Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-27
Halaman: 20
Konten
2cm Halaman 20 Menghadapi Tantangan Global Waspadai Penggunaan Bahasa Indonesia sekadar Slogan Fakultas Sastra Universitas Udayana, Sabtu (25/10), menggelar seminar nasional bahasa dan sastra Indonesia. Seminar serangkaian menyongsong Hari Sumpah Pemuda itu bertajuk "Upaya Peningkatan Fungsi Bahasa dan Sastra Indonesia Dalam Memantapkan Jati Nyoman Sulaga Diri Bangsa Menghadapi SEJAUH mana peran Tantangan Budaya bahasa dan sastra Indone- Global". Laporan sia dalam menghadapi tan- Bali Post berikut tangan budaya global me- ini dirangkum dari mang menjadi pembicaraan yang cukup hangat dalam hasil seminar yang seminar tersebut. Sebab, berlangsung harus diakui, tema-tema di Auditorium seperti ini memang gayut dikedepankan menjelang Unud itu, kita memasuki milenium Kini tampil beda ketiga: globalisasi. Tentu saja, hal ini berkaitan erat dengan sikap dan tanggung jawab kita terhadap bahasa Indonesia. Dalam konteks ini, soal pembinaan tam- paknya memang harus mendapat tekanan lebih. Menurut Kepala Balai Bahasa Denpasar Drs. Nyo- man Sulaga, M.S., pembi- naan bahasa Indonesia harus disadari sebagai tang- gung jawab semua pihak. Ia menilai, guru-guru merupa- kan jajaran terdepan, teru- tama guru-guru bidang stu- di Bahasa Indonesia di SLTP dan SLTA. Namun, ia mengharapkan guru-guru bidang studi lainnya juga harus membantu. "Jika pembinaan bahasa tidak dibantu oleh guru lain, hasilnya kurang memadai," tandasnya. Di sisi lain, Sulaga yang tampil menyajikan makalah menilai, semua pihak (baca: pemerintah, lembaga swas- ta dan masyarakat) harus peduli terhadap perkem- bangan bahasa Indonesia. Dia menganalogikan den- gan kelahiran Bahasa Indo- nesia tahun 1928, bahwa disepakatinya BI sebagai bahasa persatuan dan ke- satuan karena adanya se- mangat yang sama para pemuda. Persoalan sekarang, adakah semangat mencintai BI dilakukan oleh guru bidang studi yang lain? Pertanyaan ini tampakn- ya memang sulit dijawab, mengingat masing-masing BUSANA & BUAH HARGA HEMAT BU-HEMAT Dapatkan BUSANA & BUAH dengan harga hemat HINGGA +50% Mulal Tgl. 26 Oktober - 4 Nopember 1997 Ayoo..! Cepetan belanja ke Tragia Anda selalu kami utamakan Tragia TOSERBA & PASAR SWALAYAN Shopping Centre Nusa Dua Kertha Wijaya Denpasar Semarapura Klungkung C. 93517 gunting di sini guru punya tanggung jawab sendiri-sendiri. Apalagi ada anggapan, pembinaan dan pengembangan bahasa In- donesia bukan tanggung jawab mereka, tapi tang- gung jawab guru atau pihak yang bergulat dengan keba- hasaan. Oleh karena itu, ia me- lemparkan pertanyaan, bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk menum- buhkan sikap dan kesada- ran patriotisme terhadap BI di tengah derasnya masyarakat kita meng- gunakan bahasa asing? Na- mun, ia menyadari, belum banyak yang merasakan "sakit hati" terhadap gejala ini. Ironisnya, tidak sedikit malah yang beranggapan BI hanya sebagai pengantar tanpa terkait dengan jati diri bangsa, sehingga makin memposisikan BI sering menjadi sasaran pelecehan oleh pelaku bahasa. Sulaga juga mengamati, penghargaan terhadap BI belum seperti penghargaan terhadap aspek lain yang sama-sama tercantum di dalam UUD 