Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

​
Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1998-01-18
Halaman: 14

Konten


4cm Halaman 20 Bali Post INTERMESO 09 Post ANA Minggu Pon, 18 Januari 1998 SANGUT DELEM MAR TIN KAMU INI BAGAIMANA? ORANG-ORANG SIBUK MENUKAR UANG ASING DENGAN UANG MILIK SENDIRI, KAMU.. SiGug BERAS NAIK... GULA NAIK... SEMUA KEBUTUHAN- POKOK IKUT NAIK... Brewok Mister Bali wm Harian Pagi PAHE PAKET HEMAT Bali Post Sejak 1948 DEMI KEPENTINGAN BERSAMA, MARI RAMAI-RAMAI TUKAR UANG ASING! aku Mang Sendiri ..MALAH ACUH TAK ACUH 7 KAMU TIDAK CINTA UANG SENDIRI? TIDAK CINTA TANAH AIR? KAMU.. BAGAIMANA... SEMUA INI BISA TERJADI... SAKU NIH, GAYA TUKAR SEMUA MILIK SAYA RELA KOK, RELA! JANGAN KAN UANG ASING, UANG MILIK SENDIRI SAJA AKU TAK PUNYA !!!!! BERTERIAK SOAL UANG ASING JANGAN PADA RAKYAT SUSAH DAN KAMU TERJEPIT SEPERTI AKUUUU!!!! MARTIN 18/1/98 Jango Pramartha SSTT... INI TAHUN SENI DAN BUDAYA BUKAN TAHUN 'KRISIS MONETER AKU KAMU PAKET HEMAT IMF Tebak Pencetak Gol Terbanyak GELORA DEWATA di LIGINA IV AKU Gun Gun •Suryadharma Setiap pembaca Bali Post dapat menebak nama pemain Gelora Dewata yang mencetak gol terbanyak selama putaran Ligina IV. Isi dan gunting kupon ini, kirimkan ke Tim Peliput Bali Post - Ligina IV,JI. Kepundung 67A Denpasar atau masukkan dalam kotak yang disediakan di Stadion Ngurah Rai selama pertandingan. Diterima paling lambat: 16 Mei 1998. Kirimkan sebanyak-banyaknya. PAWE DUGAAN Rubag tidak meleset! Mengamati sema- raknya Gerakan Cinta Ru- piah (Getar) yang muncul akibat meroketnya nilai dolar AS, sejak mata uang itu merangkak dari Rp 2.300 hingga Rp 3.000, dia sudah berprasangka berbe- da dengan orang lain. Kun- ci dari kenaikan itu tidak perlu dicari ke luar negeri atau spekulan pasar uang asing. Apalagi ikut-ikutan menuduh George Soros, Vitralan B ale anjar Ken Arok Dalam Getar menurut analisis para pakar ekonomi sangat tidak masuk akal, tidak bisa dilepaskan dengan cara-cara orang de- wasa ini dalam menggaruk tungan luar biasa itu, mere- ka luput dari kewajiban membayar PPn, seperti yang dikeluhkan seorang pemilik money changer di Denpasar. bermuatan moral tersebut akan menajdi kamuflase peni- puan besar-besaran. Rubag teringat sebuah berita tentang peluncuran mudar. Awalnya ba-nyak Januari 1998 pria menjauhinya, namun deg karena suatu muk-jizat tiba-tiba dia dikerubuti. Bukan karena wajah dan potongannya kian menarik, tetapi karena ada wangsit yang mengatakan, jika ada yang berhasil mengawini- nya akan menjadi kaya mendadak. Mirip seperti ri petuah Brahmana Loh-ro gawe pada Ken Arok, yang berhasil melihat paha Ken Dedes, yang bersinar se- an itu langsung menyang pat ah mer Sungguh. Sekarang pe- finis tku seperti melilit," Anom eringis sambil mengusap- Yee sap perutnya. Sudahlah. Pokoknya yan per yang dia tak kenal batang rupiah. Monopoli, oligopoli, Berpikir hingga di situ, buku kumpulan puisi penyair perti neon. Jika pria yang ami nggak mau tahu. sed hidungnya, apalagi orang- kongkalikong yang lebih po- kembali di telinga Rubag F. Rahardi, yang konon dilak- tak jelas asal-usulnya itu idamu harus