Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-27
Halaman: 17
Konten
Kliwon, 27 Oktober 1997 SIMPATI SIPURA han Masa Depan gia dan Sejahtera BSP BANK SRI PARTHA Supane crit Shawne ature Utama PSSI 21 Desember 1997) Pertandingan C 32340 Petro vs Pupuk Kaltim Gelora vs Pusam PSM vs Persiba Persipura vs Persma Petro vs Pusam Gelora vs Pupuk Kaltim Mitra vs Persema PSM vs Persma Persipura vs Persiba Mitra vs PSM Persema vs Persipura Persiba vs Petro Persma vs Gelora Mitra vs Persipura Persema vs PSM puk Kaltim vs Pusam Persiba vs Gelora Persma vs Petro Petro vs Mitra Gelora vs Persema puk Kaltim vs Persiba Pusam vs Persma PSM vs Persipura Petro vs Persema Gelora vs Mitra puk Kaltim vs Persma Pusam vs Persiba Gelora vs Petro Mitra vs Pupuk Kaltim Persema vs Pusam Persiba vs Persma Mitra vs Pusam Persma vs Pupuk Kaltim ina IV Grup Timur Gelora Dewata PSM Persma Manado Persiba Pupuk Kaltim Putra Samarinda Mitra Surabaya Petrokimia Putra Persema Malang Persipura a Prancis dak PSV langsung panen lima gol Liv. dalam 24 menit. Arthur Nu- hu- man membuka gol PSV dan asit Jaap Stam menjadikan sim kedudukan 2-0 empat menit kemudian. Dua menit sete- am lah babak kedua berlang Liga sung, Ovidiu Stinga menjadi- PSV kan kedudukan 3-0 dan satu tim menit kemudian Wim Jonk icht mencetak gol keempat. Bek ing. Vampeta menjadikan nan kedudukan 5-0 pada menit ke- am. 58. gan, Dalam liga Jerman, Bay- ilai ern Munich memperpanjang kan rekor belum terkalahkan wan menjadi 11 kali, ketika mere- ang ka menang 2-0 atas Werder lam Bremen. Sedangkan juara ilan Eropa Borussia Dortmund, ran yang dalam tujuh pertandin- raih gan sebelumnya tidak pernah mlah menang, mengalahkan Han- olan sa Rostock 3-2. Kemenangan am itu, mengantar juara bertah- an Bayern hanya tertinggal dua empat poin dari pimpinan dan sementara Kaiserslautern. jko Pendatang baru Kaiserslau- ang tern unggul empat poin dari na Bayern setelah mengalahkan -off MSV Duisburg 1-0 Jumat ce (24/10) lalu. 34, (ant/rtr) ma dengan rekannya di kelas tinju Kuba yang dikenal pa- it dan paling baik di kelasnya a tidak terduga kalah 2-8 dari ongaria, Zsolt Erdei. Kekala iga memaksanya melakukan tapi tetap tidak membawa -kalahan lain yang diderita elas 54 kg ketika petinjunya r Font kalah 6-18 dari petiju mkul Malakhbekov. Satu-sa- Eunju Kuba yang meraih me- di final adalah Maikro Rome- s 48 kilogram yang menang Roel Velasco dari Filipina. innya, petinju Rusia Alexan- meraih medali emas di kelas am dengan mengalahkan Tu- eg Utumen (Mongolia) 15-7 Saitov (Rusia) menang 2-1 atas zinziruk dari Ukraina. (ska/rtr) KREDIT YAMAHA UANG MUKA, Rp. 250.000,- SYARAT MUDAH, PROSES CEPAT MELAYANI JUAL BELI, TUKAR TAMBAH SPD MOTOR BARU-BEKAS, SEMUATYPE KHUSUS CRYPTON BERHADIAH TAPE COMPO UD. TUNAS KARYA JI. Cokroaminoto 18 Telp. 424852 Dps diUD.AGUNG MOTOR JI. Pahlawan 32 Telp. 812071 Tbn Gratis 1 bh. T'SHIRT EXCLUSIVE Senin Kliwon, 27 Oktober 1997 SIMAK LAPORAN KHUSUS • Kepeloporan Bung Karno........ ................18 Bahaya, Mudah Komprom...................18 Bali Post YAMAHA PT BISMA TUNAS JAYA SENTRAL YAMAHA Jl. Teuku Umar No. 72-76 telp. 232528 Dps. Pilihan UtamaKU Crypton paling irit PT BINTANG MUDA MANDIRI J. Cokroaminoto No. 78 telp. 435381 Dps. Halaman 17 KULTUR Bahasa Indonesia sekadar Slogan.....20 Kacau, Bahasa Petinggi Kita............21 HIBURAN • GIGI dan Slank Tetap Idol............22 Berat, Predikat Super Grup.....22 Sulitnya Cari Pemuda Pelopor di Bali OLAH RAGA Perlu Pelatda Otonom................ ●Washa: Rindukan .24 PASI Tabanan..........24 Chusmeru: Mari Kita Gugat "Anak Manis" Penguasa Chusmeru F igur Ketua Pemuda Panca Marga (P2M) Kodya Denpasar AA Ngurah Kusuma Wardana belakangan jadi bahan perbincangan yang menarik masyarakat Bali. Warga Puri Kesiman ini sudah menjadi "pelopor" Bali dalam mempertahankan keajekan budaya Bali yang bernapaskan KEGIGIHANNYA memperjuangkan Pantai Padanggalak agar tetap menjadi kawasan suci tempat umat Hindu melak- sanakan melasti patut diteladani pemu- da Bali lainnya, agar Pulau Dewata ini tidak lenyap ditelan "mulut besar" kaum investor yang rakus menerkam Bali. Akan tetapi, mencari figur-figur pemuda pelopor seperti Kusuma Wardana di an- tara 2.799 juta jiwa penduduk Bali sulit- nya bukan main. Kenapa ini bisa terja- di? Apa kendala yang dihadapi pemuda Bali dalam berkiprah? Barangkali ketidakpercayaan genera- si tua terhadap kemampuan kaum muda Bali menjadi batu sandungan terbesar dalam menempa pemuda Bali berani me- lontar kritik pedas terhadap segala pe- nyimpangan jalannya pembangunan di daerah ini. Ketika kasus reklamasi Pantai Padanggalak muncul ke permukaan, ba- nyak yang menganggap kasus ini me- nempatkan masyarakat adat khusus- nya Kesiman pada satu sisi, berhadapan langsung dengan posisi siap tarung de- ngan kekuasaan politik. Karena kasus ini, tak sedikit orang tua cemas bila anak- nya ikut-ikutan memprotes kebijakan Pemda Bali yang kurang menguntung- ajaran agama Hindu. kan bagi masyarakat adat Kesiman itu. Kamu masih kecil dan belum tahu apa- apa. Janganlah ikut-ikutan bicara soal Padanggalak, nanti kalau ditangkap sia- pa yang akan mengurus," begitulah nasi- hat Pak Made pada anaknya Made Suardika, seorang mahasiswa Unud. Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Denpasar IGN Wisnu Adi Saputra membenarkan kondisi semacam itu menghantui langkah pemuda Bali dalam bergerak mengkritisi persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di Bali. "Ketidakpercayaan semacam itu menimbulkan sikap apatis pemuda, se- hingga pemuda umumnya akan ber- pikir sudah susah-susah susun konsep mencarikan solusi memperbaiki pe- nyimpangan yang ada, malah dipan- dang sebelah mata. Bahkan suara pe- muda tidak banyak yang didengar ka- langan generasi tua," ucapnya. Ironis- nya lagi, Komite Nasional Pemuda In- donesia (KNPI) Bali yang selama ini jadi mitra pemerintah, tidak punya posisi tawar-menawar yang kuat terhadap Pemda Bali dalam menyalurkan aspi- rasi pemuda Bali. Hal itu dicermati pengamat masalah Menjadi Pelopor tanpa Gelar SEORANG pelopor seharusnya tidak hanya dilihat dari seberapa besar yang dihasilkan, tetapi dari kondisi apa dia mulai dan bagaimana dia bergulat dalam menghadapi kendala untuk mencapai keberhasilan. Mengacu kepada definisi itu, maka sosok Made Sumendra bisa dijadikan salah seorang yang disebut pelopor. Pada usia 13 tahun dia baru mulai duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD). "Saya lambat sekolah, karena polio," kata lela- ki kelahiran tahun 1968 ini. Dia mem- perlihatkan kondisi kakinya yang mengecil. "Dulu saya harus merayap." Pada tahun 1981 ada keinginan dirinya untuk bangkit dari keadaannya, dia lalu membuat tongkat, sehingga mampu bergerak tanpa bantuan orang lain. Saat datang ke SD di desanya, Mung- gu, dia ditawari untuk sekolah oleh guru- guru di sana. Sejak saat itu dia mengen- yam pendidikan formal. "Pertama malu, teman-teman sekolah saat itu umurnya setengah umur saya," kata lelaki yang memiliki