Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-27
Halaman: 02

Konten


2cm Halaman 2 XIJIM JANOIZAM 2H39 M3MUNOM Bali Post Investor "Terjun Bebas" di Banyuwedang *Dewa Putu Tengah: Ini Kelalaian Besar Denpasar (Bali Post) - Ketua F-KP DPRD Bali Dewa Putu Tengah sangat menyayangkan proyek pengurukan Teluk Banyuwedang yang hinggi kini belum mengantongi izin dari Pemda Buleleng, "Saya heran, kasus seperti itu kok bisa terjadi. Proyek sudah berjalan, sementara investor belum mengantongi izin sama sekali. Hal ini merupakan kelalaian besar terhadap pengawasan pembangunan," katanya, Minggu (26/10) kemarin. Seperti diberitakan sebe- lumnya, Bupati Buleleng Drs. Ketut Wirata Sindhu mengaku sudah merestui investor untuk membangun Banyuwedang, tetapi belum mengeluarkan izin. "Sampai saat ini investor belum mengantongi izin," ujar mantan Kakanwil Deppen Bali itu (BP, 25/10). Dewa Putu Tengah menga- takan, munculnya kasus ini merupakan kelalaian besar ter- hadap pengawasan pembangu- nan. "Saya sangat menyayang- kan, kenapa investor sampai bisa 'terjun bebas' (proyek jalan tanpa izin-red). Ini merupakan kelalaian, karena itu kami akan makin memperketat pe- ngawasan terhadap pemba- ngunan di daerah ini. Kami su- dah menekankan kepada in- stor itu agar segera melengka- pi izin-izin mendirikan bangunan di sana," tegasnya. Dikatakan, status tanah yang diuruk investor untuk pengem- bangan akomodasi pariwisata sampai saat ini juga belum jelas. Apakah masih menjadi wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB) atau tanah milik siapa. "Saya sudah menyarankan kepa- da Kantor Pertanahan Buleleng agar segera menelusuri status tanah tersebut. Kalau ternyata tanah itu masih menjadi wilayah TNBB, ini yang akan menjadi masalah," katanya. Agar tidak terjadi masalah ter- hadap proyek itu di kemudian hari seperti kasus-kasus proyek di daerah lain - Dewa Tengah mengimbau investor agar memperhatikan kepentingan masyarakat setempat, termasuk mengurus izin mendirikan ba ngunan serta menaati aturan yang sudah ada. "Membangun di sana harus menaati aturan sem- padan pantai serta Perda No. 4 Tahun 1996 tentang Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Dae- rah Bali," katanya. Dikatakan, investor juga ha- rus membuat kesepakatan de- ngan masyarakat setempat. Bentuk kesepakatan itu, harus dituangkan dalam perjanjian tertulis antara kedua belah pihak. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi mangkirnya in- vestor di kemudian hari, seper- ti yang banyak terjadi belakan- gan ini. "Kesepakatan kedua belah pihak antara investor dan masyarakat harus segera di- lakukan. Kesepakatan atau pun perjanjian itu harus dimediatori gah, Kades Banyuwedang Ketut camat, dan harus diketahui Yasa dan prajuru desa adat setem- bupati setempat," tandasnya. Berbeda Kasus pengurukan di Teluk Banyuwedang, kata dia, berbeda dengan kasus-kasus proyek di Bali Selatan. Umumnya, proyek- proyek di Bali Selatan diprotes masyarakat karena dinilai lebih banyak merugikan, tetapi proyek pembangunan fasilitas pariwisa- ta di Banyuwedang justru didukung masyarakat setempat. Terkait dengan proyek pengu- rukan itu, empat anggota F-KP DPRD Bali turun ke lokasi terse- but. Mereka itu, Drs. Putra San- jaya, Gede Gintaran Saputra, I Wayan Sridana dan Dewa Putu Tengah. Ketua F-KP DPRD Bali yang juga Ketua Komisi E Dewa Putu Tengah saat itu bertindak sebagai pemimpin rombongan. Rombongan F-KP DPRD Bali itu didampingi unsur-unsur Pem- da Buleleng