Arsip
Halaman Artikel
Creative Commons License

Jika anda mendapati gambar tidak sesuai dengan spesifikasi data (salah tanggal dan atau salah penomoran halaman), posisi gambar landscape, satu gambar terdapat dua halaman, kualitas gambar kabur, anda bisa melaporkan data tersebut agar segera diperbaiki dengan menekan tombol laporkan.

Kata Kunci Pencarian:

Nama: Bali Post
Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-27
Halaman: 18

Konten


2cm Halaman 18 Bali Post Senin Kliwon, 27 Oktober 1997 Kepeloporan Itu Digerakkan Bung Karno dan Bung Hatta DARI ceritra sejarah terekam, pemuda Indonesia adalah pemuda yang penuh dinamika, memiliki kemandirian, militan, memiliki ke- inginan untuk bersatu dalam kebhinnekaan, siap berkorban dan penuh tanggung jawab. Pemuda Indonesia adalah pemuda yang peduli ke- pada nasib rakyat tertindas, siap membela yang kecil dan lemah, percaya diri, serta kuat visi dan komitmen kebangsaannya. Itu kata sejarah, khususnya mengenai kondisi pemuda men- jelang diikrarkannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Ke- nyataannya saat ini, masihkah pemuda Indonesia seperti itu? Guru besar STKIP Negeri Si- ngaraja, Prof. Drs Ketut Rin- djin berpendapat, tiap zaman membawa suatu kondisi dan tan- tangan tertentu. Jika kondisi dan tantangan ini dikaitkan dengan visi dan misi maupun aktivitas pemuda, tentu akan ada perbe- daan kondisi dan tantangan yang dihadapi pemuda pada saat mu- lai munculnya pergerakan na- sional pada 1908. Pada waktu itu, katanya, se- jarah lahirnya pergerakan na- sional didorong adanya faktor in- ternal yang dipelopori pemuda yang telah menikmati pendidi- kan, khususnya pemuda yang bersekol di Sekolah Teknik Tinggi di Bandung dan Sekolah Tinggi Kedokteran (Stovia) di Jakarta. Para pemuda itu, lan- jut dia, melihat bahwa pender- itaan yang dialami bangsa Indo- nesia sudah sangat parah akibat penjajahan Belanda. Selain itu, para pemuda Indo- nesia yang sudah terdidik itu mengetahui, tidak semua orang Belanda menyetujui Belanda menjajah Indonesia. Sebab, ada juga orang Belanda yang tidak senang dengan penjajahan itu. "Jadi, munculnya pergerakan nasional pada waktu itu karena kepedulian mereka terhadap pen- deritaan rakyat Indonesia," ka- tanya. Faktor internal lainnya, pe- muda telah membaca kegagalan perjuangan raja-raja dalam me- lawan Belanda yang disebabkan perjuangan yang dilakukan lokal dan sporadis. Tidak ada hubung- an antara Cik Di Tiro dan Di- ponogoro dan Hassanudin. Para raja itu berjuang karena merasa kekuasaannya dirongrong, lalu mengajak rakyatnya untuk me- lawan. Dari pergerakan raja-raja demikian itu, para pemuda ter- didik itu lalu menghimpun perg- erakan bersama yang sifatnya nasional. Semua kekuatan yang ada lantas disatupadukan. Rin- djin menyebut ada dua nama yang berperan besar dalam perg- erakan nasional ini, yakni Bung Karno dan Bung Hatta. Bung Karno berjasa besar dalam me- nyatukan semua kekuatan di dalam negeri. Sedangkan Bung Hatta yang masih sekolah di Be- mereka sama-sama berjuang. landa melakukan perjuangan Kedua tokoh sama-sama tidak dengan mendirikan Perhim- punan Indonesia. Gagasan-gagasan Bung Hatta tersebut kemudian disebarluas- kan di forum Liga Antikolonialis- me yang sudah ada sebelumnya di dunia. Akibat upaya Hatta demikian, ia lantas diadili di Be- landa bersama dengan Natsir dan Ali Satro Amidjojo. Saat diadili itu Hatta membuat pembelaan yang disebut "Indonesia Merdeka. Di