Tipe: Koran
Tanggal: 1997-10-27
Halaman: 05
Konten
Kliwon, 27 Oktober 1997 sa Impor anaan proyek-proyek APBN/APBD hususnya a di daerah diprioritaskan epada pengusaha daerah. Berkaitan Hengan itu, Hipmi mengharapkan Dula agar pemerintah khususnya di ingkat daerah dapat melaksanakan Keppres 16/1994 secara konsekuen Han konsisten. Selanjutnya, kata Andri, Hipmi berharap agar penjadwalan ulang atau penundaan proyek-proyek yang bernilai di bawah satu milyar rupi- ah hendaknya dapat dipertimbang- kan kembali, karena proyek terse but merupakan "porsi" pengusaha kecil dan menengah. Dalam upaya mengurangi kesen- jangan sosial ekonomi yang makin lebar, yang telah menjurus ke arah kecemburuan sosial, Hipmi ber- pendapat sudah semakin mendesak dilakukannya tindakan nyata keber- pihakan pemerintah kepada pe- ngusaha kecil dan menengah khususnya pribumi. Tunda kenaikan BBM Meskipun tidak dimasukkan ke dalam salah satu butir pada pokok- pokok pikiran, Hipmi menyinggung pula sinyal-sinyal dari pemerintah yang berencana menaikkan bahan bakar minyak (BBM). Salah seorang anggota Tim Peru- mus, Andrie M. Nasution yang juga Wakil Ketua BPP Hipmi mengata- kan, "Hipmi mengimbau kepada pe- merintah agar menunda dulu ren- cana kenaikan BBM." "Kenaikan BBM akan memberi- kan beban yang lebih berat kepada pengusaha kecil dan menengah di saat sedang menghadapi krisis mon- eter sekarang ini," katanya. Sementara itu, Ketua Umum BPP Hipmi, Bambang A. Wiyogo, SE menambahkan, Hipmi mendukung segala kebijaksanaan pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi yang berkepanjangan akhir-akhir ini, baik kebijakan di sektor riel atau moneter maupun kebijakan minta bantuan Dana Moneter Internasion- al (IMF). "Namun kita mengingin- kan agar kebijaksanaan-kebijaksan- aan tersebut diumumkan secara transparan, dan secepat mungkin dapat membuat suatu keputusan yang bisa membuat tenang pengusa- ha kecil dan menengah," katanya. Sidang Dewan Pleno III Hipmi diikuti sekitar 100 peserta utusan BPD Hipmi se-Indonesia. Indonesia Senin Kliwon, 27 Oktober 1997 Kapolda NTT: Kasus Pencurian Ternak Meresahkan Masyarakat Sumba Kupang (Bali Post) - Kapolda NTT Kol. (Pol) Drs. Sawal Hariadi meni- lai, kasus pencurian ternak di Sumba Barat dan Sum- ba Timur telah meresahkan masyarakat setempat, sehingga perlu ditanggulangi secepat mungkin. "Untuk itu, kami telah mengirim satu Satuan Se- tingkat Regu (SSR) Brigade Mobil (Brimob) berang- gotakan 21 orang untuk men- gusut kasus yang kian mar- ak itu," ujarnya kepada Bali Post, di Kupang, Sabtu (25/ 10). Menurut orang nomor satu di jajaran Polda NTT itu, ka- sus pencurian ternak besar dan kecil di wilayahnya dalam dua bulan belakangan ini cukup semarak. Umum- nya ternak-ternak yang dicu- ri, berhasil dibawa ke luar daerah melalui beberapa pelabuhan yang tidak terpan- tau pihak keamanan setem- pat. Ia tidak mengelak bahwa semaraknya kasus pencurian ternak itu diduga melibatkan oknum aparat. "Saya dapat pengaduan dari masyarakat, bahwa ada keterlibatan oknum aparat dalam kasus pencurian ternak di Kabupa- ten Sumba Barat," ucapnya. Drs. Sawal Hariadi Dikatakan Hariadi, pihaknya sudah mengin struksikan kepada Kapolres Sumba Barat dan Sumba Timur untuk menangani ka- sus pencurian ternak secara sunguh-sunguh tanpa meli- hat kepentingan oknum- oknum