hobi menabuh gamelan ini. Berikutnya, Sumendra mengaku selalu berusaha menghilangkan rasa malu. "Saya mau terus maju," akunya. Apa yang diungkapkannya memang akhir- nya terbukti. Sumendra selalu menjadi juara satu di kelasnya. Setamat SD, dia melanjutkan ke Sekolah Teknik Ukir (STU) Tangeb dan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Gianyar. Ketika ditanya kenapa tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, pe- nerima beasiswa sejak STU ini meng- akui, tidak punya biaya untuk itu. "Ka- lau ada yang memberi saya beasiswa, saya mau melanjutkan ke sekolah arsitek tur," ujarnya berharap. Arsitektur adalah bidang yang tidak begitu jauh dari kehidupan Sumendra, walaupun dalam lingkup lebih kecil- dia begitu fasih bicara tentang arsitektur Bali asta kosala kosali. "Saya banyak belajar dari orang yang mengerti ba- ngunan Bali," katanya merendah. Pendidikan formal dan informal yang diserap selama ini, membuatnya berani untuk mulai usaha dalam bidang pem- buatan sanggah/merajan, pintu dan mebel berukir. Di rumahnya di Banjar Gambang, Munggu, dia mempekerjakan belasan orang, dari berbagai keterampilan Keberanian itu, menurut Sumendra, timbul karena dirinya ingin memberi lapangan kerja pada orang-orang di de- sanya, yang bila harus bekerja ke Den- pasar terlalu jauh. "Di sini banyak orang tua, seumur bapak saya," ujarnya. Selain itu, dia juga memberi pelajaran mengukir kepada pemuda di desanya. "Saya bukan bos," kata lelaki tertua dari empat saudara ini. Walau demikian, dia tidak menampik bahwa dirinya sa- ngat berperan dalam usaha yang sedang ditekuninya saat ini. "Saya mengurus order yang masuk, memberi penjelasan pada konsumen terhadap pesanan mere- ka, membeli bahan dan mengatur keua- ngannya." Sumendra melakukan semua itu kare- na dia punya prinsip, tak mau selalu menggantungkan diri pada orang lain. "Saya tidak ingin merepotkan orang," katanya. Dengan prinsip seperti itu pula, saat masih sekolah di SMSR dia indekost. Sadar bahwa tidak akan selalu ada yang bisa menolongnya ke mana-mana, dia me- mutuskan untuk merakit sepeda roda tiga dari beberapa sepeda bekas. Sepeda itu pun masih digunakannya sampai sekarang. "Kalau ada dana, saya ingin merakit yang lebih baik," kata Sumendra. Kini, dia menghadapi kendala kekura- ngan modal untuk mengembangkan usa- hanya. Walau ada bantuan dari Departe- men Perindustrian, tetapi sifatnya masih untuk pendidikan keterampilan. "Saya berharap, ada yang memberi bantuan mo- dal," kata pemuda yang tidak mengabai- kan aktivitas di banjar dan sekeha teru- na di sela-sela kesibukannya ini. Kendala lainnya adalah ruang geraknya belum bisa begitu leluasa, apalagi sering ada orang yang menilai dirinya cuma dari kon- disi tubuhnya. Sebenarnya, selama ini dia sudah di- terima di lingkungan pergaulannya se- bagai orang biasa dan tidak mengala- mi perlakuan khusus karena kedua tungkai kakinya tidak berfungsi. Na- mun, katanya, "Kalau ada yang tidak suka, karena kecacatan saya, tidak masalah. Tidak perlu bagi saya memak- sakan diri untuk diterima dalam per- gaulan mereka itu." Ketika diminta pendapatnya bahwa banyak orang yang memiliki gelar sarja- dan umur. na takut mulai usaha dan menunggu pe- Halaman rumah lelaki yang mengakui kerjaan di kantor-kantor pemerintah, dia kesulitan memperoleh pacar karena kon- mengemukan bahwa orang itu pemalas. disi tubuhnya ini, tidak begitu luas. De- "Seharusnya mereka kreatif. Walaupun ngan sejumlah tenaga kerja dan aktivi- tidak punya gelar, jika