seperti Ketua DPRD, Ketua Bappeda, Kepala Kantor Pertanahan, Kadiparda, Camat Gerokgak, Kepala Desa Banyu- wedang, serta prajuru desa adat setempat. Kata Dewa Putu Ten- "Pelaba" Pura Dalem Canggu tak Dikontrakkan untuk Hotel Denpasar (Bali Post) - Tanah pelaba pura Dalem Canggu hingga kini belum ada rencana untuk dikontrakkan kepada investor. Demiki- an dikatakan Kades Canggu Sudarsa- na, Sabtu (25/10). Penegasan Sudarsana itu setelah me- manggil Kelian Banjar Adat Canggu Bades dan kelian dinas setempat Kormat. Ia mengatakan, jika ada niat investor mengontrak tanah laba pura tersebut, hanya diizinkan untuk pelestarian pura, misalnya pembuatan ta-man untuk me- nambah perindangan atau keindahan. "Jadi sama sekali tidak diizinkan me- ngontrak tanah laba pura itu untuk fa- silitas pariwisata," katanya. Namun, ia tidak membantah tanah pelaba pura seluas 40 are itu saat ini masih ada ikatan kontrak dengan Bank Ratnadi sampai tahun 1998. Tanah laba pura itu dikontrakkan Rp 50.000 per are selama sepuluh tahun. Mengenai kemungkinan dikon- trakkan kepada investor lain, Kormat mengatakan, rencana itu memang ada setelah kontrak habis dengan Bank Rat- nadi. Karena tanah laba pura berada di pinggir pantai dan sangat strategis un- tuk pemandangan hotel, dia tidak memungkiri ada yang berebut untuk mengontraknya. Bahkan, sebelum menjalin ikatan kontrak, Sudarsana mengatakan, Hotel Tugu Bali telah me- nanam penghijauan di tanah laba pura itu karena berada di depan hotel. Sebagaimana disampaikan Penyari- kan Pura Dalem Canggu Drs. Wayan Gina, masyarakat adat setuju tanah itu dikontrakkan karena selama ini tidak menghasilkan apa-apa. Sebelumnya pengamat budaya Gele- bet mengatakan, tanah laba pura itu memang tidak layak dikontrakkan un- tuk bangunan hotel karena dekat pantai sehingga melanggar sempadan pantai, di mana saat laut pasang jarak ta-nah laba pura itu kurang dari 100 meter. Jika warga adat mengontrakkan ta-nah itu kepada investor untuk bangunan hotel, Pura Dalem yang berada di belakang- nya akan tercemar," katanya. Mengenai pembangunan hotel oleh konsorsium PT Bali Taman, Sudarsana menegaskan, kemungkinan hotel itu dibangun di atas tanah milik investor. Sebab, investor telah membeli tanah de- lapan hektar di sebelah barat Pura Dalem Canggu. Mengingat lokasi hotel yang akan dibangun dekat dengan Pura Dalem Canggu, pihak investor hanya diizinkan membangun dengan jarak 25 meter dari batas tanah pura. Sementara tanah Pura Dalem yang berada di sekitarnya tetap diamankan untuk aktivitas kegia- tan di pura. Sudarsana mengakui pernah diajak membicarakan masalah tanah laba itu tiga bulan lalu di kantor Pertanahan Badung. Pihaknya diminta memberikan pendapat tentang rencana membangun hotel di dekat Pura Dalem sehubungan keperluan mengurus izin lokasi setelah izin prinsip dari tingkat I keluar. (029) Dipertanyakan, 15 Pejabat yang Ikut Misi Kesenian ke India Denpasar (Bali Post) - Anggota rombongan kesenian Bali yang berada di India dari 1-15 Oktober 1997 banyak yang mempertanyakan. Sebab, dari 65 orang yang berangkat itu, 15 orang di antaranya pejabat di Pem- da Bali dan tingkat II yang tidak ma- suk dalam kategori seniman atau pun ofisial. Koordinator Rombongan Kesenian Dr. Wayan Dibia mengatakan, rombo- ngan kesenian Bali yang berangkat ke India beranggotakan 50 orang, 40 orang seniman dan 10 orang ofisial. Semen- tara 15 orang dari pejabat se-Bali itu bukan termasuk rombongan seniman, tetapi mereka matirtayatra (perjalanan suci) ke India. "Kelima belas pejabat yang ikut rombongan ini memakai biaya sendiri," kata Wayan Dibia kepada war- tawan, Sabtu (25/10), di STSI Denpasar. Penjelasan Wakil Ketua I STSI Den- pasar Wayan Dibia kepada sejumlah wartawan ini, terkait dengan adanya se- lentingan bahwa rombongan misi kese- nian Bali itu membawa ofisial bayan- Gita Lestari Wakili Bali di Festival Topeng Nasional Denpasar (Bali Post) - Sanggar Gita Lestari, Petak, Gia- nyar ditunjuk Taman Budaya Den- pasar untuk mewakili Bali dalam fes- tival topeng nasional di Yogyakarta, 4 November mendatang. Hal itu dika- takan Ketua dan Pendiri Sanggar Gita Lestara A.A. Gde Putrayasa, S.H. di Denpasar, Sabtu (25/10). yakni agar Majapahit memperhatikan kahyangan jagat yang ada di Bali. Topeng ini, kata Putrayasa, akan dibawakan penari-penari yang sudah memiliki nama seperti I Ketut Kodi, I Ketut Sueca, A.A. Srama Semadhi dan I Made Sutama. Topeng yang akan pen- tas di forum nasional ini sudah menda- patkan penilaian dari Taman Budaya Denpasar 24 Oktober lalu. Topeng ini juga akan mengadakan geladi bersih di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, 31 Oktober mendatang. Menurut dia, penunjukan ini merupakan penghormatan yang sa ngat luar biasa bagi sanggarnya. Dalam forum ini, akan ditampilkan topeng dengan lakon "Ganja Dungkul". Selain menampilkan dramatari to- Lakon "Ganja Dungkul" ini, lanjut- peng, Sanggar ini juga akan me- nya, berisi pesan-pesan persatuan na- nampilkan tari legong klasik dan sional. Dalam cerita ini, Ganja Dung- tetabuhan pada pembukaan Pekan kul yang merupakan nama sebilah Temu Budaya Nasional, 3 November keris itu mampu memberikan wibawa mendatang. Penampilan Gita Lestari yang demikian hebat kepada Gajah ini, kata Putrayasa, menindaklanjuti Mada, sehingga rakyat Bali mau ber- kunjungan Dirjen Kebudayaan Edy satu di bawah panji-panji Majapahit. Sedyawati yang pernah ke sanggar- Tetapi, persatuan ini memiliki syarat nya beberapa bulan yang lalu. (tar) m gan. Dibia mengakui adanya kesan jum- lah ofisial lebih banyak dibandingkan seniman, hanya karena kesalahan komunikasi. Ia mengatakan, bagi anggota rom- bongan, seluruh biaya transportasi, ako- modasi dan uang saku ditanggung Pem- da Bali. Namun, kerja sama dengan In- dia ini ditunjuk Kabupaten Gianyar mewakili Bali. Keberangkatan seniman ini ke India atas undangan pemerintah Belanda dalam rangka memperingati Kemerdekaan India yang ke-50. Sebelumnya, lajut Dibia, pemerintah India juga ikut ambil bagian memeri- ahkan Kemerdekaan Republik Indone- sia yang ke-51. Sejumlah seniman dan seniwati India pada saat itu tampil di STSI Denpasar dan di Kedutaan Besar India untuk Indonesia di Jakarta. kas rawa berlumpur, setelah te- luk itu tertata, perjalanan melas- pat menyatakan proyek itu men- ti akan lebih lancar. "Investor juga dapat dukungan masyarakat. sudah berjanji memperhatikan "Mudah-mudahan dukungan kepentingan adat, budaya dan masyarakat setempat memang agama masyarakat setempat," murni. Kami tak boleh berprasang- tambahnya, ka buruk, dengan mengatakan Ketiga, dengan pembangunan dukungan itu hasil rekayasa aparat proyek bernilai sekitar Rp 10 mil- setempat. Tetapi, kalau ternyata yar itu, warga mendapat lapangan nanti masyarakat memprotes kerja baru, di samping mata pen- proyek tersebut, gantung saja caharian pokok sebagai nelayan. aparat desa setempat," ujar anggota DPRD Bali asal Buleleng ini. Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan masyar- akat setempat mendukung proyek tersebut. Pertama, dengan diuruknya teluk itu kesan kumuh akan hilang. Sebelumnya, teluk itu berlumpur dan banyak terda- pat tonggak-tonggak bekas pang- kal pohon bakau yang telah mati. "Kalau bekas rawa-rawa itu seka- rang diuruk, akan tampak lebih indah," katanya. Kedua, kepentingan masya- rakat yang menggunakan pantai itu untuk melakukan prosesi u- pacara agama bisa lebih lancar. Kalau dulu masyarakat yang melasti harus melintasi jalan be- Saat ini sekitar 200 orang tena- ga kerja lokal sedang dipekerjakan untuk melakukan pengurukan, karena tidak menggunakan alat- alat berat seperti di Padanggalak. Tetapi, tenaga kerja sebagai tu- kang dan pengawas masih dida- tangkan dari luar desa. "Investor juga sudah berjanji menggunakan tenaga kerja lokal, baik untuk pekerja proyek mau- pun tenaga kerja akomodasi pari- wisata yang akan dikembangkan di sana," ujar Dewa Tengah. Dikatakan, para nelayan di sana juga tidak keberatan atas kehadiran proyek tersebut, kare- na pengurukan pantai itu tidak dilakukan di wilayah tangkapan ikan. Para nelayan di daerah itu Senin Kliwon, 27 Oktober 1997 Mandala Dewa Putu Tengah justru merasa diuntungkan, kare- air panas Banyuwedang, inves- na dengan ditatanya teluk terse- tor akan membuat kolam re- but, mereka tak lagi harus me- nang air panas untuk kebuga- markir perahu jauh di tengah ran. Air panas itu juga sebagi- pantai menggunakan tali. "Inves- an akan dialirkan ke hotel. tor sudah menyatakan memberi "Kami sudah menegaskan ke- izin kepada nelayan untuk me- pada pihak investor agar nyandarkan perahu di wilayah te- kepentingan masyarakat ter- hadap air panas itu juda diper- luk yang ditata itu," katanya. Seperti diberitakan sebelum hatian. Jangan sampai air nya, Teluk Banyuwedang diuruk panas yang biasa digunakan PT Bukit Kencana Sentosa (BKS) masyarakat setempat untuk untuk pengembangan hotel ser- mandi kering gara-gara se- ta akomodasi pariwisata lainnya. muanya disalurkan ke hotel," Dengan memanfaatkan sumber kata Dewa Tengah. Bali Post/029 P2WKSS-Kelompok binaan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Badung, Sabtu (25/10) dinilai Tim Penilai P2WKSS Tingkat I Bali yang dipimpin Drs. I Gusti Ketut Darsika di Dusun Geria, Ayunan, Abiansemal. Darsika mengatakan, wanita mempunyai peran strategis dalam pembangunan. Diharapkan kegiatan P2WKSS ini dapat menciptakan produk baru yang bisa membantu pendapatan keluarga dan menambah lapangan kerja. Figur TJOKORDA Gede Atmadja, S.H. tergolong rektor yang cukup unik di lingkungan Kopertis Wilayah VIII. Keunikan- nya terletak pada sifat kri- tis dan kevokalannya me- nanggapi persoalan yang berkembang di masyar- akat. Ketika rektor lainnya takut berbicara kritis dan vokal, ayah tiga anak ini justru tidak. Dia pun mam- pu menganalisis suatu per- masalahan dengan jernih termasuk mencarikan pemecahannya. (bud) Mungkin atas pertimbangan itu, dia dipercaya men- jabat Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) untuk kedua kalinya. Suami Anak Agung Raka, S.H. ini kembali dilan- tik menjadi Rektor UNR periode 1997-2001, Sabtu (25/ 10), di aula kampus setempat. Lingkungan, Pola Ilmiah Pokok UNR terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, ujarnya. Bylaesunims 150 20DUST que nosELING JANTA dia di "kampus perjuangan" Kungan UNR boleh dika- itu memang belum memadai. takan hanya perpanjangan Namun, pihaknya akan masa jabatan pejabat sebe- menyelipkan mata kuliah