tertentu. "Apabila ada peternak yang akan me- ngantarpulaukan ternaknya tanpa dibekali surat-surat, agar ditahan dan diproses se- cara hukum. Dalam perso- alan ini, tidak ada perkecua- lian yang bersangkutan oknum ABRI atau sipil," tan- das Kapolda NTT. Seperti diberitakan sebe- lumnya, Kaditsosopol NTT Abdul Rachman Idin menge- mukakan, sehubungan sema- raknya kasus pencurian ter- nak di dua wilayah ini, didu- ga melibatkan oknum aparat keamanan. Akibat keterliba- tan oknum aparat itu, ber- bagai kasus pencurian ternak tidak diusut hingga tuntas, dan masyarakat setempat mulai apatis melaporkan ka- sus pencurian ternak ke pihak keamanan. Menurut Sawal Hariadi, bila ditemukan ada keterliba- tan oknum aparat keamanan dalam kasus pencurian ter- nak di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur ini, yang bersangkutan pasti akan ditindak tegas. "Oknum aparat keamanan yang terlibat dalam kasus pencurian ternak, pasti akan ditindak tegas. Bila perlu akan dipecat dari kesatuan- nya. Ngapain melindungi oknum yang begitu," kata Hariadi. Dipecat, Anggota TPHT yang Terlibat Kasus Pencurian Cendana Kupang (Bali Post) - Anggota Tim Penanggulan Hutan Ter- padu (TPHT) yang terlibat dalam kasus pencurian kayu cendana di wilayah NTT, akan dipecat dari keanggotaannya. Hal itu ditegaskan Gubernur NTT Her- man Musakabe menjawab pertanyaan Bali Post, di Kupang, baru-baru ini. Menurutnya, tiap anggota TPHT yang terdiri atas para petugas keamanan, ke- hutanan, kejaksaan dalam menjalankan tugasnya menerima uang operasional Rp 50.000/orang/hari. "Biaya operasionalnya sudah cukup besar. Jadi, keterlaluan jika ada oknum petugas TPHT yang terlibat dalam ka- sus pencurian cendana di wilayah ini," ucapnya berkaitan dengan dugaan ket- erlibatan dua oknum anggota TPHT NTT (060) 090) di In- mukakan tiga permasalah- nyak- an pokok penyebab kelesu- mulai an, yakni adanya tontonan seks alternatif baru, mutu tama produk film nasional dan an pe- tuntutan pasar yang telah a. Ia berubah. irah Sementara kurangnya erno- mutu tontonan film nasio- rem- nal, kata Untung, dipicu oleh gan, produk yang tak berorienta- dan si pada kebutuhan pasar, be- itim- lum adanya kebiasaan sur- SDM vei/penelitian tentang kebu- me- tuhan konsumen film nasio- layar nal, kurang diversifikasi saha tema film dan SDM film baru," yang kurang bekerja profe- sional. Untung memberikan oduk- solusi diantaranya tentang apro- pentingnya kerja sama pene- an ter- litian degan lembaga pendi- SDM dikan dan lembaga penelitian nting independen lain serta mem- erani berikan kesempatan seni- lebih- man daerah berpartisipasi dan dalam mengembangkan bang. bakat di bidang perfilman. enge- Cantik (057) etika nambahkan, industri perfil- man di Indonesia masih cu ha- muda belia. Dibandingkan mme dengan negara maju, sulit memperoleh SDM siap pa- kai. "Ini dalam pengertian bahwa insan perfilman yang ada sekarang tidak siap, atau kurang ilmu pengetahuannya dalam bidang sinematografi. Permsalahan tersebut me- miliki dampak yang cukup besar dalam dunia film sekarang. Masalah yang timbul adalah lesunya dunia per- filman. Namun demikian, "Kita tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Kita di- hadapkan pada suatu ke- nyataan bahwa produksi film Indonesia memang lesu darah." Kata dia, sangat kompleks