungan" berharga yang dipercaya bisa dipetik hasilnya saat mereka terjun ke dunia usaha nantin- ya. Tabungan itu tidak saja diukur dari segi materi, leb- ih dari pada itu, remaja bisa "menabung" sikap berani, ulet, dan tidak mudah meny- erah. Pada waktunya, bisa "ditarik" sehingga di masa datang para remaja ini men- jadi "kaya", bukan ditakar dari materi tetapi jiwa prib- adinya terisi dengan kesia- pan menghadapi tantangan. • Mas Jayantiari/ Astra Prayoga 1 on saame she debug Rata-rata Latihan Intensif untuk Cabang Drama Modern KETUA Teater Antariksa (SMUN 7 Denpasar) Juni San- caya mengatakan, persiapan menuju arena Pekan Seni Re- maja (PSR) ke-14, kini sudah hampir rampung 60 persen. Masing-masing siswa yang ter- pilih mewakili SMUN 7 pada tiap cabang yang akan dilomba kan, sudah melakukan latihan awal. 'Anda tahu kalau tahun- tahun lalu SMUN 7 belum ban- yak disebut di arena PSR. Kali ini kami ingin menghapus ke san negatif itu. SMUN 7 siap tempur," kata Juni. Sikap optimis Juni bahwa tim SMUN 7 mampu bersaing dengan sekolah lain, ternyata cukup beralasan. Dia mencon- tohkan, pada cabang pop daer- ah dan keroncong, Prastyawan yang baru saja merebut juara lagu bernapaskan P4 se-Bali mendapat binaan intensif. Ca- bang masatua, mengarang, poster, dan baleganjur juga mendapat perhatian serius. Kegairahan tim SMUN 7 tak lepas dari dukungan Kepa- la Sekolah (Kasek) SMU yang berlokasi di Jalan Kamboja itu. Kasek SMUN 7 IG Tantra menginstruksikan stafnya agar membentuk tim khusus untuk memantau bakat anak-anak yang terpendam. Pun sekolah menyediakan segala sarana dan prasarana yang diperlukan selama persiapan sampai ko- mpetisi berakhir. Sementara SMUN 3 tampak tak mau kalah soal merancang agenda AKSI persiapan menuju ajang PSR. Ketua OSIS SMUN 3, Putu Agus Lastya Eka Pramana mengaku sedang melakukan seleksi ketat terhadap para ca- lon peserta untuk berbagai ca- bang lomba. "Berdasarkan ra- pat koordinasi antarseksi, se mua cabang lomba masuk dalam daftar perencanaan. Cuma, kami hanya mengirim wakil yang berpeluang merebut medali. Untuk apa berlomba kalau sudah tahu kalah, lebih baik menonton daripada malu disoraki orang lain," katanya mantap. Untuk menentukan wakil yang berhak maju ke panggung kompetisi, Lastya menurunk- an tim khusus yang bertugas menyeleksi para siswa yang berbakat. OSIS SMUN 3 mem- beri kesempatan pada tiap siswa mengikuti seleksi, dan datang ke sekolah pada jadwal yang telah ditentukan. Jadi, yang berhak mewakili SMUN 3 bukan mutlak harus anggota ekstrakurikuler tertentu. Sia- pa yang paling mampu, dia yang maju," katanya sambil me- nambahkan, targetnya usai ul- angan umum semua cabang sudah memasuki tahap pema- tangan. ing sudah punya jadwal latihan rutin. Hal yang sedikit mempri- hatinkan, justru dialami tim SMUN 4 Denpasar. Sekolah yang mulai tahun ajaran 1997/ 1998 masuk SMU binaan ini, punya penyakit "kronis" yang sulit disembuhkan. Penyakit SMUN4, ya begitu, kalau akan lomba baru ada latihan," kata Anton, alumnus SMUN 4 yang kebetulan sempat melatih ang- gota Teater Citra. Anton yang dulu mem- perkuat Teater Citra di PSR, juga merasakan hal serupa. Hal wajar, kalau