Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-18
Halaman: 06

Konten


4cm aaman 6 Surat Istimewa Хорада th: Ananda di SD Tanas PAGI itu begitu indahnya. Si- nar mentari pagi memancar begi- tu hangatnya. Made memasuki gerbang sekolah SD Tunas Bakti dengan wajah ceria. Ketika be- berapa langkah, tiba-tiba mun- cul Nyoman dan menepuk pung- gungnya dari belakang. "Teeeet...!" bel tanda masuk kelas pun sudah berbunyi. Buru- buru dua sahabat setia ini me- masuki kelasnya. Di antara keduanya, yang lebih terburu- buru adalah Nyoman. Maklum saja karena ia belum mengerja- kan PR. Apalagi pelajaran itu dimulai pada jam pelajaran per- tama. Beberapa saat kemudian, masuklah Pak Made, wali kelas VI. Wajah Pak Made hari itu ber- binar-binar. "Selamat pagi Pak!" seluruh siswa kelas VI memberi hormat. "Selamat pagi anak-anak!" bal- as Pak Made. Sebentar-seben- tar ia memandang seluruh siswa. Kemudian tangannya mengambil sepacuk surat dari sela-sela buku yang dibawanya tadi. "Anak-anak. Hari ini sebelum Bapak memulai pelajaran matem- atika, Bapak ingin menyampaikan sebuah berita gembi- dipegangnya. Made memperha- ra kepada kalian." tikan surat itu dengan seksama. Sejenak Pak Surat itu memang indah sekali. Made berhenti berbi- Ada gambar burung Garuda ser- cara. Semua anak ta cap presiden. Sungguh ia berdebar-debar, ter- merasa seperti berada di negeri masuk Made dan awan serta langit ketujuh. Seor- Nyoman yang masih ang anak desa seperti dirinya mengerjakan PR, menerima surat dari Presiden. spontan berhenti. Sementara suasana kelas "Anak-anak, kalian makin hiruk pikuk, Pak Made tahu apa yang Bap- meminta Made untuk membaca ak pegang ini?" isi surat terse di depan te- tanya Pak Made man-temannya. Sesaat ia ragu. seraya menga- cungkan sepucuk surat yang beram- plop warna kee- masan dan berisi gambar yang in- dah di tengah-ten- gah amplop itu. "Surat" jawab se- muanya lantang. "Betul. Ini me- mang surat. Kalian tahu siapa yang mengirim surat ini?" tanya Pak Made kemudian. Semuanya menggeleng-geleng- kan kepala. "Surat ini datang dari Bapak Presiden Soeharto di Jakarta," ucap Pak Made tegas. Seketika suasana menjadi sedikit hiruk pikuk tetapi bercampur tegang. Saat mendengar surat dari Pak Harto itu, Made tersentak kag- et. Tiba-tiba ia ingat akan se- suatu yang ia lakukan tiga bulan lalu. la pernah memberanikan diri mengirim surat kepada Ba- pak Presiden Soeharto di Jakar- ta, untuk menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya Ibu Tien. "Made Santosa!" Made tersentak kaget ketika Pak Made memanggilnya. "Coba kamu ke depan!" pinta Pak Made kemu- dian. Dengan perasaan masih tegang, Made bergegas maju ke depan, sementara semua te- man-temannya terbengong-ben- gong masih belum mengerti apa yang terjadi. Bahkan Nyoman yang duduk sebangku dengan- nya ikut terbengong-bengong. "Coba Made lihat. Untuk sia- pa surat ini!" ujar Pak Made sem- bari menyodorkan surat yang Dengan tangan sedikit gemetar, Made Sentosa mem- buka surat itu. Wouw... ternyata memang sebuah goresan tan- gan dari Pak Harto sendiri. Me- lihat tulisan tangan itu, hampir Made tak bisa membaca. Na- mun setelah dibantu Pak Made, Made pun berhasil membacan- ya dengan baik. Ananda Made Sentosa di SD Tunas Bakti Bali Bapak sungguh merasa ba- hagia, manakala Made men- girim sepucuk surat yang sung- guh menyentuh hati Bapak ser- ta keluarga. Seperti juga Made merasakan berat jika ditinggal oleh orang tersayang, Bapak pun sama. Bu Tien yang sudah lama menemani Bapak sudah pergi meninggalkan Bapak menghadap Tuhan. Namun, harus kita ingat bahwa nyawa manusia itu ada di tangan Tu- han. Tuhanlah yang menentu- kan hidup matinya manusia. Daripada