kreatif, tentu bisa tas tersebut di atas, maka suasana se- hidup." hari-harinya tampak sedemikian sibuk. (wan) sosial Drs. Chusmeru, M.Si. bahwa sulit berharap pada lembaga semacam itu. Mengingat organisa- si kemasyarakatan pemuda (OKP) hanya difung- sikan sebagai batu loncatan mencari jabatan yang lebih empuk oleh pengurusnya. "Pengurus OKP Grafis Doflank sekarang kan anak manis penguasa, jadi bagai- mana mungkin akan bersuara lantang menyua- rakan aspirasi pemuda yang berbeda dengan ke bijakan penguasa sekalipun sudah duduk jadi ang- gota legislatif. Jika terus-terusan tokoh-tokoh pe- muda yang jadi wakil rakyat seperti itu, mari kita gugat," ajak Chusmeru. Tentu saja pendapat gugatan itu tidak akan ditujukan pada Kusuma Wardana yang kini tercatat sebagai anggota DPRD Kodya Denpasar, karena menurut Chus- meru, munculnya figur seperti Ketua P2M Kodya Denpasar memang ditungu- tunggu masyarakat Bali. "Figur Kusu- ma Wardana memang dibutuhkan masyarakat Bali," tegas Dosen PSD4 Pariwisata Unud. Hanya, pakar komunikasi ini priha- tin terhadap kondisi tokoh-tokoh ma- hasiswa Unud yang semestinya lebih bebas bergerak dan punya potensi be- sar jadi pelopor mahasiswa Bali dalam membela kepentingan rakyat Bali. "En- tah kenapa mahasiswa Unud 'ngorok' hingga siang hari bolong begini," kelakarnya. Pendapat ini ditangkis Ketua Umum Senat Mahasiswa Unud I Dewa Agung Harta Eka Dharma. Pihaknya bukan tidak mau menyikapi persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di Bali, tetapi masih mengumpulkan data agar bisa mengajukan konsep matang dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. "Saya akui, sikap ilmiah ini kadang membuat kami terkesan lam- bat memberikan solusi terhadap masalah yang sedang berkembang di masyarakat," ucap Eka Dharma saat berpidato pada malam Dies Natalis Unud beberapa waktu lalu. Wisnu Adi Saputra memahami ala- san itu jika diutarakan aktivis maha- siswa pemula. "Namun, jika pernya- taan itu muncul dari seorang ketua SM, saya pikir hal itu untuk menutupi bah- wa dia sedang main hitung-hitungan. Artinya, dia akan bergerak jika posisi- nya menguntungkan. Bila posisinya dirasa kurang menguntungkan, dia akan menunggu," tegasnya. Pendapat ini barangkali ada benar- nya, mengingat ketika Gubernur Bali Ida Bagus Oka memerintahkan aparatnya untuk menutup pusat hiburan Planet Bali beberapa waktu lalu, SM Unud de- ngan cepat mengeluarkan sikap men- dukung kebijakan tersebut. Namun ke- tika Gubernur "diserang" masyarakat Kesiman, SM Unud belum bersikap kare- na masih menunggu data. Akibat kejadian itu, kata Wisnu, SM Unud tidak lagi menjadi tempat mengadu masyarakat kecil yang punya masalah. Tampaknya kejadian tahun 1992/1993 lalu semasa SM Unud dipimpin Widiana Kepakisan, masyarakat Beraban datang ke Sekretariat SM Unud minta didam- pingi berdialog ke DPRD Bali tak kan per- nah terulang lagi. "Sifat cepat menyerah di kalangan pemuda khususnya maha- siswa, menghambat munculnya figur generasi muda yang punya jiwa kepelo- poran," tegasnya. Hal. 18 Tak mungkin Bergerak Radikal 001 PALING JERNIH UNTUK SLI. Dengan 001, telepon ke luar negeri menjadi suatu hal yang menyenangkan. Karena suara Anda terdengar sedemikian jernihnya sehingga seakan-akan Anda hadir di hadapan lawan bicara Anda. Manfaatkan diskon malam hari setiap Senin-Jumat dan diskon 24 jam untuk Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Untuk informasi, hub.102. OO NOMOR SATU INDOSAT SLI U94955 Color Rendition Chart 2cm 4cm