mampu meng- ber nya. 0- Bagi dia, cinta pada tanah air dan bangsa Indonesia, le- bih penting dari cinta rupiah. akan kedengaran ironis jika seseorang menggembar-gem- puler disebut kolusi hingga terngiang-ngiang lagu "Rupi korupsi merebak ke seluruh ah" Rhoma Irama, yang se- sektor ekonomi dan birokra- bagian besar liriknya dilupa- si. Jangankan untuk mempe- kan. roleh izin usaha, mendapat- kan kartu tanda penduduk (KTP) yang diwajibkan bagi semua WNI untuk memi- likinya pun sulitnya setengah mati, tanpa uang pelicin. Jika menyimak keluhan seorang pengusaha dan pemi- lik money changer di koran baru-baru ini, Rubag jadi sanakan di kompleks Lokal- berhasil memperistri bini isasi Silir, Solo, 30 Desember sah Tunggul Ametung itu, lalu. Pemilihan tempat yang tidak seperti biasanya dalam acara bedah buku yang um- umnya dilakukan di hotel- hotel berbintang, menurut penulis buku berjudul "Pida- to Akhir Tahun Seorang Ger- dia akan jadi pengusaha. Setelah membunuh orang yang berjasa membuatkan- nya keris bertuah, Empu Gandring, kemudian sa- habatnya Kebo Ijo, Ken Arok berhasil membunuh memperistri Ken Dedes. Meski berhasil jadi Raja Tumapel dengan gelar Giri- nathaputra, yang berarti uste 90 lot abiskan semua kerupuk ber jua Bayu menimpali. Enak saja. Memangnya lan ku apa?" Anom pura-pura ersinggung. Yee "Kok tanya lagi? Kamu an kuman makanan!" Bon- sala rem borkan cinta rupiah, semen- mo" tersebut, sah-sah saja. Tunggul Ametung dan mauping kamu ya?!" Kali ini ma tara anak-anaknya semua sekolah di luar negeri. Pada- hal semua disiplin ilmu yang hendak dipelajari sudah ada Kata dia, jika karya sastra punya kekuatan, di mana pun diluncurkan, dia tetap bergema. Mirip seperti pida- k cepat menyahut. Kurang ajar! Aku makan lalu Anom benar-benar marah. ma Tang lain semua tertawa. Pukul delapan, Pak Ke- ant ala Lingkungan mengu- ana tir orang, sementara pulu- ragu-ragu. Benarkah Getar di dalam negeri. Kecintaan to, apa pun yang diucapkan anak Batara Guru, akhir. mumkan lomba dimulai. Se- lal Ketika nilai dolar menca- pai di atas Rp 10 rang-orang mulai ribut. Dengan selembar dolar yang sebelumnya tidak bisa ditukarkan dengan dua ki- logram beras kelas elite tiba-tiba kurang dari tempo enam bulan, bisa dibelikan lima sampai enam kilogram beras kadar istimewa. Ter- nyata keberuntungan seper- ti itu hanya dimiliki segelin- han juta rakyat lainnya ha- nya bisa gigit jari. Sebab gaji mereka masih dalam rupi- ah, yang jika dibelanjakan semua pun kurang mencu- kupi kebutuhan sebulan, karena harga-harga semba- ko ikut berlomba mengejar kenaikan dolar. Belum lagi ditambah sepak terjang para spekulan sembako, yang tidak ingin kalah dari spekulan dolar, yang me- mang sudah kaya raya se- belum nilai mata uang Pa- man Sam tersebut mem- bubung. yang kini gencar disosialisasi kan merupakan gerakan moral? Kalau benar-benar gerakan moral, mengapa saat nilai dolar di atas Rp 10 ribu baru dicanangkan? Bukan tidak mungkin dolar yang di- tukar tersebut diborong saat mata uang itu beranjak naik. Semisal satu dolar dibeli Rp 3.000, kemudian dijual kembali dengan nilai antara 7.000-9.000 rupiah per