kini persiapan menyambut PSR ke-14 di SMUN 4 masih terkesan sepi- sepi saja. SMUN 1, sampai berita ini di turunkan, belum bisa dilapor- kan karena masalah teknis. Kondisi di SMU yang lain sep- erti SMUN 2, 5, dan 6, juga sudah melakukan persiapan pada cabang-cabang tertentu. SMU PGRI 2 Denpasar, malah sudah mempersiapkan wakil- wakilnya untuk lomba pidato, masatua, poster, dll. "Kami han- ya ikut pada cabang tertentu, kemampuan SMU PGRI 2 ter- batas," kata Suardana, seksi sastra OSIS setempat. Putus Generasi Juara umum PSR ke-13, SLTPN 6 tampak agak kesuli- tan mempersiapkan diri men- yambut PSR ke-14. Teater Sing Ken-ken sekolah ini kini kesu- litan mencari pemain baru. Generasi Wahyu Wismarini dkk. terkesan putus. Sementa- ra ketua teater yang juga Ket- ua OSIS SLTPN 6, Suryawan membenarkan pihaknya kesu- litan pemain. Namun, tak ada kamus pesimis dan munyerah bagi SLTPN 6 sebelum berla- ga di panggung. "Kami mengikuti semua cabang, dan latihan sudah berjalan rutin Hanya cabang drama mod- ern yang sudah melakukan lati- han intensif. Sementara siswa yang bakal mempertaruhkan nama SMUN 4 di bidang grup vokal, mengarang, pidato, dll. belum tampak ada gereget. Seksi drama modern OSIS SMUN 4, Kustini mengaku agak kesulitan mencari anggo ta. Padahal, sekolah sudah melakukan seleksi di semua kelas mencari pemain yang bisa diharapkan mengangkat sejak bulan lalu," katanya se nama sekolah. Ya..., sekolah raya menyebut, cabang bale- kami tak punya ekstrakurikul- ganjur, masatua, pidato, men- er drama. Jadi, menghadapi garang dan drama modern PSR, persiapan kami agak ka- masih diandalkan mem- cau. Terpaksa latihan dari nol," persembahkan medali bagi tim ucap peraih pemeran wanita SLTPN 6. terbaik III drama PSR ke-13 Kesulitan Pemain SMUN 7 dan 3 boleh saja bergairah menyambut PSR ke 14, lantaran sarana penduku- ng cukup tersedia. Kepaduan antarpemainnya juga cukup itu. beralasan, karena masing-mas- Sementara Meiyani Lestari: Ngeri APA hubungannya dunia model dengan kalender? "Hubungan" ini telah dibuktikan salah satu model remaja Ni Made Meiy- ani Lestari. Sebagai model, siswi SLTPK Swastiastu Denpasar ini beberapa waktu lalu telah terpilih sebagai Putri Kalender 1998. Prestasi yang diraih Meiyani tersebut me- mang sejalan dengan pandangannya bahwa usia muda memang harus diisi dengan sega- la aktivitas yang positif. ti pentas peragaan busana bersama agen modelnya. "Remaja itu harus bisa menye- suaikan diri dengan situasi lingkun- persiapan Tim yang tampak lebih ber- semangat menyambut PSR kali ini adalah SLTPN 1 Den- Maria dan Oki: Siap PASANGAN Maria Hendran- gan pergaulannya," komentar Meiy-ingsih dan Oki Trihartono pada ani soal fenomena remaja kini. Bag- Lomba Drama Modern (LDM) yang pasar. Runner-up PSR tahun 1997 ini sudah melakukan lati- han intensif, dan diprediksi akan rampung minggu ketiga Februari nanti. "Grup drama modern SLTPN 1 sudah lati- han, yang lain juga saya lihat berkumpul di bawah bimbin- gan pembina," kata Agus, salah seorang siswa SLTPN 1. Tim SLTPN 4 yang tahun lalu absen di cabang drama modern, kali ini berniat ikut ambil bagian. "Kami latihan tiap Rabu dengan ditemani dua