Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-27
Halaman: 21

Konten


Bali Post ULTUR Senin Kliwon, 27 Oktober 1997 MONEY HANGER MRU VENIR HOP D&SILVER NEW DUMPY CANDY STORE Cape SA LE OPEN A VERY VERY NIGE BEDUGUL TOUR BAL PUB SEGERA DIBAN PERUMAHAN EXECUTIVE GROGI GARDEN Bali Post/Repro Nuansa umber dan Sumber Kesulitan notivasi yang tidak baik terhadap ba Keaslian referensi (baca: langsung me- asing. ngacu kepada sumber pertama) akan mam- gi para dosen tentunya harus mulai pu meningkatkan kredibilitas keilmuan gubah cara pandang yang demikian ter seseorang. Dengan istilah yang lebih popu- p bahasa asing. Perubahan ini me- ler, gengsi keilmuan atau gengsi akademik gkut pula motivasi. Kini janganlah me- meningkat. Jika kita melihat bahasa asing bahasa asing, bahasa Inggris misal-nya, sebagai bahasa sumber, maka ada sema- gai bahasa asing (lawan dari bahasa ngat untuk mempelajarinya dan tidak se- namun harus dilihat sebagai bahasa mata-mata melakukan alih bahasa. Pener- jemahan bukan cara terbaik karena iden- ndangan ini mampu kiranya menum- tik dengan ketergantungan pada sumber an motivasi besar atau daya juang ting sumber yang tentunya sangat terbatas. tuk menguasainya, karena akan lebih Mengingat kondisi perbukuan Indonesia gai dalam konteks kerja keilmuan sum- yang tampaknya tidak tertarik pada proyek umber referensi primer. Ini dapat di terjemahan buku-buku asing ke dalam Ba- bawahi, mengingat sumber primer le hasa Indonesia, kita harus bertekad me- sli dan masih bersih dari penafsiran penguasai bahasa asing. Dengan catatan tam- bahan, bukan semata tahu isinya, namun ber. apnya. Galeria2 Patung-patung Christopher Hazzard "SENTUH dan rasakan sendiri seni Tak jarang Christopher Hazzard juga ahat kreasi saya," ujar Christopher menampilkan bentuk muka panjang Hazzard, seniman asal Melbourne, Aus- yang elegan yang mengingatkan seseo- ralia, yang telah melanglang buana ke rang pada karya seni Brancusi dan eberapa pelosok daratan Bali sejak Modigliani. Seniman yang sering mon- 972. Sebagai bukti kecintaannya ter dar-mandir Bali-Australia itu juga per- adap alam dan seisi pulau dewata ini, caya bahwa seni pahat bukan semata- a akan memamerkan puluhan karya mata bentuk karya seni yang harus ya di Ganesha Gallery Four Seasons ditempatkan di atas pedstal dan dikagu- Resort Bali (FSRB), Jimbaran, 3-19 No mi dari jauh. ember. Pahatan menurutnya, memiliki Memahami karya-karya Christopher kelebihan dari media dua dimensi, di Hazzard ini, seseorang tampaknya ter mana jenis karya seni ini bisa dipandang ebih dahulu harus memiliki kecintaan dari beberapa sudut. "Karya-karya seni ang mendalam terhadap wujud sebuah pahat sengaja saya rancang sedemiki ayu-materi dasar yang menjadi pili an rupa untuk memudahkan dapat di- man seniman tersebut. Melalui bentuk genggam dengan kedua tangan, seperti bentuk yang indah dengan penekanan halnya orang menggenggam binatang Dada serat-serat kayu merupakan buk- kecil atau burung. Hal ini memberikan i dari ketertarikannya yang mendalam kesempatan pada para pengamat untuk pada kehangatan materi kayu, sehing, mengosongkan pikirannya dan hanya ga sebagian besar karyanya mengambil memusatkan pandangan dan sentuhan- nya pada objek dalam proses meditasi "Abstrak merupakan konsep penting itu," jelasnya. Menurut Public Relations Coordina- agi saya. Mengingat bentuk dan uki an yang tampil sering bernuansa ala tor FSRB Luh Resiki, pameran ini ni. Hal ini menyiratkan kemurnian biji menunjukkan kepedulian pihak hotel Diji eksotis dan lekuk-lekuk dunia tum sebagai wakil kalangan pariwisata pada uhan," tegas Christopher Hazzard yang