Indonesia usaha Bung Kar- no dicap sebagai upaya penjahat. Bung Karno yang bersama kawan-kawannya menyebarkan kesadaran kebangsaan ke selu- ruh Indonesia lantas dipenjara. Di dalam penjara Bung Karno lantas membuat pembelaan de- ngan nama "Indonesia Meng- gugat". Jadi, kedua tokoh ini memiliki visi dan konsep yang sama," kata Rindjin. Ketika kedua tokoh ini keluar dari penjara dan sama-sama te- lah menyelesaikan pendidikan, mau bekerja pada pemerintah Belanda. Padahal, Soekarno saat itu bergelar insinyur dan Bung Hatta sarjana ekonomi. Mengapa dalam pergerakan Sumpah Pemuda lantas nama Bung Karno dan Bung Hatta tidak banyak disebut-sebut, Rindjin justru mengatakan Bung Karnolah yang banyak berperan di dalamnya. Bung Karno bersa- ma kawan-kawannya yang menggerakkan sehingga ada Kongres Wanita yang melahir- kan hari ibu, termasuk pergera- kan pemuda yang di dalamnya ada nama Mohammad Yamin, Chairul Saleh, dan Adam Malik. Itulah yang dibangkitkan Bung Karno. Bung Karno keliling In- donesia untuk membangkitkan kesadaran pemuda dengan kawan-kawannya," tutur dia. Oleh pemerintah penjajahan Be- landa, tindakan Bung Karno itu dianggap berbahaya. Oleh kare- na itulah, Bung Karno di- Bahaya, Anak Muda Mudah Kompromi KETIKA berbicara dalam forum diskusi terbatas yang diprakarsai Econit beberapa waktu lalu, pemikir dan pene- liti LIPI Dr. Nurcholis Madjid berpendapat, wajar jika pemu- da memiliki kecenderungan kritis dan mempertanyakan situasi sekelilingnya. "Justru berbahaya sekali jika ketika masih mahasiswa, anak muda sudah bermental acuh tak acuh, masa bodo terhadap lingkungan, dan terlampau mudah diajak kompromi," tam- bah Nurcholis, Pandangan cendekiawan muslim itu agaknya tidak ber- lebihan jika dikemukakan kembali di hadapan publik ber- kaitan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda yang tiap tahun diperingati pada 28 Oktober. Jika diurut ke belakang de- da-terutama pemuda terpel- ngan perspektif historis, pemu- ajar memang sering me- mainkan peran penting dalam tiap terjadi-nya perubahan so- sial, di mana pun. Peristiwa bersejarah berska- la nasional yang terkemas dalam momen Sumpah Pemu- da, pergerakan kemerdekaan, kaum muda itu mengandung misi sosial yang sedikit bany- ak dapat dikategorikan sebagai ikhtiar atau perjuangan kritis terhadap kondisi yang ada. Pada momen Sumpah Pe- muda, semangat kritis itu ter- manifestasikan da-lam bentuk pembaruan terhadap situasi bangsa ke-pulauan nusantara yang tercerai-berai, yang se- ngaja dikukuhkan oleh kolo- nialisme Belanda. haruslah diberi ruang, bukan- nya dipinggirkan. Dalam pandangan Magnis, anak-anak muda yang peduli terhadap nasib buruh yang ma- lang, nasib orang yang tergu- sur, merupakan aset bangsa karena memang seperti itulah karakteristik calon pemimpin masyarakat. Lebih Berguna Anak-anak muda kritis yang suka memprotes kondisi yang Pada momen pergerakan ke- kurang ideal (menurut mere- merdekaan, spirit perjuangan ka), kata ahli etika Jawa terse- kritis itu merupakan pem- but, jauh lebih berguna bagi berontakan terhadap status- bangsa dibanding anak muda quo yang berbentuk penindasan lain yang kerjanya mengkon- yang dilakukan Belanda, juga Jepang, atas rakyat Indonesia sumsi obat terlarang, atau mereka yang suka pesta pora dan hura-hura. Dengan memberikan ruang Pada momen kelahiran Orde Baru, perlawanan yang antara lain dipelopori Angkatan '66 bagi tumbuhnya semangat kri- merupakan reaksi atas terja- tis dan