orang pembina," kata Partama, salah seorang pemain andalan SLTPN 4. Sementara grup vokal SLTPN 2 juga sudah ber- siap-siap mempertahankan gelar juara I, yang direbutnya tahun lalu. Kami optimis bisa menang lagi," ungkap Nita mewakili rekan-rekannya. Persiapan menyambut PSR ke-14, baru semarak kelihatan pada cabang drama modern. Kompetisi paling bergengsi ini menyediakan empat medali emas. Tahun ini, SMUN 3 akan mengirim dua tim (memainkan naskah "RSU" dan "Kisah Cin- ta dan Lain-lain"), SMUN 7 dua tim ("Peti" dan "RSU"), SMUN 4 satu tim ("Orang Asing). Se dangkan SLTPN 1 dan 4 mas- ing-masing satu tim ("Sang Juru Nikah"), SLTPN 6 satu tim ("Ibu"), SLTPN 9, 10, 3, dan 8 juga dipastikan ikut mera- maikan kompetisi drama mod- ern ini. er sekolahan di Bali. (jep) Menurut Oki, optimis bisa tampil terasa sejak dulu. "Saya pikir, ber- bagus sebagai pemain teater, sudah lakon seperti yang dimainkan sekolah lain tidak terlalu sulit. Ke- inya, fasilitas untuk bisa mengem- diprakarsai FS Unud, baru-baru ini, tika saya coba, semuanya menjadi bangkan prestasi remaja kini cuk- tampil sebagai yang terbaik. Oki up banyak, sehingga bisa dimanfaat berhasil merebut gelar pemeran pria kan. "Kini kan teknolo- terbaik, Maria menyabet pemeran lancar," papar siswa kelas III ini. Se- mentara Maria sudah kenal dunia akting sejak duduk di bangku SLTP gi sudah berkembang. wanita pembantu terbaik. Keber di Teater Wagiswarai milik SLT- Tetapi pemanfaatan- hasilan Oki dan Maria ini sekaligus PN 10 Denpasar. Maria bukan saja nya yang harus baik," membuktikan bahwa Teater sebagai pemain, tetapi sebagai katanya sembari me- Antariksa milik SMUN 7 Denpasar sutradara Teater Antariksa. (jep) nambahkan, fasilitas juga bisa ber- se- teater yang ada di sekitar re- prestasi, maja jika tidak diman- bagaimana kel- faatkan secara baik da- ompok pat mendatangkan sekolah lain yang dampak negatif. selama ini terke- Contoh nyata yang san mendominasi diamati Meiyani adalah kejuaraan. Den- penyalahgunaan inter- gan 12 penghar- Untuk memperdalam pengetahuan- net untuk hal-hal yang dapat meru- gaan yang direbut nya tentang dunia model, ia pun men- sak mental remaja seperti bany- para awak teater imba ilmu secara serius di Wien Mod- aknya remaja kini bisa mengintip" elling School. Hasilnya, selain menya- gambar-gambar porno. "Ngeri mem- SMUN 7 Den- pasar ini, tercipta- bet juara pada pemilihan putri kal- bayangkan dampaknya," tandas lah peta baru ender, Meiyani juga sering mengiku- Meiyani. (mas/ast) dalam iklim teat- SANGGAR POS REMAJA Sanggar Pos Remaja merupakan wadah dan media komunikasi antar-remaja (siswa SLTP, SMU, mahasiswa, umum) pembaca Bali Post. Dalam wadah ini, remaja bisa menjalin komunikasi terkait dalam bidang kesenian, olah raga, keorganisasian, dan hobiis. Ingin bergabung? Silakan kirim data nama, tanggal lahir, pendidikan, hobi, alamat, dan pasfoto ukuran bebas, ke Redaksi Bali Post. Jangan lupa tempelkan "Kupon Sanggar Pos Remaja". Apa saja kegiatan sanggar ini, ikuti terus rubrik "Remaja" Bali Post Minggu. No. Induk : 0560 Nama : Ni Luh Kadek Emilyawati Siswi SMUN 1 No. Induk : 0566 Nama Tgl. lahir Pendidikan: Tgl. lahir