permasalahan yang jadi penyebab selain televisi, ada SDM dan lain- lain. Saat kehadirannya di Mataram, Murti menge- mukakan dua pokok per masalahan, yakni peran dan tanggung jawab artis film dan peran aktif kawu- la muda. Kehadirannya memang memberi greget di hadapan mahasiswa Un- ram. (rab) (eny) dalam kasus pencurian cendana. Dua oknum itu kini dimintai keterangan oleh Kodam IX Udayana di Denpasar. Menu- rut Musakabe, dengan pemanggilan dua oknum tersebut, berarti aparat kea- manan tidak akan main-main lagi dalam menangani kasus pencurian cendana di propinsi 566 pulau ini. Untuk menekan kasus pencurian kayu wangi ini, Gubernur Musakabe telah mengeluarkan Perda nomor 12 tahun 1997 tentang pelarangan penebangan kayu cendana selama lima tahun mendatang. Peraturan itu berlaku sejak 1 Oktober 1997 1 Oktober 2002. Upaya ini, demikian Mu- sakabe, akibat eksplotasi kayu cendana yang dilakukan secara besar-besaran, se- hingga polulasinya hampir punah. (eny) Bali Post Ball Post/eny PRESTASI-Hanya dengan sumber daya manusia (SDM) yang bagus, keberhasilan pembangunan akan cepat diraih. Karena itu, masalah SDM mendapat perhatian serius Pemda NTT. Seperti tampak dalam gambar, Wagub NTT Piet A. Tallo, S.H. di sela-sela kesibukannya menyempatkan diri berdialog dengan siswa dan siswi berprestasi yang ada di wilayahnya. Merosot, Kegiatan Pelra di Surabaya Surabaya (Bali Post) - Sejak diberlakukannya tata niaga kayu, ternyata ti- dak membuat kegiatan Pela- yaran Rakyat (Pelra) makin bagus, justru sebaliknya me- ngalami kemerosotan yang tajam. "Hal itu terjadi akibat pem- berlakuan tata niaga kayu tidak transparan, bersikap merugikan pelayaran rakyat dan koordinasi antarinstansi tidak berjalan baik. Terus terang kegiatan Pelra di Sura- baya mengalami penurunan sampai 40 persen lebih. Ini merupakan penurunan yang menyedihkan," ungkap DPC Pelra Surabaya, Drs. Mu- hammad Yusuf, di Surabaya, Sabtu (25/10). Dijelaskan, aktivitas sebe- lum adanya Keppres No. 22/ 1995 tentang tata niaga kayu, jumlah Badan Usaha (BU) Pelra yang ada di Surabaya mencapai 111 anggota. Jum- lah kunjungan mencapai 1.814 KL (Kunjungan Kapal) per tahun, sedangkan komod- iti yang dibongkar dan dimuat 90 persen kayu dari Kalimantan, Sulawesi, NTB dan NTT. Tercatat 10 persen barang lainnya berupa besi sokan, barang makanan dan lainnya. Namun setelah diberlaku- kan Keppres itu, katanya, dari 111 badan usaha, yang terkena peringatan Kanwil Perhubungan 25 BU, enam badan usaha terpaksa di- cabut izinnya. "Jumlah itu bisa turun lagi, apalagi kondisi ekonomi saat ini membuat Pelra makin ter- himpit," katanya. Yang mem- prihatinkan lagi, lanjut dia, jumlah kunjungan mengala- mi penurunan yang dratis dari 1.814 menjadi 1.112 KL per tahun. Secara otomatis jumlah komoditi juga anjlok, terutama bongkar kayunya mengalami penurunan hing- ga 50 persen. "Mengingat ak- tivitas dominan Pelra yakni membongkar kayu olahan dan kayu gelondongan, kalau tata niaga diberlakukan, ya demikian ini kondisinya," sambung Yusuf. Dijelaskan, sebenarnya prospek Pelra akan tetap membaik seiring dengan keperluan masyarakat, khu- susnya untuk keperluan pe- ngangkutan barang daga- ngan antarpulau. Transpor- tasi perdagangan dengan sis- tem ini sangat menguntung- kan, karena pengusaha dapat mengirim barangnya dengan harga