itulah, kita tidak boleh senantiasa bersedih kare- na ditinggal oleh orang tersay- ang. Termasuk Made sendiri. Juga Bapak dan keluarga. Meski telah ditinggal Bu Tien, kita tidak usah terlalu lama bersedih. Ibu Tien semasih hidup per- nah mengatakan, paling senang, paling bahagia jika melihat anak-anak Indonesia pinter-pinter, manis-manis, serta patuh pada orangtua dan menjadi orang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama kelak di kemudian hari. Belajar bahasa 3 Bali Inggris Indonesia SEMANGKA 9 aD ▲ PADI WATERMELON ▲ RICE ▲ KELAPA SEMANGKA ▲ ALUTONG OLEH: KESUMA.T HAI ANGSA... APAKAH KAMU TIDAK KEDINGINAN..? ▲ COCONUT KELAPA ▲ NYUH PADI ▲ PARI ▲ PANTUN A KARABANA HUJAN LAGI.... HUJAN LAGI..... AKU TAK MAU.. TERUS BEGINI... BULUKU TIDAK BISA KENAPA KOK BISA BEGITU....? TIDAK LA... YAOW.... AKU MALAH MERASA SENANG. SALAM DIA JUPANDE RAIN-FANLAH BELAJAR MEMBACA HAI ANGSA....!! BULUKU JUGA SEKARANG TIDAK BISA BASAH. BASAH OLEH AIR KARENA AKU MEMPUNYAI KANDUNGAN MINYAK Daripada itulah, Bapak pe- san agar Made senantiasa be- lajar yang rajin. Biar pintar. Sehingga nanti bisa mengua- sai teknologi dan akhirnya da- pat diabdikan bagi bangsa dan negara. Sebab pada era 21 nan- ti, akan ada perdagangan be- bas. Kita harus mampu bersa- ing dengan negara lain. Nah, di sini dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Yaitu, Made dan anak-anak yang lain nanti. Nah... Made. Bapak cukup- kan sekian saja dulu. Titip pe- san Bapak sama bapak Made, ibu, pak guru, ibu guru serta teman-teman sebaya Made. Terima kasih dan salam. "Oh... sungguh bahagia aku hari ini. Terima kasih ya Tuhan," ucap Made dalam hati. Hatinya berbunga-bunga hari itu. Tidak akan pernah ia lupakan sepucuk surat istimewa dari Presiden itu. "Made, ayo bangun, ini sudah pagi." Tiba-tiba Made dikejutkan dengan sebuah suara yang san- gat akrab ia dengar. Suara ibun- ya. Ya, itu memang suara ibunya. sendiri. Made membuka matan- ya lebar-lebar. Dilihatnya jam beker yang ada di sampingnya. Ternyata sudah pukul enam pagi. "Ya Tuhan. Kalau begitu aku ini mimpi. Oh..." Made mengeluh dalam hati. Ternyata surat yang diterimanya dari Bapak Presiden hanyalah mimpi belaka. Yah... I Made Sujaya SMU Negeri 2 Klungkung Jl. Raya Gunaksa - Dawan Klungkung-80761 PERMAINAN oleh: kesumat Adik-adik, dibawah ini ada dua gambar yang sama tetapi sebetulnya berbeda. Cobalah cari ada 6 perbedaannya, kemudian tulis perbedaannya itu pada kolom jawaban yang terdapat dibawah gambar tersebut. 4. 2.. 5. 6. Bob Hot& Nunung Choirunnisa Dewa Pt. Prastika Putra Lahir: 29 April 1996 Lahir: 18 Juni 1996 Putra dari: Ismansyah dengan Putra dari: Dw. Nym. Kerta Jaya N. Sumarti dengan Dw Ayu Km. Sri Sapta Putri Alamat: Jln. Gunung Batur 6 Rt. III Alamat: Perum Dalung Permai Blok Dasan Agung Mataram K 3/59 Kuta Denpasar I Gst. Ngr. Kresna Dana Lahir: Denpasar, 22 Juni 1996 I Gst. Ngr. Ptra Satria N. Lahir: Blahkiuh, 4 Juli 1996 Linda Adnyani Gede Agua Wirata Lahir: 2 November 1995 Lahir: Banyuning, 26 Juni 1996 Putra dari: Putu Sastra Adnyana den- Putra dari: Putu Ida Sastrawan den- gan Kt. Eny Mariati gan Komang Sareni Alamat: Jl. Gempol, Lingkungan Ten- Alamat: Jln. P. Komodo 5 D No. 5 gah, Banyuning, Singaraja Banyuning, Singaraja. Akbar Abriansyah Santosa Lahir: 21 Februari 1996 Ni Made Intan Udiani Lahir: 24 Juni 1995 Putra dari: Gst. Komang D. Asmara Putra dari: Gst. Ngr. Anom S. dengan Putra dari: Marijan dengan Ima Has- Putra dari: Drs. I Wayan Sudiana den- bullah gan Ketut Darmiari Alamat: Jln. Tukad Gangga 29 Pan- Alamat: Mes SMIK Negeri Guwang, jer Denpasar Jln. Baruna 1 Sukawati Gianyar. dengan Gst. Ayu Megawati Alamat: Pesanggaran, Dps. Ni