dolar, bukankah keuntungan bisa mencapai jutaan rupiah mes- ki hanya menukarkan seribu dolar sekalipun? Apalagi jika Getar yang didengung yang ditukarkan setengah dengungkan di berbagai me dari jumlah dolar yang disim- dia mengingatkan Rubag pan di peti uang maupun pada lagu Rhoma Irama, ke yang nangkring di Swiss tika raja dangdut yang kini Bank, Bank of Tokyo atau jadi anggota DPR RI terse- bank-bank lainnya di luar but, mulai naik daun. negeri. Seperti sinyalemen Dalam lagu berjudul "Rupi- yang dilemparkan para pe- ah" itu, dikatakan memang ngamat ekonomi dan politik, semua orang cinta rupiah jumlah dolar yang ditukar- yang berkonotasi mata kan para pemilik dolar, yang duitan. Gara-gara rupiah, juga orang-orang terpandang kawan pun bisa jadi lawan, di Tanah Air disertai sorotan karena semua cara untuk mendapatkannya, dihalal- kan. Melejitnya nilai dolar dan mata uang asing lain- nya terhadap rupiah, yang Kelin kamera teve dan media ce- tak, kalau dianalogikan ha- nyalah sepercik air dari sam- udera dolar yang mereka mi- liki. Bahkan dengan keun- SUDAH beberapa waktu lama- nya ketiga putra Brahmana bersau- dara itu tinggal di istana Witang- kapura. Selama berada di sana, keg- iatan dharmawacana, dharmatula, dan juga pembacaan sloka serta pembacaan sastra-sastra kakawin selalu berlangsung semarak. pada rupiah, yang notabene alat tukar resmi negara se- benarnya simbol keper- cayaan pada penyelenggara negara. Merosotnya keper- cayaan pada rupiah dapat di- artikan sebagai pertanda merosotnya kepercayaan masyarakat pada pemerin- tah. Mengapa hal itu sampai terjadi? Tentu jawabannya tidak cukup dengan menem- pelkan stiker bergambar jan- tung hati di dada sembari menggenggam bendelan rupi- ah di tangan. Semboyan Go- mbloh almarhum, merah darahku, putih tulangku dita- mbah rupiah uangku tidak akan berarti apa-apa, jika Getar yang didengung-de- ngungkan sekarang sekadar basa-basi. Apalagi jika ada di antara para "sponsor" ini bergerak di bidang usaha jual beli valuta asing kelas kakap, seribu-dua ribu dolar yang di- tukarkannya lewat sorotan kamera teve, akan menyerap jutaan atau bahkan milyaran dolar dalam tempo sekejap dari tangan pemilik dolar, yang benar-benar mencintai rupiah secara harfiah. Jika itu terjadi, gerakan yang konon yang akan tentang kehidupan ini, tanpa nya jiwa Ken Arok mela- ada perubahan, ibarat seo- yang juga akibat tusukan rang germo yang berpidato Anusapati menggunakan tentang pertobatan. Pidato keris yang sama. Akhirnya apa pun menjadi tidak pent- keris terkutuk buatan ing karena realitasnya sama empu Gandring itu me- seperti kemarin. Malah ger- nelan tujuh jiwa. mo yang tempatnya dipinjam "Siapakah untuk peluncuran buku jadi korban jika rupiah ber- tersebut, konon tidak berpi- sinar, bukan karena nilain- dato, melainkan senyum- ya kian terangkat, seba- senyum terus karena pulu- liknya makin anjlok?" ta- han botol birnya ludes dibeli nya Rubag dalam hati. buat menjamu para unda- ngan yang menghadiri acara tersebut. Getar ternyata tidak berhasil membuat harga- harga yang sudah ter- angkat menurun kembali. b de 599 Acxioe пли eged aruh peserta