Pendidikan : 22 November 1982 Hobi Alamat Tabanan Membaca, menari Hobi Alamat BTN Taman Sekar Blok B.49 Kediri - Tabanan Telp. (0361) 811741 : Ade Ida Widayanti No. Induk : 0561 Nama Tgl. lahir Pendidikan Hobi Alamat No. Induk Nama Tgl. lahir Pendidikan : 23 September 1981 Siswi SMU PGRI 2 Denpasar Renang, koresponden menulis, jalan-jalan. : Jln. Gunung Agung Gg. IV B No.26 Denpasar : Mulyono : 12 Desember 1982 Siswa SLTP Koresponden, nonton TV, baca majalah. : SLTP 1 Karangkobar Jln. Leksana, Karangkobar Banjarnegara Jateng 53453 No. Induk : 0567 Nama : Tgl. lahir Pendidikan: Hobi Alamat 15 Juni 1981 I Wayan Suwidnya Siswa SMUP Bangli : Membaca, koresponden, piknik, mancing. Jln. Abuan, Kec. Susut Bangli 80661 No. Induk : 0568 Nama Hobi Tgl. lahir : : 0562 Pendidikan : Eka Purnama Dewi 2 Maret 1980 Siswi SMUN 1 Singaraja Alamat Hobi Alamat : Menari, koresponden : Jln. Gajah Mada Gg. X/3A No. Induk Nama Tgl. lahir Pendidikan Alamat Singaraja 81113 : 0563 : Rusmiati 12 Mei 1979 Siswi Madrasah Aliah (MA) Koresponden, Buleleng 81155 : Putu Suara 9 Juli 1978 Mhs. APGAHN Denpasar : Koresponden, sepak bola, No. Induk : Nama Tgl. lahir Pendidikan Hobi membaca syair, dengar musik. Asrama APGAHN Jln. Kenyeri No. 53 Denpasar 80236 0569 : I Wayan Agus Gojo Purtama Putra Jaya : 1 Januari 1978 Alumnus SMUN 1 Denpasar Road race, filateli, puisi, (0361) 229394 Sunan Ampel musik rock, sinema India. Alamat Hobi Jln. Kapten Japa XVIII/10 baca majalah, Denpasar 80234 dengar musik, Telp. tukar foto. MA Sunan Ampel Sumberkima-Gerokgak No. Induk: Nama 0570 Tgl. lahir No. Induk Nama Tgl. lahir Pendidikan Hobi : Made Ari Kusniti : 18 April 1978 :Mhs. Univ. Warmadewa : Koresponden, membaca, Alamat Br. Cemenggon No.44 Gianyar 80582 0564 merangkai bunga. : Luh Putu Paniarthi No. Induk : 0565 Nama Tgl. lahir Pekerjaan : Hobi Alamat 18 Juni 1975 Karyawati Membaca, kenalan Ds. Serokadan Abuan - Susut Bangli Pekerjaan Hobi Alamat : I Wayan Madeg Darma Putra :14 Agustus 1974 Karyawan : Membaca, koresponden, kenalan. : Jln. Akasia II/4 Denpasar 80235 No. Induk Nama Tgl. lahir Pekerjaan Hobi Alamat : 0571 : Bagus P. Pegawai swasta : 25 Desember 1974 : Koresponden, main kano, bulu tangkis. Jln. D. Kerinci Gg.IV/8 Sanur Kaja KUPON "SANGGAR POS REMAJA" Mengapa Remaja Diselimuti Rasa kurang Percaya Diri? Dunia remaja, dunia penuh cerita, penuh ketidakpas- tian, kebimbangan, penuh pencarian, dan kebebasan. Pencarian, jika tidak mendapat saluran yang tepat, akan berakibat fatal di kemudian hari. Hal itu yang dicoba di- gali dalam pertemuan remaja yang diselenggarakan Ya- yasan Putra Sesana bekerja sama dengan Sanggar Pos Remaja (Posrem) Bali Post, Jumat (16/1). Berikut lapo- ran serba-serbi pertemuan tersebut. "SAYA tidak tahu harus nya, sikap ingin bebas itu bagaimana dan mau ke mana. tidak tersalurkan dengan Oleh karena itu, saya khawat- baik. "Karena itu saya ingin ir tentang masa depan saya," menambah rasa percaya diri tutur salah seorang remaja saya. Mudah-mudahan peserta pertemuan. Kemudian melalui pertemuan remaja pernyataan itu mendapat ini rasa pe-de (percaya diri, tanggapan rekan-rekannya. red) saya dapat