yang relatif lebih mu- rah dibandingkan kapal kar- go maupun pesawat udara. "Justru yang menjadi per- tanyaan mengapa kegiatan Pelra di Pelabuhan Gresik, Tanjung Bumi dan Pasuruan memperoleh keringanan dari pihak terkait, khususnya pembongkaran kayu. Seda- ngkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kok diperke- tat sistemnya, kami juga her- an," ujarnya. Masalah ini sudah dibica- rakan lewat rapat pimpinan DPP dan Rakor DPD Jatim dan Bali, namun sampai kini belum ada hasil yang mele- gakan pengusaha pelayaran rakyat. "Kalau kondisi ini di- biarkan terus, akan meru- gikan Pelra," jelasnya. (e) Utsawa Darma Gita DKI Pesantian Candra Praba tua, batu apung, barang rong.c Barbra (198-ndang guru ele neb idom quiche turneriesigeth its GRAND OPENING GRAND OPENING TANGGAL 27 OKTOBER 1997 EMA RESTAURANT BALI GALLERIA Jl. By Pass Ngurah Rai, Kuta Telp. (0361) 761965-761966/Fax. 761967 DISCOUNT 15% UNTUK ALA CARTE DIM SUM HARGA PROMOSI Rp 2.500++/ PORSI em PAKET GRAND OPENING HANYA Rp 200.000 NETT (MAX. 10 ORANG) 7 SAYUR +1 SUP • SIRIP IKAN BEBEK PEKING UDANG REBUS • IKAN TIM •HAISOM PENAWARAN DISCOUNT DAN PAKET GRAND OPENING BERLAKU 27 OKT'97-3 NOV'97 PT. SINAR MUTIARA INDAH PT. MAKNA KARYA BHAKTI ART CY. JAYA RAYA UTAMA General Trading & Contracting PT. LIQTRO SANURBALI DEALER LPG BULK Jl. Raya Ngurah Ral Br. Pesanggaran Telp. (0361) 720833 Fax. (0361) 720158 Denpasar Tamara Djaya 288 Imam Bonjol Str. (Banjar Pekandelan) Phone: (0361) 484742 Fax: (0361) 483665 Denpasar-Ball-Indonesia CV.Dewata Jaya Makmur Jalan Wirasatya IVe (Suwung), Denpasar Telp/Fax. (0361) 720096 UD. ADI SURYA Jl. Tukad Irawadi 20. Denpasar Jl. Gn. Semeru 26 A Denpasar CV. DUTA RODA NUSANTARA JI. Putat Gede Indah No. 20-21 Telp. 031-5660302, 5663325 Fax. 031-5660318 HP 082-310.4679 Surabaya ANEKA LISTRIK JI. Sumatra 33-35 Denpasar UD. MULTI GUNA J. Tangkuban Perahu 166 Denpasar JI. Nangka 81 H Denpasar 80231-Bali Telp. (0361) 235973 Fax. (0361) 237053 EMAIL: jru@idola.net.id JU CV. JAYA KARYA UTAMA ENG STAINLESS STEEL FABRICATION J. Suwung Batan Kendal No. 11 Denpasar 80223 Telp. (0361) 720544-723036 Fax. (0361) 722449 ALPHA SARANA JI. Indragiri 23 Surabaya IBU WIARTINI Jl. Griya Anyar, Br. Kajeng Suwung Kauh, Denpasar HERMAN GROUP MECHANICAL, ELECTRICAL AIR CONDITIONING, LABOUR SUPPLY Jl. Taman Griya II No. 7 Telp. (0361) 752638 Tuban Kuta-Ball MMASTEKINDO Audio & Parabola SHOW ROOM J. Diponegoro 100 Blok A-3 Telp. 262253 Fax. 263244 Denpasar Bal D.C.E. Service JI. Diponegoro 162 Denpasar Bali Walet Jl. Airport Tuban 2B, Kuta U. 97547 -fl Borong Tiga Gelar Jakarta (Bali Post) - Pesantian Candra Praba Jakarta, merebut tiga gelar sekaligus dalam lomba ut- sawa darma gita tingkat DKI 1997, di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (26/10) ke- marin. Tiga prestasi yang direbut Candra Praba dari delapan gelar yang disediakan, ma- sing-masing pembaca sloka SD putri, pembaca pala- wakya dewasa putra dan pu- tri. Sisanya, pembaca sloka SD putra diraih Pesantian Purnajati. Pembaca sloka SLTP putra dan putri diraih Pesantian Cinere. Pembaca sloka tingkat SMU putra diraih Pesantin Rawama- ngun dan pembaca sloka ting- kat SMU putri diraih Pesan- tian Kertajaya Tangerang. Hasil selengkapnya, pem- baca sloka SD putri, juara I Pesantian Candra Praba, juara