pembaharu bagi kalan- dinya aneka penyimpangan dari garis ideologi dan konsti- gan pemuda, maka upaya penyemaian tusi negara. Itulah sebabnya, berdasar fakta historis di atas, semangat kritis yang tak si gan pemuda (terpelajar). calon-calon yang sa untuk melahirkan tokoh- gung jawab yang oleh Sis- tokoh pemimpin yang teruji, wono dianggap sebagai kebutu- menapaki karier han mutlak bangsa yang kepemimpinannya lewat ke- hendak eksis sejajar dengan mampuan atau potensi priba- bangsa beradab lainnya. dinya. Pada akhirnya, yang dibu- tuhkan bangsa yang tak mau ketinggalan de-ngan bangsa lain pada zaman yang makin kompetitif ini-seperti diyaki- Dengan demikian, lahirlah pemimpin-pemimpin berpiki- ran kritis, baik kritis terhadap penderitaan yang dialami bang- sanya maupun kritis terhadap dirinya sendiri. Tampaknya, apa yang dike- mukakan oleh menteri seperti Siswono Yodohusono tentang urgensi bagi suatu bangsa un- tuk memiliki pemikir-pemikir bebas bertanggung jawab yang selalu dibutuhkan oleh tiap sistem kekuasaan, juga tak le- pas dari wacana penyemaian calon pemimpin yang dilaku- kan sejak mereka menapaki tangkap. Sisi menarik disampaikan Rindjin, ketika Bung Karno dan Bung Hatta melakukan perger- akan nasional itu belum jelas batas-batas teritorial Indonesia. Soal wilayah Indonesia ini baru dibahas dalam sidang BPUPKI menjelang Proklamasi Kemerde- kaan RI. Faktor eksternal yang mem- pengaruhi pergerakan nasional adalah pergerakan kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia dan Afri- ka, khususnya di Asia. Sebagai negara jajahan Belanda, Indone- sia mengalami nasib yang lebih jelek dari India. India, kata Rin- djin, relatif lebih baik karena di- jajah oleh Inggris yang sifat pen- jajahannya lebih lunak dan tidak serakah. Ini karena Inggris kaya dan daerah jajahannya luas. Se- baliknya, lanjut dia, sifat penja- jahan Belanda menganggap In- donesia sebagai daerah jajahan sebagai sumber kekayaan bagi belanda. Akibatnya, Belanda menjajah Indonesia tidak lunak, melainkan kejam. "Hal ini ter- bukti dari banyaknya makam pahlawan yang ada di Indonesia," ujarnya. Semangat dan Kesadaran Nasional Apa yang dilakukan Bung Kar- no dan Bung Hatta, menurut Rindjin, sudah mampu mengge- rakkan semangat dan kesadaran nasional. Rindjin juga me- ngamati, Soekarno dan Hatta te- lah memberi jalan kepada rakyat Indonesia yang sejak awal tidak senang dijajah, bagaimana cara melawan penjajahan. Bagaima- nasib tertindas. Cara-cara yang ditempuh itu lantas dikenal dengan istilah co- operative (bekerja sama) dan non- cooperative (tidak bekerja sama). Satu catatan disampaikan Rin- balisasi. Karena itu, irama dan menyebabkan pemuda tidak me- gaya dari visi dan misi pemuda miliki jiwa kepeloporan. Di- itu berubah. Jika dahulu tertuju kembangkannya pola top down pada kemerdekaan, kini mengi- si kemerdekaan. Untuk itu yang terpenting bagaimana meningkatkan kual- itas SDM agar bisa bersaing de- ngan bangsa lain. Menjawab pertanyaan tidak mandirinya pemuda, Rindjin ber- dinilai kurang mendidik. Namun, bukan berarti top down program ditiadakan, melainkan prakarsa dan inisiatif pemuda harus tetap diadakan. Ia lantas menyitir pi- dato Ginandjar Kartasasmita saat dikukuhkan menjadi guru besar bahwa bersikap netral saja bagi birokrat tidaklah cukup. Melain- kan harus ada keberpihakan pada golongan yang miskin. pendapat, perlu diberi peluang lebih banyak. Sedangkan dalam dunia pendidikan yang merupa- Perlu