meningkat," Umumnya mereka merasa- tutur Ayu, mahasiswa se- kan hal yang sama. Di satu sisi mester awal Fakultas Ke- mereka mendapat tekanan dokteran Unud, salah seor- psikologis dari keluarga ang peserta. khususnya orangtua, agar Jangan Takut sepenuhnya memfokuskan Pertemuan awal dari ren- diri pada pelajaran di sekolah cana 12 pertemuan selama tiga saja, aktivitas lain agar dikes- bulan itu, memunculkan be- ampingkan. Keinginan orang- ragam lontaran sikap atau per- tua itu, dilatarbelakangi tanyaan tentang masalah yang asumsi bahwa keberhasilan mereka hadapi. Di antaranya seseorang diukur dari tingkat soal rasa percaya diri tadi. Per- kependidikan formal belaka. caya diri itu yang bagaimana? Tak heran kalau kemudian Bagaimana kiat menumbuh- perkembangan otak remaja kan rasa percaya diri itu? tidak seimbang antara kiri dan Menanggapi hal itu, Prof. kanan. Kondisi ini memben- Dr. dr. Luh Ketut Suryani, tuk remaja menjadi apatis selaku tutor utama memberi- pada lingkungan sosialnya. kan kiatnya pada akhir dis- Di satu sisi dalam diri re- kusi kelompok besar. "Perta- maja berkembang sikap perla- ma, berhentilah selalu men- wanan terhadap tekanan-te- yalahkan orang lain dan kanan itu. "Karena itu saya lingkungan," tandas Suryani, ingin bebas, tak ingin menu- seraya menambahkan, kare- ruti kehendak orangtua," aku na sikap itu tidak ada gunan- seorang peserta dari Tabanan. ya. Suryani menyarankan, Sikap ingin bebas ini, jika kembangkanlah sikap men- tidak hati-hati, justru akan genali diri, "Siapa saya? Apa menjerumuskan remaja potensi dan keunikan saya?" dalam pergaulan yang negatif. Kedua, menurut Suryani, Itu dapat dilihat dalam kese- jika sudah menyadari siapa harian, di mana sering rema- diri sendiri, apa keunikan ja yang melakukan tindakan- dan potensi diri, bangkit dan tindakan yang melawan nor- kembangkan keunikan diri ma yang ada. Ini mereka lalu- masing-masing. Caranya, le- kan semata-mata ingin wat melatih kemampuan ko- menunjukkan dirinya mampu munikasi sebagai dasar melawan dari tekanan. pengembangan diri. Ketiga, Sayangnya sikap ingin be- jangan takut salah, sebab se- bas itu sering disertai rasa mua orang pernah salah. kurang percaya diri. Akibat- "Dari kesalahan itu kita be- lajar untuk mencapai keber- Kegiatan yang memilih hasilan," tutur Suryani. topik Perkembangan Remaja" Keempat, kembangkan itu berlangsung dengan me- kedua otak kiri dan kanan se- tode diskusi kelompok kecil cara seimbang. "Untuk itu, yang dilanjutkan dalam kel- selain belajar di sekolah atau ompok besar. Dalam kelom- kampus, kembangkan juga pok kecil, yang dipandu mas- kemampuan seni, olah raga ing-masing tutor, tiap anggo- atau organisasi. Lewat hal ta kelompok mengemukakan, itu, perkembangan otak dap- Siapa saya." Pertemuan ini at berjalan seimbang," pesan diikuti 20-an peserta dari SMU Suryani. dan perguruan tinggi. (nan) ара Untuk beli yg palsu, kalau yang asli karya Mr.Joger & tidak luntur saja sudah ada yang harganya hanya Rp 8.000,- ??? Joger Kaos-kaos dengan logo dan cap Joger yang diperjual belikan diluar Joger - Kuta - Bali tanpa izin tertulis dari Mr.Joger jelas palsu! C. 112190 2cm Color Rendition Chart