1945. "Banyak terjadi pencemaran bahasa. Pencemaran itu tampak mengemuka dalam peng- gunaan bahasa asing se- bagai identitas badan usa- ha, spanduk, kain rentang dan reklame. Apakah fenomena tersebut akan te- rus berlanjut, sehingga nan- ti bisa mendesak BI?" ta- nyanya. Keterdesakan bahasa In- donesia itu, tambahnya, tidak hanya pada sektor pariwisata milik asing, juga sejumlah perusahaan mi- lik orang Indonesia. Ia men- contohkan nama sejumlah bank, pasar swalayan, kom- dayaan yang bisa meng- pleks perumahan, komp- leks ruko, dll. hasilkan kegiatan persu- ratkabaran dan kesusas- Sulaga tidak menampik traan seperti di Indonesia. bahwa ada masyarakat kita Seperti halnya pakar mendewakan bahasa asing. bahasa yang lain, Sapardi Melalui bahasa asing, mere- sepakat, pengaruh yang ka merasakan lebih mudah paling kuat datang dari menyentuh dunia luar. Ia bahasa Inggris. Fenomena juga menyadari kondisi itu penggunaan bahasa asing disebabkan karena banyak ini, katanya muncul se- persoalan dapat dipecahkan bagai masalah dan menja- melalui bahasa asing yang di pembicaraan luas. Bah- dikuasainya-bahasa asing kan, di sini, mendorong sebagai pengantar atau alat lembaga kebahasaan komunikasi yang di- membuat seperangkat gunakan untuk menyam- peraturan mengenai paikan gagasan kepada pi- hubungan antara bahasa hak lain tidak dapat ditolak asing (baca: Inggris) dan keberadaanya. bahasa Indonesia. Namun, menyadari akan pentingnya BI, lanjutnya, harus muncul dari niat war- ga negara Indonesia sendiri dalam menghargai ba- hasanya. "Jangan diharap- kan bangsa lain menghor- mati BI". Dikatakan, walau- pun sejumlah negara te- tangga berkenan menem- patkan BI sebagai bahasa asing di sekolah, hal itu tak menjawab permasalahan yang dihadapi bahasa Indo- nesia di negerinya sendiri. Langkah Maju Sementara itu, Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Sa- pardi Djoko Damono me- ngatakan, perkembangan BI di negara tetangga cu- kup positif. Di Jepang, Thai- land, Korea, Belanda, Pran- cis dan Jerman, katanya, malah BI ditempatkan se- bagai mata kuliah wajib. Dicontohkan, di Australia, bahasa Indonesia menjadi pilihan kedua oleh warga Australia setelah bahasa Jepang dan Korea. Di sisi lain, ada banyak faktor yang tampaknya memaksa kita mengkha- watirkan masa depan BI dalam kaitannya dengan pengaruh bahasa Inggris. Dalam hal ini, ia me- nyarankan, sebaiknya mengambil langkah yang bijaksana dan hati-hati. Kebingungan Lantas bagaimana mengembangkan bahasa Indonesia agar makin memperlihatkan jatidiri- nya? Menurut Sapardi, bahasa daerah yang terse- bar di seluruh Indonesia sangat berpotensi besar menambah perbendaha- raan BI, sehingga menja- di bahasa yang lengkap dan kaya akan istilah. Sejak sepuluh tahun terakhir ini, menurut Sa- pardi, banyak istilah ba- hasa daerah yang diserap dan diadaptasikan dengan bahasa Indonesia seperti bahasa daerah Jawa, Sun- da, Sasak, Minang, dan Bali. Peranan bahasa daerah ini diakuinya sa- ngat penting, sehingga bisa menutupi kekeringan istilah dalam BI. Fenomena ketertarikan warga Australia terhadap BI merupakan langkah maju bagi pakar-pakar BI dalam membina dan "Tidak ada alasan bagi mengembangkan BI sejak kita untuk meragukan