lomba dikum- had ulkan. Anak-anak yang pad menjadi suporter bukan per main ributnya. Mereka sus- h disuruh diam. Masing- seb masing berteriak menjago- aya kan wakilnya. ma der Perlombaan dimulai dari pu ari karung. Kemudian ber- turut-turut disusul dengan pa lomba-lomba yang lain. ter Lapangan makin riuh oleh ma Sorak-sorai anak-anak. Bah- me kan sebagian besar bapak- per bapak dan ibu-ibu juga ke- tel ar menonton serta mem- me beri semangat pada anak- un Arna Un "Apakah Getar ini akan anak. Pukul sebelas seluruh ma mampu mengubah keadaan? Bukan hanya harga kebu-lomba baru selesai. Anak- me Apakah hari esok akan leb- tuhan primer yang naik, annak beristirahat dan boleh ala ih baik dari kemarin, semen- barang-barang kebutuhan anim tara hari ini lebih jelek dari sekunder dan tertier pun statis yang dikumpulkan an minum serta makan jajan ah yang sudah-sudah? Yang te- naik. Termasuk tarif tele--ibu-ibu dari masing-masing len rang, kemalangan tidak pon, lalu menyusul listrik gang. Ternyata lomba-lomba tua sama dengan keberuntun- dan tidak mau ketinggalan gan, meski WS Rendra men- gatakannya sama. Jangan harap, langit di dalam dan luar bersatu dalam jiwa!" gumam Rubag menyitir pui- si Rendra yang telah dio- brak-abriknya. Getar di benak Rubag tidak ubahnya bagai gera- kan mencintai perawan tua yang daya tariknya kian me- kali ini sebagian besar di- lira air minum. Menurut Rumenangkan anak-anak itia bag hanya berat badanlah Gang Anggrek. Ngurah yang ak yang turun. Itu masih syu- menjadi wakil dalam lomba na kur! Kalau sampai harga gebuk bantal mendapat jua- ora diri bangsa turun akibat ra pertama. Ia kuat sekali ay tekanan-tekanan IMF dan bertahan dan menjaga kese- ha intervensi negara asing kerimbangan tubuhnya di atas tar negara ini, makin malang-titian bambu sehingga tak gal lah nasib republik yang pernah jatuh. Gde juga men- pas kita cintai ini. jadi juara pertama lomba Aridus bersepeda lambat. Bayu se iah Sebenarnya hampir kalah bir dalam lomba lari karung, pa tetapi berkat ketenangan- Bu 3.827 nya, ia mampu mencapai lan jumabay and erika garis finis pada urutan per- ma Bynnawal-newal miestama. Lawan-lawannya se- ga mua terlalu tegang dan be- gin Sulit Menentukan Wiku Sejati Tits 5 The B sysqu.bram.oriaxib gray skyredm -nibnem luonad esqelem dedma isleman face tuk menentukannya. Apakah sese- orang yang telah mapodgala itu disebut wiku sejati atau tidak, karena kesaktiannya, atau kehe- batan chanda, mudra atau tanta- ngannya, karena dia bekas penari pada masa walaka-nya, atau kare- na kehebatan oncangan-oncangan nebasquet nudis lidme Tod amem nehdays of Buddah genot viel Tetapi Nararya, ada pijakan sas- STB danta," ungkap Brahmana Romasa- tapekur, ngrempuyukang di tepi tala-rambisi untuk menang. ga dhu, membenarkan dan memperte- ga, seolah-olah tak berani kepada sera. Agung dari Gang Akasia ma Begitu ada be nyelisih dekat kakinya, jatuh beberapa meter dari da gas opini Granawawadhu. yang terkenal sangat kuat du langsung cotota, lalu... calenggeng ma-garis finis. Mungkin karena ke hu sudah yakin dirinya akan apa menang, ia sempat menoleh pa Ansambil tersenyum menggoda