lumnya. Sebab, komposisinya lingkungan hidup dalam tak jauh berbeda dengan muatan lokal. pejabat sebelumnya. Atmad- ja dilantik menjadi Rektor UNR kedua kalinya untuk masa bakti 1997-2001. Dia dibantu Ir. I Gusti Bagus Ad- nyanegara, Drs. I Made Su- kaja, M.S. dan AAN Alit Sute- ja, S.H. masing-masing se- bagai PR I, PR II dan PR III. Denpasar (Bali Post) - Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar akan me- ngangkat lingkungan hidup se- bagai pola ilmiah pokok. Hal itu sebagai realisasi konsep Tri Hita Karana yang menjadi semboyan perguruan tinggi ini. Demikian dikemukakan Ketua Yayasan Jagadhita- pengelola UNR-Prof. Ida Bagus Suandha Wesnawa, S.H. dan Rektor UNR Tjoko- rda Gede Atmadja, S.H. seu- sai pelantikan rektor serta pejabat struktural lainnya di lingkungan UNR, Sabtu (25/ 10), di kampus setempat. At- pa dosen ke jenjang S2 pro- madja yang dilantik untuk gram lingkungan hidup. "Ka- memimpin UNR kedua kalin- lau pola ilmiah pokok itu su- ya mengaku kesulitan mere- dah mapan, kami akana mem- alisasikan pola ilmiah pokok buat lab amdal untuk melaya- "Kan malu kalau menga- takan sudah melaksanakan pola ilmiah pokok lingkungan hidup, padahal belum mem- punyai laboratorium yang memadai," ujarnya. Dikatakan, sebenarnya pola ilmiah pokok tersebut sudah dirintis sejak 10 tahun lalu. Persiapannya dilakukan de- ngan menyekolahkan bebera- Dekan Fakultas Hukum dijabat AA Putu Oka Seputra, S.H., Dekan Fakultas Teknik Ir. Ngakan Putu Ngurah Ni- tyasa. Sementara Dekan Fisipol dan Dekan Fakultas Ekonomi masing-masing di- jabat Drs. Ida Bagus Suteja itu secara cepat. Sebab, sara- ni masyarakat," ujarnya. dan Drs. Nyoman Suartha. na dan prasarana yang terse- Pelantikan pejabat di ling- Soal Hasil Akreditasi PTS (bud) Pengurus BAN PT Tutup Mulut Denpasar (Bali Post)- Hasil akreditasi perguruan tinggi swasta (PTS) akan diu- mumkan dalam waktu dekat ini. Sejauh ini, ketua, sekre- Dibia secara terbuka memberikan keterangan jumlah dana yang diberikan kepada peserta. Besarnya uang saku seniman yakni Rp 150.000-Rp 300.000 per orang per hari, ditambah bantuan dari KBRI di India 200 dolar AS per orang. Untuk seniman yang sudah se- nior diberikan uang saku antara Rp 200.000 Rp 300.000, sedangkan seni- man muda mendapat Rp 150.000 per hari per orang. Selama di India, lanjut Dibia, seni- man-seniman Bali mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kota-kota di India yang disinggahi dan sempat diper- tunjukkan sendratari Ramayana yakni Sekretaris BAN PT Prof. Calkuta, New Delhi, Hariduar, dan Ku- Dr. Drs. I Gusti Ngurah Gor- lumanali. Pertunjukan sendratari da, M.S. dan Koordinator Ko- Ramayana dan tari legong mendapat pertis Wilayah VIII Ir. Bagus sambutan serta perhatian dari masya- Ketut Lodji, M.S. menga- rakat di New Delhi. (023) Jangan "Recall" Kusuma Wardana Denpasar (Bali Post)- "Jangan recall Anak Agung Kusuma Wardana. Itu harapan saya," ujar Ke- tua Pengurus Daerah (PD) Pemuda Pan- ca Marga (PPM) Bali Ir. Wayan Win- dia, M.S. Minggu (26/10) kemarin, se- hubungan santernya isu dan berita yang berkembang akhir-akhir ini terkait de ngan sanksi yang akan dijatuhkan ke- pada Kusuma Wardana. kakan, kalau toh rekannya tidak pas menyampaikan aspirasi dan tindak-tan- duknya dari segi mekanisme politik, hal itu hanya karena emosi yang masih ting. gi dan darah mudanya. "Saya kira tidak ada niatnya yang ti- dak baik," katanya. Karena itu, kalau dipandang tidak pas, perlu dilakukan pembinaan politik dan tidak