ke- lima tahun terakhir di luar mampuan bahasa Indone- negeri. Malahan, ahli lingu- sia di setiap kegiatan. Ke- istik Prof. Dr. Harimurti luhan yang begitu banyak Kridalaksana di Thialand dan sering mengenai ditawari membuat program rendahnya kemampuan studi bahasa Indonesia. berbahasa kita, sebenar- "Memang keinginan kita, BI nya menunjukkan bahwa tidak hanya dikenal di In- kita ternyata peduli ter- donesia, akan tetapi oleh hadap bahasa kita. Yang masyarakat dunia. Sebab, terjadi sebenarnya, bukan jika peneliti asing ingin me- sikap masa bodo terhadap neliti Indonesia, setidaknya bahasa Indonesia, tapi mereka harus menguasai semacam kebingungan, bahasa Indonesia," kata bagaimana meningkatkan penyair "Perahu Kertas" itu. usaha agar bisa secepat- Malaysia, tambahnya, nya berbagi keterampilan juga menggunakan dan berbahasa," paparnya. mengembangkan bahasa Bahasa Melayu, kata- yang asal-usulnya sama nya, memang sudah dengan bahasa Indonesia. berkembang lama, tetapi Namun, dalam beberapa bahasa Indonesia kedudu- puluh tahun terakhir ini, kan, fungsi, peran dan bahasa Malaysia tampak keadaannya yang se- mengikuti arah perkem- karang baru berlangsung bangan yang berbeda. Hal beberapa puluh tahun. itu tentu disebabkan oleh "Hemat saya, yang harus keadaan kebudayaan yang kita waspadai adalah u- berbeda pula. Malaysia saha menggunakan ba- tidak memiliki kelompok hasa Indonesia sekadar etnis, sehingga perkemba- bahasa untuk menyam- ngan bahasanya tergan- paikan slogan." tung pada sumber yang le- Sebab, slogan meng- bih terbatas. Jika tidak ada haramkan pemahaman Bali post KULTU Senin Kliwon, 21 Oktober 1997 COLD AR-Z BEAUTY SALON MONK KES 3 7779 MONEY CHANGER SAMRU SOUVENIR SHOP PLO GOLD & SILVER TOS BARBER SHOP BAR RENT CAR CHICKEN NEW Cape DUMPY CANDY STORE OPEN m WIE SA LE B Bahasa Sumber dan Sumbe MENGUASAI beberapa bahasa asing ternyata sangat besar artinya bagi seorang mahasiswa. Untuk ukuran mahasiswa S-1 masih ada toleransi terhadap mereka yang tidak menguasai satu saja bahasa asing, Ba- hasa Inggris misalnya. Pada sisi lain, dosen pun umumnya barangkali membutuhkan to- leransi semacam itu. Penguasaan bahasa a- sing para dosen di Indonesia dapat dikate- gorikan belum memadai. liki motivasi yang tidak baik terhadap ba- Keaslian referensi (baca: langsu hasa asing. ngacu kepada sumber pertama) aka Bagi para dosen tentunya harus mulai pu meningkatkan kredibilitas ke mengubah cara pandang yang demikian ter- seseorang. Dengan istilah yang lebi hadap bahasa asing. Perubahan ini me- ler, gengsi keilmuan atau gengsi ak nyangkut pula motivasi. Kini janganlah me- meningkat. Jika kita melihat bahas lihat bahasa asing, bahasa Inggris misal-nya, sebagai bahasa sumber, maka ada sebagai bahasa asing (lawan dari bahasa ngat untuk mempelajarinya dan ti kita), namun harus dilihat sebagai bahasa mata-mata melakukan alih bahasa. jemahan bukan cara terbaik karen Pandangan ini mampu kiranya menum- tik dengan ketergantungan pada s bahasa asing dan daerah dan penghayatan. Semen- orang dosen mengikuti program pascasarja- buhkan motivasi besar atau daya juang ting sumber yang tentunya sangat te na. Tetapi karena masih adanya kecenderun- gi untuk menguasainya, karena