seni. "Ini juga sesuai dengan komitmen Deberapa karya seninya juga mengam galeri kami sejak dibuka, 1995 lalu," oil bentuk manusia dan binatang. paparnya kepada Bali Post. (jok) bentuk abstrak. bagaimana pola-pola pikir yang dicerminkan oleh bahasa tersebut." Ilmu-ilmu pasti umumnya menempatkan Bahasa Inggris sebagai bahasa sumber. Na- mun, tidak demikian halnya bagi ilmu-ilmu ke- manusiaan (humaniora). Memang secara teo- retis cukup banyak teori-teorinya ditulis dalam Bahasa Inggris, tapi dengan adanya kecen- derungan para sarjana humaniora meneliti peninggalan-peninggalan leluhurnya, sejum- lah besar bahasa daerah di Indonesia telah dan akan menjadi bahasa sumber. Dalam hal ini mungkin sebagai bahasa sumber data atau ob- jek studi dan sumber referensi-referensi teore- tik. Dalam hal ini penguasaan bahasa sumber tidak menimbulkan kesulitan yang cukup be- rarti, karena ada trend studi tertentu dikerja- kan oleh sarjana atau pemilik peninggalan masa silam, di mana yang bersangkutan sudah tentu menguasai bahasanya. Namun, harus disadari, penguasaan bahasa asing yang dilihat sebagai bahasa sumber in- formasi keilmuan terbaru haruslah selalu di- usahakan dan menjadi ikhtiar keilmuan kita. Dalam keadaan ini memang kita harus dapat menyadari ketergantungan kita kepada para sarjana luar negeri, yang memang mereka le- bih maju. Untuk sampai di sana, bahasa yang menjadi media komunikasi keilmuan dan tek- niknya harus dikuasai. Dalam hal ini, bahasa tak ubahnya sebagai jendela, di mana kita dapat melihat ke segala penjuru rumah. Dan tidak cukup sampai di sana, harus menjadi pintu, di mana kita masuk ke dalam rumah itu, sehingga isinya diketahui. Sehubungan dengan itu, ketakutan terhadap bahasa asing dapat diatasi dengan pergaulan yang tiada berkesudahan terhadapnya. Adalah satu kekeliruan besar jika ketakutan itu diata- si dengan penghindaran terhadapnya, misal- nya dengan memanfaatkan jasa-jasa seorang penerjemah, atau malahan sengaja menutup mata terhadap suatu sumber asing yang me- mang ada lantaran bahasa sumber ini tidak terkuasai. Pembiasaan membaca dan mengurangi pen- carian padanan tiap kata sulit dalam proses pem- bacaannya, seyogyanya dilakukan dengan penuh rasa sadar dan kerja keras. Kamus da-pat dijadi- kan alat bantu dan utamakan kamus monolin- gual. Kamus monolingual tidak sulit. Dia me- meriksa setiap kata dengan penjelasan-penjela- san sederhana. Jika dengan cara ini, satu kata belum juga dipahami artinya, maka contoh-con- toh pemakaian kata itu da-pat membantu. Pa- hamilah itu dalam keasing-annya dan lama- kelamaan rasa asing itu akan lenyap. I Wayan Artika Dr. Aron Meko Mbete: Kacau, Bahasa Petinggi Kita 28 Oktober 1997 besok, bangsa Indonesia merayakan kaidah-kaidah baku bahasa masyarakatan bahasa Indo- Hari Sumpah Pemuda. Momentum ini, selain sebagai Indonesia. Di samping itu, nesia yang belum tercapai, saat yang tepat menapaki kepeloporan para pemuda model bahasa petinggi target yang mana Anda mak- kita, juga merupakan saat yang tepat mencermati masyarakat kita yang kacau. sud? kembali perjalanan bahasa Indonesia, sejak 69 tahun lalu. Namun, tampaknya perkembangan Bahasa Indonesia belum menggembirakan, sementara langkah- langkah pemasyarakatannya juga belum memberi harapan yang menggembirakan bahwa bahasa Indonesia dicintai masyarakat pemakainya. Untuk mengetahui lebih jelas keberadaan Bahasa Indonesia, berikut petikan perbincangan Bali Post dengan Dr. Aron Meko Mbete, dosen kemahiran berbahasa Indonesia yang juga Sekretaris Program Magister Linguistik Fakultas Sastra Universitas Udayana. Bagaimana pandangan dan benar kalau bercerita di