Redefinisi kan gudangnya pencetakan SDM Ditanya soal lemahnya ke- berkualitas, ia mengusulkan, ni Nurcholish-menciptakan na cara untuk memperjuangkan perlu dikembangkan pola penga- peloporan, ia mengatakan, orga- kesadaran bahwa sa-ngatlah jaran yang lebih terbuka, dua nisasi pemuda diharapkan perlu lumrah jika ada pemuda yang arah dan lebih menyentuh pada mengadakan redefinisi. Organ- menyimpan benih-benih realitas di masyarakat. Jika lan- isasi pemuda perlu mengadakan kecenderungan berpikir kritis, tas hal terakhir menyebabkan pengkajian ulang mau berbuat pembaharu, dan peduli ter- mahasiswa atau siswa sekolah apa dalam jangka waktu terten- hadap lingkungan. menjadi kritis, hal itu jangan di- tu ke depan mau menjadi apa tirkan, jika suatu bangsa han- donesia (Gappi) waktu itu pernah melainkan sebuah tuntutan un- tidak akan pernah siap meneri- Yang justru harus dikhawa- djin, Gabungan Partai Poltik In- pandang sebagai penghalang, mereka itu. Jika tidak, mereka ya memiliki pemuda-pemuda menuntut agar dibentuk lemba- tuk lebih membuka diri dan me- ma estafet kepemimpinan itu. terpelajar yang gampang terk- ga perwakilan. Oleh Belanda lem- milih cara pendekatan dialogis. "Kepeloporan tidak cukup yang Ia tidak setuju kalau hal-hal kongkret saja-seperti kopera- ooptasi, gampang dinina-bobo baga perwakilan ini dibentuk. kekuasaan, mudah terperdaya Sayang, anggotanya ditentukan kenikmatan status-quo dan tak oleh Belanda sehingga tidak se- untuk didiskusikan dalam kelas. melainkan bagaimana mengger- punya kepe-dulian terhadap suai dengan keinginan rakyat. Contoh yang dilematis itu adalah akkan pemahaman hak dan ke- saudara-saudaranya yang me- Ketidakberesan tindakan Be- masalah agama, budaya dan ras. wajiban warga negara sebagai Dewantara. Dengan keter- diskusikan agar mereka bisa me- Soal SMPT Unud yang masih ngalami deprivasi ekonomi- Menurut dia, biarkan hal itu di- bangsa Indonesia," katanya. menyegarkan suasana ber- Tampaknya, memberi ruang ampilan jurnalistiknya, KH De- nerima pendapat lain yang ber- menunggu untuk menyikapi ka- politik. gerak yang lebih leluasa kepa- wantara menulis bahwa Dewan beda. Ini dimaksudkan agar sus Padanggalak, Rindjin men- da generasi muda yang kritis, rakyat yang dibentuk Belanda mereka tidak kaget menerima gatakan tidak tahu persis. "Ka- peduli lingkungan sekitar, dan adalah macan ompong yang tak kenyataan di luar dirinya, selain lau mau berperan, memang ma- senantiasa berjuang untuk ke- punya gigi. Akibat tulisannya menghindari sikap ekstrem. pentingan masa depan bangsa demikian, KH Dewantara lantas pantas dijadikan agenda na- diasingkan ke negeri Belanda. sional untuk dibahas dan dire-Kondisi dan tantangan sejak alisasikan. net 29 Indonesia merdeka telah memba- wa tantangan yang berbeda. Dunia internasional berubah. Mulyo Sunyoto Apalagi belakangan ini ada glo- usia muda. Agaknya akan mustahil melahirkan seorang pemikir bebas bertanggung jawab (yang menurut Siswono akan selalu pemimpin bangsa tak akan mengalami hambatan yang be- mudah pasrah terhadap situa- rarti. Kalangan pemuda terpe bangsa dan bernegara) dengan lajar yang bersemangat kritis yang ada agaknya pararel dan tak bersikap masa bodo ter- jalan menafikan tiap ikhtiar dengan hakikat jati diri kalan- hadap lingkungannya selayak- kritis dan inovatif yang lahir nya juga diberi ruang untuk dari energi intelektual kalan- Dengan bahasa lain, menafi- mengekspresikan aspirasi dan gan pemuda