dikenai sanksi politik yang terlalu berat. Selanjutnya dikemukakan, PPM Dia yakin Kusuma Wardana adalah adalah sebuah organisasi historis, yang seorang kader Golkar dari organisasi merupakan kumpulan anak-anak ve- PPM yang potensial, dengan segala teran dan pahlawan. PPM bukan seka- kekurangannya yang mungkin ada. dar kumpulan orang-orang yang kemu- "Tidak ada manusia yang sempurna," dian berkumpul dalam sebuah orga- katanya. Karena itu, kata dia, sepanjang nisasi dengan tujuan-tujuan tertentu, perjalanan sebuah organisasi, sangat Nuansa yang dikembangkan dalam or diperlukan adanya pembinaan yang ter ganisasi PPM, kekerabatan dan persau- us-menerus kepada kader-kadernya daraan historis. "Oleh karena itu, tidak agar tujuan organisasi itu tercapai se- mungkin kalau teman kami sakit, lalu suai dengan koridor organisasi bersang kami tidak ikut merasakannya," tia kutan. menegaskan. Windia menyatakan tahu betul ka Atas pertanyaan, Windia mengemu- rakter rekan-rekannya. "Macam- taris dan beberapa anggota Badan Akreditsi Nasional Per guruan Tinggi (BAN PT) yang dihubungi Bali Post secara ter pisah masih tutup mulut soal hasil penilaiannya. takan, hasil akreditasi BAN PT baru diumumkan secara resmi awal November menda- tang. Namun, keduanya tak mau berkomentar banyak soal hasil akreditasi itu. "Tunggu saja pengumu- mannya secara resmi Novem- pengumumannya nanti se- ber mendatang," kilah Gorda cara resmi," katanya. ketika ditemui di kampus Akreditasi program studi Undiknas, belum lama ini. yang berstatus disamakan Ketua BAN PT Prof. Dr. I sudah dilakukan sejak 1996. Ketut Nehen, S.E., M.Ec. Setelah BAN PT mengu- malah sama sekali tak mau mumkan hasil akreditasi, menyebutkan kapan hasil nantinya hanya akan ada akreditasi itu diumumkan. PTS berstatus terakreditasi "Belum tentu diumumkan dan tak terakreditasi. November ini. Tunggu saja (bud) Meninggalkan Rumah NI Wayan Suparni tinggal Jl. Sa- kenan, Serangan, Denpasar sejak 55 hari lalu meninggalkan rumah. Ada- pun ciri-cirinya, tinggi 160 cm, kulit sawo matang, rambut hitam lurus. Bagi yang menemukan Suparni, di- harapkan segera menghubungi I Wayan Dapet dengan alamat yang sama atau pos polisi terdekat. (*) Alit Putra, Ketua Peradah Denpasar (bali Post)- Kodya menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, dan tetap selaras, serasi serta seimbang dengan konteks pembangu- nan nasional. macamlah," katanya. Namun, ia tahu persis loyalitas Anak Agung Kusuma Wardana dalam proses pemenangan Golkar dalam pemilu di Denpasar, khu- susnya di kawasan Denpasar Timur. "Pengorbanannya cukup besar," ka- Lokasabha II Peradah In- tanya. Karena itu pula, perlu ditimbang- donesia Kodya Denpasar ber timbang antara dosa dan jasanya kepa- langsung Sabtu (25/10). da organisasi. "Sebagai seorang teman Lokasabha sehari itu memi- seperjuangan, kami tentu ingin agar te- lih AA Alit Putra, S.E. sebagai man kami mendapat sanksi organisasi ketua menggantikan Drs. I yang proporsional, kalau memang te- Wayan Sukarma. Alit di- man kami dinilai melakukan kesalahan dampingi Sekretaris Drs. AA organisatoris." Ketut Sujana dan Bendaha- Windia juga mengatakan telah me- ra Dra. Ni Made Sri Kerti. ngadakan pendekatan kekeluargaan, Wali Kota Denpasar agar rekannya melakukan tindakan dalam sambutannya me- yang proporsional. "Kalau toh dalam negaskan, Peradah Kodya ha- penjabarannya terasa tidak pas, mohon rus terus maju dalam menge- dimaklumi karena gejolak darah muda, jar ketertinggalan dan