II Rawamangun dan juara III Purnajati. Pembaca sloka SD putra, juara I Pesan- tian Purnajati, juara II Rawa- mangun dan juara III Cinere. Pembaca sloka SLTP putri juara I Pesantain Cinere, juara II Candra Praba dan juara III Rawamangun. Pem- baca sloka SLTP Putra, juara I Cinere dan juara II Rawa- mangun. Pembaca sloka SMU putri, juara I Pesantian Rawamangun, juara II Can- dra Praba dan juara III Pur- najati. Pembaca sloka SMU putra, juara I Pesantian Ker- tajaya Tangerang, juara II Rawamangun dan juara III Cinere. Khusus pembaca pal- MIMBAR AGAMA Halaman 5 Bhikkhu dan Umat, Sekeping Uang Logam ADA sebagian umat Buddha mempunyai pan- hidupan. dangan bahwa menjadi bhikkhu merupakan suatu Secara organisasi, kehidupan yang sangat enak. Betapa tidak? bhikkhu menjadi anggota Bhikkhu tidak pernah memikirkan kebutuhan organisasi sangha hidupnya dan segala sesuatu yang berhubungan Selain itu para bhikkhu (pasamuan para bhikkhu). dengan kebutuhannya. Semuanya telah disediakan juga menjabat sebagai oleh umat Buddha, dipersembahkan dengan penuh bhikkhu kepala pembina bakti. Untuk itu, umat Buddha selalu diiming-imi- yang mempunyai wilayah binaan masing-masing. ng dengan konsep hukum kamma. Ada pula yang merangkap menjadi ketua yayasan dari beberapa vihara. Jelas bahwa bhikkhu juga beror- ganisasi, baik untuk ling- kungan bhikkhu sendiri maupun yang berhubu- ngan dengan masyarakat luas. Bukannya tidak ada umat yang berpandangan demikian. Kenyataan yang ada, Bhikkhu yang baik, tentu tidak akan pernah berpikir besok makan atau Redaktur Khusus MIMBAR Dhana Putra tidak, atau berpikir besok BUDDHA makan apa? Bila di sebuah vihara terdapat para bhikkhu, pasti ada umat Buddha yang datang mem- persembahkan makanan. dana Bila seorang bhikkhu di- undang untuk berkunjung ke rumah umat, ada umat yang datang menjemput. Demikian juga bila akan berceramah atau membaca paritta suci, ada yang da- tang menjemput dan me- ngantarkan kembali ke vi- hara. Sekali waktu, pasti pernah naik mobil mewah yang harganya ratusan juta rupiah. Selain itu, bila akan berpergian ke luar kota antarpulau, tiket pesawat, kereta api, atau bus telah di sediakan umat. Siapa bisa seperti ini kalau tidak men- jadi bhikkhu? Tempat tinggal juga bu- kan masalah besar bagi para bhikkhu. Vihara yang muncul belakangan, selalu dilengkapi dengan kuti se- bagai tempat bermalam bagi para bhikkhu. Hampir semuanya dapat dikatakan lebih dari cukup. Seandai- nya vihara tersebut kecil serta tidak dilengkapi deng- an kuti, pasti ada umat yang dengan sukarela me- ngundang untuk bermalam di rumahnya. Tidak ada umat Buddha yang mera- sa waswas dan takut bila menerima bhikkhu untuk bermalam. itu, tentu banyak umat yang tidak mengetahui bahwa se- benarnya bhikkhu juga mem- punyai tugas yang tidak ka lah beratnya dalam ke- hidupan ini. Tugasnya tidak hanya terhadap diri sendiri, namun juga termasuk kepa- da umat Buddha, organisasi Buddhis, organisasi Sangha, dan masyarakat luas pada umumnya. Ke dalam, untuk masalah pribadi, para bhikkhu bertu- gas untuk mengendalikan diri sendiri. Sebuah pekerjaan yang sangat berat. Tugas ini bisa terlaksana dengan baik apabila para bhikkhu men- jalani patimokkha sila (terdiri dari 227 peraturan) dalam kehidupan sehari-hari. Bu- kankah ini lebih berat dari- pada jumlah peraturan