terpelajar. nilai-nilai yang diembannya. Memberikan ruang bagi ke- kan benih-berih semangat kri- merdekaan berekspresi bagi tis dan inovatif dari kalangan generasi muda, seperti kata pemuda identik dengan menu- Nurcholish, juga merupakan tup peluang bagi munculnya jalan terbaik bagi sebuah bang- pemikir-pemikir bebas bertang- Menurut Franz Magnis Su- seno, pemikir etika politik dari kelahiran Orde Baru, senan- Sekolah Tinggi Filsafat Dri- tiasa melibatkan peran strate- yarkara, anak-anak muda yang gis dari kalangan pemuda. kritis, termasuk anak muda Semua gerak peristiwa ber- yang selalu memikirkan pen- sejarah yang terinjeksi energi deritaan saudara sebangsanya, Mencari Sosok Pemimpin Masa Depan MEMASUKI pergantian suatu era atau masa, senan- tiasa didahului fenomena se- bagai tanda-tanda zaman. Fenomena itu tidak hanya dalam lingkungan organisa- si bisnis, juga dalam organ- isasi nonbisnis, yaitu organ- isasi sosial, politik, dan pe- merintahan. pengaruhi orang lain dan yang sederhana, yang ke- sional". kondisi di mana mereka be- kerja, yang memungkinkan mereka dapat berprestasi se- baik mungkin. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan proba- litas dalam mewujudkan visi dan memaksimumkan pe- ngembangan organisasi mau- pun pribadi dari semua pihak yang terlibat. hidupan pribadinya seperti kehidupan pertapa, tetapi ada pula yang senang dengan ke- megahan, kemewahan dan pesta pora. Ini yang disebut sifat pri- badi seseorang (personality trait) sebagai pemimpin. Se- orang pemimpin yang berwa- wasan dan efektif adalah manusia yang menggugah (inspire) pengikutnya untuk melakukan hal-hal yang be- sar tetapi realistik. Ia bukan mencari popularitas murah- an tetapi menghasilkan se- suatu melalui proses. Dalam dunia ini, tidak ada hal yang terjadi karena ke- betulan, karena tidak akan Peter F. Drucker, "guru"- terjadi sesuatu tanpa suatu nya manajemen yang diakui sebab. Dalam dunia industri secara mondial, me- dan perdagangan secara tra- ngungkapkan ada pemimpin disional kepemimpinan di- yang menutup diri dan se- anggap sebagai hasil karya bagian lainnya menunjuk- orang berbakat yang memi- kan sikap ingin bersahabat. liki kemahiran mempe- Ada pula yang menunjukkan ngaruhi pengikut untuk sifat "orang yang baik hati" melakukan apa yang perlu dan yang lainnya memegang dalam mencapai sasaran teguh disiplin secara ketat, orga-nisasi dan masyarakat. tidak suka kompromi. ngoptimalkan pengikutnya Pandangan ini mencer- Ada yang termasuk kate- minkan kepemimpinan gori cepat bertindak dan im- yang tepat dalam mengerja- pulsif, yang lainnya masuk kan tugas yang tepat dan saat kategori pemimpin yang yang tepat. sudah mempelajari perusa- Sebagai manajer, seorang haan secara rinci dan mem- pemimpin menyadari apa pertimbangkan untuk yang "ditanamkan" dalam akhirnya tiba pada keputu- otak manusia. Kalau ia san. masa lalu atau yang dalam bahasa kerennya dikenal se- bagai paradigma kepemimpi- nan zaman industri abad 19. Meskipun ketepatan dan wawasan orang dapat diper- oleh dari paradigma industri- al ini, ternyata ada kelemah- an dalam menjelaskan dan meramalkan kepemimpinan masa depan. Jadi ada yang "hangat" dan "simpatik", ada pula yang "kaku dan pemarah". Beber- apa pemimpin suka menon- Kepemimpinan masa jolkan diri (tidak berarti depan akan lebih mendekati prestasinya buruk). cerminan suatu proses di Beberapa suka "mencuci mana seorang pemimpin tangan" saat terjadi kesalah- mengejar