selalu emosional yang berlebihan, dan latar memupuk persatuan. Se- belakang sosialnya. Jadi, mohon agar bagai pengabdi, di mana pun dapat dipertimbangkan dari segala as- harus mengerahkan semua potensi yang ada dharma agama dan pendidikan, usaha dan so- pek," katanya. (05) pada diri masing-masing. Untuk itu, jangan sial ekonomi, serta peranan wanita. Alit Putra Pada lokasabha itu juga ber hasil dituangkan program ker ja untuk masa bakti 1997-2000 yang melingkupi bidang dhar- ma negara dan organisasi, yang salah satunya mem- fokuskan usaha Peradah Indo- nesia memantapkan ek- sistensinya di tengah-tengah umat Hindu. Bidang lainya berupa bidang pemuda dan ka- derisasi, kebudayaan, komuni- kasi dan kemasyarakatan, (wan) Soal ulahnya yang kritis dan vokal, lelaki kelahiran Pe- liatan Ubud, 20 Desember 1945 ini mengaku belum per- nah ditegur dari siapa pun. "Saya hanya mengatakan yang benar itu benar, yang salah itu salah sesuai dengan bi- dang ilmu yang saya kuasai. Sebab, alangkah gobloknya kalau seorang sarjana tak mampu memberikan solusi kasus itu merupakan ironi. Kasus serupa yang sudah terjadi beru- lang-ulang menunjukkan ketidakkonsistenan pejabat Pem- da Bali membuat kebijakan pembangunan. Padahal, pejabat nomor satu sampai ke desa adat itu sebagian besar orang Bali. "Mengapa sampai terulang masalah seperti itu. Apa mereka tidak paham adat istiadat, budaya, serta agama yang I dianut orang Bali? Itu merupakan ironi. Menjaga warisan leluhur saja sudah tak mau, apalagi disuruh mem- buat. "Kalau begitu terus caranya, saya benar-benar kesal dengan pejabat-pejabat di daerah ini. Mudah-mudahan Padanggalak merupakan kasus terakhir," harapnya. (bud) Denpasar dan Sekitarnya Penutupan Suskalak Hansip WAKIL Gubernur Bali Ahim Abdurahim, Sabtu (25/ 10) menutup Kursus Kader Pelaksana (Suskalak) A Per- tahanan Sipil (Hansip) Bali. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Sanur Group sejak 6 Oktober lalu. Wagub mewakili Gubernur dalam sambutannya menegaskan, Hansip me- megang peran sangat strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan bangsa di bidang perlindungan masya-rakat dan perta- hanan serta keamanan negara. (sua) Khawatir Bahaya Letusan AKHIR-AKHIR ini kru kapal pesiar Quicksilver di Tan- jung Benoa mengkhawatirkan adanya letusan kembang api dan mercon pada malam hari, yang dilakukan orang tak bertanggung jawab di dekat kapal pesiarnya. Percikan kem- bang api dalam ukuran besar itu dikhawatirkan bisa meledakkan kapal jika mengenai bagian mesin. Menurut Operation Manager PT Submarine Safaris Asia Drs. Iswah- yudi, Sabtu (25/10), percikan letusan kembang api dan mer- con pada malam hari dari tengah laut itu sampai ke pantai. "Saya harap kegiatan tersebut dihentikan karena tak ada manfaatnya," ujarnya. (025) Sujaya Pemenang Puisi RAPAT dewan juri sayembara penulisan puisi siwa SLTA se-Bali dan NTB memutuskan I Made Sujaya dari SMU Negeri 1 Dawan, Klungkung keluar sebagai peme- nang I. Judul puisi yang dilombakan "Keluhan Seorang Renta dari Pesisi Timur". Pemenang II Ni Luh Putu Ary Widiastuti dari SMU Negeri 1 Kuta dengan judul "Kuberi Jika Mau". Sementara pemenang III Liberty dari SMUN 5 Denpasar dengan judul "Pengamen Cilik". (046) SMU 2 ke "Bali Post" ENAM puluh anggota Kelompok Jurnalistik dan KIR SMU 2 Denpasar, Minggu (26/10) kemarin me-ngunjungi dapur redaksi Bali Post. Menurut Ketua Umum Kelom- pok Jurnalistik SMU 2 Kumalasari, kunjungan ini merupakan bagian akhir latihan dasar