ke Bayu. Pada saat itulah ia jatuh, dan Bayu yang te- tra untuk menakar klasifikasi wiku pada umumnya. Rinciannya adalah sebagai berikut; (1). Kasakti, bukan karena kesaktiannya yang menjadi suk ke blimbi-nya," demikian Mang- galaning Juru Areg Istana Witang- kapura melucu. Kalau demikian permasalahannya Demikian pada suatu malam, ghanta-nya," kata Brahmana tanda atau ukuran bahwa seseorang sulit sekali untuk menentukan yang bertempat di Bale Pagambuhan ber- langsung dharmatula dengan topik tentang wiku. Pada waktu itu hadir juga Maharaja Pasenayit dan para menteri, senapati, tumenggung, melodya, punggawa, para kuwu dan para bekel, dan para pangeran ser- Samiranasuta, menanggapi per- tanyaan Nararya Mahawicitra. "Pertanyaan Nararya itu ter- golong pertanyaan durlaba. Sangat sulit untuk mengetahui ciri-ciri sese- orang, apakah dia tergolong sebagai wiku sejati, atau sebaliknya ter- tergolong wiku sejati, (2). Mana- disebut wiku sejati, lebih-lebih pada era wijnana, bukan karena kepandaian- Kaliyuga yang juga disebut Zaman Besi nya yang menjadi tanda atau uku- ini," ungkap Nararya Jayalantara, pu- ran bahwa seseorang itu tergolong tra patih Wreda. wiku sejati, (3). Mohitam, bukan karena keluguannya yang menjadi tanda atau ukuran bahwa seseorang "Memang sulit, seperti kata Nararya sendiri, memang pada era Kaliyuga ini amat sulit menentukan PAHE ta remaja istana Witangkapura yang golong wiku bangeran atau wiku wiku sejati, (4). Masuranca, bukan wiku sejati itu. Seperti yang telah saya Jawaban yang benar akan diundi untuk menentukan para pemenang. Disediakan hadiah menarik, masing- masing: 1 Hadiah I Rp. 1.000.000,- 1 Hadiah II Rp. 500.000,- 50 Hadiah III Jam dinding Bali Post TEBAK PENCETAK GOL TERBANYAK Nama Alamat LIGINA-IV No. KTP/SIM: Nama Pemain ; Jumlah Gol TARUKAN VALAS MONEY CHANGER Memberikan Nilai terbaik Rumah Makan SARI WARTA BOGA IKAN LAUT BAKAR Sea Food Grilled Ikan yang Enak & Suasana Asri Buka setiap hari, mulal 11.00-23.00 JI. Imambonjol 343 Telp. 483634 Denpasar berminat. Pada waktu itu, Nararya Mahawicitra, putra sulung Patih Amangkubhumi Witangkapura, ber- tanya, "Maaf, tuan Brahmana berti- ga, hamba bertanya, yang manakah disebut wiku sejati atau sekadar wiku yang mapodgala, yang hanya mampu merapalkan japa, mantra atau pujastuti dengan gerak-gerak mudra-nya, tetapi tidak menghayati sepenuhnya apa yang dilaksanakan itu?" "Berat sekali jawaban pertan- yaan Nararya itu. Karena pada dasar-nya, tidak ada tolok ukur atau takaran yang digunakan un- Pertanyaan Mendatar: 1. Giat; gigih, 3. Saran, nasi- hat, 7. Gasing, 8. Semesta; du- nia, 10. Kecil (Bali), 12. Air susu ibu, 14. Miskin (Inggris), 15. Kualitas, 17. Tiga, 20. Seratus tahun, 22. Mahir, piawai, 23. Sudah ditentukan; dipilih; 24. Gelisah, 25. Menjulurkan lidah. Menurun: 1. Erat persahabatannya, 2. Keinginan orang hamil, 4. Bi- aya, 5. Kekuatan gaib; kebal, 6. Cium (Inggris), 9. Selamat Datang, 11. Sakit saraf, suka bicara sendiri, 12. Seni (Ing- gris), 13. Ikatan Motor Indone- sia, 16. Makan pagi bagi umat Islam yang berpuasa, 18. Tidak bertekstur, 19. Alat pembersih; menghabiskan, 21. Sudah tidak beristri, 22. Ger- akan; perkumpulan. Ketentuan Menebak 1. Jawaban ditulis di kartu pos sertakan Kupon TTS No- mor 646 dan kirim ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, selambat- lambatnya 6 Februari 1998. 