visinya dengan se- an atau kelemahan. Sebagai cara se-ngaja berupaya mem- manusia pemimpin, ada Semua manusia memiliki potensinya masing-masing. Pemimpin yang berwawasan (insight) senantiasa belajar agar dapat dengan tepat me- dengan mendudukkan orang menanamkan nilai yang salah dan suka berspekulasi dan licik, suka mematikan bisnis orang lain, maka pen- anaman itu akan dijabarkan dalam bermacam ragam pe- rilaku yang tidak dikehenda- ki. Di sini kepribadian pemimpin diuji dalam men- jabarkan "budaya perusa- haan" atau "nilai organisa- Tak mungkin Bergerak Radikal Dari Hal. 17 Sebelum memimpin or- ang lain, perlu keberanian memimpin diri sendiri. Kepemimpinan diri sendiri intinya adalah dibentuknya gugatan diri baru. Kepe- mimpinan baru ini terdiri dari tujuan, nilai, visi dan ke- beranian bertindak. Kepemimpinan diri sendiri adalah esensi kepemimpinan yang didasarkan pada penge- nalan diri dan mencari bim- bingan yang dapat diandalkan. Pemimpin dalam lingku- ngan yang senantiasa ber- ubah perlu menilai diri sejauh mana mau menerima atau menolak perubahan. Tanpa memahami visi yang memo- tivasi mereka untuk memimpin, tujuan yang menyemangati mereka, dan yang memberdayakan orang lain, mereka ditantang untuk bisa melakukan pilihan yang berani dalam dunia yang ser- ba kompleks ini. Jadi bukan lip service, tetap kemauan menjadi pen- dengar yang baik, kemauan kerja dalam tim, dan inspira- tor sambil keberanian mem- berdayakan orang lain. pemimpin efektif masa depan adalah manusia yang menggugah (inspire) pengikutnya untuk melakukan hal-hal yang besar tetapi realistik. Ia bukan hanya men- cari popularitas murahan tetapi menghasilkan se- suatu. Inilah sosok pemimpin masa depan yang "memanusiakan manusia", tetapi jelas dalam visi dan apa yang ingin dicapai bersama pengikutnya. Dalam buku: "Kita dan Wayang" (1982) tulisan Dr. Franz Magnis Suseno, kita dibawa untuk mem- buat perbandingan antara pemimpin masa kini, masa depan dengan gaya kepemimpinan Kiai Lu- rah Semar. Dilihat sepintas lalu dalam dunia wayang, Se- mar bukan pihak yang utama dalam wayang. Se- benarnya Semar dan anak- anaknya bertugas menga- ntar satria utama tiap la- kon dengan aman melalui segala bahaya sampai tu- juannya. Terbuka dan Inovatif Apabila satria itu bera- Pemimpin masa depan da dalam kesulitan, Semar adalah manusia yang mam- memberi nasihat. Apabila pu menyatakan diri mereka ia terlalu agresif dan emo- sepenuhnya. Mereka tahu si, ia direm oleh Semar dan apa yang mereka kehendaki, ditarik dari langkah-lang- mengapa menghendaki, dan kah yang kurang dipikir- bagaimana mengkomuni- kan. Apabila ia sedih, para kasikan apa yang mereka punakawan membuat dia kehendaki sambil menjadi senang dengan lelucon pendengar yang baik. (dagelan) mereka. Apabila Inilah juga esensi me- ia merasa sendirian, mere- manusiakan manusia dalam ka menemaninya. Apabi- tetapi lebih bersikap prag- kreativitasnya, sebagai ek- kepemimpinan. Manakala la berada dalam bahaya matis. Indikasinya, keikut- ses dari suksesnya pemban- seorang yang menamakan mereka sekali kali juga Apakah mandeknya re- sertaan pemuda di OKP le- gunan. "Adanya ajang sep- diri pemimpin atau CEO se- menyelamatkan. generasi tokoh pelopor pe- bih banyak karena keingi- erti festival musik, berarti bagai pemimpin merasa Semar adalah penunjuk muda akibat menurunnya nan mendapat kedudukan mereka membangkitkan tidak dapat memasuki era jalan dari pamong satria