akan lebih Mengingat kondisi perbukuan In yang mendukung perkem- tara kita menciptakan ba- gan yang sedang tumbuh, bahwa mengikuti dihargai dalam konteks kerja keilmuan sum- yang tampaknya tidak tertarik pada bangan bahasa nasional, hasa karena kita memerlu- program pascasarjana lebih berakumulasi ber-sumber referensi primer. Ini dapat di- terjemahan buku-buku asing ke dal akan sulit berkembang." kannya sebagai alat ber- Dicontohkan, bahasa pikir dan membagi pengala- pada tujuan administratif, studi lanjut men- garisbawahi, mengingat sumber primer le hasa Indonesia, kita harus bertek Djoko Damono dan Cina. Bahasa Cina itu sa- man. "Saya yakin, selama jadi pilihan yang cukup memaksa. Aneh, bih asli dan masih bersih dari penafsiran pe- nguasai bahasa asing. Dengan catat akhirnya pengalaman menunjukkan, mereka ngutipnya. Bali Post/jan SERIUS Prof. Dr. Sapardi Prof. Drs. Shaleh Saidi terlibat dalam pembica- raan serius di sela-sela seminar nasional bahasa dan sastra Indonesia di Unud, Sabtu (25/10). ngat banyak penuturnya, kita -para pendukung- namun tidak banyak mem- nya masih memiliki se- bawa pengaruh bagi mangat menggunakannya perkembangan bahasanya. dan mengembangkannya di Ia memperkirakan, perana- segala jenis kegiatan, sela- kan Cina tidak pernah sem- ma itu pula usaha kita tidak pat mengembangkan kebu- akan sia-sia." (sut/jan) Iklan Terbaik Diundi Setiap Bulan Bali Post KAZE Memasuki Hari Ulang Tahun Ke-50, Bali Post menyelenggarakan Pemilihan Iklan Terbaik oleh Pembaca setiap bulan sampai Desember 1997. Diundi setiap minggu pertama bulan berikutnya. Simak iklan-iklan di Harian Bali Post yang sedang Anda baca lalu pilih salah satu iklan yang menurut Anda terbaik. Tulis pilihan Anda pada formulir yang tersedia di bawah ini (fotokopi tidak berlaku) dan tempelkan pada kartu pos (tiap kartu pos hanya ditempelkan satu formulir jawaban). Tulis pada kartu pos nama, alamat, dan nomor KTP atau identitas diri Anda yang masih berlaku. Formulir harus kami terima selambat-lambatnya pada akhir bulan, dikirim ke : Bagian Promosi Bali Post PO Box 3010 Denpasar 80001 Kartu Pos Anda akan kami undi sebulan sekali. Pemenangnya akan kami umumkan di Harian Bali Post minggu ke-2 bulan berikutnya. Kami sediakan hadiah menarik bulan Oktober 1 Pemenang pertama 1bh.Spd.Motor KAWASAKI KAZE 6 Pemenang II masing-masing jam tangan Seiko FORMULIR IKLAN TERBAIK PRODUK BULAN INI 8 Pemenang III masing-masing jam dinding Bali Post 48 Pemenang IV masing-masing T. Shirt Bali Post. 19 BULAN OKTOBER 97 Hal itu kerap kali menjadi momok bagi se- rata-rata sukses. Itu menunjukkan bahwa penguasaan bahasa asing bukanlah syarat utama bagi pengikut program pascasarjana di dalam negeri. Walaupun demikian, harus diyakini bah- wa interaksi keilmuan dalam berbagai medi- um bahasa zaman ini, makin intens. Kini Bahasa Inggris bukan satu-satunya bahasa sumber. Bahasa mana pun di dunia ini me- miliki potensi sebagai bahasa sumber. Itu bergantung kepada objek studi yang diteku- ni. Satu contoh, para sarjana atau peneliti (baca penyusun) sejarah tentang Indonesia pada dua atau tiga abad silam, harus me- nguasai Bahasa Belanda. Karena, sumber- sumber primer yang dibutuhkan untuk itu dimiliki