Anda tentang pemasyaraka depan kelas dan mengarang tan bahasa Indonesia sekarang? Pemasyarakatan bahasa Indonesia yang baik dan be- nar belum sesuai harapan. Jika dicermati, keberhasi- lan pemasyarakatan ba- hasa sangat ditentukan ke- berhasilan pengajaran ba- hasa di sekolah dari tingkat sekolah dasar hing- ga perguruan tinggi. Saat saya berdialog dengan guru- guru bahasa Indonesia, mereka mengakui iklim pengajaran bahasa Indone- sia harus dibenahi agar hasilnya dapat menunjang target pemasyarakatan tersebut. Maksudnya? Kelemahan pengajaran bahasa Indonesia yang dirasakan guru-guru sela- ma ini bahwa mereka me- ngajar bahasa hanya untuk mengejar target bahan sam- pai habis sebelum ulangan sumatif atau ujian akhir (ebtanas). Keadaan itu me- maksa guru-guru untuk le- bih banyak menanamkan pengetahuan tata bahasa kepada siswa sebagaimana yang ada di buku bahan ba- caan itu. Sehingga keter- ampilan berbahasa siswa boleh dikatakan nyaris tidak sempat diartikan. Berarti, siswa sekarang rendah keterampilan berba- hasanya? Bagaimana bisa berba- hasa Indonesia yang baik yang diperiksa betul-betul oleh gurunya sehingga ada umpan balik bagi siswa-tak pernah ada. Apakah kelemahan itu ada pada kurikulumnya? Kurikulum 1994 sudah menggariskan kemahiran berbahasa. Akan tetapi, ke- nyataannya proses pengaja- ran bahasa di lapangan se- perti yang saya uraikan itu. Kelemahannya saya pikir akibat pengajaran bahasa Indonesia yang lebih menar getkan materi atau penge- tahuan tata bahasanya atau- pun tata sastranya daripada keterampilan berbahasa siswa. Ini pengakuan para guru. Upaya apa saja yang sudah dilakukan dalam pe- masyarakatan bahasa itu? Kita percaya bahwa jalur pemasyarakatan berbahasa Indonesia yang baik dan be- nar memang lebih efektif di sekolah. Pemasyarakatan di luar jalur sekolah kita me- ngalami krisis panutan pe- makai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Siapa semestinya jadi pa- nutan? Ya, kalangan generasi tua. Akan tetapi tidak banyak generasi tua yang mampu berbahasa yang baik dan be- nar untuk dijadikan panu- tan. Buktinya, banyak kalan- gan generasi tua yang meng- gunakan bahasa tidak sesuai 1 Mengatasi hal ini, apa yang harus dilakukan? Dulu pernah ada penghar- gaan bagi pemakai bahasa Indonesia yang baik dan be- nar, sekarang saya tidak tahu persis alasannya kenapa tidak muncul lagi. Penghargaan semacam ini secara alamiah akan membangkitkan rasa cinta masyarakat Indonesia terhadap bahasanya. Apakah Anda melihat ba- hasa Indonesia belum jadi tuan rumah di negerinya sendiri? Benar. Bahasa Indonesia belum sebagai yang hidup betul-betul dalam hati setiap bangsa Indonesia, yang me- ngakui bahasa Indonesia se- bagai bahasa nasional, ba- hasa negara. Hanya sebatas alat komunikasi, ya sudah memasyarakat. Namun, ba- hasa Indonesia sebagai isi ip- tek atau isi kebudayaan mandek. Susunannya atau komposisinya menjadi tidak karuan, sehingga sulit di- mengerti. Sebabnya? Saya kembalikan pada sistem pengajaran bahasa Indonesia. Saya beri contoh pengajaran bahasa Indonesia yang saya alami saat masih di sekolah rakyat (SR). Di sekolah kami tidak diizinkan menggunakan bahasa lain, di samping itu keterampilan berbahasa betul-betul dibina dengan metode bercerita mi- salnya. Setiap hari Senin anak-anak diharuskan ke depan untuk menceritakan pengalamannya pada hari Minggu secara lisan. Jika salah penuturannya lang- sung diperbaiki oleh guru. Jadi siswa biasa meng- gunakan ragam bahasa for- mal yang biasa digunakan untuk iptek, atau berbicara dengan yang patut dihormati. Kembali soal target pe- Target yang saya maksud, sebagian besar bangsa Indo- nesia