idialisme? Wisnu Adi Sapu- yang lebih baik nantinya. semangat generasi muda baru karena kekolotan atau yang diantarnya. Siapa tra melihat persoalan ideal- Kondisi ini yang menyebab yang lain. Ini suatu hal kekakuannya, sebaiknya ia yang diantar Semar tidak isme pemuda menurun ter kan pengurus organisasi yang positif," tuturnya. Soal menggugat diri "apakah pernah gagal dalam tugas- gantung pada pribadi mas- banyak orang titipan. kevokalan pemuda yang sanggup menjiwai paradig- nya dan tidak kalah dalam ing-masing. Pasalnya, per- Artinya, namanya tercan- jadi anggota legislatif, Tan- ma baru"? Keberanian me- perang. Bahwa para Pan- lu penyiasatan dalam mem- tum di organisasi, tetapi tyo mengatakan, yang jadi mahami, menerima dan dawa tidak bisa dikalah- perjuangkan idealisme. orangnya tidak dikenal pe- masalah bukan keras atau mewujudkan paradigma kan itu sebenarnya bukan "Dalam situasi sekarang ngurus organisasi yang vokalnya, tetapi seberapa baru merupakan tantangan karena kekuatan mereka kita tak mungkin bergerak lainnya," ucapnya. Semen- cermat mereka menyikapi tersendiri bagi pemimpin sendiri, melainkan karena radikal, tetapi harus berg- tara itu, Tantyo AP Soedar- masalah. "Kalau bisa cer- masa kini untuk bisa men- mereka diantar oleh Se- erak lebih manis," ucapnya. mono, ketua Gema MKGR mat dan tepat dalam meng- jadi pemimpin visioner masa mar. Andaikata Semar Ketua DPD KNPI Bali yang juga anggota DPR/ hadapi masalah, itu yang depan. meninggalkan Pandawa Drs. IGB Wiradarma men- MPR 1997-1902 melihat pe- saya rasa terbaik dan pat- Pemimpin baru masa mereka mesti hancur..... gakui, sebagian besar pe- muda-pemuda sekarang ut diteladani," tegas bapak depan tentunya lebih terbu- muda Bali tidak lagi me- sudah punya suatu kema- dua putra yang suka musik ka dan inovatif untuk menji- Bob Widyahartono nonjolkan idealismenya, juan besar, terutama dalam itu. (jan/wan) wai nilai baru. Seorang Dekan UIEU di Jakarta T Ο A PIONEER CLD-100KV landa ini tidak disetujui Kihajar kritis atau dilematis ditabukan 'si, lingkungan dan yang lain — Soal kemandirian OKP dan organisasi mahasiswa yang meru- hasiswa perlu data pendukung. Untuk itu dia harus punya ak- tivitas, bukan hanya menunggu. pakan wadah berkumpul maha Mestinya dia mencari bahan- siswa atau pemuda terdidik, bahan dari instansi terkait," ka- menurut Rindjin, disebabkan pe- tanya. merintah atau pihak-pihak pem- bina terlalu mengatur. Hal ini Cukup Satu Pioneer Saja! Bisa LD... Bisa Video CD... OO VIDEO CO CLD-100KV CLD-3760KV Karoke LD/Video CD/CD Auto Reverse PIONEER GUARANT Pastikan... Bisa Audio CD... Bisa Karaoke lagi! LaserMarcole Karaoke LD/Video CD/CD Leveroreale PIONEER Cukup satu Pioneer ini untuk membuat Anda sekeluarga puasss! Simak berbagai kemampuan yang dimiliki CLD-100KV ini Video CD Version 2.0 playback .Karaoke function Digital Stereo Karaoke Key Control (11 steps), Digital Echo, One-Touch Guide Vocal and 2 mic inputs with volume control .DVP (Digital Video Processing) system 15 Keypad direct search and play . Vocal Scoring and Auto Reverse (CLD - 3760KV) dan masih buanyaaak lagil Segera hubungi dealer-dealer Pioneer terdekat di kota Anda untuk membuktikannya. Anda mendapatkan produk dengan TOTAL GARANSI dari Pioneer. Perlindungan TOTAL GARANSI selama tahun pertama meliputi: Gratis ongkos kerja (ongkos kerja tanpa Total Garansi Rp 100.000,-) Penggantian komponen, termasuk laser pick-up Jaminan suku cadang asli. PIONEER