oleh Belanda dan sudah tentu ditu- lis dalam Bahasa Belanda. Di perguruan tinggi di Indonesia, khusus- nya yang menyelenggarakan pendidikan pas- casarjana, secara tidak langsung mengem- bangkan berbagai bahasa sebagai bahasa sumber. Salah satu bahasa sumber yang ter- penting dan paling populer ialah Bahasa Ing- gris. Umumnya, ilmu-ilmu dan teknik Eropa dan Amerika masuk ke Indonesia dalam me- dia Bahasa Inggris. Bagaimana seharusnya menyikapi kondisi seperti ini, pada kondisi keterbatasan penguasaan terhadap bahasa itu? Penguasaan bahasa asing atau bahasa ke- dua tidak pernah lepas dari motivasi pem- belajar. Selama ini para sarjana Indonesia menunjukkan kemalasannya untuk me- nguasai bahasa asing. Ini terbukti dengan masih diyakininya satu prinsip, bahwa tidak mesti menguasai bahasa asing karena itu bukan bahasa sendiri. Prinsip ini benar jika dilihat dari segi nasionalisme. Dalam hal ini, kita harus berani melihat prinsip semacam itu sebagai legitimasi yang merugikan. Dan, dapatlah itu dikatakan si pembelajar memi- sumber. bahan, bukan semata tahu isinya, Galeria & Patung-patung Christopher Hazzard "SENTUH dan rasakan sendiri seni Tak jarang Christopher Hazzard pahat kreasi saya," ujar Christopher menampilkan bentuk muka panj Hazzard, seniman asal Melbourne, Aus yang elegan yang mengingatkan se tralia, yang telah melanglang buana ke rang pada karya seni Brancusi beberapa pelosok daratan Bali sejak Modigliani. Seniman yang sering n 1972. Sebagai bukti kecintaannya ter dar-mandir Bali-Australia itu juga hadap alam dan seisi pulau dewata ini, caya bahwa seni pahat bukan sem ia akan memamerkan puluhan karya mata bentuk karya seni yang ha nya di Ganesha Gallery Four Seasons ditempatkan di atas pedstal dan dika Resort Bali (FSRB), Jimbaran, 3-19 No mi dari jauh. vember. Pahatan menurutnya, memi Memahami karya-karya Christopher kelebihan dari media dua dimens Hazzard ini, seseorang tampaknya ter mana jenis karya seni ini bisa dipand lebih dahulu harus memiliki kecintaan dari beberapa sudut. "Karya-karya yang mendalam terhadap wujud sebuah pahat sengaja saya rancang seden kayu-materi dasar yang menjadi pili- an rupa untuk memudahkan dapa han seniman tersebut. Melalui bentuk genggam dengan kedua tangan, sep bentuk yang indah dengan penekanan halnya orang menggenggam binat pada serat-serat kayu merupakan buk- kecil atau burung. Hal ini memberi ti dari ketertarikannya yang mendalam kesempatan pada para pengamat un pada kehangatan materi kayu, sehing mengosongkan pikirannya dan ha ga sebagian besar karyanya mengambil memusatkan pandangan dan sentul aya pada objek dalam proses medi "Abstrak merupakan konsep penting itu," jelasnya. bagi saya. Mengingat bentuk dan uki- Menurut Public Relations Coord ran yang tampil sering bernuansa ala- tor FSRB Luh Resiki, pameran mi. Hal ini menyiratkan kemurnian biji menunjukkan kepedulian pihak b biji eksotis dan lekuk-lekuk dunia tum sebagai wakil kalangan pariwisata p buhan," tegas Christopher Hazzard yang seni. "Ini juga sesuai dengan komit beberapa karya seninya juga mengam galeri kami sejak dibuka, 1995 la (jok bentuk abstrak. bil bentuk manusia dan binatang. paparnya kepada Bali Post. Color Rendition Chart 4cm