jurnalistik yang berlangsung 4-11 Oktober lalu. Tujuannya, untuk me- nambah wawasan dan pengalaman para siswa. Rombon- gan mendapat penjelasan seputar mekanism e kerja redaksi dari IGP Artha. Rombongan sempat meninjau unit cetak harian ini sebagaimana tampak dalam gambar. (*) Senin Kliwon, 27 Okto Selam Tabanan (Bali Post) - Perlu kehadiran malaik peternak babi yang belak dengan terpuruknya harg ngan) rakyat kecil itu. Diha kah nyata atau kebijaks membantu memulihkan babi tidak makin merana gulung tikar. Itu dikemukakan Ketua Gabungan Pengusaha Babi (Gupbi) Tabanan I Wayan Sulatra di kediamannya, Minggu (26/10) kemarin, se- hubungan makin anjloknya harga babi. Tanpa ada upaya penyelamatan dilakukan pi- hak pemerintah, harga babi sulit bisa terangkat. Stok babi di Bali saat ini sangat banyak sampai jutaan ekor, sedangkan kebutuhan untuk konsumsi sedikit. Te lah diupayakan mengantar- Min Amlapura (Bali Post) - Pengepul dan perajin gula merah di Karangasem kini merasa keberatan atas pe ngenaan retribusi gula mer ah dan meminta Pemda Bali segera meninjau ulang pene tapan retribusi tadi. Puluhan perajin yang ada di Kubu dan Abang belakangan ini dika barkan beralih profesi dan beberapa di antaranya perg ke kota mencari penghidu pan baru. Itu dibenarkan sejumlah pengepul gula merah dan Kabag Perekonomian AA Rama Putra, S.E. serta Ka kan Deperindag I Gede Cakra, S.E. di Amlapura Minggu (26/10) kemarin. Menurut pemilik CV Sum ber Manis Gede Rena, retri busi yang mencekik leher in membuat harga gula merah di kalangan petani turun tajam. 275 Pen Pendidik Singaraja (Bali Post) - Dua ratus tujuh puluh lima orang pemuda dari ber bagai daerah di Indonesia sejak Sabtu (25/10) mengiku ti pendidikan militer d Sekolah Calon Tamtama (Se cata) A Singaraja. Panglima Kodam IX/Udayana Mayjer TNI Syahrir MS membuka pendidikan Secata Prajuri Karier gelombang II tahap tahun 1997/98 itu dengar menyematkan tanda pelajar Dalam amanatnya Pangdam menekankan masa pendidikan selama empat bulan merupakan pembentukan atau dengar kata lain peralihan status dari sipil menjadi militer. Se bagai calon pelajar dari sipi untuk memasuki lingku ngan militer diharapkan ke sungguhan menjalankan latihan didasari motivasi dar dorongan jiwa yang besar. Dalam waktu yang relati singkat, kata dia, mereka menerima gemblengan me nyangkut mental, fisik dar sikap militer. Selain itu, juga dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasa keprajuritan, sehingga pada saatnya nanti mampu me njadi seorang prajurit TNI AD yang tanggap, tanggon dan trengginas. Dan Rindam IX/Udayana Curi P Amlapura (Bali Post) - Aksi pencurian pasir la mbuh lagi menyasar par strategis di Karangasem da dalam dua bulan terakhir d Jumat (24/10) malam, sec sempat digiring Dandim K Letkol CZI IGN Rai Kalim si Candidasa karena did mengambil pasir laut di Bugbug. Guna mengamankan dari ancaman pencurian, setempat kini terus melak dan mengancam akan mem sangka lewat jalur hukum mukakan Dandim didam Intel Kodim Lettu I Made Minggu (26/10) kemarin. Rai Kalim mengatakan, berinisial Dpt beserta kenda nopol DK 82345 S digiri melintas di jalur Pantai Karangasem, Jumat mala "Tidak ada istilah komp pencuri pasir laut. Tindaka jelas-jelas merusak lingkun sangka pencurinya akan di suai hukum yang ada," dia kan. Dikatakan, pihaknya ber yustisi akan segera melakuk si penertiban secara tak guna pengamanan pasir la Dandim menduga pasir la tai Bugbug dan Yeh Malet Color Rendition Chart 2cm 4cm