yang harus dijalankan umat awam, hanya lima sila? Untuk urusan keluar, para bhikkhu mempunyai kewa- jiban untuk mengajarkan dan sekaligus mengingatkan umat agar selalu melakukan kebajikan. Tugas ini dilaku- kan dengan tidak jemu-jemu nya dalam tiap kesempatan dan dengan berbagai cara. Tentu saja, tugas ini diiringi dengan sikap dan perbuatan baik yang dilakukan oleh yang bersangkutan dengan menjalankan peraturan di atas. Karena pada hakikat- nya, bhikkhu adalah guru yang patut untuk ditiru keba- jikan yang dilakukannya. Apa lagi yang menjadi ke butuhan hidup? Uang? Dana dari umat mengalir de- ras untuk para bhikkhu yang cukup tenar, ramah, dekat Selain itu, bhikkhu juga dengan umat; lebih-lebih melayani umat. Membacakan bagi mereka yang dikabar- paritta suci untuk keba- kan bisa mengobati orang hagiaan maupun untuk per- sakit atau bisa membuat istiwa duka (avamanggala). anda sukses. Singkatnya, se- Ada kalanya, bhikkhu juga mua kebutuhan tersebut ter- sedia dengan lengkap. Bila demikian, apakah hidup ti- dak dapat dikatakan sudah lebih dari cukup? Namun di balik semua Masihkah anda berpikir bahwa menjadi bhikkhu merupakan kehidupan yang mudah dilakukan? Sesungguhnya, ke- hidupan bhikkhu dan umat awam merupakan dua sisi kehidupan yang saling me lengkapi, saling mengisi, saling membantu. Hal ini jelas terlihat dalam perayaan Kathina seperti saat ini. Pada umat mem- berikan dana berupa empat kebutuhan pokok dan kebu- tuhan penunjang lainnya. Di zaman sekarang, perse- mbahan tersebut sering kali diwujudkan dalam bentuk uang. Apa yang diberikan umat kepada para bhikkhu merupakan amisa dana, ya- kni persembahan berupa benda atau berwujud. Walaupun persembahan tersebut telah diganti de- ngan uang, tetap saja dika- takan sebagai amisa dana. Karena, dalam mempersem- bahkan dana ini dikatakan bahwa semua-nya untuk kebutuhan hidup. Para bhikkhu tidak han- ya sebagai penerima dana yang pasif. Para bhikkhu juga mempersembahkan Dhamma dana, memberi- kan uraian Dhamma kepa- da semua umat yang ha- dir. Para bhikkhu, tidak pernah merasa bosan untuk menguraikan kembali hal- hal pokok yang seharusnya dilakukan oleh umat awam dalam kehidupan ini seper- ti melatih sila (kemoralan), melatih pikiran (meditasi), dan mengembangkan kebi- jaksanaan (panna). Kehidupan bhikkhu dan umat bagaikan sekeping uang logam, dua sisi yang berbeda namun saling me- dijadikan tempat untuk lengkapi. Bila semua orang mengeluh, meminta bantuan, menyadari hal ini, tentu ke- saran, dan sebagainya. hidupan beragama-khu- Bhikkhu tidak ada ubahnya susnya Agama Buddha dengan pengasuh rubrik kon- akan berjalan dengan pe- sultasi dalam segala aspek ke- nuh kedamaian. awakya dewasa putri juara I tingkat SD juara I Pasra- dibuka Wakil Gubernur diraih Candra Praba, juara II man Purnawidya, II Kerta- DKI Jakarta, H. Zaelani itu, Purnajati, juara III Kertajaya jaya dan III Amerta Jati. bertujuan mencari bibit Tangerang. Pembaca pal- SLTP, juara I Pasraman pembaca weda yang bakal awakya dewasa putra, juara Rawamangun, II Candra diikutsertakan dalam ut- I diraih pesantian Candra Praba dan III Pomad Jakar- sawa darma gita tingkat Praba, juara II Kertajaya ta Selatan, dan tingkat nasional 1999 nanti. "Mere- Tangerang dan juara III Ci- SMU juara I Pasraman ka dipilih, kemudian digo- nere. Amerta