Putu Rastiti Budi Lahir: 28 Desember 1992 Gst. Ayu Padmini Alamat: Abiansemal Luh Putu Nila Cahya Wetari Lahir: 6 Agustus 1996 Ni Made Suryani Lahir: 28 Maret 1996 Maharani Permatasari Ichsan Githa Putri Suryaningtyas Lahir: 16 Oktober 1995 Putra dari: Ilyasa Ichsan dengan Susi Putra dari: raptono dengan lawaty Taheb Ririn Surya Dewi Timur Selong, NTB Putra dari: I Ketut Sudira dengan Ni Putra dari: Drs. I Ketut Tama Wayan Murniasih Alamat: Jln. P. Bungin 78 Pedungan, Alamat: Jln. Saraswati 9 Bajera Ta- Alamat: Jln. Sapta Marga 1/7 Kuani- Alamat: Asrama Polres Lombok Denpasar no, NTT banan RUBRIK ini terbuka untuk putra-putri Anda. Kirimkan foto-foto lucu mereka ke Redaksi Bali Post Minggu, JI. Kepundung 67 A Denpasar. Sisipkan data putra-putri Anda: nama lengkap, tanggal lahir, nama orangtua, dan alamat rumah. Jangan lupa cantumkan "Kupon Buah Hati" di sudut kiri amplop. 0 ADUH AKU KEDINGINAN... BULUKU BASAH SEMUA... BAGAIMANA CARANYA AGAR BULUKU MENGANDUNG MINYAK ? 5220 AH..... AKU ADA AKAL KOK BISA BEGITU....? KARENA AKU TADI MANDI DENGAN "MINYAK OLI" HA....!!!! KUPON Boah Hoti Ba ANAK Minggu Porto SERIAL BAYU NANOQ DA KANSAS (3) Anak-anak Mendapat Hadiah r mas MINGGU PON, 18 Pada Tahun Saat S aling se seniman kon yang men tampakny Setidaknya dan Budaya ini (TB) Drs. Nyo rambu-ram antara membedakan Bali be kontem mereka yang sama mel tegas Nikanay seniman kon seni te dih to DRAMAWAN Drs. bentuk-bentuk seni di ma mag Ranuara mengatakan, p m ve atau modern-belum pu tradisional dan kon SEPERTI tahun-tahun dan Ngurah yang kelas enam sebelumnya, perayaan HUT mendapat bagian lomba ge-99 00 Proklamasi Kemerdekaan buk bantal dan cepat-cepatan tahun ini juga dirayakan den- mengenakan seragam gan meriah di lingkungan pe- sekolah. Mia dan Rimba ikut rumahan itu. Pak RT dan lomba lari menggigit sendok Pak Kepala Lingkungan berisi kelereng. Dewi, Dayu jauh-jauh hari sudah berke- dan Sari menjadi grup untuk liling ke tiap gang mengu- lomba menghias sepeda. mumkan agar warga men- gadakan kebersihan dan per- siapan-persiapan lainnya. Maka pada hari yang diten- tukan, secara serempak war- Hari yang ditentukan un- tuk lomba anak-anak itu pun tiba. Hari Minggu, tanggal delapan belas Agustus. Sejak pukul tujuh pagi anak-anak sudah berkumpul di lapan- -AU D ran yang jelas. Pemahar kat dan eksistensi kese temporer khususnya, ma (og bicara soal seni, apa pu san kurang transparan. rive ring t -moh ka struktur kesenian. nya, harus kembali pad temporer bukan hanya menampilkan yang an ga lingkungan perumahan itu bergotong royong. Got-got gan. Yang tidak ikut berlom- serta sampah-sampah yang ba menjadi suporter bagi teJika tidak berangkat ud s RS budaya, dan tidak puny allapa mungkin kita sebut reb hasil sebuah kreativita nya. tersisa sepanjang gang dan man-temannya. Suasana bu- jalan utama dibersihkan. kan main ributnya. Masing Rumput-rumput di pinggir masing menjagokan wakiln- jalan dan tanaman-tanaman ya. Sepintas, anak-anak dari hias ditata. Bapak-bapak masing-masing gang seperti membuat pintu gerbang dari bermusuhan. Karena mereka s Anom sendiri mengak bambu dan papan di tiap tahu, gang yang wakilnya ali sreg memakai istilah sen mulut gang. Ibu-ibu me- kalah akan diejek habis taide porer, dan lebih suka masang berbagai hiasan dari habisan oleh anak-anak dari kreativitas seni. Kesenia janur dan kertas merah-putih gang yang menang. Walau gulsporer, tambah pemimpin dipadukan dengan lampu- pun itu cuma berlaku seben- teds Mini Badung ini, merup Ulampu kecil berwarna-warni. tar, tetapi bagi yang kalah dela jud hasil kreativitas para Anak-anak mendapat bagian cukup membuat panas hati red yang mengikuti arah per melabur