The Art of Entertainment Jangan sampai dirugikani Pilihlah produk Pioneer yang disertai perlindungan TOTAL GARANSI Agen Tunggal : PT. ADAB ALAM ELECTRONIC, JI. P.B. Sudirman Komplek Sudirman Agung Blok C 47, Denpasar - Bali Telp. (0361) 241581 (nom) Senin Kliwon, 27 Oktol Pu Ba PUPUAN merupak kecamatan di wilayah Ka kini makin menggeliat d diri. Salah satu daeral terbesar di Bali itu mem alami, seirama dengan ke Hembusan hawa sejuk dari kaki Gunung Batukaru, membuat Pupuan tak perlu mesin pendingin untuk me- nangkal kegerahan cuaca a- kibat musim kemarau pan- jang tahun ini. Apakah Pu- puan harus selamanya men- utup diri dari pengaruh abad modern, untuk kemudian me- nampik kedatangan era glo- balisasi? Dalam berbagai hal, kota kecamatan yang mewilayahi 10 desa ini memang masih tetap konsisten pada warisan tradisi. Namun di sisi lain, Pupuan sudah mulai membu- ka diri dan siap digauli" kon- sep pembangunan abad te- knologi. Inilah dua sisi yang kini menjadi tantangan berat para pemegang kebijakan, Camat Pupuan beserta aparat terkait. Setidaknya, sudah tampak usaha dari pengendali roda pembangunan di desa mem- buat wajah kota Pupuan makin manis, cantik dan ang gun. Jika toh masih terdapat kekurangan, harap maklum lantaran kota kecil itu baru belajar bersolek. Camat Pupuan Drs. I Gus ti Gede Putu Geria menga takan, penataan areal termi nal kota kecamatan dan pen ertiban pedagang kaki lima merupakan masalah yang mendesak untuk ditangani. Untuk mempercantik wa jah kota, kesan semrawut nya terminal yang selama in disoroti pengunjung, harus mendapat pengananan serius. Untuk itu, Geria yang baru satu tahun dipercaya memimpin Pupuan, sudah beberapa kali melakukan evaluasi lapangan. Data-data yang berhasi dihimpun tim khusus peren canaan pembangunan desa dibahas dalam rapat rutin dengan melibatkan berbaga M I GUSTI Anom Swasti ka, anggota DPRD Tabanan periode 1992 1997 dari Komisi B F-KP itu memang tak lagi sibuk membawa as- pirasi masyarakat Pupuan dalam rapat paripurna lem- baga legislatif. Sejak memasuki masa purnabakti, pria berper- awakan tinggi tegap ini menghabiskan hari-harinya di sebuah rumah cukup me wah, Dusun Mertasari, Desa Pujungan. Pertama- nan pada lahan seluas 15 are, lengkap dengan kolam renang, patung, dan berb agai jenis tanaman hias, tampaknya sengaja ditata sebagai kado khusus untuk hari tuanya. Anom pun kerap kali bertamasya" sambil mera- wat tumbuhan segar yang mengelilingi rumah berstil arsitektur Bali itu. Tak ada lagi suara lantang tentang kiat pembangunan, hanya desah kecil tentang kuasa Tuhan. "Bagaimana pun kuatn ya manusia, akhirnya harus kembali ke alam. Anak- anak muda pun harus sa- dar, hidup adalah sebuah proses menuju dunia tanpa batas. Setelah kekuatan tak lagi bisa berfungsi, orang pun harus kembali seperti ranalogi. Anom Swastika memang juangan. Setidaknya, ada p dirasakannya sejak melep han. Ternyata alih profesi it untut Anom untuk lebih m Untuk ukuran masyarak karti ini tergolong tokoh yan Anom tidak hanya menyu nya untuk masyarakat, ju Bahkan, ketika masih mud pa kali ditangkap NICA L penjajahan Belanda. Dia juga menerima dua Tahun 1979 dianugerahk Presiden RI berupa satya l Tahun 1995, Anom menerin lencana legiun veteran RI dan kini dikenang kembali Jika toh dari segi perekon lagi berpikir panjang, buka Pada usianya yang ke-78, masa lalu untuk sekadar d gontai dan batuan tongkat masih mengembang dan n C.87691 Color Rendition Chart 2cm 4cm