Jati Cinere, II dok untuk mewakili DKI Purnawidya dan III Kerta- Jakarta ke tingkat nasion- jaya Tangerang. al," kata ketua panitia. Utsawa darma gita yang (059) Sedangkan juara dharma widya (cerdas cermat aga- ma) secara berturut-turut, Uang bukan Segala-galanya, tetapi Perlu angkutan, dan pakaian yang lebih baik, tentu mewarnai dampak perantauan bagi orang di desa. SETAHUN yang lalu, yang disisihkan dari bekerja harian ini mengungkapkan keras di negeri jiran itu, mere- berbagai aspek tentang pe- ka sekarang dapat menye- rantauan masyarakat NTT kolahkan kaum keluarga ke ke luar negeri. Negara-ne- jenjang yang lebih tinggi. Pe- gara yang menjadi tujuan ngiriman uang melalui bank- utama perantauan adalah bank pemerintah meningkat. Malaysia Timur (Sabah), Tanda-tanda kemakmuran kemudian Malaysia Seme- nanjung. Akhir-akhir ini Singapura juga menjadi in- caran, terutama kalangan wanita. Tenaga-tenaga pun berdatangan dari Kabupa- ten Flores Timur dan Sikka, serta beberapa kabupaten lain. Sejak 40-an tahun lalu Sabah (lazim disebut Tawao, sebuah kota kecil pada per- batasan Sabah dan Propinsi Kalimantan Timur, berhada- pan dengan Pulau Sebatik yang menjadi bahan sengke- ta antara Indonesia dan Ma- laysia) menjadi buah bibir orang tua hingga anak-anak likan. dat karya yang tidak sebera- bulan sekali." Kesulitan ini mungkin se- pa itu sudah habis. Setahun lalu Nogo Batao- Dewasa ini bukan hanya na pulang kampung, mem- bagiannya teratasi ketika Wakil Gubernur Piet A. Tallo pria NTT yang pergi meran- bawa dua koper yang luar bi- menjanjikan bahwa Pemda tau ke luar negeri. Banyak asa besarnya, karena masa NTT tengah mempertim- gadis, malahan perempuan kontraknya habis. Katanya, bangkan pemberian kredit yang sudah bersuami, menye- majikannya masih menye- lunak bagi calon TKI di luar berang mencari pekerjaan di nangi dia dan mengharapkan yang terlihat dari luar seper- negeri (Bali Post, 23/10). Be- negeri jiran. Beberapa tahun Nogo kembali lagi ke kota ti gedung baru, kendaraan rita ini pasti menggembi- terakhir ini sejumlah gadis singa itu. rakan. Mungkin jumlah para dari Kabupaten Flores Timur Pemasok tenaga kerja juga perantau akan makin me- diberangkatkan ke Singapu- mempersiapkan para peran- ningkat berkat kemudahan ra dan bekerja sebagai pem- tau dengan macam-macam tersebut. bantu rumah tangga di sana. pendidikan, seperti diungka- Para pencari kerja itu ser- Kredit untuk apa? Menu- Anna Ose Wawin yang sudah pkan Piet A. Tallo. Sementara ing kali dibujuk calo-calo de- rut para perantau, uang itu berputra lima orang dari Le- itu V.B. da Costa, mantan ngan bayaran tinggi. Tidak dialokasikan untuk berbagai woleba dengan bangga meng- anggota DPR dari Fraksi PDI jarang calon perantau itu ter- kegiatan, sejak persiapan isahkan pengalamannya ber- kepada penulis mengungkap- tipu. Mereka diturunkan hingga uang jaminan pulang sama salah seorang anak kan, ada beberapa tenaga malam hari di suatu tempat ke kampungnya. Persiapan gadisnya ketika merantau di pembantu rumah tangga yang dari jauh disebut se- meliputi dokumen seperti Malaysia. yang secara khusus dididik bagai "kota Tawao" karena paspor, surat keterangan Maria RO hampir 20 ta- secara Eropa di salah satu dipenuhi lampu petromaks domisili, kesanggupan yang hun tinggal di kota Kinabalu biara di Flores, sebelum be- yang berbinar-binar. Ketika bersangkutan untuk kembali mengikuti suaminya. Di sana rangkat ke Jakarta. "Verdom- siang barulah ketahuan ke tanah airnya tanpa mem- ia menjadi guru di sebuah se- me zeg, saya harus bangga mereka diturunkan di sekitar bebani pihak mana pun, tiket kolah setingkat SD. Menje- karena mereka sungguh tempat kelahirannya sendiri. pergi dan pulang, serta ke- lang usia 60 tahun, ia dan cekatan dan penuh tanggung di Flores Timur. Dari kota Calonya sudah berlayar en- sanggupan keluarga me- suaminya pulang sambil jawab," ucap Sentis, panggi- kecil itu kemudian para pen- tah ke mana membawa uang lepaskan anggotanya pergi membawa seorang anak ang lan akrabnya, dengan gaya cari kerja disebarkan oleh setoran sebagai syarat untuk merantau. Dengan demikian kat yang kini sudah duduk di Belanda. para tengkulak tenaga kerja merantau. ke berbagai perusahaan di Sabah. prosesnya menjadi legal dan kelas III SD. Kini mereka ber- Agaknya pendidikan prak- Dengan kehidupan yang dapat dipantau pemda setem- wiraswasta dengan mengusa- tis model begini juga merupa- serba sederhana atau pas- pat hakan kapal motor angkutan kan investasi atau sebagai Menurut penuturan para pasan, calon perantau terpak- Hal ini penting karena penumpang yang hilir-mudik bekal untuk merantau. Sain- perantau yang pergi-datang sa berutang entah kepada banyak sekali perantau yang di perairan selat-selat di gan sangat ba-nyak. Mana mungkin orang desa bersaing ke Tawao, mereka bekerja tetangga, kepada pedagang menelantarkan keluarganya Flores Timur. apa saja. Yang penting mere- yang bermodal kuat. Sama di desa. Perzinahan, misal- Apa kesan Nogo Bataona, dengan orang kota? Yang ka dapat mengumpulkan sekali tidak terpikirkan un- nya, merupakan salah satu gadis yang bekerja sebagai masih tersisa adalah kualitas uang dan dengan uang itu tuk meminta kredit dari kasus yang sulit sekali diber pembantu rumah tangga di sumber daya manusia orang mereka dapat membeli apa bank. Bank sudah barang antas. Sekitar sepuluh tahun Singapura? "Menyenangkan. perorang, Tampaknya tuntu- saja yang tidak terdapat di tentu memberikan pinjaman lalu, Pemda NTT terpaksa Majikan bertindak seperti or tan yang bersifat manusiawi kampung halamannya. dengan jaminan atau dengan menciptakan proyek padat angtua saya. Tetapi sulit ini makin diperlukan, tatka- Hasilnya? Bukan main. Mere- bunga, yang belum dipahami karya membendung keper- sekali berhubungan dengan la penyedia dan pengguna ka mengirim atau membawa manfaatnya oleh masya- gian para perantau, jika ma- saudara kembar saya yang jasa mencari uang semata- pulang mesin jahit, lampu rakat. Pada pihak lain, bank salahnya adalah memperoleh juga bekerja di kota itu. Un- mata. Uang memang bukan petromaks, peralatan dapur, juga tidak akan memberikan uang. Akan tetapi, begitu tuk menelepon saja tidak segala-galanya tetapi tanpa dan barang-barang elektronik pinjaman jika tidak diketahui proyek padat karya usai, boleh. Terpaksa curi-curi ke- uang pun kita tidak dapat yang tampaknya mewah. secara pasti, kapan uang pin- orang mengalir lagi ke Tawao luar flat dan menelepon sau- berbuat apa-apa. Malahan dengan uang jaman tersebut dikemba karena uang dari proyek pa- dara saya, ya paling tidak se- Ben Oleona Color Rendition Chart 2cm 4cm