bisa menggunakan ba- hasa Indonesia yang baik dan benar. Namun, dengan me- tode pemasyarakatan bahasa yang sebulan, saya pesimis hal itu akan tercapai. Ada- nya penyuluhan-penyuluhan yang tidak kontinyu dengan sasaran yang tidak jelas ten- tu sulit diukur apakah pem- binaan yang dilaksanakan sekarang mampu mencapai target atau tidak. Apakah ada cara pembi- naan yang lebih efektif? Sebenarnya pembinaan bahasa Indonesia melalui media elektronik, khususnya TV sangat efektif. Karena anak-anak senang menonton televisi, dari sana dia tentu dapat menyerap penge- tahuan pemakaian bahasa Indonesia yang baik sepan- jang bahasa Indonesia yang digunakan di TV sesuai kai- dah bahasa yang baik dan be- nar. Pengamatan Anda selama ini tentang bahasa Indonesia di televisi? Cukup baik. Hanya saja kalau sulih suara (dubbing) itu dilarang di TV saya tidak setuju. Karena banyak tonto nan asing yang sudah diter- jemahkan ke dalam bahasa Indonesia ditonton ibu-ibu atau anak-anak yang tidak paham bahasa Inggris. Mere- ka tidak bisa menyimak se- cara utuh jalan ceritanya de- ngan pendengarannya. Ala- san pelarangan itu atas usul- an segelintir orang yang i- ngin belajar bahasa Inggris melalui tontonan. Jika di- dubbing, sepanjang penerje- mahan dan artikulasi bahasa Indonesianya baik, saya pikir cukup efektif sebagai sarana pemasyarakatan Bahasa In- donesia yang baik dan benar. Ini penting dikembangkan, karena TV betul-betul me- masyarakat sekarang ini. Dr. Aron Meko Mbete Halaman 21 Bagaimana kaitan kete- kan kesempatan kepada rampilan berbahasa dengan siswa mengekspresikan diri, pengembangan SDM? atau mengungkapkan isi hati/ pikirannya. Pembinaan bahasa Indo- nesia tiap bulan Oktober apa- kah efektif? Intinya begini. Penge- tahuan atau kognitif tata ba- hasa dari siswa dibina kemu- dian disusul dengan upaya pembinaan keterampilan mereka untuk mengarang Sebenarnya sangat tidak atau dialog di kelas. Kete- efektif, karena dibina sebu- rampilan berbahasa ini akan lan, terus dalam jangka menjadi modal siswa melahir- waktu sebelas bulan kan karya-karya fiksi yang masyarakat kembali meng- bisa dijual, maka bahasa juga gunakan bahasa tanpa dapat dijadikan komoditi memperhatikan kaidah- atau sumber daya. Bahasa kaidah. Kendalanya, me- tidak hanya alat untuk me- mang masalah dana atau ngungkapkan pikiran, juga kelembagaan dalam pe- energi atau kekuatan kalau masyarakatan bahasa ter- dikuasai dan dihayati sung- tentu. guh-sungguh. Kreativitas, daya cipta sastra melalui karangan buku-buku ilmu pengetahuan. Kendala yang paling besar dalam memasyarakatkan ba- hasa Indonesia yang baik dan benar? Kemampuan generasi Adanya sikap masa bodo muda dalam menulis karya masyarakat dan sikap gam- sastra sekarang bagaimana? pang-ini kan bahasa kita, Mereka belum kreatif tanpa dipelajari bisa dikuasai. dalam arti sesungguhnya. Rupanya penertiban peng- Artinya, penguasaan ilmu gunaan bahasa Indonesia pengetahuan tentang tata yang baik dan benar dijadi- bahasa dan sastra sudah cu- kan materi penegakan disip- kup baik tetapi belum mam- lin nasional juga. Ini penting, pu menghasilkannya kemba- agar masyarakat memiliki li. Kendalanya pada kemam- sikap yang positif atau tidak puan berekspresi. Mereka mengangggap remeh dan a- tidak bisa mengungkapkan patis pada bahasa Indonesia. secara tertulis dan lisan gagasannya. Saya mengim- bau guru-guru agar memberi- (Pewawancara: I Made Sarjana) Bahasa dan Politik Penamaan DALAM dua tahun terakhir, banyak menginap atau melihat nama hotel itu, pas- usaha wisata yang muncul di Bali dengan tilah menanyakan apa arti nama "Kuta nama bahasa Indonesia. Hal ini