pagar alas dengan juga. an zaman. Namun de kapur. "Aku kok tiba-tiba sakit y talna mereka bekerja berlandas Yang paling ditunggu- perut, ya?" Anom berbisik jaid budaya, dalam hal ini tunggu oleh anak-anak ad- pada Bayu. alah perlombaan-perlom- baan antargang. Khususnya perlombaan yang diikuti anak-anak. Seluruh anak SD yang sudah kelas empat sampai kelas enam, wajib ikut lomba-lomba yang bersi- fat rekreasi. Untuk anak-anak di Gang Anggrek, Pak RT sudah membagi mereka menjadi wakil-wakil di tiap lomba, Gde menjadi wakil untuk lomba sepeda lambat sambil memasuk- kan lidi ke dalam botol. Anom dan Tawok mewak- ili untuk lomba makan kerupuk. Pram dan Egoh yang baru kelas empat, ikut lomba pan- jat pinang. Sedangkan Bayu menjadi wakil un- tuk lomba lari karung bersama Bontok. Yogi GELAR KARYA Kali ini Kakak tampilkan tiga buah gambar karya temanmu Gede Yasa Utama, Ni Luh Suma Natalia, dan Nym. Canestra Adi Putra Adik Yasa menggambarkan pemandan- gan yang bagus sekali. Di sana ada gunung, jalan, pohon, dan rumah. Namun sayang, Yasa terkesan belum menyelesaikan gam- barnya, karena banyak bidang yang belum diisi warna. Ayo dicoba lagi...! Adik Adi menggambar barong di pura. Coba lihat, di sana ada orang menjunjung sesajen, ada umbul-umbul. Wah, bagus sekali. Saran Kakak, cobalah menggambar orang lebih banyak lagi, agar terlihat ramai. Adik Natalia menggambar sepasang rusa yang sedang minum. Gambarmu sudah bagus. Cobalah menggambar yang lainnya yang ada di sekitarmu. Selamat menggam- bar Oh ya, untuk Adik-adik yang lain, ingat ya, ukuran kertas gambar yang dikirim harus ukuran kwarto atau folio. Jangan menggambar dengan pensil, sebab kalau dicetak hasilnya kurang tajam. Kak Wied N. g "Alasan, biasanya kamus un paling rakus. Jangankan kerupuk, sambal terasi se s mangkok saja kamu sikat Pram yang mendengar bisi ja KUPON Gelar RUBRIK "Gelar Karya dan Puisi ini terbuka untuk anak- anak TK,SD dan SLTP. Kirimkanlah gambar atau puisi karya adik-adik ke Redaksi Bali Post, ukuran kertas kwarto/folio. Lengkapi dengan keterangan nama, umur, sekolah, dan alamat. Jangan lupa tempelkan "Kupon | Karya Gelar Karya" di balik gambar. Nama: Nym. Canestra Adi Putra Umur: 8 tahun Kelas: II Sekolah Dasar Alamat: Br. Bale Agung, Kel, Paket Agung Singaraja Ala daerah yang berkem masyarakat. Ketika men buah bentuk seni yang b See pekerja seni akan terinsp berangkat dari keberada onian tradisional. Kar produk yang dihasilkan Akonteks zaman disebut dern merupakan per bentuk-bentuk seni yang sebuah proses berkesenia rus akan berlanjut meng Sen PENCANANGAN tak sebagai Tahun Seni dan mungkin tak akan me greget seniman dalam b Karena seniman lebih berkarya berdasarkan m inginan). Seniman lukis Nyomar Beri Rud SENI kontemporer seniman tari Nyoman S alah suatu pementasan tunjukan yang dibuat dan selalu berubah. "T situasi dan kondisi sa tasan dan untuk siap tasan itu dibuat," jela Jadi, tidak seperti kes disi yang kuat dengan ya masing-masing. Seni kontemporer b al dari seni tradisiona modern. Tapi menurut tetap berprinsip bah yang masuk ke seni k er harus menguasai s dulu secara baik. Ar yang diprakarsainya bi ebut seni kontempore lelucon atau dagelann tidak dari bentuknya akuinya, dia masih me kem pengarjan secara Dalam berkesenia menduga sudah ada se porer, tapi tidak dicat dulu seniman hanya dan tidak peduli pada kontemporer atau tida berjalan sekian perio ada ketetapan, jadilah seni tradisi. "Saya per buat tari. Tari itu tida benahi terus sampai kalau sudah tetap, ia temporer lagi. Malah adanya kemajuan, mancing adanya pe kata Suarsa. Seperti rubahan komposis menyesuaikan kondisi Seni kontemporer 2cm Color Rendition Chart