2. Pemenang akan diu- mumkan pada Bali Post Ming- gu edisi 8 Februari 1998. 3. Bali Post menyediakan hadiah uang Rp 30.000 diberi- kan kepada tiga pemenang masing-masing Rp 10.000. banaran, bahkan sebagai Padanda Baka," tambah Brahmana Grana- wawadhu. karena keberaniannya seorang wiku kemukakan usaha itu merupakan u- disebut sebagai wiku sejati, (5). Na saha durlaba, artinya amat sulit un- sukli, bukan karena seseorang wiku tuk menentukan apakah seseorang "Benar sekali seperti yang dike- tidak beristri yang menjadi tanda wiku itu tergolong sejati, atau sebalik- mukakan kanda Granawawadhu itu, atau ukuran bahwa seseorang itu nya tergolong bangeran, banaran atau Nararya. Lebih-lebih yang tergolong disebut sebagai wiku sejati, (6). Na- Padanda Baka. Tetapi jangan khawa- Padanda Baka itu yang kawikon-nya canigraha, bukan karena seseorang tir, pada era Kaliyuga ini lebih banyak hanya ditentukan oleh pedgala, pru- wiku telah beristri, maka dapat dika- wiku yang berpegang teguh kepada cut dan danda-nya, tetapi pikiran, takan seseorang telah berkedudukan sasana kawikon yang amat mengikat perkataan dan perilakunya masih sebagai wiku sejati. Demikianlah para wiku itu sendiri saat berpikir, seperti orang walaka bahkan lebih Nararya, ajaran sastra agama yang berkata dan berperilaku. Hanya sedi- jelek lagi menurut takaran ajaran diajarkan oleh Wiku Wisnuswamin, kit sekali wiku yang tergolong mroce tata susila agama pada umumnya. ayah kami, kepada kami tiga bersau- dan bucecer yang rupanya belum siap Yang pokok, tipe wiku yang tergolong dara," papar Samiranasuta. mental untuk maprucut," ungkap Padanda Baka ini belum mampu "Seperti cangak maketu, magre- Granawawadhu. anantami mwang maprawerrti nyeri- neng-greneng magundala, magenitri Ngurah Oka Supartha Teka-teki Silang Nomor 646 4. Bagi pemenang yang ber- domisili di Kodya Denpasar harap mengambil hadiahnya di kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan kartu tanda pengenal yang sah dan masih berlaku. Hadiah bagi pemenang di luar kota akan dikirim lewat pos. Pemenang TTS Nomor 643: 1. Sanjaya Sungkono Jl. WR Supratman No.1 Semarapura, 80711 2. Ni Nyoman Sri Wardani Jl. Sahadewa 30 Tabanan, 82113 3. Drs. I Putu Mataram Jl. Tulip No.2 Gomong, Mataram, NTB, 83126 Jawaban TTS No. 643 Mendatar 1. Aksara, 4. Kiat, 6. SARA, 8. Ibarat, 9. Esok, 11. Sol, 13. Atap, 15. Badut, 17. Siti, 18. Aib, 20. Apes, 22. Kandas, 23. Raba, 24. Raib, 25. Hutang. Menurun 1. Akses, 2. Alas, 3. Apik, 4. Kiamat, 5. Tatap, 7. Rel. 10. Oga, 12. Oli, 14. Api, 15. Biad- ab, 16. Uap, 17. Sukar, 18. Asa, 19. Buang, 20. Asuh, 21. Erat. Kupon TTS No. 646 8 16 20 24 14 9 23 3 12 13 17 18 15 25 10 11 22 19 150601 W Nama: Gede Yasa U Umur: 7 tahun Kelas: II SD 31 Pemecuta DIA Alamat: Jln. Gunung Sari 1 Gg. woody smsr Nama: Ni Luh Suma Umur: 11 tahun Kelas: VI SD 3 Kuta, tamat: Jln. Werkudara 63 Legian 2cm Color Rendition Chart