tampak- Aman Gati". Selain Kuta Village Hotel, nya merupakan dampak langsung kebi- nama-nama hotel dan restoran atau diskotek jakan pemerintah dalam politik bahasa di Kuta juga banyak yang sudah disesuai- nasional, yakni mengimbau masyarakat kan, demi mematuhi kebijakan pemerintah, untuk menggunakan bahasa Indonesia seperti diskotek Bali Peanuts-yang bebe- sebagai nama usaha. Sebelum kebijakan rapa waktu lalu terbakar-berganti nama itu ditetapkan menjelang peringatan 50 menjadi Kacang Bali, sebagai terjemahan tahun Indonesia Merdeka tahun 1995, di langsung nama Inggrisnya. Hotel River View Bali, sebagian besar nama usaha wisata juga berganti nama menjadi Villa Rumah seperti hotel dan restoran, menggunakan Manis. Hanya hotel atau usaha besar yang nama asing karena mereka menjadikan bernaung di bawah label internasional, orang asing sebagai target pasar. masih tetap menggunakan merk aslinya. Dengan adanya imbauan tersebut, ba- Namun, ada juga nama tempat lokal yang nyak perubahan terjadi. Hotel atau resto- sudah telanjur terkenal dan enak diucapkan, ran mulai mengganti nama. Di Sanur, seperti Kuta Square atau Kuta Centre, tetap Hotel Sanur Beach, sudah jauh hari meng- menggunakan nama asing. Entah bagai ganti nama menjadi Hotel Sanur Aerowi- mana mesti mengganti istilah ini, apakah sata. Hotel Segara Village, juga di Sanur, menjadi Bundaran Kuta (mirip Bundaran telah diganti menjadi Hotel Desa Segara, HI di Jakarta) atau nama lain. yang merupakan terjemahan langsung Selain penyesuaian nama dari Inggris nama asingnya. Masih di Sanur, nama ke Indonesia, semaraknya nama-nama u- Santrian Resort diganti menjadi Puri San- saha wisata dengan nama Indonesia juga trian. Banyak contoh lain, termasuk Bali ditandai munculnya usaha baru. Di Sa- Festival Park diubah menjadi Taman Fes- nur, misalnya, ada restoran yang berna- tival Bali. Usaha mengubah nama usaha ma "Apa Kabar". Tak jauh dari sana, ada itu menempuh cara penerjemahan lang- restoran bernama "Baik-Baik". Kedua- sung atau modifikasi dengan catatan ke- nya nama asli dan khas Indonesia. Dalam san nama asli masih tersisa, sehingga beberapa hal, bagi orang asing dan tentu wisatawan atau para pelanggan tidak me- saja orang Indonesia, nama itu tentu sa- mandangnya sebagai hal baru. ngat mudah diucapkan dan mudah dii- Di Kuta, nama-nama hotel juga banyak ngat, selain karena "Apa Kabar" dan yang telah disesuaikan, misalnya Kuta Vil- "Baik-Baik" bergandengan, juga karena lage Hotel diubah menjadi Kuta Aman ungkapan tersebut merupakan frase Gati. Nama ini bukan merupakan terjema- umum yang banyak diucapkan dalam han langsung dari istilah Inggris ke Indo- percakapan sehari-hari. Harus diakui, nesia namun ada unsur penciptaan nama ada kreativitas menarik dalam penama- baru tanpa menghilangkan nama khas an ini. Kuta sebagai kata kunci. Dalam pengguba- Di Ubud, hal serupa juga banyak bisa han nama ini, terjadi kreativitas yang me- dilihat. Kalau sempat menelusuri nama- narik yakni untuk menciptakan citra Kuta nama restoran atau kafe di sana, Anda akan yang aman. Sebagian wisatawan yang melihat nama-nama restoran atau kafe PIAGGIO Lebih baik naik VESPA Anda berani mencoba !!! PAKET HEMAT ANGSURAN BISA DIATUR TUNGGU.... APALAGI BURUAN DEH!!!! MAIN DEALER: PT. Surapita Unitrans Denpasar: JL. GATOT SUBROTO 345, Telp. (0361) 430141, 430143 PERWAKILAN : LOMBOK WIJAYA MOTOR, J. Selaparang 57c Cakranegara Telp. (0370) 36479 33919 SINGARAJA: UD. PERINTIS JAYA, Jl. Seroja 12 Telp. (0362) 22678 DENPASAR VICKO MOTOR SUKSES, J. Imam Bonjol 303a Hp 081 139 6757 DENPASAR GEBANG ELEKTRONIK J. Raya Sesetan 173 225 Baru Telp. (0361) 221332 yang menarik, seperti restoran "Bebek juga halnya dengan Restoran Dayu. Bengil", "Mai-Mai Bar" atau "Sai-Sai". Ho- Kini, dengan diterapkannya imbauan tel yang baru berdiri juga diberikan nama penggunaan nama usaha dengan kata In- lokal yang enak didengar dan tidak kalah donesia, tiap usaha baru yang lahir mau gengsi dengan nama asing atau kebarat- tidak mau memakai nama Indonesia. Dari baratan. Misalnya, Hotel Pitamaha atau beberapa nama dengan kata Indonesia Hotel Ibah. Keduanya hotel baru yang yang sudah muncul selama ini, kita bisa menggunakan nama Indonesia. Sebetul- melihat dua hal. Pertama, timbulnya nya, keluarga Puri Ubud yang memiliki ho- kreativitas untuk menggunakan kata atau tel-hotel tersebut sudah sejak lama cen- istilah Indonesia sebagai nama usaha, se- derung menggunakan nama Indonesia, perti penamaan restoran "Baik-baik". Hal bahkan khas lokal. Misalnya, Hotel Tjam- ini menunjukkan bahwa bahasa Indone- puhan, yang sudah lama berdiri, jauh sebe- lum ada keharusan menggunakan nama Indonesia. *** sia pun kaya kata atau istilah untuk pem- bentukan citra yang kuat. Kedua, mun- culnya tanda akan kuatnya kesadaran akan komitmen pada bahasa nasional, bahasa Indonesia. KETIKA imbauan mengubah nama dari Inggris ke Indonesia dikeluarkan, ban- Banyak negara di dunia yang menon- yak pihak yang merasa repot. Ada yang me- jolkan bahasa dan huruf daerahnya atau ngaitkan pengubahan nama itu dengan nasionalnya untuk menunjukkan jati diri, gangguan pemasaran. Artinya, kalau nama terutama kepada dunia internasional. diubah, program pemasaran harus diubah Negara-negara besar seperti Jepang dan juga. Usaha ini memerlukan banyak dana, Cina, tetap mempertahankan huruf neger- misalnya mengulangi mencetak brosur, inya, bahkan dalam aneka ajang komuni- mengganti perabotan hotel yang sudah ada kasi. Bahkan, Thailand pun, yang menon- cap khusus hotel, mengganti sarana admi- jol pariwisatanya, juga mempertahankan nistrasi yang sudah berlogo, dan sebagai- huruf negerinya. Di mana-mana, huruf nya. Mengingat besar dan rumitnya peker- Thai muncul, misalnya di Bandara jaan itu, kelompok ini menyarankan agar Bangkok, di maskapai penerbangan Thai nama kebarat-baratan yang sudah telan- Airways, dalam kartu nama. Dalam suasana bulan Oktober, yang se- jur dibiarkan saja, sementara ketentuan ketat ditegakkan buat usaha baru. jak beberapa tahun ditetapkan sebagai Sebetulnya, nama usaha itu tidak se- Bulan Bahasa, soal jati diri lewat bahasa lalu berkaitan langsung dengan pemasa- menarik untuk direnungkan, dalam kon- ran dalam arti luas. Artinya, hotel atau teks yang seluas-luasnya, termasuk dalam restoran yang diberi nama kata Indone- pemberian nama usaha. Dunia usaha sia juga tidak kalah larisnya. Yang baik wisata yang bercirikan internasionalisme, dipakai contoh untuk ini adalah Warung tidak perlu menghalangi kita menonjolkan Made di Kuta atau Hotel Tjampuhan di jati diri lewat bahasa. Walaupun demiki- Ubud. Sejak mula rumah makan ini sudah an, penonjolan diri lewat bahasa sendiri menggunakan nama lokal dan ternyata bukan tolok ukur satu-satunya jiwa dan bisa bersaing dengan usaha serupa yang semangat nasionalistis. menggunakan nama asing. Demikian PERUMAHAN Darma Putra TEGAL BUAH INDAH NPA REI 13.00002 RUMAH SUDAH KAMI BANGUN TERSEDIA: T. 21/60 M2 DAN T. 36/90 LOKASI DI JALAN KEBO IWA DENPASAR TEGAL BUAH Pompa Bensin Padang JG Agun Kartika Perum Padang Indah & Purnawirs Perum Padang Aar J.G. Patas J.G. Mas LOKASI DIMAKSUD SEGERA HUBUNGI KAMI : PT. GEMA INDAH ABADI JL. HAYAM WURUK NO. 88 DPS TELP. (0361) 